Anda di halaman 1dari 21

3.

STASIUN PEMURNIAN Pada pabrik gula, proses pemurnian memegang peranan penting dalam

produksi gula, karena hasil pemurnian ini akan sangat mempengaruhi kualitas dari gula yang dihasilkan. Adapun tujuan dari proses pemurnian yaitu menghilangkan sebanyak mungkin kotoran yang terdapat dalam nira mentah dengan tetap menjaga agar jangan sampai sukrosa maupun gula reduksinya mengalami kerusakan pada aliran proses dalam stasiun pemurnian.

Gambar 3.8 Diagram Aliran Nira (flow sheet) Di Stasiun Pemurnian Keterangan : 1. Nira mentah dari saringan getar 2. Timbangan 3. Pompa nira 4. PP.I (550C) 5. Peti karbonatasi I 6. Peti penampung 7. Filter press I 8. Peti karbonatasi II pH 8,5 9. PP.II (700C) 10. Pompa nira 11. Filter press II 12. Tangki sulfitasi pH 5,4 13. Pompa nira 14. PP.III 1050C 15. Nira jernih ke stasiun penguapan

38

1. Proses yang terjadi dalam stasiun pemurnian adalah sebagai berikut: a. Nira mentah dari saringan nira mentah dialirkan menuju timbangan Bolougne setelah timbangan terisi penuh (kapasitas 50 ku). Nira tersebut disaring dan ditampung dalam bak penampung nira tertimbang, untuk kemudian dialirkan pada Pemanas Pendahuluan (VWI). b. Dalam VW I Nira dipanaskan secara bertahap hingga suhu 55-65 C dengan tujuan untuk membunuh kuman dan mikro organism yang dapat mengganggu proses pembentukan kristal gula. Di samping itu, untuk mempercepat terjadinya reaksi antara zat susu kapur dengan nira mentah pada tangki karbonatasi I. c. Dari pemanas nira dimasukkan ke peti karbonatasi I untuk dilakukan proses pemurnian, nira ditambah zat susu kapur. Dengan takaran 100-105 liter susu kapur 150 Be untuk setiap 1000 liter nira. Reaksi pada karbonatasi I berakhir pada ph 10,5. Dalam susu kapur terjadi disosiasi menjadi ion Ca2+ dan ion OH- menurut reaksi: Ca (OH)2 Ca2 + 20H-

Ion Ca akan bereaksi dengan sisa asam anorganik maupun organik membentuk garam garam tidak larut. Ca2+ + PO42CaPO4

Gas CO2 akan membentuk asam karbonat yang kemudian mengalami pemecahan bertingkat. CO2 + H2 O H2CO3 HCO3 CA (OH)2 H2CO3 H+ + HCO3H+ + CO3CaCO3 + 2H2 O

Dengan susu kapur terjadi reaksi:

Selanjutnya nira dari karbonatasi I disaring pada alat penyaringan yaitu filter press I untuk memisahkan nira yang jernih dari endapan yang disebut Blotong. Nira dari pressan I ke peti karbonatasi II selanjutnya dialiri gas CO2 untuk mengikat kelebihan CaO, sehingga pada peti

39

dicapai ph 8,6 kandungan kapur pada nira telah minimum. Nira dari karbonatasi II di panaskan ke pemanas II (VW II) hingga mencapai suhu 70 0C, selanjutnya nira di saring pada filter press II. Sedangkan blotong dari filter press II di kembalikan ke bak penampung nira karbonatasi I. Hasil dari pressan II berupa nira encer di bubuhi Gas SO2 dalam petipeti nira encer sulfitasi yang berjalan secara continue sehingga pH 6,8 7,0. Dari nira encer yang telah tersulfitir lalu dipompa ke pemanas III (VW III) dengan suhu 105 110 0C kemudian di lanjutkan ke pan penguapan 2. Spesifikasi alat dan perawatan 1) Timbangan Nira Mentah Menimbang nira mentah sebelum masuk ke pemanas pendahuluan dan sebagai bahan pengawas pabrikasi. a. Data Teknik Type Jumlah bak Tebal plat Isi Jumlah alat b. Perawatan. a. Dalam masa giling. a) Pengecekan kebenaran timbangan. b) Penambahan minyak pelumas pada tiap-tiap klepnya dengan alvania grease (Seminggu sekali). c) Mengontrol as klep 8 jam sekali. b. Luar masa giling. a) Perbaikan as klep. b) Membersihkan tangki timbangan dari kerak. c) Pengecekan timbangan. d) Penggantian bearing. : Boulogne : 1 buah : inchi : 23 Ku : 1 buah.

40

Gambar 3.9 Timbangan Keterangan : 1. Bandul 2. Tuas 3. Pipa nira masuk 4. Shock absorber 5. Katup bak penampung 6. Teller 7. Stang katup bak timbang 8. Penahan 9. Katup bak timbangan 10. Pelampung 11. Stang bak timbangan.

41

2) Pompa Nira Tertimbang. Alat ini berfungsi untuk memompa nira tertimbang dari bak tunggu ke voor warmer (pemanas pendahuluan). a. Data Teknik Type Ukuran pipa hisap Ukuran pipa tekanan Penggerak Jumlah penggerak Daya Putaran Jumlah alat Head (mka) b. Perawatan a) Dalam masa giling 1. 2. Pengecekan packing 8 jam sekali Pelumasan bearing pompa dengan alvania grease 8 jam sekali b) Luar masa giling 1. 2. 3. Perbaikan kipas pompa Pengantian packing Pengecekan as dan bearing : Sentrifugal. : 6 inchi : 6 inchi : Motor listrik : 2 buah : 55Kw : 1450 Rpm : 2 buah : 20

Gambar 3.10 pompa sentrifugal


42

Keterangan : 1. As pompa 2. Pipa saluran masuk (pipa hisap) 3. Rumah siput (rumah pompa) 4. Impeler 5. Pipa pengeluaran (pipa tekan) 6. Pipa air (water seal) 7. Elecktro motor

3) Pemanas Pendahuluan (Juice Heater ) Alat ini berfungsi untuk memanaskan nira sampai batas tertentu. Temperatur yang diperlukan untuk pemanas pendahuluan nira adalah : Pemanas pendahuluan I Pemanas pendahuluan II Pemanas pendahuluan III : 60 C : 75 C : 105-110 C

Pemanas pendahuluan terbuat dari plat baja dan bagian dalam berisi pipa stainless stel, dibagian atas dan bawah diberi sekat yang terbuat dari plat baja yang berfungsi untuk pembagian aliran dan menimbulkan sirkulasi nira. Dalam proses nira kotor menjadi nira jernih, PG. Gondang Baru menggunakan enam unit Voor Warmer, masing-masing sebagai berikut : Pemanas pendahuluan I Pemanas pendahuluan II Pemanas pendahuluan III aktif satu untuk cadangan : 2 unit, di pasang secara paralel : 2 unit, dipasang secara parallel : 2 unit, dipasang secara seri, satu

43

Gambar 3.11 Juice Heater Keterangan Gambar 1 3 4 5 6 & 2. Double valve (klep ganda) Pipa masuk uap pemanas Pipa pemanas nira (tube / lampet) Pipa amoniak Ruang uap pemanas nira (steam site) 7 Pipa pengaman tekanan uap 8 Pipa kondensat 9 Pemberat 10 Tutup atas 11 Tutup bawah 12 Pipa pembuangan udara (krancis) 13 Pipa kurasan 14 Plat sekat nira

pemanas

44

a. Data Teknik a) Pemanas pendahuluan I Type V.O Bahan pemanas Jumlah pipa Tebal Plat Tekanan Kerja Ukuran pipa nira Perlengkapan lain Jumlah alat b) Pemanas pendahuluan II Type V.O Bahan pemanas Jumlah pipa Tebal Plat Tekanan Kerja Ukuran pipa nira Perlengkapan lain Jumlah alat c) Pemanas pendahuluan III Type V.O Bahan pemanas Jumlah pipa Tebal Plat Tekanan Kerja Ukuran pipa nira Perlengkapan lain : Silinder :  : Silinder :  : Silinder : : uap bekas : 702 buah : 3/8 Inchi : 0,8Kg/cm2 : 6 inchi : Thermometer, afsluiter : 2 buah

: uap bekas : 666 buah : 3/8 Inchi : 0,8Kg/cm2 : 5 inchi : Thermometer, afsluiter : 2 buah

: uap bekas : 384 buah : 3/8 Inchi : 0,8Kg/cm2 : 5 inchi : Thermometer, afsluiter

45

Jumlah alat b. Alat kelengkapan a) Katup Pengaman

: 2 buah

Berfungsi untuk pengaman bila terjadi tekan uap lebih dalam badan pemanas b) Katup Nira Berfungsi sebagai pemasuk dan pengeluaran nira c) Katup Uap Bekas Berfungsi sebagai pengatur pemasukan uap bekas dalam badan pemanas c. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Penyekrapan pipa nira 4 hari 1x 2. Perbaikan packing-packing deksel 3. Pengantian pipa-pipa nira bila bocor b) Luar masa giling 1) Penyekrapan pipa-pipa yang bocor 2) Pengantian pipa-pipa yang bocor 3) Perbaikan katup-katup pengaman

4) Peti Karbonatasi I Alat ini berfungsi untuk mencampurkan nira mentah dengan susu kapur dan 30% yang tujuannya mengendapkan zat non gula sebanyak

mungkin. Keseluruhan proses karbonatasi ini kira-kira memakan waktu 67 menit. Setelah dicapai keadaan yang diinginkan, nira diturunkan untuk disaring. a. Data Teknik Nama Ukuran Tebal Plat : bejana karbonatasi I : 1,65m x 2,75m x 4,8m. : 3/16 inchi

46

Ukuran pipa CO2 Ukuran pipa nira Ukuran pipa susu nira Type skat Jumlah alat b. Perawatan a. Dalam masa giling

: 6 inchi : 6 inchi : 2,5 inchi : Parabolis. : 6 buah.

1. Membersihkan pada masing-masing peti b. Luar masa giling 1. Mengganti pipa nira bila terjadi kerusakan 2. Membersihkan peti penampung nira

Gambar 3.12 Peti karbonatasi

47

5) Peti Tunggu Nira Karbonatasi Berfungsi untuk menampung nira yag berasal dari bejana karbonatasi I, kemudian dipompa ke filter press a. Data Teknik Type Isi Jumlah alat b. Alat kelengkapan Saringan nira karbonatasi I : Berfungsi untuk menyaring nira sebelum dipompa ke filter press c. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Mengontrol kapasitas nira yang tertampung didalam bak tunggu 2. Pada saringan nira dibersihkan b) Luar masa giling 1. Membersihkan bak tunggu nira 2. Membersihkan saringan nira dan mengontrol bila ada alat yang rusak 3. Mengganti kran-kran yang sudah dol : Silinder : 17057 liter : 1 buah

6) Pompa Nira Karbonatasi I Berfungsi untuk memompa nira masuk ke filter press I a. Data Teknik Type Type mesin Jumlah silinder uap Putaran Jumlah alat Perlengkapan lain : Plugner : Mesin Ekspansi : 1 buah : 20 Rpm : 1 buah : Manometer, wind ketel, peil glass, katup

48

pengaman, dan speedometer b. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Menjaga uap agar tetap stabil 2. Pemberian minyak pelumas pada bagian engkol dengan oli 8 jam sekali 3. Mengontrol keadaan klep b) Luar masa giling 1. Mengontrol pada bagian pompa, bila rusak diganti 2. Metal-metal yang sudah aus diganti 3. Membongkar dan membersikan bagian mesin uap

Gambar 3.13 pompa plugner Keterangan gambar: 1. Roda Penggerak 2. Ketel Angin 3. Plugner 4. Pipa Tekan 5. Klep Tekan 6. Pipa Hisap

49

7) Penapis Nira I/II (Filter Press) Berfungsi untuk menyaring nira Carbonatasi I/II dari kotoran yang mengandung kapur yang berasal dari pencampuran yang terjadipada bejana carbonatasi.

Gambar 3.14 Filter Press Keterangan Gambar 1. Balag pengantungan sapram / kookaram 2. Handle penekan 3. Frame blotong (kookram) 4. Frame nira (sapraam) 5. Plate nira 6. Tempat penggantungan

a. Data Teknik Filter press I : Tugas : Menyaring endapan CaCo3 dan kotoran yang terbentuk dari nira karbonatasi I Type V.O Ukuran badan Tebal plat : Kroog : 6400 m2 : 0,9 x 3,5 m : 3/8 inchi

50

Tekanan kerja Jumlah alat Filter press II : Tugas

: 0,8 kg/cm2 : 14 buah

: menyaring kotoran yang masih ada dari nira karbonatasi II

Type V.O Ukuran badan Tebal plat Tekanan kerja Jumlah alat b. Alat kelengkapan. Plat nira

: Kroog : 6400 m2 : 0,9 x 3,5 m : 3/8 inchi : 0,8 kg/cm2 : 6 buah

Berfungsi untuk tempat mengalirnya nira setelah melalui kain saringan dan keluar ketalang nira tapisan Plat blotong Berfungsi untuk menampung blotong atau kotoran nira Pegangan spram Alat penggantung nira pada plat penggantung Pegangan kockram Alat penggantung plat blotong pada batang penggantung Talang nira tapisan Berfungsi sebagai penampung nira tapisan Kain saringan Berfungsi sebagai penapis nira kotor c. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Pelumasan pada pemutar dan baut-baut pengikat 2. Membersihkan blotong dari hasil penyaringan 3. Mengganti kain press bila rusak

51

b) Luar masa giling 1. Membersihkan lubang gawang pada blabakan dengan solar 2. Perbaikan kran bila terjadi kerusakan 3. Perbaikan talang tapisan bila terjadi kerusakan 4. Mengganti kain press bila rusak

8) Peti Karbonatasi II Nira yang berasal dari press I masuk kedalam bejana karbonatasi II yang selanjutnya direaksikan dengan a. Data Teknik Type Ukuran Tebal plat Ukuran pipa Jumlah alat b. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Membersihkan bejana jika ada jam berhenti giling 4jam 2. Mengganti klep afslouter bila sewaktu-waktu dol b) Luar masa giling 1. Pembersihan bak 2. Penggantian pipa-pipa yang kropos 3. Penyekuran afslouter : Silinder : 1,9 m x 4,8m : 3,8 inchi : 7 inchi : 2 buah sampai ph 8,6.

9) Tangki sulfitasi nira encer Alat ini berfungsi untuk mereaksi nira jernih dengan gas SO2 untuk mendapatkan pH tertentu. a. Data teknik : Nma alat Tugas : bejana sulfitasi nira encer : menetralkan nira hingga pH : 6,8

52

Diameter Tinggi Isi Jumlah alat b. Perawatan a) Dalam masa giling. 1. Bersihkan peti.

: 1,95 m : 2,8 m : 5600 liter : 2 buah

2. Periksa kondisi sekat parabolik 3. Periksa kondisi payung SO2. 4. Periksa kondisi over flow/luapan. 5. Jaga kebersihan. b) Luar masa giling. 1. Bersihkan peti. 2. Periksa dan perbaiki sekat parabolis. 3. Lepas dan perbaiki pipa nira dan SO2. 4. Lepas dan perbaiki semua afsluiter. 5. Periksa tangki peluap nira. 6. Pasang kembali pipa dan tutup SO2. 7. Periksa kondisi supportnya. 8. Cat meni bagian dalam bejana.

53

Gambar 3.15 Tangki Sulfitasi Keterangan : 1. Pipa pemasukan nira 2. Sungkup / payung so2 3. Pipa pemasukan so2 4. Sekat parabolis 5. Pipa pengeluaran 6. Bak luapan 7. Pipa pengeluaran nira tersulfitir 8. Pipa tap nira

54

10) Alat Pembuatan susu kapur Alat yang digunakan untuk membuat susu kapur sebagai bahan pembantu proses pemurnian .

Gambar 3.16 Alat pembuatan susu kapur

Bagian bagian dan tugas dari masing kapur :

masing bagian alat pembuatan susu

1. Peti penampung kapur tohor ( Bunker Kapur ) Tempat penampungan susu kapur 2. Pipa air panas dan air dingin Pipa saluran air panas dan air dingin untuk memadamkan kapur tohor 3. Elecktro motor 1 Penggerak tromol pemadam kapur tohor 4. Tromol pemadam kapur tohor Tempat peleburan kapur tohor 5. Elecktro motor 2 Penggerak saringan getar 6. Saringan getar Tempat memisahkan kotoran kasar dengan susu kapur 7. Peti pengendap pasir Peti tempat mengendapkan pasir yang terbawa susu kapur

55

8. Peti susu kapur 1 Peti tempat penampungan dan pengenceran susu kapur jika terlalu pekat 9. Elecktro motor 3 Penggerak pengaduk peti susu kapur 1 10. Pipa over flow Pipa saluran susu kapur dari peti susu kapur 1 ke peti susu kapur 2 11. Pengaduk susu kapur Alat pengaduk larutan susu kapur supaya homogen 12. Pipa air Pipa saluran air untuk mengencarkan susu kapur 13. Peti susu kapur 2 Peti tempat penampungan susu kapur yang akan digunakan untuk proses pemurnian dan air limbah 14. Elecktro motor 4 Penggerak pengaduk peti susu kapur 2 15. Pompa susu kapur Pompa yang mengangkut susu kapur ke proses pemurnian dan air limbah 16. Pipa pengeluaran susu kapur Pipa saluran pengeluaran susu kapur

56

11) Tobong Gamping

Gambar 3.17 Tobong Gamping Keterangan Gambar 1. Pemasukan batu / penutup 2. Lobang masuk untuk batu gamping / kokes 3. Lobang lihat api 4. Tangga 5. Dinding tobong 6. Handel pengeluaran kapur

57

a. Perawatan a) Dalam masa giling 1. Pelumasan dear lift tobong gamping dengan oil SM 6.8 Jam 1x 2. Mengontrol batu tahan api, bila rusak diganti b) Luar masa giling 1. Mengontrol dan membersihkan tobong gamping 2. Mengontrol pipa pengambilan gas CO2 3. menganti batu tahan api yang telah rusak

58