LAMPIRAN II PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 65 Tahun 2011 TANGGAL : 20 September 2011

RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2011 – 2014

RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA TAHUN 2011 – 2014

-

3

-

DAFTAR ISI DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 3 I. PENDAHULUAN ......................................................................................................... 4 1.1. Latar Belakang ................................................................................................. 4 1.2. Maksud dan Tujuan ........................................................................................ 6 II. GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA .................................................................. 6 2.1. Kondisi Geografis Wilayah ............................................................................. 6
2.2. Demografi ........................................................................................................ 7 2.3. Perekonomian Wilayah .................................................................................. 8

KAWASAN, III. JENIS KAWASAN, SASARAN, DAN PROGRAM STRATEGIS .................................. 8 ................................................................................................................... ................................................................ ................................................................................................................... 3.1. Jenis Kawasan di Provinsi Papua .................................................................... 8 3.2. Sasaran Pembangunan .................................................................................... 9
3.3. Program Strategis ............................................................................................ 10 3.4. Sinergi Kawasan Strategis dan MP3EI ............................................................ 14

DAFTAR RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA 2011-2014........................................................................................................ 16 TAHUN 2011-2014

I. PENDAHULUAN …

c. PENDAHULUAN 1. belum terlaksananya . serta memberikan pengakuan dan penghormatan atas hak-hak dasar orang asli Papua serta pemberdayaannya secara strategis dan mendasar. pemerintah berinisiatif untuk melakukan percepatan melalui penetapan Inpres 5 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebagai suatu kumpulan kebijakan untuk mendorong percepatan pembangunan di kedua provinsi tersebut dengan meningkatkan efektifitas koordinasi. Perlakuan khusus (affirmative action) bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia putra-putri asli Papua.- 4 - I. . peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan masih belum memberikan peningkatan yang signifikan karena tersendatnya pembangunan infrastruktur. Berdasarkan penilaian perkembangan pembangunan tersebut. sinergi dan harmonisasi program dan kebijakan antar sektor dan pusat-daerah yang dilakukan oleh kementrian/lembaga dan pemerintah daerah. d. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Namun evaluasi Inpres 5/2007 menunjukkan bahwa percepatan pembangunan yang dilakukan terutama dalam kaitannya dengan program prioritas pengurangan kemiskinan. Provinsi Papua – yang kemudian dimekarkan menjadi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat di tahun 2006—diamanahkan tanggung jawab yang lebih besar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengaturan pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Papua sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. e. Peningkatan kualtias penyelenggaraan pendidikan. Enam tahun setelah penetapan dan pelaksanaan UU Nomor 21/2001 tersebut. Inpres 5/2007 menekankan pendekatan kebijakan baru (the new deals policy for Papua) dengan lima aspek strategis yaitu: a. LATAR BELAKANG Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua) ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 yang memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk mengatur dan mengurus diri sendiri. Melalui UU 21/2001 tersebut. Pemantapan ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan.1. Peningkatan infrastruktur dasar guna meningkatkan aksesibilitas di wilayah terpencil.. berbagai koordinasi antara pemerintah pusat (K/L) dan pemerintah Provinsi Papua telah dilakukan dan menghasilkan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Undang-undang ini juga memiliki semangat rekonsiliasi dan penyelesaian masalah yang ada di Provinsi Papua secara menyeluruh. Setelah 2 tahun pelaksanaan Inpres 5/2007. pedalaman dan perbatasan Negara.. para pemangku kepentingan berpendapat bahwa perubahan kesejahteraan masyarakat terutama penduduk asli Papua masih perlu ditingkatkan. b.

b. Pengembangan infrastruktur dasar. c. Dalam pelaksanaan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. dan terkendalanya penyiapan sarana prasarana pelayanan kesehatan serta masih terisolirnya wilayah-wilayah sasaran. b. c. d. yang diperlukan dalam rangka percepatan pembangunan dalam kurun waktu tahun 2011-2014. Penanggulangan kemiskinan. Keamanan dan ketertiban. Penentuan program dan kegiatan yang dimuat dalam rencana aksi merupakan prioritas dalam rangka percepatan yang sifatnya dikhususkan termasuk juga program dan kegiatan baru yang bersifat cepat terwujud. 1. Salah satu penyebab lambatnya upaya percepatan adalah belum optimalnya pengelolaan dana yang ada. Pemihakan terhadap masyarakat asli Papua dan Papua Barat. juga didukung program-program yang terkait dengan agenda pelaksanaan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 – 2025. diperlukan dukungan dari kebijakan yang bersifat regulasi dan kelembagaan sebagai berikut: a. Penguatan pengendalian pemanfaatan ruang dan pengelolaan pertanahan. Penguatan ketahanan pangan. Untuk itu diperlukan kelanjutan upaya Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan memperluas bidang kebijakan pokok percepatan dengan prinsip pengembangan kawasan yang diarahkan untuk keterpaduan dan sinergi lintas bidang dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua dan Papua Barat yang terdiri dari: a. Pengembangan kapasitas kelembagaan. sinkronisasi dan harmonisasi program/kegiatan percepatan pembangunan maka masing-masing kebijakan pokok percepatan dan faktor pendukung kebijakan pokok percepatan tersebut perlu dituangkan dalam Rencana Aksi Percepatan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Papua Barat 2012-2016. Dengan tetap memegang semangat koordinasi. terutama terkait sinkronisasi program/kegiatan serta anggaran pusat dan daerah termasuk pendanaan sektoral pusat melalui K/L dan pemanfaatan dana otonomi khusus dan dana tambahan infrastruktur di kedua Provinsi. Pengembangan ekonomi rakyat. f. koridor ekonomi Papua-kepulauan Maluku.2. g. Selain melalui dukungan program-program di atas. Peningkatan pelayanan kesehatan.- 5 - terlaksananya sistem pendidikan khusus yang menjangkau masyarakat Papua. MAKSUD … . Percepatan Pembangunan Provinsi Papua. e. Peningkatan pelayanan pendidikan.

dan kawasan yang heterogen seperti hutan. dan gambut. c. GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA 2. juga karena kebijakan desentralisasi fiskal dan ketentuan-ketentuan khusus yang berhubungan dengan otonomi.999 jiwa (BPS. Provinsi maupun kabupaten/kota yang dituangkan dalam program dan kegiatan strategi yang menjadi prioritas utama dalam upaya percepatan pembangunan di Provinsi Papua tahun 2011-2014. II. hutan. sektor konstruksi (4%). KONDISI GEOGRAFIS WILAYAH WILAYAH Provinsi Papua dengan luas 317. mengkoordinasikan dan sinkronisasi berbagai sumber daya yang ada di tingkat pusat. kaya akan sumber daya alam seperti mineral (bahan tambang). minyak dan gas (69%) mendominasi perekonomian di Provinsi Papua. administrasi pemerintahan (5%). Provinsi Papua.062 kilometer persegi terdiri dari 28 kabupaten dan 1 kota dengan jumlah penduduk 2. maupun RPJM Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. menyebabkan tingkat pertumbuhan tahunan Provinsi Papua jauh di atas rata-rata nasional untuk beberapa tahun. … .2. b. rencana aksi merupakan dokumen perencanaan yang mensinkronkan program/kegiatan pusat-daerah serta rencana pendanaan yang bersumber dari APBN. Melimpahnya sumber daya alam. APBD Provinsi serta APBD Kab/Kota serta kontribusi lembaga donor dan swasta (PPP). Sektor pertambangan. sungai. danau. Namun. diikuti oleh sektor pertanian (11%). strategi pelaksanaan serta pembiayaan agar memberikan hasil yang optimal.1. memberikan penjabaran dan arahan yang jelas dalam percepatan masingmasing kebijakan pokok percepatan maupun faktor pendukung kebijakan pokok percepatan yang akan dilaksanakan dalam tahun 2011-2014. memberikan penjelasan sasaran. sektor transportasi (4%). MAKSUD DAN TUJUAN 6 - Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 2010).1. dan dari segi fiskal merupakan provinsi terkaya kedua di Indonesia. Program dan kegiatan strategis yang disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Papua 2011-2016.851. pegunungan. sebagai bagian dokumen yang dijadikan bahan masukan dalam penyusunan RPJM Daerah Provinsi Papua 2011-2016. khususnya untuk Provinsi Papua ini adalah: a. d. sektor perdagangan (4%) dan lainnya (3%). rawa. e. sektor komunikasi (4%). kebijakan.

1. tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap masyarakat Provinsi Papua yang tetap mencatat tingkat kemiskinan tertinggi. Peta Wilayah Administrasi Provinsi Papua Menurut Kabupaten 2. sedangkan penduduk kurang berinteraksi satu sama lainnya karena kondisi ekstrim topografi daerah. Pada tahun 2009. transportasi laut. Selain itu infrastruktur juga terbatas dan terfragmentasi. telah berhasil menurunkan persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan persentase penduduk miskin saat ini 12. or the image may hav e been corrupted. khususnya yang terkait dengan penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan taraf kesehatan.5).3) dibandingkan dengan rata-rata nasional (71. pendapatan Provinsi Papua yang besar dan pertumbuhan PDB yang mengesankan tidak diimbangi dengan kinerja yang memadai dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan pembangunan manusia. 2. 2011). y ou may hav e to delete the image and then insert it again. If the red x still appears.98% penduduk Provinsi Papua hidup di bawah rata-rata nasional (BPS 2011). kesenjangan gender yang parah dan meluas. DEMOGRAFI … . Your computer may not hav e enough memory to open the image.1 Gambar 2.2.42% (BPS. dan tindak korupsi yang meluas di seluruh lapisan masyarakat.- 7 - Namun. Kegiatan ekonomi hanya terkonsentrasi di beberapa pusat kota. Kebijakan nasional untuk memerangi kemiskinan. HIV menyebar dengan cepat. Provinsi Papua memiliki IPM terendah di Indonesia (64. and then open the file again. Restart y our computer. atau dengan berjalan kaki. Tidak mengherankan jika Provinsi Papua tertinggal dari provinsi-provinsi lain dalam mencapai indikator Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals = MDG) dan dengan perkembangan yang ada mungkin tidak akan mencapai sejumlah tujuan MDGs. The image cannot be display ed. dengan 31. terlihat pada pola permukiman yang tersebar dan sering hanya dihubungkan oleh angkutan udara.

JENIS KAWASAN. SASARAN.999 orang. sampai pada triwulan kedua tumbuh negatif (kontraksi) dan laju tumbuh lebih rendah (lambat) dibandingkan periode triwulan sebelumnya.851. kemudian pada tahun 2007 meningkat menjadi 2. DAN PROGRAM STRATEGIS 3. JENIS KAWASAN DI PROVINSI PAPUA 3.015.1. yaitu (-15.78% pada 2008 meningkat menjadi 20. Sektor pertambangan konsentrat tembaga memberikan sumbangan yang sangat dominan terhadap perkembangan perekonomian Provinsi Papua.1. maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Provinsi Papua adalah sebanyak sembilan orang per km2. yang terdiri atas 1. pesisir. 2. Kawasan Terisolir Provinsi Papua memiliki karakteristik geografis yang beraneka ragam.1. jumlah penduduk Provinsi Papua sementara adalah 2.3. karena secara umum hampir sebagian besar wilayah ini belum memiliki aksesibilitas terhadap sumber daya pembangunan … . III. Kawasan Pegunungan Tengah merupakan daerah terisolir.851. rawa-rawa.341.616 jiwa. sehingga Perkembangan Ekonomi pada tahun 2010.2. Hasil dari kegiatan ekonomi di sektor pertambangan tersebut mampu memberikan sumbangan nilai tambah yang cukup besar bagi perekonomian Provinsi Papua. Sementara pada 2 triwulan pertama pada tahun 2010 sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan. dan pegunungan.69%) pada triwulan pertama. Sejak tahun 2008. DEMOGRAFI 8 - Dari tahun ke tahun jumlah penduduk di Provinsi Papua terus meningkat. Pada tahun 2003 jumlah penduduk sebesar 1.823. terdiri dari dataran rendah. Sedangkan data terakhir berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk Tahun 2010. Sehingga peningkatan maupun penurunan laju pertumbuhan pada sektor konsentrat tembaga ini akan sangat berpengaruh terhadap arah pertumbuhan perekonomian Provinsi Papua. PEREKONOMIAN WILAYAH Perekonomian Provinsi Papua yang kaya akan sumber daya alam berupa tambang migas dan non migas.285 laki-laki dan 1.062 km2 dan didiami oleh 2. Perkembangan Ekonomi Tahunan (yoy) Provinsi Papua mengalami peningkatan yang sangat signifikan.714 perempuan.42%).999 jiwa. hal ini mengindikasikan bahwa masih luasnya wilayah di Provinsi Papua yang tidak berpenghuni. Dengan luas wilayah Provinsi Papua sekitar 317.510.2.872 jiwa.23%).34% pada tahun 2009. dan semakin menurun menjadi (-22. dari -0. Sumbangan terbesar dalam peningkatan perkembangan ekonomi di Provinsi Papua ini adalah sektor pertambangan dan penggalian (14.

dan pegunungan. Kabupaten Puncak Jaya. juga dataran ngarai yang sulit ditembus melalui transportasi darat.1. Kabupaten Dogiyai. dan Kabupaten Yahukimo. Kabupaten Intan Jaya.1. Kabupaten Memberamo Tengah. Yahukimo Kabupaten-kabupaten ini umumnya mempunyai kondisi topografi maupun geografi yang berbukit terjal. di mana kondisi prasarana dan sarana infrastruktur baik jalan/jembatan. 3. dipandang dari sisi kependudukan. 3. Kabupaten Puncak.1. Adapun kawasan perkotaan di Provinsi Papua. Kabupaten Merauke. yang sudah lebih maju dipandang dari aspek sosial. ekonomi dan lain-lainnya masih sangat tertinggal dan membutuhkan perhatian yang tinggi dari pemerintah. Kabupaten Mamberamo Raya. kawasan pegunungan dan lembah. Ada pun kabupatenkabupaten yang berada di kawasan pegunungan tengah yang dikategorikan sebagai wilayah terisolir diantaranya: Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten Waropen.- 9 - pembangunan. Kabupaten Nabire. kesehatan. meliputi 29 kabupaten/kota yang sekaligus menjadi ibukota kabupaten Jika kabupaten/ ibuk kabupaten. yang menyebabkan terkendalanya kinerja sektor pengembangan infrastruktur dasar. rawa-rawa. kesehatan. Raya. Kabupaten Tolikara. budaya. Kabupaten Boven Digoel. Adapun kawasan perdesaan. kawasan pegunungan tengah di Provinsi Papua merupakan daerah perdesaan yang hingga saat ini masih sangat sulit dijangkau dan sebagian besar mengandalkan moda transportasi udara dan sungai untuk mencapainya. Kabupaten Supiori. mempunyai karakteristik tersendiri meliputi karakteristik geografis yang beraneka ragam. Dibandingkan dengan daerah pesisir. Kabupaten Kep.4. yang menyebabkan rendahnya pengembangan ekonomi kerakyatan. dan sektor kesehatan. serta masih tingginya tingkat kemiskinan. Kawasan … .2. 3. Yapen. Kabupaten Sarmi. melingkupi Kabupaten Keerom. dan pegunungan. Kabupaten Pegunungan Bintang. Kabupaten Asmat. komposisi penduduk di kawasan ini bersifat sangat heterogen dan dari sisi penghidupan. Kawasan Perkotaan Gambaran umum kawasan Perkotaan di Provinsi Papua dengan topografi Provinsi Papua yang begitu beragam kawasan pantai. Kabupaten Jayapura. Kabupaten Mappi. rawa-rawa. Kabupaten Biak. Paniai. sehingga masih sangat mengandalkan tranportasi udara. ekonomi. dan ketersediaan infrastruktur umum. namun tidak digolongkan ke dalam kawasan terisolir. gunung-gunung serta lembah yang curam. pendidikan. terdiri dari dataran rendah. Kabupaten Paniai. Kondisi perdesaan di Provinsi Papua memiliki karakteristik geografis yang beraneka ragam. dan Kabupaten Deiyai. Kabupaten Yalimo. pesisir. Kabupaten Lani Jaya. pesisir. Kabupaten Nduga. terdiri dari dataran rendah. sektor pendidikan. pendidikan. Kabupaten Mimika. sektor transportasi.3. Kawasan Perdesaan Kawasan perdesaan di Provinsi Papua adalah daerah yang berada di luar perkotaan.

kesehatan.1. Meningkatnya keamanan dan ketertiban serta penegakkan supremasi hukum di kawasan terisolir. Terwujudnya kebijakan yang berpihak kepada penduduk asli Papua. Kabupaten Merauke Kabupaten dan Kabupaten Biak. Meningkatnya perekonomian masyarakat melalui peningkatan investasi. Berkurangnya kemiskinan dan meningkatnya perekonomian masyarakat melalui optimalisasi potensi sumber daya alam. 9. telekomunikasi) di kawasan terisolir. Meningkatnya ketahanan pangan lokal melalui optimalisasi potensi bahan pangan lokal. adalah: 1. 3. Kabupaten Mimika. yang didukung infrastruktur wilayah yang mendukung investasi yang berbasis potensi ekonomi lokal dan membuka pasar domestik dan internasional (forward linkages). Terbangunnya infrastruktur dasar pembangunan terutama yang membuka keterisolasian wilayah melalui peningkatan aksesibilitas transportasi dan informasi serta layanan dasar (pendidikan. Arah … . Meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat di kawasan terisolir. SASARAN PEMBANGUNAN Sasaran akhir yang ingin dicapai melalui penetapan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (P4B) yang merupakan keberlanjutan dari Inpres 5/2007 tentang Percepatan Pembangunan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Biak 3. serta menuju kesetaraan dalam proses pembangunan di kawasan terisolir. PROGRAM PENDUKUNG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA Demi tercapainya sasaran akhir dari rencana aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Meningkatnya perekonomian masyarakat melalui peningkatan investasi di kawasan terisolir. 4.3. air bersih.4. 2. Kawasan strategis di Provinsi Papua adalah: Kabupaten Jayapura. 3. 6.2. 5. golongan ekonomi kecil dan menengah.3. 8. maka perlu ditentukan arah kebijakan percepatan pembangunan yang akan membantu mengarahkan setiap program strategis percepatan pembangunan di Provinsi Papua. 7. ketenagalistrikan. Terjangkaunya pendidikan yang bermutu dan relevan di kawasan terisolir. pemukiman. Kawasan Strategis 10 - Pembangunan Kawasan strategis adalah pembangunan yang difokuskan pada lokasi yang memiliki potensi sumber daya alam (backward linkages) dan sumber daya manusia terampil.

Program Ketahanan Pangan: a) peningkatan ketahanan pangan dengan peningkatan keanekaragaman produksi makanan berbahan baku lokal (sagu. pendampingan dan penyuluhan UMKM dalam usaha pertanian. perkebunan. peternakan dan industri rakyat. perikanan. pengembangan hasil hutan kayu dan non kayu (madu. Program Penanggulangan Kemiskinan: Penanggulangan a) peningkatan kemampuan masyarakat dalam Usaha Mikro. babi. buah merah). ubi kayu. kehutanan. kehutanan. kelapa. perkebunan. perkebunan. perikanan. gaharu. pengembangan usaha pertanian. ikan) di kawasan terisolir. perikanan. rotan. pengembangan teknologi tepat guna usaha pertanian. peternakan dan industri rakyat. sapi dan kelinci). Program Pengembangan Ekonomi Rakyat: a) pengembangan b) c) d) e) f) agroindustri perikanan (tangkap dan budidaya laut/tawar). 4. pengembangan industri kecil dan kerajinan. sagu. distribusi dan pemasaran hasil usaha pertanian. peternakan dan industri rakyat. Untuk itu kebijakan yang diambil untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Papua tahun 2011-2014 adalah: 1. Program … . pengembangan agroindustri peternakan (ayam. padi.- 11 - Arah kebijakan maupun program strategis yang diambil harus berdasarkan gambaran kondisi dan karakteristik wilayah serta permasalahan yang dihadapi masing-masing kawasan. c) peningkatan distribusi hasil pertanian/pangan ke seluruh wilayah terpencil/terisolir. jagung. peternakan dan industri rakyat. kehutanan. peternakan dan industri rakyat. kehutanan. perikanan). kakao dan karet). perkebunan. peningkatan permodalan UMKM dalam usaha pertanian. perikanan. pengembangan agroindustri hortikultura (sayur dan buah-buahan). jagung. 2. perikanan. Kecil dan b) c) d) e) f) g) h) Menengah (UMKM). b) pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan (terutama sagu. pendampingan pertanian. pengembangan agroindustri perkebunan (kopi. kehutanan. ubi jalar. perkebunan. peningkatan keterampilan dan keahlian masyarakat melalui pendirian BLK Pertanian. Rakyat: 3.

a) b) c) d) e) f) g) h) 5.000 unit rumah rakyat sehat dan layak huni.- 12 - Pendidikan: 4. j) peningkatan kualitas perguruan tinggi di Provinsi Papua melalui kerjasama dengan PTN unggulan di luar Provinsi Papua. pembangunan dan pengembangan infrastruktur makro. pengadaan dokter spesialis melalui kontrak. peningkatan status gizi siswa melalui PMTAS (Program Makanan Tambahan Anak Sekolah). k) penyediaan perumahan guru. penyediaan perumahan bagi tenaga medis. peningkatan jumlah Puskesmas Pembantu. pengadaan tenaga guru kontrak. pendirian sekolah unggulan. 6. c) pelayanan kesehatan gratis dan bebas biaya rawat inap untuk pasien d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) kelas 3 RSUD. pendirian rumah sakit rujukan. peningkatan jumlah Puskesmas Perawatan. TBC). i) pendirian dan pengembangan Sekolah Pendidikan Keguruan. peningkatan pendidikan dasar dan menengah berpola asrama. peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan air bersih di seluruh wilayah. e) pembangunan dan peningkatan lapangan udara. Sertifikasi guru. f) peningkatan frekuensi penerbangan udara perintis. Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan: pendidikan dasar dan menengah secara gratis. pendirian Sekolah Menengah Kejuruan. penyuluhan kesehatan lingkungan (sanitasi lingkungan). Program Pengembangan Infrastruktur Dasar penyediaan 750. penyediaan Pusat Pelayanan Malaria (Malaria Center). Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan a) pelayanan kesehatan keliling (mobile clinic). pemberantasan penyakit menular (malaria. peningkatan kualitas kepala sekolah melalui pola pemagangan kepala sekolah di luar Provinsi Papua. b) asuransi kesehatan. HIV AIDS. pembangunan irigasi dan pencetakan sawah. a) b) c) d) g) pembangunan … . pendirian Sekolah Kebidanan/Keperawatan. pendirian rumah sakit pendidikan. pendirian sekolah bertaraf internasional di wilayah perbatasan negara.

pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi pertanahan.- 13 - pembangunan dan Peningkatan Dermaga Sungai. pemanfaatan potensi sumberdaya mineral bagi kesejahteraan masyarakat p) peningkatan aksesibilitas komunikasi di wilayah terisolir/terpencil/perbatasan negara. pembangunan PLTA Sungai Yawei di Urumuka. pemberian fasilitas bagi putra/putri asli Papua untuk pengembangan bakat/potensi olahraga. pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi di PTN unggul di luar Provinsi Papua. pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk mengikuti pendidikan Akmil dan Akpol. pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STAN. q) peningkatan keterjangkauan informasi seluler melalui kerjasama operator seluler (swasta). pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi di PTN fakultas kedokteran. pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi statistik. pembangunan pusat logistik (logistic center). pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STPDN. peningkatan jaringan distribusi PLN. penyediaan sumber energi alternatif terbarukan (PLTMH. pembangunan pelabuhan perikanan. r) peningkatan pelayanan melalui pemberian izin kepada swasta di bidang penerbangan. 8. pemberian kesempatan bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi PNS di wilayah lain di luar Provinsi Papua. g) h) i) j) k) l) m) n) o) 7. PLTS). Program Pemihakan Terhadap Masyarakat Asli Tanah Papua a) pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi anggota TNI. pembangunan dan peningkatan pelabuhan laut. pembangunan PLTA Memberamo. Program … . pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk sekolah penerbangan. b) pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) menjadi anggota Polri.

peningkatan koordinasi antartingkat pemerintahan (pusat-provinsikabupaten/kota). pendirian sekolah kepamongprajaan (STPDN) di Jayapura. penyusunan dokumen perencanaan. sertifikasi tanah non ulayat. dilenisasi/pemetaan tanah terhadap hak ulayat. Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan a) penetapan peraturan turunan (operasional) dari UU 21/2001 (Perdasi. evaluasi terhadap pemekaran wilayah provinsi. dalam rangka membangun kesepahaman bidang politik dan budaya. bersih dan berwibawa. Program Penguatan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan a) b) c) d) e) percepatan penetapan RTRW provinsi dan kabupaten/kota. peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. 10. penyelesaian sengketa pertanahan. kabupaten/kota. 3. evaluasi berbagai peraturan daerah yang menghambat pembangunan (investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat). perencanaan. b) pendekatan terhadap kelompok-kelompok masyarakat Tanah Papua. c) penyusunan rencana kebijakan politik dan budaya. b) c) d) e) f) g) h) i) j) Perdasus dan Pergub). kecamatan dan kampung. dan pelaporan keuangan). peningkatan penanganan di wilayah perbatasan negara. Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban a) pemetaan masalah sumber konflik antara pemerintah dengan masyarakat. penyusunan dan penetapan masterplan kawasan strategis. peningkatan kemampuan sumberdaya manusia aparatur pengadaan barang dan jasa pemerintah. pendidikan dan peningkatan kualitas SDM aparatur (kepamongprajaan. d) penyiapan mekanisme penyelesaian bersama masalah-masalah sosialpolitik dan sosial-budaya dalam kerangka NKRI. 9.- 14 - 8.4 SINERGI … .

Timika.- 15 - 3. Kawasan strategis di Provinsi Papua dalam MP3EI 2011-2025 adalah Jayapura.4 PapuaPeta Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku Adapun program/kegiatan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada kawasan strategis yang termasuk di dalamnya program/kegiatan MP3EI adalah: a) pemberian kemudahan berinvestasi (insentif investasi).4. dan Merauke. b) pengembangan … . STRATEGIS SINERGI KAWASAN STRATEGIS DAN MP3EI Pembangunan kawasan strategis di Provinsi Papua dimaksudkan untuk meningkatkan potensi ekonomi wilayah melalui koridor ekonomi dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan dengan pengembangan klaster industri dan atau kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis sumber daya unggulan di kawasan strategis sesuai dengan arahan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025 pada Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku. Gambar 3.

billet. pengembangan kawasan strategis Merauke sebagai pusat pengembangan minapoliltan. wire. pendirian sekolah penerbangan.- 16 - b) pengembangan c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) kawasan strategis Merauke sebagai Pusat Pengembangan Pangan dan energi Terpadu/Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). DAFTAR … . powder. industri dan jasa. wire rod. pengembangan kawasan strategis Jayapura sebagai pusat perdagangan. peternakan. pengembangan kawasan strategis Biak sebagai pusat peluncuran satelit. pengembangan Skouw sebagai pusat perdagangan antar negara. membangun Kawasan Industri Tembaga di Timika sebagai lokasi industri pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga dan industriindustri hilir lainnya (anoda. pembangunan pabrik semen. cable). katoda. slab. pengembangan teknologi pertanian. pengembangan kawasan strategis Biak sebagai pusat pengembangan perikanan dan pariwisata. perikanan di Merauke. pengembangan kawasan strategis Mimika sebagai pusat pengembangan industri dan pertambangan.

Kehutanan – Kem. Asmat. Kab. Perindustrian – BPPT – Pemda 3. Nabire. Kab. Kab. Kab. Biak. Kab. Kep.- 17 - DAFTAR RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA 2011TAHUN 2011-2014 A. Mappi. Mappi. Kab. Boven Digul. Puncak Jaya. Kab. jagung. Kab. Pertanian – Kem. Kab. Dogiyai. Yahukimo Instansi Pelaksana (4) – Kem. Tolikara. Kab. Boven Digul. Kab. Kab. Kep. Kab. bahan makanan (sagu. Asmat. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Kab. Kab. Yapen. Sarmi. Supiori. Intan Jaya. Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Jayapura. ikan) Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Kehutanan – Kem. Keerom. Waropen. Tolikara. Nduga. Jayawijaya. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom. Kab. Dogiyai. Kab. Kab. Yalimo. Puncak. Merauke. Jayawijaya. Mimika. ikan) Kab. Kab. Jayapura. Kab. ubi kayu. Biak. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Paniai. Kab. Merauke. Kab. Kab. Nabire. jagung. Yapen. Kab.Deiyai – Kem. Kab. Pegunungan Bintang. Intan Jaya. Waropen. No. Yalimo. Kab.Deiyai Pengolahan hasil Kawasan Terisolir : pertanian menjadi Kab. Kab. Mimika. Memberamo Tengah. Lani Jaya. Mamberamo Raya dan Kab. Program Pendukung Percepatan Pembangunan Provinsi Papua (1) Program Ketahanan Pangan No. (1) 1 Kegiatan (2) Peningkatan produksi tanaman pangan lokal (ubi jalar. Kab. Kab. Kab. Puncak. sagu. Kab. Kelautan dan Perikanan – Pemda 2 Kawasan Perdesaan : Kab. Pertanian – Kem. Kab. Kab. Supiori. Kab. Kab. Kab. Kelautan dan Perikanan – Kem. Paniai. Kab.Kab. Kab. padi. Kab. Sarmi. Nduga.Kab. Peningkatan … . Lani Jaya. Puncak Jaya. Kab.

Biak. Waropen. Kab. Intan Jaya. Yapen. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Kab. Supiori. Yalimo. Kep. Kab. Perdagangan – Pemda Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. (1) 3 Kegiatan (2) Peningkatan distribusi hasil Pertanian/Pangan ke seluruh wilayah terpencil/terisolir 18 Instansi Pelaksana (4) – Kem. Mamberamo Raya dan Kab. Merauke. Kop & UMKM – Pemda 2. Pengembangan … . Kab. Jayawijaya. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Asmat. Tolikara. Paniai. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Puncak Jaya. Tolikara. Kab. Supiori. Boven Digul. Merauke. Mimika. Kab.Kab. Kab.No. Dogiyai. Keerom. Mappi. Sarmi. Kab. Nabire. Pertanian – Kem. Kab. Kab. Kab. Boven Digul. Kep. Kab. Kab. Dogiyai.Deiyai (2) Program Penanggulangan Kemiskinan No. Biak. Pegunungan Bintang. Kab. Memberamo Tengah. Kab. Kab. Kab. Kecil dan Menengah (UMKM) Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Kab.Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Jayapura. Kab. Waropen. Kab. Lani Jaya. Puncak Jaya. No. Kab. Yalimo. Mappi. Yapen. Lani Jaya. Kab. No. (1) 1 Kegiatan (2) Peningkatan kemampuan Masyarakat dalam Usaha Mikro. Puncak. Kab. Sarmi. Kab.Deiyai Instansi Pelaksana (4) – Kem. Jayapura. Kab. Nduga. Kab. Nabire. Paniai. Kab. Nduga. Kab. Asmat. Puncak. Kab. Kab. Mimika. Kab. Jayawijaya. Intan Jaya. Kab. Keerom.

Paniai. Kab. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Waropen. Kab. Pertanian Kem. Kab. (1) 2 Kegiatan (2) Pengembangan usaha pertanian. Keerom. Kab. Kab. Kab. perikanan. Kab. Kep. Mappi. Pegunungan Bintang. Kab. Kep. perkebunan. Perindustrian – Pemda Kawasan … .Kab. Tolikara. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Kop & UMKM – Kem. Kab. Nduga. Kelautan dan Perikanan – Kem. Kab. Kab. Yalimo. Kelautan dan Perikanan – Kem. Mimika. Boven Digul. Mappi. perikanan. Pegunungan Bintang. Kab. Puncak Jaya. peternakan dan industri rakyat 19 Instansi Pelaksana – – – – – (4) Kem. Kab. Kab. Kab. Jayapura. Kab. Kehutanan – Kem. Kab. Kab. Kab. Asmat. Kab. Yapen. Mimika. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Merauke.Kab. Kab. kehutanan. kehutanan. Kab. Kab. peternakan dan industri rakyat – Kem. Kehutanan Kem. Yahukimo 3 Peningkatan permodalan UMKM usaha pertanian.No. Puncak. Kelautan dan Perikanan Kem. No. Kop & UMKM – Kem. Nabire. Jayawijaya. Tolikara. Nduga. Biak. Kab. Biak. Boven Digul. perikanan. Jayapura. Kab. Kab. Puncak Jaya. Kab. Kab. Perindustrian – Pemda 4 Pendampingan dan Penyuluhan UMKM usaha pertanian. Intan Jaya. Kab. Waropen. Kab. Perindustrian Pemda Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Nduga. Kab. Kab. Dogiyai. Memberamo Tengah. Merauke. Intan Jaya. Jayawijaya.Deiyai Kawasan Terisolir : Kab. Puncak. Yalimo. Kab. Sarmi. Puncak Jaya. Puncak. Keerom. Kab. Lani Jaya. Kab. Nabire. Pegunungan Bintang. Kab. Pertanian – Kem. Kab. Asmat. Kab. kehutanan. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Yalimo. Kab. Supiori. peternakan dan industri rakyat – Kem. Mamberamo Raya dan Kab. Pertanian – Kem. Paniai. Kab. Lani Jaya. Kab. Intan Jaya. Kab. Yapen. Kab. Kab. Kab. Dogiyai. Kehutanan – Kem. perkebunan. Jayawijaya. Tolikara. Kab. Lani Jaya. Kab. perkebunan. Sarmi. Kab. Kab. Kab. Kab.Deiyai Kawasan Terisolir : Kab. Memberamo Tengah. Kab. Supiori.

Puncak Jaya. Kab. Kab.Kab. Kab. Tolikara. Kab. Kab. Intan Jaya. Memberamo Tengah. Kab. Kab. Sarmi. Kep. Kab. Kab. Jayapura. Kab.Yalimo. Jayawijaya.Kab. Mimika. Supiori. Kab. Kab. Kab. Dogiyai. Intan Jaya. Kab. Kab. Waropen. Asmat. Kab. Nduga. Kop & UMKM – Kem. Sarmi. Kab. Puncak. Merauke. Kab. Kelautan dan Perikanan – Kem. Pegunungan Bintang. Kab. No. Kab. Waropen. Pertanian – Kem. Jayawijaya. Kab. Pegunungan Bintang. Kab. kehutanan. Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Boven Digul.Deiyai 5 6 Peningkatan keterampilan dan keahlian masyarakat melalui Pendirian BLK Pertanian Pendampingan Pertanian Kawasan Strategis : Kab. Perindustrian – BPPT – Pemda Kawasan … . Kab. Kab. Paniai. Mimika. Kab. Kab. Kab. Yalimo. perikanan. Dogiyai. Tolikara. Mamberamo Raya dan Kab. Puncak Jaya. Yahukimo – Kem. peternakan dan industri rakyat Kawasan Terisolir : Kab. Paniai. Kab. Nakertrans – Pemda – Kem. Kab. Asmat. Kab. Kab. Yapen. Kab. Kab. Kab. Kab. Lani Jaya. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Nabire. Nduga. Memberamo Tengah. Kab. Kep. Keerom. Timika. Mappi. Pertanian – Kem. Lani Jaya. Kab. Jayapura. Merauke. Jayapura. Biak. Kab. Kab. Kab. Nakertrans – Pemda 7 Pengembangan Teknologi Tepat Guna usaha pertanian. Mappi. Kab. Keerom. Supiori. Nabire Kawasan Terisolir : Kab.No. Puncak. Boven Digul. Nabire. Kab. perkebunan. Merauke. Kab. Biak. Kehutanan – Kem. Jaya Wijaya. (1) Kegiatan (2) 20 Instansi Pelaksana (4) – Lokasi (3) Kawasan Perdesaan : Kab.Deiyai – Kem. Yapen. Kab. Kab.

Sarmi. Mappi. Kab. Waropen. Kab. Boven Digul. Kab. Lani Jaya. Kegiatan Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Kop & UMKM – Kem. Paniai. Kab. Kab. Puncak Jaya. Kep. Kab. Nabire. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Puncak. Mappi. Kab. Kab. Tolikara. Kab. Kab. Mimika. Pegunungan Bintang. Merauke. Yalimo. Kab. Asmat.Kab. Supiori. Perindustrian – BPPT – Pemda (3) Program Pengembangan Ekonomi Rakyat No. Nduga. Yapen. Kab. Keerom. Kab. Yapen. Dogiyai. (1) Kegiatan (2) 21 Instansi Pelaksana (4) Lokasi (3) Kawasan Perdesaan : – Kab. Kab. Kab. Kab. Memberamo Tengah Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kehutanan – Kem. Kab. Biak. peternakan dan industri rakyat – Kem. Supiori. Paniai.Deiyai Kawasan Terisolir : Kab.Deiyai 8 Distribusi dan Pemasaran hasil usaha pertanian. Pegunungan Bintang. Kep. Kab. Waropen. Kab. Kab. Mimika. No. Nabire. kehutanan. Jayapura. No. Sarmi. Kab. Jayapura. Kab. Intan Jaya. Kab. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Boven Digul. Kab. Merauke. Kab. Kab. Kab. perikanan. Kelautan dan Perikanan – Pemda (1) (2) 1 Pengembangan agroindustri Perikanan (tangkap dan budidaya laut/tawar) Kawasan … . Keerom. Kab. perkebunan.Kab. Biak. Kab. Kab.No. Dogiyai. Mamberamo Raya dan Kab. Pertanian – Kem. Kab. Nduga. Jayawijaya. Lani Jaya. Kelautan dan Perikanan – Kem. Asmat. Memberamo Tengah.

Kab. Intan Jaya. No.Kab. Asmat. Puncak. Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Keerom. Jayawijaya. Tolikara. Dogiyai. Puncak. Kab. Kab. buah merah) . Kab. Kab. Tolikara. Kab. Mappi. Puncak Jaya. Dogiyai. Kab. Kab. rotan. Kab. Sarmi. Kab. Jayapura. Keerom. Sarmi. Perindustrian Kab. Mappi. Paniai. Supiori. sagu. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Sarmi. Nduga. Jayawijaya. Memberamo Tengah. Kab.Deiyai 4. (1) Kegiatan (2) 22 Instansi Pelaksana Lokasi 2 Pengembangan agroindustri Peternakan (ayam. Kab. – Kem. Paniai. Kab. Biak. Kab. Kab. Yapen. Pengembangan … 3 Pengembangan hasil hutan kayu dan non kayu (madu. Yalimo. Kab. Kab. Mimika. Kab. Kab. Kab. Merauke. Mamberamo Raya dan Kab. Yapen. Waropen.Kab. Kab. Kab. Kab. babi. Kab. Merauke. Biak. Kab. Kab. Jayapura. Kab. Kab. Nabire. Kab. Kab. Kab. Mimika. Lani Jaya. Kab. Kab. Kab. Boven Digul. Waropen. Pertanian Kab. Nabire. Nduga. Kab. Memberamo Tengah. Kep. Asmat. Kab. Kab. Kab. Merauke. Kab.No. Kab.Deiyai Kawasan Terisolir : – Kem. Yapen. Boven Digul. Supiori. Kab. Paniai. Kep. Mimika. Kab. Biak. Kab. Kab. Kab. Waropen. Kab. Puncak Jaya. Supiori. Mappi. Mamberamo Raya dan Kab. gaharu. Kab. sapi dan kelinci) (3) (4) Kawasan Perdesaan : – Kab. Kab. Kab. Asmat. Kab. Kab. Kab. Kehutanan Kab. Pegunungan Bintang. – Pemda Kab.Kab. Keerom. Boven Digul. – Pemda Kab. Intan Jaya. Kab. Kab.Deiyai Terisolir: Kawasan Terisolir: – Kem. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Yalimo. Dogiyai. Jayapura. Mamberamo Raya dan Kab. Kep. Lani Jaya. Nabire.

Kab. Kab. Kab. Paniai. Dogiyai. kelapa. Kab. Pertanian Kem. Yalimo. Kab. Lani Jaya. Jayapura. Kab. Kab. Kab. Pegunungan Bintang. Mimika. Kab. Kab. Boven Digul. Waropen. Mimika dan Kab. Kab. Tolikara. Jayawijaya. No. Kab. No.Kab. Kab. Pegunungan Bintang. Nabire. Yalimo. Intan Jaya. Kegiatan 23 Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kab. Pendidikan Nasional – Pemda 2. Kehutanan Kem. Puncak Jaya. Kab. Merauke. Kab. Kab. Kab. Nduga. Mamberamo Raya dan Kab. kakao dan karet) Kem. (1) 1 Kegiatan (2) Pendidikan dasar dan menengah gratis Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Lani Jaya. Puncak. Kab. Kab. Puncak. Kab. Kelautan dan Perikanan – Pemda – – – – 6 Pengembangan industri kecil dan kerajinan Kawasan Perdesaan : Kab. Perindustrian Kem. Kab. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Biak. Kep. Kab. Kab. Supiori. Jayawijaya. Intan Jaya. Kab. Mappi. Perindustrian – Pemda Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Yapen. Boven Digul. Memberamo Tengah.Deiyai Seluruh Kawasan : – Kem. Sarmi. Waropen. Kab. Puncak Jaya. Kab. Pertanian – Kem. Kab. Nabire. Nduga. Kab. Kab. Papua Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kab. Paniai Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Asmat. Kab. Tolikara. Papua (4) Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan No. Keerom. Yahukimo (1) (2) 4 Pengembangan agroindustri Hortikultura (Sayur dan Buah-buahan) 5 Pengembangan agroindustri perkebunan (kopi. Peningkatan … . Merauke. Perindustrian Seluruh Kabupaten/Kota di – Pemda Prov. Kab.No. Kab.

Lani Jaya. Pendidikan Kab. Mimika. Merauke. Kab. Nabire. Kab. Puncak. Pendidikan Nasional – Pemda 4 5 6 Pengadaan tenaga guru kontrak Kawasan Perdesaan : Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Kab. Kab. Yahukimo Kawasan … . Kab. Yapen. Memberamo Tengah. – Pemda Kab.- 24 - No. Merauke. Jayawijaya. Yahukimo Instansi Pelaksana (4) – Kem. Sarmi. Kab. Kab. Kab. Nduga. Kab. Kab. Kab. Yalimo. Keerom. Kab. Paniai. Kab. Intan Jaya. Kab. Kab. Nasional Kab. Pegunungan Bintang. Jayawijaya. Puncak. Supiori. Kab. Pendidikan Nasional – Pemda – Kem. Asmat. Boven Digoel. Kab. Boven Digul. Keerom. Puncak Jaya. Jayapura. Paniai Terisolir: Kawasan Terisolir: – Kem. Puncak Jaya. Kab.Papua – Pemda Kawasan Terisolir/Perbatasan Negara : Kab. Kawasan Strategis : Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Tolikara. Biak – Kem. (1) 2 Kegiatan (2) Peningkatan pendidikan dasar dan menengah berpola asrama Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Waropen. Kep. Biak. Merauke.Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Mappi. Memberamo Tengah. Kab. Kab. Nabire. Lani Jaya. No. Nduga. Kab. Timika. Dogiyai. Kab. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Kab. Kab. Kota Jayapura. Yapen. Kab. Intan Jaya.Deiyai Kawasan Perkotaan : – Kem. Yalimo. Kab. Kab. Kab. Pendidikan Nasional – Pemda 3 Pendirian sekolah unggulan Pendirian sekolah bertaraf internasional di wilayah perbatasan negara Pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Tolikara. Pegunungan Bintang. Kab. Jayapura. Pendidikan Di seluruh ibukota Nasional kabupaten/kota di Prov. Kab.

Asmat. Kab. Kab. Kab. Nduga. Paniai. Boven Digul. Kab. Lani Jaya. Kab. Kab. Kab. Keerom. Pendidikan Nasional – Pemda 8 Peningkatan kualitas kepala sekolah melalui pola pemagangan Kepala Sekolah di Luar Papua 9 Pendirian dan Terisolir: Kawasan Terisolir: pengembangan Sekolah Kab. Kab. Kab. Jayawijaya. Tolikara. Kab. Kab. Kab. Kab.- 25 - No. Merauke. Kab. Yahukimo – Kem. Mappi. Pendidikan Nasional – Pemda – Kem. Supiori. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Sarmi. Kab. Pendidikan Keguruan Kab. Lani Jaya. Kab. Memberamo Tengah.Kab.Deiyai Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Dogiyai. Kab. Kab. Jayawijaya. Kab. Kab. Mimika.Kab. Yalimo. Tolikara. Kab. Papua Terisolir: Kawasan Terisolir: Kab. Mappi. Jayapura. Intan Jaya. Kab. Puncak. Dogiyai. Biak. Kab. Kep. Waropen. Boven Digul. Sarmi. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Yalimo. Supiori. Nabire. Kab. Paniai. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Waropen. Nabire. No. Kab. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Kab. Pegunungan Bintang. Intan Jaya. Kab. Kep. Kab. Kab. Puncak Jaya. Kab. Jayapura. Mimika. Kab. Kab. Nduga. Kab. Pendidikan Nasional – Pemda Kawasan … . Kab. Kab. Biak. Kab. Kab. Keerom. Kab. Puncak Jaya. Kab. Puncak. (1) Kegiatan (2) Lokasi (3) Kawasan Perdesaan : – Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Yapen. Merauke. Asmat. Yapen.Deiyai Instansi Pelaksana (4) 7 Sertifikasi guru – Kem. Kab.

-

26

-

No. No. (1)

Kegiatan (2)

Lokasi (3) Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai Kawasan Perkotaan : Kota Jayapura, Kab. Jayapura, Merauke, Kab. Mimika, Kab. Jayawijaya, Kab. Biak, Kab. Kep. Yapen, Kab. Nabire Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua

Instansi Pelaksana (4) –

10

11

Peningkatan kualitas Perguruan Tinggi di Papua melalui kerjasama dengan PTN unggulan di luar Papua Penyediaan rumah guru

– Kem. Pendidikan Nasional – Pemda – Kem. Pendidikan Nasional – Kem. PU – Pemda

(5) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan No. No. (1) 1 Kegiatan (2) Pelayanan Kesehatan Keliling (Mobile Clinic) Lokasi (3) Terisolir: Kawasan Terisolir: Kab. Jayawijaya, Kab. Yalimo, Kab. Nduga, Kab. Lani Jaya, Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak, Kab. Intan Jaya, Kab. Memberamo Tengah, Kab. Tolikara, Kab. Puncak Jaya, Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai 2. Asuransi … Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kesehatan – Pemda

-

27

-

No. No. (1) 2 3

Kegiatan (2) Asuransi Kesehatan Pelayanan Kesehatan Gratis dan Bebas Biaya Rawat Inap Untuk Pasien kelas 3 RSUD Pendirian Sekolah Kebidanan/keperawatan;

Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Terisolir: Kawasan Terisolir: Kab. Jayawijaya, Kab. Yalimo, Kab. Nduga, Kab. Lani Jaya, Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak, Kab. Intan Jaya, Kab. Memberamo Tengah, Kab. Tolikara, Kab. Puncak Jaya, Kab. Yahukimo

Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kesehatan – Pemda

4

5

Pengadaan Dokter Spesialis melalui Kontrak

Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai Terisolir: Kawasan Terisolir: – Kemenko Kesra* Kab. Jayawijaya, Kab. Yalimo, – Kem. Kesehatan Kab. Nduga, Kab. Lani Jaya, – Pemda Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak, Kab. Intan Jaya, Kab. Memberamo Tengah, Kab. Tolikara, Kab. Puncak Jaya, Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai 6. Pendirian …

-

28

-

No. No. (1) 6 7

Kegiatan (2) Pendirian Rumah Sakit Pendidikan Pendirian Rumah Sakit Rujukan Peningkatan jumlah Puskesmas Pembantu

Lokasi (3) Kawasan Perkotaan : Kota Jayapura Kawasan Perkotaan : Kab. Biak, Kab. Merauke, Kab. Jayawijaya, Kab. Mimika, Kab. Nabire Terisolir: Kawasan Terisolir: Kab. Jayawijaya, Kab. Yalimo, Kab. Nduga, Kab. Lani Jaya, Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak, Kab. Intan Jaya, Kab. Memberamo Tengah, Kab. Tolikara, Kab. Puncak Jaya, Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai

Instansi Pelaksana (4) – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kesehatan – Pemda

8

9

Peningkatan jumlah Puskesmas Perawatan

10

11

Peningkatan Status Gizi Siswa melalui PMTAS (Program Makanan Tambahan Anak Sekolah) Penyuluhan kesehatan lingkungan (sanitasi lingkungan)

Kawasan Perdesaan : Kab. Keerom,Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Kab. Waropen, Kab. Nabire, Merauke, Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mappi, Kab. Mimika, Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Kep. Yapen, Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Paniai, Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua

– Kem. Kesehatan – Pemda

– Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kesehatan – Pemda

12. Pemberantasan …

Puncak Jaya Kawasan Perkotaan : Di seluruh ibukota kabupaten/kota di Prov. Biak. Nakertrans – Pemda Kawasan Strategis : – Kem. Jayapura. – Pemda Merauke. No. Kab. Puncak. Keerom. Kab.000 unit rumah rakyat sehat dan layak huni Pembangunan dan Pengembangan infrastruktur makro Lokasi Instansi Pelaksana 2 (3) – (4) Seluruh Kawasan : – Kem. Dogiyai. Pera Prov.Papua 3 Pembangunan Irigasi dan pencetakan sawah.Nabire Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Kab. Biak Perdesaan: Kawasan Perdesaan Kab Timika. Kab. Paniai . Deiyai. Kawasan Perdesaan : – Kem. Kab. Kab. Peningkatan … . HIV AIDS.- 29 - No. Nduga. Nabire. Mimika. Kab. PU – Pemda 13 14 (6) Program Pengembangan Infrastruktur Dasar No. PU Kab. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Kesehatan – Pemda – Kem. Kab. Kab. Kab. (1) 12 Kegiatan (2) Pemberantasan penyakit menular (Malaria. PU Kab. – Pemda Jayapura. Kab. Papua Kawasan Perkotaan : Kab. Kab. Paniai 4. Nabire. PU Seluruh Kabupaten/Kota di – Kem. Merauke. Intan Jaya. Papua – Kem. Kab. Kab. Kab. Kab. Merauke. Mimika. Kab. Jayapura. Kab. (1) 1 Kegiatan (2) Penyediaan 750. Kesehatan – Kem. Jayawijaya. No. Mimika. Kab. Kab. TBC) Pendirian Pusat Pelayanan Malaria (Malaria Centre) Penyediaan rumah tenaga medis Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kesehatan – Pemda – Kem. Papua Instansi Pelaksana (4) – Kem. Sarmi.

Kab. Kab. Kab. Merauke. Kab. Kab. – Pemda Yalimo. Kab. Sarmi. Kab. Kab. Mappi. Kab. Memberamo Tengah. Kab. Keerom. Mamberamo Raya Perkotaan Kawasan Perkotaan : Kab. – Pemda Yalimo. Asmat. Pegunungan Bintang. Kab.No. Kab. Kep. Kab. Intan Jaya. Lani Jaya. Kab. Kab. Boven Digul. Yapen. PU Kab. Asmat. Biak. Kab. Mappi. Intan Jaya. Puncak. Kab. Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Mimika. Supiori. Jayapura. Biak 6.Deiyai 5 Pembangunan dan peningkatan lapangan udara Kawasan Terisolir : – Kem. Kab. Jayawijaya. Kab. Perhubungan Kab. Kab. Kep. Kab. Kab. Kab. Kab. Pegunungan Bintang. Nduga. Peningkatan … . Tolikara. Biak. Nabire. Kab. Kab. Waropen. No. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. (1) 4 Kegiatan (2) Peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan air bersih di seluruh wilayah 30 Lokasi Instansi Pelaksana (3) – (4) Kawasan Terisolir : – Kem. Jayawijaya. Kab. Nabire. Puncak Jaya. Puncak Jaya. Jayawijaya. Kab. Lani Jaya. Yapen. Boven Digul. Kab. Tolikara. Kab. Puncak. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Kab. Jayapura. Merauke. Kab. Mimika. Dogiyai. Kab. Kab. Memberamo Tengah. Paniai. Nduga. Mimika.Kab.

Kab. Memberamo Tengah. Papua Kab. Mimika. Kab. Nduga. Pemanfaatan … . (1) 6 Kegiatan (2) Peningkatan frekuensi penerbangan udara perintis 31 Lokasi Instansi Pelaksana – (4) – Kem. Yalimo. Jayawijaya. Kab. Merauke. Perhubungan – Pemda – Kem. Mappi. Kab. Kab. Kab. Lani Jaya. Mimika. Perhubungan – Pemda 8 Pembangunan logistic center – – – – Kem. Kab. Nduga. Biak. Kab. Kab. Kab. Mamberamo Raya Kawasan Perdesaan : Kab. ESDM – Pemda 11 12 13 14 15. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Kab. Biak. Yahukimo Kawasan Terisolir : Kab. ESDM Kem. Puncak. Merauke. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. No. Asmat. Memberamo Tengah Kawasan Perdesaan : Kab. Deiyai dan Kab. Kab. Sarmi. Mappi. ESDM – Pemda – Kem. ESDM – Pemda – Kem. Jayapura Kawasan Perkotaan: Kab. Kab. Nduga. Kab. PLTS) Peningkatan jaringan distribusi PLN Pembangunan PLTA Memberamo Pembangunan PLTA Sungai Yawei di Urumuka – Kem. Kab. Mimika. Pegunungan Bintang. Kab. PU Pemda 9 10 Pembangunan dan Peningkatan Pelabuhan Laut Pembangunan Pelabuhan Perikanan Penyediaan Sumber Energi alternatif terbarukan (PLTMH. Nabire. Dogiyai – Kem. Puncak Jaya. Kab.No. Mamberamo Raya Kawasan Terisolir : Kab. ESDM – Pemda – Kem. Memberamo Tengah Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Boven Digoel. Asmat. Intan Jaya. Boven Digoel. Perhubungan Kem. Tolikara. KP – Pemda – Kem. Kab. Kab. Kab. Jayapura Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Perhubungan – Pemda 7 Pembangunan dan Peningkatan Dermaga Sungai (3) Kawasan Terisolir : Kab.

Merauke. ESDM – Pemda – Kem. Kab.Deiyai Peningkatan Terisolir: Kawasan Terisolir: – Kem. Kab. Sarmi. Kab. Kab. Kab. Puncak Jaya. Mappi. Yahukimo 17 Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Kab. Lani Jaya. Kab. Kab. Supiori. Tolikara. Kab. Kab. Kab.Kab. Kab. (1) 15 16 Kegiatan (2) Pemanfaatan potensi Sumberdaya Mineral bagi kesejahteraan masyarakat Peningkatan aksesibilitas komunikasi di wilayah terisolir/terpencil/perbat asan negara 32 Lokasi Instansi Pelaksana – (4) – Kem. Jayawijaya. Intan Jaya. Jayapura. Papua Terisolir: Kawasan Terisolir: Kab. Kab. Nabire. Kab. Kab. Keerom. Peningkatan … . Kab. Yahukimo Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Asmat. Kab.Deiyai 18. Yapen. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kep. Kab. – Pemda seluler melalui kerjasama Yalimo. Supiori. Mamberamo Raya dan Kab. Pegunungan Bintang. Kab. Memberamo Tengah. Nduga. Biak. Puncak. Kab. Asmat. Mimika. Kab. Kab. Tolikara. Kab. Kab.Kab. Mappi. Dogiyai. operator seluler (swasta) Lani Jaya.No. Kab. No. Intan Jaya. Kab. Biak. Pegunungan Bintang. Boven Digul. Kab. Kab. Yalimo. Kab. Sarmi. Kominfo keterjangkauan informasi Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Waropen. Kab. Kep. Kominfo – Pemda (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Yapen. Jayapura. Nduga. Memberamo Tengah. Puncak Jaya. Paniai. Waropen. Keerom. Kab. Kab. Boven Digul. Kab. Mamberamo Raya dan Kab. Nabire. Dogiyai. Puncak. Kab. Paniai. Merauke. Mimika. Jayawijaya. Kab.

Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. No. Kab. Kab. No. Kab. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. (1) 18 Kegiatan (2) Peningkatan pelayanan melalui pemberian izin kepada swasta di bidang penerbangan 33 Lokasi Instansi Pelaksana (3) – (4) Kawasan Terisolir : – Kem. Puncak. Kab. Pegunungan Bintang.Diknas* – Pemda 7. Kegiatan Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Nduga.No. Intan Jaya. Papua – Kem. Lani Jaya. Kab. Kab. Tolikara. Kab. Pemberian … . Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. – Pemda Yalimo. Memberamo Tengah. Puncak Jaya.Pehubungan – Pemda – Kem. Jayawijaya.Diknas* – Pemda – Kem. Kab. Yahukimo (7) Program Pemihakan Terhadap Masyarakat Asli Tanah Papua No. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Instansi Pelaksana – (4) – Pemda (1) (2) 1 Pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi anggota TNI 2 Pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi anggota Polri 3 Pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk mengikuti pendidikan Akmil dan Akpol 4 Pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk sekolah pilot 5 Pemberian fasilitas bagi putra/putri asli Papua untuk pengembangan bakat/potensi olahraga 6 Pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi di PTN unggul di luar Papua – Pemda – Kemhan – Pemda Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Perhubungan Kab. Kab.

PU Pemda BPN Kem. (1) (2) 1 Percepatan penetapan RTRW prov/kab/kota 2 Penyusunan dan penetapan masterplan kawasan strategis Dilenisasi/pemetaan tanah terhadap hak ulayat 3 . No. Sosial Kem.No. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Paniai. Merauke. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Mimika. Papua (8) Program Penguatan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan Kegiatan Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. PAN dan RB – Pemda – Kemkeu – Pemda – Kemendagri – Pemda – BPS – Pemda – BPN – Pemda (1) (2) 7 Pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi di PTN fakultas kedokteran 8 Pemberian kesempatan bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi PNS di wilayah lain di luar Papua 9 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STAN 10 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STPDN 11 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi statistik 12 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi pertanahan (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kegiatan 34 Lokasi Instansi Pelaksana – (4) – Kem. Nabire. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Jayawijaya. No. Sertifikasi … No. Keerom Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pegunungan Bintang. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. PU Bappenas Kemendagri Pemda Kem. Kehutanan Pemda 4. Papua – – – – – – – – – – Instansi Pelaksana (4) Kem.Diknas* – Pemda – Kemendagri – Kem.

Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. 4 Kegiatan Sertifikasi tanah non ulayat 35 Lokasi Instansi Pelaksana – – – – – – – – BPN Kem. Papua Instansi Pelaksana – (4) – Kemendagri – Pemda (1) (2) 1 Penetapan Peraturan Turunan (Operasional) dari UU Nomor 21/2001 (Perdasi. Papua 5 Penyelesaian sengketa pertanahan (9) Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban No. No. Kehutanan Pemda Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Sosial Kem. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov.No. Papua 4 – – – – – – – Kemendagri Kemhan Pemda Kemendagri Kemhan Polri Pemda (10) Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan No. No. dalam rangka membangun kesepahaman bidang politik dan budaya Penyusunan rencana kebijakan politik dan budaya Penyiapan mekanisme penyelesaian bersama masalah-masalah sosial politik dan sosial budaya dalam kerangka NKRI 3 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kegiatan Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. No. Perdasus dan Pergub) 2 Peningkatan koordinasi antartingkat pemerintahan (PusatProvinsi-Kab/Kota) – Kemendagri – Pemda 3. Papua – – – – – – – Instansi Pelaksana – (4) Kemendagri Kemhan Polri Pemda Kemendagri Kemhan Pemda (1) (2) 1 Pemetaan masalah sumber konflik antara Pemerintah dengan masyarakat 2 Pendekatan terhadap kelompok-kelompok masyarakat Tanah Papua. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pendidikan … . Sosial Kem. Kegiatan Lokasi (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kehutanan Pemda BPN Kem.

Kab. Papua Kawasan: Kabupaten Jayapura Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Sinergi Kawasan Strategis dengan MP3EI No. – Pemda Mimika. Papua – LKPP – Pemda – Kemendagri – Pemda – Kemendagri – Pemda 6 7 8 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. (3) Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. No. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pengembangan … . Jayapura. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Biak 2. bersih dan berwibawa Peningkatan penanganan di wilayah perbatasan negara. Merauke dan Kab. Kegiatan 36 Lokasi Instansi Pelaksana – – – – – – – – – (4) Bappenas Kemendagri Kemkeu BPKP UKP4 Pemda Bappenas Pemda (1) (2) 3 Pendidikan dan peningkatan kualitas SDM Aparatur (Kepamongprajaan. Kab/Kota. Kecamatan dan Kampung Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Perencanaan. dan Pelaporan Keuangan) 4 5 Penyusunan dokumen perencanaan Peningkatan kemampuan SDM aparatur pengadaan barang dan jasa pemerintah Pendirian sekolah kepamongprajaan (STPDN) di Jayapura Evaluasi berbagai Peraturan Daerah yang menghambat pembangunan (investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat) Evaluasi terhadap pemekaran wilayah Prov. Papua Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kegiatan Lokasi Instansi Pelaksana (1) (2) 1 Pemberian kemudahan berinvestasi (insentif investasi) (3) (4) Kawasan Strategis : – BKPM Kab.No.PAN dan RB Kemendagri Pemda Kemendagri Pemda 9 10 B. Kab. Papua – Kemendagri – Pemda – – – – – Kem. No.

2 Kegiatan Pengembangan kawasan strategis Merauke sebagai Pusat Pengembangan Pangan dan Energi Terpadu/Merauke 37 Lokasi Instansi Pelaksana – – – – BKPM Kem. PDT – Kem. Budpar – Pemda – BPPT – Pemda – BKPM – Kem. Perindustrian – Pemda – BKPM – Kem. Perhubungan – BPPT – Pemda 11. PDT Pemda Kab. Mimika 10 Pendirian Sekolah Penerbang Kab. Pertanian – Pemda 4 Kab. industri dan jasa Pengembangan Skouw sebagai pusat perdagangan antar negara Kab. Pengembangan … 6 7 Kab. Merauke – BKPM – Kem. Biak – Kem. Perindustrian – Pemda – Kem. Kelautan Perikanan – Pemda – BKPM – Kem. Biak . ESDM Kem. Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) 3 Pengembangan kawasan strategis Merauke sebagai pusat pengembangan minapolitan Pengembangan kawasan strategis Mimika sebagai pusat pengembangan industri dan pertambangan Pengembangan kawasan strategis Biak sebagai pusat pengembangan perikanan dan pariwisata Pengembangan kawasan strategis Biak sebagai pusat peluncuran satelit Pengembangan kawasan strategis Jayapura sebagai pusat perdagangan. Pertahanan – Kem. Jayapura 8 Kota Jayapura 9 Pembangunan Pabrik Semen Kab. No. Mimika 5 Kab.No. Perindustrian – Pemda – BKPM – BUMN – Kem. Perdagangan – Kem. Biak Kab. Perdagangan – Kem.

perikanan di Merauke.No. Kab. wire. cable). Retno Pudji Budi Astuti . ttd. powder. katoda. wire rod. slab. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Deputi Bidang Perekonomian. DR. ttd. billet. No. H. ESDM – Pemda 11 Pengembangan teknologi pertanian. Mimika PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Kab. Pertanian – BPPT – Kem. Merauke 12 Membangun Kawasan Industri Tembaga di Timika sebagai lokasi industri pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga dan industriindustri hilir lainnya (anoda. Kelautan dan Perikanan – Pemda – Kem. Perindustrian – Kem. Kegiatan 38 Lokasi Instansi Pelaksana – Kem. peternakan.

2014 .RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2011 .

............ I...... Sinergi Kawasan Strategis dan MP3EI ........................ Kondisi Geografis Wilayah ... SASARAN......... 7 ............. 6 3..................................................................................................................................................... 15 ................1.2................................................... Sasaran Pembangunan .................................. 9 3.. 4 BARAT....... Jenis Kawasan di Provinsi Papua Barat ....................................................................................... II................................. 6 STRATEGIS ...............................................................................................................................................3...........................................1........................................................................... 6 3.......................................................................................... 3 1..... DAN PROGRAM STRATEGIS ................................JENIS KAWASAN......................................................2.............................. 5 2............ ......................... Maksud dan Tujuan ...................................................... PENDAHULUAN ............................- 2 - DAFTAR ISI DAFTAR ISI .......................................... 3 1............ GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA BARAT............................... Latar Belakang ........ Demografi .............................................. 2 .................. ........................................................1.......................... 11 DAFTAR RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA 2011BARAT TAHUN 2011-2014 ................................................................2...... Program Pendukung Percepatan ............................................. III.......................... Perekonomian Wilayah .....4............................3................. 5 2................... 6 2.................... 3............................

Melalui payung hukum ini. e. Namun berdasarkan evaluasi Inpres 5/2007 menunjukkan bahwa percepatan pembangunan yang dilakukan terutama dalam kaitannya dengan program prioritas pengurangan kemiskinan.1. Salah … . masih belum terlihat perubahan kesejahteraan masyarakat terutama penduduk asli Papua Barat secara signifikan. 3 - PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Sejak ditetapkannya UU nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua). 1. sinergi dan harmonisasi program dan kebijakan antarsektor dan pusat-daerah yang dilakukan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Namun dalam proses. Undang-undang ini memiliki semangat untuk rekonsiliasi dan penyelesaian masalah Provinsi Papua Barat secara menyeluruh maupun pengakuan dan penghormatan hak-hak dasar orang asli Papua Barat serta pemberdayaannya secara strategis dan mendasar.I. Melihat perkembangan pembangunan yang berjalan dengan lambat. telah dilakukan berbagai koordinasi antara pemerintah pusat (K/L) dan pemerintah Provinsi Papua Barat dan dihasilkan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat. pemerintah berinisiatif untuk melakukan percepatan melalui penetapan Inpres 5 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebagai suatu instrumen kebijakan untuk mendorong percepatan pembangunan di kedua provinsi tersebut melalui peningkatan efektifitas koordinasi. Peningkatan infrastruktur dasar guna meningkatkan aksesibilitas di wilayah terpencil. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan c. Selain itu. b. Perlakuan khusus (affirmative action) bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia putra-putri asli Papua. Provinsi Papua Barat dan rakyat Papua Barat memiliki kewenangan yang lebih luas untuk mengatur dan mengurus diri sendiri dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menyelenggarakan pemerintahan dan mengatur pemanfaatan kekayaan alam di Provinsi Papua Barat untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Papua Barat sesuai dengan peraturan perundang-undangan di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan d. peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan masih belum memberikan dampak yang signikan yang disebabkan masih tersendatnya pembangunan infrastruktur dan belum dilaksanakannya sistem pendidikan khusus bagi masyarakat Papua Barat. serta sarana prasarana pelayanan kesehatan yang masih minim dan kondisi wilayah yang umumnya masih terisolir. Setelah 2 tahun pelaksanaan Inpres 5/2007. Pemantapan ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan. Inpres 5/2007 menekankan pendekatan kebijakan baru (the new deals policy for Papua) dengan lima aspek strategis yaitu: a. pedalaman dan perbatasan negara.

e. Peningkatan pelayanan kesehatan. keamanan dan ketertiban. sinkronisasi dan harmonisasi program/kegiatan percepatan pembangunan maka masing-masing kebijakan pokok percepatan dan faktor pendukung kebijakan pokok percepatan tersebut perlu dituangkan dalam Rencana Aksi Percepatan Percepatan Provinsi Papua Barat yang mengacu pada RPJMN Nasional 2010-2014 dan RPJM Daerah Provinsi Papua Barat 2012-2016. juga didukung program-program yang terkait dengan agenda pelaksanaan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 – 2025. Peningkatan pelayanan pendidikan. Pengembangan infrastruktur dasar. f. Pengembangan ekonomi rakyat. penguatan pengendalian pemanfaatan ruang dan pengelolaan pertanahan. Penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Provinsi Papua Barat juga berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam pelaksanaan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. b. d. Penentuan … . Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat disusun oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat melibatkan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Papua Barat serta perwakilan masyarakat. g. untuk melakukan konsultasi penyusunan Rencana Aksi dengan Kementerian/Lembaga terkait. Selain melalui dukungan program-program di atas. c. koridor ekonomi Papua-kepulauan Maluku. b.- 4 - Salah satu penyebab kurang berhasilnya upaya percepatan adalah belum optimalnya pengelolaan dana yang ada terutama sinkronisasi program/kegiatan serta anggaran pusat dan daerah termasuk pendanaan sektoral pusat melalui K/L dan pemanfaatan dana otonomi khusus dan dana tambahan infrastruktur di kedua Provinsi. pengembangan kapasitas kelembagaan. c. Penguatan ketahanan pangan. Dengan tetap memegang semangat koordinasi. Untuk itu diperlukan kelanjutan upaya Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan memperluas bidang kebijakan pokok percepatan dengan prinsip pengembangan kawasan yang diarahkan untuk keterpaduan dan sinergi lintas bidang dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua dan Papua Barat yang terdiri dari: a. Perlakuan khusus terhadap masyarakat asli Papua dan Papua Barat. Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat. Kementerian Keuangan. diperlukan dukungan dari kebijakan yang bersifat regulasi dan kelembagaan. terutama : a. dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan.

memberikan penjabaran dan arahan yang jelas dalam percepatan masing-masing kebijakan pokok percepatan maupun faktor pendukung kebijakan pokok percepatan yang akan dilaksanakan dalam tahun 2011-2014. Program dan kegiatan strategis yang disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Papua Barat 2011-2016. d.2. APBD Provinsi serta APBD Kab/Kota serta kontribusi lembaga donor dan swasta (public-private partnership). MAKSUD DAN TUJUAN Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Provinsi Papua Barat ini adalah untuk : a. b. 1.- 5 - Penentuan program dan kegiatan yang dimuat dalam rencana aksi merupakan priortas dalam rangka percepatan yang sifatnya dikhususkan termasuk juga program dan kegiatan baru yang diperlukan dalam rangka percepatan pembangunan dalam kurun waktu Tahun 2011-2014. strategi pelaksanaan serta pembiayaan agar memberikan hasil yang optimal. e. provinsi maupun kabupaten/kota yang dituangkan dalam program dan kegiatan strategi yang menjadi prioritas utama dalam upaya percepatan pembangunan di Provinsi Papua Barat tahun 20112014. rencana aksi merupakan dokumen perencanaan yang mensinkronkan program/kegiatan pusat-daerah serta rencana pendanaan yang bersumber dari APBN. mengkoordinasikan dan sinkronisasi berbagai sumber daya yang ada di tingkat pusat. GAMBARAN … . c. maupun RPJM Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat. kebijakan. memberikan penjelasan sasaran. sebagai bagian dokumen yang dijadikan bahan masukan dalam penyusunan RPJM Daerah Provinsi Papua Barat 2011-2016. IV.

85% dari total penduduk Provinsi Papua Barat. Wosimi dan Teluk Arguni.855 jiwa yang terdiri dari 402.03%) dan Kabupaten Manokwari (24.66%) sedangkan kabupaten lain dihuni kurang dari 10% total penduduk. Penduduk terkonsentrasi di Kota Sorong (25.945. Pegunungan Kumawa. perbukitan hingga pegunungan tinggi. Prafi.- 6 - IV. Pegunungan Fakfak dan Wondiwoi. Kondisi geografi dan topografi Provinsi Papua Barat yang bervariasi ini sangat mempengaruhi pembangunan yang dilakukan dan juga mempunyai andil pada kompleksnya pembangunan di provinsi ini. Kabupaten dengan penduduk terkecil terdapat di kabupaten pemekaran baru yaitu Kabupaten Tambrauw yang hanya didiami oleh 6. GAMBARAN UMUM UMUM PROVINSI PAPUA BARAT 2.1.268 penduduk perempuan. DEMOGRAFI Berdasarkan hasil sementara Sensus Penduduk Tahun 2010.2. KONDISI GEOGRAFIS WILAYAH WILAYAH Pada tahun 2010. Warsamson.000 m dpl yaitu Pegunungan Arfak. Sementara kelompok pegunungan dengan puncak yang mencapai 3.393 jiwa atau 0. Provinsi Papua Barat dihuni oleh 760.62 km2 yang tercatat terdapat 10 kabupaten dan satu kota seperti terlihat pada gambar dibawah ini: Gambar 2. Daerah lembah-lembah yang datar tersebar di Teluk Bintuni. 2.1 Peta Administratif Wilayah Provinsi Papua Barat Menurut Kabupaten Topografi wilayah kepala burung yang menjadi wilayah Provinsi Papua Barat sangat bervariasi dari datar.587 penduduk laki-laki dan 258. Isim. Sejak … . tercatat luas wilayah Provinsi Papua Barat adalah 143. Pegunungan Tambrauw.

seperti jenis merbau. terisolir karena secara umum hampir sebagian besar wilayah di kabupaten ini belum memiliki aksesibilitas terhadap sumber daya pembangunan. Laju pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu di Kota Sorong yaitu 4.47% per tahun.74% pertahun. baik infrastruktur dasar. Aranday dan Babo dengan Cadangan Minyak Bumi sebesar 20 TB dan Gas Bumi (LNG) 14 TCF.1. SASARAN DAN PROGRAM STRATEGIS SASARAN STRATEGIS PROVINSI JENIS KAWASAN DI PROVINSI PAPUA BARAT 3. kehutanan. dari potensi hutan diperoleh hasil kayu dari hutan produksi yang bernilai ekonomis tinggi. Potensi minyak yang terdapat di Kabupaten Sorong dan Teluk Bintuni merupakan komoditas unggulan Provinsi Papua Barat yang saat ini sedang dieksploitasi. 2. V. pulai. Potensi ini yang terbesar adalah di Distrik Merdey. uranium di Manokwari.1. nyatoh. Kabupaten Tambrauw : dan Kabupaten Maybrat Kabupaten ini dikategorikan masuk dalam kawasan Maybrat. mersawa. emas di Aifat. medang dan bintangur.3. dan umumnya menjadi komoditi ekspor. Secara geografis. ekonomi kerakyatan.1. Potensi bahan tambang yang siap dieksploitasi antara lain batu bara. kabupaten dikategorikan masuk dalam Kawasan Terisolir di Provinsi Papua Barat adalah: Kabupaten Raja Ampat. pendidikan. 3. PEREKONOMIAN WILAYAH Karena melimpahnya sumber daya alam di Provinsi Papua Barat seperti potensi mineral. dan perikanan maka perekenomian di Provinsi Papua Barat masih didominasi oleh ekonomi ekstraktif. emas. granit dan pasir kuarsa. Potensi minyak dan gas alam terdapat di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Teluk Bintuni. resak. JENIS KAWASAN.6% per tahun. Sementara itu. Kawasan Terisolir 3. minyak bumi di Sorong dan Raja Ampat. penduduk di Papua Barat mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. matoa. di atas laju pertumbuhan rata-rata Indonesia yang hanya sebesar 1. Potensi mineral yang diduga ada di wilayah kepala burung diantaranya gas bumi dan batubara di cekungan Bintuni.2.1. uranium dan tembaga serta batu kapur. kesehatan.- 7 - Sejak tahun 2000 hingga 2010. yakni sebesar 3. Kawasan … .

3.2. 3. 3. Kabupaten Sorong. Di samping itu juga sangat berhubungan dengan konsep pembangunan kewilayahan yang tertuang dalam RTRW Provinsi Papua Barat yang telah disetujui oleh Pemerintah.- 8 - 3. dimana telah diusulkan Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) II yang meliputi Kabupaten Sorong. adalah : 1. Manokwari sekaligus sebagai ibukota Provinsi Papua Barat. Terbangunnya … . dan Kabupaten Fakfak. Kabupaten Sorong Selatan. 3. Sasaran Pembangunan Kawasan Terisolir Sasaran akhir yang ingin dicapai dalam pembangunan kawasan terisolir di Provinsi Papua Barat sesuai dengan Kerangka Kebijakan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (P4B). Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Pemilihan dan penetapan daerah administratif pemerintahan yang masuk ke dalam kawasan strategis ini. Kawasan Strategis Kawasan strategis di Provinsi Papua Barat meliputi Kabupaten Manokwari.2. Meningkatnya ketahanan pangan lokal melalui optimalisasi potensi bahan pangan lokal. 3. Kawasan Perkotaan Secara geografis dan administratif kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat.1. SASARAN PEMBANGUNAN 3.1.2. Sedangkan Sorong secara administratif pemerintahan telah ditetapkan sebagai Kota karena kondisi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang telah berkembang pesat. berkaitan dengan rencana akan dibangunnya industri yang bersifat strategis dan berskala nasional. 2. Kabupaten Kaimana. Sorong. Kawasan Perdesaan Kawasan perdesaan atau perkampungan di Provinsi Papua Barat meliputi Kabupaten Manokwari. meliputi 11 ibukota kabupaten/kota Manokwari sebagai ibukota Kabupaten kabupaten/kota. Berkurangya kemiskinan dan meningkatnya perekonomian masyarakat melalui optimalisasi potensi sumber daya alam. Kabupaten Teluk Bintuni dan Kota Sorong dan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang sekaligus Sorong ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di dalam RTRWN.1.1. Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Teluk Bintuni yang secara geografis dan administratif pemerintahan berdekatan satu sama lainnya serta memiliki potensi yang besar di sektor pertanian dalam arti luas.4. Kabupaten Sorong Selatan.

Barat. 9. 5. 2. Terbangunnya 4. Terbangunnya infrastruktur dasar pembangunan terutama yang membuka akses transportasi dan informasi serta layanan dasar kehidupan di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. ketenagalistrikan. 4. Meningkatnya perekonomian masyarakat melalui peningkatan investasi di kawasan terisolir. Semakin berpihak kebijakan kepada penduduk asli Papua.2. air bersih. Semakin berpihak kebijakan kepada penduduk asli Papua Barat.2. Terjangkaunya pendidikan yang bermutu dan relevan di kawasan terisolir. Berkembangnya ekonomi masyarakat di kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat. Meningkatnya … . 7. Berkembangnya ekonomi masyarakat di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. Meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat di kawasan terisolir. 3. kesehatan. Meningkatnya kesehatan masyarakat di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. 2. Sasaran Pembangunan Kawasan Perdesaan 1.- 9 - 3. Terjangkaunya pendidikan yang bermutu dan relevan di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. 6. Berkurangnya kemiskinan di kawasan perdesaan di Provinsi Papua 3. telekomunikasi) di kawasan terisolir. golongan ekonomi kecil dan menengah serta menuju kesetaraan jender dalam proses pembangunan di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. pemukiman. Meningkatnya ketahanan pangan di kawasan perdesaan di Provinsi Papua Barat. Meningkatnya keamanan dan ketertiban serta penegakaan supremasi hukum di kawasan terisolir. 3. 4. 6. Sasaran Pembangunan Kawasan Perkotaan 1. Meningkatnya perekonomian masyarakat melalui peningkatan investasi. Terjangkaunya pendidikan yang bermutu dan relevan di kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat. golongan ekonomi kecil dan menengah serta menuju kesetaraan jender dalam proses pembangunan di kawasan terisolir. 3. 8. infrastruktur dasar pembangunan terutama yang membuka keterisolasian wilayah melalui peningkatan aksesibilitas transportasi dan informasi serta layanan dasar (pendidikan. 5. Terbangunnya infrastruktur dasar pembangunan terutama yang membuka akses transportasi dan informasi serta layanan dasar kehidupan di kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat. 7.3.2.

Semakin berpihak kebijakan kepada penduduk asli Papua. 2. b) pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan (sagu. kehutanan. 3. ubi jalar. maka diperlukan program strategis Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat. Semakin berpihak kebijakan kepada penduduk asli Papua. perikanan. Program Ketahanan Pangan: a) peningkatan produksi tanaman pangan lokal (sagu. Berkembangnya ekonomi masyarakat di kawasan strategis yang pada gilirannya akan mendongkrak perekonomian daerah di Provinsi Papua Barat dan Nasional. 3. Terbangunnya infrastruktur dasar pembangunan terutama infrastruktur industri strategis dan pedukungnya di Provinsi Papua Barat. PROGRAM PENDUKUNG PERCEPATAN Demi tercapainya sasaran akhir dari rencana aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat. Untuk itu program strategis yang ditetapkan untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat tahun 20112014 adalah: 1. ubi kayu. 2. jagung. golongan ekonomi kecil dan menengah serta menuju kesetaraan jender dalam proses pembangunan di kawasan startegis di Provinsi Papua Barat.- 10 - 4. b) pengembangan usaha pertanian. padi. 4.3. Terbentuknya kawasan pertumbuhan ekonomi khusus dan industri strategis di Provinsi Papua Barat. golongan ekonomi kecil dan menengah serta wanita menuju kesetaraan dalam proses pembangunan di kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat. Kecil dan Menengah (UMKM). peternakan dan industri rakyat. ikan). c) Peningkatan … . ikan).4. 5.2. Program Penanggulangan Kemiskinan: a) peningkatan kemampuan Masyarakat dalam Usaha Mikro. perkebunan. c) peningkatan distribusi hasil pertanian/pangan ke seluruh wilayah terpencil/terisolir. Meningkatnya kesehatan masyarakat di kawasan perkotaan di Provinsi Papua Barat. 3. jagung. Sasaran Pembangunan Kawasan Strategis 1.

peningkatan pendidikan dasar dan menengah berpola asrama. kelapa. peningkatan keterampilan dan keahlian masyarakat melalui pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) pertanian. pendampingan dan Penyuluhan UMKM dalam usaha pertanian. madu. peternakan dan industri rakyat. Program Pengembangan Ekonomi Rakyat : a) pengembangan b) c) d) e) f) agroindustri perikanan (tangkap dan budidaya laut/tawar). perikanan. perikanan. dan kakao).sagu. c) Pelayanan … . buah merah). sapi). dan industri rakyat. peternakan. perkebunan. pengembangan agroindustri peternakan (ayam. perikanan. dan industri rakyat. b) asuransi kesehatan. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan a) pelayanan kesehatan keliling (mobile clinic). peternakan. peternakan. pendirian sekolah unggulan. pengembangan industri kecil dan kerajinan. pala. d) e) f) g) h) kehutanan. Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan : pendidikan dasar dan menengah gratis. perikanan. pendampingan pertanian melalui penyediaan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kontrak. babi. studi lanjut kedalam dan keluar negeri serta pemagangan di luar Provinsi Papua Barat. pengadaan tenaga guru kontrak. pengembangan agroindustri hortikultura (sayur dan buah). h) peningkatan kualitas PTN di Provinsi Papua Barat melalui kerjasama dengan PTN unggulan di luar Provinsi Papua Barat. a) b) c) d) e) f) Peningkatan 5. 4. i) peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat. kehutanan. 3. pengembangan teknologi tepat guna usaha pertanian. perkebunan. g) pendirian Sekolah Pendidikan Keguruan.- 11 - c) peningkatan permodalan UMKM dalam usaha pertanian. kehutanan. dan industri rakyat. cengkeh. pengembangan agroindustri perkebunan (kopi. distribusi dan pemasaran hasil usaha pertanian. perkebunan. pendirian Sekolah Menengah Kejuruan. kehutanan. perkebunan. pengembangan hasil hutan (kayu. peningkatan kualitas kepala sekolah melalui pendidikan dan pelatihan.

peningkatan jumlah puskesmas perawatan.- 12 - c) pelayanan kesehatan gratis dan bebas biaya rawat inap untuk pasien d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) kelas 3 RSUD.000 unit rumah rakyat sehat dan layak huni. peningkatan aksesibilitas komunikasi di wilayah terisolir/terpencil/ perbatasan negara. p) peningkatan … . pemanfaatan potensi sumberdaya mineral bagi kesejahteraan masyarakat. Program Pengembangan Infrastruktur Dasar a) penyediaan 250. peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit umum daerah kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan air bersih di seluruh wilayah. b) pembangunan dan peningkatan jaringan jalan Manokwari – Sorong – c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) Makbon – Mega. pemberantasan penyakit menular (Malaria. pembangunan dan peningkatan lapangan udara perintis. TBC). peningkatan status gizi siswa melalui PMTAS (Program Makanan Tambahan Anak Sekolah). pembangunan irigasi dan pencetakan sawah. pembangunan jalan Bintuni – Susumuk. pendirian pusat pelayanan malaria (malaria centre). pembangunan jalan Mameh – Windesi – Wasior. pembangunan jalan Bomberai – Windesi – Kaimana. peningkatan jumlah puskesmas pembantu. pendirian sekolah kebidanan/keperawatan. penyediaan sumber energi alternatif terbarukan (PLTMH. 6. pengadaan dokter spesialis melalui kontrak. penyuluhan kesehatan lingkungan (sanitasi lingkungan). pembangunan PLTU di Manokwari dan Sorong. HIV AIDS. peningkatan kapasitas infrastruktur layanan jasa penerbangan bandara udara Manokwari dan Sorong pembangunan dan peningkatan pelabuhan laut. peningkatan jaringan distribusi PLN. PLTS). pendirian rumah sakit rujukan di Sorong dan Manokwari.

9. dilenisasi/pemetaan tanah terhadap hak ulayat. 8. Program … . pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STPDN. Program Penguatan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan Adapun program/kegiatan strategis yang akan dilaksanakan adalah : a) b) c) d) e) percepatan penetapan RTRW prov/kab/kota.- 13 - p) peningkatan keterjangkauan informasi seluler melalui kerjasama operator seluler (swasta). q) peningkatan pelayanan melalui pemberian izin kepada swasta di bidang penerbangan. penyelesaian sengketa pertanahan. pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STAN. pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi di PTN unggulan di luar Provinsi Papua Barat. pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi statistik. Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di sekolah tinggi pertanahan. penyusunan dan penetapan masterplan kawasan strategis. Program Pemihakan Terhadap Masyarakat Asli Tanah Papua Barat a) pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) menjadi anggota TNI. pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi anggota Polri. pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk sekolah pilot. pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi di PTN fakultas kedokteran. pemberian fasilitas bagi putra/putri asli Papua untuk pengembangan bakat/potensi olahraga. sertifikasi tanah non ulayat. 7. pemberian kesempatan dan kuota bagi putra/putri asli Papua untuk sekolah Akmil dan Akpol. pemberian kesempatan bagi putra/putri asli Papua untuk menjadi PNS di wilayah lain di luar Provinsi Papua Barat.

f) pendirian sekolah kepamongprajaan (STPDN di Jayapura. Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan a) penetapan peraturan turunan (operasional) dari UU Nomor 21/2001 (Perdasi. bersih dan berwibawa. b) peningkatan koordinasi antartingkat pemerintahan (pusat-provinsi- kabupaten/kota). e) peningkatan kemampuan SDM aparatur pengadaan barang dan jasa pemerintah. perencanaan.- 14 - 9. aparatur d) penyusunan dokumen perencanaan.4. 3. b) pendekatan terhadap kelompok-kelompok masyarakat Tanah Papua Barat. kabupaten/kota. c) penyusunan rencana kebijakan politik dan budaya. kecamatan dan kampung. dan pelaporan keuangan). c) pendidikan dan peningkatan kualitas SDM (kepamongprajaan. Manokwari. k) peningkatan pengelolaan kawasan di wilayah perbatasan negara. i) evaluasi terhadap pemekaran wilayah provinsi. 10. d) penyiapan mekanisme penyelesaian bersama masalah sosial-politik dan sosial-budaya dalam kerangka NKRI. g) evaluasi berbagai peraturan daerah yang menghambat pembangunan (investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat). SINERGI … . dalam rangka membangun kesepahaman bidang politik dan budaya. h) percepatan pembentukan Kota Manokwari sebagai daerah otonomi baru di ibu kota Provinsi Papua Barat. Perdasus dan Pergub). Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban a) pemetaan masalah sumber konflik antara Pemerintah dengan masyarakat. j) peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Mimika dan Sorong).

- 15 - 3. b) pengembangan … .4. STRATEGIS SINERGI KAWASAN STRATEGIS DAN MP3EI Pembangunan kawasan strategis di Provinsi Papua Barat dimaksudkan untuk meningkatkan potensi ekonomi wilayah melalui koridor ekonomi dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan dengan pengembangan kluster industri dan atau kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis sumber daya unggulan di kawasan strategis sesuai dengan arahan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025 pada Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku. Kawasan strategis di Provinsi Papua Barat dalam MP3EI 2011-2025 adalah Sorong dan Manokwari. Gambar 3.4 PapuaPeta Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku Program Pengembangan Wilayah dan Kawasan Strategis (Termasuk MP3EI dan lainnya) a) pemberian kemudahan berinvestasi (insentif investasi).

f) pengembangan kawasan industri dan perdagangan di Arar. h) pemberian kemudahan berinvestasi (insentif investasi). f) pengembangan kawasan strategis Raja Ampat sebagai pusat pengembangan perikanan dan pariwisata. k) pengembangan kawasan minapolitan Weri. d) pengembangan kawasan strategis Sorong dan Kaimana sebagai pusat pengembangan minapolitan. e) pengembangan agrowisata Kramomongga. m) pengembangan objek wisata situs sejarah peradaban orang Papua di Pulau Mansinam. Manokwari. sebagai pusat sebagai pusat k) pengembangan … . i) pengembangan peternakan terpadu di Kebar. h) pembangunan pabrik semen di Manokwari. b) pengembangan peternakan terpadu di Kebar. Beberapa program pendukung P4B yang juga termasuk di dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). c) pengembangan perrtanian dan peternakan terpadu di Bomberai. n) Pengembangan Migas menjadi pilar yang kuat dalam pertumbuhan Provinsi Papua Barat. e) pengembangan kawasan strategis Fak Fak dan Kaimana sebagai pusat pengembangan perkebunan pala. i) j) pengembangan kawasan strategis Sorong dan Kaimana pengembangan minapolitan. g) pengembangan kawasan hutan Gunung Meja sebagai Kebun Raya Manokwari/ Ayambori. d) pengembangan kawasan minapolitan Weri.- 16 - b) pengembangan kawasan industri dan perdagangan di Arar Sorong. Pengembangan kawasan strategis Fak Fak dan Kaimana pengembangan perkebunan pala. Sorong. l) pengembangan agrowisata Kramomongga. Selain dari program dan kegiatan di atas dalam kawasan strategis telah ditetapkan beberapa program pendukung yang dapat mengungkit pertumbuhan wilayah dalam waktu yang cepat dan menyerap banyak tenaga kerja yang berasal dari masyarakat asli Papua. koridor Papua – kepulauan Maluku antara lain: a) pembangunan pabrik semen di Manokwari. g) pengembangan kawasan ekonomi khusus Teluk Bintuni. j) pengembangan pertanian dan peternakan terpadu di Bomberai. c) pengembangan kawasan ekonomi khusus Teluk Bintuni.

Pertanian – Kem. Kehutanan Kem. Kab. Perikanan Teluk Bintuni. Manokwari. ubi kayu. Kab. ikan) – Kem. Kab. Kab. Kab. Kelautan dan Teluk Wondama. Fak Fak. Maybrat – – Instansi Pelaksana (4) Kem. Tambrauw. Kab.- 17 - k) pengembangan kawasan strategis Raja Ampat sebagai pusat pengembangan Perikanan dan Pariwisata. Kab. – Kem. Raja Ampat. jagung. ikan) 2 Pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan (sagu. Kab. l) pengembangan objek wisata situs sejarah peradaban orang papua di Pulau Mansinam. Kab. Tambrauw. Program Pendukung Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Barat Program Ketahanan Pangan No Kegiatan Lokasi (3) Kawasan Terisolir : – Kab. sagu. Manokwari/ Ayambori. jagung. Raja Ampat. Kehutanan Kawasan Perdesaan : – Kem. Fak Fak. Kab. Sorong. Kab. Kab. Kab. Teluk Wondama. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Kab. padi. Manokwari. – BPPT Kaimana – Pemda 3. m) pengembangan kawasan hutan gunung Meja sebagai Kebun Raya DAFTAR RENCANA AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA 2011BARAT TAHUN 2011-2014 (1) A. Peningkatan … . Pertanian Kem. Sorong Selatan. Manokwari. Kab. Maybrat – Kawasan Perdesaan : Kab. Sorong Selatan. Kab. Perindustrian Sorong. Teluk Bintuni. Kelautan dan Perikanan Pemda (1) (2) 1 Peningkatan produksi tanaman pangan lokal (ubi jalar.

Kab. Sorong. Kab. Kab. Kab. Kelautan dan Perikanan – Kem. Kab. Perindustrian – Pemda 3. Kab. Pertanian – Kem. Kab. Teluk Bintuni. kehutanan. Kab. Teluk Bintuni. Sorong Selatan. Kab. Kab. Kop & UMKM – Pemda (2) No (1) (2) 1 Peningkatan kemampuan Masyarakat dalam Usaha Mikro. Kab. Fak Fak. Maybrat – Kem. Teluk Wondama. Kab. Kab. Sorong. Kab. Teluk Bintuni. Teluk Wondama. Fak Fak. Sorong Selatan. perkebunan. Kecil dan Menengah (UMKM) 2 Pengembangan usaha pertanian. perikanan. Manokwari. Kab. Kehutanan – Kem. Tambrauw. Pertanian/Pangan ke Kab. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. terpencil/terisolir Perdagangan Kawasan Perdesaan : – Pemda Kab. Kab. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Manokwari. Teluk Wondama. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Pertanian seluruh wilayah Tambrauw. Peningkatan … . Kaimana Program Penanggulangan Kemiskinan Kegiatan Lokasi (3) Kawasan Terisolir : Kab. Kaimana Instansi Pelaksana (4) – Kem. Sorong Selatan.No 3 Kegiatan 18 Lokasi Instansi Pelaksana Peningkatan distribusi hasil Kawasan Terisolir : – Kem. Kab. Manokwari. Tambrauw. Kab. Kab. Kab. peternakan dan industri rakyat – Kem. Raja Ampat. Raja Ampat. Sorong. Fak Fak. Kab. Raja Ampat.

Kab. Kelautan dan Perikanan Kem. Tambrauw. Nakertrans – Pemda 7. Kop & UMKM Kem. Kab. Raja Ampat. Sorong Selatan. Kab.No 3 Kegiatan Peningkatan permodalan UMKM usaha pertanian. Fak Fak. Kab. Kaimana 5 6 Peningkatan keterampilan dan keahlian masyarakat melalui Pendirian BLK Pertanian Pendampingan Pertanian melalui Penyediaan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kontrak – Kem. Kehutanan Kem. perikanan. Raja Ampat. Manokwari. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Kab. Teluk Bintuni. Sorong Selatan. Teluk Bintuni. Manokwari. Kab. Kab. Kab. Kab. Kop & UMKM Kem. Teluk Wondama. perkebunan. Kab. Kab. Kab. Kab. Teluk Wondama. perikanan. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. kehutanan. Kab. Pertanian – Kem. Sorong. Fak Fak. Kab. Perindustrian Pemda Kem. Kaimana Kawasan Strategis : Kab. Kelautan dan Perikanan Kem. Kab. Kab. Teluk Wondama. perkebunan. Pertanian Kem. Pengembangan … . Tambrauw. Teluk Bintuni. Kab. Kab. kehutanan. Sorong. Kab. Kaimana – – – – – – – – – – – – – – 4 Pendampingan dan Penyuluhan UMKM usaha pertanian. Perindustrian Pemda Kem. Raja Ampat. Kab. Kab. peternakan dan industri rakyat 19 Lokasi Instansi Pelaksana Kem. Sorong. Nakertrans Pemda Kawasan Terisolir : Kab. Kehutanan Kem. peternakan dan industri rakyat Kawasan Terisolir : Kab. Manokwari. Tambrauw. Pertanian Kem. Manokwari. Sorong Selatan. Fak Fak. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Sorong. Kota Sorong Kawasan Terisolir : Kab. Kab.

kehutanan. Sorong Selatan. Kelautan dan Perikanan Kem. perkebunan. Kab. Kaimana – – – – – – – – – – – – – – – 8 Distribusi dan Pemasaran hasil usaha pertanian. Fak Fak. Manokwari. Kab. perkebunan. Teluk Bintuni. Raja Ampat. peternakan dan industri rakyat Kawasan Terisolir : Kab. Kop & UMKM Kem. Raja Ampat. Teluk Bintuni. Teluk Wondama. Manokwari. Kab. perikanan. Kab. Pertanian Kem. Kab. Sorong. Kelautan dan Perikanan Kem. Sorong Selatan. Pertanian Kem. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. peternakan dan industri rakyat 20 Lokasi Instansi Pelaksana Kem. Kab. Maybrat Instansi Pelaksana – Kem. Kab. Teluk Wondama. Kab. Kab. Tambrauw. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Perindustrian Kem. Fak Fak. Kelautan dan Perikanan – Pemda No 1 Kawasan … . Tambrauw. Kab. Raja Ampat. PDT BPPT Pemda Kawasan Terisolir : Kab. perikanan. Kab. Kab. Perindustrian BPPT Pemda Kem. Kab. Kehutanan Kem. Tambrauw. Kaimana (3) Program Pengembangan Ekonomi Rakyat Kegiatan Pengembangan agroindustri Perikanan (tangkap dan budidaya laut/tawar) Lokasi Kawasan Terisolir : Kab. Kab. kehutanan. Kop & UMKM Kem. Kehutanan Kem. Kab. Kab. Sorong. Kab.No 7 Kegiatan Pengembangan Teknologi Tepat Guna usaha pertanian.

Sorong. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab.No Kegiatan 21 Lokasi Instansi Pelaksana – Kawasan Perdesaan : Kab. Sapi) Kab. Buah Merah) Kawasan Terisolir : Kab. Teluk Wondama. Raja Ampat. Manokwari. Kab. Kehutanan – Pemda – Kem. Kab. Kab. Sorong Selatan. Kaimana 3 Pengembangan Hasil Hutan (Kayu. Teluk Bintuni. Tambrauw. Kaimana 2 Pengembangan agroindustri Kawasan Terisolir : Peternakan (Ayam. Kab. Kaimana – Kem. Sorong Selatan. Kab. Kab. Teluk Wondama. Sorong Selatan. Kab. Teluk Wondama. Kab. Perindustrian – Pemda 5. Kab. Perindustrian – Kem. Kab. Kab. Kab. Fak Fak. Fak Fak. Teluk Bintuni. Tambrauw. Kab. Fak Fak. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Madu. Manokwari. Sorong. Sagu. Raja Ampat. Teluk Bintuni. Kab. Manokwari. Teluk Bintuni. Kab. Pengembangan … . Kab. Sorong Selatan. Sorong. Kab. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Manokwari. Sorong. Pertanian – Kem. Babi. Kab. Kab. Kaimana 4 Pengembangan agroindustri Hortikultura (Sayur dan Buah) Kawasan Perdesaan : Kab. Teluk Wondama. Kab. Fak Fak. Pertanian – Pemda – Kem. Kab.

Sorong. Kab. Pendidikan Nasional Pemda Kem. Pertanian Kem. Kab. Kab. kakao) 22 Lokasi Instansi Pelaksana Kem. Manokwari. Manokwari. Raja Ampat. Teluk Wondama. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Sorong Selatan. Manokwari. cengkeh. Kab. Teluk Bintuni. Pendidikan Nasional – Pemda 4. Kab. Kab. Pendidikan Nasional Pemda No 1 2 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kaimana Kawasan Perkotaan : Di seluruh ibukota kabupaten/kota di Prov. Kelautan dan Perikanan Pemda Kem. Sorong. Perindustrian Pemda Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Fak Fak. Teluk Bintuni. Kab. Kab. Kab. Teluk Wondama. Sorong. Perindustrian Kem. Kab. kelapa. Pendirian … . Kota Sorong (4) Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan Kegiatan Pendidikan dasar dan menengah gratis Lokasi – – – – Instansi Pelaksana Kem. Kab. Kaimana – – – – – – – 6 Pengembangan industri kecil dan kerajinan Kawasan Strategis : Kab. Kehutanan Kem. Kab. asrama Tambrauw.No 5 Kegiatan Pengembangan agroindustri perkebunan (kopi. Fak Fak. Papua Barat Peningkatan pendidikan dasar Kawasan Terisolir : dan menengah berpola Kab.Papua Barat 3 Pendirian sekolah unggulan – Kem. Kab. Kab. Sorong Selatan. pala.

Kab. Kab. Kab. Peningkatan … . Fak Fak. Teluk Bintuni. Teluk Bintuni. Fak Fak. Sorong Selatan. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Teluk Wondama. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Kab. Kab. Fak Fak – – – – 5 Pengadaan tenaga guru kontrak 6 Peningkatan kualitas kepala sekolah melalui pendidikan dan pelatihan. Manokwari. Sorong. Kab. Raja Ampat. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Pendidikan Nasional – Pemda 7 Pendirian Sekolah Pendidikan Keguruan – Kem. Kab. Manokwari. Pendidikan Nasional – Pemda 8. Kab. Sorong Selatan. Kab. Sorong. Sorong. Kab. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. studi lanjut dalam negeri dan luar negeri serta pemagangan di luar Papua – Kem. Teluk Bintuni. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Kab. Sorong Selatan. Fak Fak. Kab. Kab. Kab. Kab. Teluk Wondama. Pendidikan Nasional Pemda Kawasan Strategis : Kab. Raja Ampat. Manokwari. Fak Fak. Kab. Kota Sorong Kawasan Terisolir : Kab. Kota Sorong. Pendidikan Nasional Pemda Kem. Kab. Raja Ampat. Kab. Teluk Wondama.No 4 Kegiatan Pendirian Sekolah Menengah Kejuruan 23 Lokasi Instansi Pelaksana Kem. Tambrauw. Manokwari. Kaimana Kawasan Perkotaan: Manokwari. Tambrauw. Tambrauw.

No 8 Kegiatan Peningkatan kualitas PTN di Papua Barat melalui kerjasama dengan PTN unggul di luar Papua Peningkatan kualitas Perguruan Tinggi Swasta di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat 24 Lokasi Instansi Pelaksana Kem. Kesehatan – Pemda No 1 2 Asuransi Kesehatan Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kaimana Instansi Pelaksana – Kem. Raja Ampat. Fak Fak (5) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keliling Lokasi Kawasan Terisolir : Kab. Fak Fak. Teluk Bintuni. Kab. Papua Barat Kawasan Terisolir : Kab. Kota Sorong. Kab. Raja Ampat. Tambrauw. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Kab. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Manokwari. Kesehatan – Pemda – Kem. Kab. Kab. Manokwari – – – – 9 Kawasan Perkotaan: Manokwari. Kab. Maybrat – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Pendidikan Nasional Pemda Kem. Tambrauw. Pendidikan Nasional Pemda Kawasan Perkotaan : Kab. Teluk Wondama. Sorong Selatan. Kab. Kab. Sorong. Kesehatan – Pemda 3 Pelayanan Kesehatan Gratis dan Bebas Biaya Rawat Inap Untuk Pasien kelas 3 RSUD Pendirian Sekolah Kebidanan/keperawatan 4 Kawasan … .

Kab. Kab. Fak Fak. Raja Ampat. Sorong. Kab. Kaimana 5 Pengadaan Dokter Spesialis melalui Kontrak Kawasan Terisolir : Kab. Kaimana – Kem. Kesehatan – Pemda 7 8. Kab. Kab. Manokwari. Kaimana 6 Pendirian Rumah Sakit Rujukan di Sorong dan Manokwari Peningkatan jumlah Puskesmas Pembantu Kawasan Perkotaan : Kab.No Kegiatan 25 Lokasi Instansi Pelaksana – Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Teluk Bintuni. Sorong Selatan. Kab. Kab. Manokwari. Kab. Fak Fak. Kab. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Sorong. Kab. Fak Fak. Kab. Sorong. Teluk Wondama. Sorong. Kab. Manokwari. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Manokwari Kawasan Terisolir : Kab. Sorong Selatan. Teluk Wondama. Sorong Selatan. Tambrauw. Kab. Kab. Teluk Bintuni. Kesehatan – Pemda – Kem. Kab. Raja Ampat. Kesehatan – Pemda – Kem. Peningkatan … . Teluk Bintuni. Tambrauw. Kab. Teluk Wondama. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab.

dan TBC) 13 Pendirian Pusat Pelayanan Malaria (Malaria Centre) 9 – Kem. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Kesehatan – Pemda – Kem. Teluk Bintuni. Kesehatan – Pemda – Kem. Sorong. Kesehatan – Pemda – Kem. Kab. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Teluk Wondama.000 unit rumah rakyat sehat dan layak huni Lokasi Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pembangunan … . Sorong Selatan. Kab. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Manokwari. Kab. Kesehatan – Pemda (6) Program Pengembangan Infrastruktur Dasar Kegiatan Penyediaan 250. Sosial – Pemda No 1 2.No 8 Kegiatan Peningkatan jumlah Puskesmas Perawatan 26 Lokasi Instansi Pelaksana – Kem. Fak Fak. Kaimana Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Instansi Pelaksana – Kem. Kesehatan – Pemda – Kem. Kab. Papua Barat Peningkatan Status Gizi Siswa melalui PMTAS (Program Makanan Tambahan Anak Sekolah) 10 Penyuluhan kesehatan lingkungan (sanitasi lingkungan) 11 Peningkatan Kapasitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kab/ Kota di Provinsi Papua Barat 12 Pemberantasan penyakit menular (Malaria. Raja Ampat. Tambrauw. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. Kab. Kab. PU – Kem. HIV AIDS. Kesehatan – Pemda Kawasan Terisolir : Kab.

Kab. Tambrauw. Sorong. Kaimana Kawasan Perdesaan : Kab. Kab. Teluk Wondama. PU – Pemda 8.Mega Pembangunan jalan Bintuni – Susumuk 27 Lokasi Instansi Pelaksana – Kem Kehutanan – Kem. Fak Fak. Kab. Kab. Manokwari. Kehutanan – Kem. Kab. PU – Pemda – Kem. Raja Ampat. Kab. Manokwari Kawasan Pedesaan: Kab Bintuni.Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. kab. PU – Pemda Kawasan Strategis : Kab. Teluk Bintuni. Teluk Bintuni. Kab. Kab. Sorong Selatan 3 4 Pembangunan jalan Mameh – Windesi .No 2 Kegiatan Pembangunan dan peningkatan jaringan jalan Manokwari – Sorong Makbon . Kab. Teluk Wondama. PU – Pemda – Kem. Kab. Teluk Wondama. PU – Pemda – Kem. Sorong. Fak Fak Kawasan Terisolir : Kab. Manokwari. Tambrauw. Sorong Selatan. Kab. Kehutanan – Kem. Kaimana 6 Pembangunan irigasi dan pencetakan sawah 7 Peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan air bersih di seluruh wilayah – Kem. Kab. Kehutanan – Kem.Wasior Kawasan Pedesaan: Kab Manokwari. Pembangunan … . Kab. Kab. Kab. Teluk Wondama 5 Pembangunan jalan Bomberai – Windesi . Fak Fak. Kab.Kaimana Kawasan Pedesaan: Kab. Sorong Selatan. PU – Pemda – Kem.

Kota Sorong Kawasan Terisolir : Kab. Perhubungan – Pemda 10 Pembangunan dan Peningkatan Pelabuhan Laut 11 Penyediaan Sumber Energi Seluruh Kawasan : alternatif terbarukan (PLTMH. ESDM – Pemda 13 Pembangunan PLTU di Manokwari dan Sorong 14 Pemanfaatan potensi sumber daya mineral bagi kesejahteraan masyarakat – Kem. Seluruh PLTS) Kabupaten/Kota di Prov. Sorong Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. ESDM – Pemda – Kem. Peningkatan … . ESDM – Pemda 15. Perhubungan – Pemda – Kem. Manokwari. Fak Fak – Kem. Raja Ampat Kawasan Perdesaan : Kab. Sorong Selatan. Kab. Teluk Wondama. Kaimana. Manokwari dan Kab. Fak Fak. Kaimana 9 Peningkatan Kapsitas Infrastruktur Layanan Jasa Penerbangan Bandara Udara Manokwari dan Sorong Perkotaan: Kawasan Perkotaan Kab. Kab. Perhubungan – Pemda Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Papua Barat 12 Peningkatan jaringan distribusi PLN Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kab. ESDM – Pemda – Kem. Kab. Kab. Papua Barat – Kem. Teluk Bintuni. Papua Barat Kab.No 8 Kegiatan Pembangunan dan peningkatan lapangan udara perintis 28 Lokasi Instansi Pelaksana – Kem. Manokwari. Kab. Raja Ampat Kawasan Perdesaan : Kab. Sorong.

Sorong. Kab. Kab. Kab. Kab. Kaimana 16 Peningkatan keterjangkauan informasi seluler melalui kerjasama operator seluler (swasta) – Kem. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Kab. Teluk Bintuni. Kab. Kab. Kab. Manokwari. Manokwari. Kominfo – Pemda 17 Peningkatan pelayanan melalui pemberian izin kepada swasta di bidang penerbangan – Kem.No Kegiatan 29 Lokasi Instansi Pelaksana – Kem. Kab. Kab. Pemberian … . Kominfo – Pemda 15 Peningkatan aksesibilitas komunikasi di wilayah terisolir/terpencil/perbatasan negara Kawasan Terisolir : Kab. Sorong. Kab. Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Teluk Bintuni. Teluk Wondama. Fak Fak. Raja Ampat. Kab. Kaimana Kawasan Terisolir : Kab. Sorong Selatan. Perhubungan – Pemda (7) Program Pemihakan Terhadap Masyarakat Asli Tanah Papua Kegiatan Pemberian kesempatan dan kuota bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk menjadi anggota TNI Pemberian kesempatan dan kuota bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk menjadi anggota Polri Lokasi Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Teluk Wondama. Kab. Kab. Kab. Tambrauw. Fak Fak. Papua Barat Instansi Pelaksana Pemda No 1 2 – Pemda 3. Raja Ampat Kawasan Perdesaan : Kab. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Sorong Selatan. Kab Maybrat Kawasan Perdesaan : Kab. Raja Ampat. Fak Fak. Kab. Teluk Bintuni.

No 3 Kegiatan Pemberian kesempatan dan kuota bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk sekolah Akmil dan Akpol Pemberian kesempatan dan kuota bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk sekolah pilot Pemberian fasilitas bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk pengembangan bakat/potensi olahraga Pemberian beasiswa dan kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi di PTN unggul di Luar Papua Barat Pemberian beasiswa dan kouta bagi siswa berprestasi di PTN Fak.Pehubunga n – Pemda – Kem.Diknas* – Pemda – Kemendagri – Kem. PAN dan RB – Pemda – Kemkeu – Pemda – Kemendagri – Pemda – BPS – Pemda – BPN – Pemda Pemberian kesempatan bagi Putra/Putri Asli Papua Barat untuk menjadi PNS diwilayah lain di luar Papua Barat 9 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STAN 10 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di STPDN 11 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Statistik 12 Pemberian kuota bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan 8 8.Diknas* – Pemda – Kem. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Program … . Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kedokteran 30 Lokasi Instansi Pelaksana – Kemhan – Pemda – Kem.Diknas* – Pemda 4 5 6 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat 7 – Kem. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov.

dalam rangka membangun kesepahaman bidang politik dan budaya Lokasi Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. PU – Pemda – BPN – Kem.(8) Program 31 Pemanfaatan Ruang dan Penguatan dan Pengelolaan Pertanahan Kegiatan Percepatan penetapan RTRW Kab/Kota Pengendalian No 1 Lokasi Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat – – – – Instansi Pelaksana Kemendagri Kemhan Polri Pemda No 1 2 – Kemendagri – Kemhan – Pemda 3. Sosial – Kem. PU Bappenas Kemendagri Pemda 2 3 Penyusunan dan penetapan Masterplan Kawasan Strategis Dilenisasi/pemetaan tanah terhadap hak ulayat – Kem. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Kehutanan – Pemda 4 Sertifikasi tanah non ulayat 5 Penyelesaian sengketa pertanahan (9) Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Kegiatan Pemetaan masalah sumber konflik antara Pemerintah dengan masyarakat Pendekatan terhadap kelompok-kelompok masyarakat Tanah Papua. Manokwari. Sosial – Kem. Papua Barat Kab. Kehutanan – Pemda – BPN – Kem. Kota Sorong Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Sosial – Kem. Sorong. Kehutanan – Pemda – BPN – Kem. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Penyusunan … . Kab. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat – – – – Instansi Pelaksana Kem.

dan Pelaporan Keuangan) Penyusunan dokumen perencanaan Lokasi Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat 4 Penyiapan mekanisme penyelesaian bersama masalah-masalah sosial politik dan sosial budaya dalam kerangka NKRI (10) Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Kegiatan Penetapan Peraturan Turunan (Operasional) dari UU Nomor 21/2001 2001 (Peraturan Pemerintah.No 3 Kegiatan Penyusunan rencana kebijakan politik dan budaya 32 Lokasi Instansi Pelaksana – Kemendagri – Kemhan – Pemda – – – – Kemendagri Kemhan Polri Pemda Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pendirian … . Papua Barat – – – – – – – – Bappenas Kemendagri Kemkeu BPKP UKP4 Pemda Bappenas Pemda 5 Peningkatan kemampuan SDM aparatur pengadaan barang dan jasa pemerintah – LKPP – Pemda 6. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Perencanaan. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Instansi Pelaksana – Kemendagri – Pemda No 1 2 – Kemendagri – Pemda 3 4 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Perdasus) Peningkatan koordinasi antartingkat pemerintahan (Pusat-Provinsi-Kab/Kota) Pendidikan dan peningkatan kualitas SDM Aparatur (Kepamongprajaan. Peraturan Menteri.

Kab/Kota. Raja Ampat 10 Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Manokwari. Manokwari. Perindustrian – Perdagangan – Pemda Lokasi 3. Papua Barat Kab. Sorong. Sorong) Evaluasi berbagai Peraturan Daerah yang menghambat pembangunan (investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat) Percepatan Pembentukan Kota Manokwari sebagai Daerah Otonomi Baru di Ibu Kota Provinsi Papua Barat Evaluasi terhadap pemekaran wilayah Prov. Manokwari 7 – Kemendagri – Pemda 8 – Kemendagri – Pemda – Kemendagri – Pemda 9 Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Kab.PAN dan RB – Kemendagri – Pemda – BNPP – Kemendagri – Pemda B. Mimika. Kota Sorong Kawasan Strategis: – BKPM Kab. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Pengembangan … 2 . – Pemda Kab.No 6 Kegiatan Pendirian sekolah kepamongprajaan (STPDN di Jayapura. Sinergi Kawasan Strategis dengan MP3EI No 1 Kegiatan Pemberian kemudahan berinvestasi (insentif investasi) Pengembangan kawasan industri dan Perdagangan di Arar Sorong Instansi Pelaksana Kawasan Strategis : – BKPM Kab. Sorong – Kem. bersih dan berwibawa 11 Peningkatan penanganan di wilayah perbatasan negara – Kem. Kecamatan 33 Lokasi Instansi Pelaksana – Kemendagri – Pemda Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat Seluruh Kawasan : Seluruh Kabupaten/Kota di Prov.

Raja Ampat pengembangan Perikanan dan Pariwisata Pengembangan Kawasan Hutan Gunung Meja sebagai Kebun Raya Manokwari/Ayambori Pembangunan Pabrik Semen di Manokwari Kawasan Strategis: Kab. Fak Fak. Manokwari 5 6 7 8 9 Pengembangan peternakan terpadu di Kebar Kawasan Strategis: Kab. Perindustrian Perdagangan Pemda BKPM Kem. Kab. pertanian – Pemda 10 Pengembangan pertanian dan peternakan terpadu di Bomberai Kawasan Strategis: Kab. Teluk Bintuni – – – – – – – – – – – – – – – Instansi Pelaksana BKPM Kem. Fak Fak 11. Manokwari Kawasan Strategis: Kab. pertanian – Pemda – BKPM – BUMN – Kem. Budpar Pemda 4 Pengembangan Kawasan Strategis Kawasan Strategis: Sorong dan Kaimana sebagai Kab. Manokwari – BKPM – BUMN – Kem. pusat pengembangan Kaimana Perkebunan Pala Pengembangan Kawasan Strategis Kawasan Strategis: Raja Ampat sebagai pusat Kab. Perindustrian – Pemda – BKPM – BUMN – Kem. pusat pengembangan Kaimana Minapolitan Pengembangan Kawasan Strategis Kawasan Strategis: Fak Fak dan Kaimana sebagai Kab.No 3 Kegiatan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Bintuni 34 Lokasi Kawasan Strategis: Kab. Kelautan Perikanan Kem. Kelautan Perikanan Pemda BKPM Kem. Sorong. Pertanian Pemda Kem. Budpar Pemda Kem. Pengembangan … . Kab.

Kelautan dan Perikanan Pemda BKPM BUMN Kem. Pengembangan Migas menjadi pilar yang kuat dalam pertumbuhan Provinsi Papua Barat Kawasan Strategis: Kab. pertanian Pemda Kem. Teluk Bintuni – Kem. Budpar Pemda 11 Pengembangan Kawasan Minapolitan Weri 12 Pengembangan Agrowisata Kramomongga Kawasan Strategis: Kab. Fak Fak 13 Pengembangan Objek Wisata Situs Sejarah Peradaban Orang Papua di Pulau Mansinam.No Kegiatan 35 Lokasi Kawasan Strategis: Kab. Fak Fak – – – – – – – – – – Instansi Pelaksana BKPM BUMN Kem. H. ttd. Retno Pudji Budi Astuti . SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Deputi Bidang Perekonomian. ttd. Manokwari Kawasan Strategis: Kab. ESDM – Pemda PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. DR. Sorong dan Kab. Manokwari 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful