Anda di halaman 1dari 16

MOTIVASI PERUBAHAN PERILAKU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

Nur Rista Windri A.

DIABETES
Diabetes adalah penyakit kronis, kondisi yang dapat dikelola Membutuhkan perubahan besar gaya hidup. Motivasi perilaku pasien paling penting sekaligus pengalaman yang membuat frustasi tenaga kesehatan Pasien mempunyai rentang lebar dalam penerimaan dan pemahaman tentang diabetes Ada yang menganggap serius, ada pula yang menyepelekan Ada yang menikmati jangka pendek tetapi mengorbankan jangka panjang

INTERAKSI FARMASIS-PASIEN
COMPLIANCE:
Pasien mengikuti anjuran staf kesehatan Dasarnya: pendekatan dasar kepatuhan Bila ada ketidak patuhan kesalahan ada pada pasien

ADHERENCE
Sasaran pengobatan dinegosiasikan antara pasien dan staf kesehatan Kegagalan kegagalan bersama. Otonomi pasien dihormati Dokter ahli dalam diagnosa, pengobatan, pasien ahli dalam aktivitas sehari-hari, perilaku untuk kesembuhan, dapat merupakan dukungan , juga hambatan.l

KESIAPAN PASIEN
PRECONTEMPLATION
Tidak sadar ada masalah kesehatan

CONTEMPLATION
Mulai sadar ada masalah kesehatan

PREPARATION
Peduli thd kesehatan health. Berniat utk berubah

KESIAPAN PASIEN
ACTION
Merubah sikap utk mencapai tujuan

MAINTENANCE
Terus dg sikap menjaga kesehatan

BMI (Brief Motivational Interviewing)


Pendekatan di mana staf kesehatan memakai ketrampilan komunikasi yang dirancang untuk masing-masing pasien.

BMI (Brief Motivational Interviewing)


Untuk pasien Diabetik Diet Obesitas Hiperlipidemia Exercise Life Style Ketaatan minum obat

KIE

PSIKOLOGI

FARMASI

KESIAPAN

PRECONTEMPLATION CONTEMPLATION

KONDISI PASIEN LIFE STYLE/ FAKTOR RESIKO INFORMASI OBAT HIPO & HIPERGLIKEMIA A1C, BP, CHOL TOTAL

AWARENESS/RE SIKO
EMPATI

PREPARATION ACTION

MAINTENANCE

MOTIVASI

PERSUASI TARGET PENATALAKSANAAN

SUPPORTIVE

PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENANGGULANGAN

APPRECIATE

NEUROPATI

50% pasien DM akan menderita neuropati Saraf rusak karena gula darah yang tinggi yang kronis. Perkembangan neuropati dapat menyebabkan hilang kepekaan rasa sakit atau rasa disentuh pada kaki (feet) Dapat menyebabkan rasa sakit di kaki (legs) , lengan atau tangan. Kerusakan saraf berkembang perlahanlahan, kadang tidak disadari bahwa ada masalah saraf. Sebab itu penting untuk kontrol secara teratur

Foot Care Tips for Patients with Diabetes Periksa kaki setiap hari, apakah ada robekan, luka, pengerasan, dan penebalan Setelah kaki dicuci dengan air hangat dan sabun lunak, keringkan lembut dan hati-hati (jangan direndam) Pakai petroleum jelly sebagai lubrikan.Hindari pemakaian lubrikan diantara jari, sebab peningkatan kelembaban akan menyebabkan infeksi Gunting kuku jari kaki hati-hati. Jangan memakai bantal pemanas atau kantong air panas pada kaki. Minta bantuan podiatrist kalau perlu Pakai sepatu yang sesuai yang memiliki ruang cukup untuk jari kaki, empuk, breathable. Hati-hati memakai sepatu terbuka, jangan bertelanjang kaki Gerakkan pergelangan kaki, jari-jari peredaran darah Angkat kaki sehari 2-3 x. Berjalan kaki tiap hari menstimulasi peredaran darah dan rasa nyaman.

RETINOPATI

Komplikasi dari ringan sampai kebutaan Lebih dari 60% pasien akan mengalami retinopati setelah 20thn menderita DM tipe 2 21% retinopati terdeteksi pada awal terdiagnosa DM 2% penderita DM akan buta setelah 15 thn Dianjurkan pemeriksaan mata minimal tiap tahun, bagi yang lebih parah, harus lebih sering. Penderita DM jangan memakai obat mata tanpa instruksi dari dokter Periksa ke dolter bila akan hamil, mata buram, noda hitam, pijar pada pandangan.

NEFROPATI
Ditemukan pada 20-30% pasien DM Mikroalbuminuria (>=30mg/h albumin) albuminuria klinis (>300mg/hari) GFR menurun ESRD (End stage renal disease) Skrining mikroabuminuria tiap tahun. Pencegahan dengan glycemic control. Hipertensi meningkatkan kecepatan diabetik nefropati. Obat: ACE inh, ARB (kontraindikasi untuk wanita hamil)

INFEKSI:
Infeksi banyak terjadi pada pasien diabetes Ini adalah indikasi kontrol diabetes yang jelek. Infeksi tingkat ringan bila tidak diobati, dapat menjadi sepsis menimbulkan ancaman kematian

KARDIOVASCULAR

Kejadian Coronary Artery Disease 2-3 x pada pasien diabet dibanding pasien non diabet. Diabet dikaitkan dengan 25% acute myocardial infarct. Prevalensi hipertensi pasien diabet 1.5-2x pasien non diabet

KARDIOVASCULAR

kurangi obesitas.

Coronary artery disease dan stroke berkaitan denga hipertensi menyebabkan kematian 4-5 x pada pasien DM dibanding pasien non DM. Berhenti merokok, obat penurun kolesterol, kurangi berat badan.