Anda di halaman 1dari 1

Dari jurnal bertajuk Insight into triple bottom line integration from a learning organization perspective kami dapati

jika dalam penelitian tersebut D. Jamali ber tujuan cara mengaitkan triple bottom line (3BL) yang tampak sebagai pilar terpis ah dari keberlanjutan (sustainabilitas) dapat di fasilitasi melalui manajemen o rientasi yang mendukung kemampuan beradaptasi dan belajar terus menerus. Dalam i ntroduksi, jamali menyampaikan jika belum ada kerangka kerja manajemen yang komp rehensif yang akan dapat mengalamatkan, menyeimbangkan, dan mengintegrasikan kon sideran triple bottom line (TBL) walaupun konsensus internasional berkembang tel ah mengkonseptualisasikan CSR yang lebih holistik (menyeluruh) [p1:15-22]. Dalam penelitian tersebut, Jamali melakukan pendekatan tinjau ulang literatur da n analisa kritis terhadap sejumlahliteratur yang telah ada. Dalam penelitiannya, Jamali menemukan pertalian darikarakteristik intipembelajaranorganisasi/organisasi pembelajar untukaspek yang berbeda dari kinerjakeberlanjutandiuraikan. Jamali seca ra khusus berupaya untuk mengaitkan dua wilayah, yakni keberlanjutan perusahaan (corporate sustainability) dan organisasi pembelajar. Penelitian ini menyarankan jika kinerja berkelanjutan dapat diperbaiki dengan mengadopsi karakteristik org anisasi pembelajar, diantaranya: sistem pemikiran dan pembelajaran bertingkat, p roses pembuatan aturan partisipatif, kultur yang memfasilitasi pembelajaran, ber bagi informasi dan kolaborasi, pembangunan tim, tindakan belajar, dan rentangan batas. Sumber: Insight into Triple Bottom Line Integration from a learning organization perspec tive D. Jamali Suliman S. Olayan School of Business, American University of Beirut, Beirut, Lebanon