Anda di halaman 1dari 6

Modul I SCILAB

Nama NIM E-mail Shift Asisten : Tubagus Abid Alfarisi : 10210071 : tubagus.abid@students.itb.ac.id : III : Andri Rahmadani (10209084) Joko Suwardy (10209040) Tanggal Praktikum : 22 Februari 2012

Tanggal Pengumpulan: 25 Februari 2012

Abstak Pada praktikum ini, para praktikan akan dikenalkan oleh suatu software yang digunakan khusus untuk numerical computation atau dikhusukan untuk membuat aplikasi science yang disebut dengan SCILAB. Pada praktikum ini, para praktikan juga kan dikenalkan bagaimana cara mengoperasikan software tersebut dan cara membuat suatu aplikasi dengan software tersebut. Kata Kunci : SCILAB, Sci-Notes, Xcos. 1. Tujuan a. Praktikan mengetahui cara menggunakan software SCILAB. b. Praktikan dapat memahami dasardasar program SCILAB. c. Praktikan dapat membuat aplikasi dengan SCILAB. 2. Teori Dasar SCILAB merupakan scientific software yang dikhususkan untuk numerical computation yang menyediakan berbagai fasilitas untuk engineering dan aplikasi science. Bahasa ini mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam sebuah lingkungan yang tunggal dan mudah digunakan. SCILAB memberikan system interaktif yang menggunakan konsep array/matriks sebagai standar variable elemennya tanpa membutuhkan pendeklarasian array seperti bahasa pemrograman yang lainnya. 3. Data Hukum hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang fisika karena sifat elastisitas atau sifat pegas. Hukum hooke diperoleh dari persamaan: (1) Hukum II Newton adalah hukum fisika yang membahas mengenai suatu gaya yag diperoleh dari benda yang bergerak dan memiliki percepatan tertentu. Hukum II Newton diperoleh dengan persamaan: (2) Difraksi merupakan suatu metode untuk memahami apa yang terjadi pada level atomis dari suatu material kristalin. Secara matematis, difraksi hanya terjadi apabila Hukum Bragg terpenuhi. Berikut adalah persamaan dari Hukum Bragg: (3) Diperoleh persamaan matematis y=a*exp(-b*x)*sin(c*x+d) dengan data: X (detik) 0 2 4 Y (cm) 5.5 3.1 -0.3

6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58

3.0 -0.8 0.0 1.2 1.2 0.1 -0.1 -1,4 -1.0 0.5 1.3 -0.1 -0.9 0.0 0.3 0.8 -0.2 0.7 -0.6 0.8 -0.6 0.9 0.4 0.2 1.0 0.2 0.2

//Hukum Hooke for x=1:10 k=2.5; y(x)=x; f(x)=-k*x; end; plot(y,f) title('Hukum Hooke'); xlabel('jarak (m)'); ylabel('gaya (N)'); Didapat grafik mengenai Hukum Hooke:

Gambar 2: Grafik Hukum Hooke

Tabel 1: Data Curve Fitting

Rangkaian Tapis (Low Pass Filter):

Dalam pengolahan data Hukum Newton, kita asumsikan percepatan merupakan variable yang dapat berubah dari a=0.1m/s2 sampai a=3m/s2. Dengan massa konstan 5kg. Berikut program yang dituliskan pada SCILAB: //Hukum Newton for i=1:10 m=5; a(i)=i; f(i)=m*i; end; plot(a,f) title('Hukum Newton'); xlabel('percepatan (m/s2)'); ylabel('gaya (N)'); Didapat grafik mengenai Hukum Newton:

Gambar 1: Rangkaian Low Pass Filter

Dari rangkaian didapat R=10K dan C=2F. Dengan persamaan frekuensi cut off: (4) 4. Pengolahan Data Dalam persamaan Hukum Hooke kita asumsikan koefisien pegasnya adalah 2.5 dan x merupakan variable yang berjalan dari x=1m sampai x=10m. Maka pada pada program SCILAB dapat dituliskan:

x=0:2:58 y=[5.5 3.1 -0.3 -3 -0.8 0 1.2 1.2 0.1 0.1 -1.4 -1 0.5 1.3 -0.1 -0.9 0 0.3 0.8 0.2 0.7 -0.6 0.8 -0.6 0.9 0.4 0.2 1 0.2 0.2] function [e]=errors(koeff, z) e=z(2)-koeff(1)*exp(koeff(2)*z(1))*sin(koeff(3)*z(1)+koef f(4)); endfunction
Gambar 3: Grafik Hukum Newton

Pada penjabaran proses terjadinya Difraksi Bragg, kita asumsikan bahwa jarak antar terang adalah 3nm yang dilihat melalui terang pertama dengan sudut yang berubah-ubah. Didapat program seperti berikut: //Difraksi Bragg n=1; d=3; for m=1:801 t(m)=%pi*.01*(m-1); lmda(m)=(2*d*sin(t(m)))/n; end plot(t,lmda) xtitle('Difraksi Bragg'); xlabel('sudut (tetha)'); ylabel('panjang gelombang (nm)'); Didapat grafik:

measdata=[x;y]; koeff0=[1;2;3;4]; [koeff,SSE]=datafit(errors,measdata,k oeff0); y1=koeff(1).*(exp(koeff(2)*x)).*(sin(koeff(3)*x+koeff(4 ))); f1=scf(1);clf(1); width=350; height=600; fi.figure_size=[width,height]; subplot(2,1,1) plot2d(x,y,style=-8); plot2d(x,y1, style=2); xgrid(); xtitle('Hasil pengukuran dan curve fitting(biru)'); xlabel('X (detik)'); ylabel('Y (cm)'); subplot(2,1,2) initialguess=[koeff0(1) koeff0(2) koeff0(3) koeff0(4)] computedcoeffs=koeff SumSquaredErrors=SSE Setelah program dijalankan, diperoleh hasil sebagai berikut: Tebakan awal: - Koefisien 1 (a): 1; - Koefisien 2 (b): 2; - Koefisien 3 (c): 3; - Koefisien 4 (d): 4. Koefisien hasil SCILAB: - Koefisien 1 (a): 5.3535804; - Koefisien 2 (b): 0.1004573; - Koefisien 3 (c): 2.6460087; - Koefisien 4 (d): -4.5027803, dan - SSE: 9.4419696

Gambar 4: Grafik Difraksi Bragg

pembuatan curve fitting dengan persamaan y=a*exp(-b*x)*sin(c*x+d), diperoleh dari program SCILAB: //Curve Fitting

.Grafik yang didapat:

Gambar 5: Grafik Curve Fitting

Dari data mengenai rangkain tapis, dapat dibuat program pada SCILAB sebagai berikut: //Bode Plot R=10000; C=2*10^-6 f=1/(2*%pi*R*C) [hs,pols,zers,gain]=analpf(1,'cheb1',[. 10],f) f num=gain*real(poly(zers,'s')); den=real(poly(pols,'s')); elatf=syslin('c',num,den); // Plot Filter bode(elatf,0.01,100); title('Low Pass Filter'); Didapat graphic low pass filter dengan frekuensi 7.9577472 Hz:

Gambar 6: Flowchart Ode

Gambar 5: Grafik Low Pass Filter

Dituliskan juga flowchart untuk masingmasing program pada SCILAB:

Mulai

x[...] y[...]

fungsi error measdata koeff, SSE

i=1

y1=koeff(1).*(exp(koeff(2)*x)).*(sin(koeff(3)*x+koeff(4)));

i=i+i

no i>30 yes Plot

Grafik, koeff, SSE

selesai

Gambar 7: Flowchart Curve Fitting

Gambar 7: Flowchart Bode Plot

5. Analisis Pada penentuan hasil dari tiga hukum fisika dasar (Hukum Hooke, Hukum

Newton, dan Difraksi Bragg), SCILAB memberikan hasil kalkulasi yang mana di dalam program yang dibuat terdapat proses looping. Maka hasil grafiknya merupakan hasil looping dari variablevariable yang digunakan. Curve fitting merupakan salah satu fitur yang ada pada SCILAB. Pada curve fitting ini digunakan pendekatan regresi mengenai hasil dari percobaan yang telah dijabarkan pada tabel 1. Pada curve fitting, SCILAB melakukan tebakan terhadap koefisien-koefisien yang belum diketahui nilainya. Sehingga pada akhirnya nilai koefisien awal akan berubah menjadi nilai dari koefisien sessungguhnya dari persamaan yang diberikan. Koefisien tersebut merupakan hasil regresi. Pada ploting bode, melakukan proses penggambaran rangkaian tapis lolos rendah. Dimana cara perhitungannya sudah disediakan oleh fitur program yang ada pada SCILAB. 6. Kesimpulan SCILAB adalah salah satu program yang dibuat untuk memecahkan masalahmasalah numerical yang berhubungan dengan engineering dan aplikasi dari science itu sendiri. Dengan adanya SCILAB ini, memudahkan para pengguna untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan science. Fitur-fitur yang disediakan SCILAB membantu pengguna dalam memecahkan masalah-masalah numerical computation, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih ringan. Selain itu juga SCILAB dilengkapi dengan kemampuan untuk menggambarkan grafik pada fungsi persamaan yang telah dibuat. Juga ada fungsi curve fitting yang memudahkan para pengguna untuk melakukan regresi linier dari data yang ada. 7. Referensi [1] Tipler A. Paul. 1996. Fisika : untuk sains dan Teknik jilid II. Jakarta: Penerbit Erlangga. [2] Sutrisno. 1988. Elektronika : Teori Dasar dan Penerapannya jilid I. Bandung : Penerbit ITB