Anda di halaman 1dari 19

KEPRIBADIAN dan ETIKA

Etika adalah tingkah laku sebagai standar yang mengatur pergaulan manusia dalam kelompok sosial. Dalam Kaitannya dengan pergaulan manusia maka etika berupa bentuk aturan yang dibuat berdasarkan moral yang ada.

PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Pola perilaku dan cara berpikir yang khas, yang menetukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Khas adanya konsistensi perilaku bahwa orang cenderung untuk bertindak atau berpikir dengan cara tertentu dalam berbagai situasi

TIPOLOGI KEPRIBADIAN
Menurut William H. Sheldon, ada 3 tipe fisik manusia, yaitu: Tipe endomorph :

Suka hibura, Gemar makan-makan, Bila menghadapi kesukaran membutuhkan orang lain

Tipe Mesomorph

Suka berterus terang, Suara lantang, berani

Tipe ectomorph
Sikapnya kurang gagah, ragu-ragu, Reaksinya cepat

Kurang berani bergaul dengan orang banyak Kurang berani berbicara di depan orang banyak Kebiasaan-kebiasaanya tetap, hidup teratur

Tipe Hipocrates Galenus


1.
2. 3.

4.

CHOLERIS (empedu kuning) Sifat khas : hidup semangat, keras hati, mudah terbakar, daya juang, optimis MELANCHOLIS (empedu hitam) Sifat khas : mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis PLEGMATIS (lendir) Sifat khas : tak suka terburu-buru (kalm, tenang) tidak mudah dipengaruhi, setia SANGUINIS (darah) Sifat khas : hidup, mudah berganti haluan, ramah, ragu-ragu.

Kelemahan
A. Suka pamer, memperlihatkan apa yang gemerlap dan kuat, terlalu bersuara.

B. Suka memerintah, mendominasi, kadang-kadang mengesalkan antar hubungan orang dewasa. C. Menghindari perhatian akibat rasa malu. D. Memperlihatkan sedikit emosi/mimik. A. Kurang teraturannya mempengaruhi hampir semua bidang kehidupannya. B. Merasa sulit mengenali masalah dan perasaan orang lain. C. Sulit memaafkan dan melupakan sakit hati yang pernah dilakukan, biasa mendendam. D. Cenderung tidak bergairah, sering merasa bahwa bagaimanapun sesuatu tidak akan berhasil.

A. Suka menceritakan kembali suatu kisah tanpa menyadari bahwa cerita tersebut pernah diceritakan sebelumnya, selalu perlu sesuatu untuk dikatakan. B. Berjuang, melawan untuk menerima cara lain yang tidak sesuai dengan cara yang diinginkan. C. Sering memendam rasa tidak senang akibat merasa tersinggung oleh sesuatu. D. Tidak bersedia ikut terlibat terutama bila rumit.
.

A. Punya ingatan kurang kuat, biasanya berkaitan dengan kurang disiplin dan tidak mau repot-repot mencatat hal-hal yang tidak menyenangkan. B. Langsung, blak-blakan, tidak sungkan mengatakan apa yang dipikirkan. C. Bersikeras tentang persoalan sepele, minta perhatian besar pada persoalan yang tidak penting. D. Sering merasa sangat khawatir, sedih, dan gelisah. A. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan, bila sudah bicara sulit berhenti. B. Sulit bertahan untuk menghadapi kekesalan. C. Kurang percaya diri. D. Sulit dalam membuat keputusan. A. Bisa bergairah sesaat dan sedih pada saat berikutnya. Bersedia membantu kemudian menghilang. Berjanji akan datang tapi kemudian lupa untuk muncul. B. Merasa sulit memperlihatkan kasih sayang dengan terbuka. C. Tuntutannya akan kesempurnaan terlalu tinggi dan dapat membuat orang lain menjauhinya. D. Tidak tertarik pada perkumpulan atau kelompok.

A. Tidak punya cara yang konsisten untuk melakukan banyak hal. B. Bersikeras memaksakan caranya sendiri. C. Standar yang ditetapkan begitu tinggi sehingga orang lain sulit memuaskannya. D. Lambat dalam bergerak dan sulit untuk ikut terlibat.

A. Memperbolehkan orang lain, termasuk anak-anak untuk melakukan apa saja sesukanya untuk menghindari diri kita tidak disukai. B. Punya harga diri tinggi dan menganggap diri selalu benar dan yang terbaik dalam pekerjaan. C. Dalam mengharapkan yang terbaik, biasanya melihat sisi buruk sesuatu terlebih dahulu. D. Memiliki kepribadian yang biasa saja dan tidak suka memperlihatkan banyak emosi.
A. Memiliki perangai seperti anak-anak yang mengutarakan diri dengan ngambek dan berbuat berlebihan tetapi kemudian melupakannya seketika. B. Mengobarkan perdebatan karena biasanya selalu benar dan terkadang tidak peduli bagaimana situasi saat itu. C. Mudah merasa terasing dari orang lain dikarenakan rasa tidak aman atau takut jangan-jangan orang lain tidak merasa senang bersamanya.

A. Memiliki perspektif yang sederhana dan kekanak-kanakan, kurang pengertian terhadap tingkat kehidupan yang lebih mendalam. B. Penuh keyakinan, semangat, dan keberanian (sering dalam pengertian negatif). C. Sikapnya jarang positif dan sering hanya melihat sisi buruk dari setiap situasi. D. Mudah bergaul, tidak peduli, dan masa bodoh

PENILAIAN option A, maka kepribadianmu adalah SANGUINIS. option B, maka kepribadianmu adalah KOLERIK. option C, maka kepribadianmu adalah MELANKOLIS. option D, maka kepribadianmu adalah PLEGMATIS.

1. Pendekatan Psikoanalisa teori psikoanalisa

kesadaran dan ketidaksadaran. Ketidaksadaran berisi impuls-impuls, nafsu, ingatan yang tidak terjangkau, yang mempengaruhi perilaku

Freud juga memandang kepribadian tersusun dari 3 sistem utama; 1. Id merupakan bagian kepribadian yang paling dasar, sudah ada sejak lahir- berisi tentang dorongan biologis dasar makan, minum, kenikmatan seksual, menghindari rasa sakit seperti anak kecil berdasarkan prinsip kenikmatan ( pleasure principle )

2. Ego ego Ego mengikuti prinsip realitas; pemuasan impuls harus ditunda sampai ditemukan kondisi lingkungan yang tepat; misalnya ego menunda pemuasan impuls seksual sampai memperoleh kondisi yang tepat

3. Super-ego Gambaran nilai dan moral masyarakat yang diajarkan oleh orang tua dan orang lain pada anak. Super-ego merupakan hati nurani, menilai apakah suatu tindakan sudah benar atau salah

2. Pendekatan Trait pendekatan trait memisahkan dan mengklasifikasikan sifat dasar individu yang mengarahkan perilaku. asumsi bahwa orang mempunyai perbedaan beberapa dimensi, atau skala kepribadian, yang masing-masing menunjukkan suatu ciri tertenttu

Kita dapat menilai seseorang berdasarkan skala inteligensinya, stabilitas emosi, agresivitas dll. Evaluasi tehadap teori ini adalah kemungkinan perilaku dapat berubahubah dari satu situasi ke situasi lain.

2. Pendekatan Belajar Sosial Teori belajar sosial faktor penentu perilaku bersifat situasional atau ditentukan oleh lingkungan Perbedaan perilaku individu sebagian besar disebabkan oleh perbedaan pengalaman belajar yang dialami selama masa perkembangan

Beberapa pendekatan belajar 1. Clasical Conditioning Perilaku seseorang terjadi karena adanya stimulus yang menetap pada situasi tertentu Stimulus respon Lampu merah menyala akan menghentikan kendaraan di trafic light

2. Operant Conditioning Perilaku seseorang dilakukan karena akan mendapatkan respon yang diharapkan Seseorang melakukan suatu pekerjaan untuk mendapatkan uang