Anda di halaman 1dari 13

Nabi Muhammad SAW Uzlah ( Menyendiri )

Sebelum Islam masuk dan berkembang di Makkah, masyarakat Arab sangat rusak. Mereka suka berjudi, mabuk-mabukan, menyembah berhala, dan berperang. Menjelang Nabi Muhammad berusia 40 tahun, beliau selalu memikirkan masyarakat Arab yang semakin rusak. Kemudian, beliau melakukan kebiasaan para ahli piker bangsa untuk pergi uzlah. Uzlah yaitu berkhalwat atau menyendiri dari keramaian untuk beribadah kepada Allah dan memohon petunjuk agar dapat meluruskan kepercayaan bangsa Arab.

Wahyu Pertama dan Kedua


Nabi Muhammad melakukan uzlah di Gua Hira sampai berbulan-bulan. Pada suatu malam 17 Ramadhan, datanglah malaikat Jibril. Malaikat Jibril menunjukkan sesuatu yang bertuliskan wahyu Allah dan berkata: Bacalah! Muhammad menjawab: Aku tidak dapat membaca. Jibril memeluk Muhammad lalu mengulangi lagi: Bacalah! Muhammad menjawab: Aku tidak dapat membaca.jibril memeluk Muhammad lebih erat lagi. Demikianlah, sampai tiga kali Jibril menyuruh membaca. Namun demikian, Muhammad tetap menjawab tidak dapat membaca. Akhirnya, malaikat Jibril mengajarkan Muhammad wahyu yang diturunkan Allah SWT, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:


Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yangmenciptakan,


Dia telah menciptakan manusia dari segumpaldarah


Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,


Yang mengajar (manusia) dengan perantaraankalam.


Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidakdiketahuinya.


Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benarmelampaui batas,

Ayat ini merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Turunnya wahyu ini menandai pengangkatan beliau sebagai rosul Allah. Sebagai utusan Allah, Nabi Muhammad bertugas menyampaikan ajaran Allah pada seluruh umat manusia. Setalah Nabi Muhammad kedatangan malaikat Jibril, beliau sangat takut dan badannya menggigil. Beliau segera pulang dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada Khadijah. Untuk menenangkan hati Muhammad, Khadijah mengajak untuk menemui anak pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah bin Naufal adalah seorang Nasrani yang banyak memahami kitab Taurat dan Injil. Setelah wahyu pertama turun, lama sekali tidak ada tanda-tanda akan turunnya wahyu selanjutnya. Pada hari ke empat puluh dari turunnya wahyu pertama, wahyu kedua turun ketika Rasulullah sedang berjalanjalan. Pada saat itu, terdengar suara dari langit dan Rasulullah melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya. Beliau sangat ketakutan dan segera pulang. Sampai di rumah, beliau minta kepada istrinya untuk diselimuti.

Dalam keadaan berselimut itu, datanglah Malaikat Jibril mengajarkan wahyu Allah.
SURAT AL MUDDASIR AYAT 1-7


Hai orang yang berkemul (berselimut),


bangunlah, lalu berilah peringatan!


dan Tuhanmu agungkanlah,


dan pakaianmu bersihkanlah,


dan perbuatan dosa (menyembah berhala)tinggalkanlah,


dan janganlah kamu memberi (dengan maksud)memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,bersabarlah.

Dakwah

Secara

Terang-terangan

dan

Secara

Sembunyi-sembunyi
Setelah menerima wahyu kedua, Rasulullah mulai menyiarkan agama Islam. Mula-mula secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah mula-mula berdakwah pada kalangan keluarga dan kawan dekat yang dapat mempercayainya. Rasulullah menyerukan agar manusia menyembah Allah dan meninggalkan berhala, mengakui kerasulan Muhammad, dan berbuat baik serta menjauhkan dari segala perbuatan dosa. Seruan Rasulullah mendapat sambutan baik, terutama dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Mereka menyatakan keimanannya dan memeluk agama Islam. Orang yang mula-mula masuk Islam disebut sebagai Assabiqunal Awwalun. Yang termasuk Assabiqunal Awwalun antara lain: 1. Khadijah, istri Rasulullah, dari golongan wanita 2. Abu Bakar As-Siddiq, kawan dekat Rasulullah, dari golongan pria dewasa 3. Ali bin Abu Thalib, kemenakan Rasulullah, dari golongan pemuda 4. Zaid bin Haritsah, hamba sahaya yang dimerdekakan Rasulullah Abu Bakar As-Siddiq kemdian membantu menyerukan ajaran Islam. Dia menyerukan ajaran Islam kepada kawan-kawannya. Tampaknya usaha Abu Bakar As-Siddiq tidak sia-sia. Beberapa kawannya banyak yang mengikuti ajaran Islam. Beberapa diantaranya: Zubair bin Awam, Ustman bin Affan, Saad bin Abi Waqam, Thalhah bin Ubaidillah, dan Abdur Rahman bin Auf. Rasulullah beserta sahabatnya menyiarkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun. Setelah beliau menerima wahyu yang memerintahkan agar berdakwah dengan terang-terangan, barulah beliau menyerukan pada masyarakat Arab untuk memeluk agama Islam. Adapun

ayat yang memerintahkan Nabi SAW untuk berdakwah secara terangterangan adalah:
SURAT ALHIJR AYAT 94


Maka sampaikanlah olehmu secaraterang-terangan segala apa yang diperintahkan(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

Banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi Rasulullah dan kaum muslimin dalam menyebarkan agama Islam. Tantangan terutama dari suku Quraisy. Suku Quraisy memiliki banyak cara untuk menentang penyiaran agama Islam. Beberapa cara yang dilakukan adalah menghina Rasulullah, menganiaya orang yang telah masuk Islam, mengancam akan membunuh Rasulullah,membujuk Rasulullah maupun kaum muslimin agar menghentikan dakwahnya, dsb. Namun demikian, Rasulullah dan kaum muslimin tetap teguh keimanannya. Rasulullah berpedoman, semakin dianiaya akan semakin kuat keimanannya. Tahukah kamu bahwa orang yang paling menentang ajakan Rasulullah justru pamannya sendiri yang bernama Abu Lahab dan abu Sofyan? Akhirnya para pemimpin Quraisy banyak yang menyadari akan kebenaran Islam dan mereka langsung menyatakan diri masuk Islam diantaranya adalah Hamzah bin Abdul Munthalib ( paman Rasulullah ) dan Umar bin Khattab. Tidak hanya pemimpin Quraisy yang menyatakan masuk Islam dari golongan budak pun banyak yang menyatakan diri masuk Islam di antaranya: Bilal bin Rabbah, Ammar bin Yasir, dan orang tuanya Yasir dan Sumayyah, Khattab bi Ats, Ummu Ubais, Zinnirah, Abu Fukarah, dan masih

banyak

lagi.

Mereka

mengalami

penyikasaan

yang

berat

dalam

menjalankan syariat Islam seperti dijemur di atas pasir panas, dicambik, dipukuli, dan sampai ada yang meninggal seperti Yasir dan Sumayyah yang ditusuk lembing oleh Abu Jahal.

Hijrah Rasul
Keadaan tersebut sangat mencemaskan Rasulullah SAW. Beliau merasa sangat kasihan kepada para pengikutnya, karena mereka banyak menderita dan menjadi sasaran penganiayaan kaum Quraisy. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan agar kaum muslimin hijrah ke Yasrib ( Madinah ). Hijrah adalah berpindah dari suatu temapt ke tempat lain yang lebih baik dan aman. Rasulullah memerintahkan agar umat Islam hijrah ke tempat yang dijanjikan Allah SWT sebagai tempat yang lebih baik. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 100:
SURAT AN- NISA AYAT 100


Barang siapa berhijrah di jalan Allah,niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempathijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapakeluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepadaAllah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya(sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguhtelah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah AllahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Adapun sebab-sebab Rasulullah SAW hijrah ke Madinah antara lain:

1. Karena semakin kuatnya tekanan kaum Quraisy terhadap pengikut-pengikut agama Islam, bukan saja ditujukan kepada Rasulullah tetapi kepada setiap penduduk Makkah yang telah masuk Islam. 2. Karena semakin seringnya terjadi penganiayaan oleh kaum Quraisy terhadap pemeluk Islam, terutama kepada kaum yang lemah seperti hamba-hamba sahaya. 3. Karena adanya permintaan dari penduduk Madinah yang telah masuk Islam. 4. Perintah dari Allah SWT.

Rasulullah memilih kota Madinah sebagai tempat hijrahnya karena:

a) Penduduk Madinah telah memahami agama-agama tauhid. b) Penduduk Madinah memerlukan seorang pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bertikai. c) Kota Madinah merupakan kota yang strategis dalam jalur perdagangan yang dilewati oleh para pedagang dari Makkah, Yaman, dan sekitarnya yang menuju kota Syam.

Setelah 13 tahun menyiarkan agama Islam di kota Makkah, dengan berat hati Rasulullah SAW meninggalkan kota kelahirannya itu untuk hijrah ke Madinah. Mulailah Rasulullah menyuruh pengikut-pengikutnya hijrah ke Madinah secara diam-diam agar tidak diketahui oleh kaum Quraisy. Tetapi akum kafir Quraisy akhirnya mengetahui juga bahwa kaum muslimin telah meninggalkan Makkah kecuali Rasulullah, Ali, dan keluarga Abu Bakar As-Siddiq. Leh sebab itu, para pemuka Quraisy mengadakan musyawarah di Darun Nadwah untuk merencanakan pembuhuhan

Rasulullah. Mereka menugaskan 12 pemuda pilihan dari 12 suku agar membunuh Muhammad pada waktu Muhammad keluar hendak sholat. Pada malam yang telah ditentukan, para pemuda Quraisy itu mengepung rumah Nabi dengan senjata lengkap.rencana pembunuhan itu akan dilakukan pada dini hari. Akan tetapi, Allah SWT melindungi RasulNya. Pada malam itu, Nabi meminta agar Ali bin Abi Thalib berbaring di tempat tidur Nabi. Dengan demikian, para pemuda Quraisy itu menyangka bahwa Nabi masih tidur. Menjelang larut malam, secara diam-diam Nabi meninggalkan rumahnya. Para pemuda Quraisy yang mengepung rumah Nabi, ditakdirkan semuanya tertidur. Pagi harinya, para pemuda Quraisy terbangun. Mereka sangat terkejut karena Nabi sudah tidak ada di rumahnya. Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama 3 hari. Barulah setelah merasa aman, Nabi dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan ke Madinah. Nabi menempuh jalan menyusuri pantai Laut Merah. Jalan yang dilewati Nabi tidak biasa dilaui orang banyak, dengan maksud untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy. Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian ( 622 M ), Rasulullah dan Abu Bakar sampai di Quba. Disini telah menunggu kaum muslimin Makkah. Rasulullah tinggal di Quba selama 4 hari. Selama berada di Quba, rasulullah dan kaum muslimin mendirikan sebuah masjid di atas tanah milik Kultsum bin Hamdan. Masjid itu diberi nama Masjid Taqwa namun kemudian dikenal dengan nama Masjid Quba. Rasulullah berserta kaum muslimin meneruskan perjalanannya menuju Madinah. Diperbatasan kota beliau disambut meriah oleh penduduk yang telah menantikan kedatangannya. Rasulullah tiba di Madinah pada hari

jumat tanggal 16 Rabiul Awal tahun ke 1 Hijriyah(622 M). Pada hari itu juga turun perintah Allah agar nabi dan kaum muslimin melaksanakan sholat jumat. Inilah sholat jumat yang pertama dilakukan oleh nabi dan diikuti kaum muslimin Makkah dan Madinah. Untuk sementara nabi tinggal dirumah Abu ayyub Al Anshari. Sedangkan para sahabat tinggal dirumah-rumah yang disediakan oleh kaum muslimin madinah. Sejak kedatangan nabi kota madinah diberi nama Madinahtul Munawarah. Selanjutnya rasulullah mendirikan masjid yang diberi nama Masjid Nabawi. Masjid itu didirikan diatas tanah yang dibeli dari 2 anak yatim yang bernama Sahal dan Suhail. Fungsi masjid Nabawi pada waktu itu,selain sebagai tempat ibadah adalah sebagai pusat pemerintahan islam, tempat bermusyawarah dan sebagai tempat tinggal Nabi dan keluarganya.

Subtansi dan Strategi Dakwah Rasulullah Periode Makkah


1. Fathul Makkah
Setelah Islam sudah mulai berkembang di Madinah, kaum kafir Quraisy sangay benci mendengar perkembangan Islam tersebut. Sehingga mereka menyerang kaum muslimin di Madinah. Maka terjadi beberapa perang anatara lain: 1. Perang Badar, perang pertama dalam dakwah Islam, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Jumlah pasukan kaum muslimin 313 dan pasukan Quraisy 1000. Perang ini dimenangkan kaum muslimin. 2. Perang Uhud, terjadi pada bulan Syawal tahun 3 Hijriyah 3. Perang Khandak, terjadi pada tahun 5 Hijriyah Pada tahun 6 Hijriyah kaum kafir Quraisy telah mengadakan Perjanjian Hudaibiyah dengan Nabi Muhammad SAW. Isi perjanjian itu antara lain

tidak saling menyerang selama 10 tahun. Namun, ketika perjanjian itu baru berjalan 2 tahun, kaum kafir Quraisy membatalkannya secara sepihak dengan melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin dari suku Khuzaah. Mendengar berita penyerangan itu, Nabi Muhammad SAW pada tahun 8 Hijriyah membawa pasukan sebanyak 10.000 orang menuju kota Makkah. Tujuan Nabi Muhammad SAW serta pasukannya adalah menghentikan tindakan kaum kafir Quraisy yang melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin dari suku Khuzaah tersebut. Orang kafir Quraisy yang mendengar berita tentang pasukan Nabi Muhammad SAW yang begitu besar menjadi gemetar, ketakutan, dan putus asa. Mereka juga ketakutan karena dari seluruh perang yang terjadi selalu dimenangkan umat Islam. Akhirnya, pemimpin Quraisy yang bernama Abu Sofyan pergi menemui Nabi Muhammad SAW diluar kota Makkah. Ia menyerah dan menyatakan masuk Islam. Setelah Abu Sofyan masuk Islam menjelang Fathul Makkah, Abu Sofyan dipesan oleh Rasulullah SAW untuk menyampaikan pesan beliau kepada kaum Quraisy. Pesan Rasulullah SAW kepada Abu Sofyan adalah: 1) Siapa yang masuk Masjidil Haram, ia aman. 2) Siapa yang masuk rumah dan menutup pintu, ia aman. 3) Siapa yang masuk rumah Abu Sofyan, ia aman. Kemudian Rasulullah memerinyahkan pasukannya memasuki kota makkah 4 jurusan. Dengan demikian, Makkah jatuh ke dalam kekuasaan kaum muslimin tanpa ada perlawanan sama sekali. Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk: a) Menghancurkan patung-patung. b) Tidak boleh membunuh orang yang tidak mengangkat senjata.

c) Menghormati kaum wanita dan anak-anak. Peristiwa ini sering disebut Fathul Makkah. Fathul Makkah artinya kemenangan kaum muslimin atas kota Makkah. Ketika Rasulullah sampai di pintu Kabah, beliau berkhotbah dan orangorang Quraisy datang berbondong-bondong menghampiri beliau. Sesuai khotbah beliau bertanya kepada yang hadir Hai orang-orang Quraisy, menurut kalian apakah kiranya yang hendak kuperbuat terhadap kalian? jawab mereka, segala yang baik! Anda adalah saudara kami yang bermurah hati dan putra saudara kami yang baik budi. Kemudian Rasulullah SAW bersabda denagn suara nyaring Menyaksikan sikap tercermin pada diri Rasulullah yang pemaaf dan memberikan ampunan kepada kaum Quraisy serta melihat patung-patung yang selama ini dianggap Tuhan dihancurkan kaum muslimin tak dapat menolong dirinya, mereka sadar akan kekeliruan yang telah mereka perbuat. Akhirnya, banyak diantara mereka yang insaf serta merta masuk islam.

2. Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada bulan ke 11 dari Kenabian Rasulullah SAW. Tepatnya tanggal 27 Rajab. Isra Miraj berasal dari dua kata, yaitu Isra artinya perjalanan di waktu malam dan Miraj artinya naik ke atas. Isra Miraj adalah perjalanan nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram( di makkah ) ke Masjidil Aqsa ( di Palestina ) dan naik sampai Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa inilah Nabi diberi perintah kewajiban melaksanakn sholat wajib 5 waktu. Bagi kaum muslimin peristiwa ini merupakan ujian apakah mereka akan tetap beriman atau kembali kepada kekafiran. Sementara itu bagi kaum Quraisy peristiwa itu justru merupakan kesempatan untuk menuduh

Muhammad sebagai orang yang tidak bisa dipercaya, sehingga merasa semakin memebenci Muhammad. Salah satu sahabat Nabi yang langsung mempercayai peristiwa itu adalah Abu Bakar As-Siddiq. Beliau mendapat gelar As Sidiq yang artinya yang membenarkan.

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak / Ibu Guru yang telah memberikan kritik dan masukan yang membangun terhadap tugas ini. Kami menyadari dengan adanya masukan dari Bapak / Ibu Guru, tugas ini menjadi lebih baik.

Kami menyadari pada tugas ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Pandaan, November 2010

Penulis