Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK

Disusun Oleh :

STELLA HANDAYANI 04101001079 L2 PDU-REG

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

FLEBOTOMI

Flebotomi Vena

Pada orang dewasa biasanya dipakai salah satu vena dalam fossa cubiti (daerah lipatan siku) misalnya v. mediana cubiti. Pada bayi dapat dipakai vena jugularis superficialis atau darah dari sinus sagittalis superior.

Alat dan Bahan : Alat 1. Kapas 2. Ikatan pembendung 3. Jarum Suntik Bahan : 1. Alkohol 70%

Cara kerja: a. bersihkanlah kulit tempat darah akan diambil dengan kapas alkohol 70% dan biarkanlah sampai menjadi kering lagi. b. Pasanglah ikatan pembendung pada lengan atas di sebelah atas tempat yang akan diambil darahnya dan mintalah orang itu mengepal dan membuka tangannya berkalikali agar vena jelas terlihat. Pembendungan vena tidak perlu terlalu erat, secukupnya saja untuk menonjolkan vena agar terlihat. c. Tegangkanlah kulit di atas vena itu dengan jari-jari tangan kiri supaya vena tidak dapat bergerak d. Tusuklah kulit sampai jarum masuk ke dalam lumen vena kemudian lepaskan atau renggangkan pembendungan. Secara perlahan-lahan tarik pengisap semprit sampai jumlah darah yang dikehendaki didapat e. Lepaskan pembendungan jika masih terpasang f. Taruhlah kapas steril di atas tempat tusukan dan tariklah jarum dengan gerakan searah

g. Mintalah orang tersebut untuk menekan tempat tusukan tersebut dengan kapas tadi hingga darah tidak keluar lagi h. Lepaskan jarum dari semprit dan alirkanlah (jangan semprotkan) darah ke dalam wadah atau tabung yang tersedia melalui dindingnya secara perlahan-lahan, hindarilah jangan sampai terjadi buih

Gambar

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Alat dan Bahan Wintrobe

1. sampel darah 2. tabung wintrobe 3. rak wintrobe 4. antikoagulan Alat dan Bahan Westergreen

1. sampel darah 2. tabung westergreen

3. rak westergreen 4. antikoagulan

a. Cara Wintrobe

Cara kerja: 1. Dengan memakai pipet Wintrobe masukkanlah darah yang telah dicampur dengan antikoagulan ke dalam tabung Wintrobe setinggi garis tanda 0 mm. Jagalah jangan sampai terjadi gelembung hawa atau busa. 2. Biarkan tabung Wintrobe itu dalam sikap tegak-lurus selama 60 menit 3. Bacalah tingginya lapisan plasma dengan milimeter dan laporkanlah angka itu sebagai laju endap darah

b. Cara Westergreen

1. Isaplah 0,4 ml larutan natrium sitrat 3,8% yang steril dalam spuit yang steril juga 2. Lakukanlah pungsi vena dengan spuit itu dan isaplah 1,6 ml darah sehingga mendapatkan campuran sebanyak 2,0 ml 3. Masukkanlah campuran itu ke dalam tabung dan campurlah baik-naik 4. Isaplah darah itu ke dalam pipet Westergreen sampai garis bertanda 0 mm, kemudian biarkan pipet itu dalam sikap tegak lurus dalam rak Westergreen selama 60 menit 5. Bacalah tingginya lapisan plasma dengan milimeter dan laporkanlah angka itu sebagai laju endap darah Catatan :

Sangat penting untuk menaruh pipet atau tabung laju endap darah dalam sikap tegak-lurus benar karena selisih kecil dari garis vertikal sudah dapat berpengaruh banyak terhadap hasil laju endap darah.

Hasil Praktikum: Probandus : Rizky Andini Nawawi ( )

Hasil Westergreen Wintrobe

8 mm/jam

6 mm/jam

Pembahasan:

Laju endap darah merupakan pengukuran dalam millimeter pengendapan darah selama 1 jam. Laju endap darah dipengaruhi oleh jumlah, bentuk, dan ukuran ertrosit, konsentrasi eritrosit, komposisi plasma darah, antikoagulansia yang digunakan, temperature, dan keadaan tabung seperti posisi, panjang dan diameter tabung. Dari hasil pemeriksaan kami jumlah LED dengan menggunakan metode westergreen adalah normal yaitu 8 mm/jam, sedangkan jumlah LED dengan menggunakan metode wintrobe yaitu 6 mm/jam. Hasil pemeriksaan LED dengan menggunakan kedua metode tersebut sebenarnya tidak seberapa selisihnya jika nilai LED masih dalam batas normal. Dengan metode Westergreen bisa didapat nilai yang lebih tinggi, hal itu disebabkan panjang pipet Westergreen yang dua kali panjang pipet Wintrobe. Seperti yang kita ketahui kadar LED normal adalah <20 mm/jam untuk westergreen dan <10mm/jam untuk wintrobe ( ). LED akan dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan).Peningkatan kadar : artirits reumatoid, demam rematik, MCI akut, kanker (lambung, kolon, payudara, hati, ginjal), penyakit Hodgkin, mieloma multipel, limfosarkoma, endokarditis bakterial, gout, hepatitis, sirosis hati, inflamasi panggul akut, sifilis, tuberkulosis, glomerulonefritis, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (eritroblastosis fetalis), SLE, kehamilan (trimester kedua dan ketiga). Pengaruh obat : Dextran, metildopa (Aldomet), metilsergid (Sansert), penisilamin (Cuprimine), prokainamid (Pronestyl), teofilin, kontrasepsi oral, vitamin A. Faktor yang meningkatkan LED : kehamilan (trimester kedua

dan ketiga), menstruasi, obat (lihat pengaruh obat), keberadan kolesterol, fibrinogen, globulin, peningkatan suhu, kemiringan tabung. Gambar

Pemeriksaan Hematokrit Alat dan bahan:

1. Tabung Mikrokapiler 2. Sentrifuge

Cara kerja: a. Makrometode menurut Wintrobe 1. Tabung Wintrobe yang sudah dipakai pada (b) diputar selama 10 menit dengan kecepatan 3000 rpm 2. Perhatikan: - berapa hematokrit buffy coat

- Plasma untuk icterus index

b. Mikrometode 1. Isilah tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk penetapan mikrohematokrit dengan darah 2. Tutuplah ujung satu dengan nyala api ( atau dengan bahan penutup khusus) 3. Masukkan tabung kapiler itu ke dalam sentrifuge khusus yang mencapai kecepatan besar, yaitu lebih dari 16.000 rpm (sentrifuge mikrohematokrit). 4. Pusinglah selama 3-5 menit 5. Bacalah hematokrit dengan menggunakan grafik atau alat khusus

Hasil Praktikum:

Hasil Nilai Ht Buffy coat Plasma A 48% 0,6 mm 52% B 47% 1 mm 53%

Interpretasi dan Pembahasan: Hematokrit adalah persentase volume seluruh sel darah merah yang ada dalam darah yang diambil dalam volume tertentu. Untuk tujuan ini, darah diambil dengan semprit dalam suatu volume yang telah ditetapkan dan dipindahkan kedalam suatu tabung khusus berskala hematokrit. Untuk pengukuran hematokrit ini darah tidak boleh dibiarkan menggumpal sehingga harus diberi anti koagulan. Setelah tabung tersebut dipusingkan / sentripus dengan kecepatan dan waktu tertentu, maka eritrosit akan mengendap. Dari skala

Hematokrit yang tertulis di dinding tabung dapat dibaca berapa besar bagian volume darah seluruhnya. Dari hasil pemeriksaan kami, nilai hematokrit tabung A normal yaitu 48% dan pada tabung B juga normal yaitu 47%. Seperti yang diketahui nilai hematokrit normal adalah 41 53 vol%. Nilai buffy coat merupakan equivalen dengan jumlah leukosit dalam darah, pada percobaan nilai buffy coat normal dan berwarna putih kekuningan. Diketahui nilai normal buffy coat adalah 0,5-1 mm 5.000 10.000 WBC/mm3.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ganong, W. F. Fisiologi Kedokteran. Edisi 14. Jakarta: EGC 2. Murray, Robert dkk. 2003. Biokimia Harper. Jakarta: ECG 3. Saryono. 2009. Biokimia Reproduksi. Jogjakarta: Mitra Cendikia

4. Setiawan, Bambang dkk. 2005. Mandala Of Health A scientific Journal. Kadar


Methaemoglobin Dan Stress Oksidatif Pada pasien Hiperglikemia. Purwokerto: PPD UNSOED.