Anda di halaman 1dari 13

Percobaan Pertama

1. Topik Percobaan 2. Tujuan Percobaan

: Jarak benda, jarak bayangan dan jarak titik api. : Menyelidiki hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s) dan jarak titik apin (f). 3. Alat dan Bahan : Nama Alat/Bahan Jumlah Meja Optik 1 Rel Persisis 2 Pemegang slide diafragma 1 Bola lampu 12 V, 18W 1 Diafragma anak panah 1 Tumpakan berpenjepit 3 Lensa f=100 mm bertangkai 1 Lensa f=200 mm bertangkai 1 Catu daya 1 Kabel penghubung merah 1 Kabel penghubung biru 1 Tempat lampu bertangkai 1 Penyambung rel 2 Kaki rel 1 Mistar 30 cm 1 4. Persiapan percobaan 1. Menyusun alat-alat yang diperlukan seperti gambar, dengan keterangan berurutan dari kiri : sumber cahaya, lensa f = 100mm, diafragma, lensa f = 200mm, meja optik/layar. 2. Sebagai benda digunakan diafragma anak panah yang diterangi sumber cahaya. 3. Sebagai layar penangkap bayangan digunakan meja optik yang diberdirikan seperti gambar 4. Potong kertas dengan ukuran kira-kira 2 cm lebih lebar dari lebar meja optik. Lipat kelebihan itu masing-masing sekitar 1 cm tiap sisi. 5. Mesisipkan kertas itu ke dalam meja optik seperti gambar. Kertas itu akan bertindak sebagai pelapis layar, agar layar berwarna putih bersih. 6. Mengatur kesesuaian sumber cahaya dengan catu daya maupun sumber listriknya (PLN). 7. Menyambungkan rel presisi yang satu dengan rel presisi yang lain, agar diperoleh rel yang lebih panjang.

5. Langkah-langkah Percobaan 1. Aturlah agar jarak sumber cahaya ke lensa f = 100 mm sama dengan 10 cm. 2. 2. Atur jarak antara lensa (f = 200 mm) dengan benda (celah panah) 30 cm sebagai jarak benda (s). 3. Geser-geser layar menjauhi atau mendekati lensa sehingga diperoleh bayangan yang jelas (tajam) pada layar. 4. Ukur jarak layar ke lensa sebagai jarak bayangan (s) dan isikan hasilnya ke dalam table pada kolom hasil pengamatan. 5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk jarak-jarak benda seperti yang tertera pada table di bawah ini. 6. Hasil Pengamatan a) Isikan data jarak benda (s) dan jarak bayangan (s) serta perhitungan lain kedalam table berikut ini! No. s (cm) 1/s s (cm) 1/s 1/s+1/s 1/f 1 2 3 4 5 20 30 40 50 60 1/20 1/30 1/40 1/50 1/60 70 61 40 34 30 1/70 1/61 1/40 1/34 1/30 1/20+1/70 1/30+1/61 1/40+1/40 1/50+1/34 1/30+1/60 1/15,5 1/20,1 1/20 1/20,23 1/20

b) Adakah hubungan antara (1/s+1/s) dengan 1/f ada, Apabila kita menemukan sebuah benda yang berada didepan lensa cembung dan dari pembiasan lensa tersebut terbentuk bayangan maka kita dapat menghitung jarak titik fokus lensa tersebut dengan penjumlahan seperjarak benda dan seper-jarak bayangan. 1/f=1/s+1/s. Hubungan ini dinamakan rumus Gauss. c) Grafik hubungan 1/s terhadap 1/s

7. Komentar dan Kesimpulan: a) Komentar : Untuk memperlancar praktikum sebaiknya menghindari /mematikan kipas angin yang berada di sekitar lokasi praktikum karenaangin tersebut dapat merusak bayangan yang terbentuk. Harus tepat mennetukan jarak bayangan. b) Kesimpulan: 1. Pada percobaan ini terjadi peristiwa pembiasan pada lensa tipis. 2. Hubungan antara letak benda, letak bayangan, dan jarak fokus dapat ditulis dalam persamaan lensa 1/s + 1/s= 1/f yang merupakan rumus Gauss. 3. Jika jarak fokus dibuat tetap, sedangkan jarak benda diperbesar akan menghasilkan jarak bayangan yang diperkecil. 4. Untuk mengetahui sifat bayangannya dapat ditentukan dari perbesaran lateral (m) melalui persamaan m = h/h = -s/s. 5. Lensa konvergen atau lensa cembung dengan bagian tebal di tengahnya memliki titik fokus yang positif. Lensa konvergen dengan letak benda lebih besar dari titik fokus akan menghasilkan bayangan terbalik dan nyata. (Untuk benda yang terletak antara titik fokus dan jari-jari kelengkungan akan menghasilkan bayangan yang diperbesar). Sedangkan jarak benda yang lebih kecil dari fokus akan menghasilkan bayangan maya dan tegak.

Percobaan Kedua

1. Topik Percobaan 2. Tujuan Percobaan 3. Alat dan Bahan

: Penjumlahan vektor gaya. : Mempelajari cara menentukan jumlah (resultan) dua vector gaya. : Jumlah 2 1 2 2 2 2 2 1 4

Nama Alat/Bahan Dasar statif Batang statif pendek Batang statif panjang Balok pendukung Beban (50 gram) Dinamometer 3,0 N Jepitan penahan Benang (tali) Busur derajat Kertas putih

4. Persiapan Percobaan 1. Rakit statif, balok pendukung, jepit penahan dan dinamometer sesuai gambar. 2. Ikat beban dengan tali dan buatlah simpul untuk nantinya diikatkan pada kedua dinamometer.

5. Langkah-langkah Percobaan a. Gantungkan beban pada dinamometer.

b. Geser dasar statif agar masing-masing dinamometer membentuk sudut 20o

terhadap garis tegak (garis vertical). Ukur sudut a1 dan a2 dengan busur derajat dan catat. c. Baca gaya F1 dan F2 pada masing-masing dinamometr dan catat. d. Ulangi langkah b dan c untuk sudut-sudut yang sesuai dengan tabel.

6. Hasil Pengamatan a) Catat hasil pengamatan pada tabel dibawah ini: a1 200 250 300 350 a2 200 250 300 350 F1 (N) 0,5 0,4 0,5 0,5 F2 (N) 0,6 0,6 0,7 0,8 Berat beban (N) 50 gram (0,5 N) 50 gram (0,5 N) 50 gram (0,5 N) 50 gram (0,5 N) Resultan gaya (N) 0,80 0,70 0,85 0,90

b)

FR

F1

F1y

F2y

F2

200 200 F1x F2x

c)
FR

F1

F1y F2y 250 250

F2

F1x

F2x

FR

F1

F1y

F2y

F2

300 300 F1x F2x

F1

F1y

F2y

F2

350 350 F1x F2x

d) Ada hubungan antara beban dengan resultan gaya, berat beban (w) sama dengan resultan gaya (N) namun arah vector berbeda

7. Komentar dan Kesimpulan


a) Komentar : Hendaknya praktikan berhati-hati dalam melakukan praktikum,

hingga diperoleh hasil yang maksimal. Ketelitian dalam menggeser dasar statif masing-masing menentukan dynamometer membentuk sudut dengan garis vertical. b) Kesimpulan: 1) Menentukan gaya berat dapat dilakukan dengan pengukuran gaya secara statis menggunakan neraca pegas. Nilai gaya berat dilihat dari perubahan panjang pegas. 2) Berat adalah gaya yang arahnya menuju pusat bumi karena pengaruh gaya gravitasi. W=m. g 3) Penjumlahan dua vektor gaya dapat dilakukan dengan menggunakan metode grafis ataupun analitis. 4) Besar gaya yang dilakukan oleh pegas pada beban sama besar dengan gaya yang dilakukan beban pada pegas dan merupakan pasangan aksi-reaksi. 5) Menentukan jumlah atau resultan dua vector gaya, dapat dilakukan dengan menggunakan metode jajaran genjang. Sehingga dalam percobaan didapatlah hubungan antara berat beban dengan resultan gaya adalah

mempunyai nilai yang sama, namun berlawanan arah yang dalam fisika disebut denga berhubungan aksi reaksi.

Percobaan Ketiga

1. Topik Percobaan 2. Tujuan Percobaan

: Hukum Hooke : Mencari hubungan antara gaya dan pertambahan

panjang pegas
3.

Alat/ Bahan

: Nama Alat/ Bahan Dasar statif Kaki statif Batang statif pendek Batang statif panjang Balok pendukung Beban (50 gram) Jumlah 2 1 1 1 1 6

Nomor Katalog FME 51.01/01 FME 51.02/02 FME 51.03/03 FME 51.04/04 FME 51.05/05 FME 51.09/10

FME 51.14/23 FME 51.26/39

Jepitan penahan Pegas spiral Penggaris

1 1 1

4. Persiapan Percobaan Setelah alat dan bahan dipersiapkan sesuai dengan daftar di atas, maka Rakit statif sesuai gambar 1 Pasang balok penahan pada batang statif 3. Pasang jepit penahan pada balok pendukung, kemudian gantungkan pegas spiral. a. b. 5. Langkah- Langkah Percobaan Gantungkan 1 beban (w) = 0.5 N pada pegas sebagai awal (Fo) Ukur panjang awal (0) pegas dan catat hasilnya pada tabel dibawah c. Tambahkan satu beban dan ukur kembali panjang pegas (l). catat hasil pengamatan ke dalam tabel d. Ulangi langkah c dengan setiap kali menambah 1 beban untuk melengkapi tabel di bawah

a.

b.

6. Hasil Pengamatan catat hasil pengamatan pada tabel di bawah ini : lo= 0.5 m; Fo= 0,5 N W(N) F = (W-Fo)N l(m) l=(-0)m 0,5 0N 0,5 0 1,0 0,5 N 1 0,5 1,5 1N 1,5 1 2,0 1,5 N 2,3 1,8 2,5 2N 2,8 2,3 3,0 2,5 N 3.4 2,9 Gambar grafik pertambahan panjang pegas terhadap penambahan gaya

c.

Dari grafik di samping tentukan tetapan pegas

d.

Sebutkan sumber- sumber kesalahan percobaan 7. Komentar dan Kesimpulan

Percobaan Keempat
1. Topik Percobaan : Ayunan sederhana 2. Tujuan Percobaan : Mempelajari pengaruh massa (m), panjang tali (l),

simpangan (A) terhadap ayunan suatu bandul sederhana. 3. Alat/ Bahan yang dipergunakan : Nomor Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah FME 51 01/01 FME 51 02/02 FME 51 03/03 FME 51 04/04 FME 51 05/05 FME 51 14/23 FME 51 14/37 FME 51 09/10 FME 51 08/09 Dasar statif Kaki statif Batang statif pendek Batang statif panjang Balok pendukung Jepitan penahan Stopwatch (jam henti) Beban (50 gram) Benang 1 1 1 1 1 1 1 2 1

4. PERSIAPAN PERCOBAAN Setelah alat dan bahan disiapkann sesuai dengan daftar diatas, maka 1. Reaksi statif sesuai gambar 1 dan tempatkan di tepi meja. 2. Pasang balok pendukung pada ujung atas batang statif, dan pasang steker porospoda balok pendukung. 3. Ikat beban dengan tali dan buatlah 10 tanda (pakai bolpoint) pada tali dengan jarak masing-masing 10 cm. 4. Ikat tanda ke 10 pada steker poros seperti gamabar 2 (panjang tali 100cm dari jarak ujing yang terikat pada beban).
5. Siapkan stopwatch di tangan.

5. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

a. 2). b.

Simpangkan beban sejauh 3 centimeter (simpangan 1, lihat gambar

Lepaskan beban bersamaan dengan menekan tombol stopwatch.

Hitung 10 ayunan dan tepat pada hitungan ke 10 matikan stopwatch. Catat waktu 10 ayunan tersebut (t) pada tabel di bawah. Dari sini dapat diperoleh peroleh periode (waktu untuk 1 ayunan) X T= t/10. c. Ulangi langkah a dan b dengan penyimpangan 5 cm (simpangan II).

d. e.

Ulangi langkah a sampai c dengan penambahan I beban. Ulangi langkah a sampai c dengan panjang tali(l) yang berbeda-beda

sesuai dengan tabel di bawah. 6. HASIL PENGAMATAN 1. Catat hasil pengamatan pada tabel di bawah dan selesaikan isian

lainnya:
penyimpangan I Masa beban 50 (gram) Panjang (m) Waktu ayunan tali 1 10 20,7 (T, 4 II 50 1 I 100 1 II 100 1 I 50 0,8 II 50 0,8 I 100 0,8 18,6 9 1,86 9 II 100 0,8 18,3 5 1,83 5 I 50 0,6 15,5 8 1,55 8 II 50 0,6 16,0 4 1,60 4 1,6 1,599 I 10 0 0,6 16 II 100 0,6 15,99

20,52 20,57 20,69 18,32 18,4 6 2,052 2,057 2,069 1,832 1,84 6

sekon) Periode (50T, 2,07 sekon) 4

2.

Dari tabel di atas, sebutkan faktor yang mempengaruhi T:

Gravitasi dan panjang tali itu itu sesuai dengan rumus T=2 3. Sebutkan sumber-sumber kesalahan yang ada.

Ketelitian pengamatan, tali yang terpelintir.

7. KOMENTAR DAN KESIMPULAN:

a.Komentar b. Kesimpulan 1. 2. 3.

: :

Semakin panjang tali, maka T akan semakin besar. Besar simpangan tidak mempengaruhi T. Berat beban tidak mempengaruhi T.