Anda di halaman 1dari 3

Nama : Anton Saputra NIM : 201110320311011

KERUSAKAN HUTAN DI INDONESIA


Sejak jaman nenek moyang manusia, hutan telah dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah hidup. Sejak itu pula telah ada kearifan lokal manusia untuk melindungi dan melestarikan hutan dan lingkungannya sehingga hutan tetap menjadi primadona penopang kehidupan mereka. yang dikemukakan sebagai berikut. Menurut Anonim (2011a), hutan merupakan suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuhan yang lebat dan pohon yang besar, rumput dan jamur yang cukup luas. Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan terdapat beraneka ragam jenis tumbuhan yang ada di dalamnya. Dan hutan juga dapat didefinisikan sebagai sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Namun hutan yang ada di Indonesia ini tidak terlepas dari pengerusakan tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Salah satu pengerusakan hutan yang sampai sekarang belum dapat diatasi ialah penebangan liar (pembalakan liar). Menurut Anonim (2011b), penebangan liar (pembalakan liar) adalah (bahasa Inggris: illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat. Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran sungai Amazon, Afrika Tengah, Asia Tenggara, Rusia dan beberapa negara-negara Balkan. Di Indonesia sendiri, pada tahun 1998 diindikasikan bahwa sekitar 40% dari seluruh kegiatan penebangan adalah liar, dengan nilai mencapai 365 juta dolar AS. Studi yang lebih baru membandingkan penebangan sah dengan konsumsi Hutan diketahui memiliki manfaat yang langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia seperti

domestik ditambah dengan elspor mengindikasikan bahwa 88% dari seluruh kegiatan penebangan adalah merupakan penebangan liar. tempat transit utama dari produk kayu ilegal dari Indonesia. Selain penebangan liar, kasus pengerusakan hutan yang sering terjadi di Indonesia adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan adalah merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara (Nurhayati, Ai dkk, 2005). Luas hutan di indonesia setiap tahun semakin menurun yang disebabkan oleh pengerusakan hutan, dan di Indonesia pengerusakan hutan yang sering terjadi ialah penebangan liar atau pembalakan liar dan kebakaran hutan. Dengan terjadinya kerusakan hutan ini, maka ekosistem di alam juga terganggu. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwasanya faktor terbesar yang menyebabkan sering terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain-lain adalah kerusakan hutan itu sendiri. Berangkat dari hal itu lah maka hendaknya masyarakat di Indonesia menjaga hutan yang ada dan melestarikan hutan yang tinggal sedikit ini. Kerjasama semua kalangan akan membuat penjaggan hutan semakin baik, dan memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan hutan yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Refrensi : Anonim, 2011a. HUTAN. id.wikipedia.org/wiki/Hutan diakses pada tanggal 2 November 2011 Anonim, 2011b. November 2011 PEMBALAKAN LIAR. Malaysia merupakan

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembalakan_liar diakses pada tanggal 2

Nurhayati, Ai dkk, 2005. KEBAKARAN HUTAN INDONESIA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA. http://www.cifor.cgiar.org/Publiction/occasional paper no 38 (i)/html diakses pada tanggal 2 November 2011