Anda di halaman 1dari 4

SGD 1 Sistem Kardiovaskuler

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Kesempurnaannya ini ditunjukkan dengan adanya berbagai macam organ yang menyusun tubuh manusia. Salah satu organ yang menyusun tubuh manusia adalah jantung. Kerja jantung tidak hanya sendiri, namun berhubungan dengan sistem sirkulasi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. Jantung memegang peranan penting dalam tubuh manusia. Oleh sebab itu, dalam paper ini akan menjelaskan mengenai sistem anatomi jantung dengan vaskularisasi dan innevarsinya, sistem konduksi jantung, mekanisme pompa jantung, dan vaskularisasi arteri dan vena seluruh tubuh manusia. Jantung terdiri dari dua sisi yaitu, sisi basis kordis dan sisi apeks kordis. Basis kordis terletak di tulang rawan iga ketiga kanan, 2 cm dari sternum, ke atas tulang rawan iga kedua kiri, 1 cm dari sternum. Sedangkan apeks kordis treletak di titik antara iga ke-5 dan ke-6, atau di dalam ruang intrstisial ke-5 kiri, 4 cm dari garis medial (Sheerwood, 2001). Jantung terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan perikardium, merupakan lapisan paling luar dari jantung tersusun lagi atas dua lapisan yaitu parietal ( paling jauh dari jantung ) dan lapisan viseral (melekat pada jantung). Antara lapisan parietal dan viseral terdapat cairan sorus yang berfungsi untuk melumasi jantng sehingga dapat bergerak bebas. Lapisan kedua jantung ialah lapisan Myokardium, tersusun atas otot-otot. Lapisan terakhir ialah lapisan endokardium, terdiri atas endotel-endotel (Syaifudin, 2006). Jantung juga tersusun atas beberapa persarafan, antara lain saraf simpatis yang berperan ntuk mempercepat kerja jantung dan saraf parasimpatis yang memperlambat kerja jantung (Price & Wilson, 2006). Selain terdiri atas beberapa lapisan jantung juga terdiri atas empat ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Antara atrium dan ventrikel dipisahkan oleh katup. Katup yang memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan adalah katup trikuspidalis, sedangkan yang memisahkan atrium kiri dan

ventrikel kiri adalah katup bikuspidalid. Selain dua katup tersebut, terdapat juga katup semilunaris aorta dan katup semilunaris arteri pulmonalis (Pearce, 2009). Jantung juga dikelilingi beberapa pembuluh darah, antara lain aorta, vena cava sperior dan inverior, arteri pulmonalis, vena pulmonalis. Pembuluh-pembuluh darah ini berperan dalam peredaran darah, baik peredaran darah kecil maupun besar. Peredaran darah kecil, darah yang berasal dari jantung (ventrikel kanan) katup semilunaris ateri pulmonalis arteri pulmonalis par-paru kiri dan kanan vena pulmonalis atrium kiri. Peredaran darah besar, darah yang berasal dari jantung (ventrikel kiri) katup semilunaris aorta aorta arteri arteriole kapiler arteri kapiler vena venolus vena cava superior dan inferior atrium kanan (Syaifudin, 2006). Peredaran darah jantung dapat berlangsung dikarenakan adanya kontraksi jantung. Kontraksi jantung ini terjadi karena adanya arus listrik yang mengenai ventrikel. Proses pengaliran arus lisrik ini dinamakan sebagai konduksi jantung. Terdapat dua jenis node yang berperan dalam proses konduksi jantung, Sinoatrial node (SA Node) dan Atrioventrikular Node (AV Node). Konduksi jantung dimulai karena adanya impuls dari SA node yang terletak di atas vena cava di atrium kanan dan disebarkan ke atrium kiri, kemudian diteruskan ke AV node melalui internodal fiber berkas his percabangan berkas his serat purkinje sel-sel merangsang otot miokardium kontraksi ventrikel (Syaifudin, 2006). Aliran listrik yang dihasilkan dari konduksi jantung disebabkan karena adanya perpindahan ion-ion. Ada lima fase perpindahan ion, fase 0 (depolarisasi) merupakan fase di mana Na bersifat permeabel sehingga dapat masuk ke sel yang mengakibatkan muatan yang ada di sel bersifat positif. Fase 1 ( repolarisasi parsial), keadaan stabil, tidak terjadi perpindahan ion-ion, namun ion Ca dengan perlahan masuk ke sel yang mengakibatkan muatan positif di sel berkurang. Fase 2 ( plateou), ion-ion dalam keadaan stabil, namun terjadi perpindahan ion-ion dengan jumlah ion yang sama antara di sel dan ekstra sel. Fase 3 (repolarisasi cepat, masuknya K sangat cepat, namun ion Ca dan Na tidak mengalir lagi. Fase 4 (istirahat), K bersifat permeabel sehingga dapat keluat dari sel yang mengakibatkan muatan yang ada di dalam sel bersifat negatif, sedangkan di luar sel bersifat positif (Syaifudin, 2006).

Jantung berperan sebagai pemompa darah yang memiliki empat pompa, dua

pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel (Syaifudin, 2006). Ada tujuh fase siklus jantung yang melibatkan pompa-pompa jantung, kontraksi ventrikel isovolemik, ejeksi cepat, ejeksi lambat, relaksasi ventrikel isovolunter, pengisian ventrikel cepat, pengisian ventrikel lambat, dan sistol atrium (Ganong, 2008). Setelah darah keluar dari ventrikel kiri, maka darah akan diedarkan keseluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah. Terdapat banyak pembuluh darah yang memperdarahi organ-organ. Misalnya, arteri karotis interna yang memiliki cabang arteri oftalmika (memperdarahi mata), arteri serebralis ( memperdarahi otak), dan arteri nasalis (memperdarahi hidung). Pda bagian abdomen terdapat arteri seliaka, arteri hepatika, arteri splenika dan lienalis, arteri renalais, dan masih banyak lagi. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari tiga lapisan (perikardium, myokardium dan endokardium). Jantung juga terdiri dari empat ruang (atrium kanan dan kiri, ventrikel kanan dan kiri). Jantung dapat berkontraksi karena adanya proses induksi jantung yang melibatkan SA Node dan AV Node, berkas his, dan serat purkinje. Proses terjadinya konduksi ini dimulai karena adanya impulas saraf. Terdapat saraf parasimpatis yang berperan memperlambat denyt jantung dan saraf simpatis yang mempercepat kerja jantng. Selain itu, jantung juga memiliki peran sebagai pemompa darah sehingga terjadi peredaran darah, baik peredaran darah bersar maupun peredaran darah kecil.

Refferensi Ganong, W. F. (2008). Buku ajar fisiologi kedokteran . Jakarta: EGC. Pearce, C. E. (2009). Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT Gramedia Publisher. Price, S. A., & Wilson, L. M. (2006). Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: EGC. Sheerwood, L. (2001). Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta: EGC. Syaifudin. (2006). Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta: EGC.

Laporan Small Group Discssion (SGD) Blok Circulation And Oxigenation Semester IV

SISTEM KARDIOVASKULER

Oleh: Alifah Dewi Purwaningsih G1D010043 Kelompok 4

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILM-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2012