Anda di halaman 1dari 2

Yang harus dilakukan sebagai persiapan koass, berdasarkan urutan dari yang paling penting: 1.

SADAR DIRI Anda sudah koass. Umur sudah kepala 2. Dewasalah. Coba pikirkan lagi, maukah anda menghabiskan sisa hidup anda sebagai dokter? Kalau masih mau, teruskan membaca. 2. IMUNISASI Segala macam imunisasi yang bisa anda lakukan, lakukanlah! Kalau imunisasi anda saat kecil sudah lengkap, lakukan imunisasi ulang HepB dan TT. 3. Kursus 3 Bahasa: Sunda, Indonesia, Inggris Sunda Bahasa ini harus anda kuasai untuk melakukan anamnesis pasien di beberapa RS di jawa barat hampir semua pasiennya berbahasa Sunda. Sebagian pasien bahkan hanya bisa bertutur dalam bahasa Sunda.lieur khan upami teu tiasa nyarios bahasa sunda??? Harap diingat, rintangan bahasa (language barrier) antara dokter dan pasien dapat berakibat fatal pada diagnosis dan pengobatan. Hal ini berlaku di semua daerah dan Negara Pelajari kalimat percakapan sehari-hari, perbendaharaan kata-kata dan istilah anatomis serta macam-macam penyakit dan keluhan. Minta teman, orang tua atau siapa saja yang bisa berbahasa Sunda untuk mengajari anda. Kalau perlu, bayar!.klo mau gratis nyari aja pacar orang sunda.ya ga sey????? Indonesia Walaupun sehari-hari kita gunakan, pelajarilah secara khusus penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia kedokteran. Kepentingannya adalah saat pembuatan rekam medis, karya tulis ilmiah seperti laporan kasus dan referat, serta tata cara presentasi. Beberapa dosen sangat memperhatikan hal ini. Inggris Penguasaan bahasa Inggris selama koass lebih diutamakan dalam membaca referensi seperti textbook dan jurnal. Biasakan membaca textbook dan jurnal[*] dari sekarang. 4. Jaga kesehatan Maukah anda dirawat oleh seorang dokter yang sakit-sakitan? Begitu juga pasien anda. Oleh karena itu jaga kesehatan anda. Caranya, atur makanan, olahraga,dan istirahat[]. Masih bisa koq selama anda bisa(baca poin selanjutnya) 5. Mengatur diri anda sendiri Mulailah atur diri anda, kapan saatnya belajar, ibadah, olahraga, rekreasi, atau agenda pribadi anda yang lain. Waktu 24 jam sehari telah Tuhan berikan sama pada semua orang. Kesuksesan datang pada orang yang mampu mengatur waktu miliknya sendiri. Bacalah buku Stephen R. Covey: The 7 Habits of Highly Effective People.[] 6. Kemampuan komunikasi efektif Modal penting untuk jadi dokter adalah kemampuan mendengar yang baik. Dengan kata lain, mulailah camkan ini: Shut up and listen carefully. Mulailah dari lingkungan anda sendiri dulu. Ajak bicara orang tua, keluarga, sahabat, orang-orang yang bekerja untuk anda seperti pembantu, sopir dan lain-lain. Lalu perluas, ajak bicara satpam, petugas perpustakaan, kasir bank, SPG,

tukang jamu, sopir angkot, preman atau siapa saja yang bisa anda temui. Dengarkan seksama, dan bermpatilah pada masalah mereka. Ingatlah, semakin banyak pasien anda, semakin beragam mereka. Bacalah buku Dale Carnegie: How to Win Friends and Influence People 7. Sadari Posisi Anda koass. Di RS anda akan bertemu sesama koas, dokter konsulen & residen, perawat, bidan, petugas lab, karyawan, dan pekarya. Mereka semua tahu kalau anda masih belajar, dan bersedia membantu anda. Syaratnya, hapus rasa malu yang tidak perlu, turunkan ego, sering-seringlah ucapkan: tolong, maaf, dan terima kasih plus senyum tulus. 8. Common things common Pelajarilah hal yang mendasar dan umum terlebih dahulu. Pelajari dulu yang sehat baru yang sakit. Pelajari dulu yang umum baru yang khusus. Belajarlah anatomi, fisiologi, kemudian patofisiologi, dan pemeriksaan fisik. 9. PATIENT IS THE REAL PURPOSE Semua yang dilakukan di RS baik itu dilakukan oleh dokter, perawat, bidan, atau koas seperti anda harus ditujukan demi kebaikan pasien. Sebelum melakukan apapun pada pasien anda, cobalah bertanya dulu: Apakah ini akan berguna untuk pasien saya? Apakah ini akan merugikan pasien saya? Apakah keuntungannya lebih besar daripada kerugiannya bagi pasien saya? Bagaimana perasaan pasien saya? Apakah ini akan membebani pasien saya? Bagaimana dengan keluarganya? 10. Ingat tujuan awal Kalau anda kehilangan arah, ingatlah tujuan awal anda. Kenapa anda ingin menjadi dokter? Kenapa anda masuk fakultas kedokteran? Kenapa anda mau membayar mahal dan bersusahsusah menyelesaikan kuliah? Pertanyaan-pertanyaan ini sering berulang dalam benak saya, dan sering membuat saya ragu. Namun setiap saya melihat dan menolong pasien saya, semua pertanyaan itu terjawab dan saya kembali yakin.lebay yak.