Anda di halaman 1dari 17

PTPN XI BANGKITPABRIK GULA PAGOTAN SUKSES SELALU

Overview BagianBagian Stasiun Gilingan-Pabrik Gula Pagotan-PTPN XI


Oleh : Rendra Adi Wibawa OJT-PTPN XI-Bidang Akuntansi, Keuangan & Umum (AKU) 2012

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Stasiun Gilingan
Stasiun gilingan adalah bagian dari pabrik gula tempat mengekstraksi nira dari tebu secara mekanis sehingga didapatkan nira (Nira Perahan Pertama/NPP) yang siap diproses ke stasiun pemurnian. Stasiun gilingan terletak di bagian paling awal dalam proses pengolahan tebu menjadi gula.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan


1.

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Cane Unloading Crane Cane Table (Meja Tebu) Cane Carrier Cane Cutter (Alat Kerja Pendahuluan 1) Unigrator (Alat Kerja Pendahuluan 2) Roll Gilingan Control Desk Imbibition Bagasse Dryer Bagasse Hose Carrier

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

1.

Cane Unloading Crane Pabrik Gula Pagotan mengoperasikan 2 cane unloading crane dengan kapasitas maksimal 10 Ton. Tebu diangkat, diangkut, dan dibongkar dengan cane unloading crane dari lori ke meja tebu (cane table).

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan


2.

Cane Table

Alat ini berupa meja yang permukaan atasnya mempunyai kemiringan 15o dan dilengkapi dengan 6 lajur rantai peluncur. Fungsi dari meja tebu sebagai pengumpan proses pemerahan digilingan melalui cane carrier. Alat ini dioperasikan secara manual oleh operator dengan ketebalan dan waktu peluncuran secara merata. Bagian-bagian Meja Tebu beserta fungsinya adalah sebagai berikut : 1.Meja tebu Sebagai tempat meletakkan dan mengatur pemasukkan tebu ke krepyak tebu. 2.Motor listrik Untuk menggerakkan rantai di meja tebu. 3.Roda gigi penggerak Sebagai alat bertumpu dan berputarnya rantai. 4.Rantai Sebagai alat penggerak tebu sehingga tebu dapat dipindahkan ke krepyak tebu. 5.Tiang Sebagai penyangga meja tebu. Cara Kerja : Tebu yang diangkat oleh crane diletakkan melintang di atas rantai peluncur yang terdapat pada meja tebu. Rantai peluncur tersebut berbentuk melingkar dimana pada masing-masing ujung bertumpu pada roda gigi. Roda gigi bagian depan dihubungkan oleh motor penggerak. Motor ini dikendalikan oleh operator untuk menggerakkan rantai peluncur ke depan, sehingga mendorong tebu masuk ke krepyak tebu secara bertahap dan perlahan-lahan. Diupayakan dalam operasional pengumpanan tebu dari meja tebu jatuh ke krepyak ampas bisa merata ketebalannya.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan


3.

Cane Carrier
Cane Carrier adalah conveyor yang terdiri dari track dan chain yang berfungsi membawa tebu dari cane table ke cane preparation (alat kerja pendahuluan), cane carrier terdiri dari 2 jenis yaitu : Cane Carrier I, yang berfungsi membawa tebu ke cane cutter yang nantinya oleh cane cutter akan dicacah menjadi potongan pendek (10-15 cm) dengan kecepatan cane cutter sebesar 600 Rpm. Cane Carrier II, yang berfungsi membawa potongan tebu dari Unigrator ke gilingan 1.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun 4. gilingan

Cane Cutter atau Pisau Potong Tebu (Alat Kerja Pendahuluan 1)


Cane cutter adalah merupakan pisau tebu yang terpasang pada disc dengan susunan beralur ulir agar tebu yang tidak tercacah oleh pisau yang satu akan tercacah oleh pisau yang lainnya. Pada pabrik gula Pagottan cane carrier digerakkan oleh motor listrik dengan kecepatan 600 Rpm dengan konsumsi daya listrik 450 kW Bagian-bagian Cane Cutter beserta fungsinya adalah sebagai berikut : 1. Piringan (disc) Tempat kedudukan pisau-pisau tebu. 2. Pisau Untuk memotong dan mencacah tebu. 3. Baut Sebagai penguat posisi pisau tebu agar tidak lepas dari piringan. 4. Bearing Tempat kedudukan as. 5. As rotor Sebagai dudukan piringan (disc).

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan 5.

Unigrator (Alat Kerja Pendahuluan 2)

Unigrator adalah alat untuk menghaluskan potongan-potongan tebu sehingga sel-sel tebu terpecah keluar. Bagian Unigrator dan Fungsinya : 1. Hammer Sebagai pemukul tebu yang telah dicacah. 2. As shredder Sebagai tempat dudukan disc. 3. Disc Tempat dudukan hammer. 4. Grid bar Sebagai landasan tempat hammer memukul. 5. As hammer Sebagai tempat dudukan hammer pada disc. Cara kerja : Tebu yang telah tersayat dan terpotong oleh cane cutter kemudian oleh Carding drum cacahan tebu dilempar ke daerah grade bar yang merupakan landasan hammer . Selanjutnya ditumbuk atau dipukul oleh hammer hingga hancur dan berukuran kecil (serabut) kemudian jatuh ke Elevator untuk dibawa ke unit pemerahan.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun 6. gilingan

Gilingan/Roller Preasure

Alat ini berfungsi untuk memerah nira yang terkandung didalam tebu sebanyak mungkin.Rol-rol gilingan dibuat beralur agar penekanan atau pemerahan berjalan dengan baik. Adanya alur pada rol gilingan juga menyebabkan gilingan tidak mudah slip walaupun ampas yang digiling tebal.Unit gilingan jenis ini masing-masing terdiri dari 5 roll, yaitu 3 roll gilingan dan 2 rol Pressure feeder ( rol pengumpan paksa). Tekanan roll hydraulic rata-rata 200 Kg/cm3. Ampas tebu pada proses gilingan ini mempunyai kadar zat kekeringan 50-51 %..

Keterangan Gambar : 1. Rol Depan 2. Rol Atas 3. Rol Belakang 4. Kap Atas 5. Feeding Roll 6. Corong / cute 7. Scrapper Atas 8. Scrapper Bawah 9. Kap Samping 10. Ampas Plat 11. Ampas Balk 12. Bantalan Rol 13. Standart 14. Bak Penampung Nira

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun 6. gilingan

Gilingan/Roller Preasure

Bagian-bagian gilingan dan fungsinya : 1. Rol Depan Sebagai landasan tekanan roll atas pada pemerahan pertama. 2. Rol Atas Sebagai penekan cacahan tebu. 3. Rol Belakang Sebagai landasan tekanan roll atas pada pemerahan kedua. 4. Kap Atas Sebagai penahan roll atas. 5. Feeding Roll Sebagai pengatur dan pengumpan tebu yang masuk ke gilingan. 6. Corong / cute Sebagai saluran masuk cacahan tebu dari roll pengumpan menuju roll gilingan. 7. Scrapper Atas Sebagai pembersih sisia ampas yang terselip pada alur roll atas. 8. Scrapper Bawah Sebagai pembersih sisia ampas yang terselip pada alur roll atas. 9. Kap Samping Sebagai penahan rol muka atau roll belakang. 10. Ampas Plat Sebagai penahan ampas diantara roll muka dan roll belakang agar tidak berceceran. 11. Ampas Balk Sebagai tuas tempat pengaturan posisi ampas plat. 12. Bantalan Rol Sebagai metal yang merupakan tumpuan as roll. 13. Standart Merupakan pondasi dari gilingan. 14. Bak Penampung Nira Tempat untuk menampung nira hasil perahan roll.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

6.

Gilingan

Cara Kerja : Tebu yang telah dicacah masuk melalui pressure feeder (roll pengumpan) dan ditekan menuju bukaan roll depan. Cacahan tebu yang sudah masuk celah roll depan mendapat tekanan yang disebabkan roll gilingan atas dan roll gilingan depan. Tekanan ini menyebabkan terjadinya pemerahan sehingga nira tebu keluar. Ampas hasil perahan pertama dilewatkan ampas plat dan masuk ke pemerahan kedua yang di akibatkan penekanan antara roll gilingan atas dengan roll gilingan belakang. Dari bukaan belakang, ampas tebu keluar supaya tidak terbawa roll atas dan roll belakang maka dipasang skrapper plat yang berfungsi untuk membersihkan ampas tebu. Nira jatuh ke dalam bak penampung nira dan ampasnya jatuh ke dasar intermediate carrier ( IMC ) yang membawanya ke unit gilingan selanjutnya sampai pada gilingan akhir.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

7.

Control Desk

Kecepatan putaran gilingan diatur dalam satu instalasi kontrol panel (control desk) yang mengendalikan sistem kerja motor listrik yang menggerakkan roll itu sendiri.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

8.

Imbibition

Imbibisi berasal dari kata latin Imbibire yang artinya minum. Imbibisi adalah peristiwa masuknya air pada suatu benda. Air yang masuk pada benda tersebut disebut air Imbibisi. Benda atau zat yang dapat dimasuki air disebut imbiban. Proses imbibisi pada stasiun gilingan Pabrik Gula Pagotan menggunakan imbibisi majemuk artinya air dan nirah digunakan sebagai bilasan ampas tebu agar sakrosa pada %pol ampas tebu rendah,. Zat campuran pada air imbibisi adalah surfaktan dengan dosis 10 kg/8 jam dengan suhu8 air 600800C agar sel-sel tebu terbuka dan sukrosa yang ada pada ampas tebu benar-benar dapat terlarut keluar.

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

8.

Imbibition

Mekanisme pemberian imbibisi air dan nira di unit gilingan, yaitu sebagai berikut : Ampas yang keluar dari unit gilingan 1 diberi nira dari unit gilingan 3. Ampas yang keluar dari unit gilingan 2 diberi air dan nira dari unit gilingan 4. Ampas yang keluar dari unit gilingan 3 diberi air nira dari unit gilingan 5. Khusus ampas yang keluar dari unit gilingan 4 hanya diberi air saja, hal ini dilakukan karena memperhatikan kadar air dalam ampas di unit gilingan 5. Ampas dari gilingan 5 harus kering dengan kadar kekeringan 51-52% karena akan dijadikan bahan bakar ketel (boiler).

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

9.

Bagasse Dryer

Bagas dryer merupakan alat support yang digunakan untuk mengeringkan ampas tebu dari gilingan 5 sebelum dibawa oleh bagasse elevator ke stasiun ketel untuk dibakar dan dijadikan bahan bakar. Cara kerja bagasse dryer yaitu dengan menyemprotkan uap bekas panas yang berasal dari stasiun penguapan ke ampas tebu dari gilingan no.5. Kadar zat kering ampas tebu dapat bertambah sekitar 5 % sehingga ampas tebu mempunyai kadar kekeringan 50-55 %

Pabrik Gula Pagotan-PTPN XIStasiun Gilingan

Bagian-bagian stasiun gilingan

Bagasse Hose Carrier Ampas tebu yang sudah mempunyai kadar kekeringan 50-55 % lalu dibawa oleh bagasse hose carrier ke stasiun ketel untuk dijadikan bahan bakar penghasil uap
10.

PTPN XI BANGKITPABRIK GULA PAGOTAN SUKSES SELALU