Anda di halaman 1dari 1

Mungkin selama ini kita sering mendengar istilah BEP (Break Even Point) dan kebanyakan orang seringkali

menafsirkan istilah BEP sebagai Balik Modal atau istilah gaulnya pak-pok. Bahkan ada yang menyamakan istilah BEP ini dengan ROI (Return On Investment). Padahal kedua istilah ini sama sekali berbeda. Penggunaan kedua istilah ini sanga penting untuk diperhatikan, apalagi jika menyangkut perjanjian bisnis. Contohnya jika hendak membeli sebuah unit Franchise (waralaba), perlu diperhatikan dan ditanyakan kepada Franchisor jika ada tercantum istilah BEP dan ROI didalam sebuah penawaran/ perjanjian bisnis, supaya tidak terjadi kesalahpahaman karena adanya misintepretasi. Dalam istilah bisnis, ROI (Return On Investment) adalah total nilai biaya yang diinvestasikan (ditanamkan pada sebuah bisnis) telah kembali, yang berasal dari akumulasi keuntungan setiap bulannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya istilah ROI ini mengacu kepada istilah balik modal. Misalnya kita tertarik membuka usaha Grosir Pakaian di Tanah Abang, untuk membuka usaha tersebut perlu biaya 300 juta (sewa tempat 200 juta/th, stok pakaian 100 juta), nah, yang disebut ROI adalah jika 300 juta yang kita keluarkan tadi sudah kembali utuh ke tangan kita (dari akumulasi keuntungan). Sedangkan istilah BEP (Break Even Point) adalah titik waktu dimana biaya operasional bulanan sama banyak dengan pendapatan total bulan tersebut, disini posisi keuangan mendapat keuntungan sebesar NOL, tetapi tidak nombok maupun untung. Contohnya misalnya jika kita membuka toko pakaian online melalui internet, dengan posisi keuangan pada bulan berjalan: Pengeluaran per bulan ( Januari 2008) Biaya operasional yang meliputi: Bahan baku (stok pakaian), sewa hosting, gaji karyawan , listrik, telpon, lain-lain sebesar 5 juta/ bulan Pendapatan per bulan (Januari 2008) Karena baru buka 1 januari 2008, maka pada bulan tersebut hanya bisa menjual pakaian dengan pendapatan total (omzet) sebesar 5 juta

Dari contoh diatas dapat dikatakan, bahwa pada titik ini (pengeluaran = pendapatan) kita tidak merugi dan juga tidak untung, alias pak-pok. Dan tentu saja pada titik ini investasi masih jauh dari yang diharapkan. Dengan demikian, BEP kemungkinan dapat dicapai dalam waktu lebih singkat daripada ROI, bisa jadi BEP dicapai dalam hitungan bulan, tetapi ROI kemungkinan dicapai setelah bertahuntahun berbisnis.