Anda di halaman 1dari 21

BAB III PROSES PRODUKSI

Pabrik Gula Gondang Baru menghasilkan produk utama dengan kualitas SHS dan hasil sampingnya adalah ampas, tetes dan blotong. Proses pemurniannya menggunakan belerang dan kapur untuk pemisahan dari nira jernih. Faktor utama yang menentukan mutu hasil produksi adalah pada bahan dasar. Dalam hal ini tergantung pada bahan baku dan bahan-bahan pembantu. 3.1 Pengadaan Bahan Baku Bahan baku PG. Gondang Baru yang digunakan adalah tebu yang berasal dari petani. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik, tebu didatangkan dari tiga sumber yaitu tebu rakyat, tebu pabrik dan tebu dari luar. Untuk menjaga kuantitas produksi maka selalu diadakan penyuluhan, kebun-kebun percobaan untuk tebu giling dan perluasan penyediaan bibit sehingga kebutuhan tercukupi. 3.2 Stasiun Penimbangan Stasiun penimbangan berfungsi untuk mengetahui banyaknya tebu yang akan diproses atau digiling di unit ekstraksi. Tebu dari kebun diangkut menggunakan truk. Tebu yang masuk melalui proses seleksi mutu di Emplacement untuk menunggu giliran penimbangan sebelum digiling. Sebelum dimasukkan ke stasiun penimbangan dilakukan analisa untuk mengetahui brix tebu. Nilai brix tebu yang diinginkan minimal 15 sampai 20. Tebu yang diangkut dengan truk ditimbang pada DCS (Digital Crane Scale). Alat timbang yang digunakan di PG. Gondang baru ada 3 macam : 1) Jembatan Timbang Berfungsi untuk menimbang tebu yang berada dalam lori / truk dengan cara menimbang berat truk beserta tebunya (bruto), karena berat lori / truk diketahui maka berat tebu (netto) dapat diketahui. 2) Jembatan Timbang Elektronik Sama dengan jembatan timbangan cepat hanya saja menggunakan system digital.

17

3) Digital Crane Scale Digunakan untuk menimbang tebu yang ada dalam truk tanpa menimbang truknya. Cara kerjanya, tebu diangkat menggunakan crane kemudian ketika sudah terangkat dilihat berat yang tercatat pada pencatat digital dan hasilnya dicetak untuk dilaporkan. Setelah tebu ditimbang, tebu siap dikirim ke stasiun gilingan menggunakan lori untuk diproses lebih lanjut. Sistem penggilingan yang dilakukan di PG. Gundang Baru adalah sistem FIFO (First In First Out), artinya tebu yang masuk lebih dulu akan digiling lebih dulu pula. Hal ini untuk menghindari penimbangan tebu yang terlalu lama, karena dapat menyebabkan penurunan kadar selulosa dan kerusakan tebu akibat sinar matahari maupun mikro organisme atau bakteri.

3.3 Proses Produksi Dalam pelaksanaan proses produksi gula di pabrik, mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula dilakukan proses yang berurutan, yaitu : 1. Stasiun Penggilingan 2. Stasiun Pemurnian 3. Stasiun Penguapan 4. Stasiun Kristalisasi 5. Stasiun Putaran 6. Stasiun Penyelesaian

3.4 STASIUN GILINGAN / EKTRAKSI Unit ekstraksi merupakan awal proses untuk membuat gula yang didapatkan dari nira (sari tebu). Proses ekstraksi bertujuan untuk mengambil nira yang ada di dalam tebu sebanyak mungkin dengan cara yang efektif, efisien, dan ekonomis. Proses yang terjadi adalah untuk memperoleh nira mentah dari tebu, memisahkan gula dari ampasnya dan sekaligus menimbang hasil nira mentah sebelum masuk unit pemurnian. Pada unit ini diharapkan menghasilkan nira mentah yang maksimum dan ampas yang mengandung gula seminimal mungkin. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemerahan gula di unit penggilingan,

18

antara lain : a. Kualitas tebu meliputi jenis tebu, kadar sabut, umur tebu, kandungan kotoran tebu, kadar gula atau pol tebu b. Persiapan tebu sebelum masuk gilingan, yaitu tipe atau jenis pencacahan awal c. Air imbibisi d. Derajat kompresi terhadap ampas e. Jumlah roll gilingan, susunan gilingan, putaran rol, bentuk alur rol, setelan gilingan, stabilitas kapasitas giling, tekanan, sanitasi gilingan.

Gambar 3.1 Aliran Nira Di Stasiun Gilingan Keterangan Gambar 1. Meja tebu 2. Cane carrier 3. Unigrator 4. Elivator 5. Gilingan I 6. Gilingan II 7. Gilingan III 8. Gilingan IV 9. Gilingan V 10. Ampas ke ketel 11. Nira gilingan I 12. Nira gilingan II 13. Nira gilingan III 14. Nira gilingan IV 15. Nira gilingan IV 16. Nira mentah ke saringan getar 17. Air imbibisi murni 18. Nira mentah ke stasiun gilingan A1. Intermedit carrier I A2. Intermedit carrier II A3. Intermedit carrier III A4. Intermedit carrier IV

19

1. Proses penggilangan/ekstraksi Tebu dari emplacement diangkut ke unit Gilingan dengan lori dan truk. Tebu dari lori dan truk diangkut menggunakan crane hoist, kemudian tebu diletakkan di meja tebu (cane table). Meja tebu dilengkapi dengan cane leveler untuk mengatur ketinggian tebu yang masuk dalam cane carrier. Dari cane carrier tebu dibawa ke cane cutter dan selanjutnya tebu dibawa ke unigrator. Serpihan tebu dari unigrator dibawa menuju ke gilingan I dengan elevator dan terjadi proses pemerahan tebu. Ampas dari gilingan I dibawa ke gilingan II dengan IMC (intermediate carrier). Nira dari gilingan II ditampung pada bak penampung gilingan II yang terhubung dengan penampung gilingan I dan kemudian di alirkan ke DSM screen untuk dilakukan penyaringan nira mentah dan ampas. Ampas yang dihasilkan dari penyaringan diberikan ke gilingan I. Sedangkan ampasnya dari gilingan II dibawa ke gilingan III dengan IMC II. Nira dari gilingan III ditampung pada bak penampung III yang kemudian dialirkan ke gilingan II sebagai imbibisi nira dan ampasnya dibawa ke gilingan IV dengan IMC III. Ampas yang keluar dari gilingan III sebelum masuk pada gilingan IV ditambahkan air imbibisi dengan suhu 60-70 C yang bertujuan untuk melarutkan nira yang masih ada dalam ampas. Penambahan air imbibisi dengan suhu 60-70 C dikarenakan pada suhu tersebut sel ampas mudah pecah sehingga nira yang terperah dapat maksimal. Disamping itu juga dapat mengurangi mikroba yang ada dalam nira dan akan mengurangi jumlah kalori yang harus ditambahkan pada proses selanjutnya. Penambahan di bawah 60 C akan menyebabkan kurang maksimalnya pemerahan. Sedangkan untuk diatas 70 C akan menyebabkan ikut larutnya zat lilin yang terdapat dalam tebu sehingga akan menyulitkan dalam proses pemerahan. Air imbibisi ini berasal dari air kondensat evaporator. Nira yang dihasilkan dari gilingan IV turun ke bak penampung dan digunakan sebagai imbibisi gilingan III dan ampasnya dibawa ke gilingan V sebagai pengilingan terakhir, kemudian di tambahkan air imbibisi dengan suhu 60-70 C, hasil

20

pemerahan nira dari gilingan V di alirkan ke gilingan IV sebagai imbibisi nira. Ampas dari gilingan V dibawa dengan menggunakan krepyak pembawa ke stasiun ketel sebagai bahan bakar ketel uap.

2. Peralatan pada stasiun gilingan : a. Crane, alat ini berfungsi untuk memindahkan tebu dari truk atau lori ke meja tebu. Pada PG. Gondang Baru memiliki 2 cane unloading crane, yaitu : 1) Cane unloading crane, untuk memidahkan tebu dari truk ke lori. Untuk pengoperasiannya operator diam berada di bawah, dengan mengendalikan panel pengoperasian. 2) Crane Hoist, untuk memidahkan tebu dari lori ke meja tebu. Untuk pengoperasiannya operator ikut bergerak mengikuti gerakan cane. b. Cane Table, berfungsi untuk menampung tebu dari truk atau lori untuk mengatur pemasokan tebu ke krepyak tebu (cane carrier) sehingga posisi sejajar dengan arah gerak cane carrier. c. Cane Laveller (perata tebu), berfungsi untuk mengatur tebu yang akan dibawa ke bagian cane carrier agar tebu yang masuk ke dalam cane cutter tidak berlebihan. d. Cane Carrier, berfungsi untuk membawa dan mengumpankan tebu ke alat pemotong (cane cutter) e. Cane Cutter/unigrator, berfungsi untuk memotong dan mencacah tebu menjadi bagian-bagian pendek agar mudah digiling. f. Sugar Cane Mill (gilingan tebu), berfungsi untuk memerah nira dari serpihan tebu. g. Intermediet Carrier 1 s/d 4, berfungsi untuk membawa ampas tebu dari gilingan 1 ke gilingan lain. h. Hidrolik Penekan Roll, berfungsi untuk penekan roll atau mengatur tekanan roll agar terperah.

21

i. Grass Hooper Screen (saringan nira mentah/talang goyang), berfungsi untuk menyaring ampas halus yang terbawa oleh nira yang dihasilkan oleh gilingan I dan II. j. Baggase Carrier, berfungsi untuk memompa nira mentah hasil gilingan I dan II menuju ke timbangan bolougne. k. Timbangan Imbibisi, berfungsi untuk menimbang air imbibisi.

3. Spesifikasi alat dan perawatan a. Cane crane (Derek tebu) Fungsi alat ini adalah untuk memindahkan tebu dari lori tebu ke meja tebu (cane table). Gerak alat ini adalah mengangkat dan menurunkan serta dapat berpindah posisi dari kanan ke kiri secara horizontal

Gambar 3.2 Derek tebu (Cane crane)

22

Keterangan Gambar : 1. Konstruksi dan jembatan ril 2. Gandar 3. Tombol control 4. Motor listrik 1 5. Motor listrik 2 6. Motor listrik 3 7. Penggulung sling 8. Tali baja (sling) 1) Data- data teknik Cane crane Daya angkat Ukuranan Tromol Diameter stall drad Kecepatan Tinggi angkatan Penggerak Jumlah 2) Perawatan a. Dalam masa gilingan a) Pelumasan roda jalan 1 minggu 1 x b) Pengamatan mi minyak pelumas, tiap 8 jam 1 x c) Pengamatan stall drad kabel. 1 jam 1 x d) Pengamatan kampas rem Tiap 8 jam 1 x b. Luar masa gilingan a) Perbaikan motor penggerak. b) Control minyak pelumas gear box. c) Control stall drad. d) Perbaikan gear box. : 10 ton : 350 x 720 mm : 5/8 inchi x 60 meter : 4 meter / menit : 8,5 meter : motor listrik 10 kw, 1415 Rpm : 2 unit 9. Rantai pengikat 10. Gebral 11. Katrol 12. Ruang operator 13. Lori 14. Meja tebu 15. Cane carrier

23

b. Cane feeding table (meja tebu) Alat ini berfungsi untuk menampung tebu dari cane crane yang kemudian di masukkan ke cane carier.

Gambar 3.3 Meja Tebu (Cane feeding table) Keterangan Gambar 1. Rol 2. Meja tebu 3. Motor listrik 4. Rantai a) Data- data teknik Ukuran Meja Tinggi Meja Penggerak Volt Ampere Putaran Jumlah b) Perawatan 1. Dalam masa gilingan 1) Penambahan minyak pelumas gear box. 2) Pelumasan rantai penggerak roda gigi. 3) Pemberian peluma pada roda gigi dengan oil SM 6 tiap 7 hari. : 4,25 x 3.45 m : 2, 84 m : motor listrik AC : 380 V : KW / 7,5/10 : 1450 rpm : 2 buah 5. Tiang meja tebu 6. Motor kicker 7. kicker 8. Cane carrier

24

2. Luar masa gilingan 1) Control bearing roda gigi. 2) Perbaikan roda gigi penarik rantai. 3) Perbaikan elektro motor dan gear box.

c. Unigrator Alat ini berfungsi untuk melumatkan serabut tebu yang telah di cacah oleh pisau tebu, sehingga tebu lebih terbuka dan mudah untuk diperah oleh unit gilingan.
5 2

Tampak depan 2

4 1 3 5

Tampak samping

Gambar 3.4 Unigrator Keterangan Gambar 1. Pegas 2. Hammer 3. Anvil a) Perawatan Dalam masa giling 1) Kontrol baut baut yang kendor. 2) Kontrol kopling unigrator. 3) Kontrol pelumas block bearing. b) Perawatan Luar masa giling 1) Penggantian hamer yang sudah aus. 4. As 5. Piringan baja

25

2) Kontrol piringan/dudukan hammer. 3) Kontrol/menyetel brid bar.

d. Sugar Cane Mill / Gilingan 1) Gilingan I a) Mesin Penggerak Jenis mesin Type Tekanan Kerja Jumlah Silinder uap Ukuran silinder uap Putaran b) Rol Gilingan Ukuran plunger hidrolik Ukuran as roll Penggerak voiding roll Panjang rantai Jumlah rantai Jumlah alat Putaran c) Bak garu ampas Lebar bak garu ampas Panjang bak garu ampas Ukuran garu ampas Ukuran roda penggerak Type Penggerak Ukuran as penggerak 2) Gilingan II a) Mesin Penggerak : 1900 mm : 5800 mm : Diameter 70 x 1980 mm : 1097 mm : Transmisi : Motor listrik AC : Diameter 150 mm : Diameter 300 x 350 mm : Diameter 380 x 451 mm : Dengan menggunakan rantai : 3800 mm : 76 buah : 3 buah : 3-5 rpm : Mesin uap : Gerbstrock 1940 dan henglo 1912 : 7 kg/cm2 : 1 buah : Diameter 600 mm : 50 rpm

26

Jenis mesin Type Tekanan kerja Jumlah silinder uap Putaran b) Roll gilingan Ukuran plunger hidrolik Ukuran as rol Penggerak voiding roll Panjang rantai Jumlah rantai Jumlah alat Putaran

: Mesin uap : Mesin ekspensi 1129 Henglo : 7 kg/cm2 : 1 buah : 48 rpm

: Diameter 255 x 665 mm : Diameter 380 x 1698 mm : Dengan menggunakan rantai : 4300 mm : 86 buah : 3 buah : 3-5 rpm

c) Bak garu ampas antara gilingan I dan gilingan II Lebar bak garu ampas Panjang bak garu ampas Ukuran garu ampas Ukuran as penggerak Ukuran roda penggerak Type Penggerak 3) Gilingan III a) Mesin Penggerak Jenis mesin Type Tekanan kerja Jumlah silinder uap Ukuran silinder uap Putaran : Mesin uap : Mesin exspensi 878 Henglo : 7 kg/cm2 : 1 buah : Diameter 547 mm : 45 rpm : 1665 mm : 6000 mm : Diameter 70 x 1765 mm : Diameter 150 mm : Diameter 1060 mm : Transmisi : Rantai motor listrik AC

27

b) Roll Gilingan Ukuran plunger hidrolik Penggerak voiding roll Panjang rantai Jumlah rantai Jumlah alat Putaran : Diameter 255 x 665 mm : Dengan menggunakan rantai : 4300 mm : 86 buah : 3 buah : 3-5 rpm

c) Bak garu ampas antara gilingan II dan gilingan III Lebar bak guru ampas Panjang bak garu ampas Ukuran as penggerak Ukuran roda penggerak Type Penggerak 4) Gilingan IV a) Mesin Penggerak Jenis mesin Type Tekanan kerja Jumlah silinder uap Ukuran silinder uap Putaran b) Rol gilingan Ukuran plunger Penggerak voiding roll Panjang rantai Jumlah ranti Jumlah alat Putaran : Diameter 255 x 665 mm : Menggunakan rantai : 4300 mm : 86 buah : 3 buah : 3-4 rpm : Mesin uap : Mesin exspansi 7 paris 1884 : 7 kg/cm2 : 2 buah : Diameter 427 mm : 50 rpm : 1665 mm : Diameter 70 x 1765 mm : Diameter 150 mm : Diameter 1060 mm : Transmisi : Rantai motor listrik AC

28

c) Bak garu ampas antara gilingan III dan IV Lebar bak garu ampas Panjang bak garu ampas Ukuran bak garu ampas Ukuran as penggerak Ukuran roda penggerak Type Penggerak 5) Gilingan V a) Mesin Penggerak Jenis mesin Type Tekanan kerja Jumlah silinder uap Ukuran silinder uap Putaran b) Roll gilingan Ukuran plunger hidrolik Penggerak voiding roll Panjang rantai Jumlah ranti Jumlah alat Putaran : Diameter 255 x 665 mm : Menggunakan rantai : 4300 mm : 86 buah : 3 buah : 3-5 rpm : Mesin uap : Mesin exspansi Henglo 1992 : 7 kg/cm2 : 1 buah : Diameter 547 mm : 45 rpm : 1655 mm : 6000 mm : Diameter 70 x 1765 mm : Diameter 150 mm : Diameter 1060 mm : Transmisi : Rantai motor listrik AC

Tabel 3.1 Data diameter roll gilingan (mm) Gil I Putaran Mesin penggerak (rpm) luar rol atas dalam rol atas 50 900 834 Gil II 48 894 814 Gil III Gil IV 45 895 815 50 909 821 Gil V 45 914 834

29

luar rol muka dalam rol muka luar rol belakang dalam rol belakang

895 807 914 829

896 806 897 809

887 803 898 816

896 816 901 821

897 817 906 828

a) Alat kelengkapan unit gilingan 1) Feeding RollAlat, berfungsi sebagai pengumpan ampas yang masuk ke roll gilingan. Gerakan putaran menggunakan rantai dan roda gigi yang di gerakan oleh roll-roll gilingan. 2) Ampas Plat, berfungsi membersihkan alur roll muka dan juga merupakan jembatan ampas dari bukaan muka menuju bukaan belakang. 3) Schraper, berfungsi untuk membersihkan alur roll atas dari ampas tebu 4) Roll gilingan, berfungsi untuk memerah nira pada ampas tebu. 5) Penggerak gilingan, berfungsi untuk mengerakkan roll gilingan. b) Perawatan gilingan 1) Dalam masa giling a) Periksa bukaan kerja roll depan dan roll belakang. b) Periksa minyak pelumas bantalan dan roda gigi pemerah. c) Periksa semua benda yang lolos dari plat engine dan penyelup ampas. 2) Luar masa giling a) Pengukuran bukaan kerja antar roll atas dan roll depan serta roll atas dan roll belakang. b) Periksa posisi plat ampas. c) Pengukuran diameter roll gilingan secara keseluruhan. d) Perbaikan dan penggantian bantalan roll gilingan. e) Perbaikan penyekrap ampas dan gilingan. f) Penyetelan ulang roll gilingan.

30

c) Standar operasioanal prosedur pada stasiun gilingan Umpan tebu di cane carier Kapasitas giling Tekanan hidrolik gilingan I s/d IV Putaran mesin uap : ajeg, rata, tebal : 600 s/d 650 ku per jam : 200 kg/cm2 : Gilingan I = 50 rpm Gilingan II = 48 rpm Gilingan III = 45 rpm Gilingan IV = 50 rpm Gilingan V = 45 rpm Nira mentah % tebu % polpas Zat kering ampas Suhu air imbibisi Steaming gilingan d) Perawatan penggerak gilingan 1. Dalam masa giling a. Memberi minyak pelumas dengan minyak selinap b. Mengontrol kecepatan putar yang disesuaikan dengan besar penggunaannya 2. Luar masa giling a. Metal-metal disetel, bila ada yang aus maka lakukan penggantian. b. kontrol seker bagian muka dan belakang e. Krepyak Tebu Alat ini berfungsi untuk mengangkut tebu dari meja tebu sampai pada sheeder/ unigrator. : 100% : < 2,0 : > 50 : 60 oC : 2 X setiap ploeg

31

1 1 2 2 cane carrier I cane carrier II (cane elevator)

4 5

Tampak samping

6 7 3

Tampak atas

Gambar 3.5 Krepyak Tebu (cane carrier) Keterangan Gambar 1. Rol pengerak rantai 2. Rol landasan rantai 3. Slate carrier 4. Landasan slate carrier 5. Rantai 6. Rel 7. Roda

32

a) Data- data teknik Panjang Horizontal Panjang Krepyak total Lebar bak Krepyak Ukuran Papan Penggerak Kecepatan Jumlah Ratio gear box Kecepatan krepyak tebu b) Alat kelengkapan Pembersih plat krepyak untuk membersihkan alat krepak yang ikut terbawa. c) Perawatan 1. Dalam masa giling 1) Kontrol minyak pelumas gear box 2) Pemberian pelumas pada roda rantai dengan mnyak SM 6 tiap 7 hari 3) Kontrol sambungan rantai dan plat krepyak 2. Luar masa giling 1) Mengganti rantai dan slate/ krepyak yang rusak 2) Perbaikan roda gigi bergerak 3) Penggantian bearing yang rusak : 24 m : 48 m : 1,78 m : 315 buah : motor listrik AC : 1450 rpm : 1 buah : 1 : 25 : 4-5 m/menit

f. elevator Alat ini berfungsi untuk mengangkut sabut tebu yang keluar dari gilingan ke gilingan berikutnya. Pengerak yang digunakan untuk intermediate carier di pabrik gula gondang baru adalah motor listrik. a) Data teknik Lebar bak garu ampas Panjang bak garu ampas : 1665 mm : 6000 mm

33

Ukuran garu ampas Ukuran as penggerak Ukuran roda penggerak Penggerak KW/HP

: Diameter 70 x 1765 mm : Diameter 150 mm : Diameter 1060 mm : Transmisi menggunakan motor listrik AC : 24/32.5

b) Cara perawatan intermediate carier : 1. Dalam masa giling a. Pelumasan rantai penggerak dengan minyak atau oli. b. Kontrol sambungan rantai dan plat krepyak c. Kontrol minyak pelumas gear box 2. Luar masa giling a. Penggantian plat-plat tipis b. Penggantian rantai yang rusak atau aus c. Perbaikan garu ampas yang bengkok

Gambar 3.6 Elevator

g. Intermediate carrier belakang gilingan V atau final bagase carrier Alat ini berfungsi untuk mengangkut ampas dari gilingan akhir menuju ke stasiun ketel. Penggerak yang digunakan untuk intermediate carier di pabrik gula gondang baru adalah motor listrik. 1. Data Teknik Lebar bak garu ampas : 930 mm

34

Panjang bak garu ampas Jumlah garu Penggerak KW/HP Gear box ratio 2. Cara perawatan: 1) Dalam masa giling

: 29400 mm : 42 buah : motor listrik : 24/32.5 : 1 : 25

a) Pelumasan roda penggerak dengan minyak 6 - 7 hari sekali b) Perbaikan garu yang bengkok c) Pelumasan bearing-bearing garu ampas dengan Albania grease 8 jam sekali. 2) Luar masa giling a) Penggantian plat-plat yang aus b) Penggantian roda gigi penggerak jika terjadi aus c) Penggantian rantai yang rusak d) Meluruskan garu yang bengkok

7. Hidrolik sistem (akumulator) Alat ini berfungsi untuk memberi penekanan pada roll gilingan atas, agar mendapatkan hasil perah sabut tebu secara merata. Dan untuk mendapatkan tekanan tetap maka digunakan akumulator sebagai pengimbang. Tekanan hidrolik yang diberikan berkisar antara 200-250 kg/ Perawatan hidrolik sistem : 1) Dalam masa giling a. Kontrol saluran pipa minyak 8 jam sekali b. Kontrol packing pipa bila ada yang bocor 2) Luar masa giling a. Kontrol saluran pipa-pipa minyak b. Penggantian packing hidrolik c. Perbaikan pipa saluran minyak .

35

d. Perbaikan pompa hidrolik

8. Saringan nira mentah Alat ini berfungsi untuk menyaring nira yang keluar dari gilingan I dan II untuk dikirim ke bak nira mentah tersaring, kemudian dipompa menuju ke timbangan nira mentah. a) Data Teknik Ukuran talang Penggerak Volt Ampere KW/HP Putaran Jumlah alat b) Alat kelengkapan Raw juice tank Berfungsi untuk menampung bak nira mentah Pompa nira tersaring Berfungsi untuk memompa nira mentah ke bak timbangan. c) Perawatan 1) Dalam masa giling a) Membersihkan ampas yang ikut masuk kedalam bak nira mentah tersaring. b) Memeriksa kebocoran dan kinerja pompa c) Membersihkan pasir dan kotoran yang ikut masuk kedalam bak nira mentah 2) Luar masa giling a) Perbaikan pompa nira b) Perbaikan pipa-pipa nira : 3.02 m : motor listrik AC : 220/380 V : 83/48 : 24/32.5 : 1480 rpm : 1 buah

36

5 1

Gambar 3.7 saringan nira mentah Keterangan Gambar 1. Bak nira mentah tersaring 2. Saringan 3. Penahan saringan 4. Transmisi penggerak saringan 5. Pompa nira mentah

37