Anda di halaman 1dari 4

Frederick Wallace Smith atau akrab disebut Fred Smith harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya membangun

perusahaan jasa pengiriman barang. Maklum, dia harus mempersiapkan armada pesawat yang banyak dan jaringan distribusi yang solid. Apalagi, dia menargetkan bisa mengirimkan barang atau paket dalam 24 jam. Pada awalnya, Smith sulit membujuk para pelanggan agar mau menggunakan jasa perusahaannya, Federal Express. Karenanya, dalam dua tahun pertama, perusahaan ini masih merugi.

Selama dua tahun sejak mendirikan Federal Express Corporation pada 18 Juni 1971, Fred Smith harus bekerja keras. Maklum, awalnya, perusahaan ini sempat menderita kerugian sampai US$ 29 juta. Para karyawan, termasuk pengemudi dan pilot, harus rela merogoh kocek membeli bahan bakar pesawat terbang atau mobil angkutan paket. Smith juga mengeluarkan dana besar untuk program promosi. Kesulitan makin bertambah saat harga minyak dunia melonjak seiring krisis di Timur Tengah.

Kondisi perusahaan baru mulai membaik pada tahun 1976. Saat itu, Federal Express mulai membukukan laba. Mereka juga melakukan diversifikasi usaha ke bisnis pengi-riman dokumen, komputer, hingga organ tubuh. Dengan tambahan layanan ini, jumlah pelanggan pun semakin

bertambah banyak. Apalagi, Federal Express juga menangani pengiriman barang milik pemerintah. Pada tahun 1978, Federal Express semakin mapan. Karena itu, dengan percaya diri, mereka menjual sebagian sahamnya ke publik dan melantai di New York Stock Exchange (NYSE). Dengan mengantongi dana segar dari lantai bursa, Smith bisa semakin mengembangkan perusahaan ini. Alhasil, pada tahun 1984, Federal Express berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 1 miliar. Ini merupakan sebuah sejarah. Sebab, saat itu, jumlah perusahaan di Amerika Serikat yang bisa mencetak pendapatan sebesar itu masih sangat sedikit.

Untuk bisa mencapai pendapatan sebesar itu, Smith menerapkan beberapa strategi khusus. Selain mengembangkan jaringan pengiriman, dia juga mengembangkan berbagai ide baru agar Federal Express bisa memberikan jasa pengiriman yang paling cepat. Dekade 1980-an dan 1990-an merupakan masa percobaan bagi Smith. Tahun 1984, dia menciptakan ZapMail, yaitu sistem berbasis satelit yang terhubung dengan beberapa tempat. Sistem ini mampu menjamin pengiriman dokumen melalui mesin faksimili dan kurir dalam kurun waktu dua jam.

Produk ini bisa membantu pelanggan mengirimkan dokumen ke seluruh Amerika dalam waktu yang singkat. Sayang, ZapMail kurang bisa merebut hati pelanggan. Apalagi, pada akhir tahun 1980-an, para pebisnis telah mulai memiliki mesin faksimili sendiri. Akhirnya, pada tahun 1989, dia menghentikan program layanan ZapMail. Ternyata, keputusan itu sangat mahal. Federal Express harus menanggung kerugian sebesar US$ 300 juta.

Peristiwa tersebut berbuntut panjang. Sejak itu, Federal Express terus mengalami krisis keuangan. Kondisi mereka semakin parah karena harus menghadapi persaingan sengit dengan UPS Inc. Demi memenangkan persaingan itu, Smith mengambil langkah-langkah yang lebih agresif. Misalnya,

Federal Express membeli Flying Tigers, perusahaan penerbangan internasional yang berbasis di Los Angeles, AS. Nilai pembelian perusahaan itu mencapai sekitar US$ 880 juta. Setelah akuisisi itu, Federal Express menjelma menjadi perusahaan penerbangan kargo terbesar di dunia. Smith pun tak perlu lagi mengandalkan perusahaan penerbangan lain untuk mengirimkan paket ke luar negeri maupun antar pulau.

Untuk memperkuat armadanya, dia juga terus membeli truk-truk pengangkut paket baru. Meskipun kompetisi kian ketat dan kinerja finansial Federal Express tumbuh kerdil, Smith tak cemas. Sebab, dia merasa telah melakukan banyak perubahan, misalnya dengan menerapkan teknologi informasi yang canggih dan internet. Dengan serangkaian langkah itu, dia optimistis, Federal Express akan lebih maju. Smith juga sangat sabar menanti para investor di Amerika Serikat dan Eropa mengerti konsep bisnisnya yang mengutamakan keamanan, produktivitas, dan efisiensi. Jika para investor telah memahami konsep itu, Smith yakin, mereka pun tak akan segan-segan mengucurkan modal.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/bisnis/2431-fredsmith-sang-pendiri-federal-express.html

FedEx Blackjack ( yang ini nda tau bener ato nda )

Selama hari-hari awal FedEx (Federal Express), pendiri Frederick Smith menemukan dirinya berjalan kekurangan uang untuk gaji perusahaan. Membutuhkan perjuangan dan kerja keras, Smith terbang ke Vegas dan mempertaruhkan masa depan perusahaannya di meja judi. Beruntung bagi karyawannya, Smith menang dan cepat kembali $ 27.000 untuk memenuhi tuntutan gaji. Perusahaan ini kemudian menjadi salah satu haulers pengiriman terbesar di dunia, dengan hampir 300.000 karyawan dan miliaran aset.

http://cash-jkm.blogspot.com/2010/09/7-cerita-aneh-asal-usul-perusahaan.html