Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi dibidang komputer saat ini, baik dalam perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), maka hampir sebagian besar pekerjaan manusia kini diselesaikan dengan bantuan komputer. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2011 Pasal 1 tentang Perumahan dan Permukiman, terdapat beberapa pengertian dasar, yang dimaksud perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.[2] Rumah merupakan kebutuhan dasar dan penting bagi semua manusia. Semua orang pasti membutuhkan rumah untuk melakukan segala aktivitas dalam hidupnya. Begitu pentingnya rumah dan lingkungan perumahan orang

menginginkan lingkungan perumahan yang kondusif. Menyadari itu semua akhirakhir ini banyak developer menawarkan berbagai alternative rumah dari mulai harga, lokasi, desain, maupun cara pembayaran. Hal inilah yang menyebabkan konsumen harus pandai-pandai memilih perumahan mana yang akan mereka ambil yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinginkan.

Perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa konsumen dalam memilih perumahan ada enam aspek setidaknya yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan yaitu: harga, lokasi, fasilitas umum, perijinan, desain rumah, dan kredibilitas dari developer. Sistem pendukung keputusan dibangun untuk membantu orang dalam menentukan pilihan dalam kasus ini adalah membantu orang untuk memilih perumahan yang diinginkan dari berbagai pilihan perumahan yang ada berdasarkan ke enam aspek tersebut. Sistem ini juga menjanjikan proses penilaian yang lebih baik karena dapat memberikan bobot kepada berbagai aspek penilaian. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk membuat skripsi ini dengan mengambil judul: SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERUMAHAN MENGGUNAKAN METODE AHP. 1.2. Rumusan Masalah Dengan mengacu kepada latar belakang di atas, maka didapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimana merancang suatu sistem pendukung keputusan untuk melakukan pemilihan perumahan menggunakan metode AHP? 2. Bagaimana menentukan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam proses pemilihan perumahan?

1.3. Tujuan Tujuan perancangan sistem ini adalah untuk membantu orang untuk memilih perumahan yang diinginkan dari berbagai pilihan perumahan yang ada sesuai kriteria yang diinginkan. 1.4. Batasan Masalah Dengan maksud agar pembahasan dan penganalisaan dapat dilakukan dan tercapai sesuai dengan tujuan, maka perlu adanya pembatasan masalah. Batasan-batasan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sistem ini menggunakan 6 jenis kriteria dalam pengambilan keputusannya yaitu: harga, lokasi, fasilitas umum, perizinan, desain rumah dan kredibilitas developer. 2. 3. 4. Metode yang digunakan yaitu metode AHP. Input-an alternative perumahan yang dibandingkan adalah 3 perumahan. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Perumahan ini digunakan di Kaloka Property. 5. Perangkat lunak yang digunakan adalah Visual Basic.Net dan Database SQL Server. 1.5. Tinjauan Pustaka Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk

membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.[5] Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.[4] Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum,

pembuangan sampah, tersedianya listrik, telepon, jalan, yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya.[7] Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2011 Pasal 1 tentang Perumahan dan Permukiman, terdapat beberapa pengertian dasar, yang dimaksud perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.[2] AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level

pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.[8] 1.6. State Of The Art Dalam state of the art penulis mempelajari dan menganalisa beberapa jurnal dan paper yang berhubungan dengan sistem pendukung keputusan, perumahan dan metode AHP. State of the art yang pertama yang berjudul Ketimpangan Distribusi Perumahan di Jakarta yang disusun oleh Aryo Hendrawan [6] Dalam paper ini dibahas tentang masalah perumahan di Jakarta adalah timpangnya distribusi perumahan bagi golongan menengah ke atas dan menengah ke bawah. Pada umumnya di kota Jakarta penyediaan perumahan hanya untuk golongan kaya dengan dengan dibangun banyak apartemen mewah. Sebaliknya, rumah-rumah untuk golongan menengah ke bawah seakan menjadi anak tiri. Ketimpangan penyebabnya adalah kecilnya peranan pemerintah dalam penyediaan perumahan. Sehingga yang dominan penyedia perumahan adalah pihak swasta yang menginginkan keuntungan yg besar. Langkah yang dapat diambil oleh pemerintah untuk golongan menengah ke bawah adalah dengan menyediakan perumahan terjaukau untuk golongan menengah kebawah pada lokasi pinggiran kota sehingga

menghasilkan building kost yang lebih terjangkau serta harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai. State of the art yang kedua diambil dari jurnalnya Armadyah Amborowati Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berjudul berjudul Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Perumahan Dengan Metode AHP Menggunakan Expert Choice.[3] Dalam jurnal ini dibahas tentang sistem pendukung keputusan pemilihan perumahan dengan metode ahp menggunakan Expert Choice, dalam hal ini perumahan tersebut berada di daerah Istimewa Yogyakarta dan yang dijadikan sample perumahan ada tiga perumahan yang dibandingkan yaitu Kumala Regency, Plosokuning Estate dan perumahan Nogotirto Regency. Berdasarkan penelitian terhadap konsumen didapat enam kriteria yang digunakan yaitu harga, lokasi, fasilitas umum, perijinan, desain rumah dan kredibilitas developer. Perumahan dan keenam kriteria tersebut kemudian dibuat struktur AHP nya dan selanjutnya diimplementasikan dengan software expert choice. Setelah diujikan pada software tersebut bobot tertinggi adalah kriteria lokasi, disusul harga, fasilitas umum, desain rumah dan kredibilitas developer. Dari keenam kriteria tersebut hasilnya sesuai dengan rangkaian alternatif nama perumahan yang konsumen inginkan. State of the art yang ketiga diambil dari jurnalnya Zainal Arifin yang berjudul berjudul Penerapan Metode AHP untuk menentukan sisa hasil usaha pada kopeerasi pegawai negeri.[9] Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sisa hasil usaha pada pegawai negeri. Dalam penelitian ini koperasi tersebut

membagi SHU menjadi delapan jenis SHU yaitu cadangan, untuk anggota menurut simpanan, untuk anggota menurut jasa, pengurus, kesejahteraan, pendidikan, pembangunan, dan sosial. Kemudian dilanjutkan dengan langkah langkah untuk memperoleh persentase setiap jenis SHU tersebut, antara lain membuat matriks perbandingan berpasangan, membuat matriks nilai kriteria, untuk matriks nilai kriteria. Hasil dari penelitian ini dibuatlah perangkat lunak dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 sebuah Sistem Penunjang Keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya karena dapat digambarkan secara grafis melalui matriks. Hasil akhir SPK ini berupa laporan jumlah SHU yang diterima setiap anggota pada Koperasi Pegawai Negeri dalam satu tahun. Jika Sistem Penunjang Keputusan penentuan SHU Koperasi diimplementasikan secara optimal maka masalah yang timbul karena proses penginputan, penyimpanan, pencarian, transaksi dan perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang sebelumnya merupakan salah satu kendala dalam menjalankan proses operasional koperasi. 1.7. Metodologi Penelitian Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Metodologi Pengumpulan Data Metodologi pengumpulan data yang dilakukan terdiri dari : a. Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak terkait juga dilakukan wawancara langsung kepada developer yang membangun perumahan tersebut. b. Studi Literatur Pengumpulan data ini dilakukan menggunakan beberapa buku sebagai referensi. Buku referensi tersebut dipakai dengan tujuan untuk memperoleh penjelasan yang bersifat teoritis. 2. Tahap Pembuatan Perangkat Lunak Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan Metode Waterfall. Menurut Roger S Pressman karakteristik model waterfall ini meliputi beberapa bagian, yaitu: 1. 2. Aktivitas mengalir dari satu fase ke fase lain secara berurutan. Setiap fase dikerjakan terlebih dahulu sampai selesai, jika sudah selesai baru mulai menuju berikutnya. Adapun tahapan-tahapan dalam metode waterfall adalah: 1. System Engineering Proses penilaian sistem lama yang sedang berjalan dan studi kelayakan pengembangan sistem baru berdasarkan aspek teknologi, ekonomis dan sumber daya manusia.

2.

Analisis Merupakan tahap analisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.

3.

Design Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk software. Desain harus dapat

mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software. 4. Coding Desain harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh computer, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. 5. Testing Uji coba terhadap program yang telah dibuat 6. Maintenance Perubahan atau penambahan program sesuai dengan permintaan user. 1.8. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam Tugas Akhir ini terdiri dari lima bab yang diawali dari bab pendahuluan dan diakhiri dengan bab penutup, dan tiap bab terdiri dari beberapa sub bab.

BAB I PENDAHULUAN Bab I berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan. BAB II DASAR TEORI Bab II menjelaskan teori tentang permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir sampai dengan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Bab III menjelaskan tentang pembahasan analisis kebutuhan dari sistem yang dijadikan objek dan memberikan gambaran tentang pemodelan sistem, arsitektur sistem dan database dari sistem yang dijadikan objek. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi sistem merupakan penerapan dari analisis dan desain sistem yang telah dilakukan menjadi suatu program aplikasi yang siap untuk digunakan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab IV berisikan uraian tentang kesimpulan dan saran yang dapat di ambil dari hasil penulisan tugas akhir dan pengembangan aplikasi.

10

1.9. Jadwal Penelitian Tabel 1.1 Jadwal Pembuatan Sistem Waktu Februari November Desember Januari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

No 1 2 3 4 5 6

Kegiatan System Engineering Analisis Desain Coding Testing Maintenance

11

Daftar Pustaka

[1] Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu). Yogyakarta: Andi. [2] Anonim. 2011, http://www.asiamaya.com/undangundang/uu_perumahan/uu_perumahan_index.htm . Diakses pada tanggal 01 November 2011 14:52:36. [3] Amborowati, Armadyah. http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/maret08/04%20%20AMIKOM_Yogyakarta_SISTEM%20PENUNJANG%20KEPUTUSA N%20PEMILIHAN.pdf. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2011 13.30.24. [4] Anonim. 2011. http://lissoi.multiply.com/journal/item/35/SISTEM_PENDUKUNG_KEPU TUSAN. Diakses pada tanggal 19 November 2011 10.11.45. [5] Anonim. 2011. http://haniif.wordpress.com/2007/08/01/23-tinjauan-pustakasistem-pendukung-keputusan-spk/. Diakses pada tanggal 19 November 2011 11.11.34. [6] Hendrawan W.K, Aryo. http://www.scribd.com/doc/37567213/PaperMasalah-Perumahan. Diakses pada tanggal 19 November 2011 15.59.11. [7] Anonim. 2011. http://xisuca.blogspot.com/2010/06/definisi-perumahan-danrumah.html. Diakses pada tanggal 19 November 2011 23.01.10. [8] Syaifullah. 2011. http://www.syaifullah08.files.wordpress.com/.../pengenalananalytical-hierarchy. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2011 21.14.51. [9] Arifin, Zainal. 2011. http://rahmanilkom07.blog.upi.edu/2010/12/04/jurnalspk/. Diakses pada tanggal 19 November 2011 23.36,14.

12