Anda di halaman 1dari 4

Prinsip-prinsip Dasar Program Cooperative Education

1. Co-op diperuntukkan bagi mahasiswa S1. 2. Co-op berbeda dengan magang atau praktek kerja lapangan karena bersifat sukarela dan selektif (mahasiswa mengajukan permohonan dan menempuh seluruh proses seleksi) dan tidak harus terikat pada suatu mata kuliah. 3. Co-op dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan semester 6 atau lebih, tetapi studinya belum selesai. 4. Co-op bersifat elektif (dipilih oleh mahasiswa) dan selektif (mahasiswa yang bersangkutan diseleksi untuk dapat diterima dalam program co-op). 5. Seleksi bagi calon mahasiswa Co-op mencakup hard skills (kemampuan akademis) dan soft skills (seperti kepribadian, motivasi dan kemampuan bersosialisasi dalam dunia usaha/ industri). 6. Mahasiswa peserta Co-op bekerja di suatu perusahaan dan mendapat kompensasi keuangan serta bantuan lainnya (misalnya asuransi, transport, pemondokan) sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan atau sponsor. 7. Mahasiswa peserta Co-op dapat dikembalikan ke perguruan tinggi asal sebelum berakhir masa Co-opnya, bila mahasiswa tersebut melanggar peraturan yang berlaku dalam perusahaan tempat ia bekerja. 8. Jangka waktu pelaksanaan Co-op di UKM adalah antara 4 s.d. 6 bulan. 9. Mahasiswa peserta program Co-op, jika lulus diberi surat keterangan bekerja dari perusahaan. A. Pendahuluan Kemampuan bangsa untuk bersaing dalam perdagangan jasa maupun barang dipandang merupakan salah satu aspek penting agar Indonesia tetap kuat sebagai bangsa maupun sebagai salah satu bangsa yang disegani di dunia. Oleh sebab itulah peningkatan daya saing bangsa (nation competitiveness) menjadi salah satu isyu yang diutamakan dalam pengembangan pendidikan tinggi . Dalam kondisi keuangan pemerintah yang terbatas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memandang pelibatan lembaga lain dalam upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bertanggungjawab, berpengetahuan, dan berkemampuan sehingga mampu berkontribusi terhadap kemampuan bersaing bangsa, merupakan salah satu jalan keluar terbaik. Melalui kerjasama berbagai pihak diharapkan setiap potensi yang dimiliki dapat disinergikan guna mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi, tidak saja dalam bidang akademik tetapi juga dalam bidang sosial dan ekonomi. Program Cooperative Education sebagai program belajar bekerja-terpadu, menetapkan tolak ukur keberhasilan program adalah bilamana setiap pihak yang terlibat (mahasiswa, perguruan tinggi, dunia usaha/industri) mendapat manfaat dari program tersebut. Oleh sebab itulah program ini diunggulkan sebagai salah satu program bersama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

B. Tujuan Program 1. Menghasilkan wirausahawan/wati muda yang memiliki gagasan baru dalam menciptakan lapangan kerja 2. Meningkatkan mutu dan relevansi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha 3. Meningkatkan kualitas usaha kecil dan menengah dalam pengelolaan maupun pengembangan usaha 4. Meningkatkan jaringan kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha/industry 5. Meningkatkan kepercayaan dunia usaha/industri terhadap perguruan tinggi C. Definisi dan Ruang Lingkup Sebagai program belajar-bekerja terpadu, program Coop di UKM adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa S1 yang telah menyelesaikan semester 6, berupa bekerja penuh waktu di suatu usaha kecil atau menengah yang bukan nirlaba selama 4 s.d. 6 bulan (sesuai kesepakatan antara perguruan tinggi dengan UKM yang bersangkutan) dan dari pekerjaan yang dilakukannya mahasiswa mendapat kompensasi keuangan maupun fasilitas lain sebagaimana karyawan dalam suatu perusahaan. D. Organisasi dan Persyaratan 1. Pengusul Perguruan tinggi, diutamakan yang telah melaksanakan program Cooperative Education di perusahaan besar/industri dan memiliki unit kerja yang khusus menangani usaha kecil dan menengah. 2. Persyaratan a. Mengajukan usulan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi u.p. Direktorat Kelembagaan, Jl. Jend. Sudirman Pintu I, Jakarta Pusat b. Memiliki mitra/UKM yang telah memahami konsep cooperative education dan menyetujui untuk menerima mahasiswa dalam program tersebut c. Memiliki program pengembangan bagi peningkatan kualitas usaha UKM yang bersangkutan yang telah disetujui oleh UKM tersebut d. Memiliki mentor yang akan mendampingi mahasiswa selama melaksanakan program Co-op e. Bersedia menindaklanjuti hasil program Co-op f. Jumlah UKM yang diikutsertakan paling banyak 15, sedangkan jumlah mahasiswa yang diikutsertakan paling banyak 20 orang g. Untuk setiap UKM hanya diperkenankan menerima paling banyak 2 orang mahasiswa E. Indikator Kinerja 1. Adanya peningkatan hasil produksi atau keuntungan pada UKM 2. Adanya keinginan UKM untuk melaksanakan program Co-op secara swadaya

3. Adanya keinginan UKM untuk meningkatkan partisipasinya dalam kompensasi keuangan terhadap mahasiswa 4. Adanya keinginan UKM untuk tetap menggunakan tenaga mahasiswa setelah waktu pelaksanaan program Co-op selesai F. Format Usulan 1. Sampul 2. Halaman Pengesahan: Usulan harus diketahui/disetujui oleh pimpinan perguruan tinggi; 3. Ringkasan: Menjelaskan secara singkat alasan perguruan tinggi melakukan program Co-op di UKM, serta masalah dan penyelesaian terhadap masalah; 4. Pendahuluan: Menjelaskan alasan perguruan tinggi berkeinginan untuk melaksanakan program Co-op; 5. Identifikasi masalah serta rancangan penyelesaian masalah. Menjelaskan masalah yang dihadapi oleh UKM, pola penyelesaian dan langkah yang akan dilakukan oleh perguruan tinggi melalui program Co-op untuk menyelesaikan masalah tersebut; 6. Jadwal kegiatan: Menggambarkan waktu, kegiatan dan pelaku/penanggung jawab dari setiap kegiatan yang dilaksanakan berkenaan dengan pelaksanaan program Co-op oleh perguruan tinggi; 7. Anggaran: Mencantumkan kebutuhan dana perguruan tinggi guna melaksanakan program Co-op tahun 2005 serta sumber perolehan dana. Dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi merupakan subsidi (75%) bagi kompensasi mahasiswa peserta Co-op selama 4 (empat) bulan; Contoh format: NO 1 2 3 4 JML 3) 3) Menyatakan jumlah anggaran yang diajukan ke masing-masing pihak dan keseluruhan jumlah anggaran 8. Lampiran: a. Bahan-bahan yang dapat menjelaskan lebih rinci uraian pada butir-butir pokok proposal, seperti, rincian anggaran, profil UKM; b. Organisasi pelaksana di perguruan tinggi c. Curriculum Vitae penanggung jawab dan pelaksana program d. Daftar mentor perguruan tinggi, lengkap dengan keahliannya serta mahasiswa yang akan menjadi tanggung jawabnya KEGIATAN DANA DIKTI (RP) DANA PT (RP) DANA UKM (RP)

e. Pernyataan kesediaan UKM untuk berpartisipasi dalam program Co-op dan dalam pemberian kompensasi kepada mahasiswa G. Mekanisme Pengusulan 1. Sosialisasi program oleh PT ke UKM 2. UKM menyatakan kesediaan untuk mengikuti program 3. PT mengidentifikasi masalah pada UKM 4. PT menyiapkan pola penyelesaian untuk dibicarakan dengan UKM 5. UKM menyetujui solusi yang ditawarkan 6. PT mengusulkan ke Ditjen Dikti 7. Usulan sudah diterima Dikti 8. Dikti melakukan seleksi 9. Pengumuman usulan yang diterima Diikti 10. Pengumumkan kepada calon mahasiswa peserta program Co-op 11. PT melakukan seleksi Co-op 12. Pelaksanaan Kegiatan 13. Monitoring dan Evaluasi 14. Laporan Akhir H. Mekanisme Bantuan Dana 1. Pengumuman usulan yang diterima oleh Ditjen Dikti 2. PT menyerahkan nomor rekening a.n. lembaga (tidak boleh pribadi) lengkap dengan : (a) nomor rekening , (b) nama bank, dan (c) NPWP lembaga 3. PT menandatangani kontrak dan menyerahkan kwitansi untuk pencairan dana tahap I 4. PUMK Dit. PKPPM mengusulkan ke Bagian Keuangan Ditjen Dikti 5. Bagian Keuangan Ditjen Dikti mengusulkan ke Biro Keuangan Depdiknas 6. Biro Keuangan Depdiknas mengusulkan ke Kantor Perbendaharaan Keuangan Negara, Jakarta III, Departemen Keuangan 7. Perguruan Tinggi penerima bantuan