Anda di halaman 1dari 2

Alkalosis Rumen.

Alkalosis rumen merupakan penyakit akut ditandai dengan indigsti, gejala syaraf tremor otot-otot sampai kejang tetanik, dyspnoea, dan kadang disertai diare. Etiologi. Dengan diberikan pakan penganti protein dengan senyawa penghasil nitrogen asal dari senyawa non protein, antara lain urea, biuret, dan garam-garam ammonium. Senyawa-senyawa ini apabila diberikan secara berlebih akan terjadi intoxikasiyang disertai alkalosisrumen.Senyawa yang lain yang dapat menyebabkan alkalosis rumen adalah Urea menyebabkan keracunan urea, telur ayam yang berlebihan, konsumsi protein yang berlebihan. Patogenesis. Didalam saluran pencernaan, protein yang dikonsumsi oleh enjima ekto dan endopeptidase akan dihidrolisis hingga dihasilkan peptide, yang selanjutnya dihidrolisis menjadi asam amino.asam tersebut diserap oleh usus halus, masuk kedalam hati selanjutnya disintesis menjadi berbagai macam protein.Protein diserap oleh darah digunakan atau disimpan oleh berbagai jaringan tubuh.Dari sebagaian asam amino dalam metabolismenya akan terbentuk ureum, yang masuk kedalam darah dan jaringan , dan sebagaian lagi terurai menjadi ammonia dan CO2.Sehingga berakibat naiknya PH isi rumen menjadi 7,5-8,5 atau lebih.Kenaikan PH akan menyebabkan mati dan lisisnya p[rotozoa dan mikroba yang tidak tahan suasana alkalis dan terjadilah indigesti dan terjadi alkalosis rumen. Gejala-Gejala. Alkalosis rumen diikuti de4ngan syaraf dalam bentuk tremor otot-otot perifer. Muka dan telinga hipersaliva berbusa. Gigi-gerigi gemeretak. Hewan tidak mampu berdiri, kejang tetanik yang timbul tidak brersifat terus menerus,pernafasan cepat, dangkal dan dipaksakan. Suhu btubuh meningkat, Tinja yang keluar cair berlendir dalam jumlah tidakbvanyak , dan diikuti dengan kematian. Pemerikisaan Patologi Klinis. Ph rumen mencapai lebih dari 7,0( 7,5-8,5).Ph Darah lebih dari 7,0.Gejala Klinis terlihat bila kadar tersebut lebih dari 1,0 mg/dl dan kematian dapat tyerjadibila kadarnya 3-6 mg/dl. Diagnosis

Berdasar Anamnesa dangejala klinis.Riwayat ganti pakan ,Pemeriksaan isi rumen dan pemeriksaan mikroskopik protozoa perlu dilakuakan ,kalo ph tinggi protozoa akan mati dan lisis.Derajat keasaman 7,5 atau lebih indikatif adanya keracunan atau rumen alkalosis.Kadar NH3-N sebesar2-6 mg/dl indikatif untuk rumen alkalosi yang mungkin karena keracunan urea. Diferensial diagnose Sebagai Pertimbangan Keracunan insektisida fosfor organic, karbamat, chrorinated hydrocarbon, nitrat , sianida, strchnin, dan grain overload atau asidosis rumen. Prognosis Apabila segera ditolong mungkin dapat bersifat fausta.Keracunan akut dapat menyebabkan penderita mati dalam beberapa jam . Terapi Diberikan larutan Cuka ( Vinegar) 5 % sebanyak 2-6 liter yaitu untuk menetralkan pH isi Rumen.Diberikan langsung intra ruminal( Dengan Sonde Kerongkongan)Penyuntikan MgSO4 atau Ca boroglukonat untuk mengurangi kejang otot.Ruminotomi untuk mengosongkan isi rumen. Pencegahanya Dengan penambvahan kandungan pakan urea .Urea setara dengan 2,8 kg preotein atau 7 kg imbuhan pakan .Penambahan ureatidak boleh diberika saat hewanlapar atu puasa dan jumlah karbohidrat harus mencukupi. ( Subronto.)