Anda di halaman 1dari 2

Buku 1 : PENGANTAR PROBLEM BASED LEARNING HARSONO MEDIKA FK UGM YOGYAKARTA 2004 PBL PBL merupakan cara yang

ng efektif untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran secara koheren dan terintegrasi serta memberi berbagai keuntungan dan nilai lebih bagi mahasiswa bila dibandingkan dengan metoda pengajaran tradisional. PBL didasarkan atas prinsip adult learning theory, termasuk memotivasi dan mendorong mahasiswa untuk menyusun dan menetapkan tujuan belajar, serta member kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada proses pembelajaran mereka.

Wood DF. ABC of learning and teaching in medicine: Problem Based Learning. BMJ2003;326:328-30 PBL adalah suatu metoda pembelajaran di mana mahasiswa sejak awal dihadapkan pada suatu masalah, kemudian diikuti oleh proses pencarian informasi yang bersifat

student-centered
SCL

Bukti menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam belajar lebih memuaskan daripada transfer informasi secara pasif dari guru/dosen kepada mahasiswa. Di samping itu, belajar secara aktif (active learning) meningkatkan retensi dan recall. PBL menekankan active student-centered learning di mana para mahasiswa ditantang untuk menguji, mencari, menyelidiki, merefleksikan, memahami makna, dan memahami ilmu dalam konteks yang relevan dengan profesi mereka di masa mendatang. Diskusi tentang masalah tertentu di dalam kelompok kecil (elaboration) mengembangkan keterkaitan gagasan dan konsep serta membantu pengembangan kerjasama (bukan kompetisi!). Mennin S, Majoor G. Position paper: Problem Based Learning. The Network 2002. SCL mendorong active learning, pengembangan lifelong learning skills. BSM (belajar secara mandiri) Adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered approach) di mana proses dan pengalaman belajar diatur dan dikontrol memperbaiki pemahaman, retensi dan

oleh peserta didik sendiri. Para peserta didik memutuskan sendiri tentang bagaimana, di mana, dan kapan belajar tentang suatu hal yang mereka anggap merupakan suatu hal yang penting. Hammond M, Collins R. Self Directed Learning: Critical Practise. New Jersey: Nichols-GP Printing; 1991 BSM menuntut peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang perlu dipelajari lebih jauh (investigation), tahu di mana harus mencari sumber-sumber belajar yang berkaitan dengan masalah tadi, mampu menentukan prioritas dan merancang penelusuran sumber belajar, mampu mempelajari materi yang ada di dalam sumber belajar tadi, dan kemudian menguhubungkan informasi yang telah terkumpul dengan topik bahasan yang sedang dipelajarinya.