Anda di halaman 1dari 5

Sejarah Farmakope Indonesia

Sejarah perkembangan farmakope Indonesia


Farmokope Indonesia jilid I edisi I merupakan farmokope nasional yang diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1962 dan diberlakukan oleh Mentri Kesehatan RI pada tanggal 20 Mei 1962 tepat pada hari kebangkitan Mentri Kesehatan RI No 652/ Kab/4 dan merupakan pelaksanaan Undang-undang No 9 tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan yaitu undang-undang yang menjadi pedoman dan landasan bagi semua kegiatan dalam usaha pembinaan dan pemeliharaan serta peningkatan kualitas di bidang kesehatan. Sejarah penyusunan Farmokope Indonesia telah dimulai sebelum berlakunya Undangundang Pokok Kesehatan, diawali dengan keputusan kongres Ikatan Apoteker Indonesia ( Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) pada tahun 1958, yang mengusulkan kepada Pemerintah untuk membentuk suatu panitia penyusun. Pada tahun 1959 dibentuklah Panitia Farmakope Indonesia dengan surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 115772/U.P. tanggal 4 Juni 1959, kemudian diubah dan ditambah anggotanya, terakhir dengan Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No.3/Pd/61 tanggal 3 November 1961. Dengan susunan sebagai berikut : Ketua : Prof. soetarman, wakil ketua : Drs. E. Looho, wakil ketua I: Drs. Sunarto Prawirosuianto, Sekretaris I : Drs. Poernomosinggih, Sekretaris II : Drs. Marisi P. Sihombing. Dalam penyusunan jilid I edisi I tahun 1962 ini, Panitia Farmakope Indonesia menggunakan naskah persiapan yang diusulkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia dengan mengacu pada Pharmacopoea Internationalis Editio Prima Yang diterbitkan oleh WHO pada tahun 1953. Dalam melaksanakan tugas menyusun dan memelihara Farmakope ini, Panitia Farmakope Indonesia telah mendapat bantuan yang sangat besar dari institute Teknologi Bandung, khususnya Departemen ilmu kimia dan ilmu hayat. Pada tahun 1965 diterbitkan Farmakope Indonesia jilid II edisi I yang merupakan pelengkap bagi jilid I dan memuat sediaan-sediaan galenika dan sediaan farmasi lainnya yang belum dimasukkan dalam jilid I. Farmakope Indonesia Jilid II, edisi pertama ini oleh Mentri Kesehatan yang diberlakukan pada tanggal 20 Mei 1965, tepat pada peringatan hari Kebangkitan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Mentri kesehatan RI No. 16001/Kab/54 tanggal 10 April 1965.

Dalam Farmakope Indonesia jilid kedua ini, telah diadakan perubahan Panitia dengan surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 25943/ Kab/139 tanggal 3 mei 1962 dengan susunan sebagai berikut : Ketua : Drs. Sunarto Prawirosujanto Wakil ketua I : Drs. E. Looho Wakil Ketua II : Drs. R. Hartono Wingjodisastro Sekretaris I : Drs. Poernomosinggih Sekretaris II : Marisi P. Sihombing Untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan agar penerapan Farmakope Indonesia dapat lebih diperluas, maka dilakukan revisi Farmakope Indonesia Edisi I oleh Panitia dengan Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 72/Kab/B VII/70 tanggal 21 Februari 1970. Ekstra farmakope Indonesia sebagai pelengkap Farmakope Indonesia Edisi II diterbitkan pada 1974 dan diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 1974, berdasarkan Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 5/I/Kab/B. VII/74 tanggal 1 juni a974 untuk memenuhi kebutuhan akan standar yang berisi persaratan mutu obat yang mencakup Zat, Bahan obat, dan sediaan Farmasi yang tidak tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi II. Berdasarkan Surat keputusan Mentri Kesehatan RI No.8/ Kab/ B.VII/72 tanggal 8 januari 1972 dibentuk susunan panitia Ekstra Farmakope Indonesia dengan susunan sebagai berikut: Ketua :Drs Sunarto Prawirosujanto, wakil Ketua I : Drs. E Looho, Wakli Ketua II: Drs. Heman, Sekretaris I : Drs. R Bambang Soetrisno Berdasarkan Surat keputusan Mentri kesehatan RI No.1858/II/SK/78 tanggal 21 september 1978 dibentuk panitia Farmakope Indonesia untuk menyusun Farmakope Indonesia Edisi III sebagai revisi Farmakope Indonesi Edisi II dan diberlakukan oleh mentri kesehatan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi secara pesat dalam selang waktu yang relative panjang, yaitu tahun 1979 sampai dengan 1995, kebutuhan untuk merevisi farmakope Indonesia edisi III tahun 1979 merupakan hal yang sangat mendesak. Untuk mengantisipasi era globalisasi yang akan terjadi dalam dunia Farmasi, Indonesia harus dapat menangkap peluang bersaing dipasaran bebas dunia dengan menghasilkan produk-produk farmasi yang bermutu tinggi. Untuk itu Indonesia perlu mengadakan harmonisasi standardisasi dalam bidang farmasi sesuai dengan perkembangan dinegara maju. Oleh karena itu pada tahun 1990 dibentuk suatu Tim Revisi Farmakope Indonesia Edisi III untuk mengkaji dasar-dasr Revisi Farmakope Indonesi edisi III yang terdiri atas : Ketua : Drs.

Selamet Soesilo, Wakil Ketua : Prof. DR. charles J.P. Siregar,MSc, Dra. Anda Janingsih, MSc, Sekretaris : Drs. Richard panjaitan. Selanjutnya dibentuk kembali Farmakope Indonesia berdasarkan SK Menkes RI No. 695/Men.Kes/SK/VIII/1992 untuk melanjutkan penyusunan farmakope Indonesia edisi IV. Untuk memeriksa Farmakope Indonesia Edisi IV dewan redaksi Panitia Farmakope Indonesia Edisi IV sebagai BErikut : Penarah : Drs. WisnuKatim Ketua : Dra. Anda Janingsih, MSc Wakil Ketua : Drs. Richard Panjaitan

24 FEBRUARI 2011

Farmakope Indonesia
Farmakope merupakan sebuah buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat-obat penting serta persyaratannya. Persyaratan akan identitas, kadar kemurnian, dan sebagainya, begitu pula metode analisa dan resep sediaan farmasi. Kebanyakan Negara memiliki farmakope nasionalnya dan obat-obat resmi yang dimuatnya merupakan obat dengan nilai terapi yang telah dibuktikan oleh pengalaman lama atau riset baru. Farmakope Indonesia telah dikeluarkan pada tahun 1962 (jilid I) disusul dengan jilid II (1965), yang mengandung bahan-bahan galenika dan resep. Kemudian Farmakope Indonesia jilid I dan II telah direvisi menjadi Farmakope Indonesia Edisi II yang mulai berlaku sejak 12 November 1972.Pada tahun 1979 terbit Farmakope Indonesia Edisi III yang diberlakukan mulai tanggal 12 November tahun itu juga. Kemudian, pada tahun 1996 diluncurkan Farmakope Indonesia Edisi ke IV. Kemudian pada tanggal 27 Januari 2010 Kementerian Kesehatan telah menetapkan pemberlakuan Suplemen Pertama (I) Farmakope Indonesia Edisi IV. Penetapan Pemberlakuan Suplemen Pertama (I) Farmakope Indonesia Edisi IV ini berdasarkan Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor:

HK.03.01/MENKES/150/I/2010 tentang pemberlakuan Suplemen Pertama (I) Farmakope Indonesia Edisi IV. Suplemen Pertama (I) Farmakope Indonesia Edisi IV ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Farmakope Edisi IV. Silahkan di unduh (download). File dalam bentuk Pdf gunakan Acrobat Reader untuk membacanya

FARMACIA | Definisi Farmakope -Farmakope dapat diartikan sebagai Buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat-obat penting serta persyaratannya tentang identitas, kadar kemurnian dsb. Begitu pula

metode-metode analisa dan resep-resep sediaan farmasi. Di dalam Farmakope Indonesiadicantumkan pula nama lain, nama generik dan nama kimia.Nama latin adalah nama obat dalam ejaan latin. Nama Generik (International Non-proprieatary name / INN) adalah nama umum yang dipakai di semua negara tanpa melanggar hak patent yang berlaku untuk obat tersebut. Nama kimia adalah nama obat yang didasarkan nama unsur-unsur kimia yang membentuknya. Selain buku Farmakope, juga digunakan secara khusus buku lain antara lainFormularium Nasional dan buku Informasi Spesialis Obat (ISO) yang memuat nama-nama patent dan atau spesialit. Obat patent ialah obat produk dari suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum. Demikian artikel mengenal Farmakope Indonesia dan Buku Resmi Lain yang menjadi standar obat di Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai