Anda di halaman 1dari 6

KAJIAN SEPUTAR TAUHID (2) KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK

Kamis, 28-Desember-2006, Penulis: Al-Ustadz Yasir

KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK Tauhid merupakan kewajiban


pertama yang Allah wajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya
larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik. Hal
ini sebagaimana firman Allah :

َ َ َ َ
ُ ُ ‫ل لَك‬
‫م‬ َ َ‫جع‬ َ ‫ن ال ّذِي‬ َ ‫م تَتَّقُو‬ ْ ُ ‫م لَعَل ّك‬ْ ُ ‫من قَبْلِك‬ ِ ‫ن‬َ ‫م وَال ّذِي‬
ْ ُ ‫خلَقَك‬
َ ‫م ال ّذِي‬ ُ ‫يَأيُّهَا النَّا‬
ُ ُ ‫س اعْبُدُوا َربَّك‬
َ َ َ ‫مآءَ بِنَآءً وَأَنَْز‬ َ
َ‫م فَل‬ْ ُ ‫ت رِْزقًا لَك‬ ِ ‫مَرا‬ َ ّ ‫ن الث‬َ ‫م‬ ِ ‫ج بِه‬ َ ‫خَر‬ْ ‫مآءً فَأ‬َ ِ‫مآء‬َ ‫س‬َّ ‫ن ال‬ َ ‫م‬ِ ‫ل‬ َّ ‫شا وَال‬
َ ‫س‬ َ ‫اْلْر‬
ً ‫ض فَِرا‬
َ َ َ
‫ن‬َ ‫مو‬ ُ َ ‫م تَعْل‬ْ ُ ‫جعَلُوا لِل ّهِ أنْدَادًا وَأنْت‬ ْ َ‫ت‬
“Hai manusia beribadahlah kepada Rabbmu yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu
bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu
dan langit sebagai atap. Dan Dia yang menurunkan air (hujan) dari
langit, lalu Dia menghasilkan dengan sebab itu segala buah-buahan
sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu menjadikan sekutu-
sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 21-
22)

Bagaimanakah Keutamaan Tauhid ?.

Allah tidaklah mewajibkan suatu perkara, melainkan pasti padanya


terdapat keutamaan-keutamaan yang sangat mulia. Begitu pula
dengan “Tauhid” yang merupakan paling wajibnya perkara dari
perkara-perkara yang paling wajib, pasti mempunyai berbagai
keutamaan. Di antara keutamaan-keutamaan tauhid itu ialah :
1. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi
Kita ketahui bahwa iman itu bertingkat-tingkat, dan tingkatan yang
tertinggi adalah kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah.
Rasulullah bersabda :
َ َ ُ َ ‫ل لَإله إلَّالله وأَدْنَاهَا إماط‬ َ
ِ ‫ن الط ّرِي‬
‫ق‬ ِ َ ‫ة اْلذ َى ع‬ َ ِ َ ِ َ ِ ُ ْ‫ضلُهَا قَو‬
َ ْ‫ة فَأف‬
ً َ ‫شعْب‬ َ ‫ستُّو‬
ُ ‫ن‬ ِ َ‫ضعٌ و‬
ْ ِ‫ن ب‬ َ ْ ‫اَلِي‬
ُ ‫ما‬
‫) ) رواه مسلم‬
“Iman itu ada enam puluh cabang lebih, paling tinggi adalah perkataan
/ ucapan Laa Ilaaha Illallah dan paling rendahnya menyingkirkan
gangguan dari jalan.” (H.R. Muslim)

Perlu diketahui bahwa Laa Ilaaha Illallah tidak cukup hanya diucapkan
di lisan saja. Akan tetapi harus bersumber dari hati yang ikhlas dan
kemudian dibuktikan dengan pengamalan dari apa yang dikandung
oleh Laa Ilaaha Illallah yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah
semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sebagaimana
Rasulullah
‫ه اللهِ ) متفق عليه‬ َ ِ ‫ه إِل َّ الله يَبْتَغِي بِذ َ ل‬
ْ َ‫ك و‬
َ ‫ج‬ َ ‫ل لَإِل‬
َ ‫ن قَا‬ َ ِ‫م ع َلَى النَّار‬
ْ ‫م‬ َ ‫حَّر‬
َ ‫ه‬ َّ ِ ‫) فَإ‬
َ ‫ن الل‬
“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang
mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah.” (H.R.
Al Bukhari dan Muslim)

2. Tauhid sebagai syarat diterimanya suatu ibadah


Allah berfirman :
َ ‫ملُو‬
‫ن‬ َ ْ‫ما كَانُوا يَع‬ َ ِ ‫حب‬
َّ ‫ط عَنْهُم‬ ْ َ ‫َولَوْ أ‬
َ َ ‫شَركُوا ل‬
“Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari
mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al An’am : 88)

Amalan-amalan ibadah orang musyrik tidak akan diterima oleh Allah


dan sebaliknya orang Muwahhid akan diterima oleh Allah amalan
ibadahnya.

3. Tauhid merupakan sebab bagi datangnya ampunan Allah


Hal ini didasarkan kepada firman Allah :
َ ِ ‫ن ذَل‬ َ ‫شَر‬ َ َّ ِ ‫“ إ‬Sesungguhnya Allah
َ َ ‫من ي‬
ُ‫شآء‬ َ ِ‫ك ل‬ َ ‫ما دُو‬
َ ‫ك بِه وَيَغْفُِر‬ ْ ‫ه ل َ يَغْفُِر أ‬
ْ ُ‫ن ي‬ َ ‫ن الل‬
tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang di
bawah syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. An Nisa’ : 48
& 116)

4. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah


(surga) tanpa hisab
Ketika para shahabat bertanya-tanya tentang 70.000 orang dari umat
Muhammad yang masuk jannah tanpa hisab dan tanpa adzab, maka
Rasulullah bersabda :
َ َ
َ ‫م يَتَوَك ّلُو‬
‫ن ) رواه الترمذي‬ ْ ِ‫ن َوع َلَى َربِّه‬
َ ‫ن وَل َ يَتَطَيَُّرو‬
َ ‫ن وَل َ يَكْتَوُو‬ َ ‫م ال ّذِي‬
ْ َ‫ن ل َ ي‬
َ ‫ستَْرقُو‬ ُ ُ‫) ه‬
“… mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta
dikay dan tidak mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya dan
mereka bertawakkal hanya kepada Allah.” (H.R. At Tirmidzi)

5. Orang yang tauhidnya benar akan masuk jannah


Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :
َ َّ ‫جن‬
‫ة ) رواه مسلم‬ َ ْ ‫ل ال‬ َ َ ‫شيْئًا د‬
َ ‫خ‬ ُ ِ‫شر‬
َ ‫ك بِه‬ ْ ُ‫ه ل َ ي‬ َ ِ‫ن لَق‬
َ ‫ي الل‬ َ )
ْ ‫م‬
“Barangsiapa bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya
dengan sesuatu (apapun), niscaya dia akan masuk jannah.” (H.R.
Muslim)
Adapun masuknya orang yang tidak berbuat syirik ke dalam jannah
maka itu hal yang pasti. Akan tetapi jika dia bukan pelaku dosa besar
yang terus dilakukan sampai meninggal dunia maka dia akan langsung
masuk jannah. Sedangkan jika dia pelaku dosa besar hingga akhir
hayatnya dan belum bertaubat maka yang demikian di bawah
kehendak Allah . Jika Allah mengampuni, maka akan masuk jannah
secara langsung tanpa diadzab. Dan jika tidak diampuni, maka akan
diadzab terlebih dahulu kemudian dikeluarkan dari naar (neraka) dan
dimasukkan ke dalam jannah (surga). (Fathul Majid hal. 84).

6. Tauhid merupakan sumber keamanan


Sebagaimana firman Allah :
َ َ ‫مانَهُم بِظُلْم ٍ أُولئ‬ َ
‫ن‬ ُّ ‫ن وَهُم‬
َ ‫مهْتَدُو‬ ْ ‫م اْل‬
ُ ‫م‬ ُ ُ‫ك لَه‬ ُ ِ ‫م يَلْب‬
َ ْ ‫سوا إِي‬ ْ َ ‫منُوا َول‬ َ ‫ال ّذِي‬
َ ‫نأ‬
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan
mereka dengan kedhaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan
dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al
An’am : 82)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : “Orang-orang yang mengikhlaskan


ibadah mereka hanya untuk Allah saja dan mereka tidak
menyekutukan Allah sedikitpun, mereka itu akan mendapatkan
keamanan pada hari kiamat dan mereka adalah orang-orang yang
mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.” (Fathul Majid hal. 36)
Yang dimaksud dengan kedhaliman pada ayat di atas adalah syirik
sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud :
َ ُ ‫ل الله لَيس بذ َالِك‬ َ
ْ َ ‫م أل‬
‫م‬ ْ ِ َ ْ ِ ُ ‫سو‬ُ ‫ل َر‬ َ ‫ه ؟ فَقَا‬ ُ ‫س‬
َ ْ‫م نَف‬ ْ ِ ‫م يَظْل‬ْ َ ‫ فَأيُّنَا ل‬: ‫ة قَالُوا‬ُ َ ‫ت هذِهِ اْلي‬
ْ َ ‫ما نََزل‬
َّ َ ‫ل‬
‫م ( ) رواه البخاري‬ ٌ ْ ‫ك لَظُل‬
ٌ ‫م عَظِي‬ َ ‫شْر‬ِ ّ ‫ن ال‬َّ ِ ‫ن ) إ‬َ ‫ما‬ َ ْ‫ل لُق‬ ِ ْ‫معُوا إِلَى قَو‬ َ ‫س‬ْ َ‫) ت‬
Tatkala turun ayat ini, para shahabat berkata : “Siapa di antara kami
yang tidak pernah mendhalimi dirinya ?” Kemudian Rasulullah
bersabda : “Bukan demikian maksudnya, apakah kalian tidak
mendengar perkataan Luqman: sesungguhnya kesyirikan itu adalah
kedhaliman yang besar.” (H.R. Al Bukhari)
Itulah di antara keutamaan-keutamaan tauhid yang dijelaskan oleh
Allah dan Rasul-Nya.

Bagaimanakah Bahaya Syirik ?

Syirik merupakan lawan dari tauhid. Oleh karena itu di saat tauhid
mempunyai banyak keutamaan maka syirik pun sangat berbahaya dan
mempunyai banyak mudharat. Di antaranya adalah :

1. Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah


Berdalil dengan firman Allah
َ ِ ‫ن ذ َال‬ َ ‫شَر‬ َ َّ ‫إ‬
َ َ ‫من ي‬
ُ‫شآء‬ َ ِ‫ك ل‬ َ ‫ما دُو‬
َ ‫ك بِه وَيَغْفُِر‬ ْ ُ‫ن ي‬ ِ ْ‫ه ل َ يَغ‬
ْ ‫فُر أ‬ َ ‫ن الل‬ ِ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan
mengampuni dosa yang di bawah syirik bagi siapa yang Allah
kehendaki.” (Q.S. An Nisa’ : 48 & 116)
2. Kesyirikan adalah kedhaliman yang besar
Firman Allah :
‫م‬ ٌ ْ ‫ك لَظُل‬
ٌ ‫م عَظِي‬ َ ‫شْر‬ َّ ِ ‫إ‬
ِ ّ ‫ن ال‬
“Sesungguhnya kesyirikan adalah kedhaliman yang besar.” (Q.S.
Luqman : 13)
3. Orang yang meninggal dunia dalam keadaan musyrik akan masuk
neraka dan kekal di dalamnya
َ ‫ة ومأْواه النَار وما لِلظَّال ِمين م‬
‫صار‬
ٍ َ ْ ‫ن أن‬
ْ ِ َ ِ َ َ ُ ّ ُ َ َ َ َ َّ ‫جن‬
َ ْ ‫ه ع َلَيْهِ ال‬
ُ ‫م الل‬ ْ ِ‫شر‬
َ ْ ‫ك بِاللهِ فَقَد‬
َ ‫حَّر‬ ْ ُ‫ن ي‬ َ ‫إِنَّه‬
ْ ‫م‬
“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah maka sungguh
Allah mengharamkan baginya jannah, dan tempat kembalinya adalah
naar dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dhalim.” (Q.S. Al
Maidah : 72)
Rasulullah juga bersabda :
‫ل النَّاَر ) رواه البخاري‬ َ َ ‫ن اللهِ نِدًّا د‬
َ ‫خ‬ ِ ‫ن دُو‬
ْ ‫م‬
ِ ‫ت وَهُوَ يَدْع ُو‬
َ ‫ما‬
َ ‫ن‬
ْ ‫م‬
َ ) “Barangsiapa
meninggal dunia dan dia berdo’a kepada selain Allah niscaya dia
masuk neraka.” (H.R. Al Bukhari)
4. Kesyirikan penyebab terpecah belah belahnya umat
Firman Allah :
ُّ ُ ‫شيَعًا ك‬ َ
‫ن‬
َ ‫حو‬ ْ ِ‫ما لَدَيْه‬
ُ ِ‫م فَر‬ َ ِ‫ب ب‬
ٍ ‫حْز‬
ِ ‫ل‬ ِ ‫م وَكَانُوا‬ َ ‫ن ال ّذِي‬
ْ ُ‫ن فََّرقُوا دِينَه‬ َ ‫م‬
ِ ‫ن‬
َ ‫شرِكِي‬ ُ ْ ‫ن ال‬
ْ ‫م‬ ِ ‫وَل َ تَكُونُوا‬
َ ‫م‬
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan
Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan
mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa
bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Q.S. Ar Ruum :
31 & 32)
Setelah kita mengetahui betapa pentingnya perkara tauhid dan begitu
bahayanya perbuatan syirik, maka kami mengajak kepada para da’i
agar mengutamakan dalam da’wahnya perkara tauhid dan
mengingatkan umat dari bahaya kesyirikan / syirik. Sebagaimana yang
dilakukan oleh Rasulullah dan para shahabat beliau, bahkan para rasul
seluruhnya. Allah berfirman :
َ َ َّ ُ ‫ل أ‬
َ ‫جتَنِبُوا الط ّاغُو‬
‫ت‬ ْ ‫ه وَا‬ ِ ‫سول ً أ‬
َ ‫ن اعْبُدُوا الل‬ ُ ‫مةٍ َر‬ ِّ ُ ‫“ َولَقَد ْ بَعَث ْنَا فِى ك‬Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus pada tiap-tiap umat seorang rasul untuk
menyerukan: “Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah Thaghut
(segala sesuatu yang diibadahi selain Allah”.” (Q.S. An Nahl : 36)
Wallahu A’lam Bish Shawab.

Sumber : Buletin Dakwah A-Ilmu,Jember


http://assalfy.org