Anda di halaman 1dari 4

1.

IKAN PAUS Habitatnya : Paus atau lodan (khusus yang bergigi dan bukan berukuran kecil) adalah sekelompok mamalia yang hidup di lautan. Sebutan "paus" diberikan pada anggota bangsa Cetacea yang berukuran besar. Reproduksi : Siklus reproduksi ikan berhubungan erat dengan perkembangan gonad, terutama ikan betina. Secara umum tahap-tahap perkembangan gonad ikan jantan adalah spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder spermatid, metamorfose dan spermatozoa. Volume gonad ikan jantan bisa mencapai 5% dari bobot total tubuhnya. Sedangkan tahap perkembangan ikan betina meliputi oogonia, oosit primer, oosit sekunder dan ova atau telur. Karena siklus reproduksi terkait erat dengan perkembangan gonad ikan betina, maka pembahasan tentang siklus reproduksi lebih ditekankan pada kematangan gonad ikan betina dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Perkimpoian dimulai di akhir musim gugur, dan berlanjut sampai akhir musim dingin. Sedikit diketahui tentang perilaku perkimpoiannya. Betina secara khas melahirkan sekali setiap dua hingga tiga tahun saat awal musim dingin setelah periode kehamilan 10 hingga 12 bulan. Massa anak sekitar 2500 kg (2,5 ton) dan panjangnya sekitar 7 m. Anak Paus Biru minum 350570 liter susu setiap hari. Proses penyapihan berlangsung sekitar 6 7 bln dengan berat sekitar 23 ton dan panjang 14 m. Kematangan seksual secara khusus mencapai 8 hingga 10 thn dengan waktu dimana jantan telah mencapai panjang 20 m (atau lebih di Selatan). Betina masih lebih besar, mencapai kematangan seksual saat sekitar usia lima tahun, dengan panjang telah mencapai 21 m. Cara Makannya : Paus makan hampir secara khusus adalah krill, meskipun mereka juga makan sejumlah kecil copepoda. Spesies zooplankton ini dimakan oleh berbagai Paus Biru dari satu samudra ke samudra lain. Paus-paus tersebut selalu makan dalam daerah yang memiliki krill yang banyak, yang kadang-kadang makan antara 2000-4100 kg krill dalam satu hari. Ini berarti bahwa mereka secara khusus makan pada kedalaman lebih dari 100 m sepanjang hari, dan hanya makan di permukaan saat malam. Waktu menyelam sekitar 10 menit ketika makan, walau menyelam lebih dari 20 menit merupakan hal biasa. Rekaman penyelaman terlama adalah 36 menit. Paus ini makan dengan paru2 tepat pada segerombolan krill, mengangkut hewan tersebut dan sejumlah besar air dalam mulutnya. Air tersebut kemudian didorong keluar hingga lempeng balin oleh tekanan dari dari kantung sirip dan lidah. Sekali mulutnya bersih dari air, sisa krill, tidak dapat melewati menembus lempeng, lalu ditelan. Paus Biru juga secara kebetulan mengkonsumsi ikan kecil, crustacea dan cumi-cumi yang tertangkap dengan krill. Sistem Respirasinya / Eksresi : Mamalia perlu bernapas dengan teratur, karenanya air bukan lingkungan yang tepat bagi mereka. Namun sebagai mamalia laut, paus mengatasi masalah ini dengan sistem pernapasan yang jauh lebih efisien dibandingkan kebanyakan hewan darat. Paus mengembuskan napas dengan mengeluarkan 90% udara yang dipakainya. Jadi paus hanya perlu bernapas sekali-sekali. Pada saat yang sama, zat pekat yang dimilikinya yang disebut "mioglobin" membantunya menyimpan oksigen dalam otot. Dengan bantuan sistem ini, paus gin-back, misalnya, dapat menyelam hingga kedalaman 500 meter dan berenang selama 40 menit tanpa bernapas sama sekali.idak seperti mamalia darat, lubang hidung paus terletak di punggungnya agar ia mudah bernapas. http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_biru http://artikelindonesia.com/ikan-paus-hewan-terbesar-di-dunia-ini-yang-masih-hidup.html http://karmelreinnamah.blogspot.com/2010/04/siklus-reproduksi-ikan-paus-feromon-sex.html http://chaharkudo.blogspot.com/2010/07/sistem-pernafasan-ikan.html

2. IKAN LUMBA LUMBA Habitatnya : Satwa lumba-lumba ini bisa dijumpai diseluruh perairan laut didunia, diperairan laut sebagian mereka menyukai hidup di perairan pantai (coastal) dan sebagian lagi dilaut bebas (oseanik). Banyak diantaranya lumba-lumba yang hidup diperairan pantai dan dijumpai di Sungai Mahakam, mereka juga banyak dijumpai diteluk Kendawangan (Kalimantan Barat), Teluk Kumai (Kalimantan Tengah) maupun di laguna Segara Anakan (Jawa Tengah). Diperairan Indonesia banyak jenis lumba-lumba dan paus dijumpai diperairan Indonesia Timur seperti Laut Sawu Maluku dan Papua. Reproduksi : Masa bunting setiap jenis Lumba-lumba berbeda antara 10-12 bulan. Bayi lumba-lumba yang baru lahir memiliki panjang tubuh antara 75-120 cm. Makanan lumba-lumba adalah jenis-jenis ikan kecil mereka bisa memakan 6-10 kg disetiap harinya. Lumba-lumba memiliki penglihatan indra penciuman yang buruk sehingga kurang mendukung aktifitasnya. Bayi lumba-lumba (juga disebut calf) lahir setelah masa hamil 11-12 bulan. Sekitar usia 12 tahun, lumba-lumba jantan akan mencari pasangan untuk berkembang biak. Mereka terkadang terlibat dalam tindakan agresi sebagai bentuk persaingan memperebutkan betina. Musim kawin biasanya terjadi selama musim semi. Lumba-lumba akan menjajaki masa perkenalan dengan pasangan selama berhari-hari. Pada masa ini, pasangan akan terlihat selalu berenang bersama dan saling membelai dengan sirip mereka. Proses kawin berlangsung sangat cepat, biasanya dalam hitungan detik. Tidak seperti mamalia darat, proses kelahiran lumba-lumba dimulai dengan ekor keluar terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan jika kepala yang keluar pertama, tidak akan cukup waktu untuk sang bayi mencapai permukaan untuk bernapas. Proses kelahiran lumba-lumba memakan waktu sekitar 3 jam, dan selama proses ini akan ada darah, yang akan memancing pemangsa seperti hiu untuk mendekat. Untuk melindungi induk lumba-lumba saat melahirkan, lumba-lumba lain dalam kelompok akan membentuk lingkaran di sekelilingnya. Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibantu oleh sang induk dibawa ke permukaan agar bisa menghirup udara. Lumbalumba betina biasanya akan melahirkan sekitar setiap 4 atau 5 tahun. Mereka memilih merawat anak-anaknya terlebih dahulu hingga cukup mandiri, sebelum mengandung anak berikutnya. Seekor lumba-lumba mampu memiliki hingga 11 anak dalam seumur hidup mereka, dan masih dapat kawin hingga usia di atas 40 tahun. Harapan hidup lumba-lumba jantan adalah 40 tahun, dan 50 tahun untuk betina. Cara Makannya : Ikan dan cumi-cumi adalah makanan utama lumba lumba. Lumba-lumba terkenal senang berburu dalam kelompok dengan cara menggembala makanannya (ikan) membentuk bola umpan sebelum dieksekusi. Sistem Respirasinya / Eksresi : Sistem pernafasan lumba-lumba juga mirip dengan manusia. Namun letak lubang hidungnya tidak di tengah-tengah wajahnya, tapi di bagian atas kepalanya. Seperti manusia, sebelum menyelam, lumba-lumba mengirup udara dan menahannya di dalam paru-paru. Saat mereka muncul dari kedalaman air, beberapa meter sebelum mencapai permukaan, mereka akan menghembuskan udara dengan kuat melalui lubang udara mereka. Mamalia berdarah panas. Ini berarti bahwa pada kondisi normal suhu tubuhnya selalu konstan, karena termostat alami di dalam tubuh terus mengatur suhu tubuh. Namun saat hibernasi, suhu tubuh mamalia kecil seperti tupai, dari suhu normal 40 derajat turun sampai sedikit saja di atas titik beku, seolah-olah diatur oleh sebuah kunci. Metabolisme tubuhnya menjadi sangat lambat. Hewan ini bernapas sangat lambat, dan denyut jantungnya turun dari kondisi normal 300 kali per menit menjadi 7-10 kali per menit. Refleks tubuhnya berhenti dan aktivitas listrik dalam otaknya melambat hampir tidak terdeteksi. http://adearisandi.wordpress.com/2011/08/10/siklus-hidup-lumba-lumba/ http://www.profauna.org/suarasatwa/id/2008/01/mengenal_jenis_lumnbalumba_indonesia.html#morfologi-anatomi http://id.wikipedia.org/wiki/Lumba-lumba

3. IKAN HIU

Habitatnya : Habitat Ikan hiu umumnya adalah di laut. Hiu umumnya ditemukan di perairan dalam berkarang dengan dasar yang tidak terlalu terjal. Reproduksi : Perkawinan terjadi biasanya pada musim panas. Setelah mengandung selama satu tahun, hiu banteng melahirkan hingga 13 anak (mereka vivipar). Anak mereka memiliki panjang kira-kira 70 cm saat dilahirkan dan menjadi dewasa setelah berumur 10 tahun. Semua ikan kawin secara external dan semuanya berkembang biak dg bertelur atau ovipar. Namun hiu dan pari berbeda. Hiu dan pari jantan memiliki organ kopulasi yg disebut clasper, organ ini mirip semacam penis yg dimiliki manusia. Clasper ini ada sepasang yg berada di belakang sirip perutnya. Hiu berkembang biak ada secara bertelur (ovipar), melahirkan (vivipar), dan ovovivipar, yg berarti telur dierami di dalam tubuh hiu. Hiu lainnya berbiak secara melahirkan (vivivpar). Hiu pada umumnya adalah hewan ovovivipar. Makanan : Makanan hiu bervariasi meliputi ikan, hiu lain, ikan pari, lumba-lumba, penyu, burung, kerang, echinodermata, udang-udangan, bahkan mammalia darat. Sistem Respirasi/Eksresi : Ikan, hiu bernapas dengan insang. Insang ikan tersembunyi dan sulit untuk dapat dilihat, namun insang hiu akan terlihat jelas dalam bentuk goresan-goresan atau disebut juga celah insang. Insang hiu terdapat lima, enam atau tujuh celah insang. Hiu juga memiliki lubang tepat di belakang matanya yang disebut spirakel. Spirakel membantu asupan air selama respirasi dan terutama sangat berfungsi pada saat hiu berada di dasar laut. http://desnaikhsandra.blogspot.com/2011/01/mengapa-hiu-dan-pari-berbeda-dengan.html http://www.geocities.ws/sharkinlombok/article.htm http://www.anneahira.com/ikan/ikan-hiu.htm http://id.wikipedia.org/wiki/Hiu http://id.wikipedia.org/wiki/Hiu_banteng 4. IKAN PARI Habitatnya : Manta dapat ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia - kurang lebih antara 35o lintang utara hingga 35o lintang selatan. Persebarannya yang luas dan penampilannya yang unik menyebabkan ikan ini memiliki banyak nama mulai dari "manta Pasifik", "manta Atlantik", "devil fish", hingga "sea devil". Di Indonesia sendiri, pari manta memiliki aneka nama lokal seperti cawang kalung, plampangan, serta pari kerbau (mungkin karena bagian tubuh mirip tanduk di kepalanya sehingga ia dianggap mirip dengan kerbau). Reproduksi : Di musim kawin, sejumlah besar manta akan berkumpul untuk mencari pasangan kawin. Beberapa manta jantan bisa saling bersaing untuk mendapatkan manta betina pasangannya. Manta jantan yang berhasil mendapatkan manta betina akan berpegangan pada sirip pasangannya menggunakan giginya dan merapatkan perutnya, lalu memulai perkawinan dengan cara memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang kelamin betina. Perkawinan berlangsung selama kurang lebih 90 detik. Pari manta adalah ovovivipar di mana telur menetas saat masih berada di dalam tubuh induknya. Seekor manta betina bisa membawa 2 bayi manta sekaligus dalam tubuhnya. Periode "kehamilan" manta sendiri belum diketahui secara pasti, namun kemungkinan bisa berlangsung antara 9-12 bulan. Bayi manta yang baru menetas lalu keluar dari tubuh induknya dengan kondisi sirip yang masih terlipat. Bayi manta mulai aktif segera setelah ia mengembangkan siripnya dan bisa langsung mulai berenang. Seekor bayi manta yang baru lahir diketahui bisa berukuran selebar 1,2 meter dan seberat 45 kg. Bayi manta bisa tumbuh sangat cepat karena dalam waktu satu tahun, lebar tubuh mereka sudah mencapai hampir 2 kali lebarnya saat pertama kali lahir. Usia maksimal pari manta sendiri yang diketahui mencapai 20 tahun. Makanan : Manta dikenal sebagai salah satu ikan besar yang memakan plankton (filter feeder). Ia makan dengan cara membuka mulutnya sambil berenang sehingga plankton yang berada dalam

air masuk ke dalam mulutnya. Ia juga bisa menggunakan sepasang sirip kepalanya yang mirip tanduk itu untuk mengarahkan plankton agar masuk ke mulutnya. Dengan cara ini ia dianggap berburu secara pasif karena ia tidak mengejar mangsanya untuk makan. Manta juga diketahui memakan hewan-hewan kecil seperti udang dan anak ikan. Sistem Respirasi/Eksresi : Pari manta adalah hewan yang secara umum memiliki perilaku yang tenang. Ia juga menunjukkan perilaku bersahabat dengan para penyelam sehingga penyelam yang kebetulan berada di dekatnya bisa memegang dan bahkan menungganginya. Ia juga biasa terlihat di dekat permukaan laut dan di sekitar terumbu karang. Pari manta bisa dijumpai dalam jumlah cukup besar di wilayah-wilayah yang kaya akan plankton, namun pari manta diketahui tidak menunjukkan tanda-tanda interaksi sosial satu sama lain maupun membentuk kelompok. Ikan pari bernapas dengan insang. Insang ikan tersembunyi dan sulit untuk dapat dilihat, namun insang pari akan terlihat jelas dalam bentuk goresan-goresan atau disebut juga celah insang. Pari juga memiliki lubang tepat di belakang matanya yang disebut spirakel. Spirakel membantu asupan air selama respirasi dan terutama sangat berfungsi pada saat pari berada di dasar laut. http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_IX_ANIMALIA http://desnaikhsandra.blogspot.com/2011/01/mengapa-hiu-dan-pari-berbeda-dengan.html http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_pari_manta