Anda di halaman 1dari 6

TAUHID ADALAH DAKWAHNYA SELURUH RASUL ((Bagian Pertama)

Selasa, 18-April-2006, Penulis: Fadhilatu Asy Syaikh Al ‘Allamah Abdul


Aziz bin Baaz ‫رحمه الله‬

Allah telah mengutus para rasul untuk menyeru kepda al haq


(kebenaran) dan memberi petunjuk kepada seluruh makhluk Nya.
Mereka diutus untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi
peringatan, agar tidak ada hujjah (alasan) bagi manusia dihadapan
Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka telah menyampaikan risalah, mengemban
amanah, memberi nasehat kepada umatnya dan bersabar atas caci
makiannya, serta berjihad di jalan Allah sampai Allah tegakkan
(sempurnakan) risalah bagi mereka dan terputuslah seluruh udzur
manusia. Allah berfirman:
َ َ َّ ُ ‫ل أ‬
‫منْهُم‬ ِ َ‫ه و‬ُ ّ ‫ن هَدَى الل‬ ْ ‫م‬َّ ‫منْهُم‬ِ َ‫ت ف‬ َ ‫جتَنِبُوا ْ الط ّاغُو‬
ْ ‫ه وَا‬َ ّ ‫ن اعْبُدُوا ْ الل‬ ِ ‫سول ً أ‬ ُ ‫مةٍ َّر‬ ِّ ُ ‫وَلَقَد ْ بَعَثْنَا فِي ك‬
َ
َ ‫مكَذِّبِي‬
‫ن‬ ُ ‫ة ال‬ َ ‫ف كَا‬
ُ َ ‫ن عَاقِب‬ َ ْ ‫ض فَانظُُروا ْ كَي‬ِ ‫سيُروا فِي الْر‬
ْ ِ َ‫ة ف‬ ُ َ ‫ضلل‬ ْ َّ‫حق‬
َّ ‫ت ع َلَيْهِ ال‬ َ ‫ن‬ َّ
ْ ‫م‬
“dan sungguh Kami kelah mengutus rasul pada setiap umat (untuk
menyeru ) agar beribadah hanya kepada Allah dan menjauhi thoghut
(sesuatu yang disembah selain Allah), maka diantara mereka ada yang
mendapatkan petunjuk dari Allah, dan ada pula yang telah pasti
kesesatannya. Maka berjalanlah kalian di muka bumi, dan lihatlah
bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (menyelisihi rasul
dan mendustakan Al Haq)”.(QS. Al Nahl:36)”
َ َ َ ِ ‫ل إِل َّ نُو‬ َ
‫ن‬ َ َ ‫ه ل َ إِل‬
ِ ‫ه إِل ّ أنَا فَاع ْبُدُو‬ ُ َّ ‫حي إِلَيْهِ أن‬ ُ ‫من َّر‬
ٍ ‫سو‬ َ ِ ‫من قَبْل‬
ِ ‫ك‬ َ ‫ما أْر‬
ِ ‫سلنَا‬ َ َ‫و‬
“dan tidaklah kami mengutus seorang rasul sebelum kamu kecuali
telah diwahyukan kepada nya bahwa sesungguhnya tidak ada Ilaah
(sesembahan yang berhak untuk diibadahi) kecuali Aku (Allah). Maka
beribadahlah kalian kepada-Ku.”(QS.Al Anbiya’:25)
َ َ ِ ‫من قَبْل‬ َ ‫واسأَل م‬
‫ن‬
َ ‫ة يُعْبَدُو‬
ً َ‫ن آلِه‬
ِ ‫م‬ ْ ‫ن الَّر‬
َ ‫ح‬ ِ ‫من دُو‬
ِ ‫جعَلنَا‬ ُ ‫من ُّر‬
َ ‫سلِنَا أ‬ ِ ‫ك‬ ِ ‫سلنَا‬
َ ‫ن أْر‬
ْ َ ْ َ
“Dan tanyakanlah kepada para rasul yang telah Kami utus sebelum
kamu (Muhammad) apakah Kami telah menjadikan atas mereka
(manusia) untuk memberikan peribadahan kepada(berhala atau
sesembahan )selain Allah yagn mempunyai sifat Ar Rahman,”(QS. AZ
Zukhruf:45)
Di dalam ayat ayat tersebut, Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah
mengutus para rasul untuk menyeru kepada manusia agar beribadah
hanya kepada Allah, memperingatkan mereka dari kesyirikan, dan
memberikan peribadahan kepada selain Allah. Para rasul telah
mengemban amanah tersebut, dan telah menyerukan kepada menusia
agar beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka telah
meningalkan untuk umatnya prinsip prinsip keadilan, kebaikan dan
keselamatan serta kebahagiaan yang sempurna. Tugas terpenting bagi
mereka adalah menyampaikan dan menerangkan risalah, adapun
hidayah dan taufik untuk menerima Al haq (kebenaran) ada di tangan
Allah dan bukan ditangan para rasul atau selainnya. Allah berfirman:
َ
َ َ ‫من ي‬
ُ‫شاء‬ َ ّ ‫ن الل‬
َ ‫ه يَهْدِي‬ َّ ِ ‫م وَلَـك‬ َ ْ ‫س ع َلَي‬
ْ ُ‫ك هُدَاه‬ َ ْ ‫ل ّي‬
“bukan kewajibanmu untuk memberikan hidayah kepada mereka, akan
tetapi Allahlah yang memberi hidayah (petunjuk) bagi siapa yang
dikehendaki-Nya”.(Al Baqarah : 272)
َ َ
‫ط‬
ِ ‫س‬ ُ ‫م النَّا‬
ْ ِ‫س بِالق‬ َ ‫ن لِيَقُو‬
َ ‫ميَزا‬
ِ ‫ب وَال‬
َ ‫م الكِتَا‬
ُ ُ‫معَه‬ ِ ‫سلَنَا بِالبَيِّنَا‬
َ ‫ت وَأنَزلنَا‬ َ ‫لَقَد ْ أْر‬
ُ ‫سلنَا ُر‬
“Sesungguhnya kami telah mengutus para rasul dengan bukti bukti
yagn nyata (mu’jizat, hujjah, dan dalil) dan menurunkan bersama
mereka Al kitab dan neraca (keadilan dan kebenaran yang lurus)
supaya manusia melaksanakan keadilan (mengikuti para rasul).”Al
Hadiid:25)
Tidak terkecuali nabi kita Muhammad j sebagai penutup, imam, dan
orang yang paling mulia serta utama diantara para rasul, beliau j telah
mendapatkan pertolongan dan keberhasilan dalam dakwahnya dengan
sempurna. Allah telah menyempurnakan agama islam dan nikmatnya
kepada beliau j dan umatnya, dan menjadikan syariat islam sebagai
syariat sempurna yang mengandung seluruh bentuk kemaslahatan
baik secara langsung maupun tidak langsung untuk dua golongan
(manusia dan jin) . Allah berfirman :
ً‫م دِينا‬ َ َ ‫اليو‬
َ َ ‫سل‬ ُ ُ ‫ت لَك‬
ْ ِ ‫م ال‬ ُ ‫ضي‬
ِ ‫متِي وََر‬ ْ ُ ‫ت ع َلَيْك‬
َ ْ‫م نِع‬ ُ ‫م‬
ْ ‫م‬
َ ْ ‫م وَأت‬ ْ ُ ‫ت لَك‬
ْ ُ ‫م دِينَك‬ َ ْ ‫م أك‬
ُ ‫مل‬ َ ْ َ
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama islam untuk kalian, telah
Aku cukupkan nikmat-Ku untuk kalian, dan telah Aku ridhoi islam
sebagai agama kalian”.(QS.Al Maidah:3)
ً‫شيرا ً وَنَذِيرا‬
ِ َ‫س ب‬ ً َّ‫ك إِل َّ كَاف‬
ِ ‫ة ل ِّلنَّا‬ َ ‫سلنَا‬ َ
َ ‫ما أْر‬
َ َ‫و‬
“Dan kami tidak mengutus kamu (Muhammad) kecuali sebagai
pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada seluruh umat
manusia.”(QS.Saba:28)
َّ‫سماوات وال َرض ل إلَـه إل‬ َ َ
ِ َ ِ ِ ْ َ ِ َ َ َّ ‫ك ال‬ ُ ‫مل‬ ُ ‫ه‬ُ َ ‫ميعا ً ال ّذِي ل‬ِ ‫ج‬ َ ‫م‬ ْ ُ ‫ل اللّهِ إِلَيْك‬
ُ ‫سو‬ ُ ‫س إِنِّي َر‬ ُ ‫قُل يَا أيُّهَا النَّا‬
َ َ
ْ ُ ‫ماتِهِ وَاتَّبِعُوه ُ لَعَل ّك‬
‫م‬ َ ِ ‫ن بِاللّهِ وَكَل‬
ُ ‫م‬ِ ْ ‫ي ال ّذِي يُؤ‬
ِّ ‫م‬ ِّ ُ ‫ي ال‬
ّ ِ ِ ‫سولِهِ النَّب‬ ُ ‫منُوا ْ بِاللّهِ وََر‬
ِ ‫ت فَآ‬ُ ‫مي‬ِ ُ ‫حيِـي وَي‬ ْ ُ ‫هُوَ ي‬
‫ن‬
َ ‫تَهْتَدُو‬
“Katakanlah (wahai Muhammad),’Hai manusia sesungguhnya aku
adalah utusan Allah atas kalian semua (manusia dan jin), yaitu Allah
yang memiliki (merajai) seluruh langit dan bumi, tidak ada Ilaah (yang
berhak diibadahi) kecuali Dia, yang menghidupkan dan mematikan,
maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasulnya, nabi yang ummi
yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya dan ikutilah Dia,
supaya kalian mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.”(QS.Al
A’raf:158)
Sungguh sedikit sekali manusia yang meng-ijabah-i (menerima)
dakwahnya para rasul. Kebanyakan mereka mengingkarinya, baik
disebabkan karena kebodohan, taklid (mengikuti) bapak-
bapak/pendahulu mereka yang sesat, atau mengikuti hawa nafsu dan
perasaan. Allah berfirman :
“Bahkan mereka berkata,’Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak
kami di atas suatu agama dan sesungguhnya kami adalah orang-orang
yang mendapatkan petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka’.
Demikianlah, kami tidak mengutus sebelum kamu (Muhammad)
seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri kecuali orang-
orang kaya di negeri itu berkata,’sesungguhnya kami mendapati
bapak-bapak kami di atas suatu agama dan sesunggguhnya kami
adalah pengikut jejak-jejak mereka.’ Katakanlah (Muhammad kepada
musyrikin),’Apakah (kalian akan mengikutinya) meskipun aku
membawakan untuk kalian (agama) yang lebih memberi petunjuk
daripada yang kalian peroleh dari bapak-bapak kalian?’Mereka
berkata,’Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diutus
untuk menyampaikannya’. Maka kami binasakan mereka, maka
lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan.”(QS. Az
Zukhruf:22-25)
Allah berfirman ketika menyebutkan berhala laata,’Uzza, dan Manat:
َ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ
َّ ّ ‫ن إِل ّ الظ‬
‫ن‬ َ ‫ن إِن يَتَّبِعُو‬
ٍ ‫سلطَا‬ ُ ‫من‬ ُ ّ ‫ل الل‬
ِ ‫ه بِهَا‬ ‫ما أنَز‬ ّ ‫م وَآبَاؤ ُكم‬
ْ ُ ‫موهَا أنت‬ َّ ‫س‬
ُ ُ ‫ميْت‬ َ ‫ماء‬ ْ ‫ي إِل ّ أ‬
َ ‫س‬ َ ِ‫ن ه‬
ْ ِ‫إ‬
َ ْ ‫س وَلَقَد‬ َ
‫م الهُدَى‬ ُ ِ‫من َّرب ِّه‬ ِّ ‫جاءهُم‬ ُ ُ‫ما تَهْوَى النف‬ َ َ‫و‬
“Itu hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian ada-
adakan. Allah tidak menurunkan suatu hujjah (keterangan) untuk
menyembahnya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka dan
hawa nafsu (yang bathil). Sesungguhnya Rabb mereka telah
mendatangkan petunjuk kepada mereka.“(QS. An Najm:23)
Masih banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menyebutkan
pengingkaran, kedengkian, permusuhan dan kesombongan yang
dilakukan manusia kepada para rasul, padahal mereka mengetahui
kebenaran. Demikian juga golongan yahudi, mereka mengenal
Muhammad j seperti mengenal anak-anak mereka sendiri. Akan tetapi,
dengan sebab permusuhan dan kedengkian, mereka mendustakan dan
tidak mau mengikuti Nabi j .
Pengingkaran golongan Yahudi atas Muhammad j, juga terjadi atas
Fir’aun dan kaumnya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman menyebutkan
perkataan Musa ‘alaihissalam kepada Fir’aun dan kaumnya:
‫ن‬ َ ُّ ‫صآئَِر وَإِنِّي لَظُن‬
ُ ‫ك يَا فِْرع َو‬ َ َ‫ض ب‬
َ ُّ ‫ل هَـؤ ُلء إِل َّ َر‬
َّ ‫ب ال‬ َ ‫ما أَنَز‬ ْ ِ ‫ل لَقَد ْ عَل‬
َ ‫قَا‬
ِ ‫ت وَالْر‬
ِ ‫ماوَا‬
َ ‫س‬ َ ‫ت‬
َ ‫م‬
ً‫مث ْبُورا‬
َ
“Musa ‘alaihissalam berkata, “Sesungguhnya kamu telah mengetahui,
bahwa tidak ada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Rabb
sekalian langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata (bagi yang
mempersaksikan)....”. (QS. Al-Isro’: 102).
Allah 'Azza wa Jalla berfirman tentang Fir’aun dan kaumnya:
‫ن‬
ٌ ‫مبِي‬ُّ ‫حٌر‬ْ ‫س‬ِ ‫صَرة ً قَالُوا هَذ َا‬
ِ ْ ‫مب‬
ُ ‫م آيَاتُنَا‬
ْ ُ‫جاءتْه‬َ ‫ما‬ َّ َ ‫فَل‬
َ ْ ‫م ظُلما ً وَعُلُوّا ً فَانظُْر كَي‬ َ
‫ن‬َ ‫سدِي‬ ِ ْ‫مف‬ُ ‫ة ال‬ َ ‫ف كَا‬
ُ َ ‫ن عَاقِب‬ ْ ُ‫سه‬
ُ ُ‫ستَيْقَنَتْهَا أنف‬
ْ ‫حدُوا بِهَا وَا‬
َ ‫ج‬
َ َ‫و‬
“Maka ketika mu’jizat-mu’jizat Kami yang jelas sampai kepada mereka,
mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata’. Mereka mengingkarinya
karena kedhaliman mereka (sebagai karakter mereka yang dilaknat)
dan kesombongan (untuk mengikuti kebenaran), padahal mereka
meyakini (kebenaran) tersebut. Maka lihatlah bagaimana keadaan dan
akibat orang-orang yang berbuat kebinasaan”. (QS. An Naml: 13-14).
Allah 'Azza wa Jalla berfirman tentang orang-orang kafir Quraisy yang
mendustakan Muhammad j :
َ َ َ
‫ن‬
َ ‫حدُو‬ ْ َ ‫ت اللّهِ ي‬
َ ‫ج‬ ِ ‫ن بِآيَا‬ ِ ِ ‫ن الظ ّال‬
َ ‫مي‬ َّ ِ ‫ك وَلَك‬ ْ ُ‫ن فَإِنَّه‬
َ َ ‫م ل َ يُكَذِّبُون‬ َ ‫ك ال ّذِي يَقُولُو‬ ْ َ ‫ه لَي‬
ُ ‫حُزن‬ ُ َّ ‫م إِن‬
ُ َ ‫قَد ْ نَعْل‬
“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu
menyedihkan hatimu, sesungguhnya mereka bukan mendustakan
kamu tetapi orang-orang yang dhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah”.
(QS. Al-An’aam: 33).

Orang-orang kafir Quraisy pada masa Jahiliyyah, mereka mengetahui


dan mempersaksikan Muhammad j sebagai seorang yang jujur dan
membawa amanah, bahkan mereka memberikan gelar Al Amin (orang
yang dapat dipercaya). Ketika Muhammad j membawa risalah Islam,
yang berlawanan dengan apa yang ada pada orang kafir Quraisy yakni
yang mereka dapatkan dari bapak-bapak dan nenek moyang mereka,
maka mereka mengingkari, mendustakan, memusuhi, mencaci maki,
dan menyusun makar untuk membunuh Muhammad j .
Ini adalah sunnatullah (ketetapan Allah) atas para rasul
‘alaihimussalam dan para da’i yang menyeru kepada Al Haq. Mereka
akan mendapatkan ujian, pendustaan, dan permusuhan kemudian
Allah akan memberikan akhir yang terbaik kepada mereka. Perkara
demikian dipersaksikan di dalam ayat-ayat Al-Qur'aan dan Hadits yang
shohih, juga kejadian yang ma’rufah (diketahui oleh umat manusia)
dahulu maupun sekarang. Demikian juga persaksian Heraql (Raja
Romawi) ketika bertanya kepada Abu Sofyan tentang keadaan
Muhammad j dan permusuhan Abu Sofyan dengannya. Setelah Abu
Sofyan menerangkan keadaan beliau j , maka Heraql berkata,
“Demikianlah keadaan para rasul .Mereka mendapatkan ujian
kemudian Allah berikan kepada mereka akhir yang terbaik”.
(Bersambung)

(Diterjemahkan dari Risalah Fatawa As Syaikh Al 'Allamah Abdul 'Aziz


Bin Baaz rahiimahullah oleh Al Ustadz Abu 'Isa Nur Wahid)

Sumber : Buletin Da'wah Al Atsary, Semarang Edisi V/Th I/1427