Anda di halaman 1dari 4

Al - Hikmah Terdapat perbedaan ibarat dalam pengertian makna Al - Hikmah dalam perkataan arab, para ahli bahasa bersepakat

tentang unsur2 Al - Hikmah adalah kepercayaan dalam ilmu dan pekerjaan yang menjauhkannya dari perbuatan buruk dan kejelekan, atau Al - Hikmah adalah ilmu yang lengkap dan bermanfaat. Dan dalam kitab Kasful Basdawi Al - Hikmah secara bahasa adalah nama dari sebuah ilmu kepercayaan dan perbuatan dengan ilmu tersebut. Dan janganlah berpendapat tentang lawan dari sifat ini. Itu adalah pekerjaan yang berpaling dari rasio, dan lawan kata Al - Hikmah adalah kebodohan. Hukum tidak akan berpaling yang besar dari pada Al Hikmah. Dan seorang hakim itu adalah seorang yang berakal dan seorang yang cerdas dan seorang yang memberi kabar, itu adalah makna ibarat, dan sebelumnya Al - Aromi dengan huruf HKM, dan makna yang asli itu berasal dari penggunaan kata haakim dari orang2 arab yang berarti seorang hakim atau wali, dan kata hakiim berarti dokter. Dan kata2 itu di ambil oleh orang2 arab dan para ulamanya dari sifat2 Al Hikmah dan hukum di ibaratkan dengan arti yang berdekatan dengan ilmu dan fiqih yang sebagaimana terdapat hubungan bagi manusia dalam badan2nya yang menghakikatkan diantara makna adil dan aturan, dan melarang untuk mengadu domba. Al Alusi berkata dalam kitab Bulugul Arab peradilam dalam arab jahiliyah itu seorang hakim berkuasa atas hukum seperti menghukum seseorang, mengumpulkan para hakim2. Dan peradilan orang arab itu para ulama2nyalah yang memberikan suatu keadilan diantara mereka ketika mereka saling berselisih pendapat dalam keutamaan dan kesungguhan dan pekerjaan dan keturunan dan lain2 selain itu yang menjadi perselisihan diantara mereka. Dan di setiap kobilah diantara kobilah mereka menghukum dengan menghukum kepadanya dan kebanyakan diantaranya tidak bekerja untuk suatu penguasa. Ketika kita melihat tentang sejarah peradilan arab yang dikatakan oleh Abu Al-Fath Muhammad As-Syahrostani wafat pada 548H/1153M dalam kitab Al Milal wan Nihal dan diantara mereka (filosof) peradilan arab. _______________________________________1. Kita bisa menerangkan cara berfikir dan pengetahuan mereka. Seperti yg telah di ungkapkan oleh Al-Hafid wafat 255H/869M dalam kitab Al Bayan wa Tabyin dia berkata tentang nama2 jamaah dari hukum2 : dan dari para orang terdahulu menyebutkan dengan qodar dan ide dan

percakapan : Luqman bin Ad dan Lakim bin Lukman dan Majasik bin Daarin dan Salith bin Kaab bin Yarbu yang terkenal juga dengan kepandaian lisannya. Dan jarir berkata: sesungguhnya salith itu seperti namanya salith, Luya bin Gholib, Waqos bin Saadah, Qusay bin Qilab, Roman Al-Quthoba Al-Balaqoh dan Hikam Ar-ruasa Aqsim bin Soifi, Robiah bin Hadar dan Harim bin Qotbah, Amir bin Ad-dhorib, Lubay bin Robiah, dan beberapa ahli hukum yaitu : Haris bin kaldah Saqofi yang telah menterjemahkan untuk Ibn Aby Asibaah AlMisyri wafat 668H/1269M dalam kitab Uyun Al-Anbiya Fi Thobaqotil Atba dan dia juga menyebutkan gubernur jamaluddin Al-Qofthi wafat 646H/1248M dalam kitab Ikhbar AlUlama Yahbaril Al-hukama. Haris itu dari suatu Golongan dan bepergian ke negara lain lalu mendalami ilmu kedokteran dengan faris dan berlatih disana, dan iapun memilih untuk kembali, belajar disana dengan faris juga. Dan dia hidup sampai zaman Muawiyah. Dari hukum2nya yang mendasar : menyembuhkannya dengan obat yang obat itu dia temukan, dan tidak meminum dari dalam keadaan genting, dan sesungguhnya dia tidak membetulkan sesuatu kecuali sesuatu tersebut rusak. dan diriwayatkan bahwasanya dia mengumpulkan sekalangan orang dan berkata : kami telah menjalankan apa yang telah di perintahkan setelah kamu. Dia berkata dia tidak akan menikahi seorang wanita kecuali seorang perempuan muda atau perawan, dan dia tiodak memakan buah2an kecuali dalam keadaan kelaparan, dan dia tidak mengobati salah satu dari mereka yang berpenyakit. Dan anda akan membaik di setiap bulannya buah itu akan larut dalam ______1, yang akan merusak dan tumbuh dalam daging sewaktu2. ketika salah satu dari mereka makan siang maka _____2 Dan dari hakim arab Aksim bin Dhoifi bin riba hukum dari suatu hakim itu harus fasih berilmu dan mengetahui silsilahnya, yang telah terjadi awal2 islam. Dan dari hukumnya: membunuh seseorang diantara kebenaran, berbahaya bagi yang mengetahui suatu perkara tersebut dengan jahiliyah. Al-Alusi menyebutkan dari hakim Aksim bin dhoifi, sesungguhnya perkataan yang benar belum tentu membuatku percaya, menyamarkan suatu perkara ketika disetujui. Dan ketika mengatur seorang yang bodoh, tidak akan mentolelir kepada sesuatu yang sedang berjalan, tidak mempolitisi seseorang. Dan A-alusi berkata dalam kitabnya aksim bim dhoifi : adapun dari sebuah hadits, sesungguhnya ketika Nabi menyiarkan agama islam secara terang2an, Aksim mengutus anaknya Hubaysh. Maka Hubaysh datang dengan segala kebaikannya kemudian mengumpulkan bani tamim dan berkata : hai bani tamim jangan kau mendatangiku dalam keadaan bodoh, yaitu orang yang mendengarkan tahayul, sesungguhnya orang bodoh itu lebih rendah dari yang di atasnya, dan menetapkan yang bukan harus di tetapkan, tidak ada kebaikan sama sekali bagi orang yang tidak berakal. Kamu telah takabbur

dariku dan menghinakanku. Apabila kalian melihat sesuatu yang baik dariku maka terimalah. Dan apabila kalian melihat keburukanku maka luruskanlah. Sesungguhnya anakku adalah seorang yang bodoh secara lisan. Dan mendatangiku dengan segala kebaikannya dan di dalam kitabnya menegakkan kebaikan dan menghilangkan kemungkaran dan dapat di ambil dari dalam kitab itu beberapa akhlak yang baik, menyeru kepada mengesakan Allah SWT dan melepaskan berhala dan meninggalkan kefanatikan terhadap api. _______4 sesungguhnya manusia itu berhak untuk mendapatkan pertolongan dari Nabi SAW dan kebahagiannya itu atas perintah beliau terhadap kalian, dan apabila dia mengajak kepada kebaikan maka dia bukanlah manusia biasa, dan apabila mengajak kepada kebatilan, maka kalian adalah manusia yang berhak untuk mencukupkan dari kesalahn itu dan mencukupi untuk kesalahan itu. Uskup najron telah menyebutkan sifat2nya dan sofyan bin majasyi telah menyebutkan namanya yakni Mohammad, maka jadilah yang pertama (yang mempercayainya) dalam perintahnya yang dibawamya dan jangan jadi yang terakhir. Jadilah orang yang taat sebelum menjadi orang yang membencinya. Sesungguhnya perintah yang di serukan Mohammad adalah agama yang agama yang belum pernah ada agama yang mengajarkan akhlak yang begitu bagus. Taatilah seruanku dan ikutilah perintahku, aku mengajak kalian perkara yang tidak akan pernah merugikan kalian selamanya. Dan jadilah kalian orang yang paling mullia di tanah Arab, golongan yang paling dominan dan paling luas daerah kekuasaannya. Sesungguhnya aku melihat perkara yang keagungan tidak menjauhinya kecuali hanyalah kehinaan. Begitu juga sebaliknya. Sesungguhnya orang terdahulu tidak mengajak sesuatu bagi orang setelahnya. ________5 Siapa yang mencari perkara maka akan menemukannya, dan apabila tidak menemukannya maka carilah disekitarnya itu. Banyak tanaman yang di tanam untuk dirinya sendiri, tapi orang lain yang memanennya, banyak juga makanan yang dilarang untuk di makan. Dan sebagian dari mereka adalah Abdul Mutholib bin Hasim kakek Nabi SAW, adapun beliau adalah hakim kaum Quraisy, dan sebagian dari sunah2nya terpengaruh oleh Al-Quran seperti larangan nikah kontrak dan memotong tangan pencuri dan larangan membunuh. Para pencatan telah menyabutkan nama-nama hakim yang juga merupakan seorang dokter dan yang bukan dokter: seperti zainab bin uwad yang juga seorang dokter, yang ahli kedokteran, ahli mengobati penyakit mata dan luka, dan terkenal, abu Al-farj Al-Ashbahany berkata dalam kitab kasbi Al-anmany, muhammad ibnu khalf Al-marzubany berkata: hammad bin ishaq dari ayahnya kunasa dari ayahnya dari kakeknya berkata: ----------------6

Tertawalah aku kemudian berkata: apakah kamu menemukan orang yang telah menyenandungkan syiir itu?? Iapun menjawab tidak,