Anda di halaman 1dari 15

Kamera SLR (Single-Lens-Reflex) Definisi: Gambar yang dilihat dan diambil melalui satu lensa.

Istilah ini untuk membedakan dengan Rangefinder Camera (Penemu Jarak) yang membedakan lensa untuk pengamatan dengan lensa yang mengambil gambar.

Cara Kerja: Cahaya datang melalui lensa menuju cermin, kemudian oleh cermin dipantulkan melalui prisma bersisi lima ke viewfinder (lubang pengamat).

Ketika pengambilan gambar cermin akan terangkat secara otomatis sehingga antara lensa dan sensor tidak lagi terhalang oleh cermin; pada saat itulah gambar direkam oleh sensor atau film (saat proses perekaman gambar, lubang pengamat tertutup cermin dan fotografer tidak dapat mengamati gambar). Dengan SLR, gambar yang direkam sama dengan apa yang dilihat oleh pemotret di lubang pengamat

Skema Kerja Kamera SLR

Proses Melukis Gambar / Foto

LENSA Lensa pada kamera SLR dapat dilepas-tukar (fleksibilitas)

memotret benda yang jauh memotret benda yang sangat kecil Memotret dalam ruang sempit Mengoreksi distorsi perspektif control

: lensa tele : lensa makro : lensa sudut lebar : lensa perspective

Anatomi Lensa

Jenis-jenis Lensa

1. Fleksibilitas fixed lenses (panjang fokus tetap/tidak fleksibel) zoom lenses (panjang fokus dapat diubah-ubah/flesibel) 2. Sudut Pandang Lensa Fisheye 180 Super Wide Angle 110~ Wide Angle 50~110 Normal lenses 46. Tele 20~3. 3. Tujuan Khusus lensa makro/mikro lensa perspective control (PC). Variasi Sudut Lensa

PRINSIP DASAR FOTOGRAFI Fokus Secara teknis fokus adalah jarak antara objek dengan sensor (titik api). Secara praktis fokus adalah bagian gambar yang tajam

Photographic Triangle 1.Sensitivitas Sensor ISO (International Standard Organization) ASA (American Standard Association) Skala: 25 50 100 200 400 800 1600 3200 6400 2. Shutter Speed (kecepatan) Rentang waktu tirai terbuka sampai tertutup kembali.

(tirai: pintu kedap cahaya di badan kamera yang menghalangi cahaya jatuh ke sensor) Fungsi Mengatur lamanya waktu bagi cahaya untuk mengisi sensor/film. Banyaknya Jumlah cahaya yang masuk dapat diatur dengan mengatur cepat lambatnya shutter speed. Efek Freezing : membekukan gerakan (high speed) Bluring : efek gerakan (low speed) Skala: 30 15 8 4 2 1 2 4 8 15 30 60 125 250 500 1000 2000 4000

Aperture

Bilah tipis (semacam pintu) di tengah lensa yang ukurannya dapat diperkecil atau diperbesar. Fungsi Banyaknya cahaya yang masuk dapat diatur dengan mengatur besar kecilnya ukuran aperture. Efek Aperture besar ruang tajam sempit Aperture kecil ruang tajam luas Skala (dari besar ke kecil): 1.4 2 2.8 4 5.6 8 11 16 32 64 Aperture Besar (angka kecil) Lensa 70-200 mm f/2.8

135 mm f/8

135 mm f/11

Aperture Kecil f/16

Kelebihan & Kekurangan Kamera DSLR

Pada postingan sebelum nya saya sudah memberikan penjelasan tentang tips memilih antara kamera DSLR atau kamera kompak, maka di sini saya akan memberikan penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan kamera DSLR. Jika sobat belum membaca penjelasan tentang tips memilih antara kamera DSLR atau kamera kompak dan ingin membaca nya terlebih dahulu silahkan saja sobat lihat di sini. Kelebihan Kamera DSLR Kualitas Gambar Karena sensor DSLR lebih besar, kualitas tangkapan nya cenderung lebih bagus dibanding dengan kamera kompak. Fleksibel DSLR bisa dengan mudah berganti lensa sesuai kebutuhan. Kecepatan DSLR lebih cepat dalam soal kecepatan rana (kecepatan menagkap gambar), start up, dan juga shutter lag (jeda antara waktu menekan tombol bidik hingga gambar tersimpan). Viewfinder Optis Dengan viewfinder optis, apa yang terlihat di jendela bidik akan sesuai dengan hasil yang ter-rekam. Jangkauan ISO Lebar Setting ISO (tingkat kepekaan sensor pada cahaya) memiliki jangkauan lebih luas, sehingga lebih fleksibel memotret di segala kondisi bahkan di tempat yang minim cahaya sekalipun. Kontrol Manual Meski pada beberapa kamera kompak telah dilengkapi setelan manual untuk memotret, namun jumlah dan fleksibilitas nya lebih beragam di DSLR.

Nilai Kamera DSLR dipandang memiliki nilai leibih dari pada kamera kompak. Karena nya faktor kadaluarsa nya lebih panjang. Investasi pada lensa tidak akan basi karena bisa terus dipakai. Ruang Ketajaman Sering disebut depth of field. Dengan DSLR, ruang ketajaman obyek foto bisa diatur dengan leluasa. Dengan fitur ini sobat bisa membuat foto dengan objek yang tajam dan latar belakang buram. Kualitas Optik Kualitas lensa DSLR tentu saja lebih bagus dengan kamera saku. Selain itu, pilihan kualitasnya beragam, tergantung isi saku sobat. Kekurangan Kamera DSLR Harga Kamera DSLR memang lebih mahal dari pada kamera saku. Namun sekarang sudah ada kamera DSLR kelas entry level yang harga nya lebih terjangkau. Berbobot Ukuran dimensi nya tentu saja lebih besar dibandingkan kamera kompak. Mengambil nya dari tas membutuhkan waktu beberapa saat. Butuh Perawatan Kamera ini cenderung butuh perawatan ekstra. Ketika sobat mengganti-ganti lensa, ada kemungkinan debu dan kototran masuk ke sensor, sehingga sobat harus rajin membersihkan nya agar kamera tidak cepat rusak. Kompleks Pengelolaan dan pengesettan kamera DSLR memang lebih komplek, karena dirancang untuk pemotretan manual. Namun kini banyak kamera DSLR baru yang menyertakan fasilitas tambahanuntuk pengelolaan yang mudah dan otomatis di dalam nya. Membidik via Viewfinder Kebanyakan kamera DSLR tidak menyediakan fasilitas LCD untuk membidik obyek, seperti pada kamera saku. Namun beberapa kini, sudah menyediakan fasilitas ini lewat feature Live View.

Kelebihan & Kekurangan Kamera Pocket

Jumpa lagi sobat, pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit info tentang kelebihan dan kekurangan kamera kompak, pada postingan sebelum nya saya sudah memberikan info tentang kelebihan dan kekurangan kamera DSLR jika sobat belum membaca dan ingin membacanya terlebih dahulu silahkan baca di sini. Kelebihan Kamera Kompak

Ukuran & Bobot

Soal ukuran dan berat, kamera saku tentu saja lebih ergonomis. Gampang masuk ke kantong dan tas tangan.

Tidak Berisik

Proses kerja kamera saku cenderung halus, tidak berisik.

Modus Otomatis

Kamera saku dilengkapi banyak fasilitas pemotretan otomatis yang serba gampang. Beberapa kini sudah dilengkapi dengan modus manual.

Harga Lebih Terjangkau

Kamera saku digital memang lebih murah dibanding dengan DSLR. Kini sobat bisa mendapatkan kamera saku model terbaru dengan harga di bawah Rp 1 juta.

Membidik LCD

Proses membidik obyek dikamera ini kebanyakan menggunakan layar LCD yang besar sehingga lebih nyaman. Layar LCD ini juga digunakan untuk melihat hasil jepretan. Kekurangan Kamera Kompak

Kualitas Gambar

Karena sensor yang dimiliki kamera jenis ini kecil, maka kualitas gambar hasil jepretan nya masih kalah dengan hasil jepretan kamera DSLR yang memiliki sensor lebih besar.

Jangakuan ISO

Kamera saku memiliki rentang nilai ISO yang pendek sehingga untuk kondisi di suatu lokasi tertentu, seperti di dalam ruangan atau di malam hari kurang bagus hasil nya.

Kecepatan

Kamera kompak memiliki keterbatasan dalam kecepatan rananya, sehingga untuk memotret obyek yang bergerak cepat seperti objek balap motor agak sulit dilakukan.

Kontrol Manual Terbatas

Karena itu, pengesetan otomatis jadi andalan. Karenanya, kontrol manual dibatasi. Ini artinya sobat juga dibatasi untuk berkreasi dengan aneka gaya. foto. Foto dikamera saku memang diarahkan hanya untuk hasil terang dan tajam saja.

Kurang Adaptif

Maksudnya adalah sulit mengganti lensa. Bagaimana jika sobat ingin memotret obyek yang jarak nya jau? Karena tidak bisa mengganti dengan jenis lenas tele, keinginan tersebut harus ditunda. Kecuali sobat membeli kamera kompak yang memiliki fasilitas lensa tele.

Prinsip fotografi - sejarah fotografi tradisional dan modern - klasifikasi fotografi - istilah istilah fotografi

Prinsip fotografi adalah mem fokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas (intensitas) cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Fotografi berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan atau lukisan. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya. Jadi dapat di katakan dalam fotografi jika tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat betul kan ?

dalam fotografi Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dalam menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma ( Aperture ), dan Kecepatan Rana ( shuter Speed ) . Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure) Dalam Fotografi sekarang ini dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO pada fotografi digital

Sejarah Fotografi Pada abad ke-5 sebelum masehi, ada orang yang bernama MoTi, berhasil menemukan gejala fotografi. gejala fotografi yang terlihat pada waktu itu adalah apabila sebuah ruangan gelap ada lubang yang memancarkan sinar, maka di tembok suatu ruangan tersebut akan terlihat gambar sumber cahaya tadi secara terbalik.

Ibn Al-Haitham, seorang Arab juga menemukan menemukan gejala yang sama. Foto pertama dibuat pada tahun 1826 selama 8 jam. Tahun 1837 Louis-Jacques- Mand Daquerre dinobatkan menjadi bapak fotografi dunia . Camera Obscura merupakan kamera yang pertama kali yang dipakai untuk memotret. pada tahun 1888 di Amerika Kamera Kodak (Eastmant Kodak) pertama kali dipatenkan Tahun 1900 seorang Juru gambar telah mencipta kamera Mammoth. Kamera ini amat besar ukurannya dimana beratnya 1,400 pound. Lens seberat 500 pound. Sewaktu mengubah atau memindahkannya membutuhkan tenaga manusia sebanyak 15 orang Cabang Fotografi berdasarkan Obyek fotgrafi nya, di antaranya: Fotografi bentang alam ( Nature / Landscape) Dalam fotografi bentang alam obyek yang di foto adalah biasanya merupakan bentang alam, yang memiliki keindahan tersendiri atau digunakan untuk menjelaskan keadaan profil alam pada suatu daerah, dalam dunia industri foto landscape juga digunakan untuk dokumentasi pembangunan profil area ( lansekap ) dan laporan penelitian, biasanya fotografer bentang alam memiliki kemampuan dan hobi traveling dan menjelajah alam

Fotografi Satwa dan flora fotografi ini memiliki obyek khusus satwa dan flora, dan menurut saya merupakan object yang sulit dan terkadang menantang bahaya anda bisa bayangkan anda me motret komodo atau buaya dalam komunitasnya, fotografi satwa biasanya digunakan untuk menggali keindahan satwa dan flora dan juga mengklasifikasi satwa dan flora

Fotografi Dokumentasi fotografi ini untuk mendokumentasikan suatau event atau peristiwa, biasanya setidaknya pada jaman dahulu fotografi ini tidak di tuntut dalam keindahan foto komposisi warna ataupun seni, tapi hanaya untuk melengkapi dan lebih menjelaskan suatu berita acara, akan tetapi dalam perkembangan fotografi modern fotografi dokumentasi, komposisi gambar dan sentuhan seni sudah menjadi tuntutan, dan dikarenakan pada event modern time linenya pendek maka fotografer dituntut untuk tidak ketinggalan moment moment penting dalam acara tersebut

Fotografi Jurnalistik Foto jurnalistik adalah foto yang merekam suatu berita, dan menjelaskan suatu keadaan dan peristiwa yang biasanya besar, kekuatan foto berasal dari kemapuan foto dalam menjelaskan suatu peristiwa biasanya foto jenis ini digunakan sebagai penunjang berita teks di mediai koran atau majalah. Dancabang fotografi lainya yang belum di deskripsikan... Fotografi Seni (Fine Art) Fotografi Studio Fotografi Udara (Aerial) Fotografi Komersial Fotografi Interior Fotografi Fashion

Istilah Fotografi Dalam bahasa indonesia beberapa istilah fotografi membingungkan bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Oleh karena itu istilah yang sudah berlaku umum tetap dipertahankan

Fotografi Cahaya (light) Faktor dasar terjadinya fotografi adalah cahaya, karena jika tidak ada cahaynya tidak mungkin foto bisa di buat

Fotografi Eksposur (exposure) Eksposur exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto. Untuk membantu fotografer mendapat setting paling tepat untuk exposure , digunakan lightmeter. Lightmeter, yang biasanya sudah ada di dalam kamera, akan mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sehingga didapat exposure normal.

Fotografi Rentang dinamis (Dynamic range) fotografi, Rentang dinamis (Dynamic range) adalah rasio rentang luminasi cahaya yang dapat direkam sensor kamera dari seluruh rentang luminasi cahaya subyek. exposure pada tingkat iluminasi yang sama di atas di atas focal plane dapat menghasilkan foto dengan efek luminasi yang berbeda karena respon sensor kamera yang berbeda pada nilai ISO ratingnya. Efek luminasi itu juga disebut exposure , sebutan populer lain adalah imposure atau light value atau brightness value atau level of exposure atau exposure altitude atau exposure range yang menunjukkan tingkat visibilitas subyek fotografi.

Fotografi Rana / Kecepatan (Suter Speed) Rana atau penutup (Bahasa Inggris: shutter) dalam istilah fotografi adalah tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor foto. Jika tirai ini terbuka maka akan terjadi exposure pada permukaan film atau sensor foto tadi. Awalnya shutter dibuat dari lempengan logam, namun kebanyakan kamera modern menggunakan penutup yang dibuat dari kain untuk mengurangi berat kamera dan untuk mendapatkan kecepatan rana yang lebih cepat. Penutup yang terbuat dari kain memiliki kekuatan sekitar 50,000 hingga 200,000 kali proses buka-tutup (melakukan exposure ). Kain penutup yang aus atau rusak bisa dengan mudah diganti di pusat layanan purna jual merek kamera yang bersangkutan. Lamanya tirai ini terbuka ditentukan oleh setelan kecepatan rana pada kamera.