Anda di halaman 1dari 5

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No.

September 2010 ; 76-79

KAJI EKSPERIMENTAL REAKTOR BIOGAS TIPE FLOATING DRUM KAPASITAS 350 LITER KOTORAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN STARTER EM-4
Yusuf Dewantoro Herlambang Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang, Kotak Pos 6199/SMS Semarang 50275 Telp. 7473417, 7499585 (Hunting) Fax. (024) 7472396 Abstrak Biogas atau sering pula disebut gas bio merupakan gas yang timbul jika bahan-bahan seperti kotoran hewan, kotoran manusia, ataupun sampah, direndam di dalam air dan disimpan di tempat tertutup atau anaerob (tanpa oksigen dari udara). Reaktor biogas merupakan salah satu solusi teknologi energi untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga BBM, teknologi ini sederhana dan aplikatif. Pembuatan prototipe pembangkit energi terbarukan (renewable) ini berupa reaktor biogas skala rumah tangga untuk pemenuhan energi khususnya di perdesaan dalam hal ini usaha peternakan di Gunung Pati, Semarang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat teknologi biogas ini meliputi studi pustaka, perancangan, pembuatan, dan pengujian untuk mengetahui hasil dan tujuan yang diharapkan dari alat tersebut. Setelah pengujian didapatkan bahwa dengan penambahan EM4 (Effective Microorganisme 4) sebagai starter, gas bio yang dihasilkan setelah proses fermentasi didapatkan pada hari ke-14 dibanding tanpa menggunakan EM-4 dapat mencapai 30 hari. Dari sisi teknoekonomi, bahwa BEP akan tercapai setelah mencapai 569 liter per tahun dan PBP tercapai pada 9 1/3 bulan jika menggunakan bahan bakar minyak tanah. Dan bila menggunakan bahan bakar LPG 3 kg, BEP akan tercapai pada 350 tabung dan PBP tercapai pada 4 tahun 10 bulan. Dan setelah waktu penggunaan (BEP dan PBP) tersebut terlewati, keluarga tersebut dapat menghemat biaya bahan bakar sebesar Rp 5.840.000,00/tahun jika menggunakan bahan bakar minyak tanah. Serta, bila menggunakan bahan bakar LPG 3 kg, setelah melewati BEP dan PBP akan menghemat biaya untuk bahan bakar sebesar Rp 936.000,00/tahun. Kata Kunci : Floating Drum, Reaktor Biogas, Starter EM-4

1. Pendahuluan Adanya potensi energi terbarukan (renewable resources) pada limbah kotoran sapi yang perlu dikembangkan. Sebagai pengembangan teknologi reaktor biogas, diperlukan pengembangan khusus sehingga gas bio yang dihasilkan dapat lebih cepat masa fermentasinya dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Tujuan penelitian ini adalah : Merancang, membuat dan menguji kelayakan alat biogas secara ekonomi untuk skala kecil (rumah tangga) berbahan dari drum. Meningkatkan nilai tambah dari kotoran sapi dan memberikan solusi untuk pemanfaatan energi alternatif bagi para peternak sapi, khususnya masyarakat perdesaan yang memelihara ternak. Dengan rancang bangun alat ini diharapkan menjadi metode pengolahan

limbah (raw waste) yang baik dan mengurangi pembuangan limbah secara langsung ke lingkungan (aliran air/sungai). Adanya penambahan EM-4 didalam adonan kotoran sapi, diharapkan akan mempercepat proses fermentasi untuk menghasilkan biogas. Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang terjadi pada material-material yang dapat terurai secara alami dalam kondisi anaerobik kondisi anaerobik. Pada umumnya biogas terdiri atas : Gas metana (CH4) : 50-70 % Gas karbon dioksida (CO2) : 30 - 40 % Hidrogen (H2) : 5 - 10 % Gas-gas lainnya : dalam jumlah yang sedikit (Yadava and Hesse,1981; Abdulah, et al., 1991). 76

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3

September 2010 ; 76-79

Tabel 1 : Produksi biogas beberapa ternak. Kotoran Biogas yang Jenis basah dihasilkan ternak (kg/ekor) (Liter/ekor) Sapi pedaging 23 40 1.600-2.000 Sapi perah 20 24 1.200-1.400 Babi 04 10 370-490 Ayam 0,125 55-62 Sumber : Balai Informasi Pertanian, 1985 1. Metode Penelitian

dan CO2 27%, maka biogas akan menyala. d. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinyu, sehingga dihasilkan biogas yang optimal.

Pembuatan teknologi biogas ini cukup sederhana yaitu menggunakan digester yang model continuous feeding dengan 2 drum bekas kapasitas 200 liter dan drum pengumpul gas menggunakan drum bekas kapasitas 100 liter serta penambahan EM-4 sebagai starter pembentukan gas. Proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut: a. Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur dengan perbandingan 1 kg kotoran : 1 liter air dengan penambahan 1 cc EM-4 pada bak penampung sementara. b. Mengalirkan lumpur ke dalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka, agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi. c. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke8, karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54%

Gambar 1. Peralatan instalasi

Gambar 2. Pengadonan kotoran ternak sapi dengan starter EM-4

Gambar 3. Reaktor biogas tipe floating drum

77

Studi eksperimental reaktor biogas tipe floating drum kapasitas 35 liter ... (Yusuf D.H)

Gambar 4. Pengujian reaktor gas bio

PBP = total biaya investasi / biaya penggunaan bahan bakar minyak tanah per tahun = Rp 4.550.000,00 / Rp 5.840.000,00 = 0,779 Jika menggunakan bahan bakar LPG 3 kg rata-rata 3 jam/hari maka dalam 14 hari atau 2 minggu menggunakan 3 tabung LPG 3 kg. Sehingga keluarga tersebut dalam setahun dapat menggunakan bahan bakar LPG 3 kg : = 72tabung/tahun x Rp 13.000,00/tabung = Rp 936.000,00 BEP = total biaya investasi / harga bahan bakar LPG 3 kg per tabung = Rp 4.550.000,00 : Rp 13.000,00 = 350 tabung PBP = total biaya investasi / biaya penggunaan bahan bakar LPG 3 kg per tabung = = 4,86

Gambar 5. Pengangkutan dan Installing biogas ke lokasi peternak sapi 2. Hasil dan Pembahasan

Gambar 6. Teknologi biogas Hasil pengujian ini adalah melihat dari sisi tekno-ekonomi. Jika dalam suatu keluarga menggunakan bahan bakar minyak tanah rata-rata 5 jam/hari adalah 2 liter. Maka dalam 14 hari atau 2 minggu adalah 28 liter minyak tanah . Jadi, keluarga tersebut dalam setahun dapat menggunakan bahan bakar minyak tanah : = 2 liter x Rp 8.000/liter x 365 hari = Rp 5.840.000,00 (730 liter) BEP = total biaya investasi / harga bahan bakar minyak tanah per liter = Rp 4.550.000,00 / Rp 8.000,00 = 569 liter per tahun

3. Kesimpulan Dalam pelaksanaan Pengembangan Teknologi Desain Pembangkit Energi Biogas Berbasis Konstruksi Drum Kapasitas 350 liter Biogas Menggunakan Starter EM 4 (Effective Microorganisme 4), didapatkan beberapa kesimpulan yaitu : a. Merancang, membuat dan menguji kelayakan alat biogas secara ekonomi untuk skala kecil (rumah tangga) berbahan dari drum merupakan langkah sederhana dan terjangkau. b. Meningkatkan nilai tambah dari kotoran sapi dan memberikan solusi untuk pemanfaatan energi alternatif bagi para peternak sapi, khususnya masyarakat perdesaan yang memelihara ternak. c. Dengan rancang bangun alat ini dapat

78

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3

September 2010 ; 76-79

menjadi metode pengolahan limbah (raw waste) yang baik dan mengurangi pembuangan limbah secara langsung ke lingkungan (aliran air/sungai) d. Adanya penambahan EM4 didalam adonan kotoran sapi akan mempercepat proses fermentasi menghasilkan biogas hingga 14 hari. Jika tidak menggunakan EM4 akan mencapai waktu 30 hari. e. Dapat menghemat pengeluaran masyarakat dan pemerintah dalam anggaran untuk bahan bakar, dengan rincian berikut : - Minyak tanah : harga 8000/lt, PBP 0,779, dan BEP 569 liter, efisiensi harga bahan bakar Rp 5.840.000/thn. - LPG 3 kg : harga 13000 per tabung, PBP 4,86, BEP 350 tabung, efisiensi harga bahan bakar Rp 936.000/thn. 4. Daftar Pustaka - Harjanto Eddy, 1999, Managemen Produksi Dan Operasi, Jakarta: Grasindo. - Simamora Suhut, 2006, Membuat Biogas Pengganti Bahan Bakar Minyak dan Gas dari Kotoran Ternak, Depok: PT Aro Media Pustaka. http://www.em4indonesia.com. Teruo Higa Penemu Teknologi EM (diakses 5 Mei 2009) - http://www.deptan.go.id (diakses 25 Mei 2009) - http://www.dictonary.com.Produksi Biogas Dari Kotoran Ternak Pada Berbagai Suhu. (diakses 25 Mei 2009) - http://www.petra.ac.id.Dasar-dasar Teknologi Biogas. (diakses 25 Mei 2009)

- http://www.mma.ipb.ac.id.Energi Alternatif di Indonesia. (diakses 25 Mei 2009)

79