Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) adalah salah satu masalah gizi yang masih terdapat di Indonesia, akibat kurangnya asupan yodium sehingga terjadi gangguan hormonal yang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan mental, gangguan system persyarafan, termasuk gangguan bicara dan pendengaran. Oleh karena berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan intelektual, maka dampaknya adalah penurunan kualitas sumber daya manusia, penurunan produktifitas, dan kegagalan ekonomi, yang akan berpengaruh buruk terhadap eksistensi suatu bangsa. Dinyatakan juga bahwa saat ini di beberapa provinsi di Indonesia masih ditemukan kasus suspect kretin dan retardasi mental, yang kemungkinan disebabkan karena GAKY. Pada tahun 2008 teridentifikasi sebanyak 316 orang mengalami gangguan neurologis yang potensial diduga disebabkan karena GAKY. Tentu saja hal ini juga dapat menjadi preseden buruk terhadap kualitas SDM bangsa Indonesia, khususnya di wilayah yang endemik. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKY) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditanggulangi secara sungguh-sungguh. Penduduk yang tinggal di daerah kekurangan iodium akan mengalami GAKY kronis yang menyebabkan pertumbuhan fisik terganggu dan keterbelakangan mental yang tidak dapat disembuhkan sehingga menjadi beban masyarakat. GAKY mengakibatkan penurunan kecerdasan dan produktivitas penduduk sehingga menghambat pengembangan sumber daya manusia. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk menganalisa penyakit gangguan akibat kekurangan yodium berdasarkan sudut pandang epidemiologi deskriptif 2. Tujuan Khusus a. Untuk menganalisa penyakit gangguan akibat kekurangan yodium berdasarkan person b. Untuk menganalisa penyakit gangguan akibat kekurangan yodium berdasarkan place c. Untuk menganalisa penyakit gangguan akibat kekurangan yodium berdasarkan time
1

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Tentang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium 1. Definisi Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Iodine Deficiency Disorder) adalah gangguan tubuh yang disebabkan oleh kekurangan iodium sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Definisi lain, GAKY merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit salah satu yang sering kita kenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok. Dimana akibat defisiensi iodium ini merupakan suatu spektrum yang luas dan mengenai semua segmen usia, dari fetus hingga dewasa. Dengan demikian jelaslah bahwa gondok tidak identik dengan GAKY. Dengan demikian kepentingan klinisnya tidak saja didasarkan atas akibat desakan mekanis yang ditimbulkan oleh gondok, tetapi justru gangguan fungsi lain yang dapat dan sering menyertainya seperti gangguan perkembangan mental dan rendahnya IQ, hipotiroidisme, dan kretin. Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang melebihi normal. Hipotiroidi adalah kondisi di mana tubuh tidak memperoleh cukup hormon tiroid. Kondisi ini mengakibatkan penderita menjadi malas, mengantuk, kulit kering, tidal(tahan dingin dan konstipasi). Hormon tiroid berperan dalam proses pertumbuhan otak dan sistim saraf. Oleh karena itu anak penderita hipotiroidi mengalami hambatan dalam pertumbuhan fisik dan keterbelakangan mental. Keterbelakangan fisik dan mental yang dikenal, akan tetapi seringkali kondisi ini ringan hingga sulit diketahui kecuali dengan diagnosis yang baik. 2. Etiologi Dan Patogenesis Faktor Faktor yang berhubungan dengan masalah GAKY antara lain : Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKY. Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya (Djokomoeldjanto, 1994). Hal ini dibuktikan oleh Marine dan Kimbell (1921) dengan
2

pemberian iodium pada anak usia sekolah di Akron (Ohio) dapat menurunkan gradasi pembesaran kelenjar tiroid. Temuan lain oleh Dunn dan Van der Haal (1990) di Desa Jixian, Propinsi Heilongjian (Cina) dimana pemberian iodium antara tahun 1978 dan 1986 dapat menurunkan prevalensi gondok secara drastic dari 80 % (1978) menjadi 4,5 % (1986). Iodium Excess terjadi apabila iodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling (Djokomoeldjanto, 1994). Faktor Geografis dan Non Geografis Menurut Djokomoeldjanto (1994) bahwa GAKY sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium (Soegianto, 1996 dalam Koeswo, 1997). Faktor Bahan Pangan Goiterogenik Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik (Djokomoeldjanto, 1974). Williams (1974) dari hasil risetnya mengatakan bahwa zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Goiterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat (Linder, 1992). Menurut Chapman (1982) goitrogen alami ada
3

dalam jenis pangan seperti kelompok Sianida (daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung) ; kelompok Mimosin (pete cina dan lamtoro) ; kelompok Isothiosianat (daun pepaya) dan kelompok Asam (jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka). Faktor Zat Gizi Lain Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas. Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun. 3. Klasifikasi Survei epidemiologis untuk gondok endemik biasanya didasarkan atas besarnya kelenjar tiroid, dilakukan dengan metode Palpasi, menurut klasifikasi Perez atau modifikasinya (1960) : Grade 0 : Tidak teraba Grade 1 : Teraba dan terlihat hanya dengan kepala yang ditengadahkan Grade 2 : Mudah terlihat, kepala posisi biasa Grade 3 : Terlihat dari jarak tertentu Karena perubahan gondok pada awalnya perlu diwaspadai, maka grading system, khususnya grade 1 dibagi lagi dalam 2 klas, yaitu: Grade 1a : Tidak teraba atau teraba tidak lebih besar daripada kelenjar tiroid normal. Grade 1b : Jelas teraba dan membesar, tetapi pada umumnya tidak terlihat meskipun kepala ditengadahkan. Kelenjar tiroid tersebut ukurannya sama atau lebih besar dari falangs akhir ibu jari tangan pasien. 4. Spektrum GAKY Macam-macam Gangguan Akibat GAKY : a. Pada Fetus - Abortus - Steel Birth
4

- Kelainan Kematian Perinatal - Kretin Neurologi - Kretin Myxedematosa - Defek Psikomotor b. Pada Neonatal - Hipotiroid - Gondok Neonatal c. Pada Anak dan Remaja - Juvenile Hipothyroidesm - Gondok Gangguan Fungsi Mental - Gangguan Perkembangan Fisik - Kretin Myxedematosa dan Neurologi d. Pada Dewasa - Gondok dan segala Komplikasinya - Hipotiroid - Gangguan Fungsi Mental 5. Manifestasi Klinis Gejala yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan , seperti: a. Terhadap Pertumbuhan - Pertumbuhan yang tidak normal. -Pada keadaan yang parah terjadi kretinisme - Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan - Tingkat kecerdasan yang rendah - Mulut menganga dan lidah tampak dari luar b. Kelangsungan Hidup Wanita hamil didaerah Endemik GAKY akan mengalami berbagai gangguan kehamilan antara lain : - Abortus - Bayi Lahir mati - Hipothryroid pada Neonatal

c. Perkembangan Intelegensia 1) Setiap penderita Gondok akan mengalami defisit IQ Point sebesar 5 Point dibawah normal 2) Setiap Penderita Kretinisme akan mengalami defisit sebesar 50 Point dibawah normal. Iodium diperlukan khususnya untuk biosintesis hormon tiroid yang beriodium. Iodium dalam makanan diubah menjadi iodida dan hampir secara sempurna iodida yang dikonsumsi diserap dari sistem gastrointestinal. Yodium sangat erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan anak. Dampak yang ditimbulkan dari kekurangan konsumsi yodium yang berada dalamtubuh, akan sangat buruk akibatnya bagi kecerdasan anak, karena bisa menurunkan 11-13 nilai IQ anak.. Di antara penyakit akibat kekurangan iodium adalah gondok dan kretinisme. Ada dua tipe terjadinya kretinisme, yaitu kretinisme neurology seperti kekerdilan yang digolongkan dengan mental, kelumpuhan dan buta tuli. Ada pula kretinisme hipotiroid Lokasi dan struktur tiroid (gondok) di mana kelenjar tiroid yang terletak di bawah larynx sebelah kanan dan kiri depan trakea mengekskresi tiroksin, triiodotironin dan beberapa hormon beriodium lain yang dihubungkan dengan pertumbuhan yang kerdil dan retardasi mental yang lambat. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan tubuh akan yodium memang harus selalu dipenuhi. Karena kalau tidak, hipotiroidisme akan terus mengancam. Baik bayi, anak, remaja, bahkan dewasa muda tetap mempunyai peluang terserang penyakit gondok, gangguan fungsi mental dan fisik, maupun kelainan pada system saraf. Semua penyakit dan berbagai kelainan lainnya yang disebabkan oleh defisiensi unsur kimia berlambang I ini , kini disebut dengan GAKY ( Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ). Selain akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, yang kita tahu selama ini, kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok. Padahal, banyak gangguan lain yang juga bisa muncul. Misalnya saja, kekurangan yodium yang dialami janin akan mengakibatkan keguguran maupun bayi lahir meninggal, atau meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Bahkan, tidak sedikit bayi yang terganggu

perkembangan psikomotoriknya. d. Pertumbuhan Sosial

sistem

sarafnya

sehingga

mempengaruhi

kemampuan

Dampak sosial yang ditimbulkan oleh GAKY berupa terjadinya gangguan perkembangan mental, lamban berpikir, kurang bergairah sehingga orang semacam ini sulit dididik dan di motivasi. e. Perkembangan Ekonomi GAKY akan mengalami gangguan metabolisme sehingga badannya akan merasa dingin dan lesu sehingga akan berakibatnya rendahnya produktivitas kerja, yang akan mempengaruhi hasil pendapatan keluarga. 6. Terapi a. Farmakologi : 1) Parasetamol Sebagai analgetik antipiretik Indikasi :Menurunkan rasa sakit kepala,sakit gigi dan menurunkan panas.

Efek Samping :Reaksi hipersensitif, bila diberikan dalam dosis tinggi dapat merusak hati. Kemasan 2) Amoksisilin Indikasi : Infeksi Saluran Nafas, Saluran Kemih, dan Kelamin. Infeksi lain seperti Salmonella sp, Shigella, kulit, luka selulitis, furunkulosis. Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap penisilin, gangguan ginjal, leukemia limfatik, superinfeksi. Efek Samping : Reaksi hipersensitif, gangguan gastrointestinal. Interaksi Obat : Probenesid meningkatkan waktu paruh amoksisilin dalam plasma, 3) Recovit Kandungan : Vitamin. A 5000 IU, Vitamin B1 10 mg, Vitamin B2 15 mg, Vitamin B6 5 mg, Vitamin B12 5 mg, Vitamin C 200 mg, Vitamin E 15 iu, Vitamin D 400 iu, nicotinamide 50 mg, kalium iodide, calsium pantothenate, ferrofumarete, zink sulfat. :Botol 60 ml.

Indikasi

: Terapi defisiensi multivitamin dan mineral

Suplemen vitamin untuk wanita hamil. Dosis : 1x/hari 1 kapsul 4) Sirup Vitamin Zn Kandungan : Vitamin. A 1250 iu,Vitamin D 200 iu, Vitamin C 20 iu, Vitamin B1 1 mg, Vitamin B2 1 mg, Vitamin B6 o,6 gr, Vitamin B12 2g, Vitamin d-Panthenol 3 mg, Elemental iron + 1,5 mg, Calsium +20 mg, Phosporus + 15 mg, Manganese + 0,25 mg, Zinc + 0,25mg, Magnesium + 1,5 mg, Potasium + 1,25 mg, Lysine 12, 5mg, Hydrochloride Inositol 2,5 mg, Choline + 2,5 mg, Indikasi : Sebagai suplement diet untuk profilaksis dan pengobatan, defisisensi Fe dan vitamin serta mineral. Kontarindikasi : Pada penderita haemochromatosis, Haemosiderosis, dan anemia hemolitik. Dosis b. Non Farmakologi : Bahan Makanan yang cukup banyak mengandung Yodium adalah 1. Bahan makanan yang berasal dari laut. Dalam ikan laut bisa mencapai 830 mg/kg. Bandingkan dengan daging yang kandungan yodiumnya hanya 50 mg/kg, dan telur hanya 93 mg/kg. Selain ikan laut, cumi-cumi juga mengandung yodium cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg/kg. Yang paling tinggi kandungan yodiumnya adalah rumput laut (ganggang laut), khususnya yang berwarna coklat. Banyaknya yodium yang dibutuhkan tubuh kita per hari, minimal sekitar 100 mg. Karena itu, kalau kita mengkonsumsi ikan laut basah sebanyak 100 g/hari, artinya sudah mencukupi. Atau, kalau rumput laut coklat diolah menjadi hidangan yang lezat, dengan 2-5 gr/hari/orang, kebutuhan yodium sekeluarga sudah dapat terpenuhi. 2. Sumber dimaksud yodium disini lain yang mudah kita temui adalah garam. kadar Yang yodium : 5 ml/hari.

adalah

garam

beryodium

dengan

antara 30-80 ppm (part per million).

Pemberian iodium atau hormone tiroid jangka lama akan mengecil kelenjar ini. Pada kasus dengan gondok besar yang disertai dengan gejala penekanan, perlu diadakan tindakan operasi. Tetapi tindakan perorangan ini sulit dijalankan sevara luas, apalagi bila mengingat jumlah penduduk yang terkena. Satu-satunya jalan mengatasinya ialah melalui program pencegahan dengan iodium.7 Pemberian iodium atau hormone tiroid jangka lama akan mengurangi munculnya GAKY. Berbagai cara telah ditempuh untuk menyampaikan unsur iodium ini pada penduduk yang membutuhkannya, misalnya dalam bentuk pil, dimasukkan dalam coklat untuk anak sekolah, dalam air minum, dimasukkan dalam roti, dan dalam garam beryodium B. Analisa Penyakit GAKY dari Sudut Pandang Epidemiologi Deskriptif 1. Orang (Person) Akibat defisiensi iodium ini merupakan suatu spektrum yang luas dan mengenai semua segmen usia, dari fetus hingga dewasa. Spectrum a. Pada Fetus Akibat defisiensi yodium dapat terjadi: Abortus, Steel Birth, Kelainan,

Kematian Perinatal, Kretin Neurologi, Kretin Myxedematosa, Defek Psikomotor b. Pada Neonatal Dapat terjadi Hipotiroid, Gondok Neonatal c. Pada Anak dan Remaja Dapat terjadi Juvenile Hipothyroidesm, Gondok, Gangguan Fungsi Mental, Gangguan Perkembangan Fisik, Kretin Myxedematosa dan Neurologi d. Pada Dewasa Dapat terjadi gondok dan segala Komplikasinya, Hipotiroid, Gangguan Fungsi Mental Selain keempat spectrum di atas, berdasarkan keadaan khusus, GAKY rentan terjadi pada wanita hamil, nifas, dan menyusui karena kebutuhan terhadap yodium yang lebih besar dari biasanya. Pada wanita usia subur, wanita hamil, dan nifas di daerah Endemik GAKY juga rentan mengalami berbagai gangguan. Contoh gangguan yang terjadi pada wanita hamil antara lain : - Abortus
9

- Bayi Lahir mati - Hipothryroid pada Neonatal 2. Tempat (Place) Pada umumnya orang yang mengalami gangguan akibat kekurangan yodium berada pada daerah di dataran tinggi yang jauh dari pesisir pantai, karena pada dataran tinggi kandungan yodium pada aiar dan tanahnya sangatlah rendah. Hal ini diperkuat oleh pendapat Djokomoeldjanto. Menurut Djokomoeldjanto (1994) bahwa GAKY sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium (Soegianto, 1996 dalam Koeswo, 1997). 3. Waktu (Time) Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan tubuh akan yodium memang harus selalu dipenuhi. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan tubuh akan yodium memang harus selalu dipenuhi. Pada umumnya yodium tidak dapat disimpan oleh tubuh dalam waktu yang lama. Meskipun yodium dibutuhkan hamya dalam jumlah yang sedikit, tetapi kebutuhan yodium harus dipenuhi setiap harinya. Gangguan akibat kekurangan yodium dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama, yaitu terjadi defisiensi yodium yang berkelanjutan dalam kurun waktu yang lama.

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Analisa gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) menurut epidemiologi deskriptif berdasarkan criteria Orang (Person), GAKY umumnya dapat terjadi pada semua segmen usia, dari fetus, neonatal, anak, remaja, hingga dewasa. Berdasarkan keadaan khusus, GAKY rentan terjadi pada wanita hamil, nifas, dan menyusui karena kebutuhan terhadap yodium yang lebih besar dari biasanya. Analisa gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) menurut epidemiologi deskriptif berdasarkan criteria Tempat (Place), umumnya GAKY terjadi pada daerah dataran tinggi dimana kadar yodium pada air dan tanahnya sangat rendah. Analisa gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) menurut epidemiologi deskriptif berdasarkan criteria Waktu (Time), GAKY dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama, yakni akibat defisiensi yodium secara terus menerus dalam kurun waktu yang panjang. B. Saran Untuk menghindari terjadinya gangguan akibat kekurangan yodium sebaiknya mengkonsumsi makanan sumber yodium secara cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

11

DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2008. Diskusi Pakar Penanggulangan Masalah GAKY. Diakses pada 26 Desember 2011 dari http://gizi.depkes.go.id/artikel/diskusi-pakar-penanggulangan-masalah-gaky/ Saraswati, Edwi. 2009. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Terjadinya GAKI di Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang. Diakses pada 25 Desember 2011 dari http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jkpkbppk-gdl-grey-2000-edwi93-gaki Thesa. 2009. GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium). Diakses pada 25 Desember 2011 dari http://dokterthesa.wordpress.com/2009/06/25/gaki/

12