RESENSI

BELENGGU KARYA ARMIJN PANE

OLEH
NAMA : VIRNY ZASYANA EKA PUTRI KELAS : XII IPA 2

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMA NEGERI 5 KOTA BENGKULU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

3. Penyusun menyadari resensi buku ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan berbagai pihak. Bapak Suyoko. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. penyusun mengucapkan terima kasih. Ayah dan Ibu yang telah memberikan dukungan penuh kepada penyusun dalam menuntut ilmu. Teman-teman yang memberikan banyak bantuan dan saran dalam penyelesaian resensi bukuini. 8 Maret 2012 Penyusun.Kata Pengantar Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT karena rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan resensi buku “Belenggu” karya Armijn Pane. Bengkulu. penyusun menyadari resensi buku ini kemungkinan memiliki kekurangan. Namun. 2. maka demi tercapainya kesempurnaan dalam resensi buku ini. yang telah memberikan banyak bimbingan dalam penyelesaian resensi buku ini. Resensi buku ini bertujuan untuk memenuhi tugas pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan oleh Bapak Suyoko dan resensi buku ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk lebih memahami karya sastra pada angkatan 30. penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. . Atas kritik dan saran dari pembaca. oleh karena itu.

Karno. di ruang tengah. Nyonya Rusdio :: Cinta Segitiga : Campuran atau Maju Mundur : .Setting Waktu : Pagi. setibanya di rumah lagi. Rumah Yah. Mardani. Kehilangan. Siang.IDENTITAS BUKU Judul Buku Pengarang Angkatan Nama Penerbit Cetakan KeJumlah Halaman Warna Sampul Nama Pelaku Utama Nama Pelaku Sampingan Pelaku yang Mati Tema Alur Setting : Belenggu : Armijn Pane : Angkatan 30 atau Pujangga Baru : Dian Rakyat : 23 : 160 : Putih dan Coklat Muda : Sukartono. misalnya saja. Merasa Dikhiananti.Setting Suasana : Kesepian. tertulis: “Seperti biasa. Ikhlas Menerima Kenyataan. dibawah tempat telepon. Batavia. Sumartini dan Siti Rohayah : Hartono. Gaya Bahasa : Menggunakan bahasa Indonesia klasik. Solo . Sedih. Abdul. Bandung. Bahagia. Marah.” Perbedaan zaman yang mencolok terekam dalam frasa ‘… dokter Sukartono terus saja menghampiri …’ Dalam . Malam . di paragraf pertama bagian pertama novel.Setting Tempat : Rumah Tono dan Tini. dokter Sukartono terus saja menghampiri meja kecil.

penurut dan lemah lembut. Dia adalah dokter yang dermawan dan penolong.tata bahasa Indonesia modern yang menggunakan Ejaan Yang Di-Sempurnakan. namun ia harus menjalankan kawin paksa. Dia termasuk seorang yang sangat mencintai pekerjaannya.Sukartono (Tono) : seorang dokter yang mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi. Dia juga selalu merasa kesepian karena kesibukan suaminya. Dia merasa frustasi sehingga terjerumus ke lembah kenistaan. kata ‘terus’ diganti dengan kata ‘selalu. pintar. Tono juga merupakan tipe laki-laki yang sangat memperhatikan pendapat orang dan memiliki pendirian yang sering goyah. .Sumartini (Tini) : perempuan modern yang cantik. . Tono mengharapkan istri tradisional yang selalu patuh terhadap suami.’ sehingga frasa tersebut seharusnya tertulis: ‘… dokter Sukartono selalu saja menghampiri …’ Sudut Pandang : Orang ketiga serba tahu Perwatakan Pelaku Utama : . Tini merupakan perempuan berpendirian teguh dan sedikit angkuh. namun mempunyai masa lalu yang kelam karena bebas bergaul sehingga dia terkesan tidak mengacuhkan suaminya. Amanat : Apabila sebuah kehidupan rumah tangga yang lahir dibangun dari tiadanya rasa saling cinta antara suami-istri. lincah dan aktif. maka keluarga tersebut tidak akan harmonis dan bahkan bisa terjadi perceraian. .Siti Rohayah (Yah) : perempuan yang penuh perhatian. Dia teman dokter Sukartono yang secara diam-diam mencintainya. namun sering melupakan istrinya.

Hubungan mereka kian hari kian mesra. hingga kemudian masing-masing mencari kesibukan sendiri-sendiri. ia pun mengetahui bahwa Ny. saling berprasangka buruk. kepintaran. Tono sering mengajak Yah ke Tanjung Priok pesiar. Tono dan Tini kurang harmonis dan sering terjadi pertengkaran di antara mereka. Tini merasa harga dirinya dilecehkan Akhimya. Jam berapa pun pasien membutuhkannya. akhimya ia tak kuasa lagi jatuh cinta. kawan lamanya di Bandung dulu. Tono memilih Tini bukan atas dasar cinta. dan keenergikan Tini saja. Ketika Tono datang ke hotel tempat Ny. Eni. Dengan caranya Yah menggoda Tono. pasien Tono. Apalagi berita itu menyebar di kalangan ibu-ibu teman Tini. sedang Tono sibuk dengan tugasnya sebagai dokter. Sama dengan Tono. Tini sangat tidak betah dengan kesendiriannya. muncul Ny. Selain mudah dimintai pertolongan. Kehidupan rumah tangga Tono dengan Tini kian hari kian merenggang. Tono juga dikenal sebagai dokter yang dermawan karena ia tidak pernah minta bayaran pada pasiennya yang kurang mampu. Eni adalah Rohayah. Kesibukan Tono seringkali memicu percekcokan rumah tangga mereka. Padahal awalnya. Rumah tangga yang dibangun bukan atas dasar cinta itu akhirnya tidak bahagia. Sayangnya. Itulah sebabnya. Dia bekerja tanpa mengenal waktu. Masing-masing dari mereka berusaha menyibukkan diri dengan aktivitas masingmasing.SINOPSIS Kisah Belenggu dimulai dari retaknya rumah tangga Dokter Sukartono (Tono) dengan istrinya Sumartini (Tini). Tini. Tinipun menikah bukan atas dasar cinta. Eni. Tono sangat bangga dan mencintai profesinya. Antara keduanya sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik. Tono masih menjaga sumpah jabatannya sebagai dokter. . Tono memilih Tini menjadi istrinya hanya atas dasar kecantikan. ia sangat disenangi para pasiennya. Hari-hari berikutnya ketika Tono merawat Yah yang sebenarnya tidak sakit itu. dia selalu datang. Tini memilih dokter Sukartono sebagai suaminya karena ia ingin melupakan masa lalunya yang kurang baik. Hubungan Tono dengan Tini semakin meruncing. lewat telepon. Sebaliknya. Tono beranggapan bahwa wanita yang pantas mendampinginya adalah wanita yang berkarakter seperti Tini. Sikap Yah yang penuh pengertian membuat Tono mabuk. Masing-masing menutup diri. istrinya semakin sering keluar rumah. Tini sibuk dengan organisasi kewanitaan dan segala macam kongres.

Kisah berianjut.Ketika Tini pergi ke Solo mengadakan Kongres Perempuan Seumumnya. Hartono menanyakan isteri Tono. Tini bertemu dengan Hartono ketika Hartono menunggu Tono pulang dari kantor. di mana cita-citanya untuk kembali menjadi wanita yang baik mungkin dapat terlaksana. Tini ternyata bekas kekasih Hartono. Namun Tini amat tersinggung pada sikap Hartono. Ia memutuskan untuk tinggal selama seminggu di rumah sewaan Yah. amat berbeda dengan Tini. Ia marah dan meminta supaya mereka hidup sendiri-sendiri. bahkan Tini sendiri telah ternoda oleh Hartono. Pada pertemuan itu Hartono masih mengharapkan agar Pop (nama Tini sewaktu di Bandung) dapat kembali padanya. Tono menduga . tempat di mana pikiran-pikiran kusut dan kenangan lama yang mati dapat dihidupkan kembali. seorang gadis yang pemah bersahabat dengannya di Bandung sewaktu ia menjadi mahasiswa Technische Hoogereschool. Hanya selama tiga tahun. Siti Hajati penyanyi pujaannya ternyata adalah Yah sendiri. kemudian Yah meninggalkan suaminya lagi. Bagi Yah. Hartono dan Mardani kawannya semasa sekolah di kota Malang datang berkunjung. Tono meneruskan sekolah HBS di Surabaya. isterinya. Tono mengatakan bahwa ia tak mungkin lepas lagi dari Yah. Ketika itu Tono akan menjadi juri pada perlombaan keroncong di Pasar Gambir. Bagi Tono. Ia mendengar berita bahwa Tono menjadi dokter di Jakarta. Kemudian ia menjadi nyai seorang lelaki Belanda di Sukarasa. Yah akhirnya lari ke Jakarta. Secara tidak sengaja. Ia amat tidak senang dengan sikap Yah yang selalu berpura-pura. Pertemuan itu mengungkapkan peristiwa beberapa tahun silam di Bandung. Hartono kemudian mengetahui bahwa isteri Tono adalah Tini. Hartono ternyata hanya mengganti namanya menjadi Abdul Humid dan masih duduk dalam organisasi Partindo tempat mereka berdua berkenalan pertama kali. Tono makin gila. Setelah Tono lulus dari sekolah rendah di Bandung. ia pun berusaha menemui Tono. Ternyata lelaki yang dipilihkan orang tuanya itu jauh lebih tua darinya. Itulah sebabnya kemudian Tini mau menerima Tono menjadi suaminya. Tono adalah harapan. Tono hanya mengatakan bahwa ia sedang ke Solo. tempat berkeluh. Sementara Yah yang berbeda tiga tahun dalam sekolah itu harus kembali ke Palembang karena akan dikawinkan oleh orang tuanya. Tono amat kecewa pada Yah karena sekali lagi Yah menipunya. Namun Yah sendiri amat sering ragu-ragu dan menaruh rasa belas pada Tono yang mau menerimanya begitu saja. Karena tidak tahan. di samping sikap Hartono sendiri yang pengecut membuat surat perpisahan dan mengatakan bahwa setibanya surat itu pada Tini. Dari pertemuan sebagai suami isteri itu kemudian terungkap kembali kisah lama mereka. Hartono telah tiada. Yah adalah tempat pelarian. Yah menjadi wanita panggilan dari hotel ke hotel. Yah. Yah sendiri punya problem kejiwaan karena masa lalunya yang gelap.

Betapa Yah adalah seorang wnaita lemah lembut dan sangat perhatian. Tetapi tekad Tini sudah bulat. Ia pun menerima alasan Yah. Perceraian tidak dapat dihindari lagi. Yah yang menyatakan betapa Yah sangat mencintai Tono. Yah telah meninggalkan tanah air pergi ke New Caledonia. Ia merasa gagal menjadi seorang istri. Kenyataan ini juga membuat Tono tersadar. . Namun ia tidak pemah mengetahui siapa laki-laki yang menodai Tini. Akibat perceraian ini hati Tono amat sedih. Tini merasa malu dengan Yah. Yah yang terpojok dan merasa tidak dipercaya mengatakan pada Tono bahwa ia sebenarnya amat mencintai Tono namun ia sangsi apakah hubungan cintanya dapat langgeng. Peristiwa di hotel itu membuat Tini berintrospeksi. Tini yang mulai tahu hubungan gelap Tono dengan Yah berkeinginan untuk menemui dan mendamprat Yah. Yang dijumpai Tono hanyalah sepucuk surat dan sebuah piringan hitam lagu-lagu Siti Hayati yang tak lain adalah Yah sendiri. Akhimya. mengabdikan dirinya di sebuah panti asuhan yatim piatu. tetapi ia tidak ingin merusak rumah tangganya. Ia berharap Tini masih mau menjadi istrinya. Lebih sedih lagi ketika Tono menghadapi kenyataan bahwa Yah telah pula meninggalkan dirinya. Keinginan Tini untuk memaki-maki Yah yang telah menggoda suaminya akhirnya luluh begitu Tini bertemu dengan Yah. Untuk itu. Bahkan ia berharap agar Yah bersedia menjadi isteri Tono. Ia bukan istri yang baik. Ia merasa tidak seimbang mendapatkan Tono. Ia pun tahu bahwa ketika Tini menerimanya sebagai suami tidak berdasarkan cinta.keras bahwa Yah akan selalu bersikap manis dan merayu laki-laki lain seperti kalau ia bertemu dengan Tono. Sedangkan Tini saat ini sudah berada di Surabaya. Tono sebenarnya telah tahu bahwa Tini telah ternoda sebelum mereka menikah. Niat ini disampaikan kepada Tono. Tini menyesal bahwa selama ini ia kurang memberi perhatian pada Tono. Tono mau menerima Tini karena kekagumannya pada kecantikan Tini. Tini memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Suatu ketika paman Tini datang hendak mendamaikan pertengkaran Tini dengan Tono. itulah problem kejiwaannya. Pikiran-pikiran yang menyebar itu menyebabkan ia dapat memaklumi keadaan Yah. lebih-lebih ternyata Yah banyak tahu masa lalu Tini yang gelap. Bertemulah Tini dengan Yah di sebuah hotel. Namun usaha itu sia-sia. Ia tidak pernah memberikan kasih sayang yang tulus kepada Tono suaminya. Baik Tono maupun Tini tidak dapat rukun kembali.

Novel ini pertama kali diterbitkan oleh majalah sastra “Poedjangga Baroe” dalam tiga bagian dari April hingga Juni 1940. Dibanding karya sastra Indonesia sebelumnya. Pada novel ini. Novel ini membuat pembaca lebih aktif berfikir dan membuat pembaca mengembangkan imajinasinya karena tidak menjelaskan semua aspek cerita. namun isi. karena alur cerita yang melompat-lompat antara sekarang dan masa lalu. ke dunia falsafah yang sarat makna.  Kekurangan  :   Pemikiran pengarang yang luas merupakan satu kelebihan dan sekaligus satu kekurangan untuk pembaca khususnya pelajar yang masih menyukai buku yang sederhana bahasanya dan ringan ceritanya. Dialog dan monolog terjadi secara bersamaan. Ini bisa dimaklumi. Belenggu merupakan novel psikologis Indonesia pertama. yang terbatas pada tema tradisional seperti "yang baik melawan yang jahat". Cerita yang diangkat sangat menarik dan berbeda dari karya-karya pada angkatan Pujangga Baru. karena terjadi pada tahun 40 – an yang Bahasa Indonesianya belum berkembang seperti sekarang ini. Belenggu mengutamakan konflik psikis tokoh. Kita juga akan merasa terganggu. pengarang mampu membahas tema yang berdasarkan kenyataan sosial dan benar-benar mencerminkan permasalahan yang dihadapi orang Indonesia berpendidikan tinggi saat menghadapi kebudayaan tradisional.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN “Belenggu” adalah novel Indonesia karya Armijn Pane. pemikiran dan pelajaran yang terkandung dalam buku ini mampu menutupi hal itu sehingga buku ini sangat menarik untuk dibaca. Benar apa yang dikatakan oleh pengarangnya sendiri bahwa buku ini diperlukan oleh mereka yang mempelajari sejarah perkembangan Bahasa Indonesia. Walaupun terdapat kekurangan maupun kesulitan dalam membaca buku ini. . kita diajak mengembara ke alam pemikiran yang luas. Di dalam novel ini terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu antara lain sebagai berikut :  Kelebihan   :   Membaca buku ini. hanya aspek kunci dikemukakan.

pergulatan dalam berkesenian merupakan hal yang lumrah bagi Armijn Pane meski pada awalnya ia bersekolah di Hollandsislandse School (HIS) Padang Sidempuan dan Tanjung Balai. ia kemudian pindah pada tahun 1927 ke Nederlands-Indische Artsenschool (Nias) ‘sekolah kedokteran’ yang didirikan tahun 1913 di Surabaya. anak ketiga dari 8 bersaudara. Tapanuli Selatan.BIOGRAFI PENGARANG Armijn Pane. Kemudian masuk Europese lagere School (ELS). Pada tahun 1923 menjadi Studen Stovia (sekolah kedokteran) di Jakarta. yaitu pendidikan untuk anak-anak Belanda di Sibolga dan Bukittinggi. . Tak sampai selesai. Dengan demikian. Dengan latar belakang pendidikan kedokteran yang pernah dicicipi oleh Armijn Pane. karena ayahnya Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang seniman daerah yang telah berhasil membukukan sebuah cerita daerah berjudul Tolbok Haleoan. banyak orang beranggapan hal inilah yang mempengaruhi karya-karyanya seperti dalam Belenggu yang dibahas dalam makalah ini lewat tokoh Dr. Armijn Pane lahir sebagai seorang yang mewarisi “darah seni”. Ia dilahirkan tanggal 18 Agustus 1908 di Muara Sipongi. Armijn Pane kemudian masuk memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di AMS bagian AI jurusan bahasa dan kesusastraan di Surakarta hingga tamat tahun 1931. Namun kemudian jiwa seninyalah yang kemudian menang. Sukartono. Sumatra Utara.

contohnya Antara Bumi dan Langit (1951). Tahun 1936 Armijn diangkat menjadi redaktur di Balai Pustaka. Dengan nama-nama itu ia menulis puisi dalam majalah Pedoman Masyarakat. Jakarta. Karena memang karya-karya Armijn Pane memperlihatkan adanya pengaruh Noto Soeroto. tahun 1938 ia menjadi sekretaris Kongres Bahasa Indonesia yang pertama. novel dan drama. Ananta. Armijn Pane dikenal sebagai pendiri majalah Pujangga Baru dan berbagai majalah sastra lainnya. Sebagai seorang seniman. Antar Iras. Krisnamurti dan pelajaran Theosofie. Jassin dengan alasan karya-karya Armjin Pane cendrung romantis sedang angkatan 45 cendrung bergaya ekspresionistis. ia juga menjadi penganjur Balai Bahasa Indonesia dan di zaman Jepang ia menjadi anggota komosi istilah. ia kemudian memperoleh Anugerah Seni dari pemerintah pada tahun 1969. Ia pernah memimpin majalah Kebudayaan Timur yang dikeluarkan oleh kantor Pendidikan Kebudayaan. kemudian di zaman Jepang ia menjabat kepala Bagian Kesusastraan di Pusat Kebudayaan Djakarta. Rabindranath Tagore. Gerakan kesusastraan sesudah tahun 1880 di negeri Belanda tampak juga mempengaruhi karya-karyanya. begitu juga Dosxtojevski. A. contohnya Djinak-Djinak Merpati (1940) dan Kisah Antara Manusia (1979). Atas jasanya berbagai jasa dalam bidang seni (sastra). . dan Pandji Islam. contohnya Belenggu (1940). Poedjangga Baroe. Jakarta.R. yang meninggal satu tahun sebelumnya. dan Aria Indra. di samping Tolstoy. di antaranya Ammak. Semasa hidupnya ia telah membukukan karyanya baik berupa cerpen.00 pagi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Teuw menganggap Armjin Pane sebagai pelopor angkatan 45 namun kemudian dibantah oleh H. A. berdampingan dengan makam kakaknya. Dalam novel. Dalam cerpen. AR. Menurut berita di surat kabar ia diserang Pneumonic Bronchiale. Di samping itu. Sanusi Pane. Tempat peristirahatannya yang terakhir adalah pemakaman Karet. dalam usia 62 tahun. Dalam puisi.. tanggal 16 Februari 1970 pukul 10. Ara bin Ari.B.. Dalam drama. puisi. Anom Lengghana. Ia mengalami pendarahan otak dan tidak sadarkan diri selama dua hari. Armijn Pane meninggal pada hari Senin.Armijn Pane memiliki banyak nama pena. contohnya Gamelan Djiwa (1960) dan Djiwa Berdjiwa (1939).

(Balai Pustaka. Pengajaran.KARYA-KARYA LAIN ARMIJN PANE a. Novel Belenggu. (Bagian Bahasa Djawa. (Balai Pustaka. (Dian Rakyat. 1940) c. Gamelan Djiwa. Djiwa Berdjiwa. Kebudayaan Departemen Pendidikan. Puisi 1. 1939) b. Kumpulan Cerpen 1. dan Kebudayaan. 1940) 2. Drama “Antara Bumi dan Langit” (Pedoman. (Balai Pustaka. 1960) 2. 27 Februari 1951) . Djinak-Djinak Merpati. Kisah Antara Manusia. 1953) d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful