Anda di halaman 1dari 2

Filsafat dan ilmu pengetauhan Untuk memperoleh ilmu pengetahuan adalah dengan cara ketauhilah apa yang kamu

ketauhi dan cari tahu apa yang tidak kamu ketauhi. Berfilsafat berarti berendah hati, bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketauhi dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau. dengan demikian berfilsafat juga berarti berendah hati mengevaluasi pengetauhan yang kita ketauhi, dari perjalanan inilah filsafat merupakan satu kesatuan yang instrintik, selalu berhubungan dengan peradaban dan menyatu dengan perjuangan manusia dikala menghadapi tantangan, kekalahan, dan kemenangan dalam kehidupan manusia (john dewey dalam kattsoff : 1987 : 66-67). Filsafat merupakan perjuangan yang berlangsung terus menerus untuk menyesuaikan yang lama dengan yang baru didalam suatu kebudayaan, maksud dewey adalah filsafat sebagai percobaan terus menerus untuk mengadakan penyesuaian terhadap fakta perubahan kebudayaan.(tanpa percobaaan itu kehidupan manusia berada dalam bahaya kemandegan) Hingga filsafat dapat dijadikan sebagai hasil yang berasal dari hasrat / tuntutan yang mengiginkan bahwa hidup itu mengandung makna ( tanpa tuntutan manusia akan binasa) Dewey membagi filsafat menjadi dua segi progresif : melihat kemasa lampau, tetapi juga kemasa yang akan datang maksudnya dengan memandang masa depan atas pikiran dan tindakan digunakan untuk mengubah eksistensi, bukan hanya untuk memahaminya. Louse katsoff memetakan dua fungsi filsafat : - filsafat sebagai usaha mengetauhi ( seperti konsep aristoteles yang dianut jaqcques maritain) filsafat bukanlah suatu kebijaksanaan mengenai tingkah laku atau praktek yang berupa perbuatan baik. Sehingga hakekat dan sifatnya adalah usaha untuk mengetauhi dengan kepastian / penuh / tegas dan dapat menyatakan mengapa benda / sesuatu itu seperti keadaannya dan tidak lain daripada itu, artinya mengetauhi berdasarkan sebabsebabnya. filsafat merupakan ilmu pengetauhan yang dengan cahaya kodrati akal-budinya, manusia menggunakannya untuk mempelajari sebab-sebab pertama atau azas azas yang tertinggi dari segala sesuatu. Dengan kata lain filsafat merupakan ilmu pengetauhan tentang hal-hal sebab-sebabnya yang pertama , sejauh sebab-sebab ini termasuk dalam ketertiban alam.. Dewey melihat filsafat dari nilai guna atas hasil kerja filsafat dengan tidak menbedakan antara pengertian fisafat dan perenungan filsafati ( yang bermaksud bahwa filsafat tidaklah berakhir dengan kesimpulan / temuan, dimana jika dihubungkan kembali experience dari peristiwa yang telah dialami akan menjadikan sesuatu itu bersifat lebih bermakna/ lebih jelas sehingga individu lebih berhasil menanganinya. - filsafat sebagi usaha penilaian

CJ Ducasse berpendapat, filsafat adalah suatu usaha mencari pengetauhan ( mengenai fakta fakta yang dinamakan penilaian, sehingga dapat disimpulkan filsafat sebagai usaha pencarian makna pada sesuatu atas dasar penilaian tersebut. Ukuran penilaian ( baik-buruk, susila-asusila, salah- benar, khayal realita )