Anda di halaman 1dari 35

1. ADAM adalah manusia pertama yang diangkat dan diutus oleh Allah Swt.

sebagai nabi, rasul, dan khalifah. Ia ditugaskan untuk mengatur segenap penghuni bumi. Derajat Adam lebih tinggi dari malaikat dan jin. Adam disebut 25 kali dan kisahnya ada banyak dalam Al- Qur'an. Sebelum manusia ada, Allah Swt. telah menciptakan malaikat dari cahaya dan jin dari api (Q.15:27). Bumi diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk hamparan (Q.2:22; 13:3; 20:53-54). Lalu, Allah Swt. memberitahukan kepada para malaikat bahwa Ia akan menciptakan makhluk lain, yaitu manusia yang menjadi khalifah-Nya di bumi (Q.2:30). Allah Swt. menugaskan para malaikat untuk mengumpulkan segenggam tanah dan meletakkannya di pintu surga. Dari tanah itulah Allah Swt. membentuk sosok seperti manusia, lalu meniupkan roh ke dalamnya (Q.15:26-29). Tanah itu lalu hidup dan menjadi manusia. Itulah Adam, yang lahir tanpa ayah dan ibu. Ia diciptakan sempurna, terdiri atas unsur jasmani dan rohani (roh, akal, hati, dan nafsu). Ia makhluk beragama, beradab, dan memiliki masa depan. Baginya Allah Swt. menciptakan pasangan atau istri (Q.30:21) yang bernama Hawa. Mereka hidup bahagia di surga, mendapatkan segala kenikmatan, dan tidak mengalami kesusahan. Namun, mereka tidak boleh melanggar satu larangan Allah Swt.: mendekati dan makan dari sebuah pohon (Q.2:35; 7:19). Karena makan buah larangan tersebut - atas bisikan setan- mereka akhirnya diusir dari surga. Inilah larangan pertama dari Allah Swt. dan pelanggaran pertama oleh manusia. PENGETAHUAN NAMA BENDA Allah Swt. mengajarkan nama benda-benda alam semesta kepada Adam (Q.2:31-32) karena ingin memperkuat kedudukan Adam di kalangan makhluk-Nya. Adam memperagakan benda-benda itu dan disuruh oleh Allah Swt. untuk mengajarkan nama-nama benda yang diketahuinya kepada para malaikat. HIDUP DI SURGA Adam dan Hawa diberi kehidupan di surga. Mereka mendapatkan segala kebahagiaan dan kesenangan tanpa mengalami kesusahan. Namun kebahagiaan surgawi ini akhirnya hilang karena mereka menyalahgunakan kebebasan mereka dengan makan buah pohon terlarang. DOSA PERTAMA Larangan Allah Swt. kepada Adam dan Hawa diketahui oleh setan. Karena iri, setan menggoda Adam dan Hawa. Setan berupaya untuk memperdayakan mereka agar mereka melanggar perintah- Nya. Dengan berbagai tipu daya, setan berhasil membujuk keduanya. Mereka lupa bahwa mereka dilarang oleh Allah Swt. makan buah tersebut (Q.2:36; 7:21-22). Seketika itu pula, pakaian mereka terlepas dari tubuh mereka. Sebagai akibat pelanggaran itu, mereka merasa malu, lalu menutup aurat mereka dengan dedaunan. Setelah menyadari kesalahan mereka, Adam dan Hawa sangat menyesali perbuatan mereka dan memohon ampunan kepada Allah Swt. Allah Swt. berkenan menerima tobat dan mengampuni kesalahan mereka (Q.2:37; 7:23). Karena menyadari dan menyesali dosanya, Adam bahkan menjadi manusia terpilih dan diutus oleh Allah Swt. menjadi nabi dan rasul. ABU AL-BASYAR Adam adalah bapak umat manusia (abu al- basyar). Allah Swt. menciptakan baginya pasangan atau istri. Kini keturunan Adam di dunia terdiri atas berbagai ras dan suku dengan warna kulit dan bahasa yang beragam. IQLIMA-LABUDA Hawa melahirkan anak kembar: Kabil (laki- laki) dan Iqlima (perempuan). Adam dan Hawa berbahagia mendapat keturunan pertama. Beberapa tahun kemudian, Hawa melahirkan anak

kembar lagi: Habil (laki-laki) dan Labuda (perempuan). Begitulah seterusnya hingga ia melahirkan sebanyak 21 kali. HAWA: IBU UMAT MANUSIA Setelah mengajari malaikat, Nabi Adam a.s. tertidur melepas lelah. Ketika terbangun dari tidurnya, Nabi Adam a.s. mendapatkan seorang wanita di sampingnya (Q.30:21). Wanita itu bernama Hawa. Nabi Adam a.s. bersyukur kepada Allah Swt., karena diberi pendamping atau istri. Ia diperintahkan oleh Allah Swt. untuk menggauli istrinya. Hawa pun menjadi ibu umat manusia. JIN PEMBANGKANG Allah Swt. memerintahkan kepada malaikat dan jin untuk bersujud kepada Adam. Malaikat mematuhi, tetapi jin menolak perintah itu. Jin pembangkang itu disebut iblis. Ia tidak mau bersujud kepada manusia yang diciptakan dari tanah (Q.2:34; 7:11-13; 15:32-35). Ia menjadi congkak karena merasa derajatnya lebih tinggi dari Adam. Karena membangkang, ia dilaknat dan diusir oleh Allah Swt. dari surga. Sebelum keluar dari surga, ia mengajukan dua permohonan (Q.15:36-40): umur panjang hingga hari kiamat dan izin untuk menggoda Adam serta anak cucunya (Q.7:14-18). Permintaan itu dikabulkan oleh Allah Swt., dan iblis kelak akan dimasukkan ke neraka. Allah Swt. juga mengadakan perjanjian dengan Adam: apabila tertipu bujukan iblis, maka ia pun akan dimasukkan bersama iblis ke neraka. DUNIA FANA Adam dan Hawa merasa tenang setelah Allah Swt. mengampuni kesalahan mereka. Mereka menerima hukuman, yaitu diusir dari surga. Mereka turun ke bumi (Q.2:38; 7:24-25) yang penuh dengan hutan dan pepohonan besar. Segala jenis binatang hidup di dalamnya. Mereka hidup lalu mati di bumi. Kehidupan baru di bumi berbeda dari kehidupan di surga. Mereka harus menempuh suka-duka dunia fana. Siang dan malam mereka berusaha untuk bertahan hidup dengan bekerja keras sebagai petani dan peternak selama bertahun-tahun. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.1) 2. IDRIS Nabi IDRIS diutus oleh Allah Swt. untuk mengingatkan umat keturunan Kabil yang telah bersikap durhaka. Idris merupakan keturunan keenam Nabi Adam. Di kalangan bangsa Ibrani, ia dikenal dengan nama Khunuh. Idris belajar agama sejak kecil dari Nabi Syits, putra Nabi Adam. Idris berdakwah kepada kaumnya dengan gigih, sehingga mendapat sebutan Asad al-usud, yang berarti " singanya singa". Ketika Nabi Muhammad Saw. melakukan Isra Mikraj, ia berjumpa dengan Nabi Idris di langit keenam. Ketika itu Nabi Idris memberi salam kepada Nabi Muhammad Saw. Kisah Nabi Idris tidak banyak diceritakan dalam Al- Qur'an. Namanya hanya disebut dalam surah Maryam ayat 56-57 dan surah al-Anbiya' ayat 85-86. SAHIFAH Idris dikaruniai Allah Swt. beberapa kepandaian. Ia menguasai ilmu hitung, ilmu perbintangan, menunggang kuda, dan menjahit pakaian. Selain itu, Idris juga sangat tekun. Ia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan tempat. Sejak kecil, Idris telah pandai membaca Sahifah (lembaran tertulis) yang diajarkan oleh Nabi Syits. Idris menerima wahyu dari Allah Swt. melalui malaikat Jibril sebanyak 30 Sahifah (Q.19:56). Isinya adalah ajaran agama yang harus disampaikan Idris kepada umatnya. IZRAIL Malaikat Izrail sangat mengagumi kepandaian Idris. Ia ingin mengenal Idris lebih dekat. Dengan menyamar sebagai manusia, ia bertamu ke rumah Idris. Setelah berkenalan, Idris mempersilahkan

tamunya menginap di rumahnya. Mereka lalu berdua beribadah dengan tekun. Idris meminta tamunya untuk menikmati semua yang ada di rumahnya, tapi Izrail menolak dan hanya ingin beribadah. Idris merasa heran dan bertanya siapa sebenarnya tamunya itu. Sang tamu menjawab bahwa ia adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa. HIJRAH KE MESIR Karena sebagian uamtnya kufur, Idris mengajak pengikutnya yang beriman meninggalkan negeri mereka. Awalnya mereka keberatan karena khawatir negeri baru yang akan mereka tempati tersebut tidak sesubur negeri mereka. Namun Idris dapat meyakinkan umatnya yang beriman tersebut sehingga mereka mengikuti Idris hijrah ke Mesir. DIGODA SETAN Suatu ketika Idris digoda setan. Ketika ia sedang menjahit baju, tiba- tiba datang iblis dengan menyamar sebagai seorang laki- laki. Iblis itu membawa sebutir telur. Ia menantang Idris supaya meminta Tuhannya memasukkan dunia ke dalam telur. Permintaan tersebut dimaksudkan untuk membuat Idris panik. Namun, dengan tegas Idris menjawab bahwa Tuhannya tidak hanya mampu memasukkan dunia ke dalam telur, tapi juga ke lubang jarum. Lalu dengan jarumnya, Idris menusuk mata iblis sehingga iblis langsung pergi menghilang. MELIHAT SURGA DAN NERAKA Untuk mempertebal imannya, Idris meminta kepada Allah Swt. agar diizinkan untuk melihat surga dan neraka. Allah Swt. memenuhi permohonan Idris tersebut. Bersama Izrail, Idris mengunjungi neraka dan melihat api neraka yang berkobar serta berbagai siksaan di dalamnya. Kemudian Izrail membawanya ke surga. Di sana Idris bertemu dengan Malaikat Ridwan dan melihat nikmat yang diberikan Allah Swt. untuk para penghuni surga. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.2) 3.NUH Beberapa abad setelah Nabi Idris a.s. wafat, penduduk Armenia mulai melupakan ajaran agama yang dibawa Nabi Idris a.s. Mereka kembali menyembah berhala karena bujukan iblis. Melihat kekufuran umat-Nya, Allah Swt. mengutus seorang nabi yang bernama Nuh untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Nuh masih keturunan Nabi Adam a.s. dan Nabi Idris a.s. Ia menerima risalah kenabian pada usia 480 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Namun karena kaumnya sangat keras kepala, ia hanya mendapat sedikit pengikut. Menyadari betapa keras kepala kaumnya, Nabi Nuh a.s. meminta agar Allah Swt. menimpakan azab kepada mereka. Allah Swt. mengabulkan permintaan Nabi Nuh a.s. dan memerintahkannya untuk membuat perahu bersama para pengikutnya. Setelah perahu selesai, turunlah azab Allah Swt. berupa banjir yang menenggelamkan seluruh kaum Nuh yang ingkar. Kisah Nabi Nuh a.s. ada di Al-Qur'an, antara lain dalam surah Nuh yang menjelaskan dakwah dan doa Nabi Nuh a.s. PERAHU Puluhan tahun Nabi Nuh a.s. berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti ajarannya dan tetap menyembah berhala. Bahkan mereka sering kali menganiaya Nuh dan pengikutnya. Untuk itu Nuh meminta Allah Swt. supaya menurunkan azab bagi mereka. Allah Swt. mengabulkan permintaan Nuh. Agar umat Nuh yang beriman terhindar dari azab tersebut, Allah Swt. memerintahkan Nuh untuk membuat perahu. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah Swt. membimbing Nuh membuat perahu yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Perahu Nuh merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.

UMAT YANG KERAS KEPALA Umat Nabi Nuh adalah penyembah berhala pertama. Dalam Al-Qur'an surah Nuh ayat 23, disebutkan beberapa berhala yang mereka sembah, yaitu Wadd, Suwa, Yaghut, Ya'uq, dan Nasr. Nuh mengingatkan perbuatan umatnya. Namun mereka menutup telinga, bahkan menentang ajaran Nuh. Selama lima abad berdakwah, Nuh hanya mendapat 70-80 pengikut, itu pun berasal dari kalangan lemah. KELUARGA NUH A.S. Nabi Nuh a.s. merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam a.s. dan ketiga dari Nabi Idris a.s. Ayahnya bernama Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh a.s. hidup selama 950 tahun. Ia mempunyai istri bernama Wafilah dan empat orang putra, yaitu Syam, Khan, Yafits, dan Kan'an. ULUL AZMI Nabi Nuh a.s. termasuk salah satu rasul dalam kelompok ulul azmi (orang yang mempunyai kemauan yang kuat dan teguh), karena kesabarannya dalam menghadapi kaumnya. Ia berdakwah selama 5 abad. Ia menghadapi kaumnya dengan sabar dan bijaksana. Siang dan malam, ia terus berusaha mengajak mereka kembali beribadah kepada Allah Swt. KAN'AN Dari keempat putra Nabi Nuh a.s., hanya tiga orang yang selamat dari bencana banjir, karena taat serta mengikuti ajaran yang dibawa ayahnya. Adapun seorang lagi, yaitu Kan'an, tewas tenggelam karena azab Allah Swt. itu. Nabi Nuh merasa sedih karena anaknya tidak mau mengikuti ajarannya. Namun ia sadar bahwa putranya itu termasuk orang-orang kafir yang mendapat azab dari Allah Swt. DOA NUH Ketika air semakin tinggi, kapal Nabi Nuh a.s. mulai bergerak dan seisi kapal berdoa: "...Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benarbenar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Q.11:41). AZAB BANJIR Setelah perahu Nabi Nuh sempurna dibuat, turunlah perintah Allah Swt. agar Nuh bersama para pengikutnya segera naik ke perahu dengan membawa tiap pasang jenis hewan. Dengan izin Allah Swt., air tercurah dari langit dan memancar dari bumi. Banjir besar pun melanda kota, desa, daratan dan puncak bukit. Kaum Nabi Nuh yang ingkar pun ditelan banjir. Setelah banjir besar, langit berangsur- angsur cerah dan bumi mengisap air banjir. Perahu Nuh akhirnya berlabuh di Gunung Judie di sekitar Sungai Mausul, Irak. HIDUP BARU Setelah banjir besar, Nabi Nuh a.s. dan para pengikutnya keluar dari kapal. Mereka mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt. yang telah menyelamatkan mereka dari azab banjir. Tak lama setelah itu, kaum Nuh membangun perkampungan di tempat yang baru. Mereka lalu berkembang biak, sehingga pengikut Nuh semakin banyak. Keturunan mereka kemudian ada yang merantau meninggalkan tempat itu dan mencari tempat baru. Konon, mereka pindah ke tempat yang kini menjadi daratan Eropa dan Afrika. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.4) 4.HUD Setelah Nabi Nuh a.s. wafat, keturunannya mulai ingkar kepada Allah Swt. Maka Allah Swt. mengutus seorang nabi yang bernama Hud ke tengah-tengah mereka. Hud sendiri masih termasuk keturunan Nuh. Ia adalah putra Sam bin Nuh. Ia diutus Allah Swt. untuk berdakwah kepada kaum Ad, namun dakwahnya ditolak oleh kaumnya dan mereka tetap saja kufur serta musyrik. Karena itu, Hud

berdoa agar Allah Swt. menimpakan azab kepada kaumnya itu. Sebelum malapetaka dari Allah Swt. turun, Hud dan 17 orang pengikutnya diperintahkan oleh Allah Swt. untuk menyelamatkan diri ke Hadramaut. Nama Nabi Hud disebut tujuh kali dalam Al-Qur'an. Kisahnya antara lain terdapat pada surah Hud ayat 50-60 dan surah asy-Syu'ara ayat 123-140. AHQAF Kaum Ad hidup di negeri Ahqaf yang terkenal subur. Negeri ini terletak antara Yaman dan Oman. Di negeri itu ada banyak bangunan megah seperti rumah, istana, dan benteng yang dibangun oleh kaum Ad (Q.26:128-129). Meskipun hidup makmur, kaum Ad tidak memiliki ajaran moral yang baik. Yang berlaku adalah hukum rimba. Yang kaya memeras yang miskin, dan yang kuat menindas yang lemah. KAUM AD Seperti halnya Nabi Hud, kaum Ad juga merupakan keturunan Nabi Nuh. Tapi mereka tidak mengakui Allah Swt., walaupun Hud telah memperingatkan mereka. Karena itu, Allah Swt. membinasakan mereka melalui azab-Nya. Kisah kehancuran kaum Ad ini terdapat dalam surah alAhqaf ayat 21-28. DAKWAH Hud diutus Allah Swt. untuk memberi peringatan kepada kaum Ad yang sesat. Ia memerintahkan agar kaumnya menyembah Allah Swt., bukan berhala yang mereka buat sendiri. Namun Hud berhadapan dengan keangkuhan kaumnya. Seruan Hud tidak mereka pedulikan. Bahkan sebaliknya, Hud diejek dan diancam. AZAB Allah Swt. menurunkan azab-Nya kepada kaum Ad dalam dua tahap. Pertama, negeri Ahqaf dilanda kemarau panjang. Saat kaum Ad merasa cemas, Hud mengingatkan mereka bahwa kekeringan itu merupakan awal azab Allah Swt. Namun kaum Ad tetap tidak mempercayainya. Lalu datang azab kedua berupa gumpalan awan tebal. Kaum Ad mengira bahwa hujan akan segera turun membasahi tanah yang telah lama kering. Namun perkiraan mereka saIah. ternyata yang datang justru angin yang sangat dingin dan kencang. LOKASI MAKAM Menurut Abu Hurairah, seperti diriwayatkan Imam Bukhari, Hud meninggal pada usia 472 tahun. Ia dikuburkan di sebelah timur Hadramaut. Namun orang-orang Palestina berpendapat bahwa makam Nabi Hud terdapat di Palestina. Adapun menurut Ali bin Abi Thalib, Hud dimakamkan di bukit pasir merah yang masuk dalam wilayah Hadramaut. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.2) 5.SALEH Beratus-ratus tahun setelah kaum Ad musnah, negeri mereka menjadi subur kembali dan didiami oleh sebuah kaum bernama Samud. Mereka bekerja keras membangun peradaban di daerah bernama Hijr. Namun ketika Allah Swt. menganugerahkan kekayaan melimpah kepada kaum Samud, mereka tidak mensyukuri nikmat- Nya. Mereka malah mendurhakai Allah Swt. dengan menyembah berhala. Karena itu, Allah Swt. mengutus Nabi Saleh ke tengah-tengah mereka. Saleh adalah putra Ubaid bin Jabir bin Samud, dan keturunan keenam Nabi Nuh. Saleh menyerukan kepada kaumnya agar bertobat kepada Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya. Namun dakwah Saleh mereka tentang. Untuk membuktikan kebenaran risalah kenabiannya, Saleh diberi mukjizat oleh Allah Swt. berupa seekor unta yang keluar dari batu. Meskipun begitu, kaum Samud tetap kufur, sehingga Allah Swt. akhirnya menurunkan azab. Kisah Nabi Saleh dalam Al-Qur'an disebutkan dalam 72 ayat yang

terdapat dalam 11 surah, antara lain surah al-A'raf ayat 73-79, surah Hud ayat 61-68 dan surah alQamar ayat 23-32. UNTA BETINA Allah Swt. memberi Saleh mukjizat berupa unta betina yang keluar dari perut sebuah batu karang di sisi bukit. Allah Swt. menciptakan unta tersebut setelah Saleh berdoa untuk membuktikan kenabiannya kepada kaum Samud. Mukjizat ini dimaksudkan untuk menggagalkan niat para pemuka kaum Samud yang ingin menjatuhkan Saleh, dan untuk mempertebal iman para pengikut Saleh. HIJR Kaum Samud tinggal di negeri Hijr, sebuah daerah pegunungan antara Madinah dan Syam (Suriah), di sebelah tenggara negeri Madyan. Allah Swt. melimpahkan kekayaan dan kemakmuran di negeri Hijr sehingga kaum Samud hidup dalam kemewahan. Namun kemewahan itu membuat mereka menjadi angkuh dan kufur. Dalam Al-Qur'an negeri Hijr dijadikan nama surah ke-15 (al-Hijr), dan kisah penduduknya diceritakan dalam ayat 80-86. UNTA SALEH DIBUNUH Nabi Saleh mengingatkan bahwa untanya tidak boleh diganggu, apalagi dibunuh. Jika larangan itu dilanggar, maka Allah Swt. akan menurunkan azab kepada kaum Samud. Namun larangan itu tidak mereka gubris. Niat untuk membunuh unta itu dirancang oleh pemuka kaum Samud. Mereka mempercayakan rencana itu kepada sembilan orang pemuda. Kesembilan pemuda itu berhasil membunuh unta Saleh. Kaum Samud pun mengejek Saleh karena azab yang ia katakan tidak turunturun (Q.7:77). RENCANA MEMBUNUH SALEH Saleh memberitahu kaumnya, bahwa azab Allah Swt. akan turun setelah didahului tanda- tanda. Hari pertama, wajah mereka berubah menjadi kuning, hari kedua menjadi merah, hari ketiga menjadi hitam, dan pada hari keempat barulah azab Allah Swt. turun. Mendengar ancaman itu, kesembilan pemuda yang telah membunuh unta Saleh berencana membunuhnya. Namun rencana jahat itu tidak terwujud, karena mereka segera mati tertimpa batu- batu besar sebelum membunuh Saleh. AZAB ALLAH Sehari sebelum azab Allah Swt. turun, Saleh dan sekitar 120 orang pengikutnya meninggalkan Hijr menuju Ramlah, Palestina. Ia masih sempat mengingatkan, bahwa ia telah menyampaikan amanat Allah Swt. dan memberi nasihat kepada kaumnya (Q.7:79). Setelah Nabi Saleh dan pengikutnya sudah berada di tempat yang aman, turunlah azab dari Allah Swt. kepada kaum Samud. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.5) 6.NABI IBRAHIM Bangsa Arab dan Israil mempunyai nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Ibrahim. Ibrahim merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Dua saudara kandungnya adalah Nakhur dan Hasan, ayah Nabi Luth. Ibrahim lahir di Babilonia (sekarang Irak). Saat ia lahir, Babilonia diperintah oleh seorang raja bernama Namrud. Ayah Ibrahim, Azar, termasuk orang yang sangat dicintai Raja Namrud karena pandai membuat patung berhala. Patung-patung karyanya disembah oleh para pengikut Raja Namrud. Ibrahim diutus oleh Allah Swt. Menjadi nabi dan rasul untuk meluruskan perbuatan Raja Namrud dan rakyatnya. Orang pertama yang diajak oleh Ibrahim ke jalan yang benar adalah ayahnya, namun sang ayah tetap ingkar kepada Allah Swt. Ibrahim termasuk salah satu nabi ulul azmi. Kisahnya banyak disebut dalam Al- Quran.

RAJA NAMRUD Negeri Babilonia yang subur dipimpin oleh seorang raja bernama Namrud. Raja ini memerintah dengan kekuasaan mutlak. Ia memenjarakan dan membunuh rakyatnya yang ia anggap salah. Ia bahkan mengaku sebagai tuhan. Rakyat sangat takut kepada sang Raja. Mereka terperosok ke dalam lembah kegelapan dan kebodohan. MENGHANCURKAN BERHALA Ibrahim berdakwah kepada kaumnya dengan cara membuktikan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah tidak bisa melindungi mereka. Ketika rakyat Babilonia merayakan suatu hari besar di luar kota, Ibrahim tidak ikut dengan alasan sakit. Saat kota sudah sunyi, Ibrahim pergi menuju tempat peribadatan kaumnya dengan membawa sebuah kapak besar. Ia menghancurkan semua berhala, kecuali sebuah patung yang paling besar. Ketika kaumnya mengetahui hal itu, Ibrahim ditangkap dan diadili. DIBAKAR Karena menghancurkan berhala-berhala, para hakim memutuskan bahwa Ibrahim harus dibakar hidup-hidup. Pelaksanaan hukuman kemudian disiapkan. Ibrahim dibawa ke tanah lapang. Rakyat Babilonia datang berbondong- bondong untuk menyaksikan eksekusi pembakaran Ibrahim. Dengan dibelenggu, Ibrahim dimasukkan ke dalam api. Namun atas perlindungan Allah, Ibrahim merasa sejuk di tengah panas api. Ketika kayu bakar telah rata menjadi abu, Ibrahim keluar dengan selamat (Q.21:68-70). Itulah mukjizat yang diberikan Allah kepada Ibrahim sebagai bukti nyata kebenaran dakwahnya. SARAH Karena merasa kurang aman akibat dakwahnya dibatasi oleh Raja Namrud, Ibrahim hijrah ke Syam bersama Sarah dan Luth. Namun karena Syam dilanda paceklik, mereka pergi ke Mesir. Raja Mesir tertarik dengan kecantikan Sarah. Sarah lalu dimasukkan ke ruang harem, tapi Allah Swt. Tetap menjaga kesuciannya. Suatu malam, Raja bermimpi bahwa Sarah telah bersuami. Maka pagi harinya Raja menyerahkan Sarah kepada Ibrahim dan menghadiahinya hamba perempuan bernama Hajar. ISMAIL DAN ISHAQ Ketika Ibrahim dan Sarah sudah semakin tua, mereka belum dikaruniai seorang anak. Menyadari bahwa dirinya tak mungkin memenuhi keinginan suaminya untuk memiliki anak, Sarah memberi izin kepada Ibrahim untuk menikahi Hajar. Hajar kemudian melahirkan Ismail. Namun karena Sarah cemburu, maka dengan bijaksana Ibrahim membawa pergi Hajar dan Ismail. Ibrahim lalu meninggalkan mereka di daerah Mekah. Ketika Ismail berusia 14 tahun, barulah Sarah melahirkan Ishaq. Ibrahim bersyukur, karena di masa tuanya dianugerahi Ismail dan Ishaq. Dari mereka berdua kemudian lahir para nabi. Nabi Muhammad adalah keturunan Ismail, dan sebagian besar para nabi Bani Israil adalah keturunan Ishaq. KHITAN Ketika berusia 90 tahun, Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah Swt. Untuk mengkhitan seluruh anggota keluarganya, termasuk dirinya sendiri dan Ismail yang ketika itu berusia 13 tahun. Perintah ini dijalankan oleh Ibrahim dan kemudian menjadi sunah bagi keturunannya, termasuk Nabi Muhammad Saw. Dan para pengikutnya. KABAH Allah Swt. Memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mendirikan Kabah. Sebenarnya kabah sudah dibangun sebelumnya oleh Nabi Adam, namun rusak akibat banjir pada masa Nabi Nuh. Maka Ibrahim berkata kepada Ismail, Hai anakku, Allah telah memerintahkan kita untuk mendirikan

rumah di tempat yang agak tinggi itu. Keduanya lalu membangun dan meninggikan dasar- dasar Kabah. Kemudian jadilah bangunan itu dengan nama Rumah Allah atau Baitullah. MENGURBANKAN ISMAIL Suatu saat Ibrahim rindu kepada Hajar dan Ismail yang hidup bahagia bersama suku Jurhum di Mekah. Atas izin Sarah, Ibrahim berangkat menemui istri dan anaknya di padang Arafah. Setelah matahari terbenam, Ibrahim mengajak keluarganya pulang ke Mekah. Mereka berhenti di suatu tempat yang sekarang disebut Muzdalifah. Karena letih, Ibrahim tertidur dan bermimpi bahwa Allah Swt. Memerintahkannya untuk menyembelih anaknya, Ismail, sebagai kurban. Perintah itu ditaati oleh Ibrahim serta Ismail, dan dilaksanakan di sebuah bukit (kini dinamai Bukit Malaikat) di Mina. Namun ketika Ismail hendak disembelih, Allah Swt. Menggantinya dengan seekor kibas (Q.37:102111). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.2) 7.LUTH adalah kemenakan Nabi Ibrahim a.s. Ia mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh pamannya (Q.29:26). Ia menemani Ibrahim melakukan hijrah serta membuka usaha peternakan. Setelah meraih kesuksesan dan kekayaan, mereka membagi usaha peternakannya. Nabi Ibrahim a.s. berusaha di sebelah barat Palestina, sedangkan Luth tinggal di sebelah timur Palestina, dekat kota Sodom. Ke kota inilah Luth diutus oleh Allah Swt. untuk meluruskan kaumnya yang bejat karena berhubungan badan sesama jenis kelamin. Karena tidak mengindahkan peringatan Luth, kaumnya ditimpa bencana yang pedih. Keluarganya selamat dari hukuman Allah Swt., kecuali istrinya Walihah yang ingkar. Nama Luth disebut sebanyak 23 kali dalam Al-Qur'an, dan kisahnya terdapat dalam 85 ayat pada 12 surah. DAKWAH LUTH Luth diutus oleh Allah Swt. untuk mengajak kaumnya ke jalan yang benar. Tapi seruan Luth yang disampaikan dengan kearifan tidak digubris kaumnya. Malah, mereka hendak mengusir Luth serta keluarganya dari negerinya sendiri (Q.7:82; 26:167; 27:56). Maka Luth berdoa kepada Allah, "Ya, Tuhanku! Tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu" (Q.29:30). Allah Swt. mengabulkan doa Luth, lalu membinasakan kota Sodom. SODOM Sodom terletak di daerah pesisir Laut Mati, di bagian tenggara Palestina. Kemaksiatan dan kemunkaran merajalela dalam pergaulan hidup warganya. Mereka berperilaku bejat dengan melakukan hubungan seks yang menyimpang. Kaum laki-laki tidak mencintai kaum perempuan, begitu juga sebaliknya (Q.26:165-166). Mereka tidak lagi melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan, melainkan saling menyukai sesama jenis kelamin mereka. TAMU MALAIKAT Setelah bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. untuk mengabarkan kelahiran Nabi Ishaq a.s. serta azab yang akan menimpa penduduk Sodom (Q.29:31-32), para malaikat Allah Swt. segera menuju Sodom. Sosok para malaikat itu menyerupai pria remaja tampan. Di Sodom mereka meminta izin kepada putri Luth untuk bertamu di rumahnya. Luth dan keluarganya menerima dengan cemas kedatangan mereka. Penduduk Sodom mengetahui kehadiran mereka dan berusaha merebut mereka dari tangan Luth. Melihat Luth cemas dan takut, para tamu itu mengaku bahwa mereka adalah malaikat (Q.11:77-81). Lalu mereka meminta Luth, keluarga, dan para pengikutnya segera meninggalkan Sodom, karena Allah Swt. akan menurunkan azab bagi kaumnya. WALIHAH

Istri Luth, Walihah, berkomplot dengan penduduk yang ingkar terhadap dakwah Nabi Luth, suaminya. Ia membocorkan kedatangan tamu Luth kepada penduduk Sodom. Ketika azab Allah Swt. akan turun menimpa desa Sodom, Walihah diajak Luth untuk menyelamatkan diri, tetapi hati Walihah terlalu sayang kepada penduduk Sodom. Maka Walihah pun ikut tertimpa azab Allah Swt. HUJAN BATU Allah Swt. menghancurkan penduduk Sodom dengan hujan batu dan tanah yang keras (Q.11:82; 15:73-74; 27:58). Adapun Luth, para putrinya, dan pengikutnya yang beriman selamat dari azab Allah Swt. (Q.27:57). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3) 8.ISMAIL ISMAIL adalah putra Nabi Ibrahim dari istrinya bernama Hajar, seorang budak yang dihadiahkan raja Mesir kepada Nabi Ibrahim, dan kemudian dinikahinya. Ismail termasuk anak yang saleh, jujur dan patuh. Semua perintah Allah Swt. dan orangtua ditaatinya. Saat masih bayi, Ismail dan ibunya hidup di tengah padang pasir Mekah. Di lembah tandus itu, setelah lama menahan haus, Ismail akhirnya minum air zamzam. Ketika Ismail beranjak remaja, Ibrahim menerima perintah Allah Swt. melalui mimpinya yang memintanya menyembelih Ismail. Ismail pun rela dan meminta ayahnya melakukan itu. Ismail diutus Allah Swt. ke negeri Yaman dan Amalek untuk menyeru kaumnya agar menyembah dan mematuhi perintah Allah Swt. Pada usia 13 tahun Ismail dikhitan, yaitu pada saat Ibrahim diperintahkan Allah untuk mengkhitan dirinya dan anaknya. Namanya disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 11 kali pada beberapa ayat. LEMBAH TANDUS MEKAH Sesudah Hajar melahirkan Ismail, belakangan Sarah kurang senang melihat keduanya. Lalu, Ismail yang masih bayi dan ibunya dibawa pindah Ibrahim ke Mekah. Ismail dan Hajar ditinggal di lembah tandus. Adapun Ibrahim kembali ke tempat Sarah, di Kanaan. Dari tempat yang jauh itu Ibrahim berdoa untuk anaknya, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku dalam suatu lembah yang tiada bertetumbuhan, di dekat rumah-Mu yang suci (dihormati). Ya Tuhan kami agar nanti mereka itu menegakkan salat, maka jadikanlah hati manusia itu simpati kepada mereka, dan berilah rezeki buah- buahan agar mereka berterima kasih" (Q.14.37). Bila saat ini orang berduyun-duyun berziarah mengunjungi Mekah, itu karena doa Ibrahim dikabulkan Allah Swt. ZAMZAM Ketika Ismail dan Hajar hidup di lembah tandus Mekah, lama kelamaan persediaan air mereka habis. Ibunya mencari air untuk menghentikan haus dan tangis Ismail. Ia bolak-balik dari Safa dan Marwah. Usahanya sia-sia. Namun atas rahmat- Nya, tiba-tiba terdengarlah suara malaikat yang menunjuk sebuah mata air. Mata air itu melimpah ke mana- mana. Malaikat berteriak "Zamzam, zamzam!" yang artinya " berkumpullah." Akhirnya, mata air itu pun diberi nama Zamzam. ALLAH MAHA MENDENGAR Sarah, istri Ibrahim, belum juga diberi keturunan sampai usianya tua. Akhirnya, ia mempersilakan Ibrahim menikahi Hajar, budaknya, yang kemudian dimerdekakan. Melalui Hajar inilah lahir seorang bayi laki-laki yang diberi nama Ismail. Dalam bahasa Ibrani, Isma itu artinya mendengar, dan El itu Allah (Tuhan). Jadi Isma-El artinya 'Allah Maha Mendengar', karena mengabulkan doa Ibrahim untuk memiliki keturunan. "Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniai aku di hari tua, Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (Mengabulkan) doa" (Q.14:39). BANI JURHUM

Sebagai pria yang mulai dewasa, Ismail ingin berkeluarga. Ia menikah dengan seorang gadis dari Bani Jurhum. Tak lama setelah pernikahan itu, Hajar wafat. Ismail pun sedih. Dan pada suatu hari, Nabi Ibrahim datang lagi ke Mekah, dan kedatangannya disambut kurang sopan oleh istri Ismail. Oleh karena berperilaku kurang baik, maka Ismail dinasihati Nabi Ibrahim agar menceraikan istrinya. Nasihat itu diikutinya. Lalu Ismail, menikah lagi, juga dengan gadis dari Bani Jurhum. Dari perkawinannya yang kedua itu, Ismail dikaruniai keturunan yang banyak. Dari keturunannya itu itulah kelak lahir Nabi Muhammad Saw. KURBAN Pada saat Ismail menjelang remaja, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah Swt. melalui mimpinya. Ia diperintahkan Allah Swt. untuk menyembelih Ismail. Ismail pun bersedia dijadikan kurban. Akhirnya, perintah penyembelihan itu dilaksanakan di sebuah bukit di Mina. Namun, atas izin Allah Swt., ketika hendak disembelih, Ismail diganti dengan seekor sembelihan yang besar (Q.37:102-107). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3) 9. ISHAQ ISHAQ adalah salah satu putra Nabi Ibrahim a.s. dari istri yang bernama Sarah. Ia lahir pada saat Ismail berusia sekitar 14 tahun. Ismail adalah juga putra Nabi Ibrahim dari istri yang bernama Hajar. Sejak kecil, Ishaq dididik dan diajar oleh Sarah dan Nabi Ibrahim agar taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Setelah dewasa, ia melanjutkan dakwah ayahnya. Ia pun termasuk salah seorang nabi yang mendapat limpahan keberkatan. "Kami limpahkan keberkatan atasnya (Ibrahim) dan Ishaq" (Q.37:113). Dalam Al-Qur'an nama Ishaq disebut sebanyak 16 kali. Dari Ishaq inilah muncul sebagian besar nabi dan rasul yang disebut AlQur'an. Ishaq adalah nenek moyang kaum Bani Israil (Yahudi). Pada usia 180 tahun, ia meninggal dunia di Jirun yang kini dikenal sebagai kota Madinah. NABI KETURUNAN ISHAQ Ishaq menikah dengan Rafiqah. Dari keturunan mereka banyak sekali muncul para nabi dan rasul yang dalam Al- Qur'an kadang-kadang disebut dengan istilah al-Asbat yang artinya 'suku- suku Bani Israil'. Dari dua orang anak mereka, yaitu Ya'qub dan 'Aish menurunlah garis kenabian. Ya'qub menurunkan garis kenabian pada Yusuf. Adapun 'Aish menurunkan generasi seorang nabi dan rasul yang bernama Ayub. Nabi Musa yang menerima Sepuluh Perintah Tuhan juga merupakan turunan Ishaq. SARAH Nabi Ibrahim dan Sarah telah lama menikah namun belum juga dikaruniai seorang anak. Rupanya Sarah mandul. Walaupun demikian, ia tetap berdoa kepada Allah, agar dianugerahi seorang anak. Karena tidak bisa mempersembahkan seorang anak, akhirnya Sarah pun mengizinkan suaminya menikahi Hajar-budak pemberian raja Mesir. Pada saat usianya sudah semakin tua, Sarah mendapat kabar gembira dari malaikat. Ia akan dikaruniai Allah seorang anak yang saleh, dan Allah akan mencurahkan rahmat-Nya (Q.11:71-74; 37:112-113). "TERTAWA" Sarah heran dan tertawa mendengar berita suka cita tentang anugerah seorang putera baginya. Karena itulah anaknya diberi nama Ishaq. Nama itu berasal dari bahasa Ibrani yang berarti 'tertawa gembira seraya terkejut'. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3)

10.Nabi YA'QUB Nabi YA'QUB adalah putra Ishaq bin Ibrahim. Ibunya bernama Rafiqah. Ia lahir di Kan'aniyyin (Kanaan, Palestina). Namun sebagian riwayat menyebutkan bahwa ia dilahirkan di negeri Nabulis. Suatu hari Allah Swt. memberinya wahyu (Q.4:163) dan mengutusnya sebagai nabi (Q.19:49). Ia lalu menyerukan agar penduduk Kan'aniyyin menyembah Allah Swt. Pada usia 147 tahun ia wafat dan dimakamkan di Mesir karena, ketika sudah berusia tua, ia mengikuti putranya, Nabi Yusuf a.s., yang menjadi pembesar Mesir. Riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi Ya'qub dimakamkan di Hebron di sisi makam ayahnya, Nabi Ishaq a.s. Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Ya'qub selalu disebutkan bersamaan dengan nabi-nabi lain, misalnya Nabi Ibrahim a.s. (kakeknya), Nabi Ishaq a.s. (bapaknya) dan Nabi Yusuf a.s. (putranya). PEJALAN MALAM Nabi Ya'qub a.s. bersaudara kandung dengan 'Aish, tapi hubungan mereka renggang. 'Aish dengki dan iri melihat Ya'qub dimanja dan disayang oleh ibunya. Hubungan mereka semakin renggang, ketika Ya'qub memperoleh berkah dan doa Nabi Ishaq a.s., ayahnya. Akhirnya, karena merasa kurang aman hidup bersama saudaranya, Ya'qub meminta nasihat kepada ayahnya. Nabi Ishaq a.s. menasihati agar ia menemui pamannya Laban bin Batwil di Faddan Aram. WAHYU ALLAH Dalam perjalanan menuju rumah pamannya di Faddan Aram, Ya'qub tertidur sejenak melepas lelah. Pada saat itulah ia menerima wahyu dari Allah Swt. melalui mimpinya. Dalam mimpinya itu diwahyukan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Allah; dan Allah mewariskan Baitulmakdis, kehidupan yang bahagia, dan kerajaan besar untuk Ya'qub serta keturunannya. EMPAT ISTRI Sesuai dengan keinginan ayahnya, Ya'qub bermaksud menikahi putri bungsu pamannya Laban. Ia ingin menikah dengan putri bungsu yang bernama Rahil. Pamannya setuju, dengan syarat Ya'qub harus tinggal di kampungnya selama 7 tahun dan menikahi kakak perempuan Rahil yang bernama Laiya--biasa dipanggil Layyan. Adat di daerah itu melarang seorang adik melangkahi kakaknya menikah lebih dahulu. Akhirnya, pamannya menikahkan kedua anak gadisnya dengan Ya'qub (ketika itu hukum memperbolehkan seseorang menikahi dua gadis sekandung). Laban juga menghadiahkan dua hamba sahayanya kepada masing-masing putrinya, yaitu Zulfa untuk Layyan dan Balhan untuk Rahil. Kedua hamba sahaya itu pun akhirnya diberikan kepada Ya'qub untuk diperistri, sehingga istrinya berjumlah empat orang. KETURUNAN Dari keempat istrinya, Ya'qub mempunyai dua belas orang anak. Layyan melahirkan enam orang anak, yaitu Raubin, Syam'un, Lewi (salah satu keturunannya adalah Nabi Musa), Yahuda, Yasakir, dan Zabulon. Rahil melahirkan dua orang anak, yaitu Yusuf dan Bunyamin. Kemudian Zulfa melahirkan dua orang anak, yaitu Kan dan Asyar. Begitu juga Balhan melahirkan dua orang anak, yaitu Daan dan Naftali. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6) 11. YUSUF Nabi YUSUF adalah putra Nabi Ya'qub dari istrinya yang bernama Rahil binti Laban. Yusuf memiliki adik kandung bernama Bunyamin. Mereka mempunyai sepuluh orang saudara dari lain ibu. Karena berakhlak baik, Yusuf dan Bunyamin sangat disayang Ya'qub. Hal ini membuat saudara-saudaranya iri sehingga mereka membuang Yusuf ke dalam sumur. Para pedagang Madyan lalu menemukan Yusuf dan menjualnya kepada seorang pembesar Mesir. Yusuf pun diangkat menjadi anak. Banyak

wanita, termasuk ibu angkatnya, tergoda oleh ketampanan Yusuf. Karena difitnah, Yusuf kemudian dipenjara. Allah Swt. menganugerahi Yusuf kemampuan untuk menafsirkan mimpi. Yusuf lalu dipercaya menjadi pembesar Mesir. Ia pun akhirnya bertemu kembali dengan seluruh keluarganya dan memboyong mereka ke Mesir. Kisah Yusuf terdapat dalam Al-Qur'an surah Yusuf yang terdiri atas 111 ayat. DIBUANG Sejak kecil, Yusuf dan Bunyamin sudah ditinggal mati ibunya. Nabi Ya'qub pun mencurahkan kasih sayangnya kepada mereka. Namun saudara- saudara tirinya iri dan menganggap sang ayah tidak adil. Mereka berniat membunuh Yusuf, tapi ada yang tidak setuju. Akhirnya mereka sepakat membuang Yusuf ke dalam sumur. Mereka lalu pulang membawa baju Yusuf yang dilumuri darah palsu, agar terkesan bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Ayah mereka percaya akan hal itu. FUTIFAR AL-AZIZ Para pedagang Madyan menemukan Yusuf di dalam sumur. Mereka menyelamatkan Yusuf dan menjadikannya hamba sahaya yang layak dijual. Di pasar Yusuf dibeli oleh seorang pembesar Mesir bernama Futifar Al- Aziz dan istrinya yang bernama Zulaikha. Yusuf kemudian mereka jadikan anak angkat. ZULAIKHA Ketampanan dan kesopanan Yusuf membuat Zulaikha tertarik kepadanya. Suatu hari, Zulaikha menarik Yusuf ke dalam kamarnya. Namun Yusuf menolak cinta ibu angkatnya itu. Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa malaikat datang ke kamar Zulaikha dengan menyerupai ayah Yusuf. Lalu Yusuf melihatnya dan lari ke luar kamar, sedangkan Zulaikha menariknya dari belakang sehingga baju Yusuf robek. Tiba-tiba suami Zulaikha datang. Zulaikha kaget, lalu memfitnah Yusuf hendak memperkosanya. Namun tuduhan itu ditolak oleh seorang saksi. DIPENJARA Para wanita Mesir mencerca Zulaikha karena telah menggoda hamba sahayanya. Untuk membuktikan bahwa ia tidak salah, Zulaikha mengundang mereka. Bermacam makanan, minuman, dan buah dihidangkan, Zulaikha lalu memerintahkan Yusuf muncul di tengah mereka. Para wanita itu terpesona dengan ketampanan Yusuf dan berusaha menggodanya. Yusuf memohon kepada Allah Swt. agar ia lebih baik dipenjara daripada memenuhi ajakan mereka. Doanya dikabulkan Allah Swt. Yusuf dikirim ke penjara oleh Futifar agar masyarakat mengira bahwa Yusuf- lah yang bersalah. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6) 12. AYUB AYUB adalah salah satu cucu Nabi Ishaq, putra Nabi Ibrahim. Ia kaya, tidak sombong, selalu berbuat baik, pemurah serta suka membantu, saleh, dan taat beribadah kepada Allah Swt. Ia dikenal sebagai nabi yang bertakwa dan sabar menghadapi berbagai cobaan. Suatu saat, harta bendanya lenyap, anaknya meninggal, dan ia sendiri sakit parah. Semua ujian itu ia terima dengan lapang dada dan sabar. Bahkan cinta dan imannya kepada Allah Swt. semakin meningkat. Cobaan itu datang atas permintaan setan kepada Tuhan karena setan menyangsikan ketaatan Ayub. Menurut setan, Ayub beriman kepada Allah Swt. hanya karena ingin mempertahankan hartanya. Kisah ini disebutkan dalam empat surah Al- Qur'an. Salah satu berbunyi: "Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan" (Q.38:41). HARTAWAN SALEH

Ayub memiliki harta berlimpah: ribuan ternak, ladang luas, tanaman siap panen, dan perhiasan bertumpuk. Semua harta itu semakin mendekatkan Ayub kepada Allah Swt. Ia beramal saleh dan menyedekahkan harta kekayaannya. Melihat kekayaan dan kebaikan Ayub itu, setan mencurigai motif keimanan Ayub yang taat kepada Allah Swt. karena ingin mempertahankan hartanya. Karena itu setan meminta kepada Tuhan agar diizinkan memusnahkan harta itu dan menjadikannya orang miskin. Tetapi rupanya Ayub tetap saleh walaupun setan berhasil menghancurkan seluruh harta kekayaan Ayub. KETABAHAN YANG TERUJI Walaupun hartanya musnah, Ayub tetap beribadah dan bersabar. Karena itu, setan mencari jalan lain untuk menggoyahkan iman Ayub. Setan membinasakan keturunan, keluarga, dan rumah Ayub. Setan merobohkan tempat hunian anak- anak Ayub dan para pembantunya. Mereka mati tertimbun reruntuhan. Namun Ayub tetap tabah, tidak mengeluh, dan berzikir kepada Allah Swt. memohon perlindungan- Nya. RAHMAH Setelah berbagai cobaan menimpa suaminya, ketegaran istri Ayub, Rahmah, mulai goyah. Ia mengeluh atas penderitaannya. Ayub mengingatkan istrinya, bahwa dirinya telah digoda setan. Ia mengajak istrinya untuk berpikir jernih dan menerima seluruh cobaan itu dengan penuh kesabaran. SAKIT PARAH Sekali lagi setan mencobai Ayub. Setan mengganggu kesehatan Ayub dengan penyakit. Setan yakin, bila Ayub sakit dan fisiknya menjadi lemah, maka ia akan malas beribadah dan melupakan Tuhan. Ayub akhirnya diserang penyakit kulit yang parah. Karena itu, ia mengasingkan diri dan hanya ditemani istrinya, Rahmah. BASYAR Setelah lulus dari cobaan, Ayub dan istrinya kembali hidup normal. Mereka dikaruniai beberapa anak yang beriman. Salah satu putranya yang bernama Basyar terpilih meneruskan dakwah ayahnya. Dalam Al-Qur'an dua kali disebutkan nama Zulkifli (Q.21:85; 38:48), yang diangkat menjadi nabi dan rasul. Itu tidak lain adalah Basyar sendiri. LULUS DARI COBAAN Cobaan beruntun itu rupanya tidak menggoyahkan keimanan Ayub. Ia begitu sabar. Dalam penderitaan itu, Ayub sering mengingat-Nya. Allah Swt. pun akhirnya mengabulkan doa permohonannya untuk kesembuhan. Setelah sembuh, Ayub melaksanakan nazarnya, yaitu memukul (dengan seikat rumput) istrinya yang tidak sabar menerima cobaan (Q.38:44). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.1) ZULKIFLI adalah putra Nabi Ayub a.s. Nama aslinya Basyar. Al-Qur'an menyebutnya hanya dua kali dengan nama Zulkifli. Dalam hadis sahih bahkan tidak ada petunjuk yang mengacu kepada kisah Zulkifli. Kisahnya dalam Al- Qur'an tidak disebutkan terperinci, hanya ada dalam Q.21:85-86 dan Q.38:48. Itu pun dikaitkan dengan nabi lain, Idris, Ismail dan Ilyasa, sebagai orang sabar, saleh, dan paling baik. "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh" (Q.21:85-86). "Dan ingatlah kisah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik" (Q.38:48). Zulkifli termasuk seorang nabi yang menjadi raja. Ia melanjutkan dakwah ayahnya, Ayub, dan mengajak kaumnya untuk rajin beribadah. Menurut beberapa sejarawan, misalnya at-Tabari (839-923), Zulkifli wafat di Syam (Suriah) dalam usia 75 tahun. BASYAR

Dalam suatu kisah diceritakan bahwa raja Israil, Ilyasa, sudah tak berdaya lagi menjalankan pemerintahan. Lalu sang Raja mengumpulkan rakyatnya dan meminta kesediaan mereka untuk menggantikannya sebagai pemimpin Bani Israil dengan beberapa persyaratan. Syarat itu, antara lain, berpuasa pada siang hari, beribadah pada malam hari, dan tidak boleh marah-marah. Tidak seorang pun sanggup menjalankan syarat-syarat tersebut. Lalu, seorang pemuda yang bernama Basyar berdiri menyatakan kesiapan dan kesanggupannya. Karena sang Raja belum yakin, maka pemuda itu berkali- kali mengatakan bahwa ia sanggup memenuhi syarat tersebut. Itulah sebabnya, Basyar dipanggil Zulkifli, yang berarti "orang yang sanggup memegang janji." Dalam sebuah kisah lainnya lagi, Zulkifli diberi makna " kelipatan" karena ia menerima nikmat berlipat ganda dari Tuhan sebagai balasan atas amal salehnya. RAJIN BERIBADAH Zulkifli telah terbiasa menjalankan ibadah, sebelum dan sesudah menjadi raja. Ia selalu beribadah. Pada siang hari ia berpuasa. Zulkifli benar-benar sanggup menggantikan sang raja yang sudah uzur dan tidak mempunyai keturunan. Ia kemudian menjadi raja Bani Israil dan rajin beribadah serta ahli dalam memberi hukum. AJAKAN PERANG DITOLAK Dalam kisah lain disebutkan, Zulkifli pernah memerintahkan kaumnya memerangi rakyatnya yang durhaka. Mereka bersedia berperang apabila Zulkifli menjamin kehidupan mereka, karena mereka masih senang hidup di dunia ini. Dengan sabar, Zulkifli memohon agar Allah Swt. memperlihatkan rahmat-Nya. Dan doanya pun dikabulkan. GODAAN SETAN Suatu ketika, Zulkifli hendak beristirahat. Setan dengan wujud manusia datang ke kediamannya. Setan berpura-pura menjadi tamu dan berupaya memancing kemarahan Zulkifli. Sekalipun setan masuk dengan cara memaksa, Zulkifli tetap bersabar dan menerima sang tamu dengan lapang dada. Setan akhirnya gagal memperdayakan Zulkifli yang tetap berpegang teguh pada janjinya untuk tidak marah. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6) Nabi Syu'aib a.s. 13. SYU'AIB Dari dua puluh lima nabi dan rasul yang diutus Allah Swt., ada empat orang yang berasal dari bangsa Arab. Salah satunya adalah Nabi Syu'aib a.s. Tiga lainnya adalah Nabi Hud a.s., Nabi Saleh a.s., dan Nabi Muhammad Saw. Syu'aib masih keturunan Nabi Luth, karena ibunya adalah putri dari Nabi Luth. Syu'aib diutus Allah Swt. menjadi nabi dan rasul kepada penduduk negeri Madyan (Q.7:85). Ia mengajak kaumnya untuk bertakwa kepada Allah Swt. dan menaati nasihatnya (Q.26:178-179). Namun kaum Madyan menolak ajakan Syu'aib, bahkan mencemoohkannya. Akhirnya Allah Swt. menurunkan azab-Nya kepada kaum Madyan sebagai balasan kekufuran mereka. Al-Qur'an menyebutkan nama Nabi Syu'aib sebanyak 10 kali dan menceritakan kisahnya dalam surah al-A'raf, surah Hud, dan surah asy- Syu'ara'. DAKWAH Allah Swt. mengutus Nabi Syu'aib kepada kaum Madyan. Syu'aib bertugas meluruskan kekufuran dan keingkaran mereka. Ia mengajak kaumnya bertakwa, meminta ampun dan tobat kepada Allah Swt. (Q.11:90). Dakwahnya tak pernah berhenti walaupun mata hati kaumnya tetap tertutup. Syu'aib bahkan mengingatkan bahwa siksaan Allah Swt. akan turun jika mereka tidak mengikuti dakwahnya.

MADYAN Madyan termasuk negeri Arab. Penduduknya pun berasal dari suku Arab. Mereka tinggal di Ma'an, suatu daerah di perbatasan Syam (Suriah). Kaum Madyan bekerja sebagai petani. Mereka dikaruniai tanah yang subur oleh Allah Swt. sehingga mereka bisa bercocok tanam. Karena kesuburan tanahnya itu, kekayaan mereka pun melimpah dari hasil pertanian. Tapi mereka tetap tidak mensyukuri nikmat Allah Swt. tersebut. AIKAH Penduduk Madyan sudah lama melupakan ajaran para nabi. Mereka tidak menyembah Allah Swt., melainkan menyembah Aikah, sebidang tanah yang ditumbuhi sejumlah pohon. Kehidupan kaum Madyan yang bergantung pada pertanian dan perkebunan membuat mereka merasa dekat dengan tanah tersebut. Mereka menganggap tanah itu dapat mendatangkan kekayaan dan kemakmuran bagi mereka sehingga mereka lalu meminta pertolongan dan menyembahnya. BERLAKU CURANG Selain bertani, penduduk Madyan juga berdagang. Namun dalam melakukan transaksi perdagangan, mereka sering berbuat tidak jujur dan saling menipu. Takaran dan timbangan dagang mereka curangi (Q.11:84-85). Apabila membeli, mereka menggunakan alat ukur yang besar, dan jika menjual, mereka menggunakan alat ukur yang kecil. AZAB ALLAH SWT. Allah Swt. mendatangkan azab- Nya kepada kaum Madyan berupa udara panas. Karena udara sangat panas, mereka merasa haus sepanjang hari sekalipun telah banyak minum. Kekeringan juga menimpa tanah pertanian mereka. Azab itu sungguh menyengsarakan kaum Madyan. Tiba-tiba awan hitam datang menutupi negeri Madyan. Para penduduk mengira akan turun hujan. Mereka gembira dan berkumpul di bawah awan hitam. Namun tiba-tiba petir menyambar mereka dan gempa bumi menggoncang negeri Madyan. Kaum Madyan pun binasa. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.5)

14. MUSA Ketika Bani Israil di Mesir ditindas oleh Fir'aun, Allah Swt. mengutus Nabi Musa untuk membebaskan mereka. Musa merupakan adik kandung Nabi Harun. Ia adalah keturunan Lawi, salah seorang putra Nabi Ya'qub yang hijrah ke Mesir. Di Mesir keturunan Nabi Ya'qub beranak pinak selama empat ratus tahun lebih. Jumlah mereka mencapai ratusan ribu orang. Awalnya mereka diterima oleh raja dari Dinasti Hyksos. Namun setelah dinasti ini berakhir, pemerintahan dikuasai oleh para raja yang menamakan dirinya Fir'aun. Bani Israil lalu diperlakukan sewenang-wenang oleh Fir'aun. Menurut sejarah, ketika Musa lahir, Fir'aun yang memerintah Mesir adalah Ramses II yang menganggap dirinya tuhan. Musa diutus Allah Swt. untuk mengingatkan Fir'aun dan membebaskan Bani Israil. Bersama Harun, Musa berdakwah kepada Fir'aun. Namun dakwah mereka ditolak. Bahkan, Musa dikejar untuk dibunuh. Tetapi Allah Swt. menyelamatkan Musa dan pengikutnya serta membinasakan Fir'aun. FIR'AUN Berabad-abad lamanya Mesir diperintah oleh raja-raja Fir'aun. Pemerintahan mereka dijalankan secara turun-temurun. Setiap raja yang memerintah dikenal lalim dan menindas rakyatnya, termasuk Bani Israil. Suatu saat, seorang ahli nujum istana menghadap Fir'aun. Ia memberitahukan hasil ramalannya atas mimpi Raja. Ia meramalkan bahwa seorang bayi laki- laki dari Bani Israil akan lahir dan setelah dewasa akan membinasakan kekuasaan Fir'aun. Mendengar hal itu, Fir'aun langsung memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil di Mesir. ANAK ANGKAT FIR'AUN Ketika Fir'aun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil, seorang wanita bernama Yukabad melahirkan bayi laki-laki. Agar tidak dibunuh, bayi tersebut dihanyutkannya di Sungai Nil. Bayi itu lalu ditemukan oleh istri Fir'aun. Ketika diberitahu tentang bayi tersebut, Fir'aun segera memerintahkan untuk membunuhnya. Namun, istrinya melarang karena merasa sayang dan belum dikaruniai anak. Akhirnya bayi itu mereka angkat sebagai anak. Fir'aun lalu memberinya nama Musa. Bayi Musa sering menangis karena membutuhkan susu. Maka, Fir'aun mencari wanita yang siap mengasuh dan menyusui anak angkatnya itu. Namun, Musa menolak semua wanita yang mencoba menyusuinya, kecuali ibu kandungnya sendiri (Q.28:7-13). MEMBELA BANI ISRAIL Musa dibesarkan di lingkungan kerajaan Fir'aun. Setelah dewasa, ia sering jalan-jalan keliling kota. Suatu hari, Musa berjumpa dengan dua orang lelaki yang sedang berkelahi. Seorang di antara mereka berasal dari Bani Israil, dan seorang lainnya berdarah Mesir, keturunan Fir'aun. Orang Israil itu meminta pertolongan kepada Musa. Musa bermaksud membela kaumnya dengan memukul orang golongan Fir'aun tersebut hingga mati. Namun setelah itu Musa menyesal dan memohon ampunan Allah atas kesalahannya (Q.28:14-19). PELARIAN KE MADYAN Berita pembunuhan yang dilakukan oleh Musa terhadap salah seorang rakyat Mesir sampai ke telinga Fir'aun. Ia segera menyiapkan bala tentaranya untuk menangkap dan membunuh Musa. Karena merasa terancam. Musa segera meninggalkan kota (Q.28:20-22). Selama delapan hari delapan malam, ia berjalan hingga tiba di Madyan, bagian selatan Palestina. NABI SYU'AIB A.S.

Musa tiba dengan selamat di Madyan. Di sana ia membantu dua orang wanita yang akan mengambil air untuk ternak mereka. Kedua wanita itu adalah putri Nabi Syu'aib. Kepada Nabi Syu'aib, mereka menceritakan bahwa Musa telah membantunya. Mendengar cerita kedua anaknya, Syu'aib ingin berkenalan dengan Musa. Salah seorang anak perempuannya diutus untuk memanggil Musa. Nabi Syu'aib menyambut Musa dengan senang dan berterima kasih atas kebaikan serta pertolongan Musa (Q.28:23-26). SAFURA Musa merasa senang tinggal di rumah Nabi Syu'aib. Suatu hari, Nabi Syu'aib menyampaikan keinginannya untuk menikahkan Musa dengan anak gadisnya, Safura. Musa terkejut dan gembira mendengar permintaan Nabi Syu'aib. Musa memenuhi permintaan itu dan mematuhi syarat yang diajukan mertuanya. Dalam Al-Qur'an, syarat itu berbunyi agar Musa bekerja membantu Nabi Syu'aib selama 8-10 tahun (Q.28:27-28). API DARI ALLAH SWT. Musa bekerja untuk Nabi Syu'aib selama 10 tahun. Setelah selesai, Musa ingin bertemu dengan keluarganya di Mesir. Musa dan istrinya pergi berjalan menempuh padang pasir. Akhirnya, mereka tiba di Gunung Sinai. Ketika malam tiba, Musa dan istrinya ragu melanjutkan perjalanan karena gelap. Namun tiba-tiba, Musa melihat api di kejauhan dan ingin mengambilnya untuk memanaskan tubuh. Ia meminta istrinya tinggal sementara ia mengambil api itu. Musa berjalan ke tempat api, dan tiba di dekat sebatang pohon kayu. Ternyata api tersebut berasal dari Allah. DAKWAH KEPADA FIR'AUN Setelah menerima wahyu Allah Swt., Musa dan Harun menemui Fir'aun. Sang raja terkejut melihat kedatangan mereka. Musa mulai mengingatkan bahwa Fir'aun bukan tuhan dan memintanya untuk membebaskan Bani Israil. Mendengar ucapan itu, Fir'aun marah dan bermaksud memenjarakannya. Kemudian Musa menunjukkan tanda kebenaran dakwahnya dengan memperlihatkan mukjizat yang diberikan Allah Swt. agar Fir'aun percaya kepada kenabiannya. Untuk menyangkal mukjizat Musa, Fir'aun mendatangkan para tukang sihir kerajaan. Namun, mereka tidak mampu mengalahkan Musa. Bahkan sebagian dari mereka menjadi beriman kepada Musa. BENCANA DAHSYAT Dakwah Musa tidak menyadarkan Fir'aun. Karena hinaan dan ejekan Fir'aun semakin menjadi-jadi, Musa berdoa agar Allah Swt. menurunkan bencana di Mesir. Kekeringan melanda Sungai Nil dan hasil pertanian tidak bisa dipanen. Allah Swt. juga mengirim badai topan serta hujan deras. Setelah banjir, berbagai penyakit menyerang. Binatang ternak binasa. Saat itulah, orang- orang mesir berjanji, bahwa mereka akan beriman setelah bebas dari bencana. Fir'aun sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Namun setelah bencana itu berhenti, Fir'aun kembali menunjukkan keangkuhannya (Q.7:130-135). Ia bahkan ingin menghabisi Musa dan Bani Israil. MENINGGALKAN MESIR Musa dan pengikutnya meninggalkan Mesir pada malam hari. Tatkala fajar terbit, mereka sampai di tepi Laut Merah. Mereka kebingungan karena Fir'aun dan pasukannya mengejar mereka. Musa pun memohon keselamatan kepada Allah Swt. Allah Swt. lalu mewahyukan agar Musa memukulkan tongkatnya ke laut. Atas kehendak Allah Swt., laut itu terbelah menjadi dua. FIR'AUN TENGGELAM Atas perintah Allah Swt., Musa memukulkan tongkatnya ke laut. Laut pun membelah dua sehingga terbentang jalan bagi Musa dan pengikutnya untuk menyeberang. Fir'aun dan tentaranya terus mengejar. Ketika Musa dan pengikutnya telah sampai di seberang, Fir'aun dan tentaranya masih

berada di tengah laut. Dengan kehendak Allah Swt., laut pun menutup kembali sehingga Fir'aun dan tentaranya tenggelam. TAURAT Setelah Fir'aun dan tentaranya tenggelam, Musa pergi ke Gunung Sinai. Ia meninggalkan kaumnya dan menyerahkan penjagaan mereka kepada Harun. Di sana Musa berpuasa selama 30 hari. Puasanya kemudian disempurnakan menjadi 40 hari. Dalam keadaan suci itu, Musa mendengar firman Allah Swt. secara langsung. Ia lalu dikaruniai kitab Taurat, yang berisi nilai-nilai dan pedoman hidup bagi umatnya (Q.7:142-145). NABI KHIDIR A.S. Suatu ketika, Musa diperintah Allah Swt. untuk mencari orang yang lebih pintar darinya. Bersama muridnya, Yusya bin Nun, Musa pergi dan bertemu dengan Nabi Khidir. Kepada Nabi Khidir, Musa meminta untuk belajar darinya serta melakukan perjalanan bersamanya. Namun sebelum memulai perjalanan, Nabi Khidir melarang Musa untuk bertanya tentang setiap perbuatannya. Syarat itu dipenuhi oleh Musa. Di tengah perjalanan, Nabi Khidir melubangi kapal, membunuh seorang anak dan memperbaiki rumah yang hampir rusak. Setiap perbuatan Nabi Khidir memancing rasa ingin tahu Musa. Musa pun selalu melanggar janjinya. Di akhir perjalanan mereka, barulah Nabi Khidir menjelaskan setiap perbuatannya (Q.18:60-82). SAMIRI Bani Israil gelisah selama Musa ke Gunung Sinai. Mereka lalu membuat patung anak sapi untuk disembah. Patung anak sapi itu diberi nama Samiri, sesuai dengan nama pembuatnya. Musa terkejut ketika kembali dari gunung dan melihat perbuatan kaumnya. Ia lalu mengajak 70 orang dari mereka untuk bertobat di Gunung Sinai (Q.7:148-155). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.4) 15. HARUN adalah kakak kandung Nabi Musa. Kisahnya di dalam Al- Qur'an selalu disebut bersama dengan kisah adiknya itu. Ia mendampingi Nabi Musa menemui Fir'aun untuk meminta agar Fir'aun melepaskan Bani Israil dari perbudakan (Q.20:42-48). Mereka menyampaikan wahyu Tuhan kepada raja Mesir itu, dan mengingatkannya serta meluruskan jalan hidupnya yang melampaui batas (tidak rela melepaskan Bani Israil dari perbudakan) serta menyimpang dari ajaran Allah Swt. Dengan lemah lembut, Musa dan Harun menghadapi keangkuhan Fir'aun yang mengaku diri tuhan. Akhirnya Musa dan Harun berhasil membawa keluar Bani Israil dari Mesir. Ketika sampai di sekitar Gunung Sinai, Nabi Musa meninggalkan Bani Israil selama 40 hari untuk menemui Tuhan di puncak Gunung Sinai, Harun diserahi tugas menjaga kaumnya. Ia sempat mengingatkan mereka karena menyembah berhala lagi. Ia wafat lebih dulu dari Nabi Musa dan dikuburkan di Bukit Hur di Gurun Sinai. FASIH BERBICARA Harun memiliki kemampuan berbahasa lebih fasih daripada adiknya. Karena itu, Musa memohon kepada Allah Swt. agar mengutus Harun mendampinginya menemui Fir'aun. Permohonan itu dimaksudkan untuk membenarkan kata- kata yang disampaikan Musa, karena ia khawatir Fir'aun akan mendustakannya (Q.28:34-35). NABI DAN RASUL Harun diangkat oleh Allah Swt. menjadi nabi dan rasul untuk membantu tugas kerasulan Nabi Musa. Ketika hendak mendatangi Fir'aun, mereka diperintahkan oleh Allah Swt. agar mengaku sebagai utusan Allah Swt. kepada Fir'aun. Mereka menghadap Fir'aun dengan berbekalkan bukti- bukti kerasulan mereka dari Tuhan (Q.20:47-48).

LOH TAURAT Setelah pulang dari Gunung Sinai, Musa marah kepada kaumnya dan menegur kakaknya, Harun. Karena demikian marah dan sedih, seperti diceritakan Al-Qur'an, Musa melemparkan loh-loh (Taurat) yang baru diterimanya dari Tuhan dan memegang rambut kepala Harun, sambil menariknya ke arahnya. Sesudah amarahnya reda, barulah diambilnya kembali loh-loh (Taurat) itu, karena di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhan (Q.7:150-154). SAMIRI Ketika hendak menerima wahyu Allah Swt. di Gunung Sinai, Harun diserahi amanah oleh Musa untuk memimpin Bani Israil (Q.7:142). Selama ditinggal oleh Musa, kaumnya membuat kekacauan. Dalam suasana itu, muncul Samiri yang mengaku layak menjadi pemimpin Bani Israil. Ia membuat patung anak lembu dari emas sebagai sesembahan. Melihat kaumnya menjadi kufur, Harun mengingatkan kesesatan mereka. Ia berusaha menghentikan kekufuran kaumnya, namun hati mereka benar-benar keras. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.2) 16. ZULKIFLI ZULKIFLI adalah putra Nabi Ayub a.s. Nama aslinya Basyar. Al-Qur'an menyebutnya hanya dua kali dengan nama Zulkifli. Dalam hadis sahih bahkan tidak ada petunjuk yang mengacu kepada kisah Zulkifli. Kisahnya dalam Al- Qur'an tidak disebutkan terperinci, hanya ada dalam Q.21:85-86 dan Q.38:48. Itu pun dikaitkan dengan nabi lain, Idris, Ismail dan Ilyasa, sebagai orang sabar, saleh, dan paling baik. "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh" (Q.21:85-86). "Dan ingatlah kisah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik" (Q.38:48). Zulkifli termasuk seorang nabi yang menjadi raja. Ia melanjutkan dakwah ayahnya, Ayub, dan mengajak kaumnya untuk rajin beribadah. Menurut beberapa sejarawan, misalnya at-Tabari (839-923), Zulkifli wafat di Syam (Suriah) dalam usia 75 tahun. BASYAR Dalam suatu kisah diceritakan bahwa raja Israil, Ilyasa, sudah tak berdaya lagi menjalankan pemerintahan. Lalu sang Raja mengumpulkan rakyatnya dan meminta kesediaan mereka untuk menggantikannya sebagai pemimpin Bani Israil dengan beberapa persyaratan. Syarat itu, antara lain, berpuasa pada siang hari, beribadah pada malam hari, dan tidak boleh marah-marah. Tidak seorang pun sanggup menjalankan syarat-syarat tersebut. Lalu, seorang pemuda yang bernama Basyar berdiri menyatakan kesiapan dan kesanggupannya. Karena sang Raja belum yakin, maka pemuda itu berkali- kali mengatakan bahwa ia sanggup memenuhi syarat tersebut. Itulah sebabnya, Basyar dipanggil Zulkifli, yang berarti "orang yang sanggup memegang janji." Dalam sebuah kisah lainnya lagi, Zulkifli diberi makna " kelipatan" karena ia menerima nikmat berlipat ganda dari Tuhan sebagai balasan atas amal salehnya. RAJIN BERIBADAH Zulkifli telah terbiasa menjalankan ibadah, sebelum dan sesudah menjadi raja. Ia selalu beribadah. Pada siang hari ia berpuasa. Zulkifli benar-benar sanggup menggantikan sang raja yang sudah uzur dan tidak mempunyai keturunan. Ia kemudian menjadi raja Bani Israil dan rajin beribadah serta ahli dalam memberi hukum. AJAKAN PERANG DITOLAK

Dalam kisah lain disebutkan, Zulkifli pernah memerintahkan kaumnya memerangi rakyatnya yang durhaka. Mereka bersedia berperang apabila Zulkifli menjamin kehidupan mereka, karena mereka masih senang hidup di dunia ini. Dengan sabar, Zulkifli memohon agar Allah Swt. memperlihatkan rahmat-Nya. Dan doanya pun dikabulkan. GODAAN SETAN Suatu ketika, Zulkifli hendak beristirahat. Setan dengan wujud manusia datang ke kediamannya. Setan berpura-pura menjadi tamu dan berupaya memancing kemarahan Zulkifli. Sekalipun setan masuk dengan cara memaksa, Zulkifli tetap bersabar dan menerima sang tamu dengan lapang dada. Setan akhirnya gagal memperdayakan Zulkifli yang tetap berpegang teguh pada janjinya untuk tidak marah. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6)

17. Nabi DAUD adalah anak bungsu dari tiga belas bersaudara. Ayahnya bernama Yisya. Ia adalah generasi ke-13 dari keturunan Nabi Ibrahim. Ia berasal dari keluarga Bani Israil. Mereka bermukim di Betlehem, yang kemudian menjadi kota kelahiran Nabi Isa a.s. Ketika mulai dewasa, Daud dan dua kakaknya ikut berperang melawan pasukan Jalut dari Filistin (Palestina) yang menjajah Bani Israil. Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Raja Talut dengan Mikyal, putrinya. Mikyal sangat setia kepada Daud. Raja Talut, yang sebelumnya berniat membunuh Daud, akhirnya meninggalkan mahkota kerajaannya. Daud dinobatkan menjadi raja Bani Israil ketika masih berusia di bawah 30 tahun. Ia kemudian menjadikan Baitulmakdis (Yerusalem) ibukota kerajaannya. Ketika berusia 40 tahun, Daud menerima risalah kenabian. Allah Swt. Memberinya kitab Zabur (Q.4:163; 17:55) dan beberapa mujizat. Nabi Daud a.s. memerintah Bani Israil selama sekitar 40 tahun dan dianugerahi usia 100 tahun 6 bulan. DAUD DAN JALUT Suatu ketika Talut maju ke medan perang bersama pasukannya. Daud yang baru berusia 9 tahun juga ikut mengangkat senjata bersama kedua kakaknya. Di tengah perjalanan, pasukan Talut menghadapi berbagai ujian. Kebanyakan pasukan Talut tidak sanggup menjalani ujian- ujian itu. Pada awalnya, pasukannya berjumlah 80.000 (riwayat lain: 303.313) orang, kemudian menyusut menjadi 319 (riwayat lain: 313). Meskipun demikian, Talut tetap maju melawan Jalut. Kedua pasukan pun bertemu dan terjadilah perang tanding satu lawan satu. Daud juga mendapat giliran. Ia berani melawan Jalut, pemimpin pasukan lawan. Melihat sosok kecil Daud, Jalut meremehkannya dengan menggertak, Enyahlah kau, aku tidak suka membunuh anak kecil. Tidak mau kalah, Daud menyahut, Aku suka membunuhmu. Serangan Daud ternyata merepotkan Jalut. Daud mampu mengalahkan, bahkan membunuh Jalut. Dengan demikian, pasukan Talut memetik kemenangan. Keberhasilan Daud ini menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil. SAMUEL DAN TALUT Suatu ketika Allah Swt. Mengutus seorang pemimpin agama, Samuel, ke tengah Bani Israil. Berkat kepemimpinannya, Bani Israil bersatu kembali, namun tidak memiliki seorang pemimpin yang mampu menghimpun kekuatan yang tercerai-berai. Samuel menerima petunjuk dari Allah Swt. Untuk memilih Talut menjadi raja dan pemimpin perang Bani Israil, padahal ia belum mengenal Talut. Tiba-tiba Talut menemui Samuel, ketika ia sedang mencari ternaknya yang hilang. Mereka berdua pun menemui bangsa Israil. Di hadapan mereka, Samuel menegaskan bahwa Talut adalah raja dan pemimpin Bani Israil. Semula mereka tidak sepenuhnya patuh kepada Talut karena ia

seorang petani dan peternak miskin dari desa. Bangsa Israil tidak menyangka kalau Talut menyimpan tabut di rumahnya. Mereka pun segera menghormati Talut sebagai raja pertama Israil dan memintanya menjadi pemimpin untuk melawan pasukan Jalut dan bangsa Filistin. TABUT Sebelum dipimpin Talut, Bani Israil dipimpin oleh para hakim selama 356 tahun, Mereka melupakan ajaran Nabi Musa a.s. dan tidak pernah lagi membuka tabut, yakni peti pemberian Allah Swt. Yang berisi kitab Taurat. Bani Israil menjadi lemah karena sering berselisih. MUKJIZAT DAUD Nabi Daud a.s. dikaruniai suara yang sangat merdu. Ketika mendengar Daud melagukan ayat kitab Zabur, orang dan jin yang sakit menjadi sembuh, burung-burung terbang mendekat, angin menjadi tenang, gunung serta burung pun bertasbih kepada Allah Swt. Daud dikaruniai beberapa mukjizat oleh Allah Swt. Ia diberi kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangannya tanpa api- lalu menenunnya menjadi baju zirah (Q.34:10-11). Daud juga dikaruniai ilmu pengetahuan dan kepandaian untuk menghakimi suatu perkara secara bijaksana (Q.38:18-20). PELANGGARAN SABAT Banyak ajaran Nabi Musa a.s. yang harus ditaati oleh Bani Israil. Salah satu di antaranya adalah larangan berdagang dan melaksanakan hal duniawi pada hari Sabat (Sabtu). Nabi Daud a.s. mempertahankan larangan itu bagi seluruh Bani Israil. Daud meminta agar bangsa Israil menyucikan hari Sabat. Tapi ada saja yang mengabaikannya. Pada suatu hari Sabat, pasar menjadi sepi. Ikan di laut berenang dengan bebas dan terapung- apung di permukaan air dekat desa Ailat, di tepi Laut Merah. Para nelayan Ailat belum pernah melihat ikan sebanyak itu pada hari lain. Karena itu, mereka menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menangkap ikan. Melihat itu, Daud berdoa kepada Allah Swt. Agar mereka diberi ganjaran dengan siksa dan azab yang setimpal. Doa itu dikabulkan oleh Allah Swt., lalu terjadilah gempa bumi dahsyat yang membinasakan mereka yang membangkang serta mengabaikan hari Sabat (Q.7:163-165). MIKYAL Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Talut dengan putrinya, Mikyal. Tapi kemudian Talut iri kepada kemasyhuran Daud. Maka dengan tipu daya ia berusaha menyingkirkannya. Ia menyuruh Daud berperang melawan orang Kanaan yang hendak menyerang Bani Israil. Tapi ternyata Daud mampu mengalahkan mereka. Talut kecewa karena siasatnya gagal, sebaliknya Daud semakin disanjung dan dihormati. Talut lalu berniat membunuh Daud. Mendengar niat jahat ayahnya, Mikyal menyampaikannya kepada suaminya. Untuk mengamankan diri, Daud melarikan diri. Kepergian Daud ini memicu rasa benci rakyat kepada Talut. Rakyat dan tentara pun akhirnya berpaling mengikuti Daud. PERINGATAN DAUD Talut dan pengikutnya terus mengejar Daud. Tetapi Daud mengetahuinya, lalu mengutus mata-mata untuk mengintai keberadaan tentara Talut. Utusan itu melaporkan bahwa Talut bersama tentaranya sedang tertidur nyenyak di sebuah lembah. Daud menggunakan kesempatan ini dan berhasil menyusup ke persembunyian Talut, lalu memotong sudut baju Raja (kisah lain menyebutkan mengambil lembing sang raja). Sekiranya berniat, ia bisa saja membunuh Talut, tetapi ia hanya meminta agar Talut bertobat. Ternyata, peringatan ini tidak digubriskan oleh Talut yang keras hati dan tetap ingin mempertahankan kekuasaan. PERTOBATAN TALUT Daud tidak jemu- jemunya mengingatkan Talut, bahwa pengawalnya tidak akan mempu menyelamatkannya apabila Allah Swt. Hendak mencabut nyawanya. Peringatan ini berhasil

menyadarkan Talut. Ia menanggalkan mahkotanya, lalu pergi ke luar kota. Di sana ia mengisi hidupnya dengan pertobatan hingga akhir hayatnya (sekitar 1010 SM). DAUD: RAJA BANI ISRAIL Setelah Talut meninggalkan tahtanya, Daud dinobatkan oleh rakyat menjadi raja Israil (Q.38:26). Menurut para ahli, Daud memerintah selama sekitar 40 tahun (1010 SM 970 SM). Ia termasuk salah satu dari nabi yang menjadi raja dan berhasil menundukkan suku-suku tetangga Bani Israil di tanah Kanaan. Kerajaan Daud mendapat pengukuhan dari Tuhan (Q.38:18-20). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.2)

18. SULAIMAN
Salah seorang nabi yang dikaruniai banyak kepadaian dan keistimewaan oleh Allah Swt. Adalah Nabi Sulaiman a.s. Nabi Sulaiman a.s. adalah putra Nabi Daud. Sejak kecil Sulaiman telah menunjukkan kepandaian dan keistimewaannya. Setiap ada sidang peradilan, Sulaiman selalu ikut mendampingi ayahnya membuat keputusan. Ia telah dipersiapkan oleh Nabi Daud untuk menggantikan kedudukannya sebagai raja Bani Israil. Sulaiman menggantikan Nabi Daud menduduki takhta Kerajaan Israil setelah ayahnya wafat. Ia juga diangkat oleh Allah Swt. Sebagai nabi dan rasul-Nya, serta menjadi pewaris kitab Zabur dari Nabi Daud. Kisah Sulaiman terdapat dalam Al- Quran surah an-Naml ayat 15-44 dan surah Saba ayat 12-14. KEBIJAKSANAAN SULAIMAN Suatu hari, seorang pemilik ladang dan seorang pemilik kambing menghadap Nabi Daud. Pemilik ladang melaporkan bahwa kambing kawannya itu memakan habis sayuran di ladangnya, padahal ia telah menanamnya dengan susah payah. Sulaiman yang ikut mendengarkan masalah itu, memberi jalan keluar. Pemilik kambing harus merawat ladang yang telah dirusak kambingnya, dan pemilik ladang merawat kambing, sampai ladang tersebut baik kembali. Setelah itu, semua dikembalikan kepada pemiliknya semula. Keputusan Sulaiman itu diterima oleh semua pihak, termasuk Nabi Daud. MUKJIZAT Sulaiman dikaruniai mukjizat dari Allah Swt. Selain memerintah manusia, ia juga menguasai makhluk lain, seperti jin, angin, burung, dan hewan lainnya. Sulaiman sanggup memahami bahasa hewan, dan hewan itu dapat mengerti pula perintahnya. Allah Swt. Juga menundukkan angin untuk kepentingan Sulaiman, misalnya untuk melakukan perjalanan jauh (Q.34:12). Semuanya berada di bawah perintah dan kekuasaan Sulaiman. BAITULMAKDIS Suatu saat Nabi Sulaiman memerintahkan untuk membangun sebuah bait suci yang besar. Perintah itu segera dilaksanakan. Sesudah selesai, bangunan itu diberi nama Baitulmakdis, juga disebut Bait al- Muqaddas (Rumah Suci) atau Darussalam (Yerusalem). Allah Swt. Lalu memerintahkan hambaNya yang beriman untuk menunaikan ibadah ke tempat suci itu. Baitulmakdis pada masa Nabi Muhammad Saw. Pernah menjadi kiblat hingga Allah Swt. Memerintahkan umat Islam mengganti kiblat ke Kabah di Mekah. RAJA DAN NABI Setelah menduduki takhta Kerajaan Israil selama 40 tahun, Nabi Daud wafat dan Sulaiman dinobatkan menjadi raja (Q.38:35). Sulaiman memerintah dengan adil dan bijaksana. Kekuasaannya sangat luas. Ia memerintah segala makhluk di alam ini. Selain menjadi raja, Sulaiman juga diangkat menjadi nabi dan rasul Allah Swt. Ia menerima dan menyampaikan wahyu serta ajaran agama kepada rakyatnya. Sulaiman meminta agar rakyatnya selalu beriman kepada Allah Swt. HUDHUD

Ketika sedang melakukan perjalanan bersama rombongannya, Nabi Sulaiman yang tengah berada di wilayah Yaman merasa kehausan. Ia kemudian memanggil seekor burung hudhud untuk mencarikan mata air. Setelah lama menunggu, datanglah burung hudhud itu membawa sebuah berita tentang adanya kerajaan lain. Di kerajaan tersebut ratu dan rakyatnya menyembah matahari. Kerajaan itu adalah Saba dengan ratunya bernama Bilqis. SURAT SULAIMAN Nabi Sulaiman a.s. mengirim surat kepada Ratu Bilqis. Isi surat tersebut adalah: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri (Q.27:30-31). RATU BILQIS Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Bilqis, penguasa negeri Saba, agar ia mau mengikuti ajaran Sulaiman. Setelah membacanya, Ratu Bilqis mengutus beberapa pembesarnya untuk menyerahkan hadiah kepada Sulaiman. Namun hadiah tersebut ditolak oleh Sulaiman. Ia bahkan meminta Ratu Bilqis datang ke istananya. Di dalam istana Sulaiman, Ratu Bilqis takjub melihat kemegahan dan keindahan istana itu. Ratu Bilqis pun tunduk kepada Sulaiman dan mengikuti ajarannya. MELARANG SIHIR Saat Nabi Sulaiman berkuasa, banyak orang di kalangan Bani Israil yang mengembangkan ilmu sihir. Ketika Sulaiman sedang melakukan perjalanan, ia menemukan beberapa manusia dan jin yang mempelajari sihir dan melupakan perintahnya untuk tidak melakukan sihir itu. Sulaiman lalu memerintahkan pembantunya untuk mengumpulkan semua catatan sihir, lalu menguburkannya di bawah istananya agar tidak bisa dicuri. KISAH SEMUT Suatu hari, Sulaiman dan rombongannya melakukan perjalanan. Saat itu di jalan yang akan mereka lewati terdapat sarang semut. Melihat rombongan Sulaiman, pemimpin semut segera memerintahkan rakyatnya untuk menyingkir dan masuk ke lubang agar tidak terinjak oleh Sulaiman dan rombongannya. Nabi Sulaiman yang mendengar hal itu tersenyum dan memerintahkan pengikutnya agar berhati-hati berjalan sehingga tidak menginjak sarang semut yang ada. WAFAT Nabi Sulaiman a.s. wafat tanpa sepengetahuan makhluk-makhluk lain, termasuk para jin yang dikenal sebagai makhluk yang berilmu tinggi. Kematiannya baru disadari setelah tongkat yang dipegangnya rapuh karena dimakan rayap dan mengakibatkan Nabi Sulaiman jatuh tersungkur. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.5)

19. Nabi ILYAS


diutus oleh Allah Swt. Untuk mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek, sebuah darah di Libanon. Mereka menyembah berhala bernama Baal. Ilyas merupakan keturunan keempat Nabi Harun. Ia adalah putra Yasin bin Fanhash bin Aizar bin Harun. Ia berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan kebiasaan buruk mereka menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas mengingatkan, namun mereka tidak pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas meminta agar Allah Swt. Menurunkan azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan melanda negeri Baalbek. Kisah Nabi Ilyas ini tidak banyak diceritakan dalam Al Quran. Nama Ilyas hanya disebut empat kali, yaitu dalam surah al-Anam ayat 85 serta surah asSaffat ayat 123, 129 dan 130.

BENCANA KEKERINGAN Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. Menurunkan azab berupa kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas akhirnya menyadari kesalahan mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji tidak menyembahnya lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas memohon kepada Allah Swt. Agar menurunkan hujan ke tengah- tengah kaumnya. Namun setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum Nabi Ilyas kembali ingkar. Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas pun berdoa agar Allah Swt. Menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan mereka kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana sebelumnya. BERHALA BAAL Nabi Ilyas mendapat tugas dari Allah Swt. Untuk menyadarkan kaum Bani Israil yang suka menyembah berhala Baal. Ilyas mengingatkan kaumnya, bahwa berhala yang mereka sembah itu bukan tuhan yang sebenarnya. Ia juga menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt. Yang menciptakan alam semesta, dan menegaskan bahwa Allah Swt. Adalah Tuhan para pendahulu mereka. Namun kaum Bani Israil mendustakan seruan Ilyas tersebut. Kisah Nabi Ilyas yang memperingatkan kaumnya itu terdapat dalam Al-Quran surah as-Saffat ayat 124-127. NABI ILYASA Nabi Ilyas memiliki seorang anak angkat bernama Ilyasa. Ia sering menemani Nabi Ilyas dalam melaksanakan tugasnya berdakwah, terutama ketika Nabi Ilyas sudah menginjak usia tua. Setelah Nabi Ilyas meninggal dunia, Allah Swt. Mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas ayahnya menyampaikan dakwah kepada kaumnya yang angkuh itu. BAALBEK Baalbek merupakan sebuah kota yang sekarang berada dalam wilayah Libanon. Pada masa Nabi Ilyas, kota ini didiami oleh bangsa Fenisia, yang merupakan bangsa pelaut terkenal. Bangsa ini menyembah berhala Baal. Sampai sekarang masih ada sebuah bangunan altar bernama Heliopolis yang diyakini sebagai tempat penyembahan bangsa Fenisia kepada Dewa Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama Baal, dewa bangsa Fenisia. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.3) 20. NABI ILYASA Ketika Nabi Ilyas sudah berusia lanjut, sementara pekerjaan dakwahnya harus tetap diteruskan, Allah Swt. Mengutus Nabi Ilyasa untuk melanjutkan tugas dakwah Nabi Ilyas kepada kaum Bani Israil. Sejak diangkat sebagai anak, Ilyasa menjadi pengikut setia Nabi Ilyas. Setelah Nabi Ilyas wafat, Ilyasalah yang meneruskan dakwah beliau. Ilyasa menyampaikan ajaran-ajaran yang ditinggalkan Nabi Ilyas tentang ketuhanan dan keimanan kepada kaumnya. Kisah Nabi Ilyasa tidak banyak diceritakan dalam Al Quran. Namanya hanya disebut dua kali, yaitu dalam surah al-Anam ayat 86 dan surah Sad ayat 48. Meskipun demikian, disebutkan di dalamnya bahwa Ilyasa termasuk salah satu nabi dan rasul yang diutus Allah Swt. ANAK ANGKAT ILYAS Ketika masih kecil, Ilyasa hidup menderita bersama ibunya. Mereka ditemukan oleh Nabi Ilyas yang hendak bersembunyi di sebuah rumah, karena dikejar-kejar kaumnya yang ingin membunuhnya. Nabi Ilyas kemudian bersedia mengasuh Ilyasa dan menjadikannya anak angkat. Atas izin ibunya, Ilyasa dibimbing oleh Nabi Ilyas. Ia sering dibawa ikut serta ketika Nabi Ilyas berdakwah menyampaikan risalah kenabian. KUFUR

Peringatan Nabi Ilyasa kepada kaumnya membuahkan hasil. Karena takut dengan siksaan dari Allah Swt. Mereka menaati perintah dan ajaran Ilyasa sehingga kaumnya kemudian hidup aman dan makmur. Namun setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, kaumnya kembali ke jalan sesat. Dari hari ke hari, mereka semakin kufur dan durhaka kepada ajaran-ajaran Allah Swt. Yang pernah disampaikan Ilyasa semasa hidupnya. Karena keingkaran mereka, Allah Swt. Melenyapkan dan menarik kembali nikmat yang diberikan kepada mereka. Pada masa itulah Nabi Yunus lahir. PENERUS NABI ILYAS Sepeninggal Nabi Ilyas, Allah Swt. Mengangkat Ilyasa menjadi seorang nabi dan rasul. Ilyasa meneruskan tugas dakwah ayah angkatnya kepada kaum Bani Israil yang gemar menyembah berhala. Ia juga memberikan peringatan berupa ancaman siksaan dari Allah Swt. Apabila kaumnya tidak mau meninggalkan kekufuran dan kemusyrikan. ILYASA DALAM AL- QURAN Nama Ilyasa hanya disebut dua kali dalam Al Quran. Dalam surah al-Anam ayat 86 dikatakan: ... dan Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). Sementara itu dalam surah Sad ayat 48 dikatakan: Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa dan Zulkifli. Semuanya termasuk orangorang yang paling baik. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.3) 21. NABI YUNUS Ketika penduduk Ninawa, sebuah wilayah di Irak, ingkar kepada Allah Swt. Dan menyembah berhala, Allah Swt. Mengutus Yunus bin Matta untuk mengingatkan mereka. Yunus diangkat menjadi nabi saat berusia 33 tahun. Pada mulanya ia bermukim di Syam, lalu pindah ke Ninawa. Di sana ia berdakwah kepada penduduk Ninawa yang berjumlah lebih dari seratus ribu orang. Mereka menyembah berhala yang terkenal dengan nama Asytar. Yunus mengingatkan mereka, namun mereka tidak mau mendengar. Karena kurang sabar, ia pun meninggalkan kaumnya sebelum diperintahkan Allah. Ia ikut berlayar, tetapi akhirnya dilemparkan ke laut dan masuk ke dalam perut ikan paus. Nama Yunus diabadikan sebagai nama surah kesepuluh dalam Al-Quran, yang terdiri dari 109 ayat. BERDAKWAH Nabi Yunus berdakwah kepada penduduk Ninawa yang gemar menyembah berhala. Allah Swt. Memerintahkan Yunus untuk berdakwah selama 40 hari. Jika selama waktu tersebut umatnya tidak mau menerima dakwahnya, maka Allah Swt. Akan menurunkan azab. Nabi Yunus mengajarkan bahwa berhala adalah buatan manusia sehingga tidak patut disembah. Hanya Allah yang wajib disembah. NINAWA Semula penduduk Ninawa tidak mau mendengarkan ajaran Yunus. Yunus lalu berdoa agar Allah Swt. Menimpakan azab kepada kaumnya. Dalam keadaan marah ia segera meninggalkan Ninawa, padahal Allah Swt. Belum memerintahkannya. Yunus kemudian pergi berlayar. Namun di tengah lautan, perahu yang ditumpanginya diterpa gelombang besar. Agar tidak tenggelam, muatan perahu itu harus dikurangi. Undian segera dilakukan dan yang keluar adalah nama Yunus. Untuk menyelamatkan perahu, Yunus pun harus terjun ke laut. DI DALAM PERUT PAUS Ketika Yunus berada di tengah laut, seekor paus langsung menyambar dan menelannya. Di dalam perut paus, Yunus merenung dan menyadari kesalahannya karena telah meninggalkan penduduk

Ninawa tanpa meminta petunjuk dari Allah Swt. Terlebih dahulu. Sekiranya ia tidak sering menyebut nama Allah Swt., maka Yunus akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga hari berbangkit. KEMBALI KE NINAWA Allah Swt. Mendengar penyesalan Yunus. Dalam keadaan sakit, Yunus dilemparkan keluar dari perut ikan paus ke daerah tandus. Allah lalu menumbuhkan sejenis pohon labu yang dapat menyembuhkan Nabi Yunus. Setelah sehat, Nabis Yunus kembali ke negeri Ninawa. Di sana, kedatangannya disambut meriah oleh para penduduk yang sudah beriman dan meyakini kenabian Yunus. Untuk itu Allah Swt. Menganugerahi mereka kenikmatan hidup. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.6) 22. Nabi ZAKARIA Nabi ZAKARIA merupakan keturunan Nabi Sulaiman a.s. Ia diutus sebagai nabi dan rasul di kalangan Bani Israil. Kepada kaumnya, Zakaria mengajarkan isi Kitab Taurat dan Zabur. Zakaria sangat menginginkan seorang anak untuk melanjutkan tugas dakwahnya. Namun hingga berusia 90 tahun, ia dan istrinya, Isya, belum juga dikaruniai seorang anak yang diharapkan. Hasrat untuk memiliki anak semakin kuat, ketika saudara perempuan Isya, Hannah, yang merupakan istri Imran, melahirkan anak perempuan bernama Maryam. Setiap hari Zakaria tekun beribadah dan berdoa agar Allah Swt. Memberinya seorang anak yang kemudian dinamai Yahya. Selain itu, Zakaria juga diberi tugas oleh Allah Swt. Untuk memelihara dan mendidik keponakannya, Maryam binti Imran. Kisah Nabi Zakaria cukup banyak diceritakan dalam Al- Quran. Nama Zakaria disebut sebanyak tiga belas kali. MARYAM Zakaria ditunjuk menjadi wali yang bertanggung jawab untuk memelihara dan mendidik Maryam. Sejak Maryam lahir, ayahnya sudah meninggal dan Maryam diserahkan ke Baitulmakdis untuk mengabdi kepada Allah Swt., sebagai nazar dari ibunya. Zakaria menempatkannya di sebuah kamar di Baitulmakdis. Di situlah Zakaria merasakan bahwa Maryam memiliki keistimewaan setelah menemukan makanan di mihrab tempat Maryam beribadah. DOA ZAKARIA Zakaria berdoa kepada Allah dengan suara yang lembut. Ia berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawali (orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusan)-ku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra, yang mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga Yaqub, dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridai (Q.19:4-6). TANDA KELAHIRAN ANAK Allah Swt. Mengabulkan doa Zakaria. Namun ia masih bertanya, bagaimana ia bisa mempunyai seorang anak, sedangkan ia sudah tua dan istrinya mandul. Zakaria kemudian memohon agar Allah memberi suatu tanda. Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap- cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat (Q.19:10). YAHYA Zakaria dan istrinya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yahya. Nama tersebut merupakan pemberian langsung dari Allah Swt. Dan sebelumnya Allah Swt. Belum pernah menciptakan orang

yang serupa dengan Yahya (Q.19:7). Kelak anak Zakaria inilah yang akan membenarkan firman Allah tentang kedatangan Nabi Isa (Q.3:39). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.6) 23.Nabi YAHYA Nabi YAHYA dIlahirkan saat orang tuanya sudah berusia lanjut, Nabi Yahya yang lahir pada tahun 7 SM merupakan anak satu- satunya Nabi Zakaria. Ibunya yang bernama Isya adalah saudara perempuan Hannah yang merupakan istri Imran dan ibu dari Maryam. Sejak usia dini Yahya sudah diajari dan hafal ajaran- ajaran yang terkandung dalam kitab Taurat dan Zabur. Yahya diangkat Allah Swt. Menjadi nabi pada tahun 27 M. Ia membantu ayahnya berdakwah dengan mengingatkan kaumnya dan para pemimpin Bani Israil yang melanggar hukum Taurat. Ia sangat berani menegakkan kebenaran dan memberlakukan hukum agama dengan tegas. Ia juga selalu menganjurkan agar kaumnya yang berdosa segera bertobat. Pertobatan ini ditandai dengan dipermandikan (dibaptiskan) di sungai Yordan. Karena itu, Yahya dijuluki al-Mamadan (Pembaptis). Hingga sekarang, upacara pembaptisan ini masih dilakukan oleh umat Kristen. YAHYA DAN ISA Sebelum kelahiran Yahya, Zakaria sudah diberitahu mengenai putranya yang akan membenarkan firman Allah Swt. Mengenai kedatangan Nabi Isa (Q.3:39). Di kemudian hari Yahya inilah yang membaptis Isa dan membenarkan risalah yang dibawanya. Namun Yahya tidak sempat ikut membela risalah itu karena tewas dibunuh oleh Raja Herodus. HERODUS Nabi Yahya hidup pada saat Yerusalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi (4 SM 39 M) dengan Herodus sebagai penguasa setempat. Suatu ketika Raja Herodus berencana menikahi anak tirinya, Herodia. Tapi Yahya mengetahui rencana itu. Maka ia segera mengeluarkan fatwa larangan, karena menurut hukum Taurat, anak tiri haram dinikahi. Tapi Herodia tidak ingin pernikahannya gagal. Maka ia meminta Raja Herodus membunuh Yahya. Raja Herodus segera menangkap Yahya dan memasukkannya ke penjara. Akhirnya Yahya dibunuh oleh Raja Herodus untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu. YOHANNA Nama Yahya merupakan pemberian langsung dari Allah Swt. Nama itu belum pernah digunakan sebelumnya. Yahya adalah nama yang diarabkan dari kata Ibrani, Yohanna, yang berarti hidup. Dalam surah Maryam ayat 7 dikisahkan bahwa Allah juga belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Yahya. Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengannya (Q.19:7). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.6) 24. NABI ISA Ia bergelar Almasih dan dipanggil Ibnu Maryam, putra Maryam (Q.3:45). Nabi Isa a.s. diutus Allah Swt. Sebagai nabi dan rasul. Ia lahir tanpa ayah, tetapi bukan karena zina. Sejak masih bayi, ia berperilaku lain dari teman sebayanya. Pada usia 12 tahun, ia menuntut ilmu dengan menghadiri diskusi para ulama di Baitulmakdis. Pada usia 30 tahun, ia menerima tugas kenabian di Bukit Zaitun.

Ketika itu ia sedang beribadah bersama ibunya dan dikelilingi oleh malaikat. Maryam sudah tahu bahwa putranya akan mendapat tugas kenabian ketika hal itu diberitahukan kepadanya. Setelah menerima wahyu berupa Injil (Q.19:30; 57:27), ia memaklumkan kerasulannya kepada Bani Israil. Namun, para pemuka agama marah, lalu menuntut agar Nabi Isa membuktikan kerasulannya. Ia menunjukkan sejumlah mukjizat yang memperkuat dakwahnya. Al-Quran menegaskan bahwa Isa sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan, dan bukan putra Tuhan. Islam menolak gagasan trinitas, yang menganggap Isa sebagai Tuhan (Q.4:171; 5:17; 73-75; 116-117). Nabi Isa hanya mengaku diri sebagai nabi dan rasul, dan tidak pernah sebagai Tuhan. Ia malah percaya kepada Allah Swt., pencipta alam semesta, termasuk pencipta dirinya. KELAHIRAN NABI ISA Usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran. Maryam keluar dari daerah pengasingannya untuk menyelamatkan diri serta bayi yang dikandungnya. Maryam semakin merasakan gerak bayi dalam kandungannya. Geraknya semakin lama semakin kuat. Karena merasa sakit, Maryam membaringkan diri. Pada saat itulah lahir seorang anak dari rahimnya. Bayi ini adalah Isa bin Maryam. BAITULLAHAM Setelah melahirkan, Maryam merasa lapar dan haus. Ia menggoyang- goyangkan pohon kurma (Q.19:22-26) lalu memakan buah kurma yang terjatuh, dan minum air sungai yang mengalir dekat pohon kurma tempatnya bersandar. Ia bersyukur kepada Allah Swt. Karena diberi kemudahan ketika melahirkan putranya. Tempat kelahiran Isa disebut Baitullaham (Bethlehem), yang berarti tempat lahir. Kota ini terletak sekitar 9,5 km di selatan Yerusalem. Ketika Nabi Isa lahir, Israil dijajah oleh bangsa Romawi. BAYI PANDAI BICARA Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa dibawa pulang ke kampung ibunya. Orang kampung berdatangan melihat putra Maryam. Mereka mencemoohkan Maryam karena membawa bayi tanpa ayah. Mereka menuduhnya berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik- baik. Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, tetapi memberi isyarat kepada bayinya. Tiba-tiba, bayinya menjawab bahwa tuduhan itu tidak benar. Jawaban ini berhasil membungkam mulut mereka. Begitulah Allah Swt. Memperlihatkan kekuasaan-Nya. Nabi Isa dikhitan pada usia 8 hari, sesuai dengan syariat para nabi sejak Nabi Ibrahim. HAMBA TUHAN Maryam lahir dari keluarga Imran. Maryam berarti tidak bercela, juga bisa berarti hamba Tuhan. Ia diasuh oleh Nabi Zakaria setelah ayahnya meninggal. Ketika berada di sebuah mihrab, Maryam didatangi oleh seorang malaikat untuk memberinya seorang putra suci. Maryam terkejut karena ia tidak pernah disentuh oleh laki-laki. Ia khawatir akan dicemoohkan jika ternyata ia hamil. Ketika kandungannya semakin besar, ia menjauhkan diri dari Baitulmakdis. Ia pindah ke desa kelahirannya, Nasirah (Nasaret). Maryam melahirkan seorang bayi tanpa suami (Q.3:45-48, 59; 19:16-35; 21:91; 66:12). HERODUS Orang Yerusalem mengenal Nabi Isa sebagai pemuda yang cerdik, pintar, berani, tegas dalam membela kebenaran, dan tidak pernah tunduk dalam menghadapi kebatilan. Sikap dan pendirian ini diketahui oleh Raja Herodus yang berkuasa di Palestina. Ia menganggap Nabi Isa sebagai musuh utama yang bisa mengancam kedudukannya. Herodus pun memutuskan untuk membunuh Nabi Isa. Rencana jahat ini sampai ke telinga Maryam. Oleh karena itu, Maryam segera menyelamatkan

putranya dengan mengungsi ke Mesir. Maryam dan Nabi Isa tinggal di Mesir selama 12 tahun. Setelah Raja Herodus wafat, Nabi Isa dan ibunya kembali ke Palestina. Mereka menetap di Nasirah (Nasaret). Sebutan Nasrani (orang dari Nasirah), yakni pengikut Nabi Isa, berasal dari nama tempat ini. BUKIT ZAITUN Pada usia 30 tahun, Nabi Isa a.s. sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani, dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa jatuh terduduk dekat sebuah batu besar. Tiba-tiba ada yang datang menghampirinya, lalu memintanya menjadikan batu besar itu roti. Namun, Nabi Isa tidak mengabulkannya. Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah, kata Nabi Isa. Mendengar jawaban ini, orang itu yakin bahwa iman Nabi Isa tetap teguh, lalu ia pun menghilang. Nabi Isa sadar bahwa yang menghampirinya itu adalah iblis yang berusaha menyesatkannya. AHMAD Ketika berada di Bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya, lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya. Nabi Isa menerima wahyu Allah Swt. Kepadanya, Allah Swt. Menurunkan kitab suci Injil (Q.4:171), pembenaran kitab suci sebelumnya (Taurat), dan nubuat tentang akan turunnya AlQuran kepada Nabi Muhammad Saw. Yang disebut Ahmad (Q.61:6). DAKWAH NABI ISA Nabi Isa a.s. mulai berjuang menyiarkan ajaran Allah Swt., membeberkan kesalahan para pemuka agama Yahudi, dan menyadarkan mereka tentang penyimpangan mereka dari ajaran Nabi Musa. Karena itu, ia berseru kepada Bani Israil agar mereka mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah Swt. (Q.19:31-36). Ia berdakwah supaya mereka bertobat, yakni kembali ke jalan benar yang telah dirintis oleh para nabi sebelumnya. Namun, dakwah Nabi Isa mendapat perlawanan dengan berbagai fitnah dan ejekan. Mereka memintanya untuk membuktikan kenabian serta kerasulannya dengan maksud untuk menghilangkan pengaruh dan wibawanya. Nabi Isa menunjukkan beberapa mukjizat kepada mereka, tetapi tetap saja ada yang tidak percaya. MUKJIZAT Nabi Isa a.s. dikaruniai oleh Allah Swt. Beberapa mukjizat, antara lain menghidupkan orang yang meninggal, menerima wahyu kitab Injil, menurunkan hidangan dari langit, menyembuhkan sejumlah penderita penyakit serta orang gila, memulihkan orang pincang menjadi berjalan serta orang bisu menjadi berbicara, memelekkan orang buta sejak lahir, dan membuat burung hidup dari tanah liat (Q.3:49; 5:110). TANAH MENJADI BURUNG Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah... (Q.3:49). HIDANGAN DARI LANGIT Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Isa a.s. dan para al- hawariyyun merasa lapar dan dahaga. Untuk menenangkan dan meningkatkan iman para pengikutnya, Nabi Isa berdoa agar Allah Swt. Menurunkan nikmat- Nya. Doanya dikabulkan. Hidangan makanan dari langit (Q.5:112-114) merupakan bukti nyata kekuasaan Allah Swt. Dan kenabian Isa. Mereka menikmati hidangan tersebut dan bersyukur atas rahmat-Nya. AL-HAWARIYYUN

Nabi Isa a.s. memiliki beberapa sahabat, murid, dan pengikut setia yang disebut al- hawariyyun (Q.3:52; 5:111-115). Mereka meyakini dakwah Nabi Isa, berhati bersih, dan beriktikad baik untuk membela serta membantu perjuangan Nabi Isa. Sebagian dari al- hawariyyun berasal dari keluarga nelayan seperti Syimun, Adrius, Yaqub, dan Yuhanna. Ada juga yang berasal dari keluarga pencuci pakaian, yaitu Lukas, Thomas, Markus, Yuhanna, dan beberapa saudaranya yang masih kecil. Mereka mempercayai ajaran Nabi Isa dan mendapatkan pelajaran darinya. YUDAS Salah satu pengikut Nabi Isa a.s. berkhianat. Dengan tuduhan palsu, ia mengadu kepada penguasa Romawi bahwa Nabi Isa akan memberontak dan menggulingkan penguasa. Atas petunjuk dari si pengkhianat (Yudas), tentara Romawi mengepung tempat persembunyian Nabi Isa bersama muridmuridnya. Dalam keadaan berbahaya itu, Allah Swt. Menyelamatkan Nabi Isa. Nabi Isa tidak disalibkan dan tidak pula dibunuh, tetapi Allah Swt. Mengangkatnya (Q.3:55; 4:157-158). (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar no.3) 25. MUHAMMAD Nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah Swt. adalah Nabi Muhammad s.a.w. (Q.33:40). Ia dipilih menjadi nabi dan rasul pada usia 40 tahun. Ia menyampaikan risalah kenabian kepada kaumnya selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Muhammad dilahirkan di Mekah. Kakeknya, Abdul Muttalib, menamainya Muhammad (orang terpuji), sebuah nama yang belum pernah digunakan dan dikenal sebelumnya. Ketika lahir, Muhammad telah menjadi anak yatim. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum ia lahir. Ketika berusia 6 tahun, Muhammad sudah menjadi yatim piatu. Ibunya, Aminah binti Wahab, meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Yatsrib, setelah berziarah ke kuburan suaminya. Kemudian, Muhammad diasuh oleh Abdul Muttalib. Sebelum Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya wafat. Pamannya, Abi Talib, lalu mengambil alih tanggung jawab mengasuh Muhammad. TANDA KENABIAN Sejak bayi, tanda- tanda kenabian telah tampak pada diri Muhammad. Pada usia 5 bulan ia sudah bisa berjalan, dan pada usia 9 bulan sudah pandai berbicara. Pada usia 2 tahun, ia sudah bisa dilepas bersama anak- anak Halimah binti Abi Dua'ib, ibu susunya, untuk menggembala kambing. Pada usia inilah ia didatangi oleh dua malaikat. Mereka membuka baju Muhammad, membelah dadanya dan menyiramkan air ke dalamnya untuk mencuci hatinya agar senantiasa bersih. Kemudian mereka menutup dada Muhammad kembali tanpa bekas ataupun luka. TAHUN GAJAH Ada suatu peristiwa yang mendahului kelahiran Muhammad. Peristiwa itu menjadi pertanda bahwa Allah Swt. melindungi agama yang akan dibawa Muhammad. Tahun terjadinya peristiwa itu disebut Tahun Gajah, karena pada tahun itu pasukan gajah yang dipimpin Abrahah, penguasa Habasyah (kini Ethiopia), menyerbu kota Mekah untuk menghancurkan Ka'bah. Abrahah ingin mengambil alih peranan kota Mekah dengan Ka'bahnya sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Sebelumnya, Abrahah sudah membangun al- Qulles, sebuah rumah ibadah megah di Yaman, sebagai pengganti Ka'bah. BUHAIRAH Pada usia 12 tahun, Muhammad mengikuti kafilah pamannya ke Suriah. Sepanjang perjalanan di gurun, mereka dinaungi awan sehingga tidak kepanasan. Di Busra, kafilah ini bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Buhairah yang meyakini bahwa Muhammad adalah calon nabi yang ditunjuk Allah Swt.

AL-AMIN Muhammad tumbuh menjadi seorang pemuda yang jujur dan berbudi pekerti luhur. Melalui HilfulFudul dan kegiatannya membantu pamannya berdagang, nama Muhammad makin terkenal sebagai seorang yang terpercaya. Karena kejujurannya, ia mendapat gelar al- Amin, yang berarti orang yang terpercaya. Para pemimpin Mekah juga pernah mempercayai Muhammad untuk menyelesaikan perselisihan mereka, dengan memimpin peletakan Hajar Aswad, saat perbaikan Ka'bah yang rusak akibat banjir. HILFUL-FUDUL Pada usia 15 tahun, saat terjadi Perang Fijar antara suku Kuraisy dan suku Hawazin, Muhammad membantu mempersiapkan anak panah untuk paman- pamannya yang hendak berperang. Akibat perang ini, para pemimpin beberapa suku Kuraisy mengadakan rapat untuk menetapkan aturan perlindungan untuk mencegah kelaliman terhadap penduduk kota maupun pendatang asing. Mereka sepakat membuat sebuah organisasi bernama Hilful-Fudul (persekutuan kebajikan). Lembaga ini bertugas membantu orang miskin dan teraniaya. Muhammad ikut dalam lembaga ini saat berusia 20 tahun. Di lembaga ini, sifat kepemimpinannya mulai tampak. KHADIJAH Pada usia 25 tahun Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid yang berusia 40 tahun. Khadijah adalah seorang pengusaha yang mempercayai Muhammad untuk menjajakan dagangannya ke Suriah. Karena kejujuran Muhammad, Khadijah menaruh hati padanya dan menikahinya. Pasangan Khadijah- Muhammad dikaruniai 2 putra (Qasim serta Abdullah) dan 4 putri (Zainab, Rukayyah, Ummu Kalsum, dan Fatimah). Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam. Ia meninggal pada usia 65 tahun, setelah 25 tahun menikah dengan Muhammad. UMMUL MUKMININ 1. Khadijah binti Khuwailid 2. Saudah binti Zam'ah 3. Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq 4. Zainab binti Huzaimah 5. Juwairiyah binti Haris 6. Sofiyah binti Hay 7. Hindun binti Abi Umaiyah 8. Ramlah binti Abu Sufyan 9. Hafsah binti Umar bin Khattab 10. Zainab binti Jahsyi 11. Maimunah binti Haris RIWAYAT MUHAMMAD Kisah Muhammad sangat banyak disebut dalam Al- Qur'an. Nama Muhammad disebut 4 kali dan dijadikan salah satu nama surat ke-47, yang diambil dari perkataan Muhammad pada ayat ke-2. Adapun nama Ahmad disebut sekali. Riwayat Muhammad diketahui melalui penuturan para sahabat dan ditulis oleh banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu. Oleh Michael H. Hart, penulis buku Seratus Tokoh yang paling Berpengaruh dalam Sejarah, Muhammad ditempatkan pada urutan pertama orang yang berpengaruh dalam sejarah manusia. WAHYU PERTAMA Menjelang usia 40 tahun, Muhammad sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Gua ini terletak di Bukit Hira, sekitar 6 km di sebelah timur laut kota Mekah. Tingginya 155 cm dan bisa memuat 4 orang. Di gua ini Muhammad beribadah sepanjang Ramadan. Di gua ini pula Muhammad menerima

wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadan 12 SH/6 Agustus 610 M. Malaikat Jibril menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah (Q.96:1-5). DAKWAH Ada dua tahap dakwah yang dilakukan Muhammad. Pertama, dakwah secara diam-diam selama 3 tahun. Keluarga dan sahabat Nabi yang masuk Islam pada tahap ini antara lain Khadijah, Abu Bakar as-Siddiq, dan Ali bin Abi Talib. Kedua, dakwah secara terang-terangan, yang dilakukan Nabi setelah turun perintah Allah (Q.15:94). Dakwah ini berlangsung hingga Nabi wafat. Banyak sahabat yang memeluk Islam pada masa ini, antara lain Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. AKSI MENENTANG DAKWAH Kaum musyrik Kuraisy tak mampu menghentikan dakwah Muhammad. Berbagai cara mereka lakukan, tapi hasilnya tetap nihil. Mereka lalu mengutus 10 orang untuk menemui Abi Talib dan meminta agar ia mau membujuk keponakannya berhenti berdakwah. Namun Muhammad menolak permintaan tersebut. Melihat keteguhan hati Muhammad, Abi Talib akhirnya mendukung keputusan keponakannya itu dan berjanji untuk selalu melindunginya dari ancaman orang Kuraisy. TAHUN DUKA CITA Muhammad benar-benar sedih ketika Abi Talib yang menjadi pelindung utamanya wafat pada bulan Ramadan 2 SH, dalam usia 87 tahun. Belum hilang kesedihannya, Khadijah, istrinya yang ia cintai dan selalu mendampinginya dalam perjuangan, juga meninggal dunia. Muhammad sangat sedih dengan wafatnya kedua orang yang menjadi pembela risalahnya itu. Karena itu, tahun ke- 10 kenabian ini disebut 'Am al-Huzn (tahun duka cita). ISRA MIKRAJ Pada tahun ke-10 kenabian, terjadi peristiwa Isra Mikraj. Allah Swt. memperjalankan Nabi Saw. pada malam hari (Isra) dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Yerusalem, kemudian membawanya naik (mikraj) ke langit agar bisa menyaksikan kekuasaan Allah Swt. (Q.17:1). Dalam kesempatan mi'raj itulah Nabi menerima perintah dari Allah Swt. berupa kewajiban menjalankan salat lima waktu. TA'IF Gangguan kaum Kuraisy terhadap Muhammad semakin menjadi-jadi setelah paman dan istrinya wafat. Pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian, Muhammad pergi ke luar kota Mekah menuju Ta'if (65 km sebelah tenggara Mekah) bersama anak angkatnya, Zaid bin Harisah, untuk menyebarkan dakwah. Selama sepuluh hari, Nabi Saw. menemui para pemuka Bani Saqif. Namun kehadiran Nabi di sana ditolak oleh mereka. IKRAR AQABAH Suatu saat Nabi bertemu dengan enam orang suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib. Nabi menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan agama Islam. Mereka pun lalu menyatakan masuk Islam di hadapan Nabi. Setelah pulang ke Yatsrib, mereka memberitahukan hal tersebut kepada penduduk lainnya. Pada musim haji berikutnya, datanglah delegasi suku Aus dan Khazraj menemui Nabi di Aqabah. Mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi, yang kemudian dikenal dengan Ikrar Aqabah. Mereka juga meminta agar Nabi bersedia pindah ke Yatsrib untuk menghindari gangguan orang Kuraisy. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. RENCANA MEMBUNUH NABI Sebelum hijrah ke Yatsrib, kaum Kuraisy berencana membunuh Nabi. Tapi rencana jahat itu ketahuan sebelum terlaksana. Ketika mereka mengepung rumah Nabi, mereka hanya menemukan Ali bin Abi Talib di tempat tidur Nabi, sementara Nabi dan Abu Bakar sudah pergi. Ketika kaum

Kuraisy mengejar, Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Sur. Setelah aman barulah mereka melanjutkan perjalanan ke Yatsrib. HIJRAH KE MADINAH Dua belas tahun sudah Nabi berdakwah, tapi kaum Kuraisy tetap belum mau menerima risalah kenabiannya. Maka Nabi hijrah ke Yatsrib. Setelah Nabi hijrah, kota Yatsrib kemudian dikenal dengan sebutan Madinah an-Nabi (kota Nabi) atau Madinah al- Munawwarah (kota yang bercahaya). MASJID QUBA Sebelum sampai di Madinah, Nabi dan Abu Bakar singgah di Quba, sebuah desa yang jaraknya 10 km dari Madinah. Nabi tinggal di sana selama beberapa hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Talib dari Mekah. Di desa ini, Nabi membangun Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Saw. sebagai pusat peribadatan. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-12 kenabian Muhammad. PIAGAM MADINAH Di Madinah, Nabi memimpin penataan dan peletakan dasar- dasar kehidupan bagi kaum muslim dan penduduk Madinah dalam beberapa langkah. Pertama, mempererat tali ukhuwah Islamiah (persaudaraan Islam) antara kaum Muhajirin dan Ansar yang sudah masuk Islam. Kedua, membangun Masjid Nabawi, sebagai tempat untuk mewujudkan rasa persaudaraan itu. Ketiga, mengikat tali persaudaraan dengan komunitas lain yang tidak beragama Islam, yaitu kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Ikatan hubungan itu terwujud dalam perjanjian yang disebut dengan Misaq Madinah (Piagam Madinah). Dengan dasar-dasar itu, masyarakat Madinah bisa disebut sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad sebagai kepala negara. IZIN PERANG Kendati Nabi dan pengikutnya sudah hijrah ke Madinah, orang Kuraisy terus mengganggu mereka. Sementara itu kaum Yahudi di Madinah iri melihat kondisi militer, politik, dan ekonomi kaum muslim semakin baik. Mereka lantas bersekongkol dengan kaum Kuraisy untuk melumpuhkan kaum muslim. Karena kaum muslim semakin terancam, Allah mengizinkan mereka untuk berperang (Q.22:39-41). Setelah mendapat izin Allah Swt., Nabi dan kaum muslim lalu memerangi orang Kuraisy dan Yahudi. Ada beberapa peperangan yang dipimpin Nabi, misalnya Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq (parit), dan Fath Makkah. PERJANJIAN HUDAIBIYAH Pada tahun ke-6 hijrah, Nabi bermimpi memasuki kota Mekah dan bertawaf (mengelilingi Ka'bah). Mimpi itu disampaikan kepada para sahabat. Saat itu pula, Nabi mengumumkan kepada kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji di Mekah. Namun kaum musyrik Kuraisy menghalang- halangi mereka. Kaum Kuraisy kemudian mengutus Suhayl bin Amr untuk bertemu dengan Nabi dan membuat perjanjian perdamaian. Nabi dan Suhayl menyepakati syarat- syarat perdamaian itu. Kalimat perjanjian ditulis oleh Ali bin Abi Talib, atas perintah Nabi. Perjanjian itu dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. ISI PERJANJIAN HUDAIBIYAH Kaum muslim dan kaum Kuraisy mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun. Jika ada kaum Kuraisy yang menyeberang ke pihak Nabi tanpa seizin walinya, ia harus dikembalikan kepada mereka, tapi jika pengikut Muhammad menyeberang ke pihak musyrik Kuraisy, ia tidak akan dikembalikan kepada Muhammad. Kabilah-kabilah Arab bebas bersekutu dengan Muhammad ataupun dengan orang Kuraisy. Pada tahun tersebut (6H), Nabi dan rombongan harus kembali ke Madinah dan tidak boleh masuk ke Mekah. Mereka juga harus menunda ibadah haji hingga tahun

berikutnya, dengan syarat tidak akan tinggal di Mekah lebih dari tiga hari dan tidak membawa senjata selain pedang di dalam sarungnya. 'UMRAH AL-QADA' Setahun setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani, Nabi dan kaum muslim dapat memasuki kota Mekah untuk beribadah haji di Ka'bah. Kaum musyrik Kuraisy membiarkan mereka tinggal di Mekah selama tiga hari. Kesempatan ini digunakan oleh Nabi dan kaum muslim untuk menunaikan umrah, yang disebut 'Umrah al-Qada', pengganti umrah yang tidak terlaksana pada tahun sebelumnya karena dilarang kaum musyrik Kuraisy. PENYEBARAN ISLAM Perjanjian Hudaibiyah menciptakan suasana tenang dan aman. Enam bulan setelah perjanjian itu Nabi berdakwah kepada para penguasa di sekitar Arab, dengan cara mengirimkan surat, antara lain kepada penguasa Iran, Mesir, Abessinia, Persia dan Romawi (Bizantium). Surat Nabi seluruhnya berjumlah sekitar 105 buah. Namun, tidak semua teks surat itu disalin lengkap. Surat itu berisi seruan untuk masuk Islam. Setiap surat dicap dengan stempel dari perak yang diukir dengan tiga baris kata: Muhammad, Rasul, Allah. FATH MAKKAH Suatu saat kaum Kuraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dengan membantu sekutu mereka menyerang sekutu kaum muslim. Mengetahui hal itu, Nabi segera menyiapkan sepuluh ribu pasukan muslim untuk berangkat ke Mekah. Pasukan muslim memasuki kota Mekah tanpa perlawanan dari kaum Kuraisy. Peristiwa itu disebut Fath Makkah (pembebasan Mekah). Di Mekah, Nabi menghancurkan berhala-berhala di sekeliling Ka'bah. Setelah itu Nabi menyuruh Bilal menyerukan azan dari atas Ka'bah. Kemudian mereka mendirikan salat berjemaah dengan dipimpin oleh Rasulullah Saw. HAJI WADA' Pada tahun ke-10 Hijrah, Nabi menunaikan ibadah haji. Beliau berangkat ke Mekah pada 28 Zulkaidah, setelah menunjuk Abu Dujanah sebagai wakilnya di Madinah. Pada 4 Zulhijah, Nabi tiba di Mekah, dan langsung masuk ke Masjidilharam melalui pintu Bani Syaibah, serta melakukan tawaf dan sai. Pada 8 Zulhijah, Nabi berangkat ke Mina dan tinggal di sana hingga terbit fajar. Pada pagi hari 9 Zulhijah, Nabi berangkat ke Arafah dengan diikuti oleh sekitar 100.000 jemaah. Pada ibadah haji wada' (wadak) ini turun firman Allah Swt. (Q.5:3) yang menandakan bahwa Allah Swt. telah menyempurnakan agama Islam kepada umat-Nya dan telah mencukupkan nikmat- Nya. Perjalanan haji ini kemudian disebut Haji wadak (haji perpisahan), karena beberapa bulan setelah ibadah haji itu Nabi wafat. WAFAT Dua bulan setelah menunaikan ibadah Haji Wadak, Nabi menderita demam. Badannya mulai lemah. Meskipun demikian ia tetap memimpin salat berjemaah. Namun setelah merasa sangat lemah, ia menunjuk Abu Bakar menjadi penggantinya sebagai imam salat. Setelah beberapa hari sakit, Nabi dipanggil ke haribaan Allah Swt. pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M. Nabi wafat dalam usia 63 tahun. Abu Bakar as-Siddiq kemudian ditunjuk oleh kaum Muhajirin dan Ansar sebagai Khalifah ar-Rasul (pengganti Rasul). UMMUL MUKMININ Setelah Khadijah wafat, Muhammad menikah lagi sepuluh kali. Kesebelas istri Nabi disebut Ummul Mukminin (ibu orang- orang beriman). Nabi menikahi para wanita tersebut karena beberapa alasan, antara lain untuk melindunginya dari tekanan kaum musyrik, membebaskannya dari status tawanan

perang, mengangkat derajatnya, dan menciptakan perdamaian dengan suku dari wanita yang dinikahi oleh Nabi. NABI MUHAMMAD SAW. 570 Lahir di Mekah pada tanggal 12 Rabiulawal Tahun Gajah atau tanggal 20 April 595 Menikah dengan Khadijah binti Khuwailid 610 Menerima wahyu pertama 617 Tahun Duka Cita ('Am al-Huzn). Abi Talib dan Khadijah wafat 619 Berdakwah ke Ta'if 621 Isra Mikraj 622 Hijrah ke Madinah 624 Perang Badr 625 Perang Uhud 626 Perang Khandaq 628 Perjanjian Hudaibiyah 629 Menunaikan 'Umrah al-Qada' 630 Pembebasan kota Mekah oleh kaum muslim 631 Tahun Perutusan ('Am al-Bi'sah). Beberapa tokoh dan delegasi dari berbagai penjuru datang untuk menyatakan keislaman mereka 632 Haji Wada'. Nabi Muhammad wafat pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau tanggal 8 Juni. MUKJIZAT Nabi Muhammad dikaruniai sekitar 50 mukjizat. Dari sekian banyak mukjizat itu, Al- Qur'an merupakan mukjizat Nabi yang paling besar pengaruhnya bagi Islam dan dijadikan pegangan hidup bagi setiap muslim. Tidak ada yang dapat menyamai isi Al- Qur'an hingga kini (Q.11:13). Mu'jizatmu'jizat Nabi yang lain, misalnya: Nabi dapat mengetahui isi hati lawan, tubuhnya menebarkan bau harum, bumi patuh atas perintahnya, dan Nabi bisa mengeluarkan susu dari seekor kambing kurus. (sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.4)