Pemicu

Ibu JS wanita mur 45 tahun dayang ke praktek dokter dengan keluhan utama sering buang air kecil dan sering terbangun malam hari untuk buang air kecil. Hal ini dialami oleh os sudah 3 bulan disertai berat badan yang menurun ± 8 kg, walaupun makan lebih banyak dari biasanya, disertai badan lemah dan mudah lelah.

More Info BB = 55 kg, TB = 158 cm Dari pemeriksaan darah diperoleh Gula darah sewaktu 210 mg/dl. Profil lipid LDL 158 mg/dl. Trigliserida 292 mg/dl, HDL 45 mg/dl. Bagaimana pendapat anda sekarang mengenai penyakit yang diderita ibu JS?

1|Diabetes Melitus -Kelompok 1

Masalah

Masalah utama Masalah tambahan  

: sering buang air kecil :

Berat badan menurun, nafsu makan meningkat Badan lemah dan mudah lelah

2|Diabetes Melitus -Kelompok 1

Analisis Masalah 3|Diabetes Melitus -Kelompok 1 .

Hipotesis Diabetes Melitus Tipe 1 Diabetes Melitus Tipe 2 4|Diabetes Melitus -Kelompok 1 .

etiologi dan klasifikasi Diabetes Melitus 2. Definisi .Learning Issue 1. fisiologi hormon metabolisme karbohidrat. Penegakan diagnosis Diabetes Melitus 4. Penatalaksanaan Diabetes Melitus 5. tanda dan gejala serta patofisiologi diabetes melitus 3. Komplikasi dan prognosis Diabetes Melitus 5|Diabetes Melitus -Kelompok 1 . Fisiologi pankreas.

suatu mutasi yang menyebabkan penurunan fungsi pada gen berikut dapat menimbulkan resistensi insulin : o Gen penyandi pengangkut glukosa o Gen penyandi insulin atau reseptornya o Gen yang terlibat dalam transduksi sinyal o Gen penyandi enzim-enzim metabolisme glikogen/glukosa C.4. Definisi.5) A. kerja insulin atau kedua-duanya. etiologi. Etiologi Resistensi insulin : Obesitas terutama yang bersifat sentral (bentuk apel) Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat Kurang gerak badan Faktor keturunan (herediter) Secara teoritis. klasifikasi Diabetes Melitus (2. umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut) A. Melalui proses inumologik B. HNF-α (dahulu MODY 3) Kromosom 7. Diabetes Melitus Tipe 1 (destruksi sel beta. Klasifikasi Klasifikasi Diabetes Melitus (ADA 2009) I. Diabetes Melitus Tipe Lain A. glukokinase (dahulu MODY 2) 6|Diabetes Melitus -Kelompok 1 . Defek genetik fungsi sel beta Kromosom 12. Idiopatik II. Diabetes Melitus Tipe 2 (bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relative sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin) III. B. Definisi Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karateristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekrei insulin.1.

Diabetes lainnya 7|Diabetes Melitus -Kelompok 1 . chorea Huntington. Defek genetik kerja insulin : resistensi insulin tipe A. feokromositoma. aldoterosnoma. insulin promoter factor (IPF dahulu MODY 4) Kromosom 17. HNF-1β (dahulu MODY 5) Kromosom 2. lainnya F. sindrom Wolfram’s. hormon tiroid. pankreatopati fibro kalkulus. CMV. I eprechaunism. porfiria. sindrom Prader Willi. lainnya G. antibodi anti reeseptor insulin. neoplasma. fisbrosis kistik hemokromatosis. asam nikotinat. Endokrinopati : akromegali. sindrom Turner. HNF α (dahulu MODY 1) Kromosom 13. lainnya IV. hipertiroidisme somatostatinoma. Sindroma genetik lain : sindroma Down. sindrom Klinefelter. Infeksi : rubella congenital. Karena Obat/zat Kimia : vacor. Imunologi (jarang) : sindrom “Stiffman”. glikokortikoid. trauma/pankreatomi. ataksia Friesreich’s. pentamidin. lainnya D. Neuro D1 (dahulu MODY 6) DNA Mitokondria Lainnya B. lainnya E. Sindroma Cushing.- Kromosom 20. aldoteronoma. diazoxid. lainnya C. Sindrom Rabson Mendenhall diabetes lipoatrofik. lainnya H. sindrom laurence Moon Biedl distrofi miotonik. Penyakit eksokrin pankreas : pankreatitis.

Amilase Pankreas Seperti amilase liaur. tanda dan gejala serta patofisiologi diabetes melitus (3) A. Bagian eksokrin yang predominan terdiri dari kelompok-kelompok sel sekretorik seperti anggur yang membentuk kantungkantung. yaitu satuan lemak yang dapat diserap.2.pulau jaringan endokrin terisolasi. (3). Jenis sel endokrin yang paling banyak dijumpai adalah sel β (beta) tempat sintesis dan sekresi insulin. yaitu : (1). Yang juga penting adalh sel α (alfa) yang menghasilkan glukagon. Pankreas merupakan kelenjar campuran yang mengandung jaringan eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin yang lebih kecil terdiri dari pulau. (2). yang tersebar di seluruh pankreas. fisiologi hormon metabolisme karbohidrat. Pankreas eksokrin dan endokrin tidak memiliki kesamaan. Enzim-enzim proteolitik Tiga enzim proteolitik utama yang disekresikan oleh pankreas adalah tripsinogen. Lipase Pankreas Lipase pankreas menghidrolisis trigliserida makanan menjadi monogliserida dan asam lemak bebas. Fisiologi pankreas. Sel D 8|Diabetes Melitus -Kelompok 1 . Sel-sel asinus mengeluarkan tiga jenis enzim pankreas yang mampu mencerna ketiga kategori makanan. Pankreas eksokrin mengeluarkan getah pankreas yang terdiri dari dua komponen : sekesi enzimatik poten dan sekresi alkali encer (cair) yang kaya akan natrium bikarbonat (NaHCO3). yang masing-masing disekresikan dalam bentuk inaktif. kimotripsinogen dan prokarboksipeptidase. Fisiologi Pankreas Pankreas adalah kelenjar memanjang yang terletak di belakang dan di bawah lambung. yang berhubungan dengan duktus yang akhirnya bermuara ke duodenum. Amilase disekresikan melalui getah penkreas dalam bentuk aktif karena amilase tidak membahayakan sel-sel sekretorik. amilase pankreas berperan penting dalam pencernaan karbohidrat dengan mengubah polisakarida menjadi disakarida. di atas lengkung pertama duodenum. atau asinus. kecuali menempati lokasi yang sama. Enzim-enzim pankreas secara aktif dihasilkan oleh sel asinus. pulau-pulau Langerhans (islet of Langerhans).

fisiologi hormon pada metabolisme karbohidrat Insulin Insulin mempermudah masuknya glukosa ke dalam sebagian sel Insulin merangsang glikogenesis. sel PP mengeluarkan polipeptida pankreas.(delta) adalah tempat sintesis somastostatin sedangkan sel endokrin yang paling jarang. 9|Diabetes Melitus -Kelompok 1 . penguraian glikogen menjadi glukosa. B. baik di otot maupun di hati Insulin merangsang glikogenolisis. perubhan asam amino menjadi glukosa di hati. Insulin selanjutnya menurunkan pengeluaran glukosa oleh hati dengan menghambat glukoneogenesis. Glukagon Efek keseluruhan glukagon pada metabolisme karbohidrat timbul akibat peningkatan pembentukan dan pengeluaran glukosa oleh hati sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah. pembentukan glikogen dari glukosa. Dengan menghambat penguraian glikogen. Glukagon menimbulkan efek hiperglikemik dengan menurunkan sintesis glikogen. meningkatkan glikogenolisis dan merangsang glukoneogenesis. insulin meningkatkan penyimpanan karbohidrat dan menurunkan pengeluaran glukosa oleh hati.

C.K e l o m p o k 1 . Tanda dan gejala serta patofisiologi 10 | D i a b e t e s M e l i t u s .

K e l o m p o k 1 . Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL (11. Glukosa plasma 2 jam pada TTGO sewaktu ≥ 200 mg/dL (11.0 mmol/L) Puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahanan sedikitnya 8 jam 3.3. menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 gram glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air 11 | D i a b e t e s M e l i t u s .1 mmol/L) Glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terkahir 2. Penegakan diagnosis Diabetes Melitus (2) Kriteria Diagnosis DM 1.1 mmol/L) TTGO dilakukan dengan standar WHO. Atau Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa ≥ 126mg/dL (7.

infeksi berat. Efek samping : penambahan berat badan. NYHA) 12 | D i a b e t e s M e l i t u s .K e l o m p o k 1 . Perencanaan makan 2. distal reseptor insulin dan menurunkan produksi glukosa hati.5) Pilar utama pengelolaan Diabetes Melitus 1. infeksi saluran nafas atas. sakit kepala. anemia : gangguan fungsi ginjal ( kreatinin >1.4.2. Farmakologi Golongan Insulin Sensitizing Binguanid Mekanisme kerja : metformin menurunkan kadar glukosa darah melalui pengaruhnya terhadap kerja insulin pada tingkat selular. - Glitazone Mekanisme kerja : glitazone berikatan pada peroxisome proliferator activated receptor gamma (PPAR ᵞ) suatu reseptor inti di sel otot dan lemak.5 mg/dL pada laki-laki). Latihan jasmani 3. anemia dilusional Kontraindikasi : kenaikan enzim hati (ALT dan AST) lenih dari tiga kali dari batas normal. Penyuluhan A. Obat hipoglikemik 4. penggunaan alkohol berlebihan serta penyandang gagal jantung yang memerlukan terapi.3 mg/dL pada perempuan dan >1. asidosis laktat. edema. Penatalaksanaan Diabetes Melitus(1. Obat golongan ini memperbaiki sensitifitas terhadap insulin dengan memperbaiki transpor glukosa ke dalam sel. gangguan fungsi hati. Efek samping Kontraindikasi : gangguan gastrointestinal. gagagl jantung kelas 3 dan 4 (klasifikasi New York Heart Association.

perbedaannya adalah dengan SU adalah pada masa kerjanya yang lebih pendek.Golongan Sekretagok Insulin - Sulfonilurea (SU) Mekanisme kerja : merangsang sel beta pankreas untuk melepaskan insulin yang tersimpan sehingga hanya bermanfaat pada pasien yang masih mampu mensekresi insulin. hamil dan - Glinid Mekanisme kerja : mekanisme kerja glinid juga melalui reseptor sulfonilurea (SUR) dan mempunyai struktur yang mirip dengan sulfonilurea (SU) . Kontraindikasi menyusui : DM Tipe 1. Golongan incretin Inkretin Mimetik Penghambat DPP IV B.K e l o m p o k 1 . flatulence dan diare. Hasil akhirnya adalah penurunan glukosa darah post prandial. sirosis hati dan gangguan fungsi ginjal. Efek samping : hipoglikemik merupakan efek samping terpenting dari SU bila asupan pasien tidak adekuat. Kontraindikasi : irritable bowel syndrome. Penatalaksanaan Non farmakologis Terapi gizi medis Tujuan terapi gizi media : 13 | D i a b e t e s M e l i t u s . obstruksi saluran cerna. Penghambat Alfa Glukosidase Mekanisme kerja : obat ini memperlambat dan pemecahan dan penyerapan karbohidrat kompleks dengan menghambat enzim alpha glukosidase yang terdapat pada dinding enterosit yang terletak pada bagian proksimal usus halus. hipesensitifitas terhadap sulfa. Efek samping : efek samping akibat maldigesti karbohidrat akan berupa gejala gastrointestinal seperti : meteorismus.

trigliserida <150 mg/dl o Berat badan senormal mungkin Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi seimbang dalam hal karbohidrat. jogging. o Frekuensi o Intensitas o Durasi o Jenis : jumlah olahraga perminggu sebaiknya dilakukan dengan teratur 3-5 : 45-60% : 10-20% : 20-25% kali per minggu : ringan dan sedang (60-70% Maximum Heart Rate) : 30-60 menit : latihan jasmani endurans (aerobik) untuk menigkatkan kemampuan kardiorespirasi seperti jalan.kadar A1c < 7% o Tekanan darah <130/80 mmHg o Profil Lipid : . Seseorang yang bertahan hidup . berenang dan bersepeda Penyuluhan Tujuan jangka panjang yang ingin dicapi dengan memberikan penyuluhan antara lain : 1. Agar penyandang diabetes dapat hidup lebih lama dan dalam kebahagiaan. karena kualitas hidup sudah merupakan kebutuhan bagi seseorang.glukosa darah 2 jam setelah makan <180 mg/dl . yaitu memenuhi beberapa hal .glukosan puasa berkisar 90-130 mg/dl . seperti : frekuensi. protein dan lemak.K e l o m p o k 1 . sesuai dengan kecukupan gizi baik sebagai beikut : Karbohidrat Protein Lemak Latihan Jasmani Prinsip latihan jasmani bagi diabetesi.kolesterol LDL <100 md/dl . intensitas.kolesterol HDL > 40 mg/dl .o Kadar glukosa darah mendekati normal . 14 | D i a b e t e s M e l i t u s . tetapi dalam keadaan tidak sehat akan mengganggu kebahagiaan dan kestabilan keluarga. durasi dan jenis. pesis sama dengan prinsip latihan jasmani secara umum.

Untuk membantu penyandang diabetes agar mereka dapat merawat dirnya sendiri . sehingga komplikasi yang mungin timbul dapat dikurangi. selain itu juga jumlah hari sakit dapat ditekan 3. Menekan biaya perawatan baik yang dikeluarkan secara priadi. asuransi ataupun secara nasional 15 | D i a b e t e s M e l i t u s .2.K e l o m p o k 1 . Agar penyandang diabetes tetap produktif sehingga dapat berfungsi dan berperan sebaik-baiknya di dalam masyarakat 4.

utilisasi glukosa oleh sel tubuh menurun.K e l o m p o k 1 .5) o Hipoglikemia Hipoglikemia secara harafiah berarti kadar glukosa darah di bawah normal. kortisol dan hormon pertumbuhan) . keadaan tersebut menyebabkan produksi glukosa hati menigkat dan hiperglikemia. Hasil penelitian di RSCM 1990-1991 yang dilakukan karsono dkk memperlihatkan kekerapan episode hipoglikemia sebanyak 15. baik sesudah penyuntikan insulin subkutan atau karena obat yang menigkatkan sekresi insulin seperti sulfonilurea.5 % kasus per tahun. Komplikasi Diabetes Melitus(2. dengan wanita lebih besar daripada pria. dengan hasil akhir Patofisiologi KAD 16 | D i a b e t e s M e l i t u s . dan sebesar 65 % berlatar belakang Diabetes Melitus. katekolamin.5. Pada pasien diabetes hipoglikemia timbul akibat penigkatan kadar insulin yang kurang tepat. o Ketoasidosis Diabetik Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah suatu keadaan dimana terdapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan peningkatan hormon kontra regulator (glukagon.

Aktivasi berbagai jalur tersebut berujung pada kurangnya vasodliatasi.o Koma Hiperosmolar Hiperglikemik Non Ketotik (HHNK) Sindrom HHNK ditandai oleh hiperglikemia. Kontraksi dari jaringan fibrosis kapiler dan jaringan vitreus o Nefropati Diabetik o Neuropati Diabetik Proses kejadian nuropati diabetik berwal dari hiperglikemia berkepanjangan yang berakibat terjadinya peningkatan aktivitas jalur poliol. hiperglikemia berat dan seringkali disertai gangguan neurologis dengan atau tanpa adanya ketosis. Penyumbatan pembuluh darah 4. sisntesis advance glycosilation end products (AGEs). o Asidosis Laktat o Retinopati Diabetik Patofisiologi retinopati diabetik melibatkan lima proses dasar yang terjadi di tingkat kapiler yaitu : 1. Peningkatan permeabilitas pembuluh darah 3.K e l o m p o k 1 . hiperosmolar tanpa disertai adanya ketosis. sehingga aliran darah ke saraf menurun dan bersama rendahnya mioinositol dalam sel terjadila nefropati 17 | D i a b e t e s M e l i t u s . pembentukan radikal bebas dan aktivasi protein kinase C (PKC). Proliferasi pembuluh darah baru 5. Gejala klinis utama adalah dehidrasi berat.Pembentukan mikroaneurisma 2.

18 | D i a b e t e s M e l i t u s . Adanya kerentanan terhadap infeksi mudah merebak menjadi infeksi yang luas. baik neuropati sensorik maupun motorik dan autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan pada kulit dan otot.K e l o m p o k 1 . Neuropati. yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki dan selanjutnya akan mempermudah terjadinya ulkus. Faktor aliran darah yang kurang juga akan lebih lanjut menambah rumitnya pengelolaan kaki diabetes. Berbagai penelitian membuktikan bahwa kejadian neuropati diabetik berhubungan sangat kuat dengan lama dan beratnya DM. o Kaki Diabetes Terjadinya masalah kaki diawali adanya hiperglikemia pada penyandang DM yang menyebabkan kelainan neuropati dan kelainan pada pembuluh darah.diabetik.

Kesimpulan Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan laboratorium. Sebagai respons terhadap hiperinsulinemia kronik. jumlah reseptor insulin berkurang secara bertahap. dapat ditegakkan diagnosis pasien menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diagnosis diabetes Melitus Tipe 1 disingkirkan karena usia pasien sudah 45 tahun dan perjalan penyakit Etiologi dari DM pada pasien ini diduga karena pola konsumsi makanan yang berlebihan (pasien sebelumnya masuk dalam kategori obes I) menyebabkan peningkatan sekresi insulin untuk mempertahankan kadar glukosa darah. Selain itu dapat juga disebabkan kapasitas sel β pankreas yang tidak mampu lagi memproduksi insulin karena pembebanan kerja pankreas yang brkepanjangan 19 | D i a b e t e s M e l i t u s .K e l o m p o k 1 . yaitu dengan menyimpan kelebihan zat gizi ini.

Slamet Sutono. 2001. 2007.medscape.dr.K e l o m p o k 1 . Jakarta : Balai Penerbit FK UI 2. Purnomo Suryohudoyo.2009. FACP.Daftar Pustaka 1. Lauralee Sherwood. Jakarta : Interna Publishing 3. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. MD. Jilid III. PAPDI. Ilmu Kedokteran Molekuler. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Romesh Khardori.com/article/117853-overview (diakses tanggal 27 Desember 2011) 20 | D i a b e t e s M e l i t u s . Jakarta : Sagung Seto 5. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. 2010. PhD. Prof . Ed V. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC 4. http://emedicine. Updated 23 december 2011. Type Two Diabtes Mellitus. SpPD-KMED dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful