Anda di halaman 1dari 7

Komposisi Tanah Posted by Isman Kurniawan , Labels: Artikel Kimia Senin, 25 Oktober 2010 23:01 Tanah tersusun dari

empat bahan utama, yaitu bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Jumlahnya berbeda-beda untuk setiap jenis dan lapisan tanah. Pada tanah lapisan atas umumnya mengandung 45% (volume) bahan mineral, 3-5% bahan organik, 20-30% udara, dan 20-30% air (kandungan udara dan air dapat berubah). Bahan organik seperti humus mempengaruhi sifat-sifat tanah seperti yaitu sebagai sumber unsur hara N; P; S, meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air dan unsur hara. Sifat-sifat tanah yang memengaruhi erosi adalah tekstur tanah dan keberadaan bahan organik. Kandungan bahan organik yang tinggi pada lapisan atas akan membuat struktur tanah, peredaran udara, dan pergerakan air menjadi lebih baik dibandingkan lapisan bawah serta memperbaiki peresapan air dan mengurangi run-off. Pada tekstur tanah yang kasar, kemampuan infiltrasi akan lebih besar dibandingkan pada tekstur tanah yang halus. Struktur tanah yang mantap tahan terhadap pemecahan agregat, karena akan selalu bersifat porus dan memiliki kemampuan infiltrasi yang tinggi. Dalam keadaan ini distribusi ukuran partikel dan bahan organik, akan memperlambat limpasan permukaan. Daya tahan tanah juga dapat dijaga dengan menggunakan perekat agregat tanah dalam proses agregasi. Tekstur tanah jenis podsolik merah kuning mudah sekali tererosi. Tanah yang memiliki agregat yang rendah ini terdapat di sebagian besar wilayah Indonesia. Stalling (1957) menyatakan bahwa kemantapan agregat tanah dimungkinkan dengan adanya bahan perekat seperti liat, CaCO3, Fehidroksida, bahan organik, zat lendir sehingga butir-butir tanah tersebut kuat satu sama lain. Kepekaan tanah akan erosi bergantung pada mudah atau tidaknya agregat tanah didispersikan oleh air dan mudah tidaknya agregat terangkut air.

Tekstur Tanah
Ditulis oleh Administrator. Posting di Profil Kabupaten Penyusun tekstur tanah berkaitan erat dengan kemampuan memberikan Zat Hara untuk tanaman, Kelengasan tanah, Perambatan panas, perkembangan akar tanaman dan pengolahan tanah. Berdasarkan persentase perbandingan fraksi-frsksi tanah, maka tekstur tanah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu; Halus, sedang dan kasar. Makin hakus tekstur tanah mengakibatkan kwalitasnya semakin menurun karena berkurangnya kemampuan mengisap air. Teksur tanah di Wilayah kabupaten Aceh Tamiang adalah sebagian besar bertekstur halus yaitu seluas 131.233.67 Ha atau 98.99 % bertektur halus, tekstur sedang seluas 2011 Ha ( 1,04 % ) sedangkan tekstur kasar sebagian hanya terdapat dibagian pesisir pantai timur dengan luas 737,14 Ha (0.37%).

Tekstur dan Struktur Tanah


Tanah terdiri dari butir-butir tanah dari berbagai ukuran. Bahan tanah yang berukuran lebih dari 2 m disebut bahan kasar yaitu kerikil sampai batu, sedangkan bahan-bahan tanah yang lebih halus dapat dibedakan menjadi: Pasir dengan ukuran 2mm - 50, debu dengan ukuran 50- 2 dan lempung dengan ukuran kurang dari 2. Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah berdasarkan perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu dan lempung. Tekstur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah untuk menahan air dan juga reaksi kimia tanah. Tanah-tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit untuk menahan air maupun unsur hara. Tanah-tanah yang bertekstur lempung mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia daripada tanah yang bertekstur kasar. Tanah-tanah yang bertekstur halus mempunyai kemampun menyimpan air dan hara makanan bagi tanaman.

Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Gumpalan ini terjadi karena butir-butir pasir, debu dan lempung terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi dan lain-lain. Gumpalan-gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, ukuran dan kemantapan yang berbeda-beda. Tanah yang dikatakan tidak berstruktur bila butir-butir tanah tidak melekat satu sama lain (disebut lepas, misalnya tanah pasir) atau yang saling melekat menjadi satu satuan yang padu (kompak) dan disebut massive atau pejal ( Hardjowigeno, 1987). Selanjutnya menurut Hardjowigeno (1987), tanah yang berstruktur baik mempunyai tata

udara yang baik, unsur-unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Struktur tanah yang baik adalah yang bentuknya membulat sehingga tidak dapat saling bersinggungan dengan rapat. Akibatnya pori-pori tanah banyak terbentuk, di samping itu tanah tidak mudah rusak sehingga pori-pori tanah tidak cepat tertutup bila terjadi hujan.

Tekstur Tanah
Dipublikasi pada 23 Agustus 2009 oleh Bang Jhen Tekstur tanah adalah keadaan tingkat kehalusan tanah yang terjadi karena terdapatnya perbedaan komposisi kandungan fraksi pasir, debu dan liat yang terkandung pada tanah (Badan Pertanahan Nasional). dari ketiga jenis fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling besar yaitu 2 0.05 mm, debu dengan ukuran 0.05 0.002 mm dan liat dengan ukuran < 0.002 mm (penggolongan berdasarkan USDA). keadaan tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap keadaan sifat-sifat tanah yang lain seperti struktur tanah, permeabilitas tanah, porositas dan lain-lain. Butir-butir yang paling kecil adalah butir liat, diikuti oleh butir debu (silt), pasir, dan kerikil. Selain itu, ada juga tanah yang terdiri dari batu-batu. Tekstur tanah dikatakan baik apabila komposisi antara pasir, debu dan liatnya hampir seimbang. Tanah seperti ini disebut tanah lempung. Semakin halus butir-butir tanah (semakin banyak butir liatnya), maka semakin kuat tanah tersebut memegang air dan unsur hara. Tanah yang kandungan liatnya terlalu tinggi akan sulit diolah, apalagi bila tanah tersebut basah maka akan menjadi lengket. Tanah jenis ini akan sulit melewatkan air sehingga bila tanahnya datar akan cenderung tergenang dan pada tanah berlereng erosinya akan tinggi. Tanah dengan butir-butir yang terlalu kasar (pasir) tidak dapat menahan air dan unsur hara. Dengan demikian tanaman yang tumbuh padatanah jenis ini mudah mengalami kekeringan dan kekurangan hara. Pembagian Ukuran Fraksi-Fraksi Tanah ( Tekstur) Menurut Sistem Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) Tahun 1938 Partikel Diameter fraksi (mm) 2,00 1,00 Pasir sangat kasar (Very coarse sand) 1,00 0,50 Pasir kasar (Coarse sand) 0,50 0,25 Pasir sedang (medium sand) 0,25 0,10 Pasir halus (fine sand) 0,10 0,05 Pasir sangat halus (very fine sand) 0,05 0,002 Debu (silt) Kurang dari 0,002 Liat (Clay) Tabel Tekstur Tanah (Saefudin, 1989) Klasifikasi Tekstur Tanah menurut USDA Liat (Clay) 1. Liat Berdebu (Silty Clay) 2. Liat Berpasir (Sandy Clay) 3. Lempung Liat berdebu (silty Clat Loam) 4.

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Lempung berliat (Clay Loam) Lempung (loam) Lempung liat berpasir (sandy clay loam) Lempung berpasir (sandy lam) Lempung berapasir (sandy loam) Debu (silt) Pasir Berlempung (loamy sang) Pasir (sand)

Tabel Klasifikasi Tekstur ( USDA), (Saefudin, 1989) Untuk menentukan rentang ukuran partikel tanah yang biasanya dinyatakan dalam prosentase dari berat kering total dilakukan analisis secara mekanis (mechanical analysis). Ada dua metode yang umum digunakan untuk memberikan informasi ukuran partikel tanah, yaitu : (1) analisis saringan (sieving analysis), dan (2) analisis pengendapan (sedimentation atau hydrometer analysis). Analisis saringan biasanya digunakan untuk tanah berbutir kasar, sedangkan prosedur pengendapan digunakan untuk analisis tanah berbutir halus. Analisis Saringan Penyaringan merupakan metode yang biasanya secara langsung untuk menentukan ukuran partikel dengan didasarkan pada batas-batas bawah ukuran lubang saringan yang digunakan. Batas terbawah dalam saringan adalah ukuran terkecil untuk partikel pasir.

Permeabilitas tanah
In: ilmu Permeabilitas tanah Permeabilitas merupakan sifat bahan berpori, dia dapat mengalir / merembes dalam tanah, (dalam tanah dapat terjadi erkolasi air). Tinggi rendahnya permeabilitas ditentukan ukuran pori. Pori bersifat sangat permeabel = permeabilitasnya tinggi. = bersifat pervius - Lempung bersifat impermeabel = permeabilitasnya rendah. = impervius = rapat air / kedap air. - Lanau dan tanah campuran pasir lempung permeabilitasnya antara pasir lempung Koefisien Permeabilitas (k) Nilai k untuk macam-macam tanah Kerikil > 10 cm/det Pasir 10-1 O2 cm/det Lanau 102 -105 cm/det Lempung < 105 cm/det Aliran dalam tanah umumnya aliran laminer berlaku hukum Darcy V = ki dimana V = kecepatan (cm/det k = koefisien permeabilitas I = gradien hidrolik h/l = selisih tinggi tekanan dibagi panjang lintasan Dari rumus tersebut dapat didefinisikan k adalah kecepatan aliran bila gradien hidrolik 1 = 1 Tagged As: permeabilitas tanah - permeabilitas - pengertian permeabilitas - permeabilitas adalah pengertian permeabilitas tanah - permeabilitas tanah adalah - hukum darcy - definisi permeabilitas - definisi permeabilitas tanah - rumus permeabilitas Related posts: 1. 2. 3. 4.

Klasifikasi tanah Hidrologi tanah Sifat Fisika Tanah Dasar dasar ilmu tanah Tags: permeabilitas, tanah
ORDO YANG MENJADI HAMA 1001 ALASAN IDIOT ORANG KEBELET POLIGAMI Apr 7

PERMEABILITAS TANAH
oleh nabilussalam pada April 7, 2011

PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Permeabilitas adalah tanah yang dapat menunjukkan kemampuan tanah meloloskan air. Tanah dengan permeabilitas tinggi dapat menaikkan laju infiltrasi sehingga menurunkan laju air larian. Pada ilmu tanah, permeabilitas didefenisikan secara kualitatif sebagai pengurangan gas-gas, cairan-cairan atau penetrasi akar tanaman atau lewat. Selain itu permeabilitas juga merupakan pengukuran hantaran hidraulik tanah.hantaran hidraulik tanah timbul adanya pori kapiler yang saling bersambungan dengan satu dengan yang lain. Secara kuantitatif hantaran hidraulik jenuh dapat di artikan sebagai kecepatan bergeraknya suatu cairan pada media berpori dalam keadaan jenuh. Dalam hal ini sebagai cairan adalah air dan sebagai media pori adalah tanah. Penetapan hantaran hidraulik didasarkan pada hukum Darcy. Dalam hukum ini tanah dianggap sebagai kelompok tabung kapiler halus dan lurus dengan jari-jari yang seragam. Sehingga gerakan air dalam tabung tersebut di anggap mempunyai kecepatan yang sama. Definisi Permeabilitas a. Permeabilitas tanah adalah suatu kesatuan yang melipui infiltrasi tanah dan bermanfaat sebagai permudahan dalam pengolahan tanah. (Dede rohmat, 2009) b. Permeabilitas tanah memiliki lapisan atas dan bawah. Lapisan atas berkisar antara lambat sampai agak cepat (0,20 9,46 cm jam-1), sedangkan di lapisan bawah tergolong agak lambat sampai sedang (1,10 -3,62 cm jam-1). ( N.Suharta dan B. H Prasetyo.2008) ermeabilitas tanah adalah suatu kesatuan yang melipui infiltrasi tanah dan bermanfaat sebagai permudahan dalam pengolahan tanah Faktor yang mempengaruhi permeabilitas

Tekstur, Struktur Porositas Viskositas Gravitasi

Faktor yang dipengaruhi permeabilitas

Drainase Infiltrasi Pengolahan Perkolasi Erosi Evaporasi