Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH GEOLOGI DASAR

Dosen Mata Kuliah:

Drs. Nahor M. Simanungkalit, M.Si

Disusun Oleh: Oswald Reynhard Sitanggang

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

PENDAHULUAN
Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Sekitar 3,5 Milyar Tahun yang lalu mulai muncul mahluk-mahluk hidup yang hidup di bumi, mahluk yang pertama kali muncul adalah berbentuk sel Mikroskopis. Setelah itu muncullah mahluk hidup lain seperti Hewan, tumbuhan dan Manusia. Kemudian Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer. Kerak Bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng yang

menghasilkan gempa bumi. Dalam Makalah Ini akan dijelaskan mengenai lapisan-lapisan Bumi yang terdiri dari sebagai Berikut: 1. Atmosfer 2. Kerak Bumi 3. Mantel Bumi 4. Inti Bumi

STRUKTUR BUMI
Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Sekitar 3,5 Milyar Tahun yang lalu mulai muncul mahluk-mahluk hidup yang hidup di bumi, mahluk yang pertama kali muncul adalah berbentuk sel Mikroskopis. Setelah itu muncullah mahluk hidup lain seperti Hewan, tumbuhan dan Manusia. Kemudian Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Bumi diperkirakan tersusun atas Inti dalam Bumi yang terdiri dari: 1. Besi Nikel Beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 C. 2. Inti Luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer. 3. Diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi Bumi 4. dan diselimuti oleh kerak bumi setebal 85 Km. Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi. Banyak Teori mengenai Struktur atau Susunan Bumi, Berikut beberapa Teori-teori para ahli mengenai Struktur atau Susunan Bumi: 1. PLATO Ahli filsafat ini berpendapat bahwa bumi itu terdiri dari sebuah massa yang cair dan dikelilingi oleh lapisan batuan atau kerak Bumi 2. KANT LAPLACE Mengatakan bahwa Bumi ini selama bermiliar tahun yang lalu dilepaskan dari matahari dalam bentuk bola gas yang pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan. Bagian dalam bumi masih merupakan zat yang cair pijar.

Secara Struktur lapisan Bumi terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut: 1. Atmosfer Atmosfer adalah Struktur Bumi paling atas dan lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. Perputaran bumi ini akan mengakibatkan bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin. Gas yang terkandung dalam Lapisan Atmosfer adalah a. nitrogen (N2) sebanyak 78,08%, b. oksigen (O2) sebanyak 20,95%, c. argon sebanyak 0,93%, d. serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Berbagai Jenis gas lainnya juga terkandung dalam atmosfer, tetapi dalam konsentrasi yang jauh lebih rendah, misalnya: e. neon (Ne), f. helium (He), g. kripton (Kr), h. hidrogen (H2), i. xenon (Xe), j. ozon (O3), k. metan dan uap air.

Berdasarkan Perbedaan suhu vertikal, atmosfer bumi dapat dibagi menjadi lima lapisan, yaitu: a. Troposfer Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah, berada antara permukaan bumi sampai pada ketinggian 8 km pada posisi kutub dan 18 19 km pada daerah ekuator. Pada lapisan ini suhu udara akan menurun dengan bertambahnya ketinggian. Setiap kenaikan 100 meter temperaturnya turun turun 0,5 oC. Lapisan ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis mahluk hidup termasuk manusia, serta karena sebagain besar dinamika iklim berlangsung pada lapisan troposfer. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari 78,03% nitrogrn, 20,99 oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% nenon, 0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon. Di dalam lapisan ini berlangsung semua hal yang berhubungan dengan iklim. Walaupun troposfer hanya menempati sebagian kecil saja dari atmosfer dalam, akan tetapi, 90% dari semua masa atmosfer berkumpul pada lapisan ini. Di lapisan inilah terbentuknya awan, jatuhnya hujan, salju, hujan es dan lain-lain. Di dalam troposfer terdapat tiga jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), yang tingginya antara 0 2 km; awan pertengahan (alto cumulus lenticularis), tingginya antara 2 6 km; serta awan tinggi (cirrus) yang tingginya antara 6 12 km. b. Stratosfer Merupakan bagian atmosfer yang berada di atas lapisan troposfer sampai pada ketinggian 50 60 km, atau lebih tepatnya lapisan ini terletak di antara lapisan troposfer dan ionosfer. Pada lapisan stratosfer, suhu akan semakin meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Suhu pada bagian atas stratosfer hampir sama dengan suhu pada permukaan bumi. Dengan demikian, profil suhu pada lapisan stratosfer ini merupakan kebalikan dari lapisan troposfer. Ciri penting dari lapisan stratosfer adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar tidak akan mencapai permukaan bumi.

Serapan radiasi matahari oleh ozon dan beberapa gas atmosfer lainnya menyebabkan suhu udara pada lapisan stratosfer meningkat. Lapisanstratosfer tidak mengandung uap air, sehingga lapisan ini hanya mengandung udara kering. Batas lapisan stratosfer disebut stratopouse. c. Mesosfer Mesosfer terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50 70 km. Suhu di lapisan ini akan menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian. Suhunya mula-mula naik, tetapi kemudian turun dan mencapai -72 oC di ketinggian 75 km. Suhu terendah terukur pada ketinggian antara 80 100 km yang merupakan batas dengan lapisan atmosfer berikutnya, yakni lapisan mesosfer. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah - 110o C . d. Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juda disebut lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian. e. Ekosfer atau atmosfer luar Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause.

2. Kerak Bumi Kerak Bumi (Crust) Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km tapi dibawah lautan sekitar 6 Km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer. Kerak Bumi mencakup 0,375% dari massa Bumi. Kerak Bumi dibedakan menjadi 2 Jenis yaitu: Kerak Samudra Tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Kerak Benua Tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie 1982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. Kerak Benua biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.

3. Mantel Bumi Mantel Bumi Merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal Mantel bumi mencapai 2.900 Km yang tersusun dari lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah Mantel Bumi mencapai 3.700 oC. Mantel Bumi tersusun dari materi silikon dan magnesium.

Mantel Bumi terbagi menjadi dua, yaitu: a. Mantel Atas, Bersifat Plastis sampai semiplastis dengan kedalaman 400 Km. b. Mantel Bawah, Bersifat padat dengan kedalaman sampai 2900 Km.

4. Inti Bumi Dipusat Bumi terdapat Inti Bumi atau struktur Bumi yang terletak dibagian atau pusat Bumi yang berkedalaman 2900-6371 km. Inti Bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%) Inti Bumi terdiri dari 2 lapisan, yaitu: a. Lapisan Inti Luar Ketebalan Lapisan inti luar sekitar 2.000 Km. lapisan ini tersusun dari besi cair akibat dari suhunya yang tinggi sekitar 4.200C. b. Lapisan Inti Dalam Lapisan inti dalam terdapat pusat Bumi, merupakan sebuah bole dengan diameter 2.740 Km. lapisan inti tersusun dari besi dan nikel padat. Suhu dipusat inti dalam dapat mecapai 4.500C.

KESIMPULAN
Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius 6.370 km. Bumi kita tersusun atau memiliki struktur lapisan mulai dari Atmosfer, Kerak Bumi, Mantel Bumi, dan Inti Bumi. Susunan atau struktur bumi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Yani, Mamat Ruhimat. 2007. Geografi. Bandung: Grafindo Media Pratama Drs. Nahor M. Simanungkalit, M.Si. 2011. Geologi Dasar. FIS UNIMED MEDAN Liesda Nurdiani Adnan. 2007. Samudra Geografi. Jakarta: PT. Lentera Abadi.