Anda di halaman 1dari 5

Persiapan kebutuhan untuk persalinan 1.

Perkirakan jarak antara rumah dan rumah sakit serta lalu lintas yang harus dilalui jika akan bersalin. 2.Perkirakan kapan waktu persalinan untuk mengatur jadwal bepergian jauh. 3.Persiapan peralatan yang harus dibawa Untuk Ibu selama persalinan : Alas tahan air (water proof) untuk di mobil selama perjalanan ke rumah sakit. Minyak untuk memijit, untuk mengurangi rasa sakit. Alat-alat mandi seperti sabun, tutup kepala, handuk, dll. Lip balm, sikat gigi dan odol, sisir, ikat rambut. Baju ganti (gunakan baju yang nyaman dan menyerap keringat) Radiotape, CD atau musik yang menenangkan. Bantal dari rumah. Persiapan Tempat Melahirkan 1.Tempat melahirkan hendaknya disesuaikan dengan jarak tempuh dari rumah untuk memperkirakan waktu sampai ke rumah sakit. 2.Perhatikan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu sehingga anda dapat mempersiapkan jalur alternatif untuk sampai ke rumah sakit. 3.Prosedur masuk, fasilitas yang ada, biaya persalinan. 4.Lokasi kamar bersalin, agar dalam keadaan darurat mempercepat sampai ke tempat tujuan 5.Tempat plasenta (ari-ari) harus sudah direncanakan di mana plasenta akan diurus, apakah di rumah atau di tempat bersalin. Biasanya sudah disiapkan di tempat bersalin.

6.Kebersihan Diri dan Aktivitas Yang Dapat Dilakukan Menjelang Persalinan 7.Sangat disarankan untuk menjaga kebersihan diri menjelang persalinan, manfaatnya antara lain Dengan mandi dan membersihkan badan, ibu akan mengurangi kemungkinan adanya kuman yang masuk selama persalinan. Hal ini mengyrangi terjadinya infeksi sesudah melahirkan. Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses persalinan. 8.Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk mengeluarkan tinja. 9.Bulu kemaluan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian yang dekat anus yang akan dibersihkan, karena hal tersebut akan mempermudah penjahitan jika ibu ternyata diepisiotomi. 10.Selama menunggu persalinan tiba, ibu diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin. Kebutuhan Ibu : 1. Gurita untuk Ibu Berguna untuk mengencangkan perut pasca melahirkan. Untuk kelahiran dengan sesar, bisa digunakan untuk melindungi jahitan dari gesekan dengan baju. 2. Baju longgar dengan bukaan di depan Agar proses laktasi berlangsung aman dan terkendali, tidak terganggu dengan kegerahan, baju longgar dengan bukaan depan memudahkan Anda menyusui bayi. 3. Jarik Biasanya Ibu yang baru melahirkan menggunakan jarik agar mudah saat mandi dan urusan kamar mandi lainnya. Tidak perlu menekuk-nekuk kaki untuk memakai rok atau celana. 4. Pembalut

Pastikan berdaya tampung besar dan rajin diganti. Ada kok pembalut khusus untuk Ibu pasca melahirkan. 5. Pakaian dalam Kalau ASI lancar, bra bakalan sering cepet basah dan musti ganti, atau bisa juga dilapisi dengan sapu tangan atau tissue, tapi ribet. Celana dalam juga mungkin harus sering ganti, terutama jika terkena darah nifas. Kebutuhan Bayi : 1. Popok Karena bakalan lebih mudah melepasnya kalau kena pipis dan bab. Apalagi kalau usia bayi masih dalam orde hari dan si Ibu masih grogi pegang bayi. Hindari bermotif warna kuning, biar nanti tidak membingungkan kalau kena BAK dan BAB. 2. Gurita Untuk menjaga agar tali pusar yang belum puput/lepas tidak tergesek-gesek oleh baju. Ada juga yang mengatakan untuk membuat bayi hangat serta menjaga tulang punggungnya yang masih rawan. 3. Bedong/Gedong Untuk membungkus bayi agar hangat. Pastikan memilih ukuran yang besar. Hati-hati saat bayi dibedong, jangan terlalu ketat dan waspadai kegerahan. 4. Baju & celana, baik lengan pendek maupun panjang. 5. Sarung tangan & kaki serta tutup kepala. 6. Perlak 7. Alas dari plastik atau karet agar pipis bayi tidak tembus ke kasur. 8. Alas tidur 9. Handuk besar

Buat mengeringkan bayi setelah mandi. Ukuran besar bertujuan agar Anda cukup meletakkan bayi di atas handuk, kemudian bagian yang tersisa buat menyelimutinya. 10.Peralatan mandi : Sabun cair, shampoo Gunakan sabun cair, karena sabun batangan bakalan membuat Anda lebih repot. Lebih bagus yang ada pompanya, jadi tidak perlu menuang plus aman dari tumpah. 11.Wash lap Untuk menggosok kulit bayi setelah disabun, dan menotol-notol pantat atau alat kelamin kalau basah karena pipis dengan dibahasi terlebih dulu. 12.Kapas Bisa digunakan untuk mengganti wash lap. Lebih lembut. Biasa digunakan untuk mengusap bagian wajah kalau pas mandi, dan mengusap kemaluan atau lubang dubur setiap habis BAB. Kalau cuma kena pipis, cukup ditotol-totol saja agar kulit bayi tidak merah karena digosok-gosok. 13.Kosmetik bayi: Bedak, minyak telon, parfum, cotton bud. 14.Tissue kering/basah Selain handuk atau wash lap, tissue kering bisa digunakan untuk mengeringkan daerah kemaluan yang basah. Tissue basah sangat berguna kalau lagi travelling. 15.Ember atau tempat baju/popok kotor Untuk memisahkan antara tempat baju/popok yang kotor/kena pipis dengan popok yang kena BAB. Ada juga tempat untuk memisahkan jarik kotor yang kena pipis. Ember warna biru untuk kena pipis, merah untuk kena BAB, dan pink untuk jarik. 16.Botol susu & pembersihnya Jika berencana memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan, botol hanya sebagai jaga-jaga kalau Anda sedang tidak bersama bayi dan untuk melatih bayi minum ASI dari botol. Jangan lupa disterilkan sebelum dipakai.

17.Hanger Untuk menjemur popok/celana/baju. Dan memilih bentuk baling-baling karena lebih

ringkas dan mudah diambil kalau mendadak hujan.