Pohon Keputusan

Pohon Keputusan
Suatu rangkaian kronologis tentang keadaan yang mungkin terjadi untuk setiap alternatif Pohon keputusan merupakan suatu model yang digunakan untuk mengevaluasi pilihan-pilihan

Pohon Keputusan Notasi yang Digunakan : : cabang keputusan atau tindakan cabang kejadian yang timbul sebagai akibat dilakukannya suatu tindakan cabang keputusan atau tindakan : .

Keadaan ini. Stand pertama. dimana Badu mempunyai kekuasaan untuk memilih satu diantara alternatif yang ada. sedangkan stand kedua. dan kejadian yang mungkin muncul pada masing-masing lotere Permainan Mata Uang main lotere mata uang gambar main lotere dadu tidak main angka 5 6 2 3 4 Permainan Dadu 1 . yaitu kumpulan alternatif. lotere dengan melempar dadu.Pohon Keputusan Badu pergi ke pasar malam dan melihat dua stand permainan lotere. lotere dengan melempar mata uang.

0 0 0 Rp. 300 . Rp. 200 Rp.Pohon Keputusan untuk permainan lotere ini harga kedua jenis lotere adalah sama.100. yaitu Rp. sedangkan penerimaan yang mungkin diterima dari kedua jenis permainan lotere. Rp. 0 Permainan Dadu Kejadian Mata 1 Mata 2 Mata 3 Mata 4 Mata 5 Mata 6 Penerimaan Rp. 100 Rp. 200 Rp. Permainan Mata Uang Kejadian Gambar angka Penerimaan Rp.

maka sebuah pohon keputusan yang secara lengkap menggambarkan situasi keputusan ini telah diperoleh.100 + 100 . Kejadian gambar main lotere main uang angka 1 2 main lotere main dadu 3 4 5 6 . 100 tidak main 0 .100 .Pohon Keputusan Bila digabungkan dan juga semua informasi dipaparkan.100 0 .100 + 100 Penerimaan Rp.

mengadakan kegiatan pengembangan produk yang tujuannya untuk meningkatkan kulitasnya. Tetapi bila hasil pengembangan produk tersebut negatif dan produk lama tetap dipasarkan. meneruskan penjualan hair spray tanpa mengadakan perubahan apa pun. kemudian mengadakan survey konsumen pada beberapa toko serba ada yang ada di berbagai daerah. bila hasilnya negatif. yang masing-masingnya dipisahkan oleh kejadian yang berada di luar pengendaliannya. cat kuku. Sudiro merasa bahwa dia kini dihadapkan pada tiga pilihan: pertama. maka ia dapat memasarkan produk baru tersebut. manager pemasaran. dan hair spray. Melihat penurunan tajam ini. menghentikan produksi hair spray seluruhnya. Bila hasil proyek pengembangan ini positif. Bila hasil pengembangan tersebut positif dan produk baru yang dihasilkan kemudian dipasarkan. Ia tidak yakin berkenaan dengan keputusan manakah yang terbaik untuk diambil. Sudiro menyadari bahwa ia menghadapi serangkaian kumpulan alternatif yang saling bergantungan. maka diperkirakan tingkat penjualan produk tersebut akan tinggi. maka pilihannya adalah menghentikan produk lama. sedangkan harganya relatif sama. Hasil analisia survey ini menunjukkan bahwa menurunnya penjualan hair spray ini disebabkan karena kualitas hair spray dari perusahaan saingan. bedak. Berdasarkan hasil survey ini. maka tingkat penjualan diperkirakan akan tetap rendah. Pada puncaknya.Pohon Keputusan Perusahaan komestik “PUTRI” adalah sebuah perusahaan komestik yang meproduksi berbagai jenis barang-barang kosmetik. . dan ketiga. kedua. atau meneruskan penjualan produk lama tersebut. Semula hair spray PUTRI merupakan produk yang paling menonjol. yaitu lipstik. dan tinggal menguasai 7 % dari seluruh penjualan hair spray di pasaran. Tetapi. penjualan hair spray tersebut amat menurun. maka Sudiro. penjualan hair spray ini dapat mencapai 20 % dari seluruh penjualan hair spray di pasaran. Tetapi akhir-akhir ini.

Pohon Keputusan Tahapan Penggambaran Pohon Keputusan Kumpulan Alternatif Awal (Alternatif Tindakan) Sudiro merasa bahwa dia menghadapi tiga alternatif. Pertama : menyelenggarakan proyek pengembangan Kedua : menghentikan produksi Ketiga : meneruskan penjualan sebagaimana adanya Proyek Pengembangan Hentikan Produksi Teruskan seperti biasa .

penjualan sebanyak nol adalah kepastian dari alternatif ini . kejadian berhasil diketemukan formulasi hair spray baru yang lebih baik Negatif. atau mungkin saja tingkat penjualan akan tinggi Alternatif menghentikan produksi Tidak ada kejadian tak pasti yang melingkupi alternatif ini. tidak berhasil diketemukan formulasi baru yang lebih baik Alternatif meneruskan penjualan produk lama Tingkat penjualan tetap rendah.Pohon Keputusan Kejadian Tak Pasti yang Melingkupi Alternatif Awal Alternatif mengadakan Proyek Pengembangan Positif.

Pohon Keputusan Alternatif Tindakan dan Kejadian positif Proyek Pengembangan negatif Hentikan Produksi penjualan nol tinggi Teruskan sebagaimana adanya rendah .

maka Sudiro akan mempunyai dua pilihan. . yaitu (1) memasarkan produk lama. maka dia akan mempunyai dua pilhan. atau (2) tidak memasarkan produk baru. yaitu: (1) memasarkan produk baru. Apabila hasilnya negatif.Pohon Keputusan Alternatif Lanjutan Apabila bila hasil dari proyek pengembangan ini positif. atau (2) menghentikan produksi sama sekali.

Pohon Keputusan Kejadian tak pasti yang melingkupi alternatif lanjutan Bila produk baru dipasarkan. maka hasil penjualan yang akan diperoleh mungkin tinggi atau rendah Gambaran diagram lengkap tinggi Positif Pasarkan produk baru Tidak Proyek Penelitian Pasarkan produk lama Hentikan produksi Hentikan Produksi nol tinggi Teruskan seperti biasa rendah nol tinggi Negatif rendah rendah . maka hasil penjualan yang akan diperoleh mungkin tinggi atau rendah Bila produk lama tetap dipasarkan.

Pohon Keputusan Kejadian tak pasti yang melingkupi alternatif lanjutan Bila produk baru dipasarkan. maka hasil penjualan yang akan diperoleh mungkin tinggi atau rendah Gambaran diagram lengkap tinggi Positif Pasarkan produk baru Tidak Proyek Penelitian Pasarkan produk lama Hentikan produksi Hentikan Produksi nol tinggi Teruskan seperti biasa rendah nol tinggi Negatif rendah rendah . maka hasil penjualan yang akan diperoleh mungkin tinggi atau rendah Bila produk lama tetap dipasarkan.

5 juta rendah Rp.15 juta . 0 tinggi Teruskan seperti biasa rendah Rp. tinggi Positif Pasarkan produk baru Tidak Proyek Penelitian Pasarkan produk lama Hentikan produksi Hentikan Produksi Rp.5 juta tinggi Rp. 35 juta . yaitu setiap rangkaian alternatif akan menghasilkan suatu nilai yang tersendiri bagi pengambil keputusan. 50 juta .15 juta .20 juta Negatif rendah . 40 juta .Pohon Keputusan Penetapan Nilai Kejadian Tiap jalur dalam Diagram Keputusan.

40 juta . Namun demikian.2 Hentikan Produksi Rp.3 rendah 0.20 juta Rp. biasanya pengambil keputusan dapat menetapkan berapa besarnya kemunkinan suatu kejadian akan terjadi. Nilai kemungkinan inilah yang dikenal sebagai nilai kemungkinan subjektif.Pohon Keputusan Penetapan Nilai Kemungkinan Kemunculan kejadian tak pasti berada di luar pengendalian pengambil keputusan. 0 tinggi Rp.1 . dengan menggunakan beberapa cara tertentu.15 juta Teruskan seperti biasa 0.7 . Positif 0.15 juta Negatif 0.8 Proyek Penelitian Pasarkan produk lama Hentikan produksi .3 rendah 0.5 juta Pasarkan produk baru Tidak tinggi 0.7 Rp.5 juta tinggi 0.9 rendah 0. 50 juta . 35 juta .

5 Berhasil 80 juta Produk B 0.2 . Dominasi Nilai Berhasil 0. 200 juta Produk A Gagal 0. Dengan kata lain alternatif A mendominasi Alternatif B.2 juta Pada persoalan di atas dapat segera diambil keputusan untuk memilih alternatif A.Pohon Keputusan Penentuan Pilihan. karena dapat dilihat secara tegas bahwa nilai terburuk dari Alternatif A masih sama baik dengan nilai dari hasil alternatif B.8 80 juta Gagal 0.5 Rp. Pilihan Langsung. .

1500 Rp. 4000 Rp.3 0.1 0 C 0.3 0. 3750 Ongkos (unit) Rp. 6000 Rp.1 0. 2250 Kontribusi (unit) Rp.2 0.1 0 .1 0. Pilihan Langsung. 1000 Rp.4 0.1 0.Pohon Keputusan Penentuan Pilihan.2 0. 2500 Rp. 2000 Rp. Dominasi Stokastik Produk A B C Harga (Unit) Rp.1 0.2 0.2 0. 1500 Tingkat Penjualan 0 1000 2000 3000 4000 5000 A 0 0 0.6 Kemungkinan B 0.

Pilihan Langsung.4 4000 0.2 2000 0.1 1000 Produk C 0.2 3000 0.2 3000 0.2 2000 0.4 4000 0.1 Rp.1 1000 Produk B 0.2 5000 0. 2000 3000 4000 5000 0 2000 4000 6000 8000 0 1500 3000 4500 6000 .1 0 0.1 Produk A 3000 0. Dominasi Stokastik Kontribusi (ribu) 2000 0.6 0 0.1 4000 0.Pohon Keputusan Penentuan Pilihan.

Sebagai contoh. maka pilihan jatuh pada produk A. Pilihan Langsung. pengambil keputusan mungkin mempunyai target yang harus dicapai. Tingkat Aspirasi Dalam menghadapi situasi keputusan.6 Tampak bahwa produk A mempunyai kemungkinan yang terbesar untuk mencapai tingkat aspirasi yang ditentukan. maka cara yang sering digunakan adalah dengan menggunakan nilai ekspektasi sebagai dasar pemilihan.7 C 0. 3000 ribu atau lebih dari masing-masing produk adalah: Produk Kemungkinan A 0. Bila pilihan langsung tidak dapat atau sukar untuk dilakukan. 3000 ribu. dalam persoalan Kasus Pemasaran Produksi.9 B 0. Maka dapat diamati bahwa kemungkinan untuk memperoleh Rp. . suatu tingkat aspirasi.Pohon Keputusan Penentuan Pilihan. apabila pengambil keputusan merasa yang paling penting adalah menghasilkan Rp.

0) (0. Nilai Ekspektasi Hasil yang dicerminkan dalam suatu ditribusi kemungkinan dapat dinyatakan dalam harga rata-rata atau nilai ekspektasi. Kemudian pengambil keputusan memilih berdasarkan nilai ekspektasi tertinggi.1) x (Rp. Nilai Ekspektasi = (0. 1500) (0.1) x (Rp. 2000) (0. Pertanyaan berikutnya. 8000)  Rp. 4000) (0.1) x (Rp.1) x (Rp.4) x (Rp.1) x (Rp. apakah cara ini merupakan cara yang paling disukai?. karena memberilan nilai ekspektasi terbesar.6) x (Rp. 4000) (0.3) x (Rp. 3000) (0. 5000)  Rp. 4500) (0. Misalnya tingginya nilai kemungkinan untuk tingkat penjualan rendah pada produk B mungkin dapat menyebabkan pengambil keputusan lebih menyukai produk A.1) x (Rp. 0) (0.3) x (Rp.2) x (Rp. 4400 (ribu) Nilai Ekspektasi = (0. 4300 (ribu) (0. 2850 (ribu) + + Nilai Ekspektasi = + Dengan membandingkan nilai ekspektasi ini. 2000) (0.Pohon Keputusan Penentuan Pilihan. maka produk B yang dipilih.2) x (Rp. 6000) (0. 6000)  Rp. 3000) (0.2) x (Rp. .2) x (Rp.

Sedangkan pesawat kedua adalah bermesn piston dengan desain lama dan kemungkinan disusutkan lebih cepat. Perusahaan memperkirakan bahwa terdapat probabilitas 40% permintaan jasa pelayanan udara thun pertama akan rendah.Pohon Keputusan Latihan Soal Megatren adalah sebuah perusahaan yang bergerakdi bidang jasa angkutan udara. jika permintaan awalnya tinggi akan terdapat kemungkinan 80% pelayanan jasa akan tetap tinggi. Harga pesaat kedua ini pada tahun kedua berharga sebesar 400 juta. Terdapat dua buah jenis pesawat. Sebaliknya. Apabila kondisi terjadi kondisi seperti ini. yaitu: pesawat Turboprop dengan harga 1. Keadaan . terdapat probabilitas sebesar 70% ada tahun berikutnya akan turun.000 juta dengan kapasitas dan kenyamanan yang kurang. Masalah yang dihadapi selanjutnya adalah menentukan jenis pesawat yang akan dibeli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful