Anda di halaman 1dari 7

A.

MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

TANAH DAN NUTRISI TUMBUHAN

A. Nutrisi Tumbuhan

Organik Anorganik

Terutama bersumber dari TANAH

Sbg bahan baku Sbg perantara / bagian dari proses yang berlangsung pada tumbuhan.
Makronutrien dibutuhkan dlm jumlah banyak (C,H,O,P,K,N,S,Ca,Fe,Mg) dibutuhkan dlm jumlah sedikit (Mn,B,Cu,Zn,Cl,Mo)

Nutrisi
Mikronutrien

B. Tanah Fungsi Tanah bagi Tumbuhan: Media tumbuh dan tempat melekatkan akar Sumber nutrisi Tekstur dan Struktur Tanah

Pasir (sand)
Tekstur ditentukan oleh partikel-partikel

Debu (silt)

Liat (clay)
tanah ukuran yang membangun tanah

Tanah

tersebut, yakni pasir (2 - 0,02 mm), debu (0,02 0,002 mm), dan liat (<0,002 mm). Campuran ketiga komponen partikel tanah tersebut dalam jumlah atau porsi yang sama disebut loam : debu 40%, pasir 40%, liat 20%.

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

STRUKTUR TANAH SAND Kasar Tidak kompak, kecuali jika basah CO2 (atmosfir tanah) banyak Daya ikat nutrien rendah Rentan terhadap kekeringan SILT Tidak terasa kasar Tidak memperlihatkan kekenyalan/ kelengketan Kadar nutrisinya lebih baik dari pasir CO2 (atmosfir tanah) lebih sedikit dari pasir Mudah hanyut oleh air yang mengalir - sangat erosif. CLAY Lebih halus Kenyal Daya ikat nutrien tinggi CO2 (atmosfir tanah) kurang, karena Permukaan pori kecil

Setiap horizon tanah memiliki sifat fisik dan kimia yang spesifik: Horizon O (serasah permukaan): bahan organik (misalnya, Segar daun, atau membusuk lumut)

ranting,

akumulasi di tanah. Horizon A (top soil): lapisan tanah atas memegang sebagian besar bahan

organik dan sebagian besar air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk

kehidupan. Infiltrasi: air merembes ke bawah melalui tanah. tergantung tanaman. Horizon E: Zona pencucian terjadi. Pencucian: Proses mengambil air dan ,

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

nutrisi lalu membawanya ke tanah yang lebih dalam. Horizon B (subsoil): Zona yang sering berisi akumulasi mineral serta beberapa bahan organik. Horizon C (parent material): Zona ini terdiri dari bahan induk batuan yang mengalami pelapukan dan menjadi tanah 1. Komponen tanah Mineral, organik tanah, air (larutan tanah), atmosfir tanah, organisme tanah 2. Air tanaha. Air kapiler: air di antara pori tanah b. Air gravitasi: genangan air kapiler di dalam tanah karena gravitasi c. Air higroskopis: air yang diikat partikel tanah d. Air kimia: air yang terikat secara kimiawi dengan tanah 3. Kapasitas lapang daya tampung air maksimal tanah dalam kondisi lapang

Gambar 1 A) Kadar air pada titik kelayuan, B) Kapasitas lapang, C) Air gravitasi

4. Cation Exchange Capacity (CEC) Kapasitas Tukar Kation .


Kapasitas Tukar Kation (KTK) atau Cation Exchange Capacity (CEC) merupakan jumlah total kation yang dapat dipertukarkan (cation exchangable) pada permukaan koloid yang bermuatan negatif. Satuan hasil pengukuran KTK adalah milliequivalen kation dalam 100 gram tanah atau me kation per 100 g tanah.

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

Ketersediaan air dan mineral: 1. Ion positif seperti K+, Ca+, Mg+ terikat dengan sisi negatif partikel tanah. 2. Partikel liat mencegah pencucian nutrien mineral jika hujan. 3. NO2-, H2PO4-, SO4- tidak terikat kuat dengan partkel tanah. 5. Gejala defisiensi kekurangan unsur hara Ex: klorosis = kadar klorofil rendah. Klorosis (chlorosis) adalah keadaan jaringan tumbuhan, khususnya pada daun, yang kekurangan klorofil, sehingga tidak berwarna hijau, melainkan kuning atau pucat hampir putih. Klorosis sering kali merupakan petunjuk terjadinya kekurangan hara atau serangan penyakit yang dialami oleh tumbuhan. Klorosis tidak selalu diikuti oleh kematian jaringan, meskipun ketiadaan klorofil akan mengakibatkan jaringan kekurangan pasokan energi.
Ketika tumbuhan kekurangan unsur ini, maka unsur mobil yang ada di dalam tanaman akan bergerak ke daerah yang lebih membutuhkan (jaringan muda) sehingga yang tua akan layu Ketika tumbuhan kekurangan unsur ini, maka bagian tumbuhan yang lebih membutuhkan akan mengalami defisiensi, karena unsur immobil yang ada di dalam tanaman tidak bergerak ke daerah yang lebih membutuhkan (jaringan muda) unsur tersebut sehingga jaringan akan layu

Mobil

Defisiensi unsur

Immobil

Gejala Defisiensi Unsur Mobil:

Magnesium, terjadi klorosis diantara tulang daun, dapat timbul warna cerah dari pigmen merah , jingga, kuning atau merah ungu, pada defisiensi yang parah akan timbul daerah atau bintik nekrosis. Gejala ini biasanya terlihat pada daun tua, diantara tulang daun terlihat klorosis, perubahan warna daun menjadi kuning, dan terdapat bercak-bercak warna coklat pada daun tetapi tulang daun tetap berwarna hijau, dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan kuncup bunga. Kalium (K), bintik klorosis yang khas pada daun dewasa, lalu merambat ke daun yang lebih muda, daerah nekrotik berkembang sepanjang tepi daun hingga

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

ujung sehingga daun menjadi kering, hitam dan angus. Pertumbuhan roset atau semak, pertumbuhan batang tereduksi, menadi lemah, mudah terserang penyakit Nitrogen (N), pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning dan mengering lalu daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas. Terbentuknya antosianin pada batang, tulang daun, tangkai daun sehingga berwarna merah atau merah ungu. Fosfor (P), pertumbuhan terhambat atau kerdil dan daun menjadi hijau tua, tanaman tidak menghasilkan bunga dan buah, jika sudah terlanjur berbuah ukuranya kecil, jelek dan cepat matang. Sulfur (S), Gejala kekurangan sulfur pada tanaman mirip dengan gejala kekurangan nitrogen. Misalnya daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata, tanaman kurus dan kerdil atau perkembangannya sangat lambat Molibdenum (Mo), daun berubah warna, keriput dan melengkung seperti mangkok, muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti. Gejala Defisiensi Unsur Immobil: Kalsium (Ca), menghambat pembentukan dinding sel baru sehingga pembelahan selpun terhambat, batang dan petiolus menjadi rapuh, terjadi klorosis di sepanjang tepi daun muda, ujung daun bengkok, pembentukan akar tertahan. Besi (Fe), Warna daun akan pudar dan menjadi kering lalu menjadi keriput, pada ujung daun menjadi terkikis tetapi urat-urat daun masih tetap hijau, dapat menimbulkan korosi, lembaran daun menjadi kuning/pucat. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Boron (B), matinya meristem dan gagalnya perbungaan, daun cenderung menjadi tebal, berwarna lebih gelap dan kerdil. Tembaga (Cu), Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan Cu yaitu daun muda akan menguning, pertumbuhannya akan tertekan kemudian berubah memutih, sementara itu daun-daun tua akan gugur. Kekurangan Cu pada padi ditunjukan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya yang mengering. Seng (Zn), klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tidak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal. Mangan (Mg), Mobilitas mangan adalah kompleks tergantung pada spesies dan umur tumbuhan, sehingga awal gejalanya dapat dilihat pada daun tua maupun muda dan dapat berupa bintik nekrotik pada daun.

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

Gambar 2. Defisiensi unsur mobil, daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata, tanaman kurus dan kerdil atau perkembangannya sangat lambat. Berdasarkan tanda-tanda di atas. Kemungkinan tanaman ini mengalami defisiensi unsur Nitrogen atau Sulfur

Gambar 3. Defisiensi unsur immobil, Seng (Zn), ukuran daun menjadi lebih kecil, sempit dan menebal, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan warna kuning diantara tulang daun,

A. MARYAM MOGANA_091404023

Materi Kuliah, Sabtu, 2 April 2011

SUMBER Sasmitamihardja, Dardjat. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: FMIPA ITB Website: http://ediskoe.blogspot.com/ http://kesuburankelasb.blogspot.com/ http://acehcekgu.blogspot.com/ http://www.dnr.state.oh.us/tabid/8637/Default.aspx http://www.uwsp.edu/geo/faculty/lemke/geog101/index.html