Anda di halaman 1dari 2

1. Kinin adalah salah satu polipeptida struktural terkait, seperti bradikinin dan kallikrein.

Mereka adalah anggota keluarga autacoid. Mereka bertindak secara lokal untuk menginduksi vasodilatasi dan kontraksi otot polos Ini adalah komponen dari sistem kinin-kallikrein. Prekursor mereka kininogen. Dalam botani, tanaman hormon sitokinin pertama kali disebut kinins, namun nama ini diubah untuk menghindari kebingungan Aspirin menghambat aktivasi kallenogen dengan mengganggu pembentukan enzim kallikrien yang penting dalam proses aktivasi. 2. Anafilatoksin (bahasa Inggris: anaphylatoxin) adalah fragmen protein yang terbentuk saat sistem komplemen teraktivasi dan terdiri dari C3a, C4a, C5a.Anafilatoksin mampu memicu degranulasi pada sel endotelial, mastosit dan fagosit, yang lebih lanjut memicu responperadangan. Ketika proses degranulasi tersebut begitu kuat, ia akan menyebabkan sindrom shock-like yang mirip dengan reaksi alergi. Secara indirek, anafilatoksin turut memicu:

kontraksi otot halus, seperti bronkospasm meningkatkan permeabilitas pada pembuluh darah kapiler kemotaksis

C3a dan C5a merupakan polipeptida yang berfungsi layaknya sitokina yang hanya dilepaskan pada area peradangan. Eksperimen Cloning blot dan Northern blot menunjukkan bahwa pencerap keduanya, C3aR dan C5aR, dimiliki oleh sel mieloid dan sel non-mieloid seperti sel endotelial dan sel epitelial,[2] termasuk sel T CD3, sel T CD4[3] dan sel T CD8.[4]

Pada percobaan dengan model sel endotelial pada tali pusar (HUVEC), C3a dan C5a memicu kenaikan IL-8, IL-1, RANTES mRNA, dan menurunkan rasio IL-6 mRNA, serta mengaktivasi lintasan MAPK. Banyaknya sel T dengan pencerap C5aR yang bermukim pada sistem saraf pusat menunjukkan sindrom EAE (bahasa Inggris: allergic encephalomyelitis).

4. Deskripsi sitolisis : si.to.li.sis [n Dok] perusakan atau pelarutan sel hidup 5. Definisi Imunitas reaksi tubuh thd masuknya substansi asing

Anda mungkin juga menyukai