Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Maju mundurnya suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan bidang teknologi. Jadi suatu bangsa akan disebut bangsa yang besar jika telah menguasai teknologi yang maju. Dengan teknologi yang telah dikuasai suatu bangsa akan memenuhi kebutuhan kebutuhan sesuai yang diharapkan tanpa bantuan dari bangsa lain. Kita sebagai generasi muda merupakan generasi penerus yang diharapkan mampu menguasai teknologi yang telah berkembang saat ini.Sebagai salah satu contoh adalah teknolgi gula, agar kita dapat memproduksi dan memenuhi kebutuhan gula sendiri. Selain itu kita sebagai generasi penerus dituntut untuk mampu bersaing dengan negara lain. Pada jaman sekarang ini yaitu menjelang pasar bebas kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan teknologi dari negara lain. Latar belakang inilah yang menjadi landasan pemikiran sebuah lembaga pendidikan tinggi seperti Politeknik LPP Yogyakarta mewajibkan semua mahasiswa mengikuti PraktekKerja Lapangan.Melalui praktekkerja ini mahasiswa diberi kesempatan untuk menerapkan semua teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan serta untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang bersangkutan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya. 1.2 Tujuan Kerja Praktek Tujuan penulis melakukan praktek kerja di PG. Gondang Baru adalah untuk : 1. Menambah wawasan dan pola pikir mahasiswa sehingga diharapkan dapat menerapakan apa yang didapat dari bangku kuliah. 2. Terjadi kerjasama antara dunia pendidikan dan dunia kerja 3. Merupakan salah satu perbandingan antara teori yang telah didapatkan dalam bangku kuliah dengan keadaan dalam kerja nyata.

4. Mendapatkan gambaran tentang pekerjaan, sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. 5. Merupakan salah syarat untuk menyelesaikan study di Politeknik LPP Yogyakarta. 1.3 Metodologi Penulisan Dalam Praktek Kerja Lapangan ini, penulis menggunakan beberapa metode dalam pencarian informasi dan data pengerjaannya. 1. Metode Interview Mengadakan tanya jawab baik dengan instruktur maupun karyawan guna mendapatkan data data yang baik dan akurat. 2. Metode Literatur Data yang kami peroleh dari interview dan pengamatan langsung, kami bandingkan dengan teori yang kami peroleh di bangku kuliah berdasarkan literatur yang ada. 3. Metode Observasi Pengumpulan bahan dan data yang dilakukan dengan pengamatan terhadap proses produksi secara langsung. 1.4 Sistematika Penulisan Untuk mencapai persyaratan Laporan Praktek secara urut serta teratur, baik tiap bab dimana harus ada keterkaitan maka sistematika penulisan Laporan Kerja Praktek di PG. Gondang Baru Klaten adalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan, berisi tentang : Latar belakang, tujuan kerja praktek,Metodologi Penulisan serta Sistematika Penulisan Laporan BAB II Tinjauan umum, berisi tentang : Sejarah perkembangan PG. Gondang Baru, struktur organisasi, tenaga kerja, tujuan

perusahaan, deskripsi geografis dan administratif, dan faktor pendorong pendiri perusahaan. BAB III Proses produksi, berisi tentang : Stasiun penimbangan tebu, stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun kristalisasi, stasiun putaran dan stasiun penyelesaian, pemasaran hasil produksi serta pengolahan ampas tebu. BAB IV Unit pembangkit Uap, berisi tentang fungsi ketel uap, cara pengoperasian, perawatan, dan petunjuk umum. BAB V Penutup, berisi kesimpulan dan saran.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Pabrik Gula Gondang Baru semula bernama pabrik Gula Gondang Winangoen, yang didirikan pada tahun 1860 oleh N.V Klatensche Cultuur Maats Chapij yang berkedudukan di Amsterdam (Netherlands), Sedangkan pengelolanya dilakukan oleh N.V Mirandotte Voute Co yang berkedudukan di semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1930 1935 karena adanya krisis ekonomi dunia maka pabrik ini tidak menggiling tebu, baru kemudian pada tahun 1935 1942 pabrik mulai melakukan penggilingan lagi dibawah perusahaan yang bernama Boerman dan M.F Bremmers yang merupakan orang berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1942 1945 jepang menduduki pabrik gula Gondang Winangoen dikuasai oleh jepang yang dipegang oleh Nishio dan Inogaki, tetapi masih dibantu oleh orang Belanda yang bernama M.F Bremmers. Pada tahun 1945 revolusi kemerdekaan indonesia di pabrik dikuasai oleh bangsa Indonesia kemudian dikelola oleh badan penyelenggara perusahaan Gula yang kemudian pimpinan beralih ke bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Bapak Doekoet (1945 1948). Pada tahun 1948 ketika terjadi Perang Dunia II, PG. Gondang Winangoen tidak melakukan operasi penggilingan tebu , dan baru pada tahun 1950 perusahaan mulai beroperasikembali. Pada bulan desember 1957 berdasar keputusan pemerintah Indonesia, yang menetapkan bahwa semua perusahaan milik Belanda diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia (termasuk Pabrik Gula Gondang Winangoen). Selanjutnya PG Gondang Winangoen menjadi milik pemerintah RI dan pengelolanya diserahkan kepada PPN Baru (Perusahaan Perkebun Negara) Unit Semarang yang dipimpin oleh R. Imam Soempeno (1957 1960) dan nama PG Gondang Winangoen

menjadi PG Gondang Baru. Selanjutnya dengan peraturan pemerintah No. 164 tanggal 1 Juli 1964, pabrik gula Gondang Baru dimasukkan ke PPN Jawa Tengah V di Solo dan PG Gondang Baru termasuk ke dalam lingkungan PNP XVI Peraturan pemerintah No. 11 tahun 1981 tertanggal 1 April 1981 PNP XVI (Persero) dibubarkan dan digabungkan ke dalam PTP XV (Persero) dengan peraturan RI No 19 tanggal 1 April 1996 PG Gondang Baru termasuk kedalam PTP IX (Persero) hingga saat ini. 2.2 Struktur Organisasi PG. Gondang Winangoen adalah pabrik gula yang bernaung pada PT.

Perkebunan Nusantara IX yang dipimpin oleh seorang Administratur dan di dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh Kepala Bagian Tanaman, Kepala Bagian Administrasi keuangan dan umum, Bagian Instalasi dan Kepala Bagian Pengolahan. 1. Administratur a. Melakukan manajemen meliputi keseluruhan kegiatan termasuk

keputusan dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh direksi. b. Bertanggung jawab kepada direksi dan semua faktor produksi. c. Mengevaluasi hasil kerja pabrik yang bersangkutan setiap tahun serta menetapkan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi pada tahun yang akan datang. 2. Kepala Tanaman a. Bertanggung jawab kepada Administratur di bidang tanaman. b. Mengkoordinir yangakandatang. c. Menyusun komposisi tanaman mengenai luas, letak, masa tanam dan jenisnya sehingga penyediaan bahan baku selama masa giling yang telah ditentukan terjamin. d. Mengawasi dan mengadakan evaluasi pembiayaan pada bidang tanaman, tebang dan angkut. penyusunan areal tanaman untuk tanaman

e. Merencanakan kebun kebun percobaan dan penelitian. 3. Kepala Administrasi , Keuangan dan Umum a. Bertanggung jawab kepada Administratur di bidang tata usaha dan keuangan perusahaan b. Mengkoordinir dan memimpin kegiatan pengelolaan di bidang keuangan, anggaran dan biaya produksi. c. Mengkoordinir Administratur tebu rakyat dan timbangan tebu. 4. Bagian Instalasi a. Bertanggung jawab pada Administratur di bidang instalasi mesin b. Mengkoordinir dan memimpin semua kegiatan di bidang instalasi mesin c. Meningkatkan efisiensi kerja pada alat produksi untuk melangsungkan proses produksi. 5. Kepala Pengolahan ( Pabrikasi ) a. Bertanggung jawab kepada Administratur di bidang pabrikasi b. Mengkoordinir dan memimpin semua kegiatan di bidang pabrikasi c. Meningkatkan efisiensi proses serta menjaga kualitas produksi

2.3 Tenaga Kerja Berdasarkan peraturan perusahaan, yaitu SK Kanwil Departemen Tenaga Kerja, tenaga kerja dapat dibedakan statusnya sebagai berikut : a. Tenaga Kerja Tetap Karyawan yang dipekerjakan untuk waktu yang tidak tertentu dan pada saat dimulai hubungan kerja didahului dengan masa percobaan selama 3 bulan.

Tenaga kerja tetap ini dibedakan menjadi 2 yaitu , karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana. Tenaga kerja tidak tetap dibedakan menjadi 3 yaitu : a) Tenaga Kerja Kampanye Karyawan ini bekerja pada bagian tertentu yang berhubungan dengan produksi. Mereka melakukan pekerjaan seperti penimbangan tebu, penggilingan dan pekerjaan lain di dalam pabrik.

b) Tenaga Kerja Musiman Karyawan ini bekerja di sekitar Emplasemen tetapi tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. c) Tenaga Kerja Harian Lepas Karyawan ini bekerja di perusahaan berdasarkan kebutuhan perusahaan. b. Tenaga Kerja Tidak Tetap Karyawan yang bekerja untuk waktu tertentu , biasanya pada saat musim giling berlangsung . Tenaga Kerja ini melamar pekerjaan dan mengadakan kontrak kerja selama musim giling berlangsung. Tenaga kerja ini melamar pekerjaan dan mengadakan kontrak kerja selama musim giling.

2.4 Hari dan Jam Kerja Pembagian waktu kerja untuk semua bagian di PG. Gondang Baru adalah sebagai berikut : 1. Selama masa giling atau produksi a. Administratur, bagian tuk, bagian tanaman b. Senin Kamis masuk pukul 06. 45 14.00 WIB c. Jumat masuk pukul 06.45 11.30 WIB d. Sabtu masuk pukul 06. 45 13.00 WIB 2. Bagian Pabrikasi dan Instalasi Terdiri atas 3 kelompok yang bekerja selama 24 jam dan terbagi atas : a. Shift 1 atau pagi , masuk pukul 06.00 14.00 WIB b. Shift 2 atau siang , masuk pukul 14.000 22.00 WIB c. Shift 3 atau malam , masuk pukul 22.00 06.00 WIB 3. Diluar masa Giling (untuk semua bagian) a. Hari Senin Kamis pukul 06.45 14.00 WIB b. Hari Jumat pukul 06.45 11.30 WIB c. Hari Sabtu pukul 06.45 13.00 WIB

2.5 Istirahat Minggu dan Hari Libur Untuk karyawan kantor diberi libur hari minggu, hari hari libur resmi atau hari raya karyawan bebas untuk tidak bekerja, tetapi mendapat upah, sedangkan karyawan shift atau musim tidak ada libur. 2.6 Istirahat Tahunan Setelah bekerja selama 12 bulan secara berturut turut, karyawan staf dan non staf diberikan istirahat tahunan selama 12 hari kerja dan mendapat upah penuh. 2.7 Cuti Hamil Bagi karyawan wanita diberi istirahat selama satu setengah bulan sebelum dan sesudah melahirkan, jadi total 3 bulan menurut perhitungan akan melahirkan, dan untuk mendapatkan upah penuh harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada perusahaan dengan disertai surat keterangan dari dokter atau bidan yang merawatnya. Karyawan wanita diperkenankan untuk tidak bekerja pada waktu haid pertama dan yang kedua dengan mengajukan permohonan. 2.8 Ijin Meninggalkan Perusahaan Perusahaan dapat memberikan ijin kepada karyawan untuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah ,Dalam hal ini : a. Pernikahan karyawan mendapat ijin dua hari b. Ayah Menikahkan atau mengkhitankan anak mendapat ijin dua hari c. Istri sah pertama mendapat ijin dua hari d. Kematian suami, istri, anak, mendapat ijin dua hari e. Kematian Ayah, ibu kandung atau mertua mendapat ijin dua hari. Untuk hari hari tersebut harus diambil pada saat kejadiaanya berturut turut dan yang bersangkutan harus mengajukan surat keterangan yang sah,ijin meninggalkan perusahaan dengan tidak mendapat upah. Sedangkan karyawan yang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin dan alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan, maka karyawan tersebut dikenakan sangsi.

2.9 Sistem Pengupahan Sistem pengupahan di PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) PG. Gondang Baru Klaten, Jawa Tengah disesuaikan dengan upah minimum Kabupaten (UMK) 2.10 Pemutusan Hubungan Kerja Pemberhentian karyawan merupakan hal yang perlu diperhatikan di PG. Gondang Baru, mengenai pemberhentian karyawan diatur oleh bagian SDM (Sumber Daya Manusia). Pemberhentian karyawan PG. Gondang Baru ada 2 macam cara yaitu : 1. Atas permintaan sendiri 2. Atas permintaan atau perintah dari pabrik a. Sudah lanjut usia b. Lama tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan kepada pimpinan c. Jarang masuk kerja dan kalau istirahat atau libur tanpa minta ijin dari pimpinan. 2.11 Jaminan Sosial dan kesejahteraan Karyawan Untuk ketentuan upah di PG. Gondang Baru, perusahaan selalu mengacu kepada SKB Menteri Tenaga Kerja yang berlaku. Selain upah , perusahaan juga memberikan jaminan hari tua bagi karyawan yang berdasarkan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pertanian No . 840 / Kpts / Hk / II / 90 dan Kep . 595 / Men / 90 tentang peraturan pensiun dan santunan hari tua karyawan bulanan dan harian tetap. Adanya jaminan sosial bagi tenaga kerja di perusahaan tersebut sesuai dengan UU No. 3. Tahun 1992, yaitu tentang penyelenggaraan program JAMSOSTEK. Direksi memutuskan untuk melaksanakan program JAMSOSTEK tersebut sejak tanggal 1 Juli 1993. Upaya perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya dengan menyediakan fasilitas diantaranya : a. Menyediakan rumah dinas dengan fasilitas listrik dan air, Untuk fasilitas ini belum semua karyawan mendapatkanya, bagi karyawan yang belum

mendapatkan kesempatan menempati rumah dinas, perusahaan memberikan bantuan berupa penggantian sewa rumah, biaya listrik dan air yang besarnya bervariasi sesuai dengan golongannya. b. Biaya pengobatan baik rawat inap maupun rawat jalan ditanggung 100% oleh perusahaan. c. Disediakan sarana olahraga. d. Diberi tunjangan untuk karyawan dan keluarganya yang meninggal dunia. e. Diberi tempat ibadah bagi karyawan. f. Pemberian penghargaan kepada karyawan yang telah mempunyai masa kerja selama 25 tahun, 30 tahun, dan 35 tahun. g. Diberikan bantuan kepada anak karyawan yang berprestasi h. Didirikan koperasi karyawan. 2.12 Tujuan Perusahaan Sebagai BUMN yang bergerak di bidang perkebunan, PG Gondang Baru disamping mencari keuntungan dari usaha yang dilakukan, juga berusaha

mewujudkan tujuan lain yang tercakup dalam Tri Dharma Perkebunan yaitu : a. Menghasilkan devisa bagi Negara dengan cara seefisien mungkin b. Memenuhi fungsi sosial, diantaranya adalah penambahan lapangan kerja bagi Warga Negara Indonesia. c. Pemeliharaan kekayaan alam kesuburan tanah serta tanaman. 2.13 Diskripsi Geografis dan Administratif PG, Gondang Baru Terletak di desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, yaitu berada di pinggir jalan raya yangg menghubungkan kota Yogyakarta dan Surakarta, dan terletak 5 km di sebelah barat kota klaten. PG berupa pemeliharaan dan peningkatan

Gondang Baru merupakan salah satupabrik diantara 13 pabrik gula yang ada di bawah PT. Perkebunan Nusantara IX yang berkantor pusat di jalan Ronggowarsito 164 Surakarta. Lahan yang digunakan untuk tanaman tebu berada di wilayah Kabupaten Klaten, Boyolali, Semarang, Grobogan dan

10

Wonosari.Lahan yang dipergunakan ada 2 macam yaitu lahan sawah dan lahan tegalan. 2.14 Faktor Pendorong Pendiri Perusahaan Faktor faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik di daerah Plawikan, Jogonalan, Klaten antara lain : a. Merupakan industri hulu, yaitu industri yang lokasinya berdekatan dengan penghasil bahan baku utama sehingga kelancaran proses produksi dapat dijaga . b. Dekat dengan sumber air untuk kebutuhan proses produksi. c. Dekat dengan tenaga kerja,baik tenaga kerja ahli maupun tenaga kerja biasa. d. Areal tanah di sekitar pabrik cocok untuk tanaman tebu dan angkutan Di samping alasan tersebut di atas, pendirian PG. Gondang Baru juga didukung oleh sumber / kondisi alam setempat yang sangat menunjang antara lain: a. Iklim Tebu dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Suhu optimal bagi tanaman tebu adalah 24 derajat Celcius sampai 30 derajat Celcius, sedangkan suhu di daerah PG. Gondang Baru berkisar antara 27,5 derajat Celcius sampai 29,7 derajat mendukung pertumbuhan tanaman tebu. b. Tinggi Tempat Keadaaan topografi di wilayah PG. Gondang Baru adalah antara datar sampai bergelombang dengan ketinggian sekitar 155 350 m di atas permukaaan air laut.Ketinggian tersebut memenuhi syarat untuk pertumbuhan tanaman tebu, yakni kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut. c. Curah Hujan Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman tebu adalah tidak kurang dari 2 musim per tahun d. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu perusahaan. Dan PG Gondang Baru tidak mengalami kesulitan untuk Celcius. Jadi kondisi tersebut sangat

11

mendapatkan tenaga kerja, karena mengingat jumlah penduduk kota klaten yang cukup padat sehingga tenaga kerja cukup tersedia. e. Lokasi dan Transportasi Lokasi PG Gondang Baru yang cukup strategis yakni terletak di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Surakarta. Selain itu berbagai fasilitas transportasi yang dimiliki PG. Gondang Baru untuk menunjang kelancaran aktifitas produksi, antara lain : mobildinas, lori yang dijalankan dengan loko uap dan loko diesel dimana sekarang digantikan dengan truk karena dianggap lebih praktis, efektif, efisien. 2.15 Permodalan Sebagai BUMN, masalah permodalan bagi PG.Gondang Baru dicukupi oleh pemerintah. Disamping itu juga di bawah pengelolaan PTPN IX, Bila suatu pabrik mengalami kekurangan dana maka dapat ditutup dengan dana yang berasal dari pabrik lain.

12

13

14

15

16