Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH GLOBALISASI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Menurut Mappiare (1994) , perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di zaman sekarang telah membawa bangsa-bangsa dalam arus globalisasi. Sebuah arus dimana pengaruh dan tujuan-tujuan baru yang diperhadapkan oleh dan kepada bangsa-bangsa dibelahan bumi ini, akan merasuk seluruh sendi kehidupan baik politik, ekonomi maupun sosial dan budaya. Arus tersebut dimungkinkan oleh adanya produk teknologi informasi dan komunikasi. (Mappiare, 1994) Akibat adanya produk teknologi informasi dan komunikasi ini akan memudahkan seseorang berkomunikasi dan menyampaikan pesan ke seluruh pelosok dunia, baik itu daerah pedesaan. Pengaruh pada masyarakat desa akan terasa sangat besar begitu juga dengan produk informasi dan komunikasi akan menjadi bagian kehidupan mereka yang tidak bisa dilewati. Karena informasi dan komunikasi yang terus berkembang ini memberikan sesuatu yang baru pada masyarakat desa. Williams (1984) dalam Yuhana et al. (2006) mengindetifikasi 5 alasan mengapa seseorang perlu mempelajari komunikasi, yaitu komunikasi penting bagi kehidupan manusia secara personal, manusia tidak dapat tidak berkomunikasi, komunikasi adalah dasar bagi pengembangan dan pemantapan hubungan interpersonal, manusia adalah konsumen komunikasi, dan komunikasi meningkat secara tajam dalam penyelenggaraan organisasi modern. (Williams dalam Yuhana et al. 2006) Setiap peristiwa komunikasi yang terjadi dalam kehidupan manusia senantiasa berlangsung untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Berlo (1960) dalam Yuhana et al. (2006) ada tiga tujuan seseorang melakukan komunikasi : 1. Informative : cara berkomunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan sesuatu hal, ide-ide, gagasangagasan, rumusan pemikiran baru, perasaan dengan melakukan pendekatan pikiran (Mind). 2. Persusive : cara berkomunikasi yang bertujuan untuk menggugah perasaan seseorang dari situasi ke situasi lainnya, dari tidak suka menjadi suka. 3. Entertainment : Pada tipe ini komunikasi bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan seseorang melalui peragaan-peragaan tertentu. Kehidupan masyarakat tidak pernah lepas dari komunikasi untuk meyampaikan informasi, baik itu masyarakat desa maupun kota. Dalam kehidupannya masyarakat yang terdiri dari komunitas yang beragam, membutuhkan komunikasi yang bermacam-macam dalam menyampaikan pesan. Begitu pula dalam kehidupan masyarakat desa yang dirasa saat ini sudah mulai terjamah oleh produk teknologi informasi dan komunikasi. Masuknya produk informasi dan teknologi dalm kehidupan mayarakat desa yang merupakan akibat dari arus globalisasi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Hal ini menjadi kajian menarik yang akan dibahas, dimana teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi kehidupan masyarakat desa yang sederhana. Dan juga pola adaptasi mereka dalam menerima arus globalisasi ini. 2. Perumusan Masalah 1. Sejauh mana pengaruh (dampak) dan manfaat yang ditimbulkan oleh arus globalisasi I nformasi dan komunikasi terhadap kehidupan masyarakat desa? 2. Apa fungsi dan tujuan media informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat desa?

3. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui pengaruh dan manfaat yang ditimbulkan oleh arus globalisasi informasi dan komunikasi pada kehidupan masyarakat desa. 2. untuk mengetahui fungsi dan tujuan media infomasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat desa. 4. Kegunaan Penulisan Adapun kegunaan penulisan paper ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kehidupan masyarakat desa, yang saat ini sudah mulai dilupakan. Dan melalui paper ini pembaca dapat lebih mengetahui kehidupan masyarakat desa yang sudah terjamah oleh pruduk informasi dan komunikasi.

BAB II PEMBAHASAN
Pengaruh dan Manfaat Arus Globalisasi Informasi dan Komunikasi
Pengaruh (Dampak) Arus Globalisasi Informasi dan Komunikasi Menurut Agustrisno (1995) , masyarakat merupakan komponen penting suatu negara dan masyarakat senantiasa pernah tidak luput dari perubahan. Hal tersebut faktual selalu terjadi, ini disebabkan adanya berbagai kebutuhan warga itu sendiri yang mungkin semakin bertambah dan semakin kompleks atau juga perubahan karena alam, maupun disebabkan situasi-situasi sosial lainnya. Lazimnya perubahan karena alam dalam masyarakat akan diawali lebih dulu dengan adanya suatu peristiwa baik yang terjadi dari dalam maupun dari luar masyarakat, seperti peristiwa perubahan alam (lingkungan fisik) dimana masyarakat tersebut hidup dan berdiam, atau juga disebabkan bertambahnya jumlah penduduk yang secara otomatis dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk berpengaruh terhadap keterbatasan fasilitas hidup yang tersedia sehingga kompetisi meraih fasilitas dan teknologi sangat dibutuhkan dalam rangka memudahkan hidup. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat desa, yang sebagian besar sistem ekonominya berdasarkan pada sistem ekonomi petani dimana aktifitas ekonomi petani menjadi sangat penting bagi kehidupan mereka terutama sebagai mata pencaharian. Pada saat ini aktifitas ekonomi petani mulai mengalami pergeseran. Pekerjaan sebagai petani tidak lagi menjadi harapan warga dan secara perlahan mulai ditinggalkan karena dipandang aktifitas petani tidak lagi sesuai dengan kondisi yang ada dan hasil yang diperoleh selalu tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Mereka mulai berusaha mencari pekerjaan lain diluar petani, kadang kala pekerjaan tetap yang diperoleh dianggap lebih baik dari aktifitas petani, karena hasil yang diperoleh berupa gaji (sudah diketahui jumlahnya setiap bulan). Kendatipun ada, pekerjaan petani hanya dianggap sebagai pekerjaan sambilan. Disamping itu, berkurangnya aktifitas ekonomi petani dipengaruhi oleh semakin sempitnya lahan pertanian. Peralihan aktifitas ekonomi petani juga dipengaruhi oleh masuknya jaringan informasi dan komunikasi. Kemudahan memperoleh media komunikasi semakin membuka wawasan berpikir masyarakat desa. Semakin hari nampaknya masyarakat selalu mengikuti perkembangan aktifitas informasi yang terjadi disekeliling mereka. Cepat atau lambat mereka berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan kemajuan aktifitas informasi dan komunikasi. Pada akhirnya timbul anggapan media komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus dimiliki, meskipun dalam bentuk yang sederhana. Penggunaan jaringan komunikasi semakin meningkat baik dari segi penggunaan jenis teknologi komunikasinya, maupun jumlah pemakai (radio dan televisi). (Agustrisno, 1995) Hal ini dapat terlihat dari contoh tabel penelitian oleh Agustrisno (1995) pada Desa Tanjung Mulia Hilir Sumatera Utara, dimana penggunaan media informasi dan komunikasi (media elektronik) sudah banyak digunakan oleh masyarakat desa setempat. Menurut Agustrisno (1995) , hal ini merupakan akibat dari arus globalisasi informasi dan komunikasi yang melanda dunia tidak terkecuali didaerah pedesaan. Arus globalisasi ini masuk pada berbagai bidang kehidupan sehingga secara perlahan-lahan menggeser pola-pola yang ada maupun perubahan-perubahan dalam bidang sosial budaya bahkan teknologi. Perekonomian mulai meningkat, industri mulai berdiri, tenaga kerja dari luar mulai berdatangan ke desa. Pendidikan mulai meningkat walaupun peningkatan kualitas serta kuantitas dari pelajar sangat erat hubungannya dengan penghasilan orang tua karena pendidikan memerlukan biaya yang relatif besar. Pola-pola hubungan interaksi sosial serta sistem dalam keluarga mengikat pada pola dan era zaman ini, kepudaran fungsi ayah dan ibu tidak menonjol. Globalisasi informasi dan komunikasi memberikan

dampak yang besar dalam mendukung modernisasi dan pengembangan masyarakat desa. (Agustrisno, 1995) Menurut Mappiare (1994) , dampak yang paling nampak adalah dampak yang berkaitan dengan asas manfaat yang berbentuk abstrak seperti adanya perubahan-perubahan dalam pola pikir dan pandangan masyarakat terhadap berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan tata nilai yang sangat abstrak yang memiliki proses panjang dalam kehidupan masyarakat hingga terwujud menjadi suatu kenyataan, misalnya melalui media elektronik (televisi) diperoleh informasi tentang teknik bercocok tanam yang baik, informasi semacam ini masih abstrak sifatnya. Lalu informasi tersebut dikembangkan dan dipraktekkan hingga menjadi kenyataan atau paling tidak sudah dapat menjadi nilai tambah bagi pengetahuan pribadi petani (masyarakat desa). Dalam kehidupan masyarakat desa arus globalisasi informasi dan komunikasi tidak hanya memberikan dampak yang baik tetapi juga dampak negatif terhadap berbagai macam lapisan masyarakat yang tidak mampu menyaring informasi secara selektif bagi kebutuhannya sendiri. Timbulnya dampak negatif dari kesanjangan informasi dan komunikasi tidak berlaku relatif terutama dalam kelompok-kelompok dengan status sosial ekonomi yang lebih rendah, inipun tidak berlaku secara umum tetapi cenderung kurang memahami arus globalisasi informasi dan komunikasi daripada yang status sosial ekonomi lebih mapan. Dari penelitian yang dilakukan di desa-desa Sulawesi Selatan oleh Mappiare (1994) , diperoleh data bahwa pemuda dan pemudi Bugis dan Makasar telah dijamah televisi dan film, sudah lebih bebas menjalin hubungan sosial secara intensif. Hal ini terlihat menyimpang dari tradisi yang diatur oleh norma oleh tata nilai sirik yang menekankan harga diri dan sopan santun. Selain itu meniru dari televisi atau film gaya orang-orang kota, menata rambut, berpakaian dan berdandan. Hal ini juga membuat masyarakat semakin bebas melakukan komunikasi yang kritis terhadap pemimpin atau penentu kebijakan yang kurang mampu mengartikulasikan keputusannya. Menurut Agustrisno (1995) , informasi-informasi yang diterima dari media tersebut pada umumnya telah memberikan pengaruh yang amat besar kepada perkembangan dalam kehidupan sosial budaya suatu kelompok masyarakat baik gaya hidup, apersepsi, sikap, perilaku serta pandangan hidupnya. Produk yang nyata dapat dirasakan pada umumnya adalah pesan-pesan agar sekolompok warga masyarakat dapat menyesuaikan diri terhadap budaya populer atau budaya pop (populer cultur). Kondisi yang segala sesuatu secara entitas (entity) harus disesuaikan dengan dengan hal-hal yang lagi trendy, ngepop, atau mode (sedang musimnya ). (Agustrisno 1995) Selain itu Menurut Mappiare (1994) ada beberapa dampak lain yang dirasakan dari arus globalisasi Informasi pada masyarakat desa : 1. Pendidikan dan Keterampilan Mengenai pandangan pendidikan keluarga, banyak generasi muda sekolah sampai kejenjang pendidikan tinggi, Padahal kondisi ekonomi keluarga dapat dikatakan tidak memungkinkan. Perubahan pandangan ini karena masa-masai sulit yang dialami oleh orangtua mereka dulu yang tidak mau terulang lagi pada anaknya. Membuat wawasan masyarakat terbuka dan berhasrat untuk mempraktekkan apa yang dicermatinya di media, misalnya tentang penggunaan pupuk. 2. Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian Kehidupan masyarakat desa pada umumnya petani, namun karena pengaruh informasi dan komunikasi menyebabkan mata pencaharian menjadi beragam dan masyarakat desa sudah tidak menggantungkan hidup mereka dari pertanian. Pekerjaan lainnya yaitu, guru, pegawai, buruh, bahkan rangkap. Selain itu hal ini juga disebakan oleh latar belakang pendidikan masyarakat desa yang rata-rata rendah. Pengaruh informasi tentang teknologi dalam kehidupan masyarakat desa terlihat dari penggunaan pola yang sudah modern diterapkan untuk meningkatkan hasil pertanian. Pengetahuan ini banyak diserap melalui medi informasi (televisi). 3. Tradisi, Agama, dan Kepercayaan Masyarakat desa cenderung mengikuti tata nilai rasional dan pragmatis, mengikuti tata nilai baru yang dianggap modern. Akibatnya masyarakat mengalami kegoncangan dan pilihan yang dualisme. Tata nilai

yang dianut, nilai-nilai tradisional tata cara dan kehidupan mengalami pergeseran. Manfaat Arus Globalisasi Informasi dan Komunikasi Menurut Mappiare (1994) , globalisasi adalah suatu proses yang membumi, mendunianya suatu aspek dalam kehidupan masyarakat. Jika kata globalisasi ditambahkan lagi dengan kata informasi dan komunikasi (globaisasi informasi dan komunikasi), maka telah mengandung berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat sebab dengan adanya arus informasi dan komunikasi yang begitu cepat dan lancar, mempengaruhi pola kehidupan masyarakat. (Mappiare, 1994) Melalui globalisasi informasi dan komunikasi, masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levis, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia baik yang berdomisili di kota ataupun di desa menuju pada selera global. (http://www.unhas.ac.id/~rhiza/makalah/adisas.html) Menurut Agustrisno (1995) , kemajuan akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sungguh besar manfaatnya terhadap kehidupan umat manusia di dunia ini. Lebih-lebih di bidang informasi dan komunikasi dengan media elektronik dan cetak yang pada saat ini telah merambah di segala pelosok permukaan bumi ini hingga pada daerah yang paling udik (masyarakat desa) sekalipun. Hal tersebut memungkinkan sekali penyebarluasan akan informasi dari dan ke segala penjuru, antara komunikator (pembawa infomasi) kepada komunikan (penerima pesan informasi). Dengan berbagai variasi alat berkomunikasi (baik cetak maupun elektronik atau audio maupun visual serta kombinasi diantaranya), berbagai pesan informasi dan berita yang bervariasi dapat disampaikan oleh berbagai sumber informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini semua anggota warga masyarakat kendatipun mempunyai eksistensi dan sosial yang saling bervariasi di dalamnya, namun semua dapat diterima. Pesan-pesan dapat memberikan reaksi terhadap para penerimanya juga secara umum tanpa memandang kelas sosialnya. Menurut Samin (1994) , media mungkin dapat menjelaskan pengetahuan dan barangkali membangkitkan perhatian, tetapi peranannya jauh lebih sedikit untuk sampai ke adaptasi. Televisi, radio maupun surat kabar memang dapat menyampaikan pesan-pesan akan tetapi pembentukkan pengertian, pendapat, sikap, dan tingkah laku bergantung kepada berbagai faktor-faktor lain yang ada dalam masyarakat. Komunikasi mungkin dapat menunjang atau ikut berperan dalam menimbulkan perubahan, tetapi perubahan dapat terjadi tanpa komunikasi sementara komunikasi dapat terjadi tanpa perubahan. Kondisi ini dapat dimaklumi karena hampir sebagian besar masyarakat pedesaan belum bisa meninggalkan kondisi ketradisionalan mereka, kendati kebudayaan materialnya sudah dapat dikategorikan maju atau modern. Tak dapat disangkal pula bahwa dengan globalisasi informasi dan komunikasi akan terjadi kontinuitas pengenalan unsur-unsur ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan lain-lain yang akan dapat membumbui atau memperkaya khasanah kebudayaan bangsa. Perkembangan suatu kebudayaan tak hanya terjadi karena penemuan dan perekayasaan setempat (local inventions and discoveries) tetapi lebih ditentukan oleh keterlibatan dalam kontak-kontak budaya asing yang intensif. Menurut Mappiare (1994) , ada beberapa manfaat dari arus globalisasi informasi dan komunikasi yang dirasakan oleh masyarakat desa : 1. Motivasi dan manfaat rekreatif sebagai hiburan tetapi bermanfaat karena banyak yang bernilai informasi dan pendidikan. 2. Motivasi keingintahuan sebagai kebutuhan untuk memenuhi rasa penasaran tentang informasi yang ada di sekelilingnya, baik dari media cetak maupun media elektronik. 3. Orientasi peningkatan diri Dalam peningkatan dan pengembangan diri, masyarakat desa berda pada posisi tradisional, pada dasarnya telah banyak terjadi perubahan-perubahan, baik secara berpikir, sikap mupun perilaku yang lebih modern.

Perubahan-perubahan tersebut akibat adanya transformasi sosial budaya, ekonomi, politik maupun aspek lain yang bersifat partisipatif : Menambah wawasan masyarakat mengenai nilai organisasi kemasyarakatan terhadap pembentukkan dan pengembangan diri. Tingkat perekonomian masyarakat lebih baik karena melalui media informasi dan komunikasi yang ada masyarakat memperoleh berbagai informasi yang dapat membantu kehidupan mereka. Hal ini mengakibatkan nilai produktif dan heterogenitas lapangan pekerjaan, melalui penyuluh pertanian, peternakan, ataupun ketrampilan lain yang langsung dapat dipraktekkan oleh masyarakat. 2.2 Fungsi dan Tujuan Media Informasi dan Komunikasi Menurut Mappiare (1994) , media informasi dan komunikasi akhir-akhir ini memainkan peranan strategis dalam kehidupan manusia, hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih, ditambah lagi dengan adanya arus globalisasi yang tengah melanda dunia. Dalam proses awal komunikasi diuraikan dengan memperhatikan secara khusus antara seorang pengirim berita dengan penerima, sehingga terjadi kontak langsung antara keduanya. Beberapa fungsi dan tujuan media informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat desa : 1. Informasi Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia. Menunjukkan hubungan kekuasaan. Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan persuasif dari luar. 2. Korelasi Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi. Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan. Melakukan sosialisasi. Mengkoordinasi beberapa kegiatan. Membentuk kesepakatan. Membentuk urutan prioritas dan memberikan status relatif Menambah pengetahuan tentang nilai-nilai. Membantu dalam hubungan dengan berbagai kelompok atau golongan masyarakat, memelihara kontak dengan bebagai kalangan baik dengan pemerintah daerah. 3. Kesinambungan Mengekspresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan khusus (Subculuture) serta perkembangan budaya baru. Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai masyarakat yang telah ada. Mengajak untuk memanfaatkan sumber-sumber pesan, memajukan tujuan-tujuan persuasif antar sesama. 4. Hiburan Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana rileksasi. Merendahkan ketegangan sosial. 5. Mobilisasi Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, peran pembangunan, ekonomi pekerjaan dan kadang kala juga dalam bidang agama. memberitahukan dan membantu mengamati diri, pengawasan pribadi, memberitahu mengenai keadaan atau kejadian yang dipandang dapat mengancam, memperlancar aktifitas keseharian, memberi pengetahuan praktis bagi masyarakat dalam menata pola kehidupan. 2.3 Analisis Masyarakat dalam suatu negara pasti mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman. Hal ini nyata terjadi, karena manusia itu tidak pernah puas dan selalu mempunyai kebutuhan berbeda-beda yang terus

bertambah, ini juga dipengaruhi perubahan alam serta faktor-faktor sosial lain yang ada. Disamping itu bertambahnya jumlah penduduk akan mempengaruhi kompetisi dalam meraih fasilitas yang terbatas, terutama teknologi yang dapat memudahkan hidup. Perkembangan teknologi ini ternyata dirasakan oleh masyarakat desa yang sebagian besar mata pencahariannya dari pertanian. Namun, akibat perkembangan teknologi mata pencaharian masyarakat desa mengalami pergeseran. Mereka tidak lagi menggantungkan hidup dari pertanian, karena mata penacaharian sudah mulai beragam dengan penghasilan tetap barupa gaji. Di satu sisi, pekerjaan petani tidak semata-mata ditinggalkan. Walaupun masih ada yang berprofesi sebagai petani, pekerjaan ini hanya dianggap sebagai pekerjaan sampingan. Hal ini juga dipengaruhifaktor lahan pertanian yang semakin sempit akibat banyak dibangun pemukiman rumah penduduk yang sudah terjamah oleh modernisasi dan faktor jaringan informasi dan komunikasi yang berkembang sangat cepat di desa. - 12 Dengan adanya media informasi dan kmunikasi, masyarakat desa akanmemiliki wawasan lebih dalam mengatur hidup dan mengikuti perkembangan kejadian disekeliling mereka. Selain itu, perkembangan informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat desa. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya penggunaan media informasi dan komunikasi terutama rasio dan televisi, seperti terlihat pada tabel 1 hasil penelitian Agustrisno. Semua yang terjadi diatas merupakan sebagian kecil dampak dari pengaruh globalisasi informasi dan komunikasi yang melanda dunia, tidak terkecuali pedesaan. Dampak lain yang dirasakan oleh masyarakat desa yaitu dari segi pendidikan yang mulai meningkat karena dianggap penting, walaupun ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Perubahan tata nilai masyarakat yang mengalami pergeseran dari tdisional menjadi modern. Selain memberikan dampak, arus globalisasi ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Melalui arus globalisasi yang didukung oleh media informasi dan komunikasi baik media cetak maupun media elektronik, masyarakat dapat mengirim pesan dengan mudah dan cepat. Begitu juga sebaliknya, masyarakat dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat. Media informasi dan komunikasi yang ada juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan, memenuhi rasa penasaran tentang banyak hal, peningkatan dan pengembangan diri masyarakat desa itu sendiri. Dengan media ini masyarakat jadi lebih mengetahui kondisi lingukungan yang tidak pernah mereka ketahui baik itu kondisi pemerintahan pusat atau daerah. Masyarakat desa lebih dapat menyuarakan aspirasi mereka dengan bertambahnya wawasan dari media informasi dan komunikasi. Media informasi dan komunikasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat desa melalui media informasi dan komunikasi memiliki fungsi dan tujuan yang sangat penting. Media ini menyediakan informasi yang aktual yang dibutuhkan masyarakat, memudahkan inovasi suatu hal, memudahkan dalam melakukan sosialisasi, meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai yang ada dan terus berkembang dalam masyarakat. Selain itu, media ini menyediakan hiburan dalam menghilangkan rasa bosan dan jenuh, serta mengkampanyekan suara/ aspirasi masyarakat desa itu sendiri. - 13 2.4 Kerangka Pemikiran Menurut Utomo dalam Soekanto (1993) mengemukakan bahwa masyarakat desa adalah masyarakat yang mengutamakan hubungan pribadi antara warganya, dalam arti bahwa masyarakat desa cenderung saling mengenal bahkan seringkali merupakan ikatan kekerabatan yang berasal dari suatu keluarga pembuka desa tertentu yang merintis terbentuknya suatu masyarakat gemeinschaft. Pada masyarakat desa terdapat ikatan solidaritas yang bersifat mekanistik, dalam arti bahwa dalam hubungan antar warga seakan telah ada aturan semacam tata krama atau tata tertib yang tidak boleh dilanggar jika tidak ingin mendapat sanksi. Adanya tata tertib tersebut sesungguhnya ingin menjaga suatu conformity di kalangan masyarakat desa itu sendiri. (Utomo dalam Soekanto, 1993)

Secara terminologis, komunikasi diartikan suatu proses berbagi pesan melalui kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan (simbol-simbol yang bermakna) baik secara verbal (lisan dan tulisan) maupun non verbal (gerakan tubuh, wajah dan mata), sehingga orang-orang yang berperan sebagai pengirim dan penerima pesan memperoleh makna yang timbal balik atau sama terhadap pesan yang dipertukarkan. (Yuhana et al, 2006) Menurut Mappiare (1994), globalisasi adalah suatu proses yang membumi, mendunianya suatu aspek dalam kehidupan masyarakat. Jika kata globalisasi ditambahkan lagi dengan kata informasi dan komunikasi (globaisasi informasi dan komunikasi), maka telah mengandung berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat sebab dengan adanya arus informasi dan komunikasi yang begitu cepat dan lancar, mempengaruhi pola kehidupan masyarakat. (Mappiare, 1994) Pendorong utama dari Globalisasi informasi dan komunikasi adalah kemajuan dan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama media informasi dan komunikasi yang semakin berkembang (Samin, 1997). Menurut Roerich, 1975, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih (secara implisit/ melalui sistem manajemen yang diperlukan telah memasukkan sistem teknologi, sistem sosial, sistem ekonomi dan sistem budaya teknologi) telah mempercepat/ mengakibatkan perubahanperubahan. : Mempengaruhi BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan kepesatan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi telah mendorong lancarnya arus informasi ke segala penjuru dunia tanpa mengenal batas-batas lingkungan geografis, politik, ekonomi maupun kebudayaan. Hal ini tidak saja dirasakan oleh masyarakat kota, tetapi juga oleh masyarakat desa. Dimana media informasi dan komunikasi sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping berkembangnya arus globalisasi informasi dan komunikasi ini memberikan dampak. Seperti yang telah dilihat pada mata pencaharian masyarakat desa yang tidak didominasi lagi oleh petani. Ini akibat adanya informasi dan komunikasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat desa. Sehingga mereka tidak lagi menggantungkan hidup dari pertanian, jika ada pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan tetap. Pendidikan yang mulai dirasa penting oleh mayarakat desa, mata pencaharian yang mulai beragam, kehidupan yang mulai modern. Selain memberikan dampak, globalisasi ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Misalnya, dengan adanya media informasi dan komunikasi baik elektronik maupun cetak dapat menambah wawasan masyarakat desa, dapat memberikan hiburan untuk menghilangkan kejenuhan. Media informasi dan komunikasi juga menjadi alat dalm sosialisi dengan lingkungan baik itu dengan sesama warga ataupun dengan pemerintah daerah. 3.2 Saran Masyarakat desa lebih waspada dalam menanggapi arus globalisasi. Mendatangkan penyuluh untuk menerangkan dampak dan manfaat arus globalisasi informasi dan komunikasi ini. Pemerintah lebih memperhatikan kehidupan masyarakat desa yang saat ini sudah tidak hidup dari pertanian

End Notes : Syahrir Mappiare.1994. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sulawesi Tengah. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan hal. 1 2 Wlliams (1984) dalam Ida Yuhana, Ninuk Purnaningsih, Siti Sugiah Mugniesjah. 2006. Bahan kuliah Dasar-dasar Komunikasi. Tidak Dipublikasikan. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Msyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. IPB. Bogor hal 1. 3 Berlo op. cit., hal 4 4 Drs. Agustrisno. 1995. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sumatera Utara. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan hal. 1-3 5 Ibid., hal. 64-69 6 Ibid., hal. 13 7 Ibid., 104-105 8Mappiare, Op. cit., hal. 208-209 9 Mappiare, op. cit., hal. 68-69 10 Agustrisno, op. cit., hal. 98 11Mappiare, op. cit., hal. 210-212 12 Ibid., 208-209 13 ,Globalisasi Jaringan Informasi, dibuka tanggal 17 Desember 2007 (dalam http://www.unhas.ac.id/~rhiza/makalah/adisas.html) 14 Agustrisno, op. cit., hal. 15 Yahya Samin, SmHk. 1994. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sumatera Barat. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan hal. 72 16 Mappiare, op. cit., hal 116-118 17 Ibid., hal. 74 18 Ibid., hal. 79 DAFTAR PUSTAKA .Globalisasi Jaringan Informasi. dibuka tanggal 17 Desember 2007 (http://www.unhas.ac.id/~rhiza/makalah/adisas.html) Agustrisno. 1995. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sumatera Utara. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan. Berlo, D. 1960. The Procces of Communication dalam Yuhana, Ida et al. 2006. Bahan kuliah Dasar-dasar Komunikasi. Tidak Dipublikasikan. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Msyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. IPB. Bogor. Mappiare, Syahrir. 1994. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sulawesi Tengah. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan. Samin, Yahya SmHk. 1994. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi terhadap Kehidupan Masyarakat Pedesaan Di Sumatera Barat. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan. Soekanto, S. 1993. Beberapa Teori Sosiologi tentang Struktur Masyarakat. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Williams. 1984. Fundamental Concepts in Human Communication dalam Yuhana, Ida et al. 2006. Bahan kuliah Dasar-dasar Komunikasi. Tidak Dipublikasikan. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Msyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. IPB. Bogor. Yuhana, Ida et al. 2006. Bahan kuliah Dasar-dasar Komunikasi. Tidak Dipublikasikan. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Msyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. IPB. Bogor.