Anda di halaman 1dari 14

3.

Kata kerja dan perubahannya Maka dalam membentuk kalimat yang sopan, kita bisa mengubah kata kerja bentuk-u( dasar) menjadi kata kerja bentuk-masu(sopan). Berikut perubahannya : Gol 1 berbentuk akhiran (-u, -tsu, -ru, -bu, -nu, -su, -mu, -gu, -ku, ) cth : Ganti akhiran(-u) ? (i) + (masu) a(u) = bertemu ? a (u ? i ) + masu = aimasu ta(tsu) = bangun ? ta (tsu ? chi ) + masu = tachimasu kae(ru) = pulang ? kae (ru ? ri ) + masu = kaerimasu aso(bu) = bermain? aso (bu ? bi) +masu = asobimasu shi(nu) = mati ? shi (nu? ni) + masu = shimasu hana(su) = berbicara ? hana (su?shi) + masu = hanashimasu yo(mu) = membaca ? yo (mu? mi) + masu = yomimasu oyo(gu) = berenang ? oyo (gu?gi) + masu = oyogimasu o(ku) = meletakkan ? o (ku ? ki) + masu = akimasu Gol 2 berbentuk akhiran (-eru dan -iru) hilangkan akhiran(-ru), kemudian tambahkan (+masu) cth : tab(eru) = makan ? tabe + masu = tabemasu m(iru) =melihat ?mi + masu = mimasu Gol 3 berbentuk akhiran (-suru) Hilangkan akhiran(-suru) ? (shi) + masu Cth : benkyou(suru) = belajar ? benkyou (suru ? shi) + masu = benkyoushimasu shigoto(suru) = bekerja ? shigoto( suru ? shi) + masu = shigotoshimasu (suru) = melakukan ? (suru ? shi) + masu = shimasu Setelah mengetahui perubahannya, kita dapat membuat KK-u(dasar) menjadi KK-masu( sopan). Maka jika ingin membuat kalimat, pakailah KK-masu. Mari kita berlatih membuat kalimat dengan sopan. 1. Saya bermain di halaman rumah 2. Ayah membaca koran di kantor 3. Adik makan sushi di rumah 4. Dia membeli buku dan tas 5. Hari ini saya pergi ke Bali 6. Besok saya pulang ke Indonesia 7. Ibu membeli makanan dan minuman di pasar 8. Aku menulis karangan untuk guru Perhatikan pula penggunaan partikelnya. Ingat! KK-masu adalah kata kerja, jadi t idak perlu lagi menggunakan akhiran desu. Bentuk KK-masu/-masen/-mashita /-masen deshita, adalah bentuk sopan. Halaman rumah = niwa Kantor = kaisha Koran = shinbun Pasar = ichiba Karangan = sakubun Rumah = uchi / ie Membeli = kau (1) Bermain = asobu (1) Membaca = yomu (1)

Pergi = iku (1) Pulang = kaeru (1) Makan = taberu (2) Buku = hon Tas = kaban Hari ini = kyou Besok = ashita Bali = Bari (katakana) Makanan = tabemono Minuman = nomimono Jika sudah berhasil membentuk kalimat dengan KK bentuk sopan, mari kita lihat la gi perubahan KK-u(dasar) menjadi KK-masen(negatif). Mari perhatikan perubahannya^^ Perubahan KK-u menjadi KK-masen sangat mudah. Apabila kita telah mengetahui peru bahan KK-masu, cukup ubah (masu ? masen). Cth : (2)Tabemasu(makan) ? tabemasen (tidak makan) (3) benkyoushimasu (belajar) ? benkyoushimasen (tidak belajar) (3) samposhimasu (jalan-jalan) ? sanposhimasen (tidak jalan-jalan) (1) yomimasu (membaca ) ? yomimasen (tidak membaca) Dan KK lainya Jika sudah berhasil merubah KK-masu menjadi KK-masen, selanjutnya kita akan memp elajari perubahan KK-mashita (lampau). Perubahannya sama saja, hanya yang perlu di perhatikan adalah : KK-u ? KK-masu ? KK-masen ? KK-mashita. Bisa langsung saja, (-masu ? -mashita) Cth : (2) tabemasu(makan) ? tabemashita (telah makan) (2) mimasu (melihat) ? mimashita (telah melihat) (1) oyogimasu (berenang) ? oyogimashita (telah berenang) (3) benkyoushimasu (belajar) ? benkyoushimashita (telah belajar) Setelah mengetahui bentuk KK-mashita( lampau), kita dapat membuat kalimat dengan KK-masen deshita(negatif lampau). Bentuk ini adalah perpaduan Kata kerja menyan gkal dan lampau / telah terjadi. Perubahannya mengikuti KK-masen + deshita. Maka akan membentuk KK-masen deshita. Perhatikan contoh : Mimasen deshita = tidak melihat (lampau) Tabemasen deshita = tidak makan (lampau) Ikimasen deshita = tidak pergi (lampau) Yomimasen deshita = tidak membaca (lampau) Dan lain2 Baiklah cukup untuk perubahan KK bentuk sopan. Jadi kesimpulan dari perubahan KK ini ada 4 bentuk dasar (sopan). 1. KK-u ? KK-masu (sopan positif) 2. KK-u? KK-masen (sopan negatif) 3. KK-u ?KK-mashita (sopan lampau) 4. KK-u ? KK-masen deshita (sopan negatif lampau) Untuk lebih memahami penerapannya, perhatikan contoh berikut. Perhatikan contoh penggunaannya : 1. Yuube, watashi wa benkyoushimasu. ? lampau (tadi malam saya sudah belajar) 2. Kinou wa nihon e ikimasu. ? lampau

(kemarin saya pergi ke Jepang) 3. Kesa wa gohan o tabemasen deshita. ? negatif lampau (tadi pagi saya tidak makan nasi) 4. Kyou, watashitachi wa kyoushitsu ni benkyoushimasen. ? negatif (hari ini kami tidak belajar di kelas) 5. Mainichi wa gakko e ikimasu. ? positif (setiap hari saya pergi ke sekolah) 6. Kinou, kanojo wa kouhi o nomimashita. ?lampau (kemarin dia(pr) minum kopi) 7. Mukashi, watashi wa seito deshita. ? lampau (dulu, saya seorang pelajar) 8. Watashi to tomodachi wa kyoushitsu ni imasen deshita. ? negatif lampau (saya dan teman ada tidak ada di kelas) 9. Kyou wa hon o yomimasen. ? lampau (hari ini saya tidak membaca buku(belum)) Baiklah, cukup sekian dulu penjelasan saya tentang perubahan kata kerja. Jika ad a masalah atau ada yang masih belum dimengerti, jangan segan untuk bertanya deng an saya. Akan saya jawab semampu saya. Jika ada salah dalam isi di atas, saya mo hon maaf^^ Kritik dan saran saya tunggu untuk yang selanjutnya^^ @Y@

Jika Anda seorang pengajar, bisa dicoba ungkapan dan istilah berikut ini untuk ekspresi di suatu kelas: ________________________________________________ Hajimemashou = Mari kita mulai Owarimashou = Mari kita akhiri Yasumimashou = Mari kita istirahat Issho ni douzo = Silakan bersama-sama Mou ichido (itte kudasai) = Katakan sekali lagi Wakarimasu, ka = Mengerti? Hai, wakarimasu = Ya, mengerti Lie, Wakarimasen = Tidak mengerti Chotto matte kudasai = Silakan tunggu sebentar Kekkou desu = Baik sekali Dame desu = Tidak baik Bunkei = Susunan kalimat Kaiwa = Percakapan Reibun = Contoh kalimat Renshuu = Latihan Mondai = Soal Chaato = Daftar/tabel Repooto = Laporan

2. Penggunaan pertikel dasar Menentukan partikel dalam bahasa Jepang sangat sulit dan rumit. Kita butuh banya k penghafalan kosa kata untuk menentukan partikel yang menguikutinya, karena par tikel2 itu sudah ditentukan dengan kata yang mengikutinya tersebut. Saya akan membahas beberapa partikel yang sering di pakai.

a. Partikel wa Penggunaannya mengikuti Subjek pada sebuah kalimat . Menunjukkan kata yang sebelumnya adalah berfungsi sebagai Subjek utama, dan meru pakan pokok pelakunya. Misal : Saya tidur = watashi (wa) nemasu Saya pergi = watashi (wa) ikimasu (wa) disini menerangkan kalau (watashi) adalah subjeknya. b. Partikel wo Partikel ini sering di pakai untuk menerangkan bahwa kata sebelumnya adalah obje k dalam sebuah kalimat. Dibaca o , hanya o, jelas? o! ^^ Misalnya : Saya makan nasi = watashi wa gohan (o) tabemasu Kamu menulis karangan = anata wa sakubun (o) kakimasu Kami membeli televisi = watashitachi wa terebi (o) kaimasu Karangan = sakubun Menulis = kakimasu Televisi = terebi (katakana) c. Partikel ni Penggunaannya sangat banyak. Pada, di, dalam, ke, untuk,kepada, dengan ,adalah b eberapa arti dari partikel ini. Saya sendiri masih pusing plus bingung mempelaja rinya^^. Tapi kali ini saya akan membahasnya secara umum saja ya^^ Perhatikan contoh : Saya makan di rumah = uchi (ni) tabemasu Tidur di kamar = heya (ni) nemasu Pergi pada jam 2 = 2 ji (ni) ikimasu Dalam seminggu libur = isshukan (ni) yasumimasu Bertanya kepada sensei = sensei (ni) shitsumonshiteimasu Pergi ke Jepang = nihon (ni) ikimasu Jadi, simpelnya saya jelaskan aja ya^^ 1. Partikel (ni) bisa di artikan [pada] apabila kata yang sebelumnya adalah kata 2 yang berhubungan dengan waktu. Misalnya ; hari minggu=nichiyoubi, hari jum at=kinyoubi, jam 1=1 ji, jam 5=5 ji, b ulan agutus=hachi gatsu, bulan januari=ichi gatsu, bulan oktober=juu gatsu, tang gal 20=hatsuka, tanggal 14=juuyokka, dll. 2. Partikel (ni) bisa di artikan [di] apabila kata yang sebelumnya adalah kata2 yang berhubungan dengan keterangan tempat. Misalnya ; rumah=uchi, sekolah=gakko, departemen store=depaatoo, pasar=ichiba, p erpustakaan=toshokan, kamar=heya, taman=kootei, dll 3. Partikel (ni) bisa diartikan [ke] apabila kata yang sebelumnya adalah kata2 y ang berhubungan dengan keterangan tempat yang ingin dituju. Tapi sebenarnya part ikel (e) bisa menggantikannya. Hanya saja tergantung pada kita untuk menggunakan (ni) atau (e) Misalnya ; ke sekolah=gakko ni, ke Jepang=nihon ni, dll 4. Partikel (ni) bisa di artikan [kepada] apabila kata yang sebelumnya adalah ka ta2 yang berhubungan dengan objek yang berupa orang. Misalnya ; kepada sensei=sensei ni, kepada ayah=chichi ni, kepada dia=kare ni, k epada mereka=anatatachi ni, dll

d. Partikel to Pertikel ini dipakai untuk menghubungkan satu kata dengan kata lainnya yang memi liki makna dan . Hanya menghubungkan kata benda 1 dan kata benda 2 juga kata benda 3, dst. Bukan di gunakan untuk menghubungkan kata sifat dan kata kerja dan juga bukan untuk menghubungkan anatar 2 kalimat, tidak seperti bahasa Indonesia. Misalnya : Saya mempunyai pulpen dan pensil = watashi wa pen to enpitsu ga arimasu Buku dan majalah = hon to zasshi Mata dan telinga = me to mimi Membeli yakitori dan ramen = ramen to yakitori o kaimasu Apakah kamu punya kacamata, HP, tas dan dompet? = anata wa megane to denwa bango to kaban to saifu ga arimasuka? Pulpen = pen (katakana) Pensil = enpitsu Majalah = zasshi Mempunyai = ga arimasu Kacamata = megane HP = denwa bango Tas = kabang Dompet = saifu e. Partikel de Partikel ini dapat diartikan dengan [dengan] dan [ni]. Di artikan sebagai [di] yang di ikuti oleh kata keterangan tempat. Penggunaanya sama dengan partikel (ni). Misalnya : Di sekolah= gakko (de), di pasar=ichiba (de), di kamar=heya (de), dll Perbedaan panggunaan partikel (ni) dengan partikel (de) adalah : Partikel (de) menunjukkan tempat suatu kejadian terjadi, Cth : saya belajar di kelas = watashi wa kyoushitsu (de) benktoushimasu Sedangkan partikel (ni) menunjukkan tempat seseorang berada. Cth : saya tinggal di Jakarta = watashi wa Jakaruta (ni) sundeimasu Diartikan sebagai [dengan] apabila di ikuti oleh kata benda sebangai keterangan alat. Misalnya : Pergi dengan mobil = kuruma (de) ikimasu Pulang dengan bus = bus (de) kaerimasu Menulis dengan pulpen = pen (de) kakimasu Saya kira cukup sekian dulu, sebenarnya cukup banyak partikel dalam bahasa Jepan g, kurang lebih sekitar 70-an bentuk beserta perubahannya, yang di sesuaikan den gan kata sebelumnya. Tapi karena masih pemula, saya bahas beberapa yang umum dan paling banyak di pak ai saja ya^^

Yang perlu di pahami dalam membuat kalimat dalam bahasa Jepang adalah memahami p enggunaan pola kalimatnya. Kita tahu dalam bahasa Indonesia pola pembentukan kalimatnya adalah S-P-O-K, sed angkan dalam bahasa Jepang menggunakan pola S-K-O-P (pasti pusing @_@)

Tentu saja pola ini sangat terbalik dengan penggunaan kalimat dalam bahasa Indon esia. Itulah yang menyebabkan banyak orang merasa sulit dalam membentuk kalimat dalam bahasa Jepang. Disisni saya akan membahas bagaimana cara membuat kalimat sederhana dalam bahasa Jepang. Maka tahap yang di perlukan dalam membuat kalimatnya secara besar terba gi 3, yaitu ; 1. Memahami pembentukan kalimat melalui pola umum 2. Memahami penggunaan pertikel dasar 3. Memahami penggunaan katakerja dan perubahannya Mari kita bahas itu satu persatu ; 1. Memahami pola kalimat Baiklah, perhatikan contoh penggunaannya di bawah ini : Indo : Saya (S) Belajar (P) Bahasa Jepang (O) Di kamar (Ket) Maka akan di bentuk : saya belajar bahasa jepang di kamar (SPOK) Jepang : Saya = watashi (S) Belajar = benkyoushimasu (P) Bahasa Jepang = nihongo (O) Di kamar = heya de (Ket) Maka akan di bentuk : saya, di kamar, bahasa Jepang, belajar (SKOP) Diartikan dalam bahasa Jepang : watashi wa heya de nihongo o benkyoushimasu Nah, maka yang perlu di perhatikan adalah kata kerjanya, jangan sesekali anda me letakkan kata kerja setelah Subjek jika dalam kalimat itu memiliki objek dan kat a keterangan, (watashi wa benkyoushimasu nihongo desu) ini kesalahan besar. Tapi predikat boleh di letakkan setelah subjek jika dalam kalimat itu tidak memi liki kata keterangan lain, seperti objek dan kata keterangan, (watashi wa benkyo ushimasu = saya belajar) ini di benarkan karena dalam kalimat itu hanya terdiri dari subjek dan predikat saja. Begitupun dengan penggunaan objek dan kata keterangan. Objek diikuti oleh partik el wo/o(tapi tidak selalu), diletakkan sebelum kata kerja utama, (ninongo o benk youshimasu = belajar bahasa Jepang) Sedangkan pada kata keterangan di letakkan sebelum objek dan partikelnya tidak p asti (mengikuti kata keterangan sebelumnya) seperti : di rumah = ue (ni) dengan taksi = takushi (de) dengan teman = tomodachi (to) pada jam 3 = san ji (ni), dll Sedangkan cara membentuk kalimat tanya (introgatif), hampir sama pemakaian polan nya. Hanya ada beberapa faktor yang perlu di perhatikan. Yaitu ; Kata kerjanya harus berbentuk kata kerja tanya(apakah), menggunakan perubahan dari kata kerjanya dengan penambahan (ka) atau (desuka). Misalnya : Apakah kamu makan nasi? = anata wa gohan o tabemasu(ka)? Apakah anda belajar? = anata wa benkyoushimasu(ka)? Apakah kamu membeli buku? = anata wa hon o kaimashita(ka)?

Sedangkan penggunaan desuka pada : Apabila dalam kalimat itu tidak terdapat kata kerja. Misalnya : Apakah kamu seorang siswa? = anata wa gakusei desuka? Apakah kamu disini? = anata wa koko desuka? Apakah disana toilet? = toire wa asoko desuka? Siswa = gakusei Disini = koko (ni) Disana = asoko (ni) Pembentukan kata apakah berasal dari penambahan (ka) pada kata kerja, saya pikir s emua sudah tahu hal ini dan cukup mudah^^ Setelah kita memahami pola kalimat dasarnya, kita sudah bisa membentuk kalimat d alam bahasa Jepang dengan benar . Coba buat kalimat di bawah ini dalam bahasa Jepang: a. Saya makan nasi b. Saya belajar di kelas c. Saya membeli buku d. Saya tidur e. Saya pergi ke Jakarta dengan mobil Saya = watashi (wa) Nasi = gohan (wo) Makan = tabemasu Belajar = benkyoushimasu Di kelas = kyoushitsu (ni) Membeli = kaimasu Buku = hon (o) Tidur = nemasu Pergi = ikimasu Ke Jakarta = Jakaruta (e) Dengan mobil = kuruma (de)

V vodoka = Vodka W watashi = saya Macam-macam saya watashi = aku, saya (modern). ware = saya(model lama). watakushi = lebih formal. atashi = dipakai oleh wanita. atakushi = lebih formal. Yang di atas adalah yang umum. Yang di bawah adalah versi khususnya.

boku = bahasa gaul, dipakai oleh lelaki biasanya. ore = biasanya dipakai oleh pria, tetapi sangat jarang dipakai. washi = Dipakai oleh pria tua ojiisan. asshi = Dipakai dari periode Edo, dipakai oleh pria. temae = Dipakai oleh para pedagang dari periode Edo, sangat merendah. sessha = Dipakai oleh samurai dari periode Edo. Agak merendah. ora = Dipakai oleh anak-anak. wagahai = Betul-betul tua. Cuma sedikit orang yang mengetahuinya sekarang. uchi = Dipakai oleh wanita dan dialek Osaka(Osaka-ben). soregashi = Dipakai oleh samurai di periode Edo(saja, tidak dipakai sekarang). X Tidak ada X dalam bahasa Jepang. Yang ada adalah: ekkusu (dalam katakana). Y yasumi = istirahat * kalo mo istirahat, yok kita ciumi (yasumi) bantal guling bau iler, halah! * Catatan: oyasuminasai = selamat tidur yasumimashou = mari kita istirahat * [___]mashou = mari kita [___] Contoh: * * * * hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai) owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir) kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang) main mashou = main mas yuuuk... (main = play :))

youkoso = Selamat datang, senang bertemu denganmu. * Cara rada-rada rumit: Jika anda bisa mandarin, coba jadikan you, ko, sou. You= ada. Ada orangnya nggak? Kalo ada kita sapa (biasa gitu kan kalo kita cari orang ). Ko+u=mulut. Ucapkan dengan mulut. Sou, jadikan shou=tangan. Jabat tangan, jik a anda baru bertemu pertama kali. Ya, seterusnya kembangkan sendiri menurut cara anda. Z zaa = Bunyi tiruan hujan zaa-zaa = Bunyi tiruan air zabun = Bunyi tiruan barang jatuh ke air zaku-zaku = Bunyi tiruan menginjak pasir zanbun / zanburi = Bunyi t iruan barang jatuh ke air, bunyi debur * Biasanya kalo di manga(komik jepang) kan kalo ujan ada tulisan zaaaaaaz... (te rtulisnya ??~~~?) * Ada zabun jato ke air... zanpan = Sisa makanan

Pada umumnya suku kata bahasa jepang terdiri dari satu konsonan dan satu vocal, dan sebalikna, namun ada juga yang diakhiri dengan konsonan, bahasa jepang tidak men genal konsonan mati di akir selain n, namun konsonan n sendiri dalam pengucapannya di dalam kata terdapat tiga jenis yaitu, n, m, ng. Bahasa jepang menyerap kata-kata penting dari luar seperti kata ? kata ilmiah ak an disesuaikan dengan cara pengucapan bahasa jepang, kata ? kata serapan dapat muda h kita lihat karena ditulis dengan katakana misalnya center akan di baca sentaa ditulis sentaa (). 1. Vokal Vokal dalam bahasa jepang sama dengan bahasa yang lain yaitu : Vokal Sistem pengucapan a Seperti pada ayah, ayam, anda i Seperti pada indah, imun, ibu u Seperti pada umbi, utama, ubun e Seperti pada enak, entong, energi o Seperti pada ombak, obor Pemakain vocal terdapat dua jens yaitu vocal panjang dan vocal pendek, dalam penerapannya akan sangat mempengarui arti dari kata. Karena perbedaan vocal panj ang atau pendek dalam bahasa jepang mempunyai arti yang berbeda, misalnya : Vokal Pendek Vokal Panjang e (gambar,lukisan) ee (ya) Toru (mengambil) Tooru (melewati) Obasan (bibi) Obaasan (nene) Ojisan (paman) Ojiisan (nenek) 5 Dari contoh diatas dapat kita lihat arti yang sangat jauh dari perbedaan pemakai n vocal pendek dan panjang, berhati-hatilah dalam mengucapkannya !!! 2. Konsonan Konsonan yang berdiri sendiri dalam bahasa jepang hanyalah n, dapat berbunyi tig a jenis yaitu, n, m dan ng berikut contohnya Kata Hiragana Cara baca Onna Onna Sanpo Sampo Sankai Sangkai Konsonan rangkap juga mempunyai arti yang berbeda dengan konsonan tunggal, karen a itu dalam pembicaraan untuk konsonan rangkap dua perlu penekanan lebih tegas, be rikut contohnya : Konsonan tunggal Konsonan rangkap dua Shite imasu (sedang melakukan) Shitte imasu (mengetahui) Oto (bunyi) Otto (suami) Konsonan dengan pengucapan semi vocal juga memilki arti yang berbeda dengan kosonan yang diucapkan vokalnya, misalnya hiyaku mempunyai arti perlompatan, sedangkan hyaku mempunyai arti seratus, walaupun tulisannya mirip yang membedakan adalah kecil besarnya tulisan huruf ya () bila tulisan hur uf ya kecil maka akan dibaca semi vocal, bila tulisan huruf ya nomal akan tetap di bac

a secara utuh dna tegas, berikut contoh lainya : Kata Arti Byoin () Rumah sakit Kyoo Hari ini Gyuunyuu Susu Benkyoo Belajar PERKENALAN Memulai belajar bahasa tentunya dimulai dengan perkenalan diri terlebih dahulu, dengan perkenalan diharapkan akan timbul ketertarikan untuk mengenal lebih jauh, baik t entang negara, pekerjaan, rumah, daerah budaya dan lain sebaginya. Untuk memudahkan belajar, saya akan menulis percakapan, kalimat dan kata dalam t iga jenis, 1. romanji untuk pengucapan hiragana 2. hiragana dan atau katakana 3. arti dalam bahasa indonesia Nama saya Yamada Untuk pengenalan singkat seperti judl diatas perhatikan beberapa contoh berikut ini : Watashi wa yamada desu. (nama) saya yamada. Watashi wa kensyusei desu. Saya adalah pelajar. Watashi wa nihon jin desu. Saya adalah orang jepang Senmon wa hambai desu. Pekerjaan saya adalah penjualan. Ima watashi wa nijuyon sai desu. Sekarang saya berumur 24 tahun.

Bentuk-bentuk yang diberikan di sini adalah ucapan yang bertendensi sopan pada l awan bicara. Jadi, di sini Anda akan lebih sering menemukan partikel desu (bukanny a da ). Ini juga akan diwakili dengan pemberian akhiran -masu pada berbagai kata ke rja, berbeda dengan berbagai bentuk dasar yang sudah dicontohkan di dua post seb elumnya. ^^

Yang Umum diucapkan di Awal Pembicaraan

[JAP] Ohayou / Ohayou gozaimasu [INA] selamat pagi

[JAP] Konnichiwa [INA] selamat siang [JAP] Konbanwa [INA] selamat malam [JAP] Yoroshiku onegaishimasu [INA] mohon bimbingannya / mohon bantuannya > (biasanya diucapkan pada saat berkenalan, atau pada saat akan mengerjakan sesua tu bersama-sama) [JAP] O genki desu ka? [INA] Apakah Anda sehat? [JAP] O kage desu [INA] Saya sehat-sehat saja. > (digunakan untuk menjawab O genki desu ka? ) [JAP] Kyou wa ii o tenki desu ne? [INA] Cuaca hari ini bagus, bukan? [JAP] Youkoso! [INA] Selamat datang! [JAP] Moshi-moshi [INA] Halo (berbicara lewat telepon)

Yang Umum diucapkan Selama Percakapan Berlangsung

[JAP] Hai [INA] Ya > (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan) [JAP] Iie [INA] Tidak > (kebalikannya hai )

[JAP] Arigatou / Arigatou gozaimasu [INA] Terima kasih

> (gozaimasu di sini dipakai untuk ucapan formal, atau bisa juga menyatakan kasih banyak ) [JAP] Gomen na sai [INA] Mohon maaf [JAP] Sumimasen [INA] Permisi

terima

> (bisa juga diterapkan untuk minta maaf, tapi (umumnya) dalam kadar yang lebih r ingan daripada gomen na sai ) [JAP] Zannen desu [INA] sayang sekali [JAP] Omedetou, ne [INA] Selamat ya > (untuk beberapa hal yang baru dicapai, e.g. kelulusan, menang lomba, dsb) [JAP] Dame / Dame desu yo [INA] jangan / sebaiknya jangan [JAP] Suteki desu ne [INA] Bagus ya / indah ya > (untuk menyatakan sesuatu yang menarik, e.g. [JAP] Sugoi! / Sugoi desu yo! [INA] Hebat! [JAP] Sou desu ka [INA] Jadi begitu > (menyatakan pengertian atas suatu masalah) hari yang indah )

amat disayangkan

[JAP] Daijoubu desu / Heiki desu [INA] (saya) tidak apa-apa / (saya) baik-baik saja

Jika Anda Kesulitan menangkap Ucapan Lawan Bicara Anda

[JAP] Chotto yukkuri itte kudasai. [INA] Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat. [JAP] Mou ichido itte kudasai. [INA] Tolong ucapkan sekali lagi. [JAP] Motto hakkiri itte kudasai. [INA] Tolong ucapkan dengan lebih jelas.

Untuk Mengakhiri Pembicaraan

[JAP] Sayonara [INA] Selamat tinggal [JAP] Mata aimashou [INA] Ayo bertemu lagi kapan-kapan [JAP] Ja, mata / mata ne [INA] Sampai jumpa [JAP] Mata ashita [INA] Sampai jumpa besok

Beberapa Kalimat yang Tidak Selalu Muncul dalam Dialog, tetapi merupakan Elemen Kebudayaan Jepang

[JAP] Irasshaimase! [INA] Selamat datang! > (kalimat ini hanya diucapkan oleh petugas toko ketika Anda berkunjung) [JAP] Ittekimasu! [INA] Berangkat sekarang! > (kalimat ini diucapkan ketika Anda hendak pergi meninggalkan rumah pada orang y ang tetap tinggal di dalam)

[JAP] Itterasshai [INA] Hati-hati di jalan > (diucapkan ketika seseorang hendak pergi ke luar rumah; umumnya sebagai jawaban untuk Ittekimasu ) [JAP] Itadakimasu [INA] [literal] Terima kasih atas makanannya > (kalimat ini sebenarnya tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang biasa nya mengucapkan kalimat ini sebagai ungkapan rasa syukur atas makanan yang dihid angkan) [JAP] Gochisousama deshita [INA] [literal] perjamuan/hidangan sudah selesai > (seperti Itadakimasu , kalimat ini juga tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang pada umumnya mengucapkan kalimat ini seusai makan) [JAP] Kimochi ! [INA] [literal]

perasaan/isi hati

> (kata ini umum diucapkan jika Anda merasakan sesuatu yang nyaman di suatu tempa t. E.g. Jika Anda pergi ke gunung dan merasa bahwa udara di sana nyaman, maka ka ta ini bisa Anda gunakan untuk menjelaskannya. ^^ )