Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan dari ekosistem akuatik dan ekosistem darat adalah , ekosistem akuatik tidak dipengaruhi oleh suhu ligkungan

dan curah hujan. Kedalaman perairan menentukan sejauh mana cahaya matahari dapat berpenetrasi ke dalam perairan . semakin dalam perairan , maka cahaya tidak dapat masuk ke dasar perairan. Cahaya matahari dibutuhkan oleh organisme fotosintetik untuk proses pengolahan makanan. Peraiaran yanag memiliki arus deras juga akan memberikan pengaruh yang berbeda dengan perairan yang memiliki arus sedang atau tenang. Ekosistem air laut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. Mempunyai kadar mineral yang tinggi (terutama Cl) di daerah tropis (sekitar khatulistiwa) dan kadar mineral yang rendah di daerah yang jauh dari khatulistiwa. b. Suhu permukaan laut berbeda-beda, di daerah tropis temperatur sekitar 250C dan makin kearah kutub temperatur menurun sampai 00C. pada kedalaman 200 m, temperatur air dari kutub sampai khatulistiwa berkisar 00-220C dan pada bagian yang lebih dalam hampir tidak ada perbedaan suhu. c. Aliran air laut menimbulkan penyebaran senyawa kimia yang diperlukan organisme. Aliran ini juga mempengaruhi suhu dan kadar garam, sebaliknya aliran di pengaruhi oleh pola angin dan putaran bumi. Perbedaan dari jenis hidup pada ekosistem akuatik dan ekosistem teresterial adalah pada ekosistem akuatik tidak di pengaruhi oleh suhu lingkungan dan curah hujan. Sedangkan ekosistem teresterial di pengaruhi oleh suhu lingkungan dan cura hujan. Sepertinya di pengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan air laut. Ekosistem teresterial dan ekosistem akuatik mempunyai ciri-cirinya berbeda. Pada ekosistem teresterial ada bermacam-macam bioma, namun yang utama adalah: 1. Bioma padang gurun, mempunyai ciri-ciri yaitu curah hujan rendah 25 cm per tahun, tanahnya gersang/tandus, pancaran matahari sangat terik dan penguapan tinggi dan pada siang hari suhu sangat tinggi, namun pada malam hari suhu sangat rendah. 2. Bioma padang rumput, mempunyai ciri-ciri yaitu curah hujan umumnya 25-50 cm per tahun, hujan tidak teratur, peresapan dan pengaturan air kurang baik karena sangat cepat. 3. Bioma hutan basah, mempunyai ciri-ciri yaitu curah hujan tinggi, 200- 225 cm per tahun, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu hanya sedikit dan kehidupan tumbuhan subur. 4. Bioma hutan gugur, mempunyai ciri-ciri yaitu curah hujan merata sepanjang tahun antara 75-100 cm per tahun, mempunyai empat musim yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi, pohon-pohon tidak terlalu rapat dan jumlah spesiesnya sedikit. 5. Bioma taiga, mempunyai ciri-ciri yaitu suhu di musim dingin sangat rendah dan di musim panas sangat tinggi, hamper seluruhnya terdiri atas pohon-pohon conifer yang umumnya selalu hijau. 6. Bioma tundra, mempunyai ciri-ciri yaitu beriklim kutub dengan musim dingin yang panjang serta gelap, dan musim panas yang panjang serta terang terus-menerus, pada musim dingin makanan sangat kurang, pada musim panas tertutup oleh Lichenes dan lumut yang tipis serta penuh dengan hewan.

Sedangkan pada ekosistem akuatik yang utama adalah: 1. Ekosistem air tawar, mempunyai ciri-ciri yaitu: Salinitas rendah, bahkan lebih rendah daripada salinitas protoplasma, Variasi suhu kecil, Penetrasi cahaya matahari kurang dan Dipengaruhi oleh iklim dan suaca. 2. Ekosistem air laut, mempunyai ciri-ciri yaitu: Mempunyai kadar mineral yang tinggi, Suhu permukaan laut berbeda-beda, di daerah tropis temperatur sekitar 250C, pada kedalaman 200 m, temperatur air dari kutub sampai khatulistiwa berkisar 00-220C. Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum Jilid 3. Erlangga. Jakarta Kusandi, Rahmat. 1999. Geogafi Untuk Sekolah menengah Umum Kelas 1. PT. Grafindo Media Pratama. Ramli. H.D. 1989. Ekologi. DeptDiptBud. Jakarta Rachmawati, Diah. 1999. Pelajaran Biologi SMU Jilid 3. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. R. Campbell. 2000. Biology, Fifth Edition. Penerbit Erlangga. Jakarta. Rosmarkam, A dan N. W. Yuwono, 2006. Ilmu Kesuburan Tanah. Cetakan ke 6. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Taryono. dkk. 1994. Terampil Menguasai dan Menerapkan Konsep Biologi. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Verner, M. L. Morrison, and C. J. Ralph. 1991. Modeling Habitat Relationships of Terrestrial Vertebrate. Univ. Winconsin Press, Madison.