Anda di halaman 1dari 16

Kuliah minggu ke-2 :

Mahasiswa dapat menjelaskan : Arti, Jenis dan Bentuk kelompok (small group) Keuntungan & kerugian komkel

PENGERTIAN, CAKUPAN DAN BATASAN


Kehidupan modern maupun kehidupan tradisional pada hakekatnya adalah kehidupan kelompok. Dalam pandangan tradisional ini terkenal beberapa deskripsi mengenai kelompok, seperti : Republika (Plato) Kota Negara (Machiavelli) Kontrak Sosial (Rouseau) Perjanjian Sosial (Locke) Dalam abad ke-20 pandangan ini berkembang dimana kelompok sebagai masyarakat. Sosiologi dan psikologi modern memusatkan pada tingkat laku manusia daripada keadaan terikat secara alamiah (keturunan dan tempat). Penelitian tentang kelompok (small groups) dimulai pada tahun 1930-an dan berkembang sejak tahun 1940-an.

Pandangan Kel di zaman modern

1. Pada hakekatnya kelompok (small groups) pada zaman modern merupakan inti pembangunan dan perkembangan masyarakat (Negara). Berbagai bentuk kelompok (small groups) ini merupakan kelompok saluran teknologi atau kelompok yang menerapkan teknologi.

Jenis dan Bentuk Kelompok (small groups) :

Kelompok Formal Kelompok Primer Ingroup Kelompok keanggotaan Kelompok Tugas

vs vs vs vs vs

Kelompok Deskriptif vs Kelpk Interacting vs Coacting

Kelompok Informal Kelompok Sekunder Outgroup Kelompok Rujukan Kelompok Sosial (Eksperimental) Kelompok Preskriptif vs Counteracting

BENTUK KELOMPOK
Kelompok adalah 2 atau lebih orang yg berhimpun atas dasar adanya kesamaan tertentu, berinteraksi melalui pola/struktur tertentu guna mencapai tujuan bersama, dalam kurun waktu yg relatif panjang. JENIS-JENIS KELOMPOK 1. Atas dasar struktur kelompok : Kel.Formal
struktur serba formal tidak fleksibel

Kel informal
persahabatan sangat fleksibel (keluar-masuk sbg Angg)

2. Atas dasar fungsi kelompok Kel.Tugas


ada tugas ttt yg harus dikerjakan bersama (kel tani kel tugas? Ya, tp ada aspek sosial)

Kel Sosial
utk kesenangan para ang

3. Kelompok Primer dan Sekunder: (Cooley) (1) Kualitas komunikasi pada kelmpk primer dalam dan luas, (2) bersifat personal, dan (3) lebih menekankan aspek hubungan daripada isi. 4. Ingroup dan Outgroup: (Summer) Bisa primer atau sekunder Batas: geografis, suku bangsa, ideologi, bahasa, profesi, kekerabatan. 5. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok Rujukan: (Theodore) Kelompok rujukan = alat ukur (standar) menilai diri sendiri, pedoman sikap dan perilaku. Bisa positif atau negatif Bisa berfungsi: komparatif atau normatif. 6. Kelompok Preskriptif dan Deskriptif: (Cragan JF, Wright DW) Deskriptif: klasifikasi berdsr proses pembentukan alami Preskriptif: langkah2 rasional anggota untuk mencapai tujuan ex: kel Sepintas katartis Belajar Pemb Kebijakan - Aksi

7. Atas dasar pola interaksi kelompok : 7.1 Interacting group: Setiap angg hrs bekerjasama dgn angg lainnya agar dpt mencapai tujuan-tujuan kelompok Contoh: Tim Sepakbola, Tim Bola basket, dsb

7.2 Co-acting Group: (diperlukan adanya koord) Masing2 angg dpt bertindak sendiri, tapi semua mengarah pada tercapainya tujuan Kel (tujuan bersama) Contoh: Tim Olahraga Panahan, Tim Olahraga Renang, dsb Perusahaan besar dibagi-bagi ke dalam kelompok kecil, masing2 mengerjakan hal berbeda, tapi semuanya mengarah ke keuntungan bersama (tujuan perusahaan). 7.3 Counter-acting Group: Kelompok yg terbelah krn masing-masing mempunyai tujuan yg berbeda/berlawanan/bersaing. Contoh: club Bulutangkis, club Olahraga Tinju, dsb

Ketiga jenis kelompok interaktif itu membentuk segitiga kontinuum: Interacting group

Co-acting Group

Counter-acting Group

Jenis2 kel ini tidaklah standar atau stereotype, tetapi keberadaannya tergantung pada situasi. Suatu kelompok tertentu bisa berjenis interacting, atau co-acting atau counter-acting pada saat yg berbeda, tergantung pada situasi yg ada pada saat itu. Adanya jenis2 kelompk itu menuntut adanya jenis kepemimpinan yang berbeda agar bisa memunculkan jenis interaksi yg sesuai.

Jenis kelompok a. Inter-acting b. Co-acting c. Counter-acting

Jenis interaksi a. kerjasama b. masing2 kerja dgn baik c. Bersaing, berlomba.

Kepemimpinan kelmpk harus mengusahakan agar interaksi antar anggota dpt terjadi sesuai dgn jenis Interaksi yang diperlukan

Berbagai teori tentang definisi model dan bentuk kelompok telah dikemukakan. Dapat diringkaskan bahwa kelompok :
Sekumpulan orang (2 atau lebih) Hubungan interaksi dengan tatapmuka Tujuan (goals) umum bersama Role (tugas) saling terkait status role Norma-norma (norms) dan nilai yang saling menghargai Saling menghargai kemungkinan keuntungan Saling Ketergantungan antar individu, Saling pengaruhi hasil, dan Keragaman yang terbatas.

Secara ringkas dapat dikatakan adanya : maksud dan tujuan bersama.

Besarnya (jumlah orang) kelompok (small groups) menurut berbagai pendapat, bahwa :

Jumlah minimum adalah = 2 3 orang Jumlah maksimum adalah = 13 15 orang Jumlah idealnya adalah antara 7 -10 orang. Makin besar jumlahnya maka makin renggang hubungan kelompok ini. Sebaliknya, kalau terlalu kecil, pandanganpandangan dalam diskusi sangat terbatas, demikian juga masalah dana yg diperlukan.

Kelompok dan Pembangunan Di Indonesia


Pembangunan kelompok di Indonesia untuk mempercepat proses pembangunan, terutama masyarakat desa. Pemerintah membentuk atau menganjurkan terbentuknya kelompok (small groups) Formal, Informal, Semiformal. Kelompok ini umumnya dibina oleh Departemen teknis.
Di era orde baru ada 16 Departemen yang memiliki kelompok binaan.

KEUNTUNGAN & KERUGIAN BEKERJA DLM KLOMPK


1. KETERLIBATAN SECARA LANGSUNG Bekerja dalam kelompok (small groups), scr langsung terlibat dalam segala aspek dalam kelompok. Seringkali harus terlihat sebagai anggota dari kelompok tsb. Di pihak lain sering dianggap yang lebih mengetahui segala permasalahan yang ada dalam kelompok. Namun kadang-kadang dianggap sebagai orang luar yang tidak mengetahui permasalahan dan tidak perlu dilibatkan dalam persoalan yang mereka hadapi. 2. INTEREST (TUJUAN) INDIVIDU DGN TUJUAN KELOMPOK Dalam kelompok (small groups) secara nyata akan terlihat bahwa interest individu akan bergabung dengan interest kelompok, dimana mungkin ada perbedaan. Masing-masing individu akan menilai keadaan dalam kelompok berdasarkan 5 hal, yakni: (1) Memori, (2) Nilai, (3) Kepercayaan, (4) Attitude, (5) Pengalaman yang lalu. Persamaan atau Perbedaan tujuan (Interest) individu dengan tujuan kelompok akan mempengaruhi setiap individu dalam kelompok.

KEUNTUNGAN BEKERJA DLM KELOMPOK


Sesuai dengan sifat dan keadaan kelompok (small groups) maka dapat dikemukakan beberapa keuntungan bekerja pada kelompok yaitu:
Kita berkomunikasi dengan orang yang tidak banyak. Akan lebih mudah mempelajari & mengetahui hakekat dari setiap individu, shg lebih mudah kita mengadakan prediksi. Akan lebih mudah menggunakan ketrampilan empathi. Akan lebih mudah memotivasi untuk meningkatkan interaksi dalam kelompok.

KERUGIAN BEKERJA DLM KELOMPOK Sebaliknya bekerja dalam kelompok (small groups), mengalami kerugian-kerugian antara lain:
Terlalu banyak menghabiskan energi. Pertambahan setiap orang dalam kelompok, maka ketepatan dalam emphaty kita akan berkurang. Kalau kita kurang sensitif terhadap setiap tingkahlaku individu, ketepatan emphaty juga akan berkurang. Jika kita tidak memotivasi kelompok, akan langsung terasa ketepatan emphaty berkurang, dalam setiap keadaan komunikasi.

KEPUSTAKAAN
Bormann, E.G. 1969. Discussion and Group Methods: Theory and Practice. Ch.1 Cathcart, R.S. and L.A. Samovar. 1974. Small Group Communication: a Reader. Ch.1, 2 dan 3. Hare, A.P. 1962. Handbook of Small Group Research. New York and London: Collier-McMillan Limited. Machiavelli, N. 1964. The Prince. New York: The New American Library of World Literature, Inc. Soekanto, S. 2006. Sosiologi suatu Pengantar, Cetakan ke-27. Raja Grafindo Persada. Jakarta.