Anda di halaman 1dari 51

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES


LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/ DECEMBER 31, 2009 AND 2008

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2009
ASET Aset lancar Kas dan setara kas Piutang usaha - Pihak ketiga - bersih - Pihak hubungan istimewa Piutang lainnya - Pihak ketiga - Pihak hubungan istimewa Persediaan - bersih Pajak dibayar di muka Uang muka pembelian tembakau Beban dibayar di muka dan aset lainnya Jumlah aset lancar Aset tidak lancar Aset pajak tangguhan Penyertaan saham Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp2.099.422 pada tahun 2009 (2008: Rp1.725.765) Tanah untuk pengembangan Goodwill - bersih Aset lainnya - bersih Jumlah aset tidak lancar JUMLAH ASET

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 2008
ASSETS Current assets Cash and cash equivalents Trade receivables Third parties - net Related parties Other receivables Third parties Related parties Inventories - net Prepaid taxes Advance for purchase of tobacco Prepaid expenses and other assets Total current assets Non-current assets Deferred tax assets Investments in shares Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp2,099,422 in 2009 (2008: Rp1,725,765) Land for development Goodwill - net Other assets - net Total non-current assets TOTAL ASSETS

527,681 447,361 48,658 25,325 198,758 9,539,067 472,741 1,295,793 133,259 12,688,643

3,23 4,23 22 23 22 5 24

499,362 116,591 16,347 405,328 167,096 7,657,848 470,490 1,547,275 156,950 11,037,287

63,226 20,587

11 6

74,435 22,373

4,310,194 175,772 275,167 182,858 5,027,804 17,716,447

7 8 11

4,329,506 175,689 313,014 181,515 5,096,532 16,133,819

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan Halaman 1/1 Page

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2009
KEWAJIBAN Kewajiban jangka pendek Pinjaman jangka pendek - Pihak ketiga - Pihak hubungan istimewa Hutang usaha - Pihak ketiga - Pihak hubungan istimewa Hutang lainnya - Pihak ketiga - Pihak hubungan istimewa Hutang pajak Hutang cukai Beban yang masih harus dibayar dan kewajiban estimasian Hutang dividen Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Hutang obligasi - Hutang sewa pembiayaan Jumlah kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Pinjaman jangka panjang - Hutang sewa pembiayaan Pendapatan tangguhan Kewajiban imbalan pasca-kerja Jumlah kewajiban jangka panjang HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham Modal dasar - 6.300.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 4.383.000.000 saham biasa Tambahan modal disetor Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan Saldo laba - Dicadangkan - Belum dicadangkan Jumlah ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 9 653,164 94,002 220,388 267,752 76,890 187,755 864,402 2,827,137 839,252 657,450 22,23 10,23 22 23 22 11 12 13,23 21 14 58,838 6,747,030 19,161 76,340 44,593 363,398 503,492 4,309 11 14 999,625 66,833 7,642,207 27,506 112,699 57,211 243,961 441,377 2,339 986,773 149,366 325,294 171,045 99,316 954,540 2,501,174 906,111 482,130

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 2008
LIABILITIES Current liabilities Short-term borrowings Third parties Related party Trade payables Third parties Related parties Other payables Third parties Related parties Taxes payable Excise tax payable Accrued expenses and provisions Dividends payable Long-term debts maturing in one year Bonds payable Obligations under finance leases Total current liabilities Non-current liabilities Deferred tax liabilities Long-term debts Obligations under finance leases Deferred revenue Post-employment benefit obligations Total non-current liabilities MINORITY INTEREST EQUITY Share capital Authorised capital - 6,300,000,000 ordinary shares with par value of Rp100 (full Rupiah) per share Issued and fully paid 4,383,000,000 438,300 ordinary shares 42,077 Additional paid-in capital 658,094 (29,721) 90,000 6,849,146 8,047,896 16,133,819 Cumulative translation adjustments Difference in equity transactions of subsidiaries Retained earnings Appropriated Unappropriated Total equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

20

438,300 42,077 614,275 (29,721) 90,000 9,306,685 10,461,616 17,716,447

15

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan Halaman 1/2 Page

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali laba bersih per saham dasar)
2009 Penjualan bersih Beban pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Penjualan Umum dan administrasi Jumlah beban usaha Laba operasi (Beban)/penghasilan lainnya Laba penjualan aset tetap Penghasilan bunga Beban pembiayaan Amortisasi goodwill Beban penurunan nilai aset Beban kurtailmen dari program pensiun Lain-lain - bersih Beban lainnya - bersih Bagian laba/(rugi) bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan - Kini - Tangguhan Beban pajak penghasilan - bersih Laba konsolidasi sebelum hak minoritas Hak minoritas Laba bersih Laba bersih per saham dasar (Rupiah penuh) dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar sebesar 4.383.000.000 saham 38,972,186 27,737,465 11,234,721 7,18,20,22 3,148,441 788,513 3,936,954 7,297,767 54,731 50,327 (166,606) (37,847) (4,487) 19,335 (84,547) 246 7,213,466 11 2,121,292 2,864 2,124,156 5,089,310 1,971 5,087,339 1,925,005 (24,836) 1,900,169 3,897,120 1,840 3,895,280 6,16 16 7 22 19,22 8 20 2,955,457 804,559 3,760,016 6,225,233 18,844 37,423 (166,846) (37,847) (69,403) (145,391) (64,533) (427,753) (191) 5,797,289 Catatan/ Notes 16,22 7,16,17 22,24

CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, except basic earnings per share)
2008 34,680,445 24,695,196 9,985,249 Net sales Cost of goods sold Gross profit Operating expenses Selling General and administrative Total operating expenses Operating income Other (expenses)/income Gain on sale of fixed assets Interest income Financing costs Goodwill amortisation Assets impairment expense Curtailment of pension plan Miscellaneous - net Other expenses - net Share of results/(losses) of associates Profit before income tax Income tax expense Current Deferred Income tax expense - net Consolidated profit before minority interest Minority interest Net income

1,161

Basic earnings per share (full Rupiah) calculated based on outstanding weighted average number of shares of 889 4,383,000,000 shares

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan Halaman 2 Page

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan/ Cumulative translation adjustments Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/ Difference in equity transaction s of subsidiaries

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah)

Catatan/ Notes

Modal saham/ Share capital

Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital

Selisih penilaian kembali aset tetap/ Fixed assets revaluation reserve

Saldo laba dicadangkan/ Retained earnings appropriated

Saldo laba belum dicadangkan/ Retained earnings unappropriated

Jumlah/ Total

Saldo 1 Januari 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Reklasifikasi sehubungan dengan penerapan PSAK 16 (Revisi 2007) Laba bersih Dividen Saldo 31 Desember 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Laba bersih Dividen Saldo 31 Desember 2009 21 21

438,300 438,300

42,077 42,077

624,320 33,774 658,094

(29,721) (29,721)

16 (16) -

90,000 90,000

6,898,550 16 3,895,280 (3,944,700) 6,849,146

8,063,542 33,774 3,895,280 (3,944,700) 8,047,896

Balance at January 1, 2008 Cumulative translation adjustments Reclassification from adoption of SFAS 16 (Revised 2007) Net income Dividends Balance at December 31, 2008 Cumulative translation adjusments Net income Dividends Balance at December 31, 2009

438,300

42,077

(43,819) 614,275

(29,721)

90,000

5,087,339 (2,629,800) 9,306,685

(43,819) 5,087,339 (2,629,800) 10,461,616

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan Halaman 3 Page

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah)
2009 Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada - Pemasok - Karyawan Pajak dan cukai Beban pembiayaan Penghasilan bunga Kegiatan usaha lainnya Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Penerimaan dari penjualan - Aset tetap - Saham anak perusahaan Pembayaran untuk pembelian aset tetap Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan Penerimaan dari - Pinjaman jangka pendek - Pinjaman pihak hubungan istimewa Pembayaran kembali - Pinjaman jangka pendek - Hutang obligasi - Sewa pembiayaan Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham Pemberian pinjaman kepada pihak hubungan istimewa Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Kenaikan/(penurunan) bersih kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun terdiri dari - Kas dan setara kas - Cerukan Jumlah Transaksi non kas Kapitalisasi beban pembiayaan ke aset dalam penyelesaian Perolehan aset tetap melalui sewa pembiayaan 42,175,778 (15,441,090) (2,093,805) (20,245,308) (166,926) 50,327 26,620 4,305,596

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah)
2008 Cash flows from operating activities 38,529,830 Cash receipts from customers Cash payments to (12,648,231) Suppliers (2,008,759) Employees (18,940,392) Taxes and excise tax (211,670) Financing costs 37,422 Interest income (13,087) Other operating activities 4,745,113 Net cash flows provided from operating activities

Catatan/ Notes

81,512 (575,183) (493,671)

Cash flows from investing activities Proceeds from sale of 47,934 Fixed assets 155,337 Shares in subsidiary Payments for purchases of (1,194,954) fixed assets Net cash flows used in (991,683) investing activities Cash flows from financing activities Proceeds from 7,557,385 Short-term borrowings Receipt of loan from related party Repayments of (8,521,274) Short-term borrowings Bonds payable (60,711) Finance leases (3,462,570) (154,931) (4,642,101) (888,671) 401,260 (487,411) Dividends paid to shareholders Placement of loan to related party Net cash flows used in financing activities Net increase/(decrease) in cash and cash equivalents Cash and cash equivalents at the beginning of the year Cash and cash equivalents at the end of the year

9,762,595 281,699 (9,668,593) (1,000,000) (69,282) (2,454,480) (301,936) (3,449,997) 361,928 (487,411) (125,483) 14 21

527,681 (653,164) (125,483)

3 9

Cash and cash equivalents at the end of the year comprises 499,362 Cash and cash equivalents (986,773) Overdraft (487,411) Total Non-cash transactions Capitalisation of financing costs to construction in progress Acquisition of fixed assets using finance leases

32,668

7,19 7

59,198 84,168

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan Halaman 4 Page

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Perusahaan) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963 berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H., No. 69. Akta Pendirian Perusahaan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 Nopember 1964, Tambahan No. 357. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 107 tanggal 15 Desember 2009 dalam rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0006503.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 26 Januari 2010. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan produksi rokok secara komersial telah dimulai pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan dengan dibentuknya NVBM Handel Maatschapij Sampoerna. Perusahaan berkedudukan di Surabaya, dengan kantor pusat berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Pandaan, Malang dan Karawang. Perusahaan juga memiliki kantor perwakilan korporasi di Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2009, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan anak perusahaan (bersamasama disebut Grup) memiliki kurang lebih 28.300 orang karyawan tetap (2008: 28.800 orang). Pada tahun 1990, Perusahaan melakukan penawaran umum saham sebanyak 27.000.000 lembar dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp12.600 (Rupiah penuh) per saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah melaksanakan transaksi-transaksi yang berkaitan dengan modal saham sebagai berikut: 1.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
GENERAL INFORMATION PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (the Company) was established in Indonesia on October 19, 1963 based on Notarial Deed No. 69 of Anwar Mahajudin, S.H. The Deed of Establishment of the Company was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia by virtue of Decision Letter No. J.A.5/59/15 dated April 30, 1964, and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 94 dated November 24, 1964, Supplement No. 357. The Articles of Association of the Company have been amended several times, lastly by Notarial Deed No. 107 of Aulia Taufani, S.H., dated December 15, 2009 in order to comply with Law Number 40 of 2007 regarding Limited Liability Companies. This Articles of Association amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of Decision Letter No. AHU-0006503.AH.01.09.Year 2010 dated January 26, 2010. The scope of activities of the Company comprises manufacturing and trading of cigarettes and investing in other companies. The Company started its commercial operations in 1913 in Surabaya, as a home industry. In 1930, this home industry was officially organised under the name of NVBM Handel Maatschapij Sampoerna. The Company is domiciled in Surabaya, with its head office located in Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya, and its plants are located in Surabaya, Pandaan, Malang and Karawang. The Company also has a corporate office in Jakarta. As at December 31, 2009, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. and subsidiaries (together the Group) had approximately 28,300 permanent employees (2008: 28,800 employees). In 1990, the Company made a public offering of its 27,000,000 shares with a par value of Rp1,000 (full Rupiah) per share through the Indonesia Stock Exchange at the offering price of Rp12,600 (full Rupiah) per share. Since then, the Company has conducted the following capital transactions:

Halaman 5/1

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
GENERAL INFORMATION (continued) Jumlah saham yang beredar setelah transaksi/ Total outstanding shares after the transactions

Tahun/ Year 1994

Keterangan/ Description Penerbitan saham bonus, setiap pemegang dua saham lama menerima tiga saham baru/ Issue of bonus shares, whereby each shareholder holding two shares is entitled to receive three new shares Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp500 (Rupiah penuh) per saham/ Change in par value per share from Rp1,000 (full Rupiah) per share to Rp500 (full Rupiah) per share Penerbitan 28.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham/ Issue of 28,000,000 new shares with par value of Rp500 (full Rupiah) per share Perubahan nilai nominal saham dari Rp500 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (Rupiah penuh) per saham/ Change in par value per share from Rp500 (full Rupiah) per share to Rp100 (full Rupiah) per share Perolehan kembali 140.000.000 saham/ Repurchase of 140,000,000 shares

450,000,000

1996

900,000,000

1999

928,000,000

2001

4,640,000,000 4,500,000,000

2002 2004

Perolehan kembali 108.130.500 saham/ Repurchase of 108,130,500 shares Perolehan kembali 8.869.500 saham/ Repurchase of 8,869,500 shares

4,391,869,500

4,383,000,000 As at December 31 , 200 9, the Companys Commissioners and Directors are as follows: Commissioners: President Commissioner Vice President Commissioner Commissioners

Pada tanggal 31 Desember 2009, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris: Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris

Matteo Lorenzo Pellegrini Douglas Walter Werth

Eunice Carol Hamilton


Ekadharmajanto Kasih (*) Phang Cheow Hock (*)

Direksi: Presiden Direktur Direktur

John Gledhill Yos Adiguna Ginting Paul Norman Janelle Wayan Mertasana Tantra Shea Lih Goh
(*)

Directors: President Director Directors

(*)

Menjalankan fungsi sebagai Komisaris Independen

Act as Independent Commissioners

Halaman 5/2

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada komisaris dan direksi Perusahaan berjumlah Rp66,5 miliar dan Rp79,5 miliar masing-masing untuk tahun 2009 dan 2008. Laporan keuangan konsolidasi mencakup akun-akun Perusahaan dan anak-anak perusahaan sebagaimana disebutkan pada Catatan 2b. Anak perusahaan yang signifikan adalah sebagai berikut: 1.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
GENERAL INFORMATION (continued) Salaries and other compensation benefits paid to the Companys commissioners and directors amounted to Rp66.5 billion and Rp79 .5 billion in 2009 and 2008, respectively. The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its subsidiaries as mentioned in Note 2b. The significant subsidiaries of the Company are listed below:
Tahun beroperasi komersial/ Year of commercial operations Persentase kepemilikan efektif/ Percentage of effective ownership 2009 2008

Nama perusahaan/ Company name

Kegiatan usaha/ Business activity

Domisili/ Domicile

Jumlah aset/ Total assets 2009 2008

PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (*) PT Sampoerna Printpack (*)

Distribusi rokok/ Cigarette distribution Percetakan dan industri produk kemasan/ Printing and packaging Jasa ekspedisi dan pergudangan/ Expedition and warehousing Industri dan perdagangan rokok/Cigarette manufacturing and trading Jasa transportasi udara/ Air transportation Investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain/Equity holdings Pengembangan properti/ Property development Industri dan perdagangan rokok/Cigarette manufacturing and trading Investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain/Equity holdings

Indonesia Indonesia

1989 1989

99.9 100.0

99.9 100.0

1,252,193 770,596

784,391 593,343

PT Handal Logistik Nusantara (*)

Indonesia

1989

100.0

100.0

113,299

123,488

PT Asia Tembakau

Indonesia

2002

100.0

100.0

208,615

126,869

PT Sampoerna Air Nusantara PT Union Sampoerna Dinamika

Indonesia Indonesia

1989 2005

100.0 100.0

100.0 100.0

80,208 45,397

99,852 47,374

PT Taman Dayu PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd. (*)

Indonesia Malaysia

1990 1998

100.0 100.0

100.0 100.0

271,851 208,167

293,569 330,319

Sampoerna International Pte. Ltd.

Singapura/Singapore

1995

100.0

100.0

87,132

23,198

(*) Lihat Catatan 26/See Note 26

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Laporan keuangan konsolidasi Grup disusun oleh Direksi dan diselesaikan pada tanggal 24 Maret 2010.

2.

SUMMARY POLICIES

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

The Groups consolidated financial statements were prepared by the Board of Directors and completed on March 24, 2010.

Halaman 5/3

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang termasuk di dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. a. Dasar penyusunan konsolidasi laporan keuangan 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with accounting principles and practices generally accepted in Indonesia, which are set out in the Statements of Financial Accounting Standards and The Capital Market Supervisory Agency and Financial Institution (BAPEPAM-LK) Rules on Guidelines in Presentation and Disclosure of Financial Statements of a Public Company. a. Basis of preparation of consolidated financial statements The consolidated financial statements are prepared on the historical cost basis of accounting, except for derivative instruments which are valued at fair value. These consolidated financial statements are prepared using the accrual basis, except for the consolidated statements of cash flows. The consolidated statement of cash flows is prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. The consolidated financial statements have been prepared using the going concern assumption. This assumption is being used based on managements knowledge of current facts and circumstances, assumption based on that knowledge, and current expectations of future events and actions. Management has concluded, based on assessment of risks (if any) around credit, liquidity, funding, market and supply risks, the going concern basis is appropriate.

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk instrumen derivatif yang dinyatakan sebesar nilai wajar. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan basis akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi. Laporan arus kas konsolidasi disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Laporan keuangan konsolidasi disusun menggunakan asumsi kelangsungan usaha. Asumsi ini digunakan berdasarkan pengetahuan manajemen atas fakta-fakta dan keadaan sekarang, asumsi-asumsi yang timbul atas pengetahuan tersebut dan ekspektasi saat ini atas kejadian dan tindakan di masa yang akan datang. Manajemen menyimpulkan, berdasarkan penilaian atas risiko-risiko (jika ada) seperti risiko kredit, likuiditas, pendanaan, pasar dan penawaran, bahwa asumsi kelangsungan usaha ini telah sesuai. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan penjualan bersih dan beban-beban yang dilaporkan. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam penetapan estimasi, maka jumlah sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. Sel uruh angka dalam laporan keuangan konsolidasi ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali bila dinyatakan lain.

The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and net sales and expenses during the reporting periods. Due to the inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates.

The reporting currency used in the consolidated financial statements is Indonesian Rupiah. Figures in the consolidated financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah, unless otherwise stated.

Halaman 5/4

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Akuntansi Grup (1) Anak perusahaan Semua anak perusahaan dikonsolidasikan. Anak perusahaan adalah suatu entitas dimana Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kepemilikan sebesar lebih dari 50% hak suara atau mempunyai pengendalian atas kebijakan keuangan dan operasional. Anak perusahaan dikonsolidasikan sejak tanggal kendali atas anak perusahaan tersebut beralih kepada Grup dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak tanggal kendali tidak lagi dimiliki oleh Grup. Dalam mencatat akuisisi anak perusahaan digunakan metode pembelian. Biaya akuisisi diukur sebesar nilai wajar aset yang diserahkan, saham yang diterbitkan atau kewajiban yang diambil alih pada tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berkaitan secara langsung dengan akuisisi. Kelebihan biaya akuisisi atas proporsi nilai wajar aset bersih anak perusahaan yang dapat diidentifikasi dicatat sebagai goodwill (lihat Catatan 2k untuk kebijakan akuntansi atas goodwill). Transaksi antar perusahaan dalam Grup, saldo dan keuntungan yang belum direalisasi dari transaksi antar perusahaan dalam Grup, dieliminasi. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi, telah diterapkan secara konsisten oleh anak perusahaan, kecuali bila dinyatakan lain. (2) Perusahaan asosiasi Perusahaan asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan, namun tidak sampai mengendalikan entitasentitas tersebut. Dalam hal ini Grup umumnya memiliki antara 20% sampai 50% hak suara. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya dicatat sebesar harga perolehan. Investasi Grup pada perusahaan asosiasi mencakup juga goodwill (dikurangi akumulasi penurunan nilai) yang diidentifikasi pada saat akuisisi (Catatan 2k). 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) b. Group accounting (1) Subsidiaries Subsidiaries, which are those entities in which the Company and subsidiaries have an interest of more than 50% of the voting rights or otherwise have power to govern the financial and operating policies, are consolidated. Subsidiaries are consolidated from the date on which control is transferred to the Group and are no longer consolidated from the date that control ceases. The purchase method is used to account for the acquisition of subsidiaries. The cost of an acquisition is measured as the fair value of the assets given, shares issued or liabilities incurred or assumed at the date of acquisition plus costs directly attributable to the acquisition. The excess of the cost of acquisition over the proportion of the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired is recorded as goodwill (see Note 2k for the accounting policy on goodwill). Intercompany transactions, balances and unrealised gains on transactions between Group companies are eliminated. ACCOUNTING

The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the subsidiaries, unless otherwise stated. (2) Associates Associates are all entities over which the Group has significant influence but not control, generally accompanying a shareholding of between 20% and 50% of the voting rights. Investments in associates are accounted for using the equity method of accounting and are initially recognised at cost. The Groups investment in associates includes goodwill (net of any accumulated impairment loss) identified on acquisition (Note 2k).

Halaman 5/5

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Akuntansi Grup (lanjutan) (2) Perusahaan asosiasi (lanjutan) Bagian Grup atas keuntungan atau kerugian perusahaan asosiasi yang diperoleh setelah tanggal akuisisi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Mutasi kumulatif keuntungan atau kerugian setelah tanggal akuisisi akan mempengaruhi nilai tercatat investasi. Apabila bagian Grup atas kerugian dalam perusahaan asosiasi menyamai atau melebihi bagian kepemilikannya dalam perusahaan asosiasi, Grup tidak mengakui kerugian lebih lanjut, kecuali Grup telah mengakui kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama perusahaan asosiasi. Keuntungan yang belum direalisasi dari transaksi antara Grup dengan perusahaan asosiasi, dieliminasi sebesar jumlah yang mencerminkan proporsi kepemilikan Grup dalam perusahaan asosiasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti adanya penurunan nilai aset yang dialihkan. c. Penjabaran mata uang asing 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) b. Group accounting (continued) (2) Associates (continued) The Groups shares of its associates postacquisition profits or losses are recognised in the consolidated statement of income. The cumulative post-acquisition movements are adjusted against the carrying amount of the investment. When the Groups share of losses in an associate equals or exceeds its interest in the associate, the Group does not recognise further losses, unless it has incurred obligations or made payments on behalf of the associate. ACCOUNTING

Unrealised gains on transactions between the Group and its associates are eliminated to the extent of the Groups interest in the associates. Unrealised losses are also eliminated unless the transaction provides evidence of an impairment of the asset being transferred. c. Foreign currency translation (1) Transactions and balances Transactions denominated in a foreign currency are converted into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transaction. At the balance sheet date, monetary assets and liabilities in foreign currencies are translated at the exchange rates prevailing at that date. Exchange gains and losses arising on transactions in foreign currency and on the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognised in the consolidated statement of income. As at December 31 , 2009 and 2008, the exchange rates used based on the last published average transactions exchang e rates by Bank Indonesia as at December 31, 2009 and 2008 , respectively, were as follows:

(1) Transaksi dan saldo Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi konsolidasi. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, nilai tukar yang digunakan, yang dihitung berdasarkan kurs tengah transaksi terakhir yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 200 8, adalah sebagai berikut:

Rupiah penuh/ Full Rupiah 2009 2008 1 Euro 1 Dolar Amerika Serikat 1 Franc Swiss 13,510 9,400 9,087 15,432 10,950 10,349 1 Euro 1 United States Dollar 1 Swiss Franc

Halaman 5/6

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) (2) Kegiatan usaha Grup yang merupakan entitas asing Laporan laba rugi dan laporan arus kas entitas asing dijabarkan ke dalam mata uang pelaporan Grup dengan menggunakan nilai tukar rata-rata sepanjang tahun sedangkan neraca dijabarkan dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca dan akun ekuitas dijabarkan berdasarkan kurs historis. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan di luar negeri dilaporkan secara terpisah dalam akun Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan pada komponen ekuitas dalam neraca konsolidasi. Ketika suatu entitas asing dijual, selisih nilai tukar tersebut diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian atas penjualan. Penyesuaian atas goodwill dan nilai wajar yang timbul dari akuisisi entitas asing diperlakukan sebagai bagian dari aset dan kewajiban entitas asing dan dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca. Akun-akun anak perusahaan di luar negeri dikonversikan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca dan kurs tengah rata-rata Bank Indonesia selama tahun berjalan sebagai berikut: 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) c. ACCOUNTING

Foreign currency translation (continued)

(2) Foreign entities within the Group Statement of income and cash flows of foreign entities are translated into the Groups reporting currency at average exchange rates for the year and their balance sheets are translated at the exchange rates prevailing on the balance sheet date and their equity accounts are translated at the historical rate. The resulting difference arising from the translation of the financial statements of foreign subsidiaries is presented as Cumulative translation adjustments under the equity section in the consolidated balance sheet. When a foreign entity is sold, such exchange differences are recognised in the consolidated statement of income as part of the gain or loss on sale. Goodwill and fair value adjustments arising on the acquisition of a foreign entity are treated as assets and liabilities of the foreign entity and translated at the rate prevailing on the balance sheet date. The accounts of the foreign subsidiaries are translated into Rupiah amounts using the Bank Indonesias middle rates on the balance sheet date and Bank Indonesias average middle rates during the year as follows:

Rupiah penuh/Full Rupiah Aset dan kewajiban/ Laba rugi/ Assets and liabilities Profit and loss 2009 2008 2009 2008 1 Dolar Amerika Serikat 1 Dolar Singapura d. Kas dan setara kas Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang. Cerukan disajikan sebagai bagian dari pinjaman jangka pendek pada kewajiban lancar dalam neraca konsolidasi. e. Piutang usaha Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tidak tertagih, yang diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih. 9,400 6,699 10,950 7,607 10,402 7,156 9,731 6,881 1 United States Dollar 1 Singapore Dollar

d. Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents include cash on hand, cash in bank and time deposits with original maturities of three months or less. Bank overdrafts are shown within short-term borrowings in current liabilities on the consolidated balance sheet. e. Trade receivables Trade receivables are recorded net of a provision for doubtful accounts, based on a review of the collectibility of outstanding amounts. Accounts are written-off as bad debts during the period in which they are determined to be non-collectible.

Halaman 5/7

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Persediaan Barang jadi, bahan baku dan supplies, barang dalam proses, barang dagangan, tanah dan bangunan untuk dijual diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weightedaverage method), kecuali untuk persediaan pita cukai yang biayanya ditentukan dengan metode identifikasi khusus (specific identification method). Harga perolehan barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya-biaya langsung lainnya dan biaya overhead yang terkait dengan produksi. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. g. Instrumen derivatif Instrumen derivatif dicatat sebagai aset atau kewajiban dalam neraca dan diakui sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasi. 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) f. Inventories Finished goods, raw materials and supplies, work in progress, merchandise inventory, land and buildings held for sale are stated at the lower of cost or net realisable value. Cost is determined by the weighted-average method, except for the excise tax inventory, for which cost is determined by the specific identification method. The cost of finished goods and work in progress comprises raw materials, direct labor, other direct costs and related production overheads. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less the estimated costs of completion and the estimated selling expenses. ACCOUNTING

A provision for obsolete and slow moving inventories is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items.

g. Derivative instruments Derivative instruments are recorded in the balance sheet as either an asset or liability and measured at their fair value. The gains or losses arising from changes in derivative instruments fair values are recognised in the consolidated statement of income. h. Fixed assets Fixed assets are stated at historical cost, (except for assets revalued in accordance with government regulation) less accumulated depreciation. Depreciation is computed using the straight-line method. Land is not depreciated. The economic useful lives of the assets are estimated as follows:

h. Aset tetap

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, (kecuali untuk aset tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah) dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Tanah tidak disusutkan. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap adalah sebagai berikut: Tahun/Years Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perabot dan peralatan kantor Alat-alat pengangkutan Lapangan golf Nilai residu dan umur manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan jika perlu, pada setiap tanggal neraca. 4 - 40 10 - 15 3 - 10 5 - 16 20

Building and improvements Machinery and equipment Furniture, fixture and office equipment Transportation equipment Golf course The assets residual values and useful lives are reviewed, and adjusted if appropriate, at each balance sheet date.

Halaman 5/8

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) h. Aset tetap (lanjutan) Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Penyusutan mulai dibebankan sejak tanggal aset tersebut siap untuk digunakan untuk tujuan penggunaannya. Biaya bunga untuk mendanai konstruksi aset tetap tertentu dikapitalisasi selama periode yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dan menyiapkan aset tetap tersebut sampai siap digunakan sesuai tujuan penggunaannya. Biaya-biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban tahun berjalan. Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset tetap atau sebagai aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan besar manfaat ekonomis sehubungan dengan aset tersebut di masa mendatang akan mengalir ke Grup dan biaya perolehannya dapat diukur secara handal. Jumlah tercatat komponen yang diganti, dihapusbukukan. Biaya pemeliharaan dan perbaikan lainnya dibebankan di laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya perolehan tanah tidak termasuk biaya-biaya lain yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah tersebut, ditangguhkan dan disajikan pada akun Aset lainnya - tidak lancar serta diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah. 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. Fixed assets (continued) Construction in progress is stated at historical cost and presented as part of fixed assets. The accumulated costs are reclassified to the appropriate fixed asset account when the construction is complete and the asset is ready for its intended use. Depreciation is charged from the date the asset is ready for its intended use. ACCOUNTING

Interest costs to finance the construction of certain fixed assets are capitalised during the period of time that is required to complete and prepare the assets for their intended use. Other borrowing costs are expensed. Subsequent costs are included in the fixed assets carrying amount or recognised as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the replaced part is derecognised. All other repairs and maintenance are charged to the consolidated statement of income as incurred. The acquisition cost of land does not include the related costs incurred to acquire or renew the licence for the land. The related costs incurred to acquire or renew the licence for the land are deferred and presented under Other assets - noncurrent and amortised over the legal term of the land rights.

Halaman 5/9

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Sewa Grup menyewa aset tetap tertentu. Apabila dalam suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada di tangan lessor, maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasi atas dasar garis lurus selama masa sewa. Dalam persewaan aset tetap dimana risiko dan manfaat kepemilikan secara substansi berpindah ke lessee (Grup), maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Setiap pembayaran sewa pembiayaan dialokasikan antara bagian yang merupakan pelunasan kewajiban dan bagian yang merupakan beban pembiayaan sedemikian rupa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo pembiayaan. Jumlah kewajiban sewa, neto beban pembiayaan disajikan sebagai hutang jangka panjang lainnya. Unsur bunga dalam beban pembiayaan dibebankan di laporan laba rugi konsolidasi selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban setiap periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa. j. Tanah untuk pengembangan Tanah yang akan dikembangkan dan dimaksudkan untuk dijual setelah dikembangkan disajikan dalam akun Tanah untuk pengembangan dan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya tercatat dan nilai realisasi bersih. Pada saat dimulainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah yang dimiliki oleh PT Taman Dayu akan dipindahkan ke akun Persediaan - tanah dan bangunan untuk dijual. j. 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) i. Leases The Group leases certain fixed assets. Leases in which a significant portion of the risks and rewards of ownership are retained by the lessor are classified as operating leases. Payments made under operating leases are charged to the consolidated statement of income on a straight-line basis over the period of the lease. ACCOUNTING

Leases of fixed assets where the Group has substantially all the risks and rewards of ownership are classified as finance leases. Finance leases are capitalised at the leases commencement at the lower of the fair value of the leased asset and the present value of the minimum lease payments.

Each finance lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate on the finance balance outstanding. The corresponding rental obligations, net of finance charges, are included in other long-term payables. The interest element of the finance cost is charged to the consolidated statement of income over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. The fixed assets acquired under finance leases are depreciated over the shorter of the useful life of the assets and the lease term.

Land for development Land which has yet to be developed and for which the intention is to sell after being developed, is presented under Land for development and stated at the lower of carrying cost or net realisable value. The cost of the land belonging to PT Taman Dayu is transferred to Inventory - land and buildings held for sale upon commencement of the development and construction of infrastructure.

Halaman

5/10

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) k. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan investasi anak perusahaan/perusahaan asosiasi atau bisnis dan nilai wajar bagian Grup atas aset bersih anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang dapat diidentifikasi, atau bisnis pada tanggal akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya, yaitu sepuluh tahun. Manajemen menentukan estimasi masa manfaat goodwill berdasarkan evaluasi atas manfaat yang akan diperoleh dari perusahaan atau bisnis yang bersangkutan pada saat akuisisi. l. Penurunan nilai aset Pada tanggal neraca, Grup menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai asset. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk goodwill ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. m. Kewajiban estimasian Kewajiban estimasian diakui apabila Grup mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan handal. n. Biaya emisi efek Biaya emisi obligasi (setelah dikurangi akumulasi amortisasi) yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi disajikan sebagai pengurang dari hasil penerimaan emisi obligasi. Biaya emisi obligasi diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi yaitu selama lima tahun. n. l. 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) k. Goodwill Goodwill represents the excess of the cost of an acquisition of a subsidiary/associate or business over the fair value of the Groups share of the identifiable net assets of the acquired subsidiary/associate, or business at the date of acquisition. Goodwill is amortised using the straight-line method over its estimated useful life, which is ten years. Management determined the estimated useful life of goodwill, based on its evaluation of the benefits the respective companies or businesses will bring at the time of the acquisition. Impairment of assets At balance sheet date, the Group reviews whether there is any indication of asset impairment or not. Fixed assets and other non-current assets, including goodwill, are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognised for the amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, which is the higher of an assets net selling price or value in use. For the purpose of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows. ACCOUNTING

m. Provisions Provisions are recognised when the Group has a present obligation (legal as well as constructive) as a result of past events and it is more likely than not that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the amount of the obligation can be made. Bonds issuance costs Bonds issuance costs (presented as net of accumulated amortisation) incurred in connection with the issue of bonds are presented as a deduction from the proceeds from the bonds issue. The bonds issuance costs are amortised using the straight-line method over the life of the bonds, which is five years.

Halaman

5/11

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) o. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang atau jasa kepada distributor atau pelanggan. Di dalam penjualan bersih termasuk cukai atas rokok yang telah dijual dan telah dikurangi retur penjualan dan pajak pertambahan nilai. Beban diakui pada saat terjadinya. p. Imbalan pasca-kerja Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti hingga 31 Maret 2008, yang kemudian dihentikan dan diganti dengan program pensiun iuran pasti mulai 1 April 2008. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti umur, masa kerja dan jumlah kompensasi. Program iuran pasti adalah program pensiun dimana Grup membayar iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah. Iuran ini dicatat sebagai biaya karyawan pada saat terhutang. Grup tidak lagi memiliki kewajiban pembayaran lebih lanjut setelah iuran tersebut dibayarkan. Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri harus menyediakan imbalan minimum yang diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (UUTK). Karena UUTK menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya kewajiban pensiun berdasarkan UUTK adalah kewajiban imbalan pasti. Bila jumlah yang diterima karyawan dari program pensiun lebih kecil dari imbalan seperti yang ditetapkan dalam UUTK, Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri akan melakukan penyisihan atas kekurangan yang ada. Tambahan penyisihan imbalan sesuai dengan UUTK tersebut tidak didanai (unfunded). Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri juga mencatat kewajiban imbalan kerja sesuai UUTK untuk karyawan lainnya yang tidak ikut serta dalam program pensiun yang diselenggarakan oleh Perusahaan dan beberapa anak perusahaan di dalam negeri. p. PENTING 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING

o. Revenue and expense recognition Revenue from sales is generally recognised when the products are delivered or services are rendered to the distributors or customers. Net sales revenue includes excise taxes attributable on cigarettes being sold and is net of returns and value added tax. Expenses are recognised when incurred. Post-employment benefits The Company and certain of its domestic subsidiaries had a defined benefit pension plan until March 31, 2008, which was curtailed and replaced by a defined contribution pension plan starting April 1, 2008. A defined benefit pension plan is a pension plan that defines the pension benefits that will be received by an employee on entitlement, usually dependent on one or more factors such as age, years of service and compensation.

A defined contribution plan is a pension plan under which the Group pays fixed contributions into a separate entity. Contributions are recognised as an employee benefit expense when they are due. The Group has no further payment obligations once the contributions have been paid. The Company and certain of its domestic subsidiaries are required to provide minimum benefits as stipulated in the Labor Law No. 13/2003 (Labor Law). Since the Labor Law sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance the pension obligation under the Labor Law represents a defined benefit obligation. If the employee funded portion of the pension plan benefit is less than the benefit as required by the Labor Law, the Company and certain of its domestic subsidiaries will provide for such shortage. The additional benefit as required by the Labor Law is unfunded. The Company and certain of its domestic subsidiaries recognise the estimated liabilities for employee benefits obligations stipulated in the Labor Law for their employees which are not covered by the pension plans operated by the Company and certain of its domestic subsidiaries.

Halaman

5/12

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR (lanjutan) p. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING

Imbalan pasca-kerja (lanjutan) Dalam penentuan kewajiban imbalan kerja, Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti, biaya jasa kini dan biaya jasa lalu ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Dalam program pensiun imbalan pasti, keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban jika akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Biaya jasa lalu yang timbul ketika program pensiun imbalan pasti pertama kali diterapkan atau perubahan atas imbalan terhutang pada program imbalan pasti yang ada diamortisasi selama periode sampai dengan imbalan tersebut menjadi hak pekerja. Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri mengakui keuntungan atau kerugian pada laporan laba rugi atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban imbalan pasti, perubahan yang terjadi dalam nilai wajar aset program, dan keuntungan dan kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya di laporan laba rugi.

p. Post-employment benefits (continued) In determining the estimated employee benefit obligations, the Company and certain of its domestic subsidiaries determine the present value of the defined benefit obligation, current service cost and past service cost using the Projected Unit Credit actuarial valuation method. In the defined benefit pension obligation, actuarial gains or losses are recognised as income or expense when the net cumulative unrecognised actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period exceed 10% of the present value of defined benefit obligations or 10% of the plan assets at fair value at that date. These gains or losses are recognised on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the employees. Past service costs arising from the introduction of a defined benefit pension obligation or changes in the benefit payable of an existing plan are amortised over the period until the benefits concerned become vested.

The Company and certain of its domestic subsidiaries recognised gains or losses in the statement of income on the curtailment or settlement of a defined benefit plan when the curtailment or settlement occurs. The gain or loss on a curtailment or settlement comprises any resulting change in the present value of the defined benefit obligation, any resulting change in the fair value of the plan assets, and any related actuarial gains and losses and past service cost which had not previously been recognised in the statement of income. q. Taxation The Group applies the balance sheet liability method of deferred tax accounting which arises on temporary differences between tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts in the consolidated financial statements. For each of the consolidated subsidiaries, the deferred tax assets or liabilities are shown at the applicable net amounts. Deferred income tax is determined using tax rates based on laws that have been enacted or substantially enacted by the balance sheet date and are expected to apply when the related deferred income tax asset is recognised or the deferred income tax liability is settled.

q.

Perpajakan Grup menggunakan metode liabilitas neraca (balance sheet liability method) pada akuntansi pajak tangguhan yang timbul akibat perbedaan temporer yang ada antara aset dan kewajiban atas dasar pajak dengan nilai tercatat aset dan kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi. Untuk masing-masing anak perusahaan yang dikonsolidasi, aset atau kewajiban pajak tangguhan disajikan dalam jumlah bersih. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak berdasarkan undangundang yang telah diberlakukan atau secara substansi telah diberlakukan pada tanggal neraca dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak tangguhan direalisasikan atau kewajiban pajak tangguhan diselesaikan.

Halaman

5/13

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR (lanjutan) KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) q. Taxation (continued) Deferred tax assets are recognised to the extent that it is probable future taxable profits will be available against which the temporary differences can be utilised. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or, if objected to/appealed against, when the results of the objection/appeal are determined. r. Segment reporting A business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services which are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. A geographical segment is engaged in providing products or services within a particular economic environment which are subject to risks and return that are different from those of segments operating in other economic environments. The Group segments its financial reporting as follows: (i) business segments (primary), where the Groups business activities are classified into manufacturing and distribution of cigarettes; printing, packaging and transportation; and others. (ii) geographical segments (secondary), which consist of Indonesia and outside of Indonesia operations. s. Transactions with related parties The Group has transactions with certain parties, which have related party relationships as defined in accordance with the Statement of Financial Accounting Standards No. 7, Related Party Disclosures. All significant transactions with related parties are disclosed in the notes to the consolidated financial statements. t. Basic earnings per share Basic earnings per share are computed by dividing the net income for the year by the weighted average number of shares outstanding during the year. 5/14 Page ACCOUNTING

q. Perpajakan (lanjutan) Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut. Amendemen terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila dilakukan keberatan/banding, ketika keputusan atas keberatan/banding sudah diputuskan. r. Pelaporan segmen Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain. Grup mensegmentasikan pelaporan keuangan sebagai berikut: (i) segmen usaha (primer), yang mengklasifikasikan aktivitas bisnis Grup menjadi industri dan perdagangan rokok; percetakan, pengemasan dan pengangkutan; serta segmen usaha lainnya. (ii) segmen geografis (sekunder), yang terdiri dari kegiatan usaha dalam negeri dan luar negeri.

s.

Transaksi istimewa

dengan

pihak-pihak

hubungan

Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihakpihak hubungan istimewa telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. t. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih tahun berjalan dibagi dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Halaman

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Deposito berjangka Jumlah 77,115 448,480 2,086 527,681 3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
CASH AND CASH EQUIVALENTS 2008 13,583 480,466 5,313 499,362 Cash on hand Cash in bank Time deposits Total

Tidak terdapat saldo bank atau deposito berjangka yang ditempatkan pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. a. Bank 2009 Rupiah Deutsche Bank AG PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ABN-AMRO Bank N.V. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lain-lain Jumlah Dolar Amerika Serikat The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited ABN-AMRO Bank N.V. Lain-lain Mata uang asing lainnya Jumlah Jumlah bank b. Deposito berjangka 2009 Rupiah Mata uang asing Jumlah deposito berjangka 2,086 2,086 342,891 18,164 7,938 4,502 1,659 5,677 380 ,831

There are no bank balances or time deposits placed at related parties. a. Cash in bank 2008 284,105 22,084 11,204 15,784 49,888 6,538 389,603 Rupiah Deutsche Bank AG PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ABN-AMRO Bank N.V. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. Others Total United States Dollars The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited ABN-AMRO Bank N.V. Others Other foreign currencies Total Total cash in bank

38,298 82 158 29,111 67,649 448,480

39,924 1,653 904 48,382 90,863 480,466 b. Time deposits 2008 2,166 3,147 5,313

Rupiah Foreign currency Total time deposits

Deposito berjangka di atas memperoleh tingkat bunga tahunan sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 4.50% - 8.00% 1.25% - 2.80%

The above time deposits received interest income at the following rates: 2008 5.25% - 9.25% 2.25% - 3.40% Rupiah Foreign currency

Halaman

5/15

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PIUTANG USAHA 2009 Pihak ketiga Dikurangi Penyisihan piutang tidak tertagih Bersih Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) Jumlah 451,278 (3,917) 447,361 48,658 496,019 4.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
TRADE RECEIVABLES 2008 121,303 (4,712) 116,591 16,347 132,938 Third parties Less Provision for doubtful accounts Net Related parties (Note 22) Total

Piutang usaha - pihak ketiga terutama terdiri dari tagihan kepada pedagang-pedagang rokok. Tidak ada transaksi penjualan kepada satu pelanggan dengan nilai transaksi lebih dari 10% penjualan bersih konsolidasi. Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: 2009 Lancar Jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Jumlah Dikurangi Penyisihan piutang tidak tertagih Bersih 362,688 113,085 18,273 164 5 ,726 499,936 (3,917) 496,019

Trade receivables from third parties mainly consist of receivables from cigarette merchants. There were no sales to any single customer exceeding 10% of the consolidated net sales. The aging analysis of trade receivables is as follows: 2008 80,235 50,893 447 336 5,739 137,650 (4,712) 132,938 Current Overdue 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days > 90 days Total Less Provision for doubtful accounts Net

Mutasi penyisihan piutang tidak tertagih adalah sebagai berikut: 2009 Saldo pada awal tahun Penambahan penyisihan tahun berjalan Penghapusan Saldo pada akhir tahun 4,712 779 (1,574) 3,917

The movements in the provision for doubtful accounts are as follows: 2008 6,066 1,219 (2,573) 4,712 Balance at beginning of the year Provision raised during the year Write-off Balance at the end of the year

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang tidak tertagih tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha di kemudian hari.

Based on a review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year, management believes the provision for doubtful accounts is adequate to cover possible losses from non-collectible receivables in the future.

Halaman

5/16

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PERSEDIAAN 2009 Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Pita cukai Suku cadang Bahan pembantu dan lainnya Persediaan dalam perjalanan Barang dagangan Jumlah Dikurangi Penyisihan persediaan usang Bersih Tanah dan bangunan untuk dijual Jumlah persediaan 1,547,860 4 ,897 6,316,224 1,000,461 145,254 6,225 47,388 9,068,309 487,257 9,555,566 5. INVENTORIES 2008 1,320,049 7,090 4,757,939 922,549 120,521 52,995 129,294 7,310,437 311,084 7,621,521 Finished goods Work in progress Raw materials Excise tax Spare parts Sub-materials and others Goods in transit Merchandise inventory Total Less Provision for obsolete and slow moving inventories Net Land and buildings held for sale Total inventories

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

(86,279) 9,469,287 69,780 9,539,067

(34,031) 7,587,490 70,358 7,657,848

Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo pada awal tahun Penambahan penyisihan tahun berjalan Penghapusan Saldo pada akhir tahun 34,031 67 ,993 (15,745) 86,279

The movements in the provision for obsolete and slow moving inventories are as follows: 2008 41,929 6,950 (14,848) 34,031 Balance at beginning of the year Provision raised during the year Write-off Balance at the end of the year

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi di kemudian hari. Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks), termasuk risiko-risiko business interruption dan marine cargo, dengan keseluruhan nilai pertanggungan sampai dengan US$1,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 7). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut.

Management believes the provision for obsolete and slow moving inventories is adequate to cover possible losses in the future. Fixed assets and inventories of the Group are insured against industrial all risks, including business interruption and marine cargo, with an insured limit of up to US$1.5 billion as at December 31, 2009 and 2008 (Note 7). Management believes the insurance coverage is adequate to cover possible losses from the risks mentioned above.

Halaman

5/17

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENYERTAAN SAHAM Penyertaan saham terdiri atas 49% kepemilikan Grup di Vinasa Tobacco Joint Venture Company dan PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries yang dicatat berdasarkan metode ekuitas, dan kepemilikan minoritas di PT Titan Kimia Nusantara Tbk. yang dicatat berdasarkan metode biaya. Grup telah menandatangani perjanjian bersyarat atas jual beli saham pada tanggal 29 Desember 2009 untuk menjual seluruh 49% kepemilikan pada PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries. 7. ASET TETAP 7.
2009
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan/ Translation adjustments

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. INVESTMENTS IN SHARES Investments in shares includes the Groups 49% interests in Vinasa Tobacco Joint Venture Company and PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries which it equity accounts for, and a minority interest in PT Titan Kimia Nusantara Tbk. which it accounts for using the cost method. The Group entered into a conditional sale and purchase of shares agreement on December 29, 2009 to sell all of its 49% interest in PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries. FIXED ASSETS

Saldo awal/ Beginning balance

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo akhir/ Ending balance

Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Lapangan golf Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perabot dan peralatan kantor Alat-alat pengangkutan Jumlah Sewa pembiayaan Alat-alat pengangkutan Aset dalam penyelesaian Reklasifikasi Jumlah biaya perolehan Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Lapangan golf Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perabot dan peralatan kantor Alat-alat pengangkutan Jumlah Sewa pembiayaan Alat-alat pengangkutan Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih

328,832 24,385 1,719,993 2,786,487 544,790 206,843 5,611,330 247,940 196,001 6,055,271

21,037 128,890 136,779 118,370 75,335 480,411 32,668 414,891 (398,939) 529,031

4,188 16,982 43,500 11,844 37,627 114,141 39,701 398,939 (398,939) 153,842

(17) (94) (19,884) (520) (329) (20,844) (20,844)

345,664 24,385 1,831,807 2,859,882 650,796 244,222 5,956,756 240,907 211,953 6,409,616

Historical cost Direct ownership Land Golf course Building and improvements Machinery and equipment Furniture, fixture and office equipment Transportation equipment Total Finance leases Transportation equipment Construction in progress Reclassifications Total historical cost Accumulated depreciation Direct ownership Golf course Building and improvements Machinery and equipment Fu rniture, fixture and office equipment Transportation equipment Total Finance leases Transportation equipment Total accumulated depreciation Net book value

14,530 350,805 821,408 345,569 115,632 1,647,944 77,821 1,725,765 4,329,506

1,219 89,826 190,064 117,030 23,128 421,267 70,988 492,255

15,436 14,190 11,755 30,862 72,243 31,960 104,203

(81) (13,347) (668) (299) (14,395) (14,395)

15,749 425,114 983,935 450,176 107,599 1,982,573 116,849 2,099,422 4,310,194

Halaman

5/18

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. ASET TETAP (lanjutan) 7.
2008
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan/ Translation adjustments

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
FIXED ASSETS (continued)

Saldo awal/ Beginning balance

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo akhir/ Ending balance

Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Lapangan golf Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perabot dan peralatan kantor Alat-alat pengangkutan Jumlah Sewa pembiayaan Alat-alat pengangkutan Aset dalam penyelesaian Reklasifikasi Jumlah biaya perolehan Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Lapangan golf Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perabot dan peralatan kantor Alat-alat pengangkutan Jumlah Sewa pembiayaan Alat-alat pengangkutan Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih

273,954 24,385 669,350 1,999,312 426,297 213,889 3,607,187 174,817 1,195,692 4,977,696

54,865 1,053,163 1,016,035 133,690 3,385 2,261,138 84,168 1,234,084 (2,233,775) 1,345,615

2,595 244,057 15,594 10,707 272,953 11,045 2,233,775 (2,233,775) 283,998

13 75 15,197 397 276 15,958 15,958

328,832 24,385 1,719,993 2,786,487 544,790 206,843 5,611,330 247,940 196,001 6,055,271

Historical cost Direct ownership Land Golf course Building and improvements Machinery and equipment Furniture, fixture and office equipment Transportation equipment Total Finance leases Transportation equipment Construction in progress Reclassifications Total historical cost Accumulated depreciation Direct ownership Golf course Building and improvements Machinery and equipment Furniture, fixture and office equipment Transportation equipment Total Finance leases Transportation equipment Total accumulated depreciation Net book value

13,412 284,075 745,400 285,274 112,586 1,440,747 14,613 1,455,360 3,522,336

1,118 68,941 178,618 73,622 12,829 335,128 68,162 403,290

2,274 111,683 13,915 10,023 137,895 4,954 142,849

63 9,073 588 240 9,964 9,964

14,530 350,805 821,408 345,569 115,632 1,647,944 77,821 1,725,765 4,329,506

Pada tanggal 14 Juli 2006, Perusahaan menerima Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia sehubungan dengan proyek perluasan modal dalam negeri sebesar lebih kurang Rp2,8 triliun. Sebagian besar rencana investasi telah direalisasikan dan pabrik baru telah beroperasi secara komersial pada kuartal tiga tahun 2008. Pada tahun 2008, biaya pinjaman sebesar Rp59,2 miliar yang timbul dari pembiayaan untuk membangun pabrik baru, dikapitalisasi pada tahun berjalan. Tingkat kapitalisasi yang digunakan berkisar antara 8,50% 8,84%.

On July 14, 2006, the Company received an approval letter from the Investment Coordinating Board for a domestic capital expansion project of approximately Rp2.8 trillion. The expansion project was substantially completed and the new factory started its commercial production in the third quarter of 2008.

In 2008, borrowing costs of Rp59.2 billion arising on financing for the construction of a new factory, were capitalised during the year. The capitalisation rates used ranged from 8.50% - 8.84%.

Halaman

5/19

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
zx

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. FIXED ASSETS (continued) As at December 31, 2009, the average percentage of completion of the construction in progress recognised for financial reporting was approximately 63% (2008: 52%). Construction in progress which mainly consists of building and improvements and machinery and equipment is expected to be completed in 2012. Gain on sale of fixed assets for the years ended December 31, 2009 and 2008 was determined as follows: 2008 47,934 (29,090) 18,844 The depreciation charge for the years ended December 31, 2009 and 2008 was allocated as follows: Proceeds of sale Net book value

7.

ASET TETAP (lanjutan) Pada tanggal 31 Des ember 2009, persentase penyelesaian rata-rata atas aset dalam penyelesaian yang diakui dalam pelaporan keuangan adalah sekitar 63% (2008: 52%). Aset dalam penyelesaian yang sebagian besar terdiri atas bangunan dan prasarana dan mesin dan peralatan diharapkan akan selesai pada tahun 2012. Laba atas penjualan aset tetap yang diakui untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 ditentukan sebagai berikut: 2009 Hasil penjualan Nilai buku bersih 81 ,512 (26 ,781) 54,731 Penyusutan yang dibebankan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 dialokasikan sebagai berikut: 2009 Beban pokok penjualan Beban penjualan Beban umum dan administrasi 357,688 81,594 52,973 492 ,255 Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks), termasuk risiko-risiko business interruption dan marine cargo dengan keseluruhan nilai pertanggungan sampai dengan US$1,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 5). Aset tetap anak perusahaan tertentu juga diasuransikan terhadap berbagai risiko industri, antara lain risiko atas kerugian kebakaran dan pencurian, berdasarkan paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar US$44.1 juta dan Rp42,0 miliar pada tanggal 31 Desember 200 9 (2008: US$15,5 juta dan Rp40,7 miliar). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut. Perusahaan memiliki tanah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) untuk jangka waktu antara 20 tahun dan 30 tahun yang dapat diperpanjang pada saat berakhirnya masa berlaku. Beberapa HGB yang masa berlakunya telah berakhir pada 31 Des ember 200 9 hingga kini masih dalam proses perpanjangan. Manajemen yakin bahwa Pemerintah akan memberikan perpanjangan hak atas seluruh HGB pada saat berakhirnya masa berlaku.

2008 287,122 69,488 46,680 403,290 Fixed assets and inventories of the Group are insured against industrial all risks, including business interruption and marine cargo risks, with an insured limit of up to US$1.5 billion as at Dec ember 31, 200 9 and 2008 (Note 5). Fixed assets of certain subsidiaries are also covered for industrial all risks insurance against, amongst others, losses from fire and theft, based on certain blanket policies which amounted to US$44.1 million and Rp42.0 billion as at December 31, 200 9 (2008: US$15.5 million and Rp40.7 billion). Cost of goods sold Selling expenses General and administrative expenses

Management believes the sum insured is adequate to cover possible losses from the risks mentioned above. The Group has parcels of land with strata titles of Building Utilization Rights (HGB) ranging from 20 years to 30 years which are expected to be renewed at their expiration dates. Several HGB that have expired as at December 31, 200 9 are currently still under the renewal process. Management believes the government will renew all rights at expiration date.

Halaman

5/20

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. GOODWILL 2009 Biaya perolehan Akumulasi amortisasi Saldo pada awal tahun Amortisasi tahun berjalan Saldo pada akhir tahun Nilai buku bersih 379,952 (66,938) (37,847) (104,785) 275,167 8. GOODWILL 2008 379,952 (29,091) (37,847) (66,938) 313,014 Cost Accumulated amortisation At the beginning of the year Current year amortisation At the end of the year Net book value

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

9.

PINJAMAN JANGKA PENDEK 2009 Pihak ketiga Cerukan - Deutsche Bank AG - PT Bank Central Asia Tbk.

9.

SHORT-TERM BORROWINGS 2008 Third parties Overdraft Deutsche Bank AG PT Bank Central Asia Tbk. -

653,164 653,164

927,596 59,177 986,773

Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) Philip Morris Finance SA Jumlah Pihak ketiga

94,002 747,166

986,773 Third parties

Related party (Note 22) Philip Morris Finance SA Total

Tingkat bunga tahunan yang berlaku untuk cerukan dan pinjaman bank jangka pendek: 2009 Cerukan Pinjaman bank jangka pendek 6.00% - 14.35% 7.63% - 13.85%

The annual interest rates of the overdraft and shortterm bank loans: 2008 7.50% - 14.74% 7.95% - 16.00% Overdraft Short-term bank loan

Pada tanggal 31 Des ember 2009, Grup memperoleh fasilitas-fasilitas pinjaman tanpa jaminan dari beberapa bank dengan pagu pinjaman keseluruhan sebesar Rp1,5 triliun dan US$85,0 juta (2008: Rp3,4 triliun dan US$145,0 juta). Pihak hubungan istimewa Pada tanggal 1 September 2008 Perusahaan memperoleh fasilitas dari Philip Morris Finance SA sampai dengan 10% dari jumlah pendapatan Perusahaan (berdasarkan laporan keuangan tahunan terakhir yang sudah diaudit). Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2018.

At Dec ember 31, 2009, the Group had unsecured credit facilities from several banks with maximum limits of Rp1.5 trillion and US$85.0 million (2008: Rp3.4 trillion and US$145.0 million).

Related party On September 1, 2008, the Company obtained an intercompany loan facility from Philip Morris Finance SA of up to 10% of the total revenue of the Company (based on the latest audited annual financial statements). This facility will expire on September 1, 2018.

Halaman

5/21

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pihak hubungan istimewa (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah saldo pinjaman adalah sebesar US$10,0 juta (setara dengan Rp94,0 miliar) (2008: nihil) yang jatuh tempo dan telah dibayar pada tanggal 5 Januari 2010 dengan memiliki tingkat suku bunga 0,465% (Catatan 22). Untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar pinjaman jangka pendek sebesar US$10,0 juta, Perusahaan menandatangani kontrak foreign currency swap dengan Citibank, N.A. sebesar US$10,0 juta yang mencakup pokok pinjaman dan bunga. Kurs atas kontrak foreign currency swap adalah sebesar Rp9.463 per US$1. Kontrak ini jatuh tempo pada tanggal 5 Januari 2010. Pada tanggal 31 Desember 2009, kontrak foreign currency swap di atas menghasilkan posisi kewajiban bersih sebesar Rp0,54 miliar (disajikan sebagai bagian dari Hutang lainnya - pihak ketiga). 9.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
SHORT-TERM BORROWINGS (continued) Related party (continued) As at December 31, 2009, the outstanding intercompany loan amounted to US$10.0 million (equivalent to Rp94.0 billion) (2008: nil) whichmatured and was paid on January 5, 2010 and bore annual interest at the rate of 0.465% (Note 22). To mitigate the risk of fluctuations in the foreign exchange rate from short-term loans of US$10.0 million, the Company entered into foreign currency swap contracts with Citibank, N.A. totalling US$10.0 million, which covered the underlying loan principal and interest. The foreign currency swap contract rate was Rp9,463 for US$1. The contracts matured on January 5, 2010. As at December 31, 2009, the above foreign currency swap contracts resulted in a net liability position amounting to Rp0.54 billion (presented as part of Other payables - third parties).

10. HUTANG USAHA 2009 Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa (Catatan 22) Jumlah 220,388 267 ,752 488 ,140

10. TRADE PAYABLES 2008 149,366 325,294 474,660 Third parties Related parties (Note 22) Total

Hutang usaha - pihak ketiga terutama timbul dari pembelian cengkeh, tembakau, saos dan bahan pembungkus. Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: 2009 Lancar Jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Jumlah 11. PERPAJAKAN a. Hutang pajak 2009 Pajak Penghasilan Badan Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai Lain-lain Jumlah 46,963 606,123 211,316 864 ,402 483 ,409 4,204 101 188 238 488 ,140

Trade payables - third parties are mostly derived from purchases of cloves, tobacco, sauces and wrapping materials. The aging analysis of trade payables is as follows: 2008 471,283 2,838 414 84 41 474,660 11. TAXATION a. 2008 81,313 683,006 190,221 954,540 Corporate Income Tax Value Added Tax Others Total Taxes payable Current Overdue 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days > 90 days Total

Halaman

5/22

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan 2009 Perusahaan Kini Tangguhan Jumlah Anak perusahaan Kini Tangguhan Jumlah Konsolidasi Kini Tangguhan Jumlah 1,914 ,110 13 ,300 1,927 ,410 207,182 (10 ,436) 196,746 2,121 ,292 2 ,864 2,124,156

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. TAXATION (continued) b. 2008 1,758,255 (18,074) 1,740,181 166,750 (6,762) 159,988 1,925,005 (24,836) 1,900,169 The Company Current Deferred Total The Subsidiaries Current Deferred Total Consolidated Current Deferred Total Income tax expense/(benefit)

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi Laba anak perusahaan sebelum pajak penghasilan Bagian (laba)/rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan Beda temporer Kewajiban imbalan pasca-kerja Amortisasi biaya ditangguhkan Aset tetap Beban yang masih harus dibayar dan kewajiban estimasian Beda permanen Beban yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final - Bunga - Sewa Penghasilan kena pajak Perusahaan 2008

The reconciliation between profit before income tax, as shown in the consolidated statements of income and the Companys estimated taxable income for the years ended December 31, 2009 and 2008 is as follows:

7,213,466

5,797,289

(546,962) (246) 6,666,258 95,861 1,126 (196,907) 87,554

(409,214) 191 5,388,266 20,531 701 (68,114) 97,709

Profit before income tax per consolidated statements of income Less Profit of subsidiaries before income tax Shares of (results)/losses of associates Profit before income tax attributable to the Company Temporary differences Post-employment benefit obligations Amortisation of deferred charges Fixed assets Accrued expenses and provisions Permanent differences

228,091

146,091

Non-deductible expenses Income already subject to final tax Interest Rent Taxable income of the Company

(36,050) (9,826) 6,836,107

(20,399) (7,305) 5,557,480

Halaman

5/23

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan) Penghasilan kena pajak Perusahaan tahun 2009 akan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun 2009, sedangkan jumlah penghasilan kena pajak Perusahaan tahun 2008 telah sesuai dengan SPT tahun 2008 yang dilaporkan ke Kantor Pajak. Perhitungan pajak penghasilan tahun berjalan, hutang pajak penghasilan dan tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 2009 Beban pajak penghasilan - kini - Perusahaan - Anak perusahaan - Sunset policy (Perusahaan) - Sunset policy (Anak perusahaan) Jumlah Dikurangi pembayaran pajak penghasilan - Perusahaan - Anak perusahaan - Sunset policy Jumlah Hutang pajak penghasilan badan - Perusahaan - Anak perusahaan Jumlah Tagihan pajak penghasilan oleh anak perusahaan (disajikan sebagai bagian dari Aset lainnya - tidak lancar) - 2009 - 2008 - 2007 - 2006 - 2005 - 2004 Jumlah 1,914 ,110 207,182 2,121,292 2008 1,667,226 165,161 91,029 1,589 1,925,005 Income tax expense - current The Company Subsidiaries Sunset policy (Company) Sunset policy (Subsidiaries) Total

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. TAXATION (continued) b. Income tax expense/(benefit) (continued) The taxable income of the Company for 2009 will be reported in the 2009 Annual Tax Return (SPT), while the taxable income of the Company for 2008 agrees with the 2008 SPT filed with the Tax Office.

The computations of income tax - current , income tax payable and claims for tax refunds are as follows:

1,913 ,852 160,477 2,074,329 258 46,705 46,963

1,599,966 151,108 92,618 1,843,692 67,260 14,053 81,313

Less payments of income taxes The Company Subsidiaries Sunset policy Total Corporate income tax payables The Company Subsidiaries Total

7 ,724 6 ,291 12 ,324 11,928 38 ,267

5,938 19,026 668 207 8,603 34,442

Claims for tax refunds by subsidiaries (presented as part of Other assets - non-current) 2009 2008 2007 2006 2005 2004 Total

Pada bulan Desember 2008, perusahaanperusahaan tertentu di dalam Grup melakukan perbaikan atas perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun-tahun fiskal 2000 dan 2002 sampai dengan 2006 sesuai dengan kebijakan sunset policy yang berlaku di tahun 2008. Atas koreksi tersebut, Grup melakukan pembayaran pajak tambahan sebesar Rp92,6 miliar pada tahun 2008.

In December 2008, certain Group companies amended their corporate income tax calculation for the fiscal years 2000 and 2002 through 2006 as allowed under the sunset policy regulations introduced in 2008. As a result of the amendments, the Group paid additional tax of Rp92.6 billion in 2008.

Halaman

5/24

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan) Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan Pajak dihitung dengan tarif pajak yang berlaku Efek pajak yang berasal dari perbedaan permanen: Beban yang tidak dapat dikurangkan Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final - Bunga - Sewa Efek perubahan tarif pajak Pajak penghasilan - Perusahaan - Anak perusahaan - Sunset policy Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi 2008 Profit before income tax attributable to the Company Tax calculated at applicable tax rate Tax effect of permanent differences: 63 ,865 43,827 Non-deductible expenses Income already subjected to final tax Interest Rent Impact of tax rate changes Income tax The Company Subsidiaries Sunset policy Income tax expense per consolidated statements of income

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. TAXATION (continued) b. Income tax expense/(benefit) (continued) The reconciliations between the income tax expense by applying the applicable tax rate to profit before income tax and the income tax expense as shown in the consolidated statements of income are as follows:

6,666 ,258 1,866 ,552

5,388,266 1,616,462

(10 ,094) (2 ,751) 9,838 1,927,410 196 ,746 2,124 ,156

(6,120) (2,192) (2,825) 1,649,152 158,399 92,618 1,900,169

Rincian manfaat pajak penghasilan - tangguhan adalah sebagai berikut: 2009 Perusahaan - Beban yang masih harus dibayar dan kewajiban estimasian - Kewajiban imbalan pasca-kerja - Amortisasi biaya ditangguhkan - Aset tetap Anak perusahaan Jumlah 2008

The details of income tax benefit - deferred are as follows:

The Company (17 ,183) (23,399) 724 53,158 13 ,300 (10 ,436) 2,864 (28,678) 4,303 11,180 (4,879) (18,074) (6,762) (24,836) Accrued expenses and provisions Post-employment benefit obligations Amortisation of deferred charges Fixed assets -

Subsidiaries Total

Halaman

5/25

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak penghasilan tangguhan Aset dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Perusahaan Aset/(kewajiban) pajak tangguhan - bersih - Beban yang masih harus dibayar dan kewajiban estimasian - Kewajiban imbalan pasca-kerja - Beban tangguhan - Aset tetap Jumlah Anak perusahaan Aset pajak tangguhan - bersih Kewajiban pajak tangguhan bersih Konsolidasi Aset pajak tangguhan - bersih Kewajiban pajak tangguhan bersih 2008 The Company Deferred tax assets/(liabilities) - net 122,807 79 ,111 (11 ,966) (156 ,132) 33 ,820 29 ,406 (19 ,161) 63 ,226 (19 ,161) 105,624 55,712 (11,242) (102,974) 47,120 27,315 (27,506) 74,435 (27,506) Accrued expenses and provisions Post-employment benefit obligations Deferred charges Fixed assets -

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. TAXATION (continued) c. Deferred income tax The deferred tax assets and liabilities as at December 31, 2009 and 2008 are as follows:

Total Subsidiaries Deferred tax assets - net Deferred tax liabilities - net Consolidated Deferred tax assets - net Deferred tax liabilities - net

Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup tidak mengakui aset pajak tangguhan yang timbul dari akumulasi rugi fiskal dari anak perusahaan tertentu di dalam negeri sebesar Rp83.0 miliar (2008: Rp145,8 miliar) karena manajemen berpendapat bahwa kecil kemungkinan manfaat aset pajak tangguhan tersebut dapat direalisasi di masa mendatang. d. Peraturan baru Di bulan September 2008, pemerintah Indonesia menerbitkan perubahan atas undang-undang pajak penghasilan yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Dengan berlakunya undang-undang baru ini, tarif pajak penghasilan badan berkurang menjadi tarif tetap sebesar 28% di tahun fiskal 2009 dan 25% di tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Pada tanggal 11 Desember 2008, Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan PMK-210/PMK.03/2008 yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2009. Berdasarkan peraturan ini, produsen rokok tidak lagi ditunjuk sebagai pemungut Pajak Penghasilan pasal 22. Sejak tanggal 1 Januari 2009, pajak penghasilan badan distributor rokok dihitung berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. d.

As at December 31, 2009, the Group did not recognise deferred tax assets related to the accumulated tax losses in certain domestic subsidiaries amounting to Rp83.0 billion (2008: Rp145.8 billion) as in the opinion of management, it is unlikely that the benefit of the deferred tax assets will be realisable in the foreseeable future. New regulation In September 2008, the Indonesian government issued an amendment to the income tax law which became effective commencing January 1, 2009. With this law, the corporate income tax rate was reduced to a fixed rate of 28% for the fiscal year 2009 and 25% for the fiscal year 2010 onwards.

On December 11, 2008, the Minister of Finance of Republic of Indonesia issued a Regulation PMK210/PMK.03/2008, which was effective January 1, 2009. Under this regulation, the cigarette producers are no longer appointed as a collector of Income Tax article 22. From January 1, 2009, cigarette distributors are subject to income tax under article 17 of the Income Tax Law No. 36 Year 2008.

Halaman

5/26

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Peraturan baru (lanjutan) Oleh sebab itu, PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (Panamas), anak perusahaan yang bergerak dalam usaha distribusi rokok, menentukan pajak penghasilan badan berdasarkan metode pajakpenghasilan dan bukan berdasarkan metode pajak final sejak tanggal tersebut. 12. HUTANG CUKAI Hutang cukai merupakan hutang yang timbul dari pembelian pita cukai.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. TAXATION (continued) d. New regulation (continued) Accordingly, PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (Panamas), a subsidiary engaged in cigarette distribution, determined its income tax based on the income tax method instead of the final tax method from this date.

12. EXCISE TAX PAYABLE Excise tax payable represents payables arising from the purchase of excise stamps. 13. ACCRUED EXPENSES AND PROVISIONS 2008 415,079 212,748 25,875 14,720 237,689 906,111 14. LONG-TERM DEBTS 2009 2008 135,178 135,178 1,000,000 (375) 999,625 179,532 1,179,157 Bonds payable Bonds issuance cost - net of amortisation Net Obligations under finance leases Total Less current maturities Bonds payable Obligations under finance leases Long-term portion Advertising and promotion Salaries, wages and employee benefits Donation to Putera Sampoerna Foundation Professional fees Others Total

13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN KEWAJIBAN ESTIMASIAN 2009 Iklan dan promosi Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Sumbangan kepada Yayasan Putera Sampoerna Honorarium tenaga ahli Lain-lain Jumlah 14. PINJAMAN JANGKA PANJANG 294,621 259,040 24,125 14,989 246 ,477 839 ,252

Hutang obligasi Biaya emisi obligasi setelah dikurangi dengan amortisasi Bersih Hutang sewa pembiayaan Jumlah Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Hutang obligasi - Hutang sewa pembiayaan Bagian jangka panjang Hutang obligasi Pada bulan Oktober 2004, Perusahaan menerbitkan obligasi tanpa jaminan dengan nilai nominal Rp1,0 triliun (Obligasi III) yang jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2009, dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan. Obligasi III telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2004. Perusahaan telah melunasi hutang obligasi di atas pada tanggal 26 Oktober 2009. Halaman

58,838 58,838 76,340

999,625 66,833 1,066,458 112,699 Bonds payable

In October 2004, the Company issued unsecured bonds with a nominal value of Rp1.0 trillion (Bond III) which matured on October 26, 2009, bearing a fixed interest rate at 10.75% a year, payable quarterly. Bond III was listed on the Indonesia Stock Exchange on October 26, 2004. The Company settled the bonds above on October 26, 2009. 5/27 Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Hutang sewa pembiayaan Grup mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Serasi Auto Raya, PT CSM Corporatama dan PT Adira Sarana Armada untuk pembelian alat transportasi dengan jangka waktu antara tiga sampai dengan lima tahun yang akan berakhir pada beberapa tanggal. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: 2009 Dalam 1 tahun Lebih dari 1 tahun Jumlah Dikurangi beban bunga yang belum jatuh tempo Nilai kini atas pembayaran sewa minimum Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang 70,951 85,828 156,779 (21,601) 135,178 (58,838) 76,340

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. LONG-TERM DEBTS (continued) Obligations under finance leases The Group has lease commitments with PT Serasi Auto Raya, PT CSM Corporatama and PT Adira Sarana Armada covering transportation equipment under finance leases with lease terms ranging from three to five years and expiring on various dates. As at December 31, 2009 and 2008, the future minimum rental payments required under the lease agreements are as follows:

2008 83,832 127,479 211,311 (31,779) 179,532 (66,833) 112,699 Within 1 year More than 1 year Total Less amount applicable to interest Present value of minimum rental payments Less current portion Long-term portion

Hutang sewa pembiayaan dijamin dengan aset tetap terkait. 15. MODAL SAHAM Saham Perusahaan bernilai nominal Rp100,0 (Rupiah penuh) per saham. Rincian kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

Obligations under finance leases are secured by the respective fixed assets. 15. SHARE CAPITAL The Companys shares have a par value of Rp100.0 (full Rupiah) per share. The share ownership details of the Company as at December 31, 2009 and 2008 are as follows: 2009

Pemegang saham/ Shareholders PT Philip Morris Indonesia Masyarakat/Public Modal saham yang beredar/ Outstanding share capital

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued and fully paid 4,303,168,205 79,831,795 4,383,000,000

Persentase pemilikan/ Percentage of ownership 98.18 1.82 100.00 2008

Jumlah/ Amount 430,317 7,983 438,300

Pemegang saham/ Shareholders PT Philip Morris Indonesia Masyarakat/Public Modal saham yang beredar/ Outstanding share capital

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued and fully paid 4,297,067,705 85,932,295 4,383,000,000 Halaman 5/28 Page

Persentase pemilikan/ Percentage of ownership 98.04 1.96 100.00

Jumlah/ Amount 429,707 8,593 438,300

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. INFORMASI SEGMEN Grup mengklasifikasikan usahanya ke dalam segmen usaha primer dan sekunder. Informasi Segmen Usaha (Primer)
2009
Industri dan perdagangan rokok/ Manufacturing and distribution of cigarettes Informasi Segmen Usaha (Primer) Penjualan bersih segmen Eksternal Antar segmen Jumlah penjualan bersih segmen Beban pokok penjualan Eksternal Antar segmen Jumlah beban pokok penjualan Laba/(rugi) operasi Bagian laba/(rugi) bersih perusahaan asosiasi Aset segmen Penyertaan saham Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah aset konsolidasi Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah kewajiban konsolidasi Pengeluaran modal Penyusutan dan amortisasi 592,650 499,369 21,452 52,410 750 4,645 (7,001) 5,245,988 80,378 66,341 (150,185) Percetakan, pengemasan dan pengangkutan/ Printing, packaging and transportation

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. SEGMENT INFORMATION The Group classifies its operations into primary and secondary business segments. Business Segment Information (Primary)

Lain -lain/ Others

Eliminasi/ Elimination

Konsolidasi/ Consolidated Business Segment Information (Primary) Segment net sales External Inter-segment Total segment net sales Cost of goods sold External Inter-segment Total segment cost of goods sold Operating income/(loss) Share of results/(losses) of associates Segment assets Investments in shares Unallocated assets Total consolidated assets Segment liabilities Unallocated liabilities Total consolidated liabilities Capital expenditure Depreciation and amortisation

38,783,938 38,783,938 26,869,247 933,204 27,802,451 7,0 46,055 1,159 16,435,059 10,911

155,494 1,006,008 1,161,502 845,885 2 845,887 242,366 (913) 922,611 9,676

32,754 26,603 59,357 22,333 18,695 41,028 (25,771) 367,903 -

(1,032,611) (1,032,611) (951,901) (951,901) 35,117 (247,253) -

38,972,186 38,972,186 27,737,465 2 7,737,465 7,297,767 246 1 7,478,320 20,587 217,540 1 7,716,447 5,242,522 2,008,000 7,250,522 607,851 556,424

Informasi Segmen Geografis (Sekunder) Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri, pada tahun 2009, masing-masing mencerminkan 98,5%, 98,5%, 96,9% dan 99,9% dari jumlah penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran konsolidasi.

Geographical Segment Information (Secondary) The Groups net sales, cost of goods sold, assets and capital expenditure in Indonesia in 2009, represents 98.5%, 98.5%, 96.9% and 99.9% from the respective total consolidated net sales, cost of goods sold, assets and capital expenditure.

Halaman

5/29

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. SEGMENT INFORMATION (continued)
2008

Industri dan perdagangan rokok/ Manufacturing and distribution of cigarettes Informasi Segmen Usaha (Primer) Penjualan bersih segmen Eksternal Antar segmen Jumlah penjualan bersih segmen Beban pokok penjualan Eksternal Antar segmen Jumlah beban pokok penjualan Laba/(rugi) operasi Bagian laba/(rugi)bersih perusahaan asosiasi Aset segmen Penyertaan saham Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah aset konsolidasi Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah kewajiban konsolidasi Pengeluaran modal Penyusutan dan amortisasi 1,049,585 385,507 4,275,654

Percetakan, pengemasan dan pengangkutan/ Printing, packaging and transportation

Lain -lain/ Others

Eliminasi/ Elimination

Konsolidasi/ Consolidated Business Segment Information (Primary) Segment net sales External Inter-segment Total segment net sales Cost of goods sold External Inter-segment Total segment cost of goods sold Operating income/(loss) Share of results/(losses) of associates Segment assets Investments in shares Unallocated assets Total consolidated assets Segment liabilities Unallocated liabilities Total consolidated liabilities Capital expenditure Depreciation and amortisation

34,508,461 34,508,461 23,939,905 823,903 24,763,808 6,003,406 800 14,967,039 11,940

103,462 876,958 980,420 731,855 731,855 195,424 (991) 764,127 10,433

68,522 42,512 111,034 23,436 32,097 55,533 (10,202) 417,649 -

(919,470) (919,470) (856,000) (856,000) 36,605 (202,046) -

34,680,445 34,680,445 24,695,196 24,695,196 6,225,233 (191) 15, 946,769 22,373 164,677 1 6,133,819

96,560

97,499

(115,551)

4,354,162 3,729,422 8,083,584

74,200 52,843

4,666

1,123,785 443,016

Informasi Segmen Geografis (Sekunder) Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri, pada tahun 2008, masing-masing mencerminkan 98,2%, 96,0%, 96,0% dan 99,6% dari jumlah penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran konsolidasi.

Geographical Segment Information (Secondary) The Groups net sales, cost of goods sold, assets and capital expenditure in Indonesia in 2008, represents 98.2%, 96.0%, 96.0% and 99.6% from the respective total consolidated net sales, cost of goods sold, assets and capital expenditure.

Halaman

5/30

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. BEBAN POKOK PENJUALAN 2009 Beban produksi Pita cukai Persediaan barang jadi dan barang dagangan awal tahun Pembelian barang dagangan Persediaan barang jadi dan barang dagangan akhir tahun Beban pokok penjualan rokok Beban pokok penjualan lainnya Jumlah 7,839 ,550 15,071 ,137 1,631 ,133 5,210 ,356 (2,035 ,117) 27,717 ,059 20,406 27,737,465

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
17. COST OF GOODS SOLD 2008 7,009,425 13,422,111 1,375,283 4,494,057 (1,631,133) 24,669,743 25,453 24,695,196 Production costs Excise tax Beginning balance of finished goods and merchandise inventory Purchase of merchandise inventory Ending balance of finished goods and merchandise inventory Cost of goods sold for cigarettes Cost of other sales Total

Tidak ada pembelian dari pihak tertentu dengan nilai transaksi lebih dari 10% penjualan bersih konsolidasi selain dengan PT Philip Morris Indonesia (Catatan 22).

There were no purchases from any party exceeding 10% of the consolidated net sales other than purchases from PT Philip Morris Indonesia (Note 22).

18. BEBAN USAHA 2009 Penjualan Iklan dan promosi Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan (Catatan 20) Jasa manajemen (Catatan 22) Pengangkutan dan distribusi Penyusutan Sewa Honorarium tenaga ahli Lain-lain (masing-masing di bawah Rp50 miliar) Jumlah Umum dan administrasi Gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan (Catatan 20) Honorarium tenaga ahli Penyusutan Sewa Lain-lain (masing-masing di bawah Rp50 miliar) (Catatan 22) Jumlah Jumlah beban usaha 1,190,429 739,975 452,007 344,647 81,594 78,601 57,463 203,725 3,148,441

18. OPERATING EXPENSES 2008 1,165,458 634,989 395,238 333,650 69,488 67,591 79,903 209,140 2,955,457 Selling Advertising and promotion Salaries, wages and employee benefits (Note 20) Management services (Note 22) Transportation and distribution Depreciation Rent Professional fees Others (less than Rp50 billion each) Total General and administrative Salaries, wages, and employee benefits (Note 20) Professional fees Depreciation Rent Others (less than Rp50 billion each) (Note 22) Total Total operating expenses

412,045 60,719 52,973 44,094 218 ,682 788 ,513 3,936 ,954

409,358 49,645 46,680 54,148 244,728 804,559 3,760,016

Halaman

5/31

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. BEBAN PEMBIAYAAN 2009 Beban bunga Hutang obligasi Pinjaman bank Hutang sewa pembiayaan Pinjaman jangka pendek pihak hubungan istimewa (Catatan 22) Kapitalisasi beban pembiayaan (Catatan 7) Jumlah Biaya lindung nilai Lain-lain Jumlah beban pembiayaan 88,389 34,998 18,638 1,471

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
19. FINANCING COSTS 2008 107,500 65,793 22,256 12,915 Interest expense Bonds payable Bank borrowings Obligations under finance leases Short-term borrowings - related party (Note 22) Capitalisation of financing costs (Note 7) Total Hedging costs Others Total financing costs

143,496 20,266 2,844 166,606

(59,198) 149,266 14,935 2,645 166,846

20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA Program pensiun Sejak tahun 1999, Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk seluruh karyawan bulanan tetap yang memenuhi syarat yang didanai melalui kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di dalam negeri, yang dihitung/ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial yang dilakukan setiap tahun. Aset program pensiun imbalan pasti tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Sampoerna, yang pendiriannya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-398/KM.17/1999 tanggal 15 Nopember 1999. Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk membubarkan Dana Pensiun Sampoerna sehubungan dengan rencana perubahan program pensiun dari program pensiun imbalan pasti menjadi program pensiun iuran pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG). Berdasarkan program pensiun iuran pasti, imbalan yang akan diterima ditentukan dari besarnya kontribusi yang dibayarkan oleh pemberi kerja dan karyawannya ditambah dengan hasil investasi atas dana tersebut. Kontribusi dari karyawan adalah bersifat sukarela. Bagian Perusahaan dan anak perusahan tertentu di dalam negeri atas program pensiun iuran pasti adalah sebesar 8,50% dari gaji karyawan atau Rp54,7 miliar pada tahun 2009 (2008: Rp37,5 miliar).

20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS Pension plan Since 1999, the Company and certain of its domestic subsidiaries had a defined benefit pension plan covering substantially all of their eligible permanent monthly employees, funded through contributions from the Company and certain domestic subsidiaries, at contribution levels determined using annual actuarial computations. The assets of the defined benefit pension plan were managed by Dana Pensiun Sampoerna, the establishment of which was approved based on the Decision Letter No. Kep-398/KM.17/1999 dated November 15, 1999 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. On April 1, 2008, the Company obtained approval from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia to liquidate Dana Pensiun Sampoerna in relation to the change of pension plan from a defined benefit pension plan to a defined contribution pension plan managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG). Under the defined contribution pension plan, the benefit received by the employee will be determined based on the contribution paid by the employer and the employee and the return on investment of the fund. Contributions from employees are voluntary. The Company and certain of its domestic subsidiaries contribution to the defined contribution pension plan is 8.50% of the employees basic salary or Rp54.7 billion for the year 2009 (2008: Rp37.5 billion).

Halaman

5/32

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. POST-EMPLOYMENT (continued) BENEFIT OBLIGATIONS

Program pensiun (lanjutan) Perhitungan kurtailmen dari perubahan program pensiun imbalan pasti menjadi program pensiun iuran pasti ini didasarkan pada penilaian aktuarial yang dilakukan oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen, pada tanggal 31 Maret 2008 berdasarkan metode Projected Unit Credit. Nilai bersih aset program pensiun imbalan pasti pada tanggal 31 Maret 2008 adalah sebagai berikut: 31 Maret/ March 31, 2008 Nilai kini kewajiban Nilai wajar aset program Selisih nilai kini kewajiban dengan nilai wajar aset program Kerugian aktuarial yang belum diakui Kurtailmen dari program pensiun Biaya pensiun dibayar di muka Kurtailmen ini mengakibatkan penghapusan Biaya pensiun dibayar di muka sebesar Rp145,4 miliar yang diakui pada laporan laba rugi pada tahun 2008.

Pension plan (continued) The curtailment calculation for the change from the defined benefit pension plan to the defined contribution pension plan was determined based on the actuarial valuation undertaken by PT Watson Wyatt Purbajaga, an independent actuary, as at March 31, 2008 using the Projected Unit Credit method. The net funded status of the defined benefit pension plan as at March 31, 2008 was as follows:

(287,737) 474,883 187,146 (41,755) (145,391) -

Present value of obligation Fair value of plan assets Funded status Unrecognised actuarial losses Curtailment of pension plan Prepaid pension costs

The curtailment resulted in a write-off of the Prepaid pension costs amounting to Rp145.4 billion being recognised in the statement of income for the year 2008. Post-employment benefits not covered by a pension plan Post-employment benefits not covered by a pension plan include the benefit entitlements under Labor Law of those employees who are not members of the defined contribution pension plan referred to above and that portion of benefit entitlements under the Labor Law attributable to employees who are members of the defined contribution pension plan which are in excess of their benefits as members of the plan.

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun meliputi bagian imbalan berdasarkan UndangUndang Ketenagakerjaan atas karyawan-karyawan yang tidak ikut serta dalam program pensiun iuran pasti yang disebut di atas dan bagian imbalan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan atas karyawankaryawan yang ikut dalam keanggotaan program pensiun iuran pasti yang melebihi nilai imbalan mereka sebagai anggota dari program.

Halaman

5/33

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. POST-EMPLOYMENT (continued) BENEFIT OBLIGATIONS

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun (lanjutan) Perhitungan atas imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun didasarkan pada penilaian aktuarial yang dilakukan oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen berdasarkan metode the Projected Unit Credit dengan menggunakan asumsi sebagai berikut: 2009 Tingkat diskonto tahunan Tingkat kenaikan gaji tahunan Usia pensiun normal Usia pensiun dini Tabel tingkat kematian 10.75% 8.00% 55 tahun/years 45 tahun/years TMI99 Indonesian Mortality Table 1999

Post-employment benefits not covered by a pension plan (continued) Estimated post-employment benefits not covered by a pension plan have been determined based on the annual actuarial valuation undertaken by PT Watson Wyatt Purbajaga, an independent actuary using the Projected Unit Credit method with the following assumptions: 2008 12.50% 10.00% 55 tahun/years 45 tahun/years TMI99 Indonesian Mortality Table 1999 Annual discount rate Annual salary increase Retirement age Early retirement age Mortality table

Kewajiban imbalan pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai kini kewajiban (Keuntungan)/kerugian aktuarial yang belum diakui Biaya jasa lalu yang belum diakui yang belum menjadi hak Kewajiban imbalan pasca-kerja (490,076) (15,380) 142,058 (363,398)

The post-employment benefit obligations as at December 31, 2009 and 2008 were as follows: 2008 (329,370) 56,258 29,151 (243,961) Present value of obligation Unrecognised actuarial (gains)/losses Unrecognised past service costs non-vested Post-employment benefit obligations

Rincian beban imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun adalah sebagai berikut: 2009 Biaya jasa kini Beban bunga Biaya jasa lalu Biaya terminasi Kerugian bersih aktuarial yang diakui pada tahun berjalan Jumlah beban 26 ,617 40 ,514 65,951 3,348 136,430

The details of the post-employment benefit expenses not covered by the pension plan were as follows: 2008 24,061 28,792 3,000 16,985 245 73,083 Current service cost Interest cost Past service cost Termination cost Net actuarial losses recognised during the year Total expense

Halaman

5/34

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. POST-EMPLOYMENT (continued) BENEFIT OBLIGATIONS

Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun (lanjutan) Mutasi kewajiban imbalan pasca-kerja adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal tahun Beban imbalan pasca-kerja tahun berjalan Pembayaran imbalan kepada karyawan Saldo akhir tahun 243,961 136,430 (16,993) 363,398

Post-employment benefits not covered by a pension plan (continued) The movements in post-employment obligations were as follows: 2008 214,889 73,083 (44,011) 243,961 Balance at the beginning of the year Post-employment benefit expense Payments to employees Balance at the end of the year benefit

21. DIVIDEN 2009 Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Tahunan tanggal 27 Mei 2009, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui pembayaran dividen kas sebesar Rp2,63 triliun atau Rp600,0 (Rupiah penuh) per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2008, yang telah dibagikan sebagai berikut: - Rp1,49 triliun atau Rp340,0 (Rupiah penuh) per saham telah dibayar pada tanggal 6 Juli 2009; - Rp0,48 triliun atau Rp110,0 (Rupiah penuh) per saham telah dibayar pada tanggal 22 Desember 2009; - Rp0,66 triliun atau Rp150,0 (Rupiah penuh) telah dibayar pada tanggal 25 Pebruari 2010. 2008 Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Tahunan tanggal 27 Mei 2008, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui pembayaran dividen kas sebesar Rp1,7 triliun atau Rp390,0 (Rupiah penuh) per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2007 dimana sebesar Rp1,2 triliun atau Rp280,0 (Rupiah penuh) per saham dibayar pada tanggal 29 Oktober 2008 dan Rp0,5 triliun atau Rp110,0 (Rupiah penuh) per saham dibayar pada tanggal 25 Maret 2009. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 1 Pebruari 2008, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui pembayaran dividen kas sebesar Rp2,2 triliun atau Rp510,0 (Rupiah penuh) per saham yang berasal dari akumulasi laba ditahan tahun-tahun buku sebelum tahun 2007 dan telah dibayar pada tanggal 17 Maret 2008.

21. DIVIDENDS 2009 Based on a resolution of the Annual Shareholders General Meeting on May 27, 2009, the Companys shareholders approved a cash dividend of Rp2.63 trillion or Rp600.0 (full Rupiah) per share from the 2008 net income, which distributed as follows: - Rp1.49 trillion or Rp340.0 (full Rupiah) per share paid on July 6, 2009; - Rp0.48 trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share paid on December 22, 2009; - Rp0.66 trillion or Rp150.0 (full Rupiah) per share paid on February 25, 2010. 2008 Based on a resolution of the Annual Shareholders General Meeting on May 27, 2008, the Companys shareholders approved a cash dividend of Rp1.7 trillion or Rp390.0 (full Rupiah) per share from the 2007 net income in which Rp1.2 trillion or Rp280.0 (full Rupiah) per share was paid on October 29, 2008 and Rp0.5 trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share was paid on March 25, 2009.

Based on a resolution of the Extraordinary Shareholders General Meeting on February 1, 2008, the Companys shareholders approved a cash dividend of Rp2.2 trillion or Rp510.0 (full Rupiah) per share from the accumulated retained earnings before 2007, which was paid on March 17, 2008.

Halaman

5/35

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI ISTIMEWA MENGENAI PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION

Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan metode perhitungan harga cost plus. Sifat transaksi material dan hubungan istimewa

The Group, in its regular conduct of business, has engaged in transactions with related parties which have been priced using a cost plus method.

Nature of material transactions and relationship with related parties

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa/ Related parties PT Philip Morris Indonesia

Sifat hubungan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa/ Relationship with the related parties Pemegang saham pengendali/ Controlling shareholder

Transaksi yang signifikan/ Significant transactions - Penjualan bahan kemasan rokok/Sales of cigarette packaging materials - Penjualan mesin dan suku cadang/Sales of machinery and spare parts - Pembelian rokok/Purchase of cigarettes - Pembelian tembakau/Purchase of tobacco - Pembelian mesin/Purchase of machinery - Pendapatan jasa manajemen/Management services income - Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel services income - Biaya jasa kepegawaian/Personnel services charges Penjualan rokok/Sales of cigarettes Pendapatan royalti/Royalty income Biaya royalti/Royalty charges Pendapatan jasa teknis untuk pengembangan produk/Technical services income for product development

Philip Morris Products SA

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Philip Morris International Management SA

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

- Biaya jasa teknis/Technical services charges - Biaya jasa manajemen/Management service charges - Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel services income - Biaya jasa kepegawaian/Personnel services charges - Biaya jasa manajemen/Management services charges - Biaya jasa charges - Biaya jasa charges teknis/Technical services teknis/Technical services

Philip Morris Services SA

Management

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Godfrey Phillips Sdn. Bhd.

(Malaysia)

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Philip Morris International IT Service Center SARL Philip Morris Information Services Limited

Halaman

5/36

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI ISTIMEWA (lanjutan) PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Sifat transaksi material dan hubungan istimewa (lanjutan)

Nature of material transactions and relationship with related parties (continued)

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa/ Related parties Philip Morris International Management SA (Tolling)

Sifat hubungan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa/ Relationship with the related parties Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Transaksi yang signifikan/ Significant transactions - Penjualan rokok/Sales of cigarettes products - Pembelian tembakau/Purchase of tobacco - Penjualan tembakau/Sales of tobacco - Pendapatan jasa teknis/Technical services income - Pembelian mesin dan suku cadang/Purchase of machinery and spare parts - Penjualan mesin dan suku cadang/Sales of machinery and spare parts - Pembelian tembakau, saos dan flavor/Purchase of tobacco, sauce and flavor - Biaya jasa manajemen/Management service charges - Biaya jasa teknis/Technical service charges - Pembiayaan/Financing - Pembiayaan/Financing - Penjualan cengkeh/Sales of clove - Pembelian mesin cadang/Purchase of spareparts - Pembelian mesin cadang/Purchase of spareparts dan suku machinery and dan suku machinery and

Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Philip Morris Finance SA Philip Morris Brazil Industria E Comercio Intertaba S.P.A., Zola Predosa (Bologna) Philip Morris Limited Australia

Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder Pemegang saham utama yang sama/ The same ultimate shareholder

Philip Morris Philippines Manufacturing Inc Philip Morris Ukraine

- Pembelian tembakau dan flavor/Purchase of tobacco and flavor - Pembelian mesin cadang/Purchase of spareparts dan suku machinery and

Philip Morris Global Services Inc

- Biaya jasa manajemen/Management service charges

Halaman

5/37

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI ISTIMEWA (lanjutan) PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Transaksi hubungan istimewa yang material Rincian transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa sebagai berikut: 2009 Transaksi usaha Penjualan Philip Morris International Management SA (Tolling) PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Products SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Brazil Industria E Comercio Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)

Significant transactions with related parties The details of transactions with related parties are as follows: 2008 Trade transactions Sales Philip Morris International Management SA (Tolling) PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Products SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Brazil Industria E Comercio Others (below Rp1.0 billion)

95,980 92 ,325 17 ,469 3,398 801 83 210 ,056

495 31,364 16,376 1,235 73 49,543 0.14% 4,394,508 311,835 7,743 1,372 4,715,458 13.60%

Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Pembelian PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Philippines Manufacturing Inc Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)

0.54% 5,253 ,844 317 ,129 5 ,407 110 347 5,576,837

As a percentage of the consolidated net sales Purchases PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Philippines Manufacturing Inc Others (below Rp1.0 billion)

Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Transaksi lainnya Penjualan lainnya Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. PT Philip Morris Indonesia Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)

14 .31%

As a percentage of the consolidated net sales Other transactions

4,881 2,393 406 7,680

8,309 27,746 36,055 0.10%

Other sales Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. PT Philip Morris Indonesia Others (below Rp1.0 billion)

Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Pembelian lainnya PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Ukraine Intertaba S.P.A., Zola Predosa (Bologna) Philip Morris Limited Australia Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)

0.02%

As a percentage of the consolidated net sales Other purchases PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Ukraine Intertaba S.P.A., Zola Predosa (Bologna) Philip Morris Limited Australia Others (below Rp1.0 billion)

2,854 2,791 336 745 6 ,726

4,030 1,319 2,326 53 7,728 0.02%

Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi

0.02%

As a percentage of the consolidated net sales

Halaman

5/38

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI ISTIMEWA (lanjutan) PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued) Significant (continued) 2008 Service charges and others Philip Morris International Management SA Philip Morris Management Services SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris International IT Service Center SARL Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Product SA Philip Morris Information Services Limited Philip Morris Global Services Inc Others (below Rp1.0 billion) As a percentage of the consolidated net sales Financing costs Philip Morris Finance SA As a percentage of the consolidated net sales Service income and others Philip Morris Products SA Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Management Services SA Others (below Rp1.0 billion) As a percentage of the consolidated net sales Interest income Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Finance SA As a percentage of the consolidated net sales transactions with related parties

Transaksi hubungan istimewa yang material (lanjutan) 2009 Biaya jasa dan lainnya Philip Morris International Management SA Philip Morris Management Services SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris International IT Service Center SARL Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Product SA Philip Morris Information Services Limited Philip Morris Global Services Inc Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Beban pembiayaan Philip Morris Finance SA Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Pendapatan jasa dan lainnya Philip Morris Products SA Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Management Services SA Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi Penghasilan bunga Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Finance SA Persentase terhadap penjualan bersih konsolidasi

441 ,992 188 ,347 70 ,459 26 ,864 25 ,242 20 ,690 9 ,789 4,678 740 788,801 2 .02% 1,471 0.00% 29 ,826 27,450 26 ,592 31,016 424 505 115,813 0.30% 5 ,043 16 5 ,059 0.01%

384,532 153,813 74,385 23,203 24,336 25,655 6,100 36 692,060 2.00% 12,915 0.04% 33,925 19,823 17,848 1,044 1,096 73,736 0.21% 4,535 4,535 0.01%

Halaman

5/39

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI ISTIMEWA (lanjutan) PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued) Account balances with related parties The details of balances from related parties are as follows: 2008 Trade receivables Philip Morris International Management SA (Tolling) PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Products SA Others (below Rp1.0 billion)

Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa Rincian saldo dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 Piutang usaha Philip Morris International Management SA (Tolling) PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Products SA Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) Persentase terhadap aset konsolidasi Piutang lainnya Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Finance SA PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International IT Services Center Philip Morris Products SA Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris Management Services SA Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) Persentase terhadap aset konsolidasi

40,250 7,721 313 374 48,658 0.27% 105,600 63,070 17,724 3,947 3,402 3,278 1,541 196 198,758 1 .12%

14,060 2,287 16,347

0.10% As a percentage of the consolidated assets 158,194 2,778 4,930 1,194 167,096 1.04% As a percentage of the consolidated assets In September 2009, Sampoerna International Pte. Ltd., a subsidiary in Singapore, provided an intercompany loan to Philip Morris Finance SA. The outstanding intercompany loan amounted to US$6.9 million (equivalent to Rp63.1 billion) and bore annual interest rates of 0.09%-0.12%. In January 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd., a subsidiary in Malaysia, provided an intercompany loan facility to Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. up to the equivalent of US$32.0 million. The outstanding intercompany loan amounted to RM37.5 million (equivalent to Rp102.9 billion)(2008: RM49.0 million/equivalent to Rp154.9 billion) and bore annual interest rates of 3.40%-4.70% (2008: 3.80%4.10%). 2008 Short-term borrowings Philip Morris Finance SA As a percentage of the consolidated liabilities Other receivables Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Finance SA PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International IT Services Center Philip Morris Products SA Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris Management Services SA Others (below Rp1.0 billion)

Pada bulan September 2009, Sampoerna International Pte. Ltd., anak perusahaan di Singapura, memberikan fasilitas pinjaman kepada Philip Morris Finance SA. Jumlah saldo piutang adalah sebesar US$6,9 juta (setara dengan Rp63,1 miliar) dan memiliki tingkat suku bunga antara 0,09%-0,12%. Pada bulan Januari 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd., anak perusahaan di Malaysia, memberikan fasilitas pinjaman kepada Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. maksimum sampai dengan setara US$32,0 juta. Jumlah saldo piutang adalah sebesar RM37,5 juta (setara dengan Rp102,9 miliar) (2008: RM49,0 juta/setara dengan Rp154,9 miliar) dan memiliki tingkat suku bunga antara 3,40%-4,70% (2008: 3,80%-4,10%).

2009 Pinjaman jangka pendek Philip Morris Finance SA Persentase terhadap kewajiban konsolidasi 94,002 1.30%

Halaman

5/40

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI ISTIMEWA (lanjutan) PIHAK HUBUNGAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa (lanjutan) 2009 Hutang usaha PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Lain-lain (di bawah Rp 1,0 miliar) Persentase terhadap kewajiban konsolidasi Hutang lainnya Philip Morris Management Services SA Philip Morris International Management SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Global Services Inc Philip Morris Information Services Limited Philip Morris Ukraine Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Products SA PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International IT Service Center SARL Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar) Persentase terhadap kewajiban konsolidasi 246,882 16,711 4,159 267 ,752 3.69% 83,282 67,374 21,692 4,640 3,798 2,791 2,190 1,483 397 108 187 ,755 2 .59%

Account balances with related parties (continued) 2008 255,131 65,883 4,239 41 325,294 4.02% 15,393 66,058 1,924 4,295 2,145 4,433 4,335 733 99,316 1.23% As a percentage of the consolidated liabilities As a percentage of the consolidated liabilities Other payables Philip Morris Management Services SA Philip Morris International Management SA Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Global Services Inc Philip Morris Information Services Limited Philip Morris Ukraine Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd. Philip Morris Products SA PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International IT Service Center SARL Others (below Rp1.0 billion) Trade payables PT Philip Morris Indonesia Philip Morris International Management SA (Tolling) Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. Others (below Rp 1.0 billion)

23. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2009, operasi Grup dalam negeri memiliki aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

23. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES As at December 31, 2009, the Groups domestic operations had monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies, as follows:
2009 Setara Rupiah/ Rupiah equivalent 158 158 EUR 2,462,098 154,121 2,616,219 Assets 34,465 Cash and cash equivalents Trade receivables and 52,714 other receivables 87,179 94,002 284,025 128,343 506,370 (419,191) Total assets Liabilities Short-term borrowings Trade payables and other payables Accrued expenses and provisions Total liabilities Liabilities - net

Mata uang asing/ Foreign currencies Aset Kas dan setara kas Piutang usaha dan piutang lainnya Jumlah aset Kewajiban Pinjaman jangka pendek Hutang usaha dan hutang lainnya Beban yang masih harus dibayar dan kewajiban estimasian Jumlah kewajiban Kewajiban - bersih US$ 3, 666,279 5,187,902 8,854,181 US$ 10,000,233 18,121,263 13, 405,407 41, 526,903 CHF CHF 434,374 434,374 8,849,888 27,548 8,877,436 EUR

US$(32,672,722) CHF (8,443,062) EUR (2,616,061)

Halaman

5/41

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING a. Pada tanggal 31 Maret 2008, Perusahaan menandatangani perjanjian pembelian tembakau dengan PT Sadhana untuk membeli sebagian besar kebutuhan tembakau domestik selama lima tahun berdasarkan harga pasar. Pada tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan memiliki uang muka sejumlah Rp1,3 triliun (2008: Rp1,5 triliun) untuk pembelian tembakau yang belum direalisasikan. Pembayaran uang muka telah dijamin sepenuhnya oleh Standby Letter of Credit. b. Grup menandatangani berbagai perjanjian dengan PT Philip Morris Indonesia atau pihak-pihak terafiliasi sehubungan dengan: - penyediaan barang (tembakau, bahan baku, bahan kemasan rokok, mesin dan suku cadang), - penyediaan jasa (pengelolaan gudang tembakau, jasa manajemen, jasa sistem informasi, jasa penjualan dan manajemen merek, jasa teknis untuk penelitian dan pengembangan dan jasa kepegawaian), - lisensi merek dagang, sub-lisensi merek dagang, kontrak manufaktur, - pembiayaan. Transaksi hubungan istimewa di atas telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 27 Juni 2006 dan 18 Oktober 2006. c. Pada tanggal 10 Januari 2005, Panamas menandatangani perjanjian distribusi dengan PT Philip Morris Indonesia untuk jangka waktu sepuluh tahun sebagai distributor tunggal untuk menjual rokok-rokok produksi PT Philip Morris Indonesia di Indonesia, berlaku sejak tanggal 10 Januari 2005 sampai dengan 28 Pebruari 2015. Pada tanggal 22 Desember 2009, perjanjian distribusi diatas telah dirubah dengan mengalihkan seluruh hak Panamas sebagai distributor tunggal kepada Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 2010. d. PT Taman Dayu (TD) menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan proyek dengan PT Ciputra Surya Tbk. selama 20 tahun sehubungan dengan properti milik TD, berlaku sejak tanggal 7 April 2005. Persentase pendapatan TD terhadap penjualan konsolidasi adalah sebesar 0,06% .

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. SIGNIFICANT AGREEMENTS a. On March 31, 2008, the Company entered into a leaf supply agreement with PT Sadhana to procure a significant portion of the Companys total Indonesian packed leaf tobacco requirements for five years at market price. As at December 31, 2009, the Company had advanced Rp1. 3 trillion (2008: Rp1.5 trilion) for the purchase of tobacco that had yet to be settled. These advance payments are fully covered by Standby Letter of Credit. b. The Group has various agreements with PT Philip Morris Indonesia or its affiliated companies in relation to: - supply transactions (tobacco, raw materials, cigarette packaging materials, machinery and spare parts), - service transactions (leaf warehouse management, management services, information system services, sales and brand management services, technical support for research and development and personnel services), - trademark license, trademark sub-licence, contract manufacturing, - financing. The above related party arrangements were approved in the Extraordinary Shareholders General Meetings on June 27, 2006 and October 18, 2006. c. On January 10, 2005, Panamas entered into a distribution agreement with PT Philip Morris Indonesia for ten years as the sole distributor of PT Philip Morris Indonesias cigarette products in Indonesia, effective from January 10, 2005 until February 28, 2015.

On December 22, 2009, the distribution agreement was amended by assigning all Panamass rights as the sole distributor to the Company effective from January 1, 2010. d. PT Taman Dayu (TD) has a 20 year joint project development agreement with PT Ciputra Surya Tbk. in relation to property owned by TD, effective from April 7, 2005. TD revenue as a percentage of the consolidated revenue was 0.06%.

Halaman

5/42

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) e. Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Mitra Produksi Sigaret (MPS) untuk memproduksi sigaret kretek tangan. Perjanjian ini umumnya berlaku untuk jangka waktu bervariasi antara satu sampai dengan tiga tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak. Biaya produksi dan jasa manajemen yang dibebankan oleh MPS masing-masing sebesar Rp1,17 triliun pada tahun 2009 (2008: Rp1,19 triliun), termasuk dalam biaya produksi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) e. The Company has agreements with third party operators (TPO) to produce hand-rolled cigarettes. These agreements vary from one to three years and are extendable based on mutual agreement by both parties.

Total production costs and management fees charged by the TPOs of Rp1.17 trillion in 2009 (2008: Rp1.19 trillion), are included within cost of production.

25. KOMITMEN a. Pembelian aset tetap Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup mempunyai komitmen sehubungan dengan pembelian aset tetap sebesar Rp122,0 miliar (2008: Rp79,9 miliar). b. Sewa Jumlah pembayaran minimum sewa operasi di masa mendatang yang berasal dari sewamenyewa biasa adalah sebagai berikut: 2009 Tidak lebih dari 1 tahun Antara lebih dari 1 tahun sampai 5 tahun Jumlah 70,117 141,599 211,716

25. COMMITMENTS a. Purchase of fixed assets As at December 31, 2009, the Group had outstanding commitments relating to the purchase of fixed assets of Rp122.0 billion (2008: Rp79.9 billion). b. Rent The future aggregate minimum lease payments under operating leases are as follows: 2008 37,610 56,570 94,180 Not later than 1 year Later than 1 year and not later than 5 years Total

26. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. Sehubungan dengan akan diberlakukannya perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) sejak tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan merencanakan untuk merestrukturisasi kegiatan usaha produksi rokok di Malaysia melalui PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd. (SJL) dan anak perusahaannya. Perusahaan akan mengalihkan produksi rokok di pasar Malaysia yang dilakukan oleh SJL ke Perusahaan di Indonesia. Dengan pengalihan ini, Perusahaan bermaksud menutup semua kegiatan produksi rokok SJL di Malaysia. Rencana Perusahaan saat ini masih dalam proses dan rencana tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan pada laporan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan.

26. SUBSEQUENT EVENTS a. In relation with the implementation of ASEAN Free Trade Area (AFTA) effective January 1, 2010, the Company is planning to restructure the cigarette operations in Malaysia through its subsidiary PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd. (SJL) and subsidiary.

The Company will move the manufacture of the cigarettes for the Malaysian market from SJL to the Company in Indonesia. As part of this plan, the Company plans to close down all SJLs cigarette production in Malaysia. The Companys business plan is currently under process and this plan will have no significant impact to the consolidated financial statements of the Company and subsidiaries.

Halaman

5/43

Page

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) b. Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan melakukan perluasan kegiatan, yaitu menjual dan mendistribusikan produk rokok secara langsung dan melakukan sendiri percetakan kemasan produk rokok. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan pembelian aset-aset tertentu dan kewajiban-kewajiban tertentu dari PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas, PT Sampoerna Printpack dan PT Handal Logistik Nusantara, yang semuanya merupakan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh Perusahaan, pada tahun 2010 (Catatan 1). Transaksi tersebut telah di selesaikan pada bulan Januari 2010 dan tidak menimbulkan dampak yang signifikan pada laporan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2009 AND 2008 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. SUBSEQUENT EVENTS (continued) b. Starting January 1, 2010, the Company has expanded its activity such that it directly sells and distributes its cigarettes and does its own printing for cigarette packaging. In connection with it, the Company has acquired certain assets and assume certain liabilities of PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas, PT Sampoerna Printpack and PT Handal Logistik Nusantara, all of which are wholly owned subsidiaries of the Company, in 2010 (Note 1).

The transaction was finalised in January 2010 and gave no significant impact to the consolidated financial statements of the Company and subsidiaries. 27. ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS The Indonesian Institute of Accountants has issued the following revised accounting standards which may be applicable to the Group, with a summary as follows: - three standards applicable for financial statements covering periods beginning on or after January 1, 2010 relating to borrowing costs and financial instruments. - nine standards and one interpretation withdrawn as of January 1, 2010. - 11 standards and five interpretations applicable for financial statements covering periods beginning on or after January 1, 2011.

27. STANDAR AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi yang mungkin relevan terhadap Grup, dengan ringkasan sebagai berikut: - tiga standar yang berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010 sehubungan dengan biaya pinjaman dan instrumen keuangan. - sembilan standar dan satu interpretasi yang dicabut pada tanggal 1 Januari 2010. - 11 standar dan lima interpretasi yang berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.

The Group is still evaluating the possible impact of these standards on the financial statements.

Halaman

5/44

Page