Anda di halaman 1dari 3

APA BEDANYA KONTAKTOR DENGAN RELAY?

JB stuck- 06-13-2009 mav saya mw coba bantu dengan pendapat saya, kontaktor merupakan bagian/ unsur dari relay,, didalam relay ada berbagai macam kontaktor ,, kontaktor ada 2 jenis berdasarkan pada keadaan normalnya, yaitu : a) NO = Normally Open, dalam keadan normal posisinya terbuka & sebaliknya b) NC = Normally Close. balibong- 06-14-2009 mungkin saya bisa menambahkan sedikit...kontaktor dan relay sama, hanya saja dalam penggunaannya sedikit berbeda...relay biasa digunakan untuk rangkaian kontrol, artinya relay menggunakan power DC sedangkan kontaktor digunakan untuk rangkaian daya yang menggunakan power AC...seperti yg dibilang mas blue dalam relay dan kontaktor terdapat kontak (anak kontak yang posisinya NO (normally open) dan NC (normally close), semog abisa membantu roy- 06-28-2009 berarti sama aj relay adalah kontaktor, cuma yang beda tergantung teganganny saja. balibong- 06-29-2009 ya betul mas roy global- 06-30-2009 sekedar menambahkan saja, relay dan kontaktor pada prinsipnya sama saja, fungsinya menghubungkan atau melepas kontak dengan sarana koil. Pada relay terdapat apa yang disebut dengan COMMON, sedangkan pada Contactor tidak ada. Pada relay maupun kontaktor tegangan operasi koilnya juga bervariasi, ada yang DC ada juga yang AC, bisa 12VAC?DC, 24,48,110,220 atau 380V. Letak bedanya hanya pada fungsi saja, relay sering dipakai untuk aplikasi kontrol dengan besaran beban yang dapat di tampung kecil, biasanya kurang dari 12Ampere, tetapi ada juga relay yang berkapasitas besar contohnya yang terdapat pada generator yaitu switch relay pada bagian dinamo starter yang dapat menerima beban sampai 200A. Kontaktor umumnya dipakai untuk aplikasi berat bahkan sampai ratusan ampere, di kontaktor selain fungsi kontak utama juga terdapat kontak bantu (auxiliary contact) dengan karakter kemampuan lebih kecil daripada kontak utamanya, sedangkan pada relay tidak ada semua kontak memiliki kemampuan atau kapasitas yang sama. Pada kontaktor juga tersedia yang jenis NO maupun NC, bukan hanya di sisi auxiliary contactnya saja, tapi pada contact utamanya, contohnya type kontaktor merk telemecanique tersedia fasilitas 2 NO dan 2 NC. mungkin ini bisa menambahkan apa yang telah di posting sebelumnya terimakasih aphee- 11-21-2009 yups saya setuju sama mas global.... prisipnya sama koq seprti mas global jelaskan. tapi gak selalu relay itu menggunakan koil untuk menggerakan kontaknya.sudah banyak

sekarang menggunakan solid state relay.apalagi untuk proteksi generator atau trafo,ribet kan kalo harus terdapat banyak relay dalam panelnya.sekarang ini sudah banyak menggunakan multi relay.relay ini lebih praktis tetapi anda harus tau daleman alias logic nya bila troubleshooting. wah mas global ini kayakna handal dlm aplikasi,lha wong dah tau banyak.sering pake telemechanique ya mas???? RSM- 11-21-2009 Semua jawaban sudah benar, cuma mau nambahan sedikit. Relay juga menggunakan AC, tidak selalu DC memang yang baik sih DC. Untuk relay AC, coilnya dilengkapi dengan shielding coil. Kalau coilnya rusak maka akan terjadi chattering (close and open secara berurutan). Chattering akan mengakibatkan permukaan kontaktor terbakar. aphee- 11-22-2009 untuk peralatan krusial lebih baik menggunakan dobel koil atau latching relay.relay ini akan tetep dalam keadaan terakhir walaupun kehilangan power.seperti yang pak RSM bilang kalau koilnya rusak bisa tjd chattering Ertnetman- 12-02-2009 Tentang Sistem Proteksi Pembangkit listrik Saya mau nanya tentang sistem proteksi.. 1. Berapa toleransi arus jika terjadi over current pada suatu pembangkit listrik? 2. Apa betul jika perputaran speed generator mempengaruhi frekuensi yang di hasilkan ?jika bagaimana pengaruhnya? Sebelum ny saya ucapkan terima kasih banyak..saya masih orang baru mempelajari tentang energi listrik dan sistem proteksiny.jadi saya harap bantuan teman2 untuk menjawab pertanyaan2 saya nanti.... :D aphee- 12-02-2009 tentang frekuensi coba ikutin topik pertanyaan dasar nih kawan2 (apa arti 50 Hz) RSM- 12-02-2009 Salah satu contoh penyetelan relay Arus Lebih pada generator. Untuk generator combustion turbin kemampuan yang diberikan ditentukan pada masukan temperatur udara. Pada umumnya generator dapat beroperasi dengan baik pada kV, frekwensi dan faktor daya nominal yang berada pada batas perubahan tegangan lebih/kurang 5% dari tegangan nominalnya. Dalam keadaan darurat masih dapat dioperasikan di atas kemampuan keluaran kontinyu generator tersebut untuk waktu yang singkat. Sesuai dengan Standar ANSI C50.13-1977 dimana kemampuan lilitan jangkar terhadap panas diperlihatkan sebagai berikut. Waktu (detik) 10 30 60 120 Arus jangkar (persen) 226 154 130 116 Arus 100% adalah arus kerja mesin pada tekanan hidrogen maksimum. Skema pengaman untuk mencegah kerusakan lilitan stator terhadap panas dilakukan dengan menggunakan penditeksi temperatur lilitan atau rele-rele yang mempunyai karakteristik time-current yang memenuhi kurva ANSI. Pada beberapa contoh, pengaman beban lebih generator dapat dilengkapi dengan menggunakan rele arus lebih dengan torsi yang dikendalikan dan dikoordinasikan dengan kurva kemampuan panas waktu singkat. Rele ini terdiri dari unit rele arus lebih sesaat dan unit arus lebih waktu yang mempunyai karakteristik extremely inverse. Unit sesaat disetel untuk pick-up pada

115% arus beban penuh dan unit ini digunakan untuk mengendalikan torsi unit arus lebih waktu. Droop-out unit sesaat harus 95% atau sedikit lebih tinggi dengan basis penyetelan pick-up. Unit arus lebih waktu disetel untuk pick-up pada 75 s/d 100% arus beban penuh dan penyetelan waktu dipilih agar waktu kerja rele 7 detik pada saat beban 226% dari arus beban penuh. Dengan menerapkan harga tersebut, rele dicegah bekerja terhadap beban lebih di bawah 115% arus beban penuh dan memberikan pemutusan sesuai waktu yang telah ditentukan untuk beban lebih di atas 115% dari arus beban penuh. Alarm beban lebih dapat digunakan untuk memberikan kesempatan pada operator untuk mengurangi beban apabila terjadi beban lebih. Alarm ini tidak harus beroperasi terhadap gangguan luar dan harus dikoordinasikan dengan pengaman beban lebih generator jika pengaman ini dipasang. 2). Putaran generator Vs Frekwensi. Formula : f = pn, di mana f = frekwensi = 50Hz = 50cycles/detik (system di Indonesia). P = jumlah kutub, misalkan dua (2) kutub, jadi jumlah pasang kutub = 2/2 = 1. Masukan ke formula. n = rotation permenit. 50 (cycles/second) = 1 x n, maka diperoleh n = 50 (cycles/second) = 50 x 60 (cycles/menit) Maka diperoleh : n = 3000 putaran/menit = 3000 RPM. Dari formula di atas jumlah kutub konstan, yang variable adalah putaran dan frekwensi. Frekwensi berubah karena putaran. Frekwensi yang dibutuhkan telah ditentukan yaitu 50 Hz, jadi putaran juga dijaga 3000 RPM, jika dinginkan 60 Hz, berapa nilai rpm turbin? Tentunya kecepatannya harus dinaikan. Ertnetman- 12-02-2009 MAkasih bgt atas jawabannya....sangat membantu saya RSM- 01-04-2010 Dear Ertnetman, Kok langsung puas aja, untuk pertanyaan frequency vs kecepatan. Untuk generator yang jalan sendiri, yah memang sudah seperti itu. tapi kalau yang lagi paralel frekwensinya tetap walaupun putaran yang dinaikan. yang berubah adala.....? aphee- 01-07-2010 wah emang bisa pak kalo dah sinkron dngn frekuensi yang sama trus kecepatan dinaikan??? tolong beri penjelasan pak.... setahuku kalo dah sinkron yang perlu djaga adalah frekuensi,baik under maupun over. tolong dijawab ya pak.....