Anda di halaman 1dari 16

TUGAS

FARMAKOTERAPI II HIPERLIPIDEMIA

KELOMPOK 10 : ISRA WAHIDAH NINGRUM (0911013135) ZULHI RAHMAYANI (0911013136) YOLLA DWI RAHMI (0911013138) HERLINDA MAYA SARI (0911013140) FATHYA INTAN LESTARI (0911013142)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

HIPERLIPIDIMIA
DEFENISI DAN INSIDENSI peningkatan salah satu atau lebih kolesterol, kolesterol ester, fosfolipid, atau trigliserid. Hiperkolesterolemi banyak ditemikan: > 60% populasi di inggir memiliki kadar kolesterol total > 5,2 mmol/L dan 3% dari populasi memiliki kadar kolesterol total . 7,5 mmol/L. EPIDEMIOLOGI Orang dengan trigliserida tinggi dan tipe kolesterol lain yang tidak biasa dievaluasi sebagai salah satu pengujian risiko seseorang, dapat meningkatkan risiko jenis stroke tertentu. Kolesterol baik atau jahat telah menjadi target utama dalam menurunkan risiko stroke, tapi hasilnya menunjukkan bahwa jenis lain kolesterol dapat lebih kuat berkaitan dengan stroke aterosklerosis. Para peneliti menganalisis catatan 1.049 orang yang masuk rumah sakit universitas(American Academy of Neurology) akibat stroke dan stroke kecil selama 4 tahun. Diantara mereka, 247 orang mengalami stroke aterosklerotik arteri besar. Mereka yang dengan trigliserida tinggi dan peningkatan kolesterol non HDL tampaknya lebih banyak mengalami stroke aterosklerosis arteri besar dibandingkan yang kadar lemaknya rendah dalam darah. Mereka yang memiliki kadar trigliserida tertinggi 2,7 kali lebih banyak memdapatkan jenis stroke ini dibandingkan mereka yang kadarnya terendah.

(Penelitian yang dipublikasikan dalam edisi online Neurology, bulan Desember 2007, jurnal medis dari American Academy of Neurology). FAKTOR RESIKO Hiperkolesterolemia dan hipertrigliserida merupakan faktor risiko bagi

artherosklerosis dan akhirnya penyakit jantung dan pembuluh (PJP) khususnya angina dan infark jantung. merokok, adipositas, diabetes, hipertensi Stress, menurut peneliti Friedman & Rosenman dimana orang dengan tipe A bersifat sangat ambisius dan bersemangat berlebihan, tidak sabaran, bekerja keras dan cepat mereka lebih besar risikonya mengidap PJP daripada orang tipe B yang lebih santai dan tenang, tidak selalu sibuk dan tidak tergesa-gesa. LDL tinggi ( >175 mg% ) adalah faktor risiko yang terpenting, terlebih bila trigliserida meningkat ( >310 mg% ) HDL rendah ( <35 mg% ) dapat disebabkan oleh merokok, obesitas, dan kurang gerak badan juga akibat obat-obatan seperti diuretik dan beta bloker, hormon kelamin (anabolik), dan hormon stress (adrenalin dan kortisol). Kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan dengan

bertambahnya usia. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar lemak tertentu (misalnya VLDL dan LDL) adalah:

# Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia # Obesitas # Diet kaya lemak # Kurang melakukan olah raga # Penggunaan alkohol # Merokok sigaret # Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik # Kelenjar tiroid yang kurang aktif. # Gagal Ginjal Keturunan # Kelenjar hipofisa yg terlalu aktif # Pil KB # Kortikosteroid # Diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)

GEJALA Xanthoma Berupa lapisan kuning pada pada kelopak mata dan siku. Aterosklerosis Bintik berwarna abu-abu pada bagian intima pembuluh darah arteri yang di dalamnya mengandung unsur kolesterol dan lipoid.

KLASIFIKASI HIPERLIPIDEMIA HIPERLIPIDEMIA SEKUNDER Disebabkan oleh: Diabetes Hipotiroidisme Gagal ginjal kronis atau sindrom nefrotik Penyakit hati kronis, terutama pada alkoholik Obstruktif bilier kronis Obat-obatan: steroid, estrogen.

HIPERLIPIDEMIA GENERIK 1) Hiperkolesterolemia familial Sekelompok gen mempengaruhi reseptor low-density lipoprotein (LDL) dan menyebabkan berkurangnya LDL, sehingga terakumulasi dalam aliran darh. Homozogot (1/1.000.000) memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi (1025 mmol/L) dan penyakit jantung pada usia remaja atau 20an. Heterizigot (1/500) memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi (7-12 mmol/L) beresiko mengidap penyakit jantung koroner (PJK) dini. Pasien bisa memiliki askus kornea, xantelasma, dan xantoma tendon.

2) Hiperkolesterolemia poligenetik dan hiperlipidemia gangguan familial. Ditandai kadar kolesterol yang agak meningkat (7-12 mmol/L) atau tanpa kadar trigeserida yang tinggi. Tidak disebabkan oleh kelainan den tungggal

Merupakan penyebab sangat penting pada peningkatan risiko aterosklerosis dalam populasi.

Kadar trigeserida yang sangat tinggi bisa menyebabkan pankreatitis.

3) Genotipe apoprotein E Variasi genetik pada gen APOE menyebabkan adanya isoform berbeda pada protein APOE. Isoform APOE2 meniliki ikatan yang lebih lemah dengan reseptor hati, sehigga menyebabkan hiperlipidemia.

4) Defesiasi lipoprotein lipase, defesiensi APOC11 Sangat jaranng terjadi Bisa terdapat kadar kilomikro yang sangat meningkat, xantoma eruptit, hepatomegali, dan pankreatitis.

LIPID PADA ATEROSKLEROSIS Kenaikan kolesterol (> 6,5 mmol/L) merupakan resiko PJK (bahkan mematikan). Kenaikan kolesterol (LDL teroksidasi) merusak endotelium dini pada proses aterosklerosis dan dibawa oleh makrofag (sel busa) kedalam inti lipid dari plak yang telah terbentuk.

MENURUT LIPID DAN MODIFIKASI FAKTOR RISIKO a. Menurunkan lipid 1) Diet Mengurangi asupan lemak, terutama kolesterol tinggi/ daging merah, susu, telur) Menurunkan kolesterol sebesar 1 mmol/L dan menurubkan BB. 2) Obat-obatan Sekuestrian asam empedu (resin) ex: kolestiramin Menurunkan kolesterol dengan meningkat kolesterol pada saluran pencernaan, memotong sirkulasi enteronepetik, sehingga meningkatkan eksresi kolesterol. Es: gastrointestinal yang tidak bisa ditoleransi. Inhibitor HMG-KoA reduktase statin ex: simvastatin, pravastatin. Mk: menghambat hidroksimetil glutasikoenzim (HMG-KoA) reduktase yaitu enzim yang membatasi kecepatan biosintesis kolesterol. KI: hiperkolesterolemia familial. Derivat asam fibrat fibrat ex: bezafibrat, fenofibrat. Mk: menstimulasi aktivitas lipoprotein lipase (meningkatkan katabolisme kilomikro dan very low density (VLDL)) dan meningkatkan eksresi kolesterol melalui asam empedu. In: lebih bermanfaat dengan hiperilipedemia campuran dan HDL yang rendah.

b. Modifikasi faktor risiko Penurunan lipid: menurunkan risiko koroner Fektor resiko samping: diabetes, hipertensi, merokok.

DIAGNOSA Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untuk mengukur kolesterol LDL, HDL, dan trigliserida, sebaikknya penderita berpuasa dulu minimal selama 12 jam.

PARAMETER UNTUK MENDIAGNOSA Kolesterol total <200 mg/dl = diinginkan = cukup tinggi

200-239 mg/dl

> 240 mg/dl = tinggi

Kolesterol LDL < 100 mg/dl = optimal 100-129 mg/dl 130-159 mg/dl 160-189 mg/dl >190 mg/dl = jauh atau di atas optimal = cukup tinggi = tinggi

= sangat tinggi

Kolesterol HDL < 40 mg/dl >60 mg/dl = rendah =tinggi

Kolesterol trigliserida <150 mg/dl = normal = cukup tingggi = tinggi

150-199 mg/dl 200-499 mg/dl >500 mg/dl

= sangat tinggi

PENATALAKSANAAN TUJUAN TERAPI Penurunan Kolesterol total dan LDL Mengurangi resiko pertama/berulang dari infark miokard, angina gagal jantung, stroke iskemia atau kejadian lain pada penyakit arterial perifer seperti karotid stenosis atau aneurisme arteri abdominal. TERAPI NON FARMAKOLOGI TLC, terapeutic lifestyle change Bertujuan menurunkan intake lemak total,asam jenuh,& kolesterol scr progresif untuk mencapai berat badan yg diinginkan. Hendaknya menjadi terapi utama utk hiperlipidemia kecuali pasien

hiperkolesterolemia familial atau hiperlipidemia gabungan.

Komponen TLC Pengurangan asupan dari kolesterol&lemak jenuh Pemilihan makanan yang berhubungan dgn aturan makan utk mengurangi LDL Peningkatan masukan serat yang dapat larut Penurunan berat badan Peningkatan aktivitas fisik

Pengaturan gaya hidup

Diet
Kontrol Berat badan: bila terdapat obesitas berikan diet rendah kalori dan olah raga hingga mencapai berat badan normal. Jumlah lemak 30% dari kalori total. Lemak jenuh 10% dari kalori total. Kolesterol 300mg%/ hari. Tingkatkan konsumsi karbohidrat kompleks. Penggunaan asam oleat dan asam linoleat. Konsumsi buah, sayur-sayuran dan serat ditingkatkan. menghentikan rokok, mengobati hipertensi, olahraga cukup ,dan

pengawasan kadar gula darah pada penderita diabetes. Mengurangi berat badan (bagi pasien yang berat badan berlebih)

TERAPI FARMAKOLOGIS Untuk setiap penurunan 1 % LDL, maka terjadi penurunan risiko pykt jantung koroner sebesar 1 % Untuk setiap kenaikan 1 % HDL, maka terjadi penurunan risiko pykt jantung koroner sebesar 2 %. MONOTERAPI Niacin Turunan fibric acid Resin pengikat asam empedu Penghambat kompetitif reduktase HMG-CoA TERAPI KOMBINASI Turunan fibric acid+resin pengikat as. empedu Penghambat reduktse HMG CoA+resin pengikat as. empedu Niacin+resin pengikat as.empedu Niacin+penghambat reduktase

NIACIN ( nikotinic acid)

MK: Sekresi VLDL ditekan LDL menurun HDL meningkat trigliserida &
kolesterol menurun penekanan jar.adiposa asupan as.lemak bebas dr sirkulasi berkurang sintesa trigliserida di hati menurun.

FK: Diserap baik di sal.cerna, ekskresi melalui urin. INDIKASI KLINIK: Hiperlipoproteinemia IIb ES: Kulit panas dan gatal stlah 1-2 jam pemakaian obat, perut kembung, gang.fungsi
hati,glikosuria,hiperurisemia,ikhterus, fibrilasi atrial.

KI: Penderita dgn pykt hati,ulkus peptik,DM.


TURUNAN FIBRIC ACID GEMFIBROZIL -- LOPID FENOFIBRATE -- TRICOR

GEMFIBROZIL MK: Meningkatkan aktivitas enzim LPL, Mencegah pembentukan LDL &
meningkatkan bersihannya.

FK: Mudah diserap dlm sal.cerna,ekskresi melalui urin. INDIKASI KLINIK:


Hipertrigliseridemia berat, Hiperkolesterolemia

Hiperlipoproteinemia tipe III, IV, & V.

ES: Mual.muntah,diare,nyeri lambung.

klofibrat

arterol,liposol
efek: -turunkan VLDL dan TG MK : stimulasi aktivitas lipoprotein lipase,sehingga perombakan dan eksresi TG dan kolesterol lewat tinja dipercepat ES : -eksantema -nyeri di kepala -stimulasi nafsu makan -rambut rontok -impotensi Interaksi: efek derifat kumarin,furosemid dan antidiabetik diperkuat berdasar

pendesakan ikatan proteinnya. Dosis : dosis permulaan: 500 mg sehari,berangsur dinaikkan 3 sampai 4 dd 500

mg dc/pc. Resin Asam Empedu : Cholestiramine ( Falterol, Colestipol) Kerja utama : Mengikat asam empedu dalam lumen saluran cerna, dengan

gangguan stimulasi terhadap siklus enterohepatik asam empedu, menurunkan penyimpanan asam empedu dan merangsang hepatik sintesis asam empedu dari kolesterol. Efek samping: Konstipasi, mual dan kembung . Kenaikan Alkali phospatase, gangguan absoerpsi vitamin larut lemak, hipernatremia, hiperkloremia. Dapat menurunkan bioavailabilitas warfarin, asam nikotinat, tirosin, asetaminofen, hidrokortison, hidroklorotiazid, lopermid dan besi.

Waktu pemberian obat diberi jarak 6 jam atau lebih diantara resin asam empedu dan obat lain Kolestiramin dan kolestipol tidak diabsorpsi dan dieliminasi melalui fekal.

Interaksi: Kolestiramin, kolestipol : Mempengaruhi obat-obat oral yang lain sehingga minum obat diberi sela yang pantas; obat-obat yang mengalami sirkulasi enterohepatik (mis. Kumarin, Digitalis)

PENGHAMBAT KOMPETITIF REDUKTASE HMG CoA PRAVASTATIN -- CHOLESPAR SIMVASTATIN CHOLESTAT LOVASTATIN -- LIPOVAS LOVASTATIN

INDIKASI KLINIK: Hiperkolesterolemia & hipertrigliseridemia. MK: Menghambat kerja enzim di jaringan hati yang memproduksi mevalonate
Mevalonate digunakan untuk mensintesa kolesterol, sehingga pembentukan kolesterol dihambat

KI: Hamil, menyusui, pasien dgn pykt hati DOSIS: Awal 20 mg/hari diberikan bersamaan dgn makan malam ES: Sakit kepala,konstipasi,mual.

Pravastatin Indikasi: hiperkolesterolemia primer pada pasien dengan kadar kolesterol 6,5 mmol/l atau lebih besar yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet; memperlambat progresivitas aterosklerosis koroner dan menurunkan kejadian jantung pada pasien dengan hiperkolesterolemia yang mengalami arterosklerosis arteri koroner. Serta menurunkan resiko infark miokard dan menurunkan resiko intervensi revakularisasi miokar dan mortalitas.

Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

Dosis: Awal 10-20 mg/hari, sebelum tidur malam.

Efek samping: gangguan hepatopati, miopati, pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan.

Nama Dagang: Cholespar (Pharos) Tablet 10 mg, 20 mg; Koleskol (Metiska Farma) Tablet 10 mg; Mevachol (Meprofarm) Tablet 10 mg, 20 mg; Mevalotin (Sankyo) Tablet 10 mg; Pravachol (Bristol-Myers Squibb) Tablet salut selaput 5 mg, 10 mg; Mevalotin (Kimia Farma) Tablet 5 mg, 10 mg.