http://cyberfi-jakarta.blogspot.

com

Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains

4. Mineral Geologi
Berbagai jenis sumber daya mineral dapat digolongkan berdasarkan kegunaannya. Pertama adalah unsur-unsur kimia yang berguna karena sifat logamnya, antara lain besi, alumunium, mangan, titanium, tembaga, timah hitam, dan seng. Kedua adalah bahan-bahan bukan logam antara lain natrium klorida, kalsium fosfat, belerang, pasir, batu, batu bara, minyak tanah, gas bumi, dan air. Sumber daya mineral memiliki dua pengertian. Pertama, sebagai salah satu komponen sumber daya alam yang sehari-hari dikenal sebagai bahan tambang atau bahan galian, mamiliki kemampuan untuk menunjang berbagai aspek kehidupan secara alami serta untuk keperluan berbagai bahan baku industri. Kedua, sebagai bahan galian yang terdiri dari bebatuan, kelompok mineral, atau individu, sedangkan untuk memperolehnya diperlukan teknolgi pencarian dan pengelolaan. Mineral merupakan bahan pembentuk batuan yang tersusun oleh ikatan dari satu atau lebih unsur bukan logam dan atau melalui berbagai proses kimiawi dan fisika yang secara alami seiring dengan peristiwa geologi. Peristiwa yang berkaitan dengan pembentukan mineral dan bebatuan adalah magnetik kegunungapian, seimentasi, serta kegiatan karena perubahan kondisi lingkungan (proses metamorfik). Mineral dan bebatuan pada umumnya bersifat padat, kecuali minyak dan gas bumi yang masing-masing bersifat gas dan cair. Bahan galian memiliki sifat kelangkaan, keterbatasan, dan tidak dapat diperbarui. Artinya, keberadaannya pada berbagai tempat di bumi tidak merata (ada kawasan yang berlimpah dan ada kawasan yang tidak ada). Oleh karena itu, jika bahan galian habis karena ditambang, untuk memperolehnya harus dicari di tempat yang lain. Keadaan tersebut memberikan acuan terhadap keterbatasan cadangan yang dimiliki oleh suatu kawasan atau negara. Sehubungan dengan hal itu, sumber daya mineral memiliki peranan dan andil yang cukup penting bagi penentuan strategi politik, ekonomi, pembangunan, dan ketahanan suatu negara. Pedoman pemilikan dan asas pemanfaatan sumber daya mineral, baik mineral logam maupun nonlogam di Indonesia adalah UUD 1945 terutama pasal 33, UU No. 11 Tahun1967, dan PP No. 27 Tahun 1980. Sementara itu, PP No. 27 Tahun 1980 tersebut secara khusus mengatur pembagian bahan tambang atau galian menjadi tiga kelompok besar, yaitu bahan galian golongan A (strategis), golongan B (vital), dan golongan C (nonstrategis dan nonvital). Pembagian dalam tiga golongan bahan galian tersebut didasarkan pada pentingnya bahan galian yang bersangkutan bagi negara. 1. Golongan A (strategis), yaitu dalam arti strategis untuk pertahanan/keamanan negara atau strategis untuk menjamin perekonomian negara. Golongan bahan galian yang strategis meliputi berikut ini. • Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam; • Bitumen padat, aspal; • Antrasit, batubara, batubara muda; • Uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktif lainnya; • Nikel, kobalt; • Timah; 2. Golongan B (vital), yaitu vital dalam arti dapat menjamin hajat hidup orang banyak. Golongan bahan galian yang vital meliputi berikut ini. • Besi, mangaan molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan; • Bauksit, tembaga, timbal, seng; • Emas, platina, perak, air raksa, intan; • Arsin, antimon, bismut; • Yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya; • Berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa; • Kriolit, fluorspar, barit; • Yodium, brom, khlor, belerang; 3. Golongan C (nonstrategis dan nonvital), yaitu bahan galian yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hajat hidup orang banyak dan stratgis bagi negara, baik karena sifatnya maupun karena sedikitnya cadangan atau jumlah bahan galian tesebut. Golongan bahan galian nonstrategis dan nonvital meliputi berikut ini. • Nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite); • Asbes, telk, mika, grafit, magnesit;

By : Asri Oktaviani

Logam ringan dibedakan menjadi Alumunium (Al) yang banyak ditemukan hanya di Kalimantan Tengah dan Magnesium (Mg) yang banyak ditemukan hanya di Lampung. dan Kalimantan Timur. Seng (Zn). By : Asri Oktaviani . Jawa Barat. bond clay. Jawa. serta granit banyak ditemukan di Sumatra Barat dan Kalimantan Barat. dan zeolit. tras.com • • • • • • • Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains Yarosit. 2. Kaolin banyak ditemukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. perlit. Sulawesi. Bahan galian mineral industri meliputi bentonit. kalsit. Kalimantan Timur. Kep. Kalimantan Barat. Kalimantan. dan kaolin. Yogyakarta. Belerang banyak ditemukan Sumatra Utara. batu bara.blogspot. Kalimantan. giok di Aceh. dolomit. dan Jambi. Sulawesi Selatan. magnesit. Pasir kuarsa banyak ditemukan di Jawa Timur. Tembaga (Cu). Jawa Barat. 3. dan Platina (Pt). Batu kapur. feldspar. Kalimantan Barat. pasir dan batu. dan Nusa Tenggara Timur. Tembaga banyak ditemukan di Aceh. 3. Perak banyak ditemukan di Aceh. Jawa Barat. talk. batu tulis. Sumbawa dan Lampung. Timbal (Pb). dan Papua. Pasir banyak ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Timah putih banyak ditemukan di P. Marmer. Lingga. Molibdenum (Mo). belerang. Mangan (Mn). obsidian. dolomit. Perak (Ag). logam mulia. dan Sulawesi Utara. tanah liat. Kalimantan Selatan. Sumatra. andesit. P. Persebaran jenis logam ini antara lain besi anyak dijumpai di Aceh. gips. Bahan galian batu permata meliputi intan yang banyak ditemukan di Riau. Jambi. Besi (Fe). P. Sumatra Barat. Air raksa (Hg). 1. Kalimantan Tengah. yaitu bahan galian bangunan. Flores. Kalimantan Barat. 4. Maluku. Platina hanya dapat ditemukan di Riau. dan Wolfram (W). Nikel (Ni). Gorontalo. Jawa Timur. Sumatra Selatan. Kalimantan Barat. Lombok. mangan di P. tanah diatome. Batu apung banyak ditemukan di Kalimantan Barat dan P. Sumatra Barat. perlif. Persebaran jenis logam ini antara lain Timbal banyak ditemukan di Pulau Sumatra. Bahan galian bangunan meliputi andesit. Marmer banyak ditemukan di Sumatra Barat. Nikel banyak dijumpai di Sulawesi Tenggara. Logam besi terdiri dari Khrom (Cr). Batu permata. diatome. marmer. Lampung. Air raksa banyak ditemukan di Sumatra Barat. P. dan Jawa Timur.http://cyberfi-jakarta. Jawa. Timah putih (Sn). Jawa. batu apung. Bahan galian mineral keramik meliputi pasir kuarsa. fosfat. Magnesit banyak ditemukan di Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. Batu apung. dan Kalimantan Barat. onik. Granit. dan Papua. Timor. granit. dan bahan galian batu permata. trakhit. Riau. Lampung. Perlif banyak ditemukan di P. Sulawesi Utara. Bismut (B). dan Papua. Persebaran mineral logam yang dibedakan menjadi logam besi. basal. PBintan. Bangka. Batu gamping banyak ditemukan di Aceh. Mineral bukan logam dikelompokkan menjadi empat golongan. barit. Batam. Logam mulia dibedakan menjadi Emas (Au). Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara. tawas (alum). Kobalt (Co). 2. Jawa timur. dan pasir sepanjan tidak mengandung unsur-unsur mineral golongan a atau golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari nilai ekonomi pertambangan. dan Jawa Timur. dan P. batu gamping. 4. Pasir kwarsa. Sumba dan Sumbawa. Sumatra Barat. leusit. Bangka. P. logam radioaktif. logam dasar. dan Jawa Barat. Logam radioaktif hanya terdapat di Papua. Sumatra Barat. Jawa Tengah. Logam dasar terdiri dari Antinom (Sb). 5. dan logam ringan antara lain sebagai berikut. P. Timor. Halmahera. Papua. Jawa Barat. bentonit. tanah serap (fullers earth). safir di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Papua. 1. batu setengah permata. Riau. bahan galian mineral industri. bahan galian mineral keramik. oker. dan Papua. dan P. Andesit banyak ditemukan di Sumatra Barat. Sulawesi. kaolin. Emas banyak ditemukan di P. dan Papua. serta aspal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful