P. 1
TRANSLASI MATEMATIKA

TRANSLASI MATEMATIKA

1.0

|Views: 12,954|Likes:
Dipublikasikan oleh Ridwan Piliang
PENCINTA MATEMATIKA
PENCINTA MATEMATIKA

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Ridwan Piliang on Mar 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2015

pdf

text

original

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
1 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

TRANSLASI
1. PENGERTIAN TRANSLASI
Translasi adalah Transformasi yang memindahkan titik – tiik dengan jarak dan
arah tertentu.
Dengan rumus umum :
( ) ( ) b y a x P y x P
b
a
T
+ + ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
, ,
'


2. TRANSLASI TITIK
Pada dasarnya prinsip translasi dapat digunakan dalam semua bentuk baik
bangun datar maupun bangun ruang. Hal yang perlu diingat adalah benda yang akan
ditranslasikan itu mempunyai bentuk yang tetap, sehingga menghasilkan bayangan
yang semula.
Contoh:
1. Tentukan bayangan dari titik – titik berikut jika ditranslasikan oleh
a. P = (1, 4)
b. Q = (-1,1)
c. R = (2, -4)
Penyelesaian :
( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) 1 , 4 4 , 2 .
4 , 1 1 , 1 .
7 , 3 3 4 , 2 1 4 , 1 .
' 3
2
' 3
2
' ' 3
2
÷ = ÷ ÷ ÷ ÷
= ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
= + + ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
R R Titik c
Q Q Titik b
P P P Titik a
T
T
T

|
|
.
|

\
|
=
3
2
T

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]






















2. Jika translasi T memetakan titik A(1,-2) ketitik A’(4,3), tentukan translasi itu?
Penyelesaian:
Misalkan T adalah
|
|
.
|

\
|
b
a
T

( ) ( ) ( ) 3 , 4 2 , 1 2 , 1
' ;
A b a A A
b
a
T = + ÷ + ÷ =
|
|
.
|

\
|

Dari persamaan diatas diperoleh :
5 3 2
3 4 1
= ¬ = + ÷
= ¬ = +
b b
a a

Jadi translasi T adalah
|
|
.
|

\
|
5
3
T


3. TRANSLASI TITIK PADA RUANG DIMENSI TIGA (3D)
Contoh:
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
3 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Diketahui sebuah titik R(2, 1, 2) dan ditranslasikan ke
|
|
|
.
|

\
|
=
2
1
1
T
tentukan
bayangan R’!!
) 4 , 2 , 3 ( ' ) 2 , 1 , 2 (
2
1
1
R R
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

4. TRANSLASI SUATU GARIS
Contoh :
Jika diketahui garis lurus y = 4x + 1, maka tentukan bayangan dari persamaan
garis tersebut setelah ditranslasikan oleh !
2
1
|
|
.
|

\
|
T
Penyelesaian:
Y = 4x + 1
Jika :
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
4 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

( )
)
( )
1 4
7 8 4
2 4 7
2 3
2
7 11
7
9 , 2 ( , 9 , 2
5 , 1 , 5 , 1
1 2
1
1 2
1
÷ =
+ ÷ =
÷ = ÷
÷
÷
=
÷
÷
÷
÷
=
÷
÷
¬ = =
¬ = =
x y
x y
x y
x y
x x
x x
y y
y y
titik dua lurus garis persamaan
Q y maka x
P y maka x

5. TRANSLASI SUATU BANGUN
' ' '
' ' ' ' ' '
' ' '
, ,
C B A ABC Sehingga
C A AC C B BC B A AB
C B A ABC
b
a
T
A = A
= = =
A ÷ ÷ ÷ ÷ A
|
|
.
|

\
|

Contoh :
A (2,3), B(0,6), C(1,4) ditranslasikan oleh
|
|
.
|

\
|
3
4
T
, tentukan koordinat translasi
dan gambarkan !
Penyelesaian :


( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) 7 , 5 4 , 1
9 , 4 6 , 0
6 , 6 3 , 2
' 3
4
' 3
4
' 3
4
C C
B B
A A
T
T
T
÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|







RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
5 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

6. KOMPOSISI DUA TRANSLASI BERURUTAN
Misalkan T
1
adalah transformasi yang memetakan titik P’ (x’, y’), kemudian
dilanjutkan transformasi T
2
yang memetakan titik P” (x”,y”). Dapat di notasikan
sebagai berikut :



Transformasi yang ditulis dalam T
1
oT
2
(Dibaca : T
2
komposisi T
1
), dinamakan
komposisi transformasi atau transformasi majemuk, yaitu suatu transformasi yang
didalamnya melibatkan dua atau lebih transformasi tunggal secara berurutan.

Note :
 Notasi T
1
oT
2
menyatakan transformasi T
2
dikerjakan terlebih dahulu, kemudian
dilanjutkan dengan transformasi T
1

 Notasi T
2
oT
1
menyatakan transformasi T
1
dikerjakan terlebih dahulu, kemudian
dilanjutkan dengan transformasi T
2

Contoh :
Jika diketahui titik A(1,6) dan ,
5
3
,
3
2
2 1
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
÷
= T T Maka tentukanlah :
a. T
1
(1,6)
b. T
2
(1,6)
c. T
1
oT
2
(1,6)
d. T
2
oT
1
(1,6)
Penyelesaian :
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 8 , 6 6 , 1 8 , 6 3 , 3 6 , 1 .
8 , 6 6 , 1 8 , 6 11 , 4 6 , 1 .
11 , 4 6 , 1 , 11 , 4 6 , 1 .
3 , 3 6 , 1 , 3 , 3 6 , 1 .
1 2
' ' 5
3
'
2
3
2
2 1
' ' 3
2
'
2
5
3
2
'
2
5
3
1
'
1
3
2
= ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
= ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
= ÷ ÷ ÷ ÷
= ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
÷
|
|
.
|

\
|
÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
÷
oT T jadi A A A d
oT T jadi A A A c
T jadi A A b
T jadi A A a
T T
T T
T
T

P(x , y) P’(x’ , y’) P’’(x’’ , y’’)
T
2
T
1

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
6 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Hasil dari perhitungan pada contoh tersebut menunjukkan berlakunya sifat
komutatif.
7. TRANSLASI PADA LINGKARAN
Lingkaran adalah himpunan titik – titik pada bidang datar yang berjarak sama
terhadap satu titik tertentu yang tetap. Titik tetap tersebut disebut titik pusat lingkaran
dan jarak tetap tersebut disebut jari – jari lingkaran.
a. Persamaan lingkaran yang berpusat di (0,0) dan berjari –jari r
Untuk menentukan persamaan lingkaran yang berpusat di 0 (titik – titik asal
koordinat) dan berjari- jari r, perhatikan
lingkaran yang dilukiskan pada diagram
cartesius seperti ditunjukkan pada gambar.


RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
7 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]


Dengan menerapkan Teorema Pytagoras pada segitiga OP’P, diperoleh hubungan:
( ) ( )
2 2 2
2 2 2
2 2
2 2
' , ' , ;
' '
r y x
y x r
y PP dan x OP r OP sebab y x r
PP OP OP
= + ·
+ = ·
= = = + = ·
÷ =

Oleh karena pengambilan titik P (x,y) tadi dilakukan sembarang, maka persamaan
2 2 2
r y x = + berlaku untuk semua titik P (x,y) yang terletak pada keliling lingkaran
itu. Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan persamaan lingkaran dengan
pusat 0 dan jari – jari r adalah: x
2
+ y
2
= r
2


Notasi pembentuk himpunan dengan pusat 0 dan jari –jari r dapat ditulis sebagai
berikut :
{ } 2 2 2 ) , (
| | |
= + = r y x y x L



Contoh :
1. Jika diketahui jari – jari lingkaran 5 cm. Maka tentukanlah persamaan
lingkaran yang berpusat dititik asal ditranslasikan terhadap
|
|
.
|

\
|
4
3
T maka
tentukan persamaan bayangannya.
Penyelesaian :
x
2
+ y
2
= r
2

x
2
+ y
2
= 5
2

x
2
+ y
2
= 25
jadi persamaan lingkaran yang berpusat di titik 0 dan berjari – jari 5 cm
adalah :
x
2
+ y
2
= 25
x
y
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
8 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Jika persamaan lingkaran yang berpusat dititik (0,0) di translasikan
sejauh ,
|
|
.
|

\
|
=
y
x
T

maka diperoleh : ( ) ( ) 0 , 0 0 , 0
'
+ + ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
y x P P
y
x
T
jika
persamaan lingkaran yang berpusat di titik (0,0) dan berjari – jari 5cm
pada contoh sebelumnya ditranslasikan oleh ,
4
3
|
|
.
|

\
|
T maka akan diperoleh:
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) 4 , 2 0 , 5
4 , 8 0 , 5
1 , 3 5 , 0
9 , 3 5 , 0
4 , 3 0 , 0
' 4
3
' 4
3
' 4
3
' 4
3
' 4
3
P D
P C
P B
P A
P P
T
T
T
T
T
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|








RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
9 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

b. Persamaan lingkaran yang berpusat dititik (a,b)
Misalkan P (x,y) adalah sembarang titik yang terletak pada keliling lingkaran.
Buatlah garis g yang melalui titik pusat A (a,b) dan sejajar dengan sumbu X, P’
adalah proyeksi P pada garis g sehingga segitiga AP’Q merupakan segitiga siku- siku
di P’ dengan AP’ = (x – a),PP’ = (y – b) dan AP = r (jari – jari lingkaran).











Dengan menggunakan teorema pytagoras pada segitiga AP’Q, maka kita akan
mendapatkan hubungan
( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
2 2
2 2 2
2 2 2
' '
b y a x r
b y a x r
QP AQ AP
÷ + ÷ =
÷ + ÷ =
+ =


Karena titik P (x , y) kita ambil sembarang, maka persamaan (x - a)
2
+ (y – b)
2
= r
2

berlaku untuk semua titik P (x , y) yang terletak pada keliling lingkaran sendiri. Persa
maan lingkaran dengan pusat A(a , b) dan jari –jari r adalah (x - a)
2
+ (y – b)
2
= r
2

Lingkaran dalam bentuk persamaan L = (x - a)
2
+ (y – b)
2
= r
2
sering dikatakan
sehingga persamaan berlaku baku. Dalam arti jika persamaan.

c. Bentuk umum persamaan lingkaran
Bentuk umum persamaan lingkaran dengan pusat (a,b) yaitu :
x
2
+ y
2
– 2ax + c = 0
P(x , y)
P’(x , y)
A(a, b)
a
b Q
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
10 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

persamaan lingkaran dengan pusat (a,b) dan jari – jari r dapat diuraikan kedalam
bentuk aljabar sebagai berikut :
x
2
+ y
2
– 2ax + 2by + c = 0
x
2
+ y
2
– 2ax + 2by = – c
x
2
– 2ax + a
2
+ y
2
– 2by + b
2
= – c + a
2
+ b
2

(x – a)
2
+ (y – b)
2
= a
2
+ b
2
– c
Dengan memperhatikan bentuk diatas, maka jari – jari lingkaran tersebut adalah :
a. Pusat lingkaran : (a , b)
b. Jari – jari lingkaran : c b a ÷ +
2 2

Contoh :
1. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat di titik (3,1) dan melalui titik
(6,-3) dan ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
3
2
T
Penyelesaian :
Tentukan kuadrat jari – jari terlebih dahulu
r
2
= (x - a)
2
+ (y – b)
2

r
2
= (6 - 3)
2
+ (-3 – 1)
2

r
2
= (3)
2
+ ( -4)
2

r
2
= 9 + 16
r
2
= 25
(x - a)
2
+ (y – b)
2
= r
2

(x - 3)
2
+ (y – 1)
2
= 25
Dari persamaan lingkaran (x - 3)
2
+ (y – 1)
2
= 25 di translasikan sejauh
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
11 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

,
3
2
|
|
.
|

\
|
= T maka diperoleh : ( ) ( ) 4 , 5 1 , 3
' 3
2
M M
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|

2. Sebuah lingkaran dengan persamaan x
2
+ y
2
– 2x – 6y + 26 = 0 memiliki
bayangan dengan menggunakan persamaan x
2
+ y
2
– 4y – 12 = 0 tentukan
translasinya!
Penyelesaian :
x
2
+ y
2
– 2x – 6y + 26 = 0
x
2
– 2x + y
2
– 6y = –6
(x – 1)
2
+ (y – 3)
2
= 26 – 1 – 9 = 16
a = 1, r = 4 dan b = 3, maka titik pusat M (1,3)
x
2
+ y
2
– 4x – 4y – 12 = 0
x
2
– 4x + y
2
– 4y = 12
(x - 2)
2
+ (y – 2)
2
= 12 – 8 = 4
a = 2, dan b = 2, maka titik pusat M (2 , 2)
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
12 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

dari persamaan (1) diperoleh
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
3
1
Y
X

dari persamaan (2) diperoleh
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
2
2
'
'
Y
X


Maka :
|
|
.
|

\
|
÷
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
Y
X
Y
X
b
a
'
'


|
|
.
|

\
|
÷
÷
=
3 2
1 2


|
|
.
|

\
|
÷
=
1
1



8. TRANSLASI GARIS SINGGUNG LINGKARAN
a. Garis dan Lingkaran
Misalkan garis g : y = ax + b ..................................1)
Lingkaran x
2
+ y
2
– 2ax -2by + c = 0 ....................2)
Subsitusikan persamaan 1) kepersamaan 2), akan memperoleh persamaan kuadrat
baru dalam peubah x atau peubah y, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu :
- Jika diskriminan D = 0, Maka garis memotong lingkaran disuatu titik ( garis
menyinggung lingkaran L )
- Jika diskriminan D < 0, Maka garis g tidak memotong lingkaran
- Jika diskriminan D > 0, Maka garis g memotong lingkaran L didua titik yang
berbeda
Contoh :
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
13 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat pada garis 2x + y = 4, melalui
titik pangkal (0 , 0) dan berjari – jari 5 dan tentukan persamaan lingkaran yang
baru jika dtranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
1
2
T
Penyelesaian:
Misalkan M (a , b) terletak pada garis 2x + y = 4. Lingkaran tersebut melalui
titik pangkal pangkal O (0,0) dengan jari – jari 5 = r
.
Maka:
1 1 ÷ = ¬ = ÷ a b b a

( ) ( )
( ) ( )
( )
( ) ( ) 0 1 2
0 2
0 4 2 2
5 1 2
5 1
5
5 0 0
2
2
2 2
2 2
2 2
2 2
2 2 2
= + ÷
= ÷ ÷
= ÷ ÷
= + ÷ +
= ÷ +
= +
= ÷ + ÷
= ÷ + ÷
a a
a a
a a
a a a
a a
b a
b a
r b y a x

a
1
= 2 dan a
2
= –1

Jika a = 2, maka b = 0
Jika a = –1, maka b = 6
Untuk titik pusat (2 , 0) ¬persamaan lingkaran adalah( ) 5 2
2 2
= + ÷ y x

Untuk titik pusat (–1, 6) ¬persamaan lingkaran adalah( ) ( ) 5 6 1
2 2
= ÷ + + y x
Jika persamaan lingkaran ( ) 5 2
2 2
= + ÷ y x ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
1
2
T

Maka akan diperoleh : : ( ) ( ) 1 , 4 0 , 2
2
1
2
1
M M
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

Sehingga diperoleh persamaan lingkaran yang berpusat dititik M
2
(4, 1):
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
14 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]


( ) ( ) 5 1 4
2 2
= ÷ + ÷ y x
x
2
– 8x + 16 + y
2
– 2y + 2 = 5
x
2
+ y
2
– 8x – 2y + 13= 0
Jika persamaan lingkaran
( ) ( ) 5 6 1
2 2
= ÷ + + y x

ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
1
2
T
maka akan diperoleh :
( ) ( ) 7 , 1 6 , 1
2
1
2
1
M M
T
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|

Sehingga diperoleh persamaan
lingkaran yang berpusat dititik
M
2
(1, 7):
( ) ( ) 5 7 1
2 2
= ÷ + ÷ y x
x
2
–2x + 1 + y
2
– 14y +49 = 5
x
2
+ y
2
– 2x -14y +45 = 0
b. Persamaan garis singgung lingkaran dengan gradien tertentu
Persamaan garis lingkaran x
2
+ y
2
= r
2
yang bergradien (koefisien arah ) = m, dapat
dirumuskan sebagai berikut :
2
1 m r mx Y + ± =

Persamaan garis singgung lingkaran L : (x – a )
2
+ ( y – b )
2
= r
2
yang bergradien
(koefisien arah ) = m, dapat dirumuskan sebagai berikut :
2
1 ) ( ) ( m r a x m b y + ± ÷ = ÷

Contoh :
Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x
2
+ y
2
= 16 yang mempunyai
gradien
4
3
= m
, kemudian tentukan persamaan lingkaran dan persamaan
garis singgung yang baru setelah ditranslasikan sejauh |
|
.
|

\
|
4
3
T
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
15 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Penyelesaian :
L : x
2
+ y
2
= 16
 Titik pusat lingkaran (0,0)
 Jari – jari lingkaran r = 4
 Gradien
4
3
= m


5
4
3

16
9
16
16
4
4
3

4
3
1 4
4
3
1
2
2
± =
+ ± =
|
.
|

\
|
+ ± =
+ ± =
x Y
x Y
x Y
m r mx Y

Jika L : x
2
+ y
2
= 16 dengan titik pusat P (0,0) dan jari – jari r = 4
cm ditranslasikan, maka akan diperoleh :
( ) ( ) 4 , 3 0 , 0
' 4
3
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|

Sehingga diperoleh persamaan lingkaran yang baru yaitu :
( ) ( ) 16 4 3
2 2
= ÷ + ÷ y x
x
2
+ 6x + 9 + y
2
- 8y + 16 = 16
x
2
– y
2
– 6x – 8y + 9 = 0
syarat : m awal dan m akhir
maka persamaan garis singgung yang baru dari persamaan
lingkaran x
2
– y
2
– 6x – 8y + 9 = 0 dan P’ (3, 4) adalah:
5
4
9
4
3
) 4 (
4
3
1 4 ) 3 (
4
3
) 4 (
1 ) ( ) (
2
2
± ÷ = ÷
|
.
|

\
|
+ ± ÷ = ÷
+ ± ÷ = ÷
x y
x y
m r a x m b y

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
16 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

4
27
4
3
4
16
4
20
4
9
4
3
4
20
4
9
4
3
) 4 (
+ =
+ + ÷ =
± ÷ = ÷
x y
x y
x y

4
13
4
3
4
27
4
3
:
4
13
4
3
4
16
4
20
4
9
4
3
÷ =
÷ =
÷ =
+ ÷ ÷ =
x y
x y
adalah baru yang
garis persamaan jadi
x y
x y
dan

c. Persamaan garis singgung lingkaran melalui suatu titik pada
lingkaran.
Persamaan garis singgung dititik (x
1
, y
1
) yang terletak pada lingkaran
L : x
2
+ y
2
= r
2

xx
1
+ yy
1
= r
2

Persamaan garis singgung dititik (x
1
, y
1
) yang terletak pada lingkaran
L = (x - a)
2
+ (y – b)
2
= r
2

(x – a)(x
1
– a) + (y – b)(y
1
– b) = r
2

persamaan garis singgung dititik (x
1
,y
1
) yang terletak pada lingkaran
L = x
2
+ y
2
– 2ax – 2by + c = 0
xx
1
+ yy
1
– 2a(x + x
1
) – 2b(y + y
1
) + c = 0
Contoh :
Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran L : x
2
+ y
2
= 16 dititik
(0 , 0). Kemudian tentukan persamaan lingkaran dan garis singgung yang
baru setelah ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
1
3
T
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
17 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Penyelesaian :
Persamaan garis singgung lingkaran L : x
2
+ y
2
= 16 dititik (1 , 2) adalah
xx
1
+ yy
1
= r
2

xx
1
+ yy
1
= 16
x

+ 2y = 16

x + 2y – 16 = 0
Jika L : x
2
+ y
2
= 16 dengan pusat P(0 , 0) dan jari – jari r = 4 cm di
translasikan, maka akan diperoleh :

( ) ( ) 1 , 3 ' 0 , 0
1
3
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|

Sehingga diperoleh persamaan lingkaran yang baru yaitu :

( ) ( ) 16 1 3
2 2
= ÷ + ÷ y x
x
2
- 6x + 9+ y
2
– 2y + 1 = 16
x
2
+ y
2
-6x – 2y - 6 = 0
syarat : m awal → m akhir

dari persamaan x
2
+ y
2
– 6x – 2y - 6 = 0 diperoleh :
– 2a = –6 – 2b = – 2
a = 3 b = 1
maka persamaan garis
singgung yang baru dari
persamaan lingkaran :
3x – 6y = 51 [garis merah]








RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
18 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

d. Persamaan garis singgung suatu titik diluar lingkaran
Misalkan P (x,y) adalah titik diluar lingkaran L
1
: x
2
+ y
2
= r
2
atau lingkaran
L : (x – a)
2
+ (y – b)
2
= r
2
untuk menentukan persamaan garis singgung yang
melalui titik P (x,y) ditempuh langkah – langkah sebagai berikut :
1. Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik P (x , y) yaitu :
y – y
1
= m ( x – x
1
).
2. Subsitusikan persamaan garis pada langkah 1) kepersamaan lingkaran persamaan
kuadrat dalam x atau y.
3. Tentukan D = 0 dari persamaan kuadrat pada langkah 2), sehingga diperoleh
nilai m.
4. Subsitusikan nilai m kepersamaan garis semula pada langkah 1) sehingga
diperoleh persamaan garis singgung yang diminta.
Contoh :
Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik (-1 ,7) diluar lingkaran
L = x
2
+ y
2
= 25. Kemudian tentukan persamaan lingkaran dan persamaan
garis singgung yang baru jika ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
=
1
3
T

Penyelesaian :
1. Persamaan garis singgung melalui (-1,7)
y - y
1
= m(x - x
1
).

y – 7

= m(x + 1).
y = mx + m + 7
2. Subsitusi persamaan 1) kepersamaan lingkaran x
2
+ y
2
= 25, diperoleh
x
2
+( mx + m + 7)
2
= 25
x
2
+ m
2
x
2
+ 2m
2
x + 14mx + m
2
+ 14m + 49 = 25
(1 – m
2
) x
2
+ (2m
2
+ 14m)x + (m
2
+ 14m +49) = 0
3. Syarat garis menyinggung lingkaran adalah D = 0, sehingga diperoleh
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
19 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

( )
7 7
0 7 0 7
0 ) 7 ( 7
0 49 14
) 4 ( : 0 196 56 4
0 196 56 4 196 56 4 196 56 4
0 ) 49 14 49 14 ( 4 196 56 4
0 ) 49 14 )( 1 ( 4 ) 14 2 (
0 4
2
2
2 3 4 2 2 3 4
2 3 4 2 2 3 4
2 2 2 2
2
÷ = · ÷ = ·
= + · = + ·
= + + ·
= + + ·
÷ ÷ = ÷ ÷ ÷ ·
= ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ + + ·
= + + + + + ÷ + + ·
= + + + ÷ + ·
= ÷ ·
m atau m
m atau m
m m
m m
m m
m m m m m m m m
m m m m m m m m
m m m m m
ac b D
Jadi persamaan garis singgungnya adalah :
x y
x y
m mx y
7
7 ) 7 ( ) 7 (
7
÷ = ·
+ ÷ + ÷ = ·
+ + = ·


Jika L = x
2
+ y
2
= 25 dengan titik pusat P(0, 0) dan jari – jari r = 5 cm ditranslasikan,
maka akan diperoleh :
( ) ( ) 2 , 3 ' 0 , 0
2
3
P P ÷÷ ÷
|
|
.
|

\
|

Sehingga diperoleh persamaan lingkaran yang baru yaitu :
(x – 3)
2
+(y – 2)
2

= 25

x
2
– 6x + 9 + y
2
– 4y + 4

= 25
x
2
+ y
2
– 6x – 4y – 12 = 0

syarat : m awal → m akhir
Dari persamaan x
2
+ y
2
– 6x – 4y
– 12 = 0 diperoleh :
-2a = -6 -2b = -4
a = 3 b = 2
maka persamaan garis singgung
yang baru dari persamaan
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
20 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

lingkaran x
2
+ y
2
– 6x – 4y -12 = 0 yang melalui titik (-1 ,7) setelah ditranslasikan
adalah
( ) ( ) 9 , 2 ' 7 , 1
2
3
g g ÷÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|

( )
23 7
9 7 2 ) 7 (
: , 7
9 2
) 2 ( 9
) (
1 1
+ ÷ = ·
+ ÷ ÷ ÷ = ·
÷ =
+ ÷ = ·
÷ = ÷ ·
÷ = ÷ ·
x y
x y
maka m jika
m mx y
x m y
x x m y y

Jadi persamaan garis singgung yang baru adalah :
y = -7 x + 23
9. TRANSLASI PADA PARABOLA
Parabola adalah himpunan titik-titik pada bilangan datar yang mempunyai jarak yang
sama terhadap titik tertentu (focus) dan sebuah garis tertentu (direktris).
Persamaan parabola di titik (0, 0) → y
2
= 4px atau x
2
= 4py
Persamaan parabola di titik (a, b) → (y – b)
2
= 4p(x – a) atau (x – a)
2
= 4p(y – b)

Contoh soal:
Persamaan parabola yang titik fokusnya (4,0) dan direktrisnya x = -4 di translasikan
oleh |
.
|

\
|
=
4
5
T Tentukan :
a. Tentukan persamaan bayangan parabola
b. Sketsa gambarnya.
Penyelesaian :
F (4,0) → x = –4
Lactus rectrum = 4 p
= 4× 4
= 16
y
2
= 4px
dengan p= 4 → y
2
= 4 × 4x
y
2
= 16 x
Ingat :
F(p, 0) dan garis x = -p (direktriks)
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
21 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Jika parabola di translasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
=
4
5
T ,maka akan di peroleh :
(9,4) F' F(4,0)
(5,4) P' P(0,0)
4
5
4
5
÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=
T
T

Maka persamaan bayangan dengan puncak P’(5, 4) dimana P = 4 dimana a = 5, b =4
adalah:
(y – 4)
2
= 4P (x – 5)
(y – 4)
2
= 4 × 4 (x – 5)
(y – 4 )
2
= 16 (x – 5 )
y
2
– 8y + 16= 16x – 80
y
2
– 8y – 16x + 96 = 0
Contoh:
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
22 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

Jika diketahui persamaan parabola (y – 4) =8 (x–5), maka tentukan persamaan
parabola yang baru setelah di translasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
=
5
3
T dan gambar dari parabola
tersebut.
Penyelesaian :
( y – 4 )
2
= 8 ( x – 5 )
( y – 4 )
2
= 4 × 2 (x – 5 )
a = 5 ; b = 4 ; p = 2
( maka parabola terbuka ke kanan )
Kordinat puncak = P ( 5,4 )
Persamaan sumbu simetri sumbu y = b
Koordinat focus F ( a + p, b ) = F ( 7, 4 )
Jika parabola ( y – 4 )
2
= 8 ( x – 5 ) ditranslasikan sejauh
|
|
.
|

\
|
=
5
3
T , maka akan di
peroleh :
) 9 , 8 ( ' ) 4 , 5 (
5
3
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

) 9 , 10 ( ' ) 4 , 7 (
5
3
F F
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

Persamaan sumbu simetri adalah y = 8
Sehingga persamaan parabola yang baru dengan puncak (8, 10) adalah :
(y – b )
2
= 4 p ( x – a )
(y – 9 )
2
= 4 . 2 (x – 8 )
y
2
– 18y + 81 = 8x – 64
y
2
– 18y – 8x + 145 = 0
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
23 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]


















C. ELLIPS
1. Pengertian
Ellips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua
titik tertentu mempunyai nilai yang tetap.
2. Persamaan ellips di O (0, 0)
1
2 2
= +
b
y
a
x
atau b
2
x
2
+a
2
y
2
= a
2
b
2
Translasi ellpis yang berpusat di O (0, 0)
Contoh:
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
24 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

diketahui sebuah ellips dengan persamaan 16x
2
+ 25y
2
= 400 ditranslasikan terhadap
T = (1, 2), tentukan persamaan bayn bayangan ellips dan buatangan ellips dan buatlah
sketsa gambarnya!
Penyelesaian:
16x
2
+ 25y
2
= 400 → 1
16 25
= +
y x

a
2
= 25 → a = 5, b
2
= 16 → b = 4, c
2
= a
2
– b
2
= 9 → c = 3
panjang sumbu mayor 2a = 10 dan panjang sumbu minor 2b = 8
) 2 , 1 ( ' ) 0 , 0 (
2
1
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

) 2 , 4 ( ' ) 0 , 5 ( ) 0 , (
1
2
1
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
A a A
T

) 2 , 6 ( ' ) 0 , 5 ( ) 0 , (
2
2
1
2
A a A
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

) 2 , 1 ( ' ) 4 , 0 ( ) , 0 (
1
2
1
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
B b B
T

) 6 , 1 ( ' ) 4 , 0 ( ) , 0 (
2
2
1
2
B b B
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

) 2 , 2 ( ' ) 0 , 3 ( ) 0 , (
1
2
1
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
f c f
T

) 2 , 4 ( ' ) 0 , 3 ( ) 0 , (
2
2
1
2
f c f
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

Maka persamaan bayangan ellips menjadi:
( ) ( )
1
16
2
25
1
2 2
=
÷
+
÷ y x

16 ( x – 1)
2
+ 25 (y – 2)
2
= (25) . (16)
16 (x
2
– 2x + 1) + 25 (y
2
– 4y + 4) = 400
16x
2
– 32x + 16 + 25y
2
– 100y + 100 – 400 = 0
16x
2
+ 25y
2
– 32x – 100y + 16 + 100 – 400 = 0
16x
2
+ 25y
2
– 32x – 100y – 284 = 0
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
25 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]












1. Persamaan Ellips Berpusat di (h, k)
( ) ( )
1
2
2
2
2
=
÷
+
÷
b
k y
a
h x
atau b
2
( x – h)
2
+ a
2
(y – k)
2
= a
2
b
2
Translasi Ellips yang berpusat di (h, k)
Contoh:
Diketahui sebuah Ellips dengan persamaan 4x
2
+ 9y
2
– 48x + 72y + 144 = 0
ditranslasikan terhadap T = (2, 3), tentukan persamaan bayangan ellips dan sketsa
gambarnya !
4x
2
+ 9y
2
– 48x + 72y + 144 = 0
4x
2
– 48x + 9y
2
+ 72y = -144
4 ( x
2
– 12x) + 9 (y
2
+ 8y) = -144
4 ( x – 6)
2
+ 9 (y + 4)
2
= -144 + 144 + 144
4 ( x – 6)
2
+ 9 (y + 4)
2
= 144
( ) ( )
1
16
4
36
6
2 2
=
+
+
÷ y x

a
2
= 36 → a = 6, b
2
= 16 → b = 4,
Dimana pusatnya : (6, -4)
RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
26 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

5 2 16 36
2
= ÷ = c

Panjang sumbu mayor 2a = 12, panjang sumbu minor 2b = 8
) 1 , 8 ( ' ) 4 , 6 (
3
2
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=
P P
T

) 1 , 2 ( ' ) 4 , 0 ( ) 4 , 6 6 ( ) , (
1
3
2
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
A k a h A
T

) 1 , 14 ( ' ) 4 , 12 ( ) 4 , 6 6 ( ) , (
2
3
2
2
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ + = +
|
|
.
|

\
|
=
A k a h A
T

) 5 , 8 ( ' ) 8 , 6 ( ) 4 4 , 6 ( ) , (
1
3
2
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
B b k h B
T

) 3 , 8 ( ' ) 0 , 6 ( ) 4 4 , 6 ( ) , (
2
3
2
2
B b k h B
T
÷ ÷ ÷ ÷ = + ÷ = +
|
|
.
|

\
|
=

Persamaan bayangan ellips menjadi
( ) ( )
1
16
1
36
8
2 2
=
+
+
÷ y x

16 ( x – 8)
2
+ 36 (y + 1)
2
= 576
16 (x
2
– 16x + 64) + 36 (y
2
+ 2y + 1) = 576
16x
2
– 256x + 1024 + 36y
2
+ 72y + 36 = 576
16x
2
– 256x + 36y
2
+ 72y = 576 – 1024 - 36
16x
2
– 256x + 36y
2
+ 72y = - 484
16x
2
– 256x + 36y
2
+ 72y + 484 = 0








RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
27 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

D. HIPERBOLA
Hioperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang diperbandingkan jaraknya ke
titik tertentu dengan jaraknya ke garis tertentu mempunyai nilai yang tetap.
1. Translasi pada hiperbola yang berpusat di (0, 0)
Contoh:
Diketahui hiperbola dengan persamaan 9x
2
– 16y
2
– 144 = 0, di translasikan
oleh
|
|
.
|

\
|
=
3
1
T . Tentukan persamaan bayangannya dan sketsa gambarnya!
Penyelesaian :
9x
2
– 16y
2
– 144 = 0 → 1
2
2
2
2
= ÷
b
y
a
x

9x
2
– 16y
2
= 144
144
144
144
16
144
9
2 2
= ÷
y x

1
9 16
2 2
= ÷
y x

Maka , a
2
= 16 → a = 4, b
2
= 9 → b = 3, c
2
= 16 + 9 = 5
Sehingga titik-titiknya adalah sebagai berikut:
) 3 , 1 ( ' ) 0 , 0 (
3
1
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

) 3 , 3 ( ' ) 0 , 4 ( ) 0 , (
1
3
1
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
A a A
T

) 3 , 5 ( ' ) 0 , 4 ( ) 0 , (
2
3
1
2
A a A
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

) 0 , 1 ( ' ) 3 , 0 ( ) , 0 (
1
3
1
1
B b B
T
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=

) 6 , 1 ( ' ) 3 , 0 ( ) , 0 (
2
3
1
2
B b B
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

) 3 , 4 ( ' ) 0 , 5 ( ) 0 , (
1
3
1
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
f c f
T

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
28 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

) 3 , 6 ( ' ) 0 , 5 ( ) 0 , (
1
3
1
1
f c f
T
÷ ÷ ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
=

Jadi, persamaan hiperbola sekarang berpusat di (1 , 3) atau di (h , k) sehingga :
( ) ( )
1
9
3
16
1
2 2
=
÷
÷
÷ y x

16 ( y – 3)
2
- 9 (x -1)
2
= 144
16 (y
2
– 6y + 9) - 9 (x
2
– 2x + 1) = 144
16y
2
– 96y + 144 – 9x
2
+ 18x - 9 = 144
16y
2
– 96y – 9x
2
+ 18x = 144 - 144 + 9
16y
2
– 96y – 9x
2
+ 18x = 9
16y
2
– 9x
2
– 96y + 18x = 9















RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
29 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

1. Translasi Hiperbola yang Berpusat di (h , k)
Contoh:
Diketahui persamaan hiperbola
( ) ( )
1
36
1
64
1
2 2
=
+
÷
÷ y x
di translasikan terhadap
|
|
.
|

\
|
=
3
. 2
T . Tentukan persamaan bayangannya dan buatlah sketsa gambarnya !
( ) ( )
10 , 6 , 8 1
36
1
64
1
2 2
= = = ÷ =
+
÷
÷
c b a
y x


) 2 , 3 ( ' ) 1 , 1 (
3
2
P P
T
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
|
|
.
|

\
|
=

) 2 , 5 ( ' ) 1 , 7 ( ) 1 , 8 1 ( ) , (
1
3
2
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
A k a h A
T

) 2 , 11 ( ' ) 1 , 9 ( ) 1 , 8 1 ( ) , (
2
3
2
2
A k a h A
T
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ + = +
|
|
.
|

\
|
=

) 4 , 3 ( ' ) 7 , 1 ( ) 6 1 , 1 ( ) , (
1
3
2
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
B b k h B
T

) 8 , 3 ( ' ) 5 , 1 ( ) 6 1 , 1 ( ) , (
2
3
2
2
B b k h B
T
÷ ÷ ÷ ÷ = + ÷ = +
|
|
.
|

\
|
=

) 2 , 7 ( ' ) 1 , 9 ( ) 1 , 10 1 ( ) , (
1
3
2
1
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
=
f k c h f
T

Persamaan bayangan hiperbola menjadi
( ) ( )
1
36
2
64
3
2 2
=
÷
÷
÷ y x

RIDWAN, LABUHAN BATU/ AJAMU : 10/03/2012
MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
30 | I L o v e M a t h e m a t i c [ V I I I A p a g i ]

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->