Anda di halaman 1dari 2

Teori Keunggulan Kompetitif (Michael Porter) Porter bertitik tolak dari kenyataan prsaingan perdagangan internasional yang ada,

porter menyerang teori keunggulan komparatif yang teoritis dan bastrak yang dalam dunia nyata kurang relevan. Dimana, teori proporsi factor-faktor produksi H-O tidak mampu menjelaskan secara tuntas pola perdagangan dunia karena asumsi yang digunakannya kurang realistis. Porter dengan model berliannya menerangkan bahwa suatu Negara secara nasional dapat meraih keunggulan kompetitif, apabila dipenuhi empat persyaratan yang paling tekait dan membentuk empat titik sudut dari poin yang dinamakan bangunan intan, yaitu : 1. Keadaan factor-faktor produksi seperti tenaga kerja trampil atau prasarana 2. Keadaan permintaan dan tuntutan mutu did lam negeri untuk hasil industri tertentu 3. Eksistensi industri terkait dan pendukung yang kompetitif secara internasional 4. Strategi perusahaan itu sendiri, dan struktur serta persaingan antar

perusahaan. Teori ini menekankan pada bagaimana suatu perusahaan dapat memiliki competitive advantages (CA). Menurut Porter, perusahaan dapat memperoleh (CA) karena adanya faktor-faktor dari eksternal, berupa tekanan dan tantangan. Perusahaan menerima manfaat dari adanya persaingan di pasar domestik, supplier domestik yang agresif, serta pasar lokal yang memiliki permintaan tinggi. Dalam perjalanan waktu, diamond model-nya Porter telah menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Pada kenyataannya, ada beberapa aspek yang tidak terdapat dalam persamaan Porter ini, salah satunya adalah bahwa model diamond dibangun dari studi kasus di sepuluh negara maju, sehingga tidak terlalu tepat jika digunakan untuk menganalisis negara negara sedang membangun. Selain itu, meningkatnya kompleksitas akibat globalisasi, serta perubahan sistem perekonomian mengikuti perubahan rezim politik, menjadikan model diamond Porter hanya layak sebagai pioner dan acuan pertama dalam kancah studi membangun daya saing.

Salah satu kelemahan paling utama pada teori porter ini adalah pada variabelvariabel diamond modelnya yang hanya mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan eksternal saja. Pada kenyataanya, suatu industri akan dapat mencapai suatu sustainable competitive advantage apabila mereka juga memiliki keunggulan dalam lingkup internalnya.