Anda di halaman 1dari 14

Mari Belajar

Di era yang serba sulit ini marilah kita banyak- banya belajar...
Kamis, 2008 Februari 21
PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK SISTEM PERIODIK PANJANG DAN SIFAT-SIFAT
PERIODIK UNSUR DALAM KIMIA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Ketika unsur yang di kenal sudah banyak, para ahli berupaya membuat pengelompokan
sehingga unsur-unsur tersebut tertata dengan baik. Puncak dari usaha-usaha tersebut adalah
terciptanya suatu daftar yang mengandung sistem periodik unsur-unsur. Sistem periodik ini
mengandung banyak informasi mengenai sifat-sifat unsur sehingga membantu kita dalam
mempelajari unsur-unsur yang kini jumlahnya tak kurang dari 114 unsur.

Latar belakang pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan tabel
periodik unsur serta mempelajari sifat-sifat unsur periodik tersebut.

Kajian Teori

Hingga akhir abad 18, hanya di kenal penggolongan unsur atas logam dan non logam. Sekitar 20
jenis unsur yang di kenal pada masa itu tampak mempunyai sifat yang berbeda satu sama
lainnya. Suatu perkembangan baru terjadi pada awal abad 20, yaitu ketika John Dalton
mengemukakan tentang teori atomnya. Menurut Dalton, setiap unsur mempunyai atom-atom
dengan sifat-sifat tertentu yang berbeda dari atom unsur lainya.

Atom mempunyai massa yang amat kecil. Para ahli pada masa itu menggunakan massa atom
relatif. Yaitu perbandingan masa antar atom yang satu terhadap yang lainya. Metode penentuan
massa atom relatif di kemukakkan oleh Berzeluis ( 1814 ) dari Swedia dan P. Dulong dan A.Petit (
1819 ), keduanya dari Perancis. Berzelius, P. Dulong dan A. petit menemukan massa atom relatif
berdasarkan kalor jenis unsur.

Penyusunan sistem periodik unsur telah mengalami banyak penyempurnaan mulai dari Antoine
Laoivisier, J.W. Dabereiner, J. New Lands, Dimitri Mende Leev, Henry Moseley.

Permasalahan

Berdasarkan kajian teori yangtelah dijabarkan, penulis membatasi permasalahan pada :

Bagaimana Sejarah perkembangan Sistem Periodik Unsur?

Apa saja sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik sistem periode panjang?
Rumusan Masalah

Sebelum diketemukan tabel periodik sistem periode panjang oleh Henry Moseley, pada tahun
1789 Antonie lavosier telah mengelompokkan 33 unsur yang telah ada pada masanya
berdasarkan sifat kimianya. Setelah diketemukan massa atom relatif yang merupakan sifat
penting unsur, tahun 1829 J. W. Dobereiner pengelompokkan unsur berdasar kemiripan sifat, dan
menurutnya unsure-unsur dapat dikelompokkan ke dalam kelompok 3 unsur yang disebut triade.
Pada tahun 1864, A. R. Newslands menyusun unsur berdasar kenaikan massa atom relatifnya.
Pada tahun 1869. Dimitri Ivanovich Mendeleev menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah
fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Pada tahun 1913, Henry G. Moseley menemukan
bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya dan sistem periodik Henry
G. Moseleylah yang kemudian disebut sistem periodik & bentuk panjang.

Sifat-sifat periodik unsur terdiri atas jari-jari atom, energi ionisasi, kelektromagnetikan, sifat
logam, kereaktifan dan afinitas elektron.

BAB II

PEMBAHASAN

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Penyusunan sistem periodik unsur telah mengalami banyak penyempurnaan. Mulai dari Antoine
Lavosier, J. Newslands, O. Mendeleev hingga Henry Moseley.

Pengelompokan Unsur Menurut Lavoisier

Pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia. Pengelompokan unsur tersebut
berdasarka sifat kimianya. Unsur-unsur kimia di bagi menjadi empat kelompok. Yaitu gas, tanah,
logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum karena ternyata dalam kelompok
unsur logam masih terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat berbeda.

Unsur gas yang di kelompokan oleh Lavoisier adalah cahaya, kalor, oksigen, azote ( nitrogen ),
dan hidrogen. Unsur-unsur yang etrgolong logam adalah sulfur, fosfor, karbon, asam klorida,
asam flourida, dan asam borak. Adapun unsur-unsur logam adalah antimon,perak, arsenik,
bismuth. Kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa, molibdenum, nikel, emas, platina, tobel,
tungsten, dan seng. Adapun yang tergolong unsur tanah adalah kapur, magnesium oksida,
barium oksida, aluminium oksida, dan silikon oksida.

Kelemahan dari teori Lavoisior : Penglompokan masih terlalu umum

kelebihan dari teori Lavoisior : Sudah mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarka sifat kimia
sehingga bisa di jadikan referensi bagi ilmuan-ilmuan setelahnya.
Pengelompokan unsur menurut J.W. Dobereiner

Pada tahun 1829, J.W. Dobereiner seorang profesor kimia dari Jerman mengelompokan unsur-
unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya.

Ia mengemukakan bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan masa rata-rata dari
dua unsur lain yang mirip dengan strantium, yaitu kalsiium dan barium. Dobereiner juga
mengemukakan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Unsur pembentuk garam dan massa
atomnya, yaitu c1 = 35,5 Br = 80, dsn I = 127. unsur pembentuk alkali dan massa atomnya. Yaitu
Li = 7, Na = 23dan K = 39.

Dari pengelompokan unsur-unsur tersebut, terdapat suatu keteraturan. Setiap tiga unsur yang
sifatnya mirip massa atom ( A r ) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata
dari massa atom unsur pertama dan ketiga.

Oleh karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat di kelompokan ke
dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang di sebut triade.

Triade

Ar
Rata-Rata A r unsur pertama dan ketiga

Kalsium

Stronsium

Bariuim
40

88

137

(40 + 137) = 88,

Kelemahan dari teori ini adalah pengelompokan unsur ini kurang efisian dengan adanya
beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triad padahal sifatnya sama dengan
unsur dalam kelompok triefd tersebut.

Kelebihan dari teori ini adalah adanya keteraturan setiap unsure yang sifatnya mirip massa Atom
(Ar) unsure yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata di massa atom unsure
pertama dan ketiga.

Hukum Oktaf Newlands

J. Newlands merupakan orang pertama yang mengelompokan unsur-unsur berdasarkan


kenaikan massa atom relatif. Newlands mengumumkan penemuanya yang di sebut hukum oktaf.

Ia menyatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah secara teratur.. Unsur pertama mirip dengan
unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Daftar unsur
yang disusun oleh Newlands berdasarkan hukum oktaf diberikan pada tabel 1.1

Di sebut hokum Oktaf karena beliau mendapati bahwa sifat-sifat yang sama berulang pada setiap
unsure ke delapan dalam susunan selanjutnya dan pola ini menyurapi oktaf music.

Tabel 1.1 Daftar oktaf Newlands

H
Li
Be
B
C
N
O

F
Na
MG
Al
Si
P
S

Cl
K
Ca
Ti
Cr
Mn
Fe

Co&Nl
Cu
Zn
Y
ln
As
Se

Br
Cu
Sr
Sr
Zr
Bi & Mo
Po & Ru

Hukum oktaf newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, teryata
kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Ti mempunya sifat yang cukup berbeda dengan Al
maupun B.

Kelemahan dari teori ini adalah dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang
isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa
atomnya sangat besar.

Sistem periodik Mendeleev

Pada tahun 1869 seorang sarjana asal rusia bernama Dmitri Ivanovich mendeleev, berdasarkan
pengamata terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyimpulkan bahwa sifat-sifat
unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya, jika unsur-unsur disusunmenurut
kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev
menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang
disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa
atom relatifnya, disebut priode daftar periodik Mendeleev yang dipublikasikan tahun 1872 di
perlihatkan pada table dibawah ini :

Gambar 1.2 Sistem Periodik Mendeleev yang di umumkan tahun 1872

Sebagaimana dapat dilihat pada gambar di atas, Mendeleev mengkosongkan beberapa tempat.
Hal itu dilakukan untuk menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Sebagai contoh, Mendelev
menempatkan Ti (Ar = 48 ) pada golongan IV dan membiarkan golongan III kosong karena Ti
lebih mirip dengan C dan Si, dari pada dengan B dan Al. Mendeleev meramalkan dari sifat unsur
yang belum di kenal itu. Perkiraan tersebut didasarkan pada sifat unsurlain yang sudah dikenal,
yang letaknya berdampingan baik secara mendatar maupun secara tegak. Ketika unsur yang
diramalkan itu ditemukan, teryata sifatnya sangat sesuai dengan ramalan mendeleev. Salah satu
contoh adalah germanium ( Ge ) yang ditemukan pada tahun 1886, yang oleh Mendeleev
dinamai ekasilikon.

Kelemahan dari teori ini adalah masih terdapat unsur-unsur yang massanya lebih besar letaknya
di depan unsur yang massanya lebih kecil. Co : Telurium (te) = 128 di kiriIodin (I)= 127. hal ini
dikarenakan unsur yang mempunyai kemirpan sifat diletakkan dalam satu golongan. Kelemahan
dari teori ini adalah pemebetulan massa atom. Sebelumnya massa atom. Sebelumnya massa
atom In = 76 menjadi 113. selain itu Be, dari 13,5 menjadi 9. U dari 120 menjadi 240 . selain itu
kelebihannya adalah peramalan unsur baru yakni meramalkan unsur beseerta sifat-sifatnya.

Sistem Periodik Modern dari Henry G. Moseley

Pada awal abad 20, pengetahuan kita terhadap atom mengalami perkembangan yang sangat
mendasar. Para ahli menemukan bahwa atom bukanlah suatu partikel yang tak terbagi melainkan
terdiri dari partikel yang lebih kecil yang di sebut partikel dasar atau partikel subatom. Kini atom di
yakini terdiri atas tiga jenis partikel dasar yaitu proton, elektron, dan neuron. Jumlah proton
merupakan sifat khas dari unsur, artinya setiap unsur mempunyai jumlah proton tertentu yang
berbeda dari unsur lainya. Jumlah proton dalam satu atom ini disebut nomor atom. pada 1913,
seorang kimiawan inggris bernama Henry Moseley melakukan eksperimen pengukuran panjang
gelombang unsur menggunakan sinar-X.

Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperolehkesimpulan bahwasifat dasar atom bukan


didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Ha tersebut
diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki jumlah
proton sama atau disebut isotop.

Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nonor atom unsur tersebut. Pengelompokan
unsur-unsur sisitem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendeleev,
yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang.

Sistem periodik modern disusun berdasarkan kebaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajur-
lajur horizontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom ; sedangkan
lajur-lajur vertikal, yang disebut golongan, disusun berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik
modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan dibagi lagi menjadi 8 golongan A(
IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB).

Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut golongan


transisi. Golongan-golongan juga dapat ditandai dengn bilangan 1 sampai dengan 18 secara
berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini maka unsur transisi terletak pada golongan 3
sampai golongan 12. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-masing 14 unsur yang disebut
unsur-unsur transisi dalam, yaitu unsur-unsur antanida dan aktinida. Unsur-unsur transisi dalam
semua termasuk golongan IIIB. Unsur-unsur lantanida pada periode 6 golongan IIIB, dan unsur-
unsur aktinida pada periode 7 golongan IIIB. Penempatan unsur-unsur tersebut di bagian bawah
tabel periodik adalah untuk alasan teknis, sehingga daftr tidak terlalu panjang.

System periodic modern dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan kenaikan nomor atom (periode)
berdasarkan kemiripan sifat (golongan berikut dijelaskan

Golongan

Golongan di tempatkan pada lajur vertikal dalam sistem periodik modern. Penentuan golongan
berkaitan dengan sifat-sifat yang dimiliki unsur tersebut. Unsur-unsur dalam satu golongan
memiliki sifat-sifat yang mirip. Beberapa golongan diberi nama khusus, yaitu :

Golongan IA ( kecuali H ) disebut golongan alkali;

Golongan IIA disebut golongan alkali tanah;

Golongan VIIIA disebut golongan halogen;

Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia;

Golongan IIIA, IV, VA, dan VIA desebut sesuai dengan unsur yang terdapat dalam golongan
tersebut, yaitu :

Golongan IIIA disebut golongan baron aluminium;


Golongan IVA disebut golongan karbon-silikon;

Golongan VA disebut golongan nitrogen-fosforus;

Golongan VIA disebut golongan oksigen-belerang;

Golongan IB sampai dengan VIIIB disebut golongan golongan transisi

Periode

Periode ditempatkan pada lajur horizontal dalam sistem periodik modern. Periode suatu unsur
menunjukan suatu nomor kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) berdasarkan konfigurasi
elektron. Konfiguration electron adalah persebaran electron dalam kulit-kulit atomnya.

Dalam sistem periodik modern terdapat 7 periode, yaitu :

periode ke-1: terdiri atas 2 unsur;

periode ke-2: terdiri atas 8 unsur;

periode ke-3: terdiri atas 8 unsur;

periode ke-4: terdiri atas 18 unsur;

periode ke-5: terdiri atas 18 unsur;

periode ke-6: terdiri atas 32 unsur yaitu, 18 unsur seperti pada periode 4 atau ke-5, dan 14 unsur
lagi merupakan deret lantanida; dan periode ke-7: merupakan periode unsur yang belum
lengkap. Pada periode ini terdapat deret aktinida.

Sifat-sifat periodik unsur

Sifat-sifat periodik unsur adalah sifat-sifat yang ada hubunganya dengan letak unsur pada sistem
periodik. Sifat-sifat tersebut berubah dan berulang secara periodik sesuai dengan perubahan
nomor atom dan konfigurasi elektron.

Beberapa sifat periodik, antara lain:

Jari-jari atom 4. Sifat logam 7. Afinitas elektron

Energi ionisasi 5. Kereaktifan

keelektronegatifan.

Jari-jari atom

Jari-jari atom merupakan jarak elaktron terluar ke inti atom dan menunjukan ukuran suatu atom.
Jari-jari atom

sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar
dua atom yang berikatan sesamanya.

Dalam suatu golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi
karena semakin ke atas, kulit elektron semakin kecil. Dalam suatu periode, semakin ke kanan
jari-jari atom cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke kanan jumlah proton dan
jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit terluar yang terisi elekteron tetap sama
sehingga tarikan inti terhadap elektron terluar semakin kuat.

Energi ionisasi

Jika dalam suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit yang mantab, elektron ini cenderung
mudah lepas supaya mempunyai konfigurasi seperti gas mulia. Namun, untuk melepaskan
elektron dari suatu atom dperlukan energi. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron
dari suatu atom di namakan energi ionisasi. Dalam suatu periode semakin banyak elektron dan
proton gaya tarik menarik elektron terluar dengan inti semakin besar (jari-jari kecil) Akibatnya,
elektron sukar lepas sehingga energi untuk melepas elektron semakin besar. Hal ini berarti energi
ionisasi besar.

Jika jumlah elektronnya sedikit, gaya tarik menarik elektron dengan inti lebih kecil (jari-jarinya
semakain besar). Akibatnya, energi untuk melepaskan elektron terluar relatif lebih kecil berarti
energi ionisasi kecil.

Unsur-unsur yang segolongan : energi ionisasi makin ke bawah makin kecil, karena elektron
terluar akin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah di
lepaskan.

Unsur-unsur yan seperiode : energi ionisai pada umumnya makin ke kanan makin besar, karena
makin ke kanan gaya tarik inti makin kuat.

Kekecualian :

Unsur-unsur golongan II A memiliki energi ionisasi yang lebih besar dari pada golongan III A, dan
energi ionisasi golongan V A lebih besar dari pada golongan VI A.

Keelektronegatifan

Kelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain. Faktor
yang mempengaruhi keelektronegatifan adalah gaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari
atom.

Harga keelektronegatifan bersifat relatif (berupa perbandingan suatu atom yag lain).

Unsur-unsur yang segolongan : keelktronegatifan makin ke bawah makin kecil, karena gaya taik-
menarik inti makin lemah. Unsur-unsur bagian bawah dalam sistem periodik cenderung
melepaskan elektron.

Unsur-unsur yang seperiode : keelektronegatifan makin kekanan makin besar.keelektronegatifan


terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga
kelektronegatifan terbesar terdapat pada flour (F) yakni 4,0, dan harga terkecil terdapat pada
fransium (Fr) yakni 0,7.

Harga keelektronegatifan penting untuk menentukan bilangan oksidasi ( biloks ) unsur dalam sutu
senyawa. Jika harga kelektronegatifan besar, berati unsur yang bersangkutan cenderung
menerim elektron dan membentuk bilangan oksidasi negatif. Jika harga keelektronegatifan kecil,
unsur cenderung melepaskan elektron dan membentuk bilangan oksidasi positif. Jumlah atom
yang diikat bergantung pada elektron valensinya.
Tabel 1.2
Atom Penyusun
Harga Keelektronegatifan
Biloks (+)
Biloks (-)
Senyawa

H dan CL
H <>
H
CI
HCl

H dan Na
Na <>
Na
H
NaH

H dan O
H<>
CI
O
H2O

CI dan O
CI <>
CL
O
Cl2O

Cl2O3

Cl2O5
Cl2O7

CI dan Na
Na <>
Na
CI
NaCl

F dan OCI dan Na

O
F
OF2

Sifat Logam

Sifat-sifat unsur logam yang spesifik, antara lain : mengkilap, menghantarkan panas dan listrik,
dapat ditempa menjadi lempengan tipis, serta dapat ditentangkan menjadi kawat / kabel panjang.
Sifat-sifat logam tersebut diatas yang membedakan dengan unsur-unsur bukan logam. Sifat-sifat
logam, dalam sistem periodik makin kebawah makin bertambah, dan makin ke kanan makin
berkurang.

Batas unsur-unsur logam yang terletak di sebelah kiri dengan batas unsur-unsur bukan logam di
sebelah kanan pada system periodic sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal.

Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan logam menunjukkan sifat
ganda.

Contoh :

Berilium dan Aluminium adalah logam yang memiliki beberapa sifat bukan logam. Hal ini disebut
unsur-unsur amfoter.

Baron dan Silikon adalah unsur bukan logam yang memiliki beberapa sifat logam. Hal ini disebut
unsur-unsur metalloid.

Kereaktifan

Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system periodik, makin ke bawah
makin reaktif, karena makin mudah melepaskan elektron. Unsur-unsur bukan logam pada sistem
periodik, makin ke bawah makin kurang reakatif, karena makin sukar menangkap electron.

Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron.
Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke kanan dalam
satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA.
Golongan VIIA tidak rekatif. Kecenderungan berbagai sifat periodik unsur-unsur periode ketiga
diberikan pada gambar di bawah ini

Afinitas Elektron

Afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang diserap apabila suatu atom menerima
elektron.

Jika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses penyerapan elektron itu disertai
pelepasan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negative. Akan tetapi jika ion
negative yang terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan elektron akan membutuhkan
energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif. Jadi, unsur yang mempunyai
afinitas elektron bertanda negatif mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron
daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negative nilai afinitas elektron
berarti makin besar kecenderungan menyerap elktron.

Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semkain kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron
semakin besar, maka atom semakin mudah menarik elektron dari luar sehingga afinitas elektron
semakin besar.

Pada satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom makin besar, sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron makin kecil, maka atom semakin sulit menarik elektron dari luar, sehingga
afinitas elektron semakin kecil.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Perkembangan Sisitem Periodik

Antonio Lavoisiser

Unsur-unsur kimia dikelompokan ke dalam empat golongan yaitu, gas, tanah, logam dan non
logam

J.W Dobereiber

unsur-unsur yang sifatnta sama dikelmompokan dalam suatu golongan setipa golongan memiliki
tiga unsur.

Jhon Newlands ( hukum oktaf )


Hukum iktaf Newlands menunjukna hubungan antara sifat-sifat unsur dengan nasa atom
relatifnya. Unsur-unsr disusun berdasarkan kenaikan masa atom relatif. Setiap unsur yang
kedelapan mengulang sifat unsur yang pertama.

Dimitri Mendeleev ( hulum mendeleev )

Sistem periodik mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatif dan kemiripan
sifat.Usur-unsur yang memiliki sifat-sifat yang sama dikelompokan dalam satu golongan.
Mendeleev menduga ada atom yang belum di temukan yang akan mengisi ruang-ruang kosong
yang disusunnya dugaan ini tebukti dengan di temukanya atom-atom yng memiliki sifat-sifat yang
mirip.

Hukum periodik Mendeleev : sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari masa atom
relatifnya

Henry moseley ( sistem periodik modern )

Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat kelompok
dalam satu golongan disusun dalam satu arah vertikal dan kelompok unsur dalam satu periode
disusun dalam arah horizontal.

Sifat-sifat periodik unsur

Sifat periodik adalah sifat-sifat unsur yang berubah secara beraturan seiring pertambahan nomor
atomnya.

Sifat-sifat yang tergolong sifat periodik unsur adalah jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas
elektron, keelektronegatifan, sifat logam, kereaktifan, titik leleh dan titik didih.

Jari-jari atom berkurang dari kiri ke kanan bertambah dari atas ke bawah.

Energi ionisasi cenderung bertambah dari kiri ke kanan, berkurang dari atas ke bawah.

Afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan, cenderung berkurang dari atas ke
bawah.

Keelegtronegatifan bertambah dari kiri ke kanan, berkurang dari atas ke bawah.

Sifat-sifat logam semakin kekanan semakin berkurang, makin ke bawah maka makin bertambah.

Kereaktifan makin ke bawah makin reaktif untuk unsur-unsur logam, sedangkan untuk unsur
bukan logam, makin ke bawah makin tinggi.

SARAN

Berdasarkan uaraian makalah, penyusun memberikan saran :

Untuk generasi muda saat ini, tingkatkan pengetahuan yang dimiliki dengan cara terus belajar
jangan anggap kimia sebagai ilmu yang sulit dan membosankan. Anggaplah kimia sebagai ilmu
yang menantang. Saat ini di alam hanya terdapat sejenis unsur. Namun, dengan seiring
kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli telah berhasil membuat bebrapa unsur baru. Kiat sebagai
generasi muda juga harus berusaha menemukn unsur-unsur baru untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang ini. Bagaimanapun, kimia tak pernah lepas dari
kehidupan kita sehari-hari.
DAFTAR PUSKTAKA

Kamajaya. 2004. Fisika untuk SMA Kelas II Jilid 3B. Bandung : Grafindo Media Pratama

Sutresno Nana. 2007. Cerdasa belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menengah Mdrasah Aliah.
Bandung : Grafindo Media Pratama.

Sitorus Ronald, dkk. 2005. Ringkasan Kimia untuk SMA/MA. Bandung : CV. Irama Widya.

Purba Michael. 2002. Kimia IA untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Maryanto, dkk. 2007. Panduan Soal-soal Aktif Proyeksi Prima. Solo : Tiara Prima Media.

Diposkan oleh dhikha di 2/21/2008 01:49:00 AM


Label: kimia
0 komentar:

Poskan Komentar
Link ke posting ini

Buat sebuah Link


Posting Lebih Baru
Posting Lama
Halaman Muka
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
SEMUA KUMPULAN MAKALAH
DOWNLOAD KUMPULAN MAKALAH Disini
5 bulan yang lalu
Baris Video
powered by

YUWIE PEMULA
yuwie pemula
Arsip Blog
Februari (8)
April (4)
Juni (4)
Juli (9)
Agustus (3)
Oktober (8)
November (3)
Free download Software
Chrome browser internet
convert PDF to word
Dhikha_Al Qur'an_demo.rar
Dhikha_Background maker.EXE
download 3gp pconverter
Download game cara cepat mengetik
download software Mp4 converter
download_gome_player
Flv player
Foxit reader
free download winrar
gome player ( ALL )
ARSIPKU
Adsense- (1)
Article in english (3)
Bloger (2)
cash88 (3)
cerpen (3)
Informasi (2)
kimia (1)
makalah (1)
Makalah komunikasi (5)
Politik (3)
Puisi (6)
syair cinta (1)
Tip Trik Yuwie (1)
YUWIE (6)

Free Download panduan / Tutorial


Cara Mendaftar Google Adsense
Download Now
Free Sign Up cash88.com
Tukar Link dan Promosi Website - Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website
indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang!
Tutorial Google Adsense
free download mp3
Download now
http://kharyanetpos.multiply.com/
Digitally Imported Radio